Title: New Life
Rated: M
Disclaimed: I don't own Harry Potter & I'am not J.K Rowling
Summary: Second Wizarding War sudah berakhir, kemenangan berada di pihak Harry Potter dan pendukungnya. Tapi sayang kemenangan tersebut harus di bayar mahal dengan meninggalnya Harry Potter. Sesaat sebelum Harry Potter meninggal jiwa, pikiran, serta sihirnya terbawa ke dimensi lain, dimana dirinya kembali lagi kedalam tubuhnya yang masih bayi.
Warning: Powerful!Harry, BWL!Neville, and Etc
Chapter 4: Transfigurations, Charms and Bussiness!
Membawa buku A Beginner's Guide Transfiguration , Harry berjalan menyusuri lorong kastil. Setelah sarapan tadi pagi, Harry kembali ke dalam kamar untuk mengambil buku tersebut. Ia sempat melihat teman-teman satu kamarnya masih tertidur.
Menyeringai karena mendapatkan ide, Harry mengeluarkan Wandless Magic untuk mengeluarkan spell Shrinking Charm pada empat kasur yang di tiduri oleh teman-temannya. Tidak lupa ia menset setiap lima menit sekali kasur tersebut akan sedikit menyusut hingga akhirnya kasur tersebut hilang.
Bergegas menuju ke ruang kelas. Harry membayangkan apa yang akan terjadi pada teman-temannya ketika mereka bangun, dan sesaat kemudian ia tertawa senang. Sebenarnya Ia tidak ingin melakukan prank pada Neville, tapi tiap kali mengingat kejadian di Diagon Alley satu bulan lalu membuat Harry sedikit geram akan kearoganan Neville.
Memasuki kelas, Harry dapat melihat hampir semua murid kelas satu sudah berkumpul. Ada Draco dengan dua bodyguard-nya yang selalu mengikuti kemana-mana. Hermione yang sedang bercengrama dengan Daphne, Lavender, dan Parvati.
Harry berjalan mendekati Hermione dan duduk di sebelahnya, "Morning Mione." sapanya, ia melihat kearah Daphne dan tersenyum, "Morning Daph."
"Morning Harry." balas Hermione.
"Morning." kata Daphne seraya tersenyum manis, "Ah kenalkan, ini teman satu kamar kami. Yang ini namanya Lavender Brown," tunjuknya pada Lavender, "Dan yang di sebelahnya adalah Parvati Patil."
"Hai Harry. Salam kenal." kata Lavender mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Harry menyambutnya dengan senyuman dan menerima jabat tangan Lavender, Harry juga melakukan hal yang sama dengan Parvati.
Tidak butuh waktu lama untuk mereka bisa menjadi akrab. Menurut Lavender dan Parvat, Harry orangnya easy going dan bagi mereka berdua Harry juga di kategorikan tampan. Ketika mereka sedang bercengkrama satu sama lain, Draco mendekati Harry dan teman-temannya.
"Halo Potter." Harry dan teman-temannya memandang Draco yang mendekati tempat mereka, "Ku dengar kamu satu kamar dengan Longbottom?" Mendengar itu Harry menyeringai, lalu mengangguk. "Jadi sekarang kamu berteman dengan Longbottom, Potter?"
Harry mengerutkan alisnya, "Berteman dengan Longbottom? Aku kira kamu yang berteman dengan Longbottom?" Draco mengangkat sebelah alisnya tanda bingung dengan perkataan Harry, "Aku mendengar desas-desus waktu di kereta kalian saling lempar kalimat kasih sayang, atau jangan-jangan kalian sudah memutuskan menjadi sepasang kekasih satu sama lain?" kata Harry menyeringai kembali.
Hermione, Daphne, Parvati, dan Lavender berusaha menahan tawa ketika mereka tahu Harry berbicara seperti itu. Sementara itu seluruh kelas yang mendengar perkataan Harry tertawa terbahak-bahak. Mereka semua berpikir bahwa seorang Draco Lucius Malfoy adalah seorang gay.
