"Se… sebelum kau pergi, aku ingin mengatakan sesuatu…"

"Apa?"

Yeoja itu meremas kaos bawahnya untuk meredamkan kegugupannya. Keringat dingin mengalir di tengkuknya. Sementara namja di depannya tersenyum menunggu perkataan yeoja itu.

"Saranghae, Lee Donghae!"

Senyum Donghae terdiam, namun beberapa detik kemudian dia kembali tersenyum kecil.

"Mian Hyukkie…"

Love You, Love Me

Cast : Official Pair SUPER JUNIOR

Main Pair: HaeHyuk

Other Pair: KyuMin, YeWook, ZhouRy, SiBum

Warning : Genderswitch/TYPO/OOC/alur cepat/dll…

Don't Like, Don't Read

"Wafer, permen, biskuit, snack, jus, susu, pocky, cake, ice cream…"

Kibum memanndang Eunhyuk tak percaya.

"Strawberry semua?!"

"Wae? Aku suka kok…"

Eunhyuk melanjutkan kegiatannya membaca komik. Tangan kirinya memegang komik sementara tangan kanannya memegang garpu kecil. Perlahan dia memasukkan garpu itu ke cake, menusuknya, membelahnya, lalu memakannya. Begitu seterusnya, terlihat seperti slow motion di mata Kibum.

Kibum menganga dengan tak elitnya melihat sahabat kecilnya itu. Dia jelas tahu jika Eunhyuk mulai memakan banyak makanan dengan ciri khas rasa buah asam manis itu tanpa henti, Eunhyuk pasti punya masalah.

Apalagi gadis itu bolos kuliah dan memaksa Kibum menemaninya ke café kesukaan Eunhyuk. Awalnya Kibum menolak karena dia harus ke perusahaan sang appa. Tapi begitu mendengar rengekan lirih Eunhyuk, Kibum jadi tak tega.

Kibum melihat gelagat Eunhyuk hendak memesan cake lagi. Kibum langsung melarangnya.

"Cukup Hyukkie!" Kibum memandang Eunhyuk tegas "Kau sudah menghabiskan 5 cake, 2 jus dan 3 ice cream. Sekarang katakan apa yang membuatmu begini!"

Eunhyuk meletakkan komiknya di meja. Yeoja itu memandang Kibum sendu. Kibum bingung melihat Eunhyuk yang terlihat ingin menangis.

"Huwaa… Kibummie…"

Kibum tersentak kaget begitu Eunhyuk tiba-tiba memeluknya dengan teriakan bercampur tangis. Beberapa pengunjung café memandang aksi mereka berdua. Kibum merasa tak enak.

"Uljima Hyukkie… sst…"

Kibum mengelus lembut punggung Eunhyuk, berusaha menenangkan gadis itu.

"Hiks…"


"Kau pacaran dengannya?!" teriak Henry dan Ryeowook kaget

"Ssst… diam! Mereka melihat kita tahu!" sahut Sungmin kesal

Henry dan Ryeowook langsung membungkam mulut masing-masing. Para mahasiswa yang berada di kantin memandang ketiga yeoja itu.

"Ba… bagaimana bisa? Kau dan Cho Kyuhyun?" tanya Ryeowook ragu dengan suara berbisik

Henry mengamati Sungmin dari atas hingga bawah, membuat Sungmin risih.

"Apa sih!"

"Jadi, kalian sepakat pakai baju couple gitu?" tebak Henry jahil

"Ya! Bagaimana kau tahu?!" Sungmin gelagapan

"Tuh!" tunjuk Henry ke belakang Sungmin

Sungmin menoleh ke belakang, mengikuti arah telunjuk Sungmin. Tampak Kyuhyun, Yesung, Zhoumi, dan Donghae berjalan ke arah mereka. Kyuhyun mengenakan kaos berwarna putih dan jaket hitam, sama dengan Sungmin.

"Ciee… yang baru jadian" ledek Ryeowook

Sungmin mendeathglare Ryeowook walau kenyataannya hal itu malah membuatnya makin imut.

