Title: Unexpected Message

Characters/ Pairing: Hatake Kakashi & Haruno Sakura

Type: Multiple Chap/ MC, Drabble

Rating: T

Genre: Friendship

Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

(Kami tidak mencari keuntungan dalam bentuk materi apapun dari penggunaan karakter-karakter ciptaan Om MK)

.

Thanks buat ripyu yang masuk. I really appreciate it! Beberapa ripyu bilang fic ini pendek, so I'm sorry so sorry. I've already told 'ya this is MC Drabble. There. I bold it. Tapi chap kali ini lebih panjang kok dari chap-chap sebelumnya.

Cukup. Silakan dibaca. Selamat menikmati!

.

UNEXPECTED MESSAGE

(4)

.

Tabby duduk dengan tenang di pangkuan Kakashi. Seperti tuannya, kucing ras Maine Coon itu menatap setiap foto yang muncul di layar laptop. Tabby sesekali mengedik, kepalanya miring ke satu sisi, dan mengeong, tampak jelas mengenali saudarinya. Kakashi tersenyum sambil mengusap-usap tengkuk Tabby.

"Kau merindukan Misty, hm?"

Tabby mengeong lagi, menjawab Kakashi.

"Aku juga. Dan Nona Haruno juga."

Kakashi tersenyum. Lagi.

"Apa kau mau kita membalas surel Nona Haruno?"

Tabby mengeong, bergerak-gerak tak sabar di pangkuan Kakashi.

"Baiklah."

Kakashi mulai mengetik.

Re: Misty and Tabby

cutelovelypinky

March 04, 2017, 09:31

Senang berkenalan denganmu, Haruno-san. Membaca isi surelmu, aku merasa Tabby dan Misty pasti sangat membantumu selama berada di sini.

Jika kau tidak sibuk, mungkin kita bisa bertemu

Jemari panjang Kakashi berhenti mengetik. Dia menatap kursor yang berkedip-kedip. Berpikir. Bertemu dengan Nona Haruno? Di mana? Kakashi menekan tombol backspace sementara Tabby melompat turun dari pangkuannya.

Jika kau tidak sibuk, mungkin kau mau singgah menemui Tabby? Sabtu sore ini, pukul empat. Afternoon tea. Di rumahku. Alamatku...

Kakashi bersandar ke punggung kursi dengan kedua tangannya berada di belakang kepala. Dia membaca ulang isi surel yang akan dikirimnya pada Nona Haruno. Lumayan. Langsung pada intinya. Dia adalah tipe orang yang tak suka bertele-tele. Lalu Tabby kembali melompat ke pangkuannya, dua cakarnya menggantikan tangan Kakashi di atas keyboard.

Ggdvmv ammkgmalkglmga gagmga;galmaai 'Agmvmm

A,,V,MBMGAmgb

Kakashi langsung tergelak sambil menarik kaki depan Tabby. Dia kembali mengetik tanpa menghapus huruf-huruf yang dibuat Tabby.

Semoga Haruno-san memenuhi undanganku.

Tabby titip salam padamu. Salam cakar.

Kakashi mematikan laptop dan berjalan ke luar dari kamar menuju dapur, memeriksa kabinet. Hm, persediaan teh sudah menipis. Kakashi selalu menyediakan beberapa kotak teh untuk menjamu tamu-tamunya, meski dirinya sendiri adalah penggemar kopi. Bagi seorang mahasiswa perantauan seperti Nona Haruno, jenis teh yang cocok untuknya mungkin adalah white tea atau peppermint tea. Mungkin Kakashi bisa membeli flavoured tea dengan tambahan buah-buahan seperti blueberry atau lavender atau cherry blossom¸ seperti nama Nona Haruno.

"Kau mau ikut, Tabby? Atau kau mau berpetualang lagi?"

Kakashi melirik Tabby yang bermalas-malasan di sofa. Mendengar suara pemiliknya, kepala Tabby terangkat sedikit, telinganya bergerak-gerak. Tak lama, kucing itu mendengkur. Kakashi hanya mengangkat bahu, melangkah keluar dari rumah menuju Betty's untuk membeli teh sekaligus kue-kue kecil seperti fingers sandwich, fruit tarts atau apple crumble dan berharap semoga Nona Haruno benar-benar akan memenuhi undangannya.

.

TBC

.

Glosarium:

Afternoon tea: disajikan di antara pukul tiga-empat sore. Untuk menemani minum teh, disediakan makanan yang tidak mengenyangkan. Jadi setelah afternoon tea, tidak merasa kekenyangan karena masih ada makan malam. Afternoon tea lebih menekankan pada gaya hidup dibanding teh itu sendiri. Beda dengan upacara minum teh di Jepang yang lebih menitikberatkan pada tehnya, afternoon tea lebih seperti kita bertemu lalu sosialisasi sambil minum teh dan makanan kecil.

Okay, saat membuat drabble ini, saya menerima kritikan dari Amaya. Katanya: kamu tuh buat fic bisa tapi kekurangannya nggak bisa mengeksekusi akhir fic. Yup, setelah baca ulang beberapa fic yang sudah saya buat, salah satu kekurangan saya adalah eksekusi akhir *laugh* to be continued tapi kurang meninggalkan kesan bagi reader *pundung* but I'm trying! *desperate* dan thanks buat Amaya yang selalu mengingatkan untuk tak pernah berhenti belajar dan belajar *hug*

Dan buat readers, you know what to do because it's a criminal on fanfiction if you just read and not review *dilempar ke jurang*