Wajah Draco sendiri sudah memerah malu dengan perkataan sepupunya, sebenarnya ia bermaksud mengerjai sang sepupu, tapi malah dirinya yang menjadi korban kejahilan sang sepupu.
Dengan wajah memerah dan sedikit marah Draco berkata, "Tunggu sampai ayah ku mendengar tentang hal ini, Potter!" Draco kembali ke tempat duduknya bersama kedua bodyguard-nya.
Masih menyeringai Harry menyambut perkataan Draco, "Tentu saja Malfoy, aku akan bilang pada Uncle Lucius kalau aku siap menjadi Best Man dari Longbottom dan Hermione akan dengan senang hati menjadi Bridesmaid untukmu saat pernikahaan nanti." kata Harry merangkul pundak Hermione, Hermione sendiri mengangguk kearah Draco seraya tersenyum setuju.
Kali ini seluruh kelas kembali tertawa lebih keras, termasuk Daphne, Lavender, dan Parvati.
Draco sendiri menundukan kepalanya sambil menggertakan giginya dan mengepalkan tangan kanannya dengan erat. Memang sejak pertemuan pertama kali di Potter Manor, Draco sudah tidak suka dengan Harry.
"Kau terlalu sadis dengan ucapanmu Harry." bisik Hermione tertawa kecil.
Harry tersenyum, "Itu belum apa-apa Mione, lagi pula dia sediri yang mencari masalah denganku." kata Harry santai.
Di meja Professor, seekor kucing berusaha untuk tidak berubah ke wujud aslinya, ia tidak menyangka kalau salah satu dari murid House-nya bisa berkata seperti itu, 'Jelas sifat yang ini menurun dari Lily dan kejahilannya menurun dari James.' pikir sang kucing atau Professor McGonagall, ia tahu kalau lidah tajam Harry di turunkan dari Lily dan kejahilan Harry di turunkan dari James.
Harry sendiri kini pandangannya beralih kearah sang kucing yang masih senantiasa duduk manis di atas meja, Harry memberikan kedipan mata kepada sang kucing. McGonagall yang masih dalam wujud kucing terkaget ketika melihat itu. Ia berpikir kalau Harry tahu kalau ia sedang dalam wujud Animagus.
Tiga puluh menit sudah berlalu, Harry sedikit bosan karena pelajaran belum juga di mulai, mengambil tongkatnya Harry lalu mengayunkan, "Tempus!" sebuah jam sihir tercipta di depannya, waktu sudah menunjukan pukul 08.10, menoleh kearah Hermione, "Mione kau tahu dimana Professor McGonagall?" tanya Harry.
Hermione menutup bukunya dan menoleh balik kearah Harry, "Aku tidak tahu Harry, memang kenapa?" kata Hermione. Ia juga tidak tahu di mana sang Professor, sejak ia masuk kelas sang Professor belum juga menunjukan dirinya.
"Ini sudah lewat 10 menit dari jam mata pelajaran." kata Harry.
"Mungkin Professor McGonagall sedang ada urusan." Hermione memberikan asumsinya.
"Mungkin." Harry menatap kucing yang berada di atas meja, kemudian menghela nafas, 'Jangan bilang kalau Professor McGonagall menunggu Longbottom dan tiga orang bodyguard-nya.'
McGonagall yang sedang dalam wujud Animagus-nya merasa sedikit malu dengan ucapan dari siswa House-nya. Sebenarnya ia juga tidak mau menunggu terlalu lama, ia merasa kalau dirinya tidak kompeten. Tapi mau bagaimana lagi, ia ingin memulai pelajaran ketika semua murid berada di kelas.
Terdengar suara pintu terbuka. Neville dan ketiga bodyguard-nya masuk kedalam kelas dengan tergesah-gesah. Semua murid menantap Neville dan ketiga bodyguard-nya.
"Untung saja Professor McGonagall tidak ada di kelas." kata Neville berjalan bersama ketiga bodyguard-nya menuju bangku paling depan, "Robin, kau tahu siapa yang telah melakukan hal tadi di kamar?" tanya Neville kepada salah satu bodyguard-nya yang berambut merah.