"Halo chagiya" sapa Kyuhyun

Yesung, Zhoumi, dan Donghae ingin muntah melihat sikap Kyuhyun yang kelewat manis atau sengaja dibuat-buat itu.

"Mana Hyukkie dan Bummie?" tanya Donghae saat tak mendapati kedua sahabatnya

"Molla…" Henry mengendikkan bahu

Kyuhyun duduk di samping Sungmin, Yesung di sebelah Ryeowook, Zhoumi di sebelah Henry dan Donghae di sebelah Zhoumi.

"Aigoo Wookie, kenapa kau makan seperti anak kecil?" goda Yesung

Yesung mengusap sisa yoghurt di ujung bibir Ryeowook dengan ibu jarinya lalu menjilatnya sendiri. Ryeowook langsung memalingkan wajahnya yang blushing dari Yesung. Yesung terkekeh.

"Manis…" gumam Yesung pelan

"Chagiya, makan yang banyak, nanti kau sakit…"

Seakan tak mau kalah Kyuhyun menyuapi Sungmin dengan mesranya. Wajah Sungmin langsung merona hebat, membuatnya makin imut.

"Makan yang benar, kau melamun saja dari pagi…" kata Zhoumi menepuk lembut punggung Henry

Donghae? Jangan ditanya. Dirinya sudah sangat kesal disuguhkan pemandangan mesra di hadapannya (walau 4 orang masih single). Donghae mendengus malas.

'Andai kau di sini Hyukkie…' batin Donghae cemberut

Donghae mengeluarkan handphone dan mengutak-atikya. Pemuda itu merenggut kesal karena sejak kemarin malam Eunhyuk tak menemuinya, lebih tepatnya memang tak mau. Bahkan saat tadi pagi Donghae menyapanya lewat balkon, Eunyuk langsung masuk ke kamar dan menutup rapat pintu balkonnya.

"Childish" ledek Yesung, tahu apa yang dipikirkan Donghae

Donghae melotot.

"Bukankah siang nanti kita ada pemotretan? Kau ikut denganku Wookie, kita pulang bersama"

"Eeehh? Tapi aku sudah janji menemani oenni, aku mau langsung pulang ke rumahku!"

Henry membuka tasnya dan bermaksud mengambil buku berisi kumpulan musiknya. Saat membuka tas Henry merunduk dan tiba-tiba sesuatu terlempar mengenai kepalanya.

"Siapa sih?!" gerutu Henry

Henry mengambil gumpalan kertas di dekat kursi yang tadi mengenai kepalanya. Henry menolehkan kepalanya ke berbagai arah, mencari siapa yang melempar kertas itu. Dengan rasa penasaran, Henry membuka gumpalan kertas itu.

JAUHI YESUNG DAN ZHOUMI!

Alis Henry berkedut. Di tulis dengan huruf serba besar begini. Mau nantang nih, pikir Henry kesal.

"Kau itu kenapa sih, dari kemarin cemberut terus?" ucap Zhoumi

Henry meremas kertas itu dan memasukkan ke saku celananya. Sepertinya Zhoumi tidak menyadarinya.

"Cemberut gimana sih?"

"Kau pasti kenal dengan Hanggeng hyung dan Heechul nuuna kan?" tebak Zhoumi

DEG!

"Ya…" jawab Henry lirih, tentu saja, sangat malah lanjutnya dalam hati

"Pantas…." Henry melirik Zhoumi yang tampak kesal, "… hyung semangat sekali membicarakanmu semalam" kali ini nada bicaranya terdengar seperti cemburu

PRAK!

Kali ini Ryeowook juga terkena lemparan kertas di kepalanya. Sementara Henry mengelus-elus kepalanya yang sedikit sakit. Masih mending tadi dilempari kertas. Lha, ini sekarang malah kaleng minuman.

"Gwenchana?" tanya Zhoumi ikut mengelus kepala Henry

"Jangan dibaca Wookie!" cegah Henry, menyambar kertas yang dilempar tadi

"Eh, itu apaan sih?" Ryeowook penasaran

"Cuma kerjaan orang iseng!"

