Disclaimer
Prince of Fire
By
Erza Scarlet Belserion
Masashi Kishimoto dan Michael Dante Di Martino & Bryan Konietzo
Genre: Family dan Romance
Pairing: Naruto x Azula, Naruto x Toph, Naruto x Ty Lee
DON'T LIKE, DON'T READ
Enjoy This Story
Chapter 3
Sementara itu rombongan Avatar dan Naruto sedang berdiskusi dengan para masyarakat yang selamat mengenai langkah apa yang akan diambil selanjutnya.
"Sebaiknya kita harus bergerak cepat, sebelum terjadi sesuatu terhadap Bumi"ucap Aang yang dari tadi duduk dengan gelisah.
"Jangan khawatir Aang, jiji bukan lah orang lemah"ucap Naruto yang sedang melihat-lihat berkas yang dimiliki masyarakatnya dengan tenang.
"KAU SEBENARNYA KHAWATIR TIDAK DENGAN BUMI, KALAU KALIAN TIDAK MAU MEMBANTU BIAR AKU SENDIRI YANG MENYELAMATKAN BUMI"ucap Aang dengan emosi dan mengarahkan tongkatnya kearah Naruto.
"Kurasa Avatar Roku mengajarkanmu tentang ketenangan jiwa, Avatar Aang"ucap Naruto yang menatap Aang.
"Dan kurasa emosi tidak bisalah memecahkan masalah kita, saat ini adalah bagaimana membuat masyarakat tersisa dapat keluar dari Omashu agar dapat makanan yang layak"tambahnya.
"Seharusnya kau juga memikirkan warga yang selamat ini, Aang. Kau harus tau bahwa Bumi pasti menyiapkan rencana untuk ini semua. Jadi kau haruslah tenang"tambahnya lagi.
"Yang dikatakan Naruto-san ada benarnya juga Aang, kita harus bisa mengeluarkan para warga yang selamat agar mereka bisa makan dan beristirahat dengan layak"ucap Katara.
"Aku punya ide untuk ini, kita bisa gunakan gurita ini dan memakaikannya ke para warga dan berpura-pura seperti terkena penyakit menular sehingga mereka mengeluarkan kita dari sini"ucap Sokka sambil mencontohkan apa yang dikatakannya tadi.
"Ide bagus Sokka, kita bisa pakai rencana itu dan sekarang kita perlu mencari banyak gurita lagi"ucap Aang.
"Kalau masalah itu kami siap membantu"ucap semua warga dan mereka diam-diam menjalankan rencana tersebut.
Setelah semua warga memiliki binti-bintik mereka siap menjalankan rencana, dimulai dari Sokka yang berjalan seperti zombi menuju arah penjaga lalu diikuti yang lainnya. Akhirnya mereka dikeluarkan dari kota Omashu sebelum penyakit ini menular tapi kepergian mereka menjadi masalah buat mereka karena salah satu anak pemimpin Omashu menghilang dan para wara diduga kuat yang menculiknya.
"Apa yang harus kita lakukan"ucap Sokka panik karena sekarang anak yang dicari itu sedang bersama mereka.
"Sokka tenanglah. Kau sangat berisik"ucap Katara yang memukul kakaknya itu dengan tongkat kayu Aang.
"Kurasa anak ini bisa kita manfaatkan"ucap Naruto.
"Maksudmu Naruto"ucap Aang dengan bingung.
"Kita dapat melakukan negosiasi dengan pemimpin Omashu sekarang mengenai Bumi, kita bebaskan anak mereka maka mereka bebaskan Bumi. Gimana menurut kalian ?"ucap Naruto.
"Kau memang cerdas Naruto, segera kita siapkan surat untuk mereka"ucap Aang dengan senangnya. Akhirnya katara membuat surat tersebut dan menyuruh Momo untuk membawanya ke kediaman sang pemimpin.
"Sebaiknya kita segera beristirahat dan menjalankan rencana kita besok"ucap Katara dan mereka memutuskan untuk beristirhat menyiapkan energi untuk esok. Sementara itu di kediaman pemimpin Omashu terdapat tamu kehormatan yanng datang dan tahu mengenai hal ini.
"Biarkan kami yang menghadiri negosiasi ini, aku merasakan ada hal yang akan terjadi dan juga menukarkan seorang bayi dengan pemimpin Omashu, itu sungguh tidak seimbang"ucapnya yang telah duduk di kursi singgasana dan melihat kerah mereka yang menundukan kepala mereka.