"It's Ron!" kata Robin, maksudnya adalah Ron. "Aku juga tidak tahu mate." katanya lagi, "Tapi untung saja Professor belum berada di kelas." Ia merasa bersyukur kalau Professor McGonagall tidak ada di kelas. Seamus dan Dean mengangguk setuju.
Mereka berempat terbangun dari tidur mereka karena kasur mereka menyusut dan hilang begitu saja, hingga mereka berempat terjatuh. Mereka tidak tahu siapa pelakunya, awalnya mereka ingin berdebat, tapi mengingat waktu sudah menunjukan pukul 07.50 mereka bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera menuju ke kelas, mereka juga tidak sempat untuk sarapan pagi.
Ketika mereka ingin duduk, kucing yang berada di atas meja melompat lalu berubah menjadi Profesor McGonagall dan berdiri tepat di depan mereka. Neville dan ketiga bodyguardnya terbengong sekaligus kagum.
"That's the bloody brilliant!" puji Seamus yang terkagum-kagum.
"Terima kasih atas pujiannya, Mr. Finnigan." McGonagall memandang Neville, Ron, Seamus, dan Dean secara bergantian, "Mungkin kalian harus menset alarm di jam kalian agar kalian datang tepat waktu." katanya merasa kecewa dengan keempat murid dari House-nya.
Neville meneguk ludahnya, "Kami tersasar Professor McGonagall." Neville memberikan alasan yang tepat untuk menghindari detention dari kepala House Gryffindor.
"Tersasar?" McGonagall menaikan alisnya, "Mungkin kalian butuh map agar kalian tidak tersasar." katanya dengan nada sedikit sarkastik, "Cepat sana kalian duduk, aku akan segera memulai pelajarannya."
Neville, Ron, Seamus, dan Dean mengangguk lalu duduk di tempat yang kosong. Tidak jauh dari situ Harry menyeringai dan menahan tawanya, begitu juga dengan Draco yang menyeringai senang.
McGonagall mulai menjelaskan dasar-dasar Transfiguration. Professor mulai membagikan sebatang korek api ke seluruh murid kelas satu, setelah membagikan ke semuanya McGonagall mulai menjelaskan untuk mengubah sebatang korek api tersebut menjadi sebuah jarum. Tidak lupa ia mempraktekannya terlebih dahulu.
"Sekarang kalian coba ubah batang korek tersebut menjadi jarum."
Semua murid mengambil tongkat mereka kecuali Harry yang masih membaca buku, mereka semua mencoba apa yang di lakukan oleh Professor McGonagall. Lima menit berlalu, belum juga ada yang berhasil. Menghela nafas sejenak tanpa berpaling dari buku yang di baca, Harry mengayunkan tongkat sihirnya untuk mengubah batang korek menjadi jarum, merasa bosan Harry mengubah lagi jarum tersebut menjadi batang korek api, lalu berubah kembali menjadi jarum, ia melakukannya secara terus menerus tanpa melihat apakah sihirnya berhasil atau tidak. McGonagall yang kebetulan berada di sampingnya terkejut ketika melihat murid House-nya mengubah korek api menjadi jarum tanpa melihat dimana letak korek api tersebut di letakan, yang membuatnya tambah terkejut Harry mengubahnya secara terus menerus.
"Harry James Potter!" teriak McGonagall
Harry terlonjak kaget lalu menutup bukunya, "Huh?" bingungnya.
Seluruh murid menatap Harry. Neville dan Draco menyeringai, mereka berdua berpikir kalau Harry mendapatkan masalah.
"20 point untuk Gryffindor karena telah berhasil mengubah batang korek api menjadi jarum dan 10 point untuk Gryffindor karena mengubahnya kembali menjadi batang korek api." Kata McGonagall.
"Errr…Terima kasih Professor."
McGonagall tersenyum dan kembali berjalan untuk melihat para murid yang masih mencoba untuk mengubah batang korek api menjadi jarum, tapi sesaat kemudian McGonagall menangkap pembicaraan Harry dengan Hermione.
"Harry bagaimana kamu melakukannya?" tanya Hermione.
