Disclaimer : hehehehe!!! Mumpung sepi, aku ngaku kalau YuGiOh!! Itu punyaku!!!! Asli punyaku. Mmm.....Tapi bohong!!!! Hahahahaha!!!!! (langsung dilempar sandal sama om kazuki takahashi)
-------chapter 3-------
The message
Joey menuntun yugi yang masih dalam keadaan shock menuju game shop. Yugi masih terus meneteskan air mata dan diam saja. Tatapan matanya kosong dan tubuhnya gemetar. Melihat keadaan sahabat baiknya itu, joey merasa kasihan pada yugi. Yugi yang selama ini joey kenal selalu penuh semangat,selalu gembira,selalu siap membantu satu sama lain dan selalu memberi support pada joey dan yang lainnya. Tapi yugi yang dilihat joey sekarang bukanlah yugi yang dulu. Yugi yang ia lihat sekarang berbeda dari yang dulu. Senyum manis dari bibir yugi mulai pudar, tatapan mata innocentnya yang penuh dengan makna mulai terlihat keruh dan kosong, wajahnya mulai pucat, kesedihan mewarnai hatinya. Cahaya yugi mulai pudar.
'man, ada apa denganmu kawan? Kenapa semua bisa jadi seperti ini? Cobaan tidak henti-hentinya melandamu yuge. Aku bersumpah aku akan selalu melindungi dan menjagamu kawan. Aku janji, aku pasti akan membuat cahayamu kembali bersinar yuge. Kau sudah banyak membantu dan mendukungku dalam menjalani hidup ini. Kali ini akan kubalas semua kebaikanmu padaku yuge. Aku bersumpah siapapun yang membuatmu hancur seperti ini, mereka akan menyesal yuge, aku bersumpah akan kubuat mereka menyesal karena telah menyakitimu yuge. Siapapun itu walaupun atem sekalipun, jika ia sampai berani menyakitimu tak segan-segan akan kubunuh dia' ujar joey dalam hati dengan tekad bulat.
Setelah berjalan secara perlahan-lahan tanpa pembicaraan apapun. Yugi dan joey akhirnya tiba di depan game shop.
"kita sudah sampai yuge" ujar joey. Yugi lalu mengusap air matanya dan masuk kedalam. Dari belakang joey mengikuti yugi.
-------game shop-------
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Sugoroku sedang duduk di sofa sambil menunggu kedatangan cucunya. "hmm...kenapa yugi dan joey lama sekali? Mudah-mudahan tak terjadi apa-apa dengan mereka" gumam sugoroku.
Tiba-tiba pintu game shop terbuka, sugoroku yang mendengar pintu tokonya terbuka langsung bergegas menuju ke depan toko. Tapi situasi yang dilihat sugoroku tidak seperti yang ia inginkan.
"yugi? Kau kenapa?" sugoroku mulai khawatir dengan keadaan cucunya yang terlihat lesu dan sedih itu.
"aku tak apa-apa jii chan, aku hanya lelah. Aku ingin segera beristirahat dan tidur" sahut yugi sambil menaiki tangga ke lantai atas.
"ada apa dengan yugi joey?" sugoroku bertanya pada joey dengan perasaan khawatir. Sugoroku benar-benar terkejut melihat cucunya yang baru saja mau menerima kenyataan dan mulai kembali bersemangat kini kembali lesu dan bersedih lagi.
"tadi sepulang dari arcade, yugi bertemu dengan.....atem kek" sahut joey.
"APA!! ATEM? APA YANG IA LAKUKAN TERHADAP CUCUKU JOEY?? Sugoroku terkejut dan mulai marah. Mendengar nama sang pharaoh membuat sugoroku langsung naik darah.
joey lalu menghela nafasnya. "tadi sepulang dari arcade, kami berpisah jalur di persimpangan jalan. Saat itu aku merasakan firasat buruk meninggalkan yugi berjalan sendirian menuju game shop. Lalu aku memutuskan untuk kembali dan mencari yugi dan ternyata firasatku benar. aku menemukan yugi dan atem di sudut jalan" ujar joey.