"Tapi kami mohon Princess Azula, kami mengharapkan keselamatan Tom-Tom anak kami, adiknya Mai"ucap istri pemimpin Omashu sambil sedikit menangis.
"Mai, Ty Lee siapkan diri kalian besok karena kita tidak akan menuruti negosiasi itu dan aku lakukan ini untuk sahabatku bukan untuk kalian dan juga ada hal yang harus kupastikan disini"ucap Azula yang telah berdiri dan berjalan menjauhi mereka.
"Terimakasih atas kebijaksanaamu Princess Azula"ucap kedua orang tua Mai yang semakin menundukan kepala mereka memberi hormat kepada sang putri
Time Skip
Para rombongan Avatar telah siap dengan anak itu digendongan Sokka dan mereka yang sedikit menyamar agar identitasnya tidak diketahui.
"Kalian sudah siap"ucap Naruto yang telah menyarungkan pedang kembarnya.
"Kenapa kau menutupi wajahmu Naruto"ucap Katara yang kebingungan melihat Naruto yang sedikit menutup wajahnya dan sekarang terlihat seperti ninja.
"Ada hal yang tak bisa kukatakan pada kalian yang berkaitan ini"ucap Naruto dan mereka segera menuju tempat pertemuan.
Di tempat pertemuan
"Sepertinya mereka lebih dulu datang daripada kita"ucap Sokka yang melihat Azula, Mai dan Ty Lee yang berdiri di hadapan mereka.
"Apa kalian membawa apa yang kami inginkan ?"ucap Aang.
"Lihatlah diatas"ucap Azula menunjuk kearah atas dan mereka melihat sebuah peti besi menggantung diatas.
"BUMIIII"ucap Aang memanggil kawan lamanya.
"OWH AANG LAMA TAK JUMPA"balasnya yang menggema. Ketika Aang ingin keatas sebuah pisau belati mengarah kearahnya dan Naruto sigap menangkapnya.
"Bukannya itu tindakan yang kurang sopan, menyerang orang seenaknya"ucap Naruto yang melempar kembali belati tersebut.
"Turunkan peti tersebut"ucap Azula dan katrol yang mengait peti itu turun perlahan.
"Kau bawa sanderanya"ucap Mai.
"Anak ini bersama kami"ucap Sokka sambil menunjuk kearah anak kecil yang dibawanya.
Azula melihat sekitar dan mengarahkan apinya kearah rombongan Avatar tapi untung saja Naruto dengan sigap membuat tembok batu.
"Kesepekatan kita batal, kami akan rebut bayi itu tanpa menyerahkan ini pada kalian"ucap Azula yang menyerang mereka dengan api dan peti naik kembali keatas. Lalu Naruto dan Aang sigap menuju peti yang berisi Bumi tapi penyamaran Aang terbongkar dan dengan cepat Azula mengikuti mereka.
"Woahh Aang lama tak jumpa dan kau juga Naruto"ucap Bumi yang masih saja cengengesan tak jelas.
"Aang kau cepat bebaskan bumi aku akan menghambatnya dan sedikit reuni mungkin"ucap Naruto sedikit menunjuk kearah Azula yang mendekat.
"Hati-hati Naruto"ucap Bumi yang telah terjatuh bersama Aang ke bawah. Ketika Azula ingin menyusul Naruto dengan sigap menahannya.
"Woah tunggu dulu Princess Azula yang terhormat"ucap Naruto dengan lincah menghindari serangannya.
"Aku tidak ada urusan denganmu"ucap Azula menatap Naruto tajam.
"Memang tidak, aku hanya ingin menghambatmu saja"ucap Naruto.
"Enyahlah"ucapnya lalu mengarahkan api besar kearah naruto tapi Naruto diam tak bergerak.
"Enyah-"ucapan Azula terhenti karen sebuah balok kayu menutupi tangan nya.
"Oops maaf"ucap Naruto yang telah berdiri disampingnya dengan tangan melipat di dada.
"Kurang ajar, lepaskan aku"ucap Azula yang mengeluarkan apinya dari ujung kaki tapi dengan mudah ditepis Naruto.
"Sepertinya kau tak mendapatkan pelajaran tata krama di negaramu ya, apalagi kau ini seorang putri"ucap Naruto.
"Bukan urusanmu, jika aku lepas dari sini kau akan kubakar"ucap Azula yang mencoba melepaskan batu yang mengekang tangannya.
"Sepertinya sifat arogan mu belum lah hilang sejak kematian Narutomu yah Neesan"ucap Naruto berbisik di telinga Azula dan tentu saja dia kaget lalu menatap kearah Naruto.