"Kunci dari Transfiguration adalah konsentrasi dan imajinasi." jawab Harry. Hermione terlihat bingung dengan ucapan dari sahabat baiknya. "Baiklah akan aku beri contohnya. Kau lihat batang korek api ini?" tanyanya. Hermione mengangguk. "Konsentrasi lalu proyeksikan batang korek api tersebut di imajinasimu. Setelah itu bayangkan sebuah jarum untuk mengubah batang korek api tersebut kemudian ayunkan tongkat sihirmu. Seperti ini." Harry mengubah batang korek api di depannya menjadi sebuah jarum, dan itu berhasil, "Sekarang cobalah."
Hermione mencoba apa yang di katakan oleh sahabat baiknya, dan sekali percobaan batang korek api di depannya berubah menjadi jarum. Hermione tersenyum, "Thanks Harry." katanya.
Harry tersenyum lalu mengangguk.
"25 point untuk Gryffindor karena mengetahui kunci dari Transfiguration." kata McGonagall. Harry dan Hermione terlonjak kaget ketika melihat Professor McGonagall sudah berada di depan meja mereka, "Dan Miss Granger, 10 point untuk Gryffindor karena berhasil mengubah batang korek api menjadi jarum." Hermione tersenyum lalu mengucapkan terima kasih, pandangan McGonagall beralih kembali kearah Harry, "Kamu pasti mewarisi bakat ayahmu yang merupakan prodigy Transfiguration."
Mendengar itu kedua pipi Harry memerah, "Terima kasih Professor." katanya tersenyum, ia merasa bangga karena telah membuat ayahnya begitu bangga akan dirinya. Ia yakin bahwa Professor McGonagall akan mengirimkan surat kepada sang ayah.
Tersenyum kepada Harry, Professor McGonagall membalikan badannya untuk melihat para murid lainnya. Ia berhenti di meja Neville, tidak lama kemudian ia menggelengkan kepalanya karena Neville tidak seperti apa yang di katakan oleh Headmaster. Neville harus mencoba merubah batang korek api menjadi jarum sekitar 20 kali baru bisa berhasil.
Pelajaran sihir Transfigurations telah berakhir, semua murid telah keluar dari ruang kelas Tranfiguration. Hampir seluruh siswa menuju Great Hall untuk berkumpul dan makan siang, sekaligus saling mengenal satu sama lain bagi anak kelas satu. Harry keluar bersama Hermione, Daphne, Lavender dan Parvati untuk menuju Great Hall.
Di Great Hall. Harry bisa melihat Neville di kelilingi oleh para murid yang ingin tahu secara langsung The-Boy-Who-Lived. Dengan begitu arogan Neville menceritakan kisahnya bagaimana ia selamat dari Killing Curse, semua orang yang mendengar ceritanya merasa kagum. Harry bisa melihat wajah Ron yang iri karena ketenaran dari Neville sekaligus wajah marah ketika Neville sama sekali tidak ingat namanya dan selalu menyebut namanya dengan nama lain. Harry sendiri duduk dengan Hermione, Daphne, Lavender dan Parvati. Mereka mengobrol seputar pelajaran yang akan di langsungkan nanti siang, yaitu pelajaran mengenai Charms. Tidak lupa mereka saling bercanda satu sama lain, para gadis yang melihat Harry di kelilingi oleh empat gadis merasa iri karena mereka tidak bisa dekat dengan Harry. Berita mengenai Harry yang bisa di bilang prodigy dalam Transfigurations tersebar dengan cepat. Dan tentu saja itu menambah nilai plus bagi para gadis, tidak hanya tampan tapi juga berbakat dalam hal sihir, para gadis percaya bahwa Harry merupakan idela untuk di jadikan sebagai pacar.
Harry melihat Twin Weasley sedang bercanda ria dan menjualkan barang dagangannya di atas meja, Harry tersenyum lalu bangkit dari tempat duduknya untuk mendekati mereka berdua, tidak lupa berpamitan kepada Hermione, Daphne, Lavender dan Parvati. Tanpa di suruh Harry duduk di sebelah mereka.