Tak lama kemudian datang seorang yeoja mendekati Donghae. Donghae tersenyum melihat yeoja itu. Donghae berdiri dan berjalan bersama dengan yeoja itu. Tampak mereka berdua berbincang dengn riang.

"Nugu?" tanya Sungmin

"Bukankah itu Krystal, kalau tidak salah dia dari jurusan yang sama dengan Donghae" Ryeowook mengingat-ingat sesuatu

'Lagi-lagi…' batin Kyuhyun, Yesung dan Donghae menahan tawa

"Dia yeojachingu Hae" jawab Kyuhyun akhirnya

"Mwoo?!" teriak Sungmin kaget

"Ya! Kenapa kau berteriak chagiya?!" sahut Kyuhyun sambil mengelus telinganya

"Jangan heran…" kata Zhoumi. Diam sejenak lalu meneruskan "… dia lebih parah dari sekedar julukan playboy kepada kami"

.

.

.

.

Kibum tersentak dari lamunannya saat merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipinya.

"Kau melamun daritadi"

Namja tampan itu meletakkan minuman kaleng dingin di depan Kibum dan duduk di kursi yang berada di hadapan Kibum. Kibum menatap datar namja di hadapannya.

"Wae?"

Kibum menggeleng pelan, masih tanpa ekspresi. Yeoja itu membuka tutup minuman kaleng dan meminumnya. Sensasi dingin dari minuman rasa jeruk itu mengaliri tenggorokannya.

"Bagaimana menurutmu? Jika yeoja yang ditolak 4 kali oleh namja yang disukainya tapi dia tetap menyukai namja itu?" tanya Kibum

Siwon menyeka sisa air di sudut bibirnya dan meletakkan minuman yang masih tersisa setengah itu di meja. Memandang Kibum lekat.

"Kau?" tebak Siwon, entah kenapa dia merasa sedikit terganggu ketika Kibum bertanya seperti itu

"Bukan…" Kibum menggeleng lagi

"Nugu?" tanya Siwon

"Kurasa siapa orangnya tak penting bagimu kan!" ucap Kibum sarkatis

Siwon menggaruk tengkuk yang sebenarnya tak gatal.

"Daripada memikirkan itu… bukankah lebih baik kita pikirkan kapan pernikahan kita?"

BLUSH!

Kibum langsung memalingkan wajahnya yang memerah dan buru-buru meneguk minumannya. Siwon tertawa kecil melihat tingkah Kibum. Ah, manis sekali dia.

"Aku menyesal mengajakmu bicara jika ujung-ujungnya kau membicarakan hal itu" gerutu Kibum

"Kenapa? Toh, appa dan umma kita sudah merestui hal ini kan. Jadi tak ada salahnya kan…"

"Huh, padahal aku ingin tahu pendapatmu. Sudahlah, aku keluar dulu"

Kibum keluar dari ruangan itu. Sementara Siwon duduk menghadap jendela sambil memikirkan sesuatu.

"Ditolak 4 kali ya?"

Kibum membuka tempat sampah dan membuang kaleng minumannya. Saat berbalik, tanpa sengaja seorang yeoja menabraknya. Kibum memegang dinding dan hampir terjatuh

"Mianhe… aku buru-buru" yeoja itu membungkukkan badan

"Ah, tidak apa-apa kok" kata Kibum

Yeoja itu tersenyum dan meninggalkan Kibum. Sekilas Kibum melihat sesuatu di jari manis yeoja itu.

'Cincinnya mirip denganku'

Siwon baru saja berdiri saat seseorang masuk ke ruangan itu. Siwon tertegun.

"Kau…"

.

.

.

"Mochi, Heechul noona bilang dia ingin bertemu denganmu" kata Zhoumi

"Mwo?!"

Zhoumi membuka jendela yang cukup lebar itu dan masuk ke dalam ruang latihan Henry.

"Heechul noona dan juga hyung ingin bertemu denganmu sore nanti. Eotteoke ?" tanya Zhoumi

Raut wajah Henry memucat. Gadis itu menggelengkan kepalanya cepat. Zhoumi heran melihat Henry yang sepertinya ketakutan.

