Pair: KaiHun (Kim Jongin dan Oh Sehun)

Genre: Romance dan School life

Warning: Boys Love, Typo dan kata tidak baku

.


Chapter 4..

.

.

"Ahhhh…"

"Jhong… shhh…"

"Jongieee…."

Suara desahan tertahan terdengar di dalam perpustakaan Seirin. Bukan karena ada hantu yang lagi onani, tapi karena ada makhluk hitam yang sedang berbuat mesum pada kelinci imut berwajah malaikat. Cih, bahkan Sehun sudah memohon berhenti sedari tadi. Tapi memang Jonginnya bebal, ya anggap aja itu desahan kenikmatan.

"Jongghh, jangan gigithhh.."

Ow wow, mereka sudah main gigit-gigitan ternyata.

Let's see, ternyata bibir Jongin tengah mengulum nipple Sehun dengan ganas dan tangannya tengah menggerayangi tubuh Sehun yang mengenaskan. Rambut berantakan, baju yang kusut dengan kancing terbuka, kissmark yang bertebaran, bibir membengkak, Oh shittt… dan celana yang hampir melorot.

"Kau sungguh menakjubkan hunnie…" Jongin menggumam sambil menarik celana Sehun.

"Jhong.. AHHH.."

Sehun berteriak kaget dan nikmat, saat Jongin meremas bokongnya dengan gemas.

Sehun tidak tau bagaimana bisa dia hampir telanjang, karena tadi niatnya kesini untuk belajar. Tapi salahkan hormone masa muda, dan salahkan juga kekasihnya yang mesum. Bagaimana pun juga tak lama lagi Sehun akan tertular. Bagaimana tidak? Sedari tadi dia hanya mendesah-desah, bilang jangan tapi tangannya menarik kepala Jongin mendekat.

"Sayang, aku sudah tidak tahan.." Jongin membuka bajunya, sedangkan Sehun hanya tergolek pasrah sambil terengah-engah.

Take your time..

Wenji dugeundaeneun bamiya…

Na na na na..

Na na na na…

Suara ponsel Jongin terdengar nyaring memperdengarkan lagu baru boy band EXO. Jongin menggeram pelan, siapa yang berani mengganggunya di saat dia tengah ON…?

"Shitt.."

"Angkathh, mana tau penting.."

Mendengar suara Sehun yang agak mendesah, Jongin ingin segera melahapnya. Tapi saat mendengar ponselnya masih bordering dia segera menyambar ponselnya dan menggeser icon berwarna hijau tanpa melihat penelponnya.

"ADA APA?" Dia berteriak melampiaskan kekesalannya.

/"Hallo.."/

Mendengar suara berat itu, bulu kuduk Jongin meremang. Dengan gerakan patah-patah di lihatnya panggilan yang masih terhubung dan terlihat lah…

UncleDragon..

OH DAMMIT..!

"Ya-ya hallo.." Sehun yang mendengar suara terbata Jongin melayangkan pandangan bertanya. Namun dia mendengus, saat Jongin tidak merespon dan malah membungkuk-bungkuk pada ponselnya. Apa kekasihnya itu sudah gila?

/"Jangan menodai putraku sebelum kalian menikah."/

"A-apa maksud anda paman?" Jongin ngeles seperti bajaj, tak merasa bersalah padahal Sehun sudah telanjang di buatnya.

/"Aku melihatmu hitam"/

Fuck.. Apa mata naga ada di semua tempat? Penis nya mendadak lemas.

"Me-melihat?"

/"Jangan banyak bicara! Kau ku terima bukan untuk merusak anak ku." /Suara Yifan di seberang sana terdengar berat dan dalam, Jongin berani sumpah dia sangat takut sekarang. /"Cari orang lain bila kau ingin berbuat mesum, jangan pada Sehun."/

"Pa-paman, aku bisa jelaskan."