"lalu apa yang dilakukan atem sehingga membuat cucuku menjadi sedih seperti itu? Jangan bilang kalau atem menyakiti yugi joey....kalau sampai atem berani memukul atau menyiksa yugi, akan kubunuh dia!!!" geram sugoroku.
"aku tak tahu apa yang dilakukan atem pada yugi sebelum aku datang tapi pada saat aku tiba disana aku melihat atem...." joey langsung terdiam.
"ayo katakan joey, atem sedang melakukan apa pada yugi waktu itu?" tanya sugoroku tidak sabar dan panik.
"saat itu aku melihat atem sedang mencoba untuk..........mencium yugi"
-------kamar yugi-------
Yugi langsung berbaring di atas ranjangnya. Ia benar-benar masih shock dengan yang baru saja terjadi. Yugi lalu menatap dinding disudut kamarnya dengan pandangan kosong. Ia masih gemetar. Sentuhan dingin yami masih terasa di sekujur tubuhnya. Bahkan ciuman di bagian leher dan bahunya membuat yugi semakin terguncang baik fisik maupun tekanan emosionalnya.
"mengapa kau lakukan ini padaku yami? mengapa kau jadi seperti ini......" bisik yugi. Tak terasa air mata yugi kembali mengalir. Yugi lalu menyentuh bibirnya. "mengapa yami mencoba menciumku.......apa yang kau inginkan dariku yami....."
-------ruang tamu game shop-------
"mencium....yugi??" sugoroku benar-benar terkejut mendengar pengakuan joey. Ia langsung melotot dan melongo tak tahu harus mengatakan apalagi. Ia benar-benar seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"saat itu aku datang tepat waktu kek, jadi atem tidak sempat mencium yugi tapi melihat keadaan yugi yang tersudut dan menangis seperti itu, sepertinya sebelum itu atem mungkin sudah melakukan sesuatu dengan yugi, aku tak tahu apa yang dilakukan atem sebelum itu tapi yugi kelihatannya sangat shock dan menangis, ia gemetar dan terus memeluk tubuhnya sendiri seperti orang jijik....." ujar joey.
Sugoroku langsung melotot dan makin shock "jangan-jangan atem ingin......ti...tidak mungkin, tidak mungkin ia mau melakukan itu pada yugi" sugoroku menggeleng-gelengkan kepalanya dan tubuhnya mulai gemetar.
"dengan keadaan atem yang sekarang, kemungkinan itu bisa saja kek, mengingat saat pertama kali ia kembali kemari dan bertemu yugi, ia mencium pipi yugi dan memeluk yugi. kelakuannya sangat aneh jika di dekat yugi kek, sepertinya dia terobsesi dan sangat tertarik dengan yugi dalam perspektif yang berbeda" ujar joey.
"atem sudah gila!! Ia benar-benar tidak waras!! Mengapa dia punya daya tarik macam itu pada yugi? Me...mengapa dia ingin melakukan hal itu dengan hikarinya sendiri?? Apa kegelapan yang menyelimuti dirinya itu benar-benar sangat parah sampai-sampai atem tak bisa menggunakan akalnya untuk berfikir jernih, hah!! Ini benar-benar tak dapat dipercaya!!!" sugoroku makin marah dan tidak terima dengan semua kenyataan ini. Beraninya pharaoh memperlakukan cucunya seperti ini. Ia sungguh ingin menghajar atem saat ini juga.
"aku tidak tahu mengapa atem jadi seperti itu tapi satu hal yang kutahu, aku tak segan-segan membunuh yami kalau ia sampai berani macam-macam pada yugi!! Aku bersumpah akan hal itu kek!! Akan kulindungi yugi walaupun dengan taruhan nyawaku sendiri! Aku tak terima teman baikku diperlakukan seperti ini kek!" joey mulai merasakan amarah dan mulai mengepalkan tangannya.
Sugoroku lalu menepuk pundak joey "aku minta tolong padamu joey, kumohon lindungi cucuku" pinta sugoroku.
"pasti kek!! Pasti!!" ujar joey dengan penuh keyakinan.