"A… aku nggak mau!" tolak Henry terbata

"Hei, aku tahu kau sudah kenal mereka berdua. Tak ada salahnya kan kalian…"

"Pokoknya aku nggak mau!" potong Henry setengah berteriak

"Ya! Kau harus mau!" sahut Zhoumi memeluk Henry dari belakang

"Argh! Lepaskan aku!"

Henry menginjak kaki Zhoumi dengan sadisnya serta bonus sikutan di perut Zhoumi. Zhoumi langsung melepaskan diri dari Henry dengan wajah kesakitan.

"Ya! Kenapa kau begitu?!"

"Kau sendiri macam-macam padaku!"

"Kau harus ketemu mereka! Ayo!"

"Kyyaaaa… ANDWAE! Lepaskan aku!" teriak Henry saat Zhoumi menariknya paksa

"Wookie, hari ini kau nginap di rumahku lagi ya" kata Kangin

"Mwooo!" Ryeowook berjengit kaget

"Yesung sendirian di rumah dan saat ini aku juga masih harus berada di sini" ucap Kangin

"Kenapa bukan oppa saja yang pulang?!"

PLAK!

"Sopan sedikit pada kakak iparmu!" sahut Leeteuk setelah menggeplak kepala Ryeowook

"Calon" ralat Ryeowook

Leeteuk memandang Yesung yang tengah tidur-tiduran di sofa depan televisi sambil bermain game di handphonenya.

"Yesung, kau tak keberatan kan jika Ryeowook menginap lagi?" tanya Leeteuk

"Tidak noona. Justru kami bisa bersenang-senang lagi" jawab Yesung enteng

Leeteuk menatap Ryeowook curiga. Gadis itu mengalihkan pandangannya ke buku bacaan yang berisi resep kue. Leeteuk makin curiga saat melihat rona merah di wajah Ryeowook.

"Jadi… apa yang kalian lakukan kemarin?"

Yesung menyeringai dan mengedip jahil kepada Ryeowook. Ryeowook makin salting dibuatnya, apalagi saat mengingat kejadian kemarin.

[Flashback]

BRUK!

Yesung menjatuhkan Ryeowook di atas tempat tidurnya. Namja itu menyibakkan rok Ryeowook hingga ke atas lutut. Ryeowook panik.

"Op… oppa…" Ryeowook bangkit dan duduk di ranjang sambil berusaha menurunkan roknya

"Diamlah Wookie. Lututmu terluka, akan kuobati" kata Yesung

Yesung membuka laci lemari dan mengambil peralatan obat-obatan dari dalam. Yesung naik ke atas ranjang. Setelah meneteskan alkohol di kapas, Yesung menggunakannya untuk membersihkan sisa darah di lutut Ryeowook.

"Ssh…" ringis Ryeowook

Ryeowook menundukkan kepalanya, malu saat menyadari wajah Yesung amat dekat dengan wajahnya. Bahkan dia dapat merasakan hembusan nafas Yesung. Tanpa sadar Ryeowook terus memandang Yesung.

"Segitu tampannyakah diriku?" goda Yesung

BLUSH

Ryeowook mengalihkan wajahnya ke kanan. Wajahnya sudah memerah total. Yesung tersenyum kecil. Namja itu turun dari ranjang setelah mengobati luka Ryeowook. Ryeowook sedikit melirik Yesung dari sudut matanya.

"Kenapa kau buka baju oppa?!" sahut Ryeowook histeris

Yesung tak peduli dan melempar kaosnya sembarang tempat. Bagian atas badan Yesung kini tak tertutupi sehelai benang pun. Ryeowook mati-matian menahan diri agar tidak terus memandang Yesung. Kenapa dia seksi sekali sih, pikir Ryeowook.

"Kyyaaa…"

Ryeowook berteriak saat Yesung membuka paksa jaket yang dikenakannya lalu melemparnya sembarangan. Bahkan Yesung juga membuka paksa kemejanya, menyisakan kaos tanpa lengan yang menutupi tubuh atas Ryeowook. Dengan santainya pula Yesung membuka sepatu Ryeowook.

DEG! DEG! DEG!