/"Tidak ada yang perlu kau jelaskan. Aku tau semuanya, ingat mataku selalu ada dimanapun."/

Jongin berkeringat mendengar Yifan member jeda di ucapannya. /"Aku tidak segan-segan membatalkan pertunangan kalian, bila kau tidak bisa mengontrol nafsumu."/

Tuttt.. tuttt…. Tuttt….

Jongin menganga mendengar ucapan tegas Yifan. Matanya beralih pada Sehun yang tengah membenahi penampilannya.

"Sayang, kau memilih daddy-mu atau aku?"

"Kenapa bertanya?" Sehun heran, Jongin terlalu aneh setelah menerima telepon tadi. Dia terlihat berkeringat dingin.

"Jawab saja.."

"Tentu saja daddy, secinta apapun aku denganmu tapi aku lebih mencintai orang tuaku."

Jongin tertegun mendengar ucapan Sehun. "Dengar Jongin, aku mencintaimu itu jelas. Tapi bila di suruh memilih, aku akan memilih daddy. Aku percaya dia lebih tau yang terbaik untukku karena selama 17 tahun, dia selalu memberikan yang terbaik bagiku."

Mendengar ucapan Sehun Jongin kembali ingat kata-kata Yifan tadi, 'kau ku terima bukan untuk merusak anakku'. Yah, seorang ayah memang lebih tau yang terbaik untuk anaknya. Dan Jongin berjanji mulai sekarang, dia juga akan memberikan yang terbaik untuk Sehun.

"Ada apa? kenapa kau seperti orang linglung begitu? Siapa yang menelpon tadi?" Sehun bertanya beruntun, ngeri juga melihat Jongin yang diam sambil melamun.

"Bukan siapa-siapa. Ayo pulang, aku akan mengantarmu sayang." Jongin tersenyum lebar sambil membenahi pakaiannya dan memasukkan buku-buku Sehun ke dalam tas-nya.

Hahh, lagi pula dia mencintai Sehun bukan karena nafsu semata. Menunggu beberapa tahun lagi bukanlah hal yang sulit untuknya, karena dia yakin Sehun hanya akan menjadi miliknya.

Sedangkan di sebuah ruangan yang berkilo meter jauhnya. Nampaklah Yifan yang sedang melihat laptopnya sambil tersenyum. Dia memang diam-diam memasang CCTV di seluruh sekolah, camera yang sangat kecil keluaran terbaru sehingga orang-orang tidak akan tahu.

Dia memasang itu guna mengawasi anak dan calon menantunya, dia mengerti masalah hormone masa muda. Tapi, dia tidak mentolerir sex sebelum menikah. Maka dari pada itu dia menelepon Jongin saat mereka hendak memasuki tahap inti.

Sehun adalah anaknya satu-satunya. Dia menginginkan yang terbaik untuk Sehun, dia ingin membuat anaknya mandiri tanpa bantuannya agar bisa mewarisi harta keluarganya. Dan Yifan yakin, Jongin pasti sudah mengerti maksudnya.

Dia yakin Jongin pasti bisa mengarahkan Sehun agar menjadi lebih dewasa, lagipula diam-diam Yifan itu menyukai Jongin. Bukan karena Jongin anak sahabatnya, tapi karena anak hitam itu juga pintar dan terlihat begitu mencintai anaknya.

Yah, lagipula bila Sehun tidak sanggup menjadi pewaris, yang akan menanggung bebannya itu sudah pasti Jongin sebagai menantunya kelak. Khukhukhu… Yifan tertawa iblis dalam hati, dia akan menyiksa Jongin di masa depan untuk mengurusi perusahaannya yang banyak itu…

.

-AkaSunaSparKyu-

.

"Aku pulangggg…" Jongin berteriak memasuki rumah mewahnya.

"Ummaaaa..." Tak mendengar jawaban, dia kembali berteriak. Sifatnya berbeda sekali kalau sudah di rumah. Berhubung dia juga anak tunggal, dia juga bersikap manja di rumah. Jangan sampai teman sekolahnya tau, kalau tidak bisa rusak image-nya.