"Twin Weasley. Fred dan George Weasley?" kata Harry.
"That's right mate." kata George.
"Kenalkan, Fred Weasley dan ini-"
"George Weasley, kami-"
"adalah The Twin Weasley." kata Fred, "Dan kamu pasti Harry Potter?" Harry mengangguk. "Ada apa Harriekins?" tanyanya.
Tidak mau menunggu lama Harry mulai mengatakan maksud dan tujuannya, "Aku dengar kalian berdua mempunyai reputasi yang bagus di sekolah sihir ini." Perkataan Harry membuat Twin Weasley bingung, Harry menyeringai ketika mereka berdua bingung, "Maksudku kalian mempunyai reputasi bagus dalam hal prankster, dan dengar-dengar kalian juga menjual barang-barang bagus." Fred dan George tersenyum lalu mengangguk. "Sebenarnya aku tidak mau ikut campur, tapi kenapa kalian tidak mencoba mendistribusikan barang tersebut ke Zonko's Joke Shop atau ke Gambol and Japes Wizarding Joke Shop? tanyanya.
Mereka berdua menghela nafas panjang.
"Kau tahu mate, kami berdua-"
"juga ingin mendistribusikan barang tersebut tapi-"
"kami tidak punya cukup Galleons untuk membuat paling tidak-"
"minimal 50 buah setiap satu barang yang kami jual."
"Why?" tanya Harry. Mereka menatap Harry bingung, "Maksudku kenapa minimal harus 50 buah?"
"Oh! Itu standar dari Zonko's Joke Shop untuk setiap barang yang ingin di distribusikan." jawab George, "Aku rasa Gambol and Japes Wizarding Joke Shop juga menerapkan hal yang sama seperti Zonko's Joke Shop." katanya kemudian.
Harry mengangguk paham, ia baru tahu kalau untuk mendistribusikan barang harus sesuai dengan minimal barang yang akan di distribusikan.
"Sebenarnya kami juga ingin membuka Joke Shop saat kami lulus, dan namanya adalah-"
"Weasleys' Wizard Wheezes! Dan saat ini kami sedang-"
"mengumpulkan Galleons untuk membuka toko tersebut nanti."
Fred dan George memberitahukan impian mereka berdua kepada Harry. Tentu saja Harry sedikit senang karena nampaknya Fred dan George sama persis dengan Twin Weasley di dunia lamanya.
"Memang ada apa kau menanyakan itu mate?" tanya George. Mereka berdua menangkap maksud terselubung dari pembicaraannya dengan Harry, mereka berpikir jangan-jangan Harry juga ingin membuat Joke Shop, kalau iya. Mereka berdua ingin mendistribusikan barang mereka, dan berharap Harry tidak memasang minimal barang yang harus mereka distribusikan. Mereka berdua sangat tahu kalau keluarga Potters sangat kaya raya, bisa di bilang keluarga Potters adalah keluarga terkaya no.1 di ikuti keluarga Blacks.
Harry tahu kalau keluarga Weasley tidak seperti pureblood pada umumnya, mereka bisa di kategorikan jauh di bawah rata-rata untuk urusan finansial. Arthur Weasley yang harus bekerja lembur untuk membeli buku-buku untuk anaknya sekolah. Percy yang harus rela mengerjakan tugas-tugas temannya demi 3 Sickle untuk setiap tugas yang di kerjakan olehnya, Twin Weasley harus menjual barang-barang dagangannya untuk meraup Galleon, Sickle, dan Knut. Sementara Ron sendiri hanya meratapi nasib yang karena di lahirkan dari keluarga yang kurang finansial, Ginny sendiri setahu Harry di dunianya sama seperti Ron yang meratapi nasibnya, dan Ginny berharap dapat menikahi keluarga kaya raya nantinya. Ia merasa beruntung kalau keluarganya dari keluarga kaya raya. Bisa di bilang Potter memiliki asset 70 persen di Dialy Prophet, 80 persen di Muggle Shop yang diantaranya adalah McDonald, PC World, dan masih banyak lainnya. Ia juga setiap bulan mendapat sekitar 150 Galleons lebih dari ayahnya yang di simpan di Vault 687.