'Tuhan… tolong aku' jerit Ryeowook dalam hati

Ingin sekali Ryeowook memberontak tapi tak bisa. Detak jantungnya semakin kencang, bahkan nafasnya makin terengah saking malu dan takutnya.

"AC di rumahku mati, padahal sekarang sedang panas. Jadi kau buka baju saja ya" kata Yesung sambil membuka lebar jendela kamarnya

Ryeowook mengerjapkan mata bingung. Memandang Yesung dengan tampang polosnya.

"Kenapa? Jangan-jangan kau…"

Yesung berjalan mendekati Ryeowook yang masih duduk di atas ranjang. Tuhan, tolong gerakkan tubuhku, batin Ryeowook. Badannya kaku saat Yesung mendekat kepadanya. Wajah mereka kini hanya berjarak 5 centi.

"Berpikir aku akan melakukan 'sesuatu' padamu chagi?" bisik Yesung menggoda

Ryeowook pingsan.

[End flashback]

Ryeowook mengerang frustasi. Mengingatnya saja sudah membuatnya berdebar setengah mati.

Begitu Ryeowook bangun, Yesung langsung mengajaknya latihan bersama. Sungguh sadis latihan dari Yesung! Namja itu akan menjadi iblis yang setara kekejamannya dengan Kyuhyun jika sedang berlatih.

Begitu kesalnya Ryeowook berteriak hingga tenggorokannya terasa sakit dan badannya lelah. Bahkan Yesung hanya memberinya kesempatan istirahat 5 menit.

"Tentu saja melakukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan jika namja dan yeoja hanya berdua" ucap Yesung

"Hah?" Leetuk dan Kangin memandang Yesung

"Ikut denganku Wookie! Kali ini jangan sampai kau kelelahan dan berteriak kesakitan saat kita melakukannya karena aku tak akan berhenti!"

Yesung menarik Ryeowook menuju ke kamar Ryeowook. Sementara Ryeowook berjalan pasrah mengikuti Yesung, sementara dia melemparkan tatapan memelas kepada Leeteuk.

Leeteuk dan Kangin masih mencerna ucapan Yesung.

10% ….. loading

35%... processing

75%... waiting

100%... finishing

"KIM JONG WOON! KU BUNUH KAU!" teriak Leeteuk


"Engh…"

Eunhyuk merenggangkan kedua tangannya ke atas. Badannya terasa lemas karenaseharian ini hanya di isi dengan kegiatan tidur. Dari siang hingga sekarang, jam 11 malam.

Eunhyuk mengusap pelan tengkuknya. Matanya yang masih merem melek, berusaha membaca angka di sebuah benda berbentuk strawberry di atas meja belajar. Eunhyuk beranjak turun dari ranjang dan hendak menuju kamar mandi. Namun saat melewati cermin, langkahnya terhenti.

Rambut acak-acakan khas orang bangun tidur, wajah lesu, mata merah dan membengkak sehabis menangis. Benar-benar seperti zombie. Eunhyuk tak peduli dan kembali menuju kamar mandi. Yang pasti sekarang dia tidak ingin tidur lagi atau mimpi buruk itu akan terus muncul di alam bawah sadarnya.

TOK!

Eunhyuk yang tengah menyikat gigi, menyembulkan kepalanya di pintu kamar mandi.

TOK! TOK!

Siapa yang melempari jendelanya dengan batu malam-malam begini?

"Hyukkie!"

Benar, siapa lagi kalau bukan dia. Eunhyuk mendengus malas dan melanjutkan kegiatannya.

'jangan pedulikan dia Hyuk!'

.

.

.

Henry mengusap keringat di wajahnya yang tak berhenti mengalir. Sungguh, dirinya tegang sekali sekarang. Sesekali kedua tangannya saling meremas satu sama lain.

Zhoumi meminum hot coffee sambil memandang heran Henry. Henry terlihat seperti orang paranoid sekarang. Jelas sekali terlihat wajah gadis itu pucat sekali. Tak hanya pucat tapi juga ketakutan. Bahkan kini wajah Henry hampir memerah sepenuhnya.