"Di dapurrr..." Yap, ibunya juga balas berteriak. Dasar keluarga absurd, hobi banget teteriakan. Jongin berjalan santai ke dapur, dia yakin umma-nya itu tengah memasak makan malam. Walau mereka kaya, mereka hanya punya pelayan untuk membersihkan rumah sedangkan yang memasak adalah umma-nya sendiri.

"Hallo hitam." Jongin mendengus melihat sang appa, kenapa rusa China itu ada di sini? Bukankah dia seharusnya di Taiwan untuk urusan bisnis? "Kau tidak merindukan appa-mu yang tampan ini?" Luhan bertanya narsis.

"Dasar rusa."

"Yakkk"

Hahhh, Minseok hanya menghela nafas melihat suami dan anaknya ini yang selalu saja bertengkar bila bertemu. Luhan memang tidak mempermasalahkan panggilan Jongin padanya, menurutnya seorang ayah dan anak itu haruslah seperti sahabat. Jadi jangan herankan kalau sepasang ayah-anak ini bertengkar kekanakan dan melontarkan ejekan sinis.

"Diamlah, tak bisakah kalian akur selayaknya ayah-anak?"

"Tidak.." Jongin dan Luhan menjawab kompak. Mereka akan kompak bila membantah Minseok.

"Terserah lah." Minseok angkat tangan dan mulai mengaduk sup-nya lagi.

"Ada yang menarik di sekolah?" Luhan bertanya.

"Sehun."

"Ya ya, karena itu Yifan meneleponku tadi." Jongin menegang mendengar ucapan Luhan. "Jangan berbuat mesum pada Sehun hitam, kau mau naga itu mencincangmu?"

Jongin diam.

"Aku tidak akan menolongmu kalau naga itu marah. Tapi..."

Jongin melihat Luhan dengan tampang penasaran menunggu lanjutan ucapannya.

"Kalau kau mau melakukannya, lakukan di tempat sepi. Kekeke" Luhan menaik turunkan alisnya menggoda. Sedangkan Jongin tengah sweatdrop, ayah-nya ini sungguh unik.

PLAK..

"Jangan mengajari anakmu berbuat mesum rusa." Oow, Minseok menghantam kepala Luhan dengan sendok sayur.

"Hahh, sekarang aku tau kalau sifat mesumku itu adalah warisanmu. Dasar rusa mesum."

"Yakk, kalian kompak sekali mengataiku mesum." Luhan berteriak tak terima, dia kan hanya mengajari Jongin. Apa salahnya? Kan wajar sebagai ayah menurunkan ilmunya pada sang anak?

"Kau memang mesum."

"Tunggu nanti malam, dan kau akan tau betapa mesumnya aku." Minseok kicep mendengar ucapan Luhan.

"Jangan merencanakan hal mesum di depanku." Jongin facepalm.

"Aku mesum pada ibumu. Dia istriku bocah."

"Ya ya terserah" Jongin kalah.

"Cepatlah lulus, kuliah, dan pegang perusahaan. Pada saat itu kau bisa meresmikan Sehun." Luhan tiba-tiba bicara serius. "Yifan tidak akan menyerahkan anaknya sebelum kau mampu."

Jongin juga tau hal itu, mana ada orang tua yang mau punya menantu melarat coba? Sekarang ini walau dia berkecukupan, tetap saja semuanya itu harta orang tuanya bukan punya-nya.

"Tapi kalau kau mau, appa akan dengan suka rela membantumu kawin lari. Hahahahaha" Luhan tertawa cetar.

"DASAR RUSA GILA MESUM" Jongin berteriak dan langsung beranjak masuk kamar.

Padahal appa-nya itu sudah keren tadi pas bicara serius, tapi memang dasarnya gila dia malah menyarankan kawin lari. Ishhh, Jongin ngenes punya ayah kayak Luhan.