"Kau tahu aku memiliki Galleons di Account Gringgot." kata Harry, mereka berdua memandang Harry dengan pandangan tidak suka ketika Harry mengatakan hal tersebut. "Tapi aku tidak tahu harus aku investasikan kemana Galleons tersebut, tapi setelah mendengar berita kalian menjual barang-barang joke aku merasa tertarik untuk menginvestasikan Galleons tersebut." Secerah harapan terlihat di mata Fred dan George ketika mendengar kalimat tersebut, "Aku akan berikan 1.500 Galleons untuk membuka usaha kalian, tapi karena kalian masih bersekolah di sini, aku sarankan untuk mendistribusikan barang kalian kedua Joke Shop tersebut. Dan setelah kalian lulus kalian bisa membuka Joke Shop, tentu saja aku ingin pembagian hasil dari barang yang di jual. Aku minta 20 persen untuk setiap keuntungan yang di dapat dari barang yang di jual. Bagaimana? Kalian tertarik?" tanya Harry.
Fred dan George saling pandang satu sama lain, mereka berdua menatap Harry.
"Kau tidak bercandakan?" tanya Fred. Harry mengangguk.
Melihat Harry mengangguk, Twin Weasley secara reflek memeluk Harry dan mengatakan kalau Harry adalah penyelamat hidup mereka berdua.
"Thanks Harry." George berkata dengan sedikit mengeluarkan air mata bahagia karena ada orang mau menjadi partner bisnis mereka. Bisa di bilang ibunya tidak setuju jika ia dan Fred ingin membuka Joke Shop. Ibunya ingin Fred dan George nanti bisa bekerja di kementrian sihir seperti ayahnya.
Harry melakukan sihir Tempus untuk melihat jam, jam menunjukan pukul 10.15, dan masih ada sekitar 3 jam lagi untuk menuju ruang kelas Charms. Harry bertanya kepada mereka apakah siang ini nanti mereka ada jam pelajaran, mereka bilang ada jam pelajaran jam 14.00 untuk mata pelajaran Potions. Karena Harry tidak ingin membuang waktunya lama-lama, Harry ingin sekarang juga mereka bertiga pergi ke Gringgot untuk membuka account bagi Fred dan George. Fred dan George bingung dengan perkataan Harry, merasa mereka berdua tidak mengerti, Harry menunjukan sebuah cincin perak di jari tengah tangan kirinya, ia bilang kalau cincin ini adalah cincin untuk Heir of Potter dan terdapat Portkey di cincin tersebut untuk menuju Diagon Alley, Hogsmeade, Potters' Cottage, dan Potter Manor.
"Sepertinya kalian mempunyai sesuatu untuk membawa kita menuju Hogsmeade saat ini juga." kata Harry dengan santai. Harry percaya kalau Twin Weasley mempunyai Marauder's Map yang di ambil dari tempat Argus Filch.
"Bagaimana kamu-"
"bisa tahu, kalau kita-"
"memiliki sesuatu untuk membawa-"
"kita menuju Hogsmeade."
"Insting." jawab Harry singkat.
Fred mengeluarkan sebuah perkamen dari dalam sakunya. Tidak lupa ia juga memanggil Lee Jordan untuk menunggui toko portable kecil-kecilan. Harry mengambil perkamen tersebut, Fred dan George memandang Harry dengan tanda tanya?
"I solemnly swear that I am up to no good." kata Harry menempelkan ujung tongkat sihirnya di atas perkamen tersebut. Tidak berapa lama perkamen tersebut mulai memperlihatkan gambar kastil Hogwarts.
Messrs Moony, Wormtail, Padfoot, and Prongs
Purveyors of Aids to Magical Mischief-Makers are proud to present
THE MARAUDER'S MAP!
"Bagaimana?" tanya George dan Fred.
Harry tersenyum kearah Twin Weasley, "Aku adalah putra dari salah satu Marauder's. Kalian bisa memanggilku Prongslet putra dari Prongs." kata Harry.