Keesokan harinya....
Pagi itu sugoroku sudah mempersiapkan makan pagi untuk cucunya. Ia menunggu di meja makan sambil membaca koran dan meminum kopinya. Beberapa saat kemudian terlihat yugi sedang berjalan menuruni tangga.
"selamat pagi jii chan" sapa yugi sambil duduk dan melihat sarapannya yang sudah dihidangkan kakeknya di atas meja.
"pagi yugi, apa kau baik-baik saja?" sugoroku tahu walaupun yugi terlihat baik-baik saja dan mau menyapanya, ia yakin cucunya itu menyimpan sesuatu.
Yugi lalu mencoba tersenyum pada kakeknya. Ia tak mau membuat kakeknya terus mengkhawatirkan keadaannya. "aku baik-baik saja jii chan" sahut yugi sambil memakan sarapannya perlahan-lahan.
"yugi jangan berbohong pada kakek, kau tahu jika kau ada masalah kau bisa menceritakannya pada kakek, aku pasti akan berusaha membantumu yugi. Aku benci jika melihat keadaanmu down seperti ini. Kakek mohon yugi, ceritakan pada kakek" pinta sugoroku. Tatapannya mengandung kekhawatiran yang mendalam pada cucu kesayangannya itu.
Yugi hanya bisa terdiam dan terus memakan sarapannya. Sugoroku hanya dapat menghela nafas. "kemarin joey cerita pada kakek kalau semalam kau bertemu dengan atem. Apa itu benar yugi?" sugoroku mulai menginterogasi yugi.
Yugi hanya mengangguk dan menunduk tanpa melihat kearah kakeknya. Ia masih terdiam dan tidak mengatakan apapun.
"apa yang atem lakukan padamu yugi? Apa yang ia lakukan padamu sampai kau bisa kembali sedih seperti ini?" tanya sugoroku mulai serius.
Yugi lalu memejamkan matanya, mencoba mengingat kembali tentang kejadian semalam. Tak terasa air mata yugi kembali mengalir. Sentuhan dan bisikan yami masih terngiang di otaknya. Hal itu membuat yugi kembali gemetar.
"aku tak mengerti jii chan, mengapa yami menjadi seperti itu.....mengapa ia berkelakuan seperti itu padaku....aku tak mengerti mengapa semua ini bisa jadi seperti ini....apa salahku jii chan!!" keadaan yugi makin tidak stabil. Sugoroku lalu berdiri dan segera menghampiri yugi dan mencoba menenangkannya. Lalu yugi masih terus berkata "aku tak mengerti jii chan!! Mengapa semua jadi seperti ini? Ia berkata padaku kalau aku ini miliknya, aku tak akan pernah bisa lari darinya,ia tak sempurna tanpa diriku dan ia selalu membujukku agar mau ikut dengannya!!" tubuh yugi mulai gemetar.
Sugoroku merasa kasihan dengan keadaan cucunya itu. Ia lalu mencoba memeluk yugi. Yugi mulai menangis dan semakin gemetar. "ia bilang bahwa semua ini ia lakukan demi diriku,ia bahkan memperlakukan aku seperti sebuah benda yang bisa ia perlakukan seenaknya!! Dia....dia mulai menyentuhku jii chan, ia mu...mulai mencium leherku,ba...bahuku,i..ia bahkan ingin mencium bi...bibirku jii chan....ka...kalau saja jo...joey tidak datang entah ba...bagaimana jadinya jii chan....a...aku ta...takut!!! a...aku takut....."yugi semakin terguncang. Kakeknya lalu memeluk yugi dengan erat dan mengelus punggung yugi mencoba menenangkannya.
"sshhh.....tenanglah yugi, kau aman sekarang" ujar sugoroku menenangkan yugi.
