Chapter 4
Itachi masih terus mengenang masa lalunya. Rasanya semua begitu indah ketika itu...
FLASHBACK
Itachi pertama kali bertemu Hinata ketika umurnya sepuluh tahun dan Hinata tujuh tahun (kita bilang di sini mereka bedanya tiga tahun). Ketika itu Itachi baru pulang dari latihan lalu dia melihat ada anak perempuan yang sedang di ganggu oleh sekelompok anak nakal. Itachi merasa kasihan lalu dia menolong anak itu, anak anak nakal itu langsung kalah dan lari ketakutan karena jelas Itachi lebih kuat dari mereka. Dia melihat anak itu menangis dengan kedua lengannya penuh lebam. Lalu Itachi menenangkannya dan di lihat dari matanya Itachi tahu kalau anak ini berasal dari klan Hyuuga.
Setelah itu, Itachi mengobatinya dan anak itu pun pipinya memerah. Itachi sangat senang melihatnya, menurutnya dia sangat lucu. Sepertinya inilah yang dikatakan sebagai cinta pertama Itachi. Lalu dia menghantar anak itu pulang, mereka saling diam karena sebenarnya mereka saling malu. "Siapakah nama kamu?" Itachi memecah keheningan lalu anak itu menjawab "Hi...Hinata...Hyuuga", pipinya masih merah "Namaku adalah Itachi. Itachi Uchiha".
Anak ini begitu lucu, akankah aku bisa bertemu lagi dengannya? Apakah ini yang semua orang bilang ini sebagai cinta? Aku ingin mengatakannya tapi mungkin sekarang bukan waktu yang tepat. Lagi pula dia terlalu muda untuk mengerti. Pikir Itachi.
Tanpa sadar mereka sudah berada di depan rumah Hyuuga. Hinata benar benar malu, sebelum pergi dia mengatakan "Te...terima kasih sudah...sudah menolongku" dengan itu dia pun lari.
Itachi jarang bertemu dengan Hinata, karena Hinata lebih banyak di dalam rumah. Menyelinap ke dalam kamar Hinata bukanlah hal yang bagus menurutnya. Setiap kali mereka bertemu, tiada kata kata yang keluar karena Hinata terlalu malu dan Itachi kehilangan kata kata. Lalu tiga tahun berlalu, mereka hanya berbicara sedikit. Itachi sudah cukup besar, umurnya tiga belas tahun sedangkan Hinata sepuluh tahun. Setelah pembantaian itu, Itachi pergi ke kamar Hinata untuk mengucapkan selamat tinggal tapi dia berpikir jika berkata selamat tinggal maka akan terlalu menyakitkan, dia sebenarnya tidak ingin membuat Hinata kecewa. Jadi Itachi memutuskan untuk mengucapkan bahwa dia akan kembali suatu hari. Dia memilih musim semi karena dia tahu musim semi adalah musim yang indah dengan bunga Sakura di mana mana, waktu yang tepat untuk mengatakan cinta.
Sungguh masa lalu yang indah dan juga menakutkan...
END OF FLASHBACK
Itachi benar benar tidak tahu bahwa janjinya telah membuat Hinata cemas dan takut dan berpikir kalau musim seminya berubah menjadi kelam. Ketika dia mendengar apa yang Neji bilang, hatinya begitu hancur ternyata dia telah salah, seharusnya dia tidak membuat Hinata menunggu selama itu. Tapi dia ingin Hinata cukup dewasa untuk mengerti ketika dia mengatakan cinta. Sebelum dia berpikir lagi, tiba tiba dia mendengar pintu sebelah terbuka. Dia melihat Kisame berjalan keluar dan menuju Itachi.
"Apa yang harus kita lakukan? Terutama pada anak laki laki Hyuuga itu?"
"Sudah waktunya makan, cepat beri makan" Itachi membentaknya.
Lalu Kisame pun pergi, dia merasa aneh pada partnernya ini.
Aneh sekali dengan Itachi ini, biarpun dia selalu begitu tapi tetap saja baru kali ini dia terlihat berbeda. Ada apa dengan semua ini? Pikir Kisame sambil berjalan mengambil makanan.
Di Konoha, di kediaman Hyuuga, masing masing Hanabi dan Hiashi sedang berlatih ketika Ten Ten dan Kiba datang bersamaan untuk mengajak Neji dan Hinata.
"Hanabi, apa Hina chan ada di rumah?" Tanya Kiba, dia datang bersama Akamaru.
"Ya, apa ada Neji juga?" tanya Ten Ten.