"Apa maksudmu ?"nada bicara Azula sudah sedikit begetar.
"Bukannya Naruto mati karena dibunuh oleh orang yang mengendalikan tanah Princess Azula"ucap Naruto dan dia melihat Azula yang bergetar hebat dan menutup kedua matanya.
"Naruto belumlah mati Naruto masih bersamaku disini"ucap Azula yang mulai menghayal dan meronta-ronta.
"Aku memang masih disini Neesan, didepanmu"ucap Naruto sambil membuka penutup kepalanya dan betapa kagetnya Azula melihat adik yang begitu disayanginya berdiri di depannya.
"Lama tak jumpa Neesan"ucap Naruto yang telah melepaskan kukungan tangan dan kaki Azula lalu dia jatuh berlutut.
"Apa itu kau Naruto ?"ucap Azula yang berjalan perlahan menuju Naruto dan langsung memeluknya erat seolah ini akan berakhir.
"Ada apa dengan matamu Naruto ?, siapa yang melakukan ini padamu ?"ucap Azula yang menangkupkan kedua pipi adiknya dan melihat wajah sang adik dan melihat bekas sabetan pedang di mata kanannya.
"Tak perlu Neesan, orangnya sudah mati"ucap Naruto.
"Ikutlah Neesan kembali"ucap Azula.
"Maaf aku tak bisa, tugasku disini melindungi orang yang lemah yang tertindas oleh negara api"ucap Naruto.
"Dan mulai saat ini kita akan menjadi musuh Neesan dan jangan segan untuk membunuhku jika raja api Ozai memerintahkanmu. Aku akan siap mati untuk keadilan walapun harus melawan keluargaku sendiri"ucap Naruto dengan penuh tekad.
"Kurasa cukup sampai sini Neesan, aku pergi dulu dan maaf akan kuhapus sedikit ingatanmu"ucap Naruto.
"Apa maks-"ucapan Azula terpotong karena semua tiba-tiba gelap.
"Sepertinya Aang gagal membawa Bumi kembali"ucap Naruto melihat sang sensei yang menggelinding keatas.
Sementara itu dengan Katara dan Sokka, mereka sedikit kewalahan menghadapi Mai dan Ty Lee.
"Sepertinya kalian sedikit kesulitan ya"ucap Naruto yang langsung masuk ke pertempuran.
"Untung saja kau disini Naruto, kami kewalahan menghadapi mereka"ucap Katara dan membuat Mai dan Ty Lee kaget dengan ucapan itu.
"Apakah namamu Naruto ?"tanya Ty Lee.
"Kurasa kalian bukan tipe yang ingin tahu nama musuhnya kan, sepertinya kita gagal dan segera menyusul Aang"ucap Naruto.
"Kami belum selesai denganmu"ucap Ty Lee yang berlari mendekat tetapi sebuah penjara batu mengurungi mereka.
"Tenang saja penjara itu akan hancur dalam waktu 15 menit, cukup untuk bisa kabur dari sini dan Sokka letakan anak itu disini"ucap Naruto menunjuk kearah depannya dan Sokka melakukan apa yang dikatakan.
"Tenang saja, adikmu tak akan ku apa-apakan"ucap Naruto sambil berjongkok dan melihat kearah Mai.
"Adik kecil kamu diam disini ya, kakakmu ada disana dan ini ada hadiah untukmu"ucap Naruto yang telah mengeluarkan sesuatau dari balik jubahnya dan sebuah mainan anak-anak diberikan naruto.
"Aku harap perang akan selesai karena jangan ada lagi anak-anak yang merasakan pedihnya dunia ini. Kuharap kau dapat mengabdi pada negerimu Tom-Tom"ucap Naruto mengelus kepala anak tersebut dan anak itu menggenggam tangan Naruto dan berucap seolah mengerti maksud perkataan Naruto.
"Kalian masih disini rupanya"ucap Aang yang baru datang dengan menggunakan tongkat terbangnya.
"Sebaiknya kita pergi dari sini"ucap Aang yang telah meniup peluit dan datanglah Appa dari kejauhan.
"Sebelum kalian pergi ada satu hal yang ingin kutanya padanya"ucap Mai yang menunjuk kearah Naruto.
"Apakah kau benar Naruto adik Azula dan Zuko, putra ketiga Raja Api Ozai ?"ucapan Mai membuat Aang, Katara, Sokka kaget dan langsung menatap kearah Naruto.
"Bukannya dia sudah mati dibunuh oleh ayahnya sendiri"ucap Naruto dengan menekankan ucapannya.
"Sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum para prajurit datang"ucap Katara yang melihat raut wajah Naruto sangat tak bersahabat. Lalu mereka pergi meninggalkan lokasi dan menuju kearah barat. Tak lama dari itu penjara batu yang mengurung Mai dan Ty Lee hancur menjadi debu, Mai langsung melihat sang adik dan bersyukur tak ada lecet apapun.
"Sepertinya dia adalah Naruto tapi kan Naruto sudah meninggal beberapa tahun yang lalu"ucap Mai.
"Apa kita harus beritahu Azula mengenai ini"tanya Ty Lee.
"Dia harus tahu tentang ini walaupun belum adanya bukti bahwa dia itu adik Azula tapi setidaknya dia tau hal ini"ucap Mai lalu para prajurit datang dengan membawa Azula yang pingsan dalam gendongan salah satu prajurit.
Dengan Naruto
"Naruto aku mau kau jujur-"ucapan Aang terpotong karena Naruto menyelanya.
"Namaku adalah Naruto, seperti yang kalian dengar tadi aku adalah anak dari Raja Api Ozai dan Lady Ursa sekaligus adik dari Zuko dan Azula. salah satu orang yang mengeluarkan api yang menyerang kita tadi yang bernama Azula dan Zuko mungkin sudah cukup familiar dengan nama itu.
"JADI KAU MATA-MATA YANG MENGINCAR KAMI"ucap Sokka yang telah mengacungkan bumerangnya kearah naruto.
"Aku memang anak dari raja api tapi aku tak lah dianggap olehnya bahkan sekedar menggendongku saja dia tak mau, aku anak yang dikutuk olehnya karena tak bisa melakukan fire bender seperti kedua kakakku dan hanya kaasan, Zuko Niisan dan uncle Iroh yang membelaku selama aku hidup disana"ucap naruto.
"Tunggu maksudmu hidup disana"tanya Aang.
"8 tahun yang lalu ada insiden yang menyerang kediaman kami dan membuat aku menjadi korbannya"ucap naruto.
"Apa maksudmu Naruto ?"ucap Katara bingung.
"Aku sudah mati 8 tahun yang lalu, Naruto anak ketiga raja api ozai telah mati 8 tahun lalu. Entah ini namanya reinkaranasi atau apa tapi seperti yang Bumi katakan padaku. Dia menemukanku dalam kondisi sekarat dan kami-sama masih berbaik hati memberikan hidayahnya dan aku masih hidup sampai sekarang. Aku tinggal bersama Bumi dan masyarakat Omashu sampai umur 12 tahun dan aku melakukan berkeliling dunia, mulai dari mengunjungi pulau Kiyoshi beberapa tempat di dunia ini dan yang terakhir aku bertarung dengan salah satu laksamana yang disegani oleh negara api, kalian pasti tau orangnya, namanya Laksamana Zhao dan dia berhasil membuat tanda ini dimata kananku ini"ucap Naruto yang menunjuk bekas sayatan senjata pada mata kanannya.
"Dan kudengar dia sudah mati ketika penyerang di suku kutub utara kan"ucap Naruto menatap kearah Katara dan Sokka.
"Itulah yang dapat kusampaikan pada kalian, aku tidak kepikiran untuk mematai-matai kalian, aku hanya ingin membantu sang Avatar menghentikan perang ini karena aku tak ingin ada anak-anak yang terlantar dan terbunuh karena perang yang tak berkesudahan ini"ucap Naruto yang menggengam erat kedua tangannya.
"Aku tau pasti kalian masih ragu dengan kehadiranku disini di kelompok kalian, aku tak memaksa kalian untuk menerima ku tapi satu hal yang harus kalian tau yaitu tujuan kita sama yaitu menghentikan perang ini dan mengalahkan raja api Ozai dan untukmu Aang guru earth bendermu ada di kota selanjutnya dibagian ujung barat. Dia seorang petarung yang mengandalkan insting dan menunggu sebelum menyerang. Aku pergi dulu minna"ucap Naruto yang melompat keluar tentu saja membuat mereka kaget dan melihat kebawah dan tak lagi tampak Naruto disana.
"Sepertinya Naruto memang tak memiliki maksud apapun"ucap Aang.
"Kita tak tau sebenarnya Naruto gimana, kita pernah ketipu dengan Zuko dan juga Zuko Naruto itu kakak adik"ucap Sokka.
"Aku bisa merasakan semua yang dikatakannya itu tak ada maksud apapun, kau sepemikiran denganku kan katara"ucap Aang.