"Kau sakit?" tanya Zhoumi

Henry menggeleng. Berkali-kali Henry melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya dengan cemas.

"Wajahmu pucat Hen. Kita pulang saja?" usul Heechul terdengar cemas

Henry bersorak dalam hati. Dia tak ingin terus terjebak di antara ketiga orang ini. Ah, Zhoumi pengecualian.

"4 tahun nggak ketemu kamu masih aja segini" Hanggeng mengukur tinggi badan Henry dengan tangan dan meluruskannya dengan bahunya

"Kau juga masih sama menyebalkannya Ge!" ucap Henry tersinggung

"Dia memang menyebalkan dari dulu!" Heechul ikut berbicara

Badan Henry menegang saat Heechul merangkulnya dengan santai. Badan Henry makin gemetar saat Heechul mengacak-acak rambutnya yang tengah terurai panjang.

BRAK!

Zhoumi melepas paksa rangkulan Heechul dan menarik Henry ke sampingnya lalu merangkulnya erat.

"Jangan seenaknya memeluk mochi noona! Dia milikku!"

Entah Henry harus senang karena terselamatkan atau antara marah dan malu karena ulah Zhoumi. Walau tak dipungkiri sekarang wajahnya sudah memerah penuh.

"Ayo mochi!"

Zhoumi berjalan sambil merangkul Henry, mendahului pasangan di belakangnya. Heechul menatap Henry miris, sementara Hanggeng mengelus punggungnya dengan sabar.

"Kau masih takut padaku Henry?"

"Pertemuan memang selalu tak terduga" kata Zhoumi

Henry menoleh pada Zhoumi yang tetap memandang lurus ke depan.

"Hyung berkata kalian bertiga dulu sangat dekat. Hingga terjadi sesuatu antara kau dan noona lalu kau memutuskan pindah bersama orang tuamu ke Korea"

"Bahkan aku tak tahu jika Han gege itu hyungmu"

"Aku tinggal di Korea sejak lahir. Tapi sesekali juga ke Cina kok…"

Henry membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya, diikuti oleh Zhoumi yang masuk sambil membawa tas berisi biola milik Henry. Setelah menutup pintu mobil Zhoumi meletakkan tas itu di bawah Henry.

"Oh ya. Kau tidur dengan noona ya"

"MWO!?"


Pagi yang cerah adalah hal terbaik untuk memulai hari- Eunhyuk quotes.

"Hyukkie!"

Ryeowook dan Sungmin langsung menerjang Eunhyuk yang baru saja datang dan memeluknya erat. Jelas saja mereka begitu berlebihan mengingat sudah 3 hari gadis gummy smile itu tidak masuk tanpa kabar. Apalagi saat mereka mendapat pesan dari Kibum untuk tak menghubungi Eunhyuk selama itu.

"Kau tidak apa-apa kan? Ke mana saja 3 hari ini?"

"Aku ingin menghubungimu tapi Yesung oppa menyita handphoneku selama latihan!"

"Aku ingin sekali mengunjungimu, tapi Kyuhyun selalu mengajakku kencan!"

"Aa… aku agak tidak enak badan. Serius kok, makanya umma melarangku keluar rumah"

Yah, setidaknya bohong sedikit tak masalah. Selama 3 hari itu Eunhyuk berusaha mengobati patah hatinya lagi. Dia memang mengurung diri di rumah, tapi tentu saja hobi dancenya tetap tak berhenti. Kelihatannya dia harus berterima kasih kepada Choi Minho, sunbaenya yang telah mengiriminya beberapa materi kelas yang ditinggalkannya selama 3 hari.

"Eunhyuk!"

Kali ini Henry yang baru datang langsung memeluknya erat.

"Bogoshippo! Omo, kenapa kau tambah kurus begini!" komentar Henry, sementara Eunhyuk hanya nyengir monyet

"Ah, tinggal Kibum ya? Ini untuk kalian, lusa pernikahan oennie"

Ryeowook menyerahkan undangan berwarna putih dengan sampul Kangin dan Leeteuk pada ketiga sahabatnya. Sungmin dan Henry membukanya dengan semangat.