"Bloody hell! Aku tidak menyangka bahwa kami-"
"akan bertemu dengan putra-"
"dari idola kami. Dan terlebih lagi-"
"kalau putra idola kami adalah investor kami."
Harry tertawa mendengar itu, jari telunjuk Harry menunjuk Hermione yang sedang bercengkrama dengan Daphne, Lavender dan Parvati, "Hermione Granger yang itu adalah keponakan dari Padfoot sekaligus putri baptis dari Moony. Aku sendiri adalah putra baptis dari Padfoot." katanya dengan bangga.
"Merlins' beard! Harry James Potter adalah putra dari Prongs, yang berarti James Potter adalah Prongs dan Hermione Granger adalah keponakan dari Padfoot." kata Fred tidak percaya kalau Prongs dan Captain Auror. Mereka berdua sering membaca berita yang di sampaikan oleh Dialy Prophet mengenai sepak terjang sang Captain Auror tersebut dalam menghadapi You-Know-Who dan Death Eater. Dan kini di depan mereka berdiri putra dari sang Captain Auror sekaligus idola mereka.
Harry mengangguk.
"Kalau boleh tahu siapa Padfoot, Moony, dan Wormtail?" tanya George penasaran.
"Padfoot adalah Sirius Black, Moony adalah Remus Lupin, dan Wormtail adalah Peter Pettigrew sang pengkhianat sekaligus Death Eater." Fred dan George shock kalau salah satu Marauder adalah seorang pengkhianat terlebih adalah seorang Death Eater.
"Wormtail tidak punya kehormatan untuk menjadi seorang Marauders." kata Fred dan George.
Harry mengangguk setuju dengan ucapan Fred dan George, kemudian menatap map yang berada di tangannya, "Sepertinya Gunhilda of Gorsemoor Corridor tidak ada orang, kita akan lewat sana." Harry menempelkan kembali ujung tongkatnya di atas map dan berkata, "Mischief Managed." Seketika gambar-gambar yang ada di map tersebut hilang dan berubah menjadi perkamen kosong.
Harry mengembalikan perkamen tersebut, tapi mereka berdua mengatakan kalau itu adalah milik Harry, tapi Harry bilang kalau ia sudah punya yang versi kedua dan lupa membawanya. Fred dan George terkejut dan berterima kasih kalau ia di perbolehkan menyimpan salah satu barang The Marauders. Mereka bertiga akhirnya berangkat menuju Hogsmeade melewati jalan rahasia. Setelah mereka sampai di Honeydukes yang merupakan salah satu toko di Hogsmeade, Harry langsung menyuruh Fred dan George memegang pundak Harry. Harry langsung mengaktifkan Portkey menuju Diagon Alley.
Sesampainya di Diagon Alley. Harry serta Twin Weasley langsung menuju Gringgot Bank untuk mengambil uang lalu membuka Account bagi Fred dan George. Saat di depan kasir Harry meminta sang Goblin untuk memanggil Griphook, karena Harry sangat percaya pada Griphook. Setelah beberapa menit Griphook muncul di depan mereka bertiga, Harry langsung menyampaikan maksud dan tujuannya kepada Griphook, tentu saja Griphook menerima dengan senang hati, ia merasa terhormat dapat melayani Heir of House Potter, apalagi calon dari Head of House Potter, di tambah ia menerima profits sebesar 5 persen dari keuntungan yang di dapat dari Joke Shop yang di ajukan oleh Harry James Potter. Fred dan George meminta Harry untuk memasukan 5 persen kedalam Account Weasley Vault mengingat di Account tersebut hanya mempunyai sedikit isinya.
Setelah satu jam lebih akhirnya mereka selesai mengambil uang dari Vault 687 dan membuat Account untuk Fred dan George. Fred dan George memiliki Account Vault 699. Fred dan George memberikan pelukan persaudaraan kepada Harry. George mengambil data Account tersebut dan meminta Griphook membawakan data Account Weasley Vault.