"Kau benar-benar.." Minseok kehilangan kata-kata.

"Apa? Aku hanya menyarankan. Kekeke"

"Aku tidak akan membantumu kalau naga itu mencincangmu juga." Minseok mendengus, dan melanjutkan masakannya.

"Dia tidak akan melakukan itu, kau tenang saja sayang."

Luhan berucap santai sambil bermain game angry bird yang di rasanya mirip dengan si naga china. "Selagi ada Joonmyeon, Yifan pasti takluk. Kecuali malaikat itu berubah jadi malaikat maut. Joonmyeon bisa saja lebih mengerikan daripada Yifan."

"Mereka pasangan yang aneh." Minseok berkomentar. De ja vu.

"Tapi aku yakin Yifan itu menyukai Jongin, buktinya saja dia langsung menerima pinangan keluarga kita" Luhan berucap yakin. Seyakin dirinya melontarkan si burung warna merah dari ketapel, menganggap burung itu adaah kepala Yifan.

"Hmmmm, dia hanya terlalu malu untuk mengakuinya." Minseok mengangguk setuju. Dia mulai menyiapkan penggorengan untuk menggoreng ayam kesukaan anaknya. "Kau bilang Yifan meneleponmu tadi. Ada apa?"

"Si hitam itu hampir memasuki Sehun di perpustakaan."

"Bahasamu itu rusa."

"Apa? Aku harus menggunakan bahasa apa? Menjamah? Memperkosa? Ngesex? Atau bersetubuh?" Luhan malah menjadi.

"Kau benar-benar minta htidur di sofa rupanya."

"Hiyeee? Maafkan aku baozi-ku sayang..."

"Sudahlah, lanjutkan perkataanmu tadi."

"Ya hanya itu."

"Hanya itu?" Minseok mengangkat alisnya. Heran.

"Memang hanya itu." Luhan mengangguk yakin, melihat Minseok yang berdiri di sampingnya."Yifan langsung mematikan sambungannya tadi"

"Anakmu itu benar-benar mewarisi sifatmu" Minseok malah mendudukkan dirinya di pangkuan Luhan.

"Dia juga anakmu." Luhan menarik Minseok mendekat dan memberikan kecupan-kecupan kecil di bibirnya, tapi tak lama kemudian dia menghentikan bibirnya. "Ummm, sayang?"

"Ya..?" Minseok heran saat suami-nya ini mengentikan aksinya.

"Ummm, ayammu gosong." Luhan nyengir.

"SHIT, KENAPA KAU TAK BILANG DARI TADI? DASAR RUSA."

Minseok melompat dari pangkuan Luhan dan melihat ayam goreng-nya yang menghitam. Poor chicken..

.

-AkaSunaSparKyu-

.

Jongin baru selesai mandi, dia hanya menggunakan handuk menutupi area pribadinya dengan tetesan air mengalir di tubuh tan-nya... Ughhh how sexy..

Setelah berpakaian lengkap, baju kaos dan celana pendek selutut. Dia berbaring di kasur dan mulai membuka laptopnya dan langsung masuk ke aplikasi Facebook. Dia merasa bosan, mungkin dengan begini dia bisa terhibur. Sesudah masuk dengan akunya, dia bisa melihat teman-temannya sedang online begitupula dengan sang pacar. Dia juga bisa melihat Sehun baru meng-update status.

Wu Sehun

Hunnie mau ice cream, Hiks...:(

Lima menit yang lalu – suka – komentar -Bagikan

Byun Baek, Park Chanyeol, dan 337 orang menyukai ini


Jongin mendengus melihat ke-kawai-an kekasihnya ini, pantas saja banyak yang nge-like. Dia mengscroll ke bawah dan melihat banyaknya komentar.

Byun Baek

Sama, hyung juga. Hiks hiks..

-37 Suka


Park Chanyeol

Baekkie sayang, kamu mau es krim apa? Biar aku beliin..