"ia bilang kalau ia tak akan berhenti sebelum ia mendapatkan diriku jii chan, ia akan terus mengawasiku dan mengikutiku!! Ia tak akan berhenti mengincarku!! Ia akan melakukan apa saja demi mendapatkan diriku!! Aku takut jii chan!! Mengapa yami yang sekarang bukan yamiku yang dulu jii chan? Mengapa!!! Mengapa semua jadi seperti ini jii chan!! Mengapa!!! Apa salah kami berdua sehingga harus mengalami takdir seperti ini jii chan!! Mengapa kami tidak bisa hidup dengan damai? Mengapa!!! Aku sudah tidak kuat jii chan!!" yugi makin menangis dan semakin tidak stabil.
"aku tidak yakin apakah aku cukup kuat untuk bisa menolong yami jii chan....aku...."belum sempat yugi melanjutkan kata-katanya, sugoroku dengan cepat langsung memotong perkataan yugi.
"sshhh....yugi, tenanglah nak. Aku tahu ini hal yang sulit tapi kau harus kuat yugi. Kau tak boleh menyerah. Hanya kaulah satu-satunya harapan kita yugi. Hanya kaulah yang bisa menolong dirimu yang satu lagi. Jujur kakek juga tidak terima melihat cucu kakek diperlakukan seperti ini tapi kakek sadar yami berkelakuan seperti itu bukan atas keinginannya sendiri, ia dipengaruhi jiwa kegelapannya. Aku yakin jika yami tahu apa yang ia coba lakukan terhadapmu, aku bertaruh ia pasti akan menyesal dan tak akan memaafkan dirinya sendiri kalau sampai ia tahu kalau dialah yang menyakitimu. Di mata yami kau adalah orang yang sangat berharga baginya yugi, kau adalah cahayanya, kau membebaskan dia dari dalam kegelapan saat jiwanya terperangkap dalam puzzle, kalian sama-sama berjuang menyelamatkan dunia ini dari shadow game, sudah banyak petualangan yang kalian alami berdua. Kali ini pun tugas baru kalian, apa kalian bisa melewati ujian ini sekali lagi? Kau tak boleh menyerah yugi. Tetap percaya pada impianmu, aku yakin jika kau berjuang dengan keras untuk menggapai impianmu itu, pasti impianmu bisa terwujud. Jangan menyerah yugi!! Ia masih membutuhkanmu, ia butuh cahayamu, jangan biarkan cahayamu redup yugi, bimbing dia keluar dari kegelapan" kata-kata sugoroku kembali menyadarkan yugi akan semuanya.
'yang dikatakan kakek itu benar, aku tak boleh menyerah sampai disini. Aku tak boleh lemah, aku harus kuat. Yami telah mengajarkanku untuk menjadi kuat, untuk selalu percaya pada impian walaupun hal itu terlihat mustahil tapi tetap percaya dengan segala kekuatan yang kau miliki dan tetap berjuang untuk menggapainya. Tetap berjuang sampai akhir. Bukan saatnya lagi aku untuk berdiam diri dan menangis seperti ini. Yami membutuhkanku. Aku harus berjuang agar yami bisa kembali seperti dulu. Aku tak boleh membiarkan cahayaku redup' pikir yugi. Ia lalu menghapus air matanya dan tersenyum.
"kau benar jii chan, terima kasih atas dukunganmu. Aku kembali sadar akan misiku. Aku harus kuat jii chan!! Aku tak boleh lemah seperti ini. Aku akan berjuang jii chan, aku akan berjuang sekuat tenaga seperti yang yami ajarkan kepadaku dulu. Aku tak akan menyerah!!" sahut yugi mulai bersemangat. Sugoroku pun tersenyum melihat cucunya kembali bersemangat lagi.
"itu baru cucuku, yugi mutou the king of game!!" sahut sugoroku. Lalu yugi pun tertawa setelah mendengar pujian kakeknya itu.
Beberapa saat kemudian bel game shop berbunyi. "yugi!! Ayo berangkat!!!" teriak joey dari luar.
"jii chan aku berangkat dulu ya" ujar yugi sambil berlari menuju keluar game shop sambil melambaikan tangannya pada kakeknya.
"hati-hati di jalan ya!!" sahut sugoroku sambil melambaikan tangannya pada cucunya.