"Entahlah Aang aku juga masih ragu tapi perasaanku mengatakan dia berbeda dengan kakaknya. Aku juga melihat interaksi Naruto dengan warga Omashu yang begitu dekat tapi disatu sisi aku masih tak yakin dengan semua ini, ini terlalu cepat"ucap Katara. Sekarang kita harus fokus mencari guru earth bender mu"ucap Katara.
"Sebaiknya kita segera menuju arah barat tempat yang dimaksud Naruto, mungkin yang dikatakan Naruto ada benarnya. Appa yip yip"ucap Aang yang menambah kecepatan kendaraan mereka.
Sementara itu dengan Naruto yang telah mendarat sempurna dan hanya bisa tersenyum kearah rombongan Aang pergi.
"Semoga kau cepat bertemu dengan Toph, Aang. Dia lah yang pantas mengajarimu earth Bending"lalu naruto memasang topinya dan berjalan menuju tujuannya yaitu sebuah kota kecil perbatasan antara Omashu dan daerah yang dikuasai oleh tentara negara api.
Aang dan yang lain akhirnya tiba dikota yang dimaksud Naruto, tempat dimana guru pengendali tanahnya berada. Mereka tanya kesana-sini dan mengetahui adanya turnamen. Selang beberapa lama akhirnya insting Aang mengatakan bahwa seseorang yang memakai topi itulah yang akan menjadi gurunya, tanpa membuang waktu Aang langsung mengajukan tawaran dan sedetik itulah tawarannya di tolak. Beberpa waktu kemudian, sebuah kejadian terpaksa menyeret Aang ke dalam arena pertandingan untuk membebaskan Katara dan Toph.
"Sepertinya kau sudah menemukan gurumu ya Aang"ucap Naruto yang berjalan ke tengah arena.
"Kenapa kau disini Naruto?"ucap Sokka.
"Untuk berjaga-jaga jikalau Toph menolak melatih Aang"ucap Naruto.
"Toph sudah menerimaku jadi muridnya Naruto"balas Aang.
"Syukurlah, kau diluar dugaan Toph"ucap Naruto.
"Paman Bong, bibi Ling izinkan Toph melatih sang Avatar karena hanya dialah yang pantas melatih Avatar selanjutnya"ucap Naruto kearah ayah Toph.
"Aku berjanji akan menjaga Toph dengan taruhan nyawa"ucap Naruto.
"Aku sudah mengenalmu lama Naruto. baiklah aku mengizinkan anakku pergi"ucap Bong.
"Aku menitipkan anakku satu-satunya padamu dan Avatar"ucap ibuny. Mereka terutama Aang tentu saja senang karena walaupun Toph sudah bersedia melatihnya tapi izin dari orang tua tetaplah perlu.
"Terimakasih paman, bibi izinmu sangat berarti"ucap Naruto memberikan salam hormat dan juga melakukannya.
"Sebaiknya kalian melanjutkan perjalanan kalian, aku juga akan melanjutkan perjalananku ke Ba Sing Sei"ucap Naruto.
"Kenapa kau tidak ikut dengan kami Naruto"ucap Aang dan membuat Sokka dan Katara menatapnya.
"Apa kau yakin, aku ikut jika kalian semua setuju. Kurasa cukup pegal juga jika harus jalan kaki"ucap Naruto.
"Aang kita tidak bisa membiarkan mata-mata ini menumpang, siapa tau dia akan menyerang kita diperjalanan"ucap Sokka.
"Aku percaya padanya dan Bumi pun menyuruhku untuk membawa Naruto bersamaku"ucap Aang.
"Aku sudah kenal Naruto lebih dulu dari kalian, dan aku percaya Naruto orang yang baik"ucap Toph berpendapat.
"Bagaimana menurutmu Katara ?"tanya Aang.
"Aku akan ikuti Aang"ucap Katara yakin.
"Terimakasih sudah percaya padaku dan mengizinkanku menumpang sampai Ba Sing Sei"ucap Naruto.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan"ucap Aang. mereka pun meninggalkan kota dan melanjutkan perjalanan.
To Be Continue
Hallo ketemu lagi kita disini, maaf membuat kalian lama menunggu. Kesibukan di dunia nyata menyita waktu hingga cerita ini terlalu lama dipendam. Cuman bisa mengatakan terimakasih banyak kepada pembaca setia dan kecintaan kalian terhadap cerita ini. Semoga suka dan tuliskan pendapatmu di kolom komen ya...
Arigatou Gozaimasu