Hunnie mau juga?

–Suka


Byun Baek

Aku di kamar sayang. /GigitJariTelunjuk/

-Suka


Park Chanyeol

Kamu menggoda banget sih,, /Nosebled/

-Suka


Wu Sehun

Hunnie mau hyungie.../Agyeo/

-57 Suka


Shittt, Jongin menggeram. Banyak banget sih yang suka sama Sehun...

Kim Kai

Aku bakal beliin kamu kedainya sayang. /Kiss/

Dan hyung, jangan nodai pikiran kekasihku.

-Suka


Wu Sehun

Jonginieee, Hunnie kangenn... /XOXO/

-34 suka


Park Chanyeol

Tanpa kami nodai, otak polos itu memang sudah tercemar bodoh.

-5 suka


Byun Baek

Pacarku benar sekali, yang duluan menodai pikiran polos Sehun ya Jongin.

-8 suka


Kim Kai

Aku juga kangen sayang.. #LupYuPhul

Dasar pasangan gila.

-Suka


Wu Sehun

Ishhh Jonginie gak boleh gitu sama hyungdeul. /pout/

-26 Suka


Byun Baek

Denger tu kata Sehun, dasar HITAM. /Julurin lidah/

-Suka


Kim Kai

INI EXOTIS. Liat dong baik-baik, kulit ku ini sexy. /pamer six pack/

-Suka


Park Chanyeol

Ya ya, aku nyerah deh.. /angkat tangan/

-Suka


Wu Sehun

Hunnie off dulu ya, mommy udah manggil buat makan malam.

Sampai jumpa besok semuanya. Jonginieee.. /Kiss/

-Suka


Setelah tau Sehun off, Jongin pun ikutan off. Malas ikut komentar kalau gak ada si imut, lagipula kepalanya bisa meledak kalau balas-balasan sama pasangan gila itu –ChanBaek. Tak lama kemudian dia pun mendengar umma-nya memanggil untuk makan malam.

.

-AkaSunaSparKyu-

.

Setelah pelajaran selesai Jongin terpaksa mnolak ajakan Sehun untuk pergi ke kantin. Dia baru saja dapat pesan, untuk datang ke kantor kepala sekolah. hahhh, kira-kira ada perlu apa calon mertuanya itu ya..? Setelah sampai, Jongin langsung mengetuk pintu di depannya ini. mendengar persetujuan, dia pun langsung masuk ke dalam.

"Oh Jongie, silahkan duduk." Joonmyeon tersenyum.

Berapa kali pun Jongin melihat senyum Mommy Sehun ini, tetap saja dia merasa terpesona. Mimpi apa dulu, sehingga malaikat ini mau sama Naga? Jongin lekas menggelengkan kepalanya, apa-apaan dia ini? bagaimana kalau Yifan bisa membaca pikirannya juga? Bisa gawat dia.

"Kamu tidak lagi sibuk tadi kan?"

Jongin menggeleng, dia memang tidak lagi sibuk. tapi, dia lapar.

"Gimana perkembangan Sehun? ini udah dua minggu loh.." Joonmyeon terkekeh kecil.

Aaa.. soal Sehun toh. Jongin mengangguk.

"Harus saya akui, Sehun tidak banyak berkembang." Jongin menjawab jujur.

"Huftt, apa yang harus kita lakukan ya?" Joonmyeon memasang wajah berpikir yang menggemaskan.

Jongin yang melihatnya merasa heran, apa umma-nya dan mommy Sehun ini tidak bisa tua ya? kenapa bawaan mereka itu muda selalu?

"Dia cukup pintar imo, hanya saja Sehun memang lambat dalam hitungan dan angka."

"Ya, imo juga sadar hal itu." Joonmyeon mengangguk. "Padahal dia pintar di dalam mata pelajaran lainnya."

"Saya setuju hal itu, dia sangat pintar di bidang biologi."