Lalu yugi pun keluar dari game shop. Setelah itu ia disambut oleh joey,Tristan dan tea. Dari belakang mereka bertiga juga terlihat ryou melambaikan tangannya pada yugi.
"hey, lama sekali kau yuge. Ayo kita berangkat!!" ujar joey.
"iya, iya maaf joey. Ayo kita berangkat!" ujar yugi sambil tersenyum.
Joey lalu lega melihat yugi kembali ceria. Tapi joey tahu permasalahan atem ini masih jauh dari kata selesai. 'aku penasaran apa yang dilakukan atem pada yugi sebelum aku datang semalam. Nanti biar aku tanyakan pada yugi. Mudah-mudahan atem tidak macam-macam pada yugi. Kalau sampai atem berani macam-macam pada yugi, tamatlah riwayatmu atem' pikir joey.
"hei, kalian berdua. Kemarin pada asyik-asyikan ke arcade berdua ya? Kenapa tidak mengajak kami?" tanya tristan.
"aku ingin menantang yugi dalam game arcade, aku tak mau kalian semua melihat bagaimana saat aku kalah dari yugi, kalian semua kan tahu kalau aku tak pernah menang dari yugi. Hal itu sangat memalukan tahu!!" ujar joey sambil cemberut.
"hehehe!!! Padahal kalau aku tahu hal itu, aku ingin menyiapkan kameraku. Sangat menyenangkan memotret ekspresi kekalahan dari joey wheller. Aku yakin kaiba pasti mau membeli fotomu dengan harga yang sangat tinggi! Hahahahaha!!!!" ujar tristan.
"tutup mulutmu tristan!! Tak usah bawa-bawa nama rich boy disini!!" gerutu joey geram.
Yugi dan yang lainnya langsung tertawa. "ah, kau tahu sendiri kan joey di kampus kau dan kaiba selalu saja melakukan ritual saling menghancurkan satu sama lain. Ku akui lama-lama kalian terlihat manis kalau bersama" goda tea.
"APA MAKSUDMU TEA!!! AKU BERSUMPAH JIKA LULUS DARI KULIAH NANTI, AKU AKAN JADI PENGUSAHA SUKSES DAN MEMBUAT KAIBA BANGKRUT!!! SUATU SAAT NANTI IA PASTI AKAN MENYEMBAH DAN MEMOHON-MOHON DIHADAPANKU!!!" joey makin emosi.
"jangan bermimpi kau joey, aku yakin sampai seribu abad pun kau tak akan bisa membuat kaiba bangkrut, malah mungkin kau yang bangkrut dan diinjak-injak kaiba" ujar tristan.
"ugh! Lihat saja nanti!!" gerutu joey.
"tuh kan, bahkan impian joey saja selalu berhubungan dengan kaiba, hehehehe!!! Cute joey!!! Cute sekali!!!" sahut tea kembali menggoda joey.
"DIAMLAH TEA!!! AKU BUKAN GAY!!! BAHKAN JIKA DIDUNIA INI TAK ADA MANUSIA LAGI SELAIN KAIBA, AKU RELA HIDUP SAMPAI MATI NANTI TETAP LAJANG SELAMANYA!!!" joey semakin menjadi-jadi.
Yugi,tristan,tea dan ryou mulai menahan diri untuk tertawa. Mereka tak mau membuat joey semakin emosi.
"sudahlah ayo kawan-kawan kita percepat langkah kita. Kita hanya punya waktu sepuluh menit lagi" usul yugi. Lalu semuanya setuju dan mulai mempercepat langkah mereka.
Tak beberapa lama kemudian dari jarak 1 meter dari tempat yugi dan yang lainnya terdapat kerumunan orang dan polisi.
"hei, ada apa itu kok rame-rame gitu?" ujar joey sambil menunjuk ke arah kerumunan orang-orang di depan mereka.