Sebenarnya mereka berdua bermaksud untuk menagajak latihan. Hanabi pun bingung, "Bukankah mereka berdua sudah pergi untuk latihan?" Ten Ten dan Kiba pun mulai bingung, kalau memang mereka sudah pergi latihan kenapa mereka tidak kelihatan? Bukankah kita sudah janji berada di tempat? Mereka juga tidak terlihat berada di sekitar. Mereka berdua berpikir hal yang sama. Lalu Hanabi bercerita ke mereka berdua.
"Baiklah kalau begitu, kami akan kasih tau ke guru kami" dengan itu Kiba dan Ten Ten pergi (masih bingung) dan memberitahukan guru masing masing.
Lalu mereka bergegas menemui Hokage (Tsunade), setelah mendengar apa yang terjadi, Hokage langsung menugaskan tim Kakashi, tim Kurenai dan tim Gai untuk melakukan misi "Pencarian Hyuuga". Misi ini dimasukkan dalam misi S untuk berjaga jaga.
Lalu para tim sudah bersedia di gerbang Konoha. Tsunade dan Shizune pun berada di sana.
"Untuk berjaga jaga, saya memasukkan misi ini ke dalam misi S. Kita tidak tahu siapa yang akan dihadapi nanti jadi saya minta kalian jangan lengah." Tsunade berkata dengan tegasnya.
Mungkinkah Akatsuki di balik semua ini? Mereka semua tanda tanya.
"Baiklah, nenek Tsunade, kami pasti akan berusaha" seperti biasa Naruto penuh semangat.
Lalu mereka pun pergi melakukan pencarian.
Kembali ke markas Itachi dan Kisame, hari pun semakin siang tapi ruangan terlihat agak gelap karena kurangnya sinar. Kisame kembali dengan membawa makanan untuk Hinata dan Neji. Setelah dapat makanan, Itachi kembali ke kamar dan dia melihat Hinata sedang menangis. Suara isak tangis masih terdengar dan matanya begitu bengkak. Itachi merasa begitu bersalah telah membuat Hinata menangis. Dia pun mendekati Hinata lalu mengusap air matanya. Hinata kaget dengan perlakuannya, tidak seperti yang digambarkannya.
"Hinata...janganlah kau menangis. Lebih baik kamu makan sekarang." dia berkata pada Hinata.
"Aku...aku tidak lapar" kata Hinata tapi dengan cepat Itachi menyuapinya.
Di kamar sebelah, Kisame membawakan makanan untuk Neji lalu dia memberikan begitu saja padanya.
"Lebih baik kamu makan ini" Kisame menyimpan makanan dekat Neji.
"Bagaimana aku bisa makan, bodoh? Tangan aku terikat!" bentak Neji
"Kau pikirkan saja sendiri" Kisame begitu cuek.
"Aku tidak mau di suapi oleh manusia ikan sepertimu!"
"Beraninya kau berkata begitu lagi, akan kubunuh dengan Samehadaku" Kisame sudah siap siap dengan Samehadanya.
"Hmmph!" Neji memalingkan wajahnya.
Sebenarnya Kisame ragu, apa yang harus aku lakukan dengan anak laki laki Hyuuga ini? Itachi tidak berkata apa apa tentang. Apa aku harus membunuhnya? Lalu dia teringat, ketika dia mau membunuh Hinata, Itachi langsung mengeluarkan Amaterasunya. Mungkinkah jika melakukan yang sama sekarang, Itachi akan lebih marah dari kemarin? Lalu Kisame memutuskan untuk diam dan duduk di kursi di pojok.
Hinata pun sudah selesai makan, itupun dengan disuapi Itachi.
"Janganlah kau menangis lagi, Hinata" Itachi berbisik padanya.
"Ma...maafkan hal yang ta...tadi. Aku,,,,aku memang...tidak mengerti tadi"
"Kau tidak bersalah, Hinata. Mungkin aku terlalu keras padamu." Itachi coba menghiburnya.
"Itu...itu tidak benar. Aku...aku me..memang menderita. Tapi kamu menyelamatkanku." Hinata merasa begitu lega, sepertinya beban di hatinya telah menghilang sedikit demi sedikit. Itachi, biarpun dia terlihat dingin di luar, tapi sebenarnya dia begitu hangat dan pengertian. Lalu dia melihat Itachi tersenyum...senyuman yang dia kenal dan dia merindukan senyuman itu setelah beberapa lama.
"Aku...sayang kamu" Hinata balik tersenyum padanya.
"Aku juga sayang kamu" lalu Itachi mencium bibirnya. Ciuman mereka yang pertama, ciuman yang lama dan hangat memecahkan rasa dingin di hati mereka berdua. (Mereka belum pernah ciuman, jadi ini benar benar ciuman pertama mereka). Mungkinkah mereka akan terus bersama?