"Apa Sehun masih bisa tertolong?"

"Entahlah, saya tidak yakin akan hal itu."

Joonmyeon terdiam sejenak, mencoba mencari solusi atas masalah ini.

"Bisakah imo minta tolong? tolong ajari dia dulu dengan sabar ya"

Nah, itu dia yang susah. Stok sabar Jongin itu sedikit sekali, apalagi Sehun yang gak ngerti-ngerti kalau di jelaskan. Bagaimana dia mau sabar coba? Tapi dia bisa apa selain mengangguk? Dia juga sayang statusnya sebagai calon menantu kali.

"Baiklah, kamu boleh keluar. Imo titip salam sama Sokie hyung dan Lu ge ya."

Jongin mengangguk lagi, dan membungkuk singkat. Dia keluar ruangan dan mulai berjalan ke kantin menyusul kekasih cantiknya. Tapi, di dalam kepalanya dia tengah memikirkan beribu cara untuk membuat Sehun pintar matematika. Dia akan merasa sangat gagal sebagai tutor dan sebagai kekasih bila Sehun mendapatkan nilai 47 lagi di ujian kali ini. Dan dia kembali menghela nafas panjang saat mengingat kalau waktu ujian sudah dekat hanya sekitar 6 minggu lagi, Jongin tidak yakin kalau dalam waktu 6 minggu Sehun bisa berubah pintar.

.

.

TBC..?


Holla...

Review kemarin ada yang bilang LuMin enggak cocok buat jadi ortu Jongin. Please, di cocok-cocokin aja ya...

Ada juga byang bilang Sekolah Seirin mengingatkan pada fandom sebelah. Yap, chingudeul sekalian benar sekali. Seirin adalah sekolah Kuroko Tetsuya dan Kagami Taiga.

Dan yang terakhir, saya sangat sedih melihat fan war yang sedang berlangsung. Hiks hiks...

Saya kecewa EXO kalah, tapi saya lebih kecewa melihat EXO-L yang berubah menjadi anarkis. Sebagai fans, kita lebih baik memberikan dukungan nyata pada EXO. Membeli CD-nya, melihat Video-nya, memberikan Voting atau apapun. Bukannya dengan berbuat anarkis seperti rencana Mengebom Konser boy band lain. Kita pasti tidak mau kan kalau EXO-L nanti di cap sebagai Fandom kriminal? Ayolah berpikir lebih dewasa...

Saya mencintai EXO sama seperti saya mencintai Kedamaian, jadi saya sama sekali tidak setuju bila ada EXO-L yang hendak berbuat di luar batas.

Oke segitu saja, itu hanya pemikiran saya maaf kalau chingudeul semua tidak sependapat dengan saya.

Jadi berminat untuk review...? #Bow

Big thanks to:

[dia luhane] [VampieDPS] [vipbigbang74] [Zelobysehuna] [whirlwind27] [exolweareone9400] [SeHoNey] [Yessi94esy] [yunacho90] [sayangsemuamembersuju] [sehunskai] [Kim Eun Seob] [levy95] [KaiHunnieEXO] [utsukushii02] [dina blind] [Ubannya Sehun] [shapire always for onix] [Jung NaeRa] [izzsweetcity] [liestie ajhah] [winter park chanchan] [KaiHunyehet] [bbuingHyewa] [1004baekie] [xohunte] [fyenafromgalaxy] [nin nina] [Ri-chan Dandere] [Kim Seo ji] [GYUSATAN] [auliavp] [Xing1002] [Kim-HyeRim] [bellasung21] [JongOdult] [kireimozaku] [Nagisa Kitagawa] [daddykaimommysehun] [syakilashine] [seinn] [sumiya wu] [SILENT READER] [AprilianyArdeta] [aliyya] [choi fai fai] [Yehet] [NoName] [hunnbebi] [Gabisa Loging]

Maaf bagi kesalahan penulisan..