"ayo kita lihat!!" usul ryou. Lalu mereka berlima berlari dan ikut melihat sesuatu di balik kerumunan itu. Dalam sekejap yugi dan yang lainnya langsung melotot dan terkejut. Di sana terkapar lima orang berandalan yang tewas bersimbah darah dengan ekspresi yang menakutkan. Darah berceceran dimana-mana. Yugi sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"wow, mengapa para preman-preman itu bisa tewas ya? Ku dengar mereka gang preman terkuat di daerah sini" ujar joey sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"aku ingat, para preman-preman itu pernah menghajarku saat aku pulang dari kampus sebulan yang lalu" ujar yugi.
"APA!!! KAU DIHAJAR MEREKA YUGE?? KENAPA KAU TAK CERITA PADAKU YUGE?" sahut joey terkejut.
"tenanglah joey, mereka hanya memberiku luka ringan saja. Aku hanya mendapat goresan-goresan kecil saja. Mereka hanya menginginkan uangku jadi ya aku berikan saja uangku" kata yugi.
"walapun begitu yug, kau harusnya cerita padaku dan yang lainnya. Kalau tahu begini aku pasti akan menghajar mereka sebelum mereka tewas seperti ini" ujar joey geram.
"tenangkan dirimu joey,semuanya sudah berlalu" bujuk yugi sambil menepuk bahu joey untuk menenangkannya.
"kira-kira mereka bisa tewas kenapa ya?" ujar tristan.
"kita tanyakan ke polisi saja" ujar ryou. Semuanya mengangguk. Mereka penasaran kenapa preman-preman terkuat di domino bisa dengan mudah tewas seperti ini.
"maaf pak polisi, bisakah kami mengetahui penyebab kematian preman-preman ini?" tanya ryou pada beberapa polisi yang menjaga police line.
"penyebab kematian mereka masih belum jelas, tapi Sepertinya mereka dibunuh oleh seseorang kemarin malam. kami juga menemukan sesuatu yang tidak wajar. Mereka tewas dalam keadaan mengenaskan. Ekspresi mereka saat tewas seperti orang yang melihat mimpi buruk. Benar-benar mengerikan" ujar polisi.
Yugi dan yang lainnya mulai merinding. "a...apa pembunuhnya tidak meninggalkan sesuatu atau apapun mungkin sebagai peringatan atau apa?" tanya tea.
"ya, sang pembunuh meninggalkan suatu pesan dengan menggunakan darah korban. Dan ia menuliskannya di dinding. Sampai saat ini kami tak mengerti maksud dari pesan itu. Lihat, itu dia pesannya" lalu polisi itu menunjuk ke arah dinding di sudut sebelah terkaparnya preman-preman yang tewas itu. Dalam sekejap yugi dan yang lainnya langsung shock dan sangat terkejut melihat pesan di dinding itu. Jantung mereka serasa berhenti berdetak. Perasaan takut merasuk dalam diri mereka seketika. Yugi hanya dapat menatap pesan berdarah itu dengan tatapan menerawang.
"Aku akan selalu mengawasimu aibou......"
To be continue......
Eng Ing Eng!!! Cliffhanger nih!! Hahahaha!!! Sungguh jahat sekali diriku mengakhiri chapter dengan keadaan seperti ini. Lama-lama nih cerita ada genre horrornya nih! Muahahahahahaha!!! Thanks buat rei-chan yang selalu setia untuk membaca ficku ini dan mau mereview.
Untuk yang lainnya (jika memang ada orang selain rei-chan) yang membaca ficku ini. Please banget!!! Review dong!! Hikz....hikz!!!
Yugi : tenang rossy-chan. Kan ada aku.
Messiah Arisato : KYAAA!!!! YUGI-CHAN!!!! (Langsung meluk yugi)
Yami : HEI!!! LEPASKAN AIBOU!!! DIA MILIKKU!!!! (langsung emosi dan ngerebut yugi)
Messiah Arisato : (sweat drop) ambil tuh yugi, kalau kalian mau, kalian boleh pinjem kamarku tuh disana!! (sambil nunjuk ke arah kamar di pojokan)
Yami + yugi : (wajah langsung merah kayak tomat)
Messiah Arisato : By the way, harap review ya. Sampai jumpa di chapter berikutnya!! Good bye!! ^______^