"Chukkae Wookie! Sebentar lagi kau akan jadi ahjumma!" ledek Sungmin

"Kenapa doamu jelek sekali sih?! Harusnya kau mendoakanku agar mendapat bunga yang di lempar nanti tanpa susah payah!" protes Ryeowook

"Baiklah, sepertinya perlu mencari gaun yang bagus!" kata Henry

"Ga… gaun?"

Ryeowook, Henry dan Sungmin memandang Euhnyuk yang terlihat gugup. Tak lama kemudian mereka menyeringai bersama.

"Aigoo, aku lupa jika sahabat kita ada yang 'tak cewek' ya" kata Sungmin

"Bagaimana jika kita membantunya?" lanjut Henry

"Wookie… apa harus pakai gaun…"

"Tentu Hyukkie! Kau masih tak mau dandan feminim sekali saja?" ekspresi Ryeowook mulai usil

Ya, di antara mereka berlima memang hanya Eunhyuk yang sepertinya 'tak cewek'. Di saat keempat sahabatnya mencari gaun, rok atau pun barang yeoja lain, Eunhyuk lebih memilih mencari baju-baju atau aksesoris untuk dance. Tentu saja pilihan Eunhyuk itu berbau namja.

Terakhir Eunhyuk memakai gaun adalah saat perpisahan SMU. Itu pun harus dibujuk dengan berbagai cara karena Eunhyuk sempat menangis saat memakai gaun, bahkan berusaha kabur saat acara. Menurut Eunhyuk memakai gaun itu memalukan -_-

"Aku jadi tak percaya jika kau ini yeoja" sindir Sungmin

"He…."

BRUK!

Tiba-tiba seseorang memeluk Eunhyuk dari belakang.

"Ya, Hyukkie chagi! Ke mana saja kau 3 hari ini?! Teganya kau membiarkanku kesepian!" sahut seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Lee Donghae

"Eh… eh… Hae…" Eunhyuk tergagap

"Kau… waaaa! Appo!" teriak Donghae saat merasa seseorang menarik paksa rambutnya dari belakang, menjauhkannya dari Eunhyuk

"Sekali lagi kau menyentuh Eunhyuk, aku benar-benar akan menghajarmu!"

TBC


Guest aku pecinta pure pair. Biar sulit tapi aku suka bikinnya #plak. Oenni duluan yang nikah… wookie entar aja nikahnya :D

ita-chan makasih reviewnya :). Review lagi ne ^^

LQ hehe… gomawo reviewnya, selamat datang di ff ini ^^ review lagi ne

Rochan sabar chingu. Yesung tetep milik Ryeowook kok J

Guest gak sedih kok, cuma nyiksa aja #dilempar sandal

yewook turtle ini udah update. Makasih reviewnya, review lagi ne :)

*yang lain cek PM*


Hwaaa… sumpah, lega banget abis update ini! Semesteran emang udah selesai, tapi masih ada class meeting yang bikin seluruh badan pegal-pegal. Apalagi di class meeting disuruh ngisi acara pake nari Hands Up. Kaki serasa mati rasa kebanyakan lompat-lompat =_= #curcol

Semesteran selesai seluruh ide langsung hilang. Galau beberapa hari karena sempet kena WB, jadi gak ada semangat ngetik. Pas udah semangat nerusin, tahu-tahu idenya melenceng dari cerita aslinya T^T #asli, frustasi banget. Di tambah aku malah dapat banyak ide fic baru dan udah gatel pingin update, jadi hampir ngelupain fic ini. Makasih buat niisaa9 dan Yuzuki Chaeri yang udah ngingetin di facebook, twitter, dan wp =D

Yang paling sulit itu bikin ZhouRy moment. Di sini banyak yang suka pair Yewook ya, aku seneng lho ^^. Oh ya, mungkin chap depan udah pernikahannya KangTeuk. Bocoran dikit ya, bakal ada yang jadian lho. Hayoo~ tebak siapa ^^

Yang pernah review sebelumnya, review lagi ne. Yang baru baca, review juga xD #plak

Sign

Hima Sakusa-chan