Name: Fred Gideon Weasley and George Fabian Weasley
Birth: 01 April 1978
Account Gringgot: Vault 699
Asset: 1.500 Galleons
Others Assets:
- Name Brand: Weasleys' Wizard Wheezes
- Profits: 70 Percent
- Brand Type: Joke Shop
George melihat data Account Weasley Vault yang terletak di Vault 1223. Beberapa saat kemudian ia tersenyum, 'Mum pasti akan bertanya ketika uang yang berada di Account-nya bertambah.' pikirnya. Biar pun George dan Fred sedikit nakal, tapi mereka sangat sayang kepada kedua orang tuanya. Ia berharap bahwa orang tuanya akan menerima profits sebesar 5 persen dari Joke Shop yang akan mulai berjalan sebentar lagi.
Name: Arthur Septimus Weasley
Birth: 06 February 1950
Account Gringgot: Vault 1223
Asset: 2 Galleons, 24 Sickle, 56 Knut
Others Assets:
- Name Brand: Weasleys' Wizard Wheezes
- Profits: 5 Percent
- Brand Type: Joke Shop
Harry juga melihat data Account Vault-nya sudah berubah. Karena pertama kali ia mengambil dari Account tersebut sebesar 250 Galleons, 200 Sickle, dan 211 Knut saat bersama sang bunda. Dan mengambil 1.500 Galleons untuk membuka Account Fred dan George. Karena untuk membuka Account di Gringgot Bank minimal harus mempunyai uang sebesar 1.000 Galleons.
Name: Harry James Potter
Born: 31 July 1980
Account Gringgot: Vault 687
Asset: 15.838 Galleon, 1.055 Sickle, 255 Knut
Other Assets:
- Name Brand: Weasleys' Wizard Wheezes
- Profits: 20 Percent
- Brand Type: Joke Shop
Griphook memberitahukan kepada mereka cara transaksi untuk setiap barang yang akan di masukan kepada Joke Shop lainnya, ia bilang untuk pembayaran dan keuntungan tinggal bilang saja untuk memasukan ke Account Gringgot dan menyebutkan nama Account tersebut. Mereka bertiga sangat berterima kasih sudah di beritahu cara-caranya, untuk Fred dan George sendiri akan memulai membuat barang-barang joke-nya, dan mereka berdua mengambil Galleons sebesar 500 Galleons untuk membeli keperluan pembuatan barang-barangnya.
Sungguh Fred dan George tidak menyangka bahwa mimpi mereka sudah mulai berjalan, dan itu semua berkat Harry, mereka sangat berterima kasih atas semuanya pada Harry. Mereka juga berjanji tidak akan mengecewakan Harry. Harry sangat tahu kalau mereka tidak akan mengecewakannya, karena saat di dunianya dulu pun Twin Weasley tidak pernah mengecewakan dirinya sama sekali. Setelah urusan telah selesai mereka keluar dari Gringgot dan langsung menuju Eeylops Owl Emporium guna membeli Owl agar lebih mudah melakukan transaksi.
Fred dan George memilih Barn Owl seharga 10 Galleon dan memberi nama Owl tersebut Fregie yang merupakan nama gabungan dari Fred dan George. Tanpa menunggu waktu lama Fred dan George menulis dan menyuruh Fregie untuk mengantarkan surat tersebut. George bilang surat tersebut berisikan bahan-bahan pembuatan barang joke yang akan di distribusikan nanti.
Setelah itu mereka bertiga kembali lagi menuju Hogsmeade menggunakan Portkey milik Harry. Setelah sampai mereka kembali lagi ke Great Hall.
"Harry, kami tidak tahu harus berkata apa lagi. Yang jelas kami sangat berterima kasih atas semuanya-"
"dan kami bisa menjamin kalau kami tidak akan-"
"Mengecewakanmu." kata Fred dan George secara bersamaan.
Harry mengangguk, "Aku percaya itu, dan aku juga percaya kalau Weasleys' Wizard Wheezes akan menjadi Joke Shop terbesar suatu saat nanti." katanya tersenyum.
Sekali lagi mereka berdua memeluk sang penyelamat mereka, Harry berpamitan untuk menuju tempat Hermione dan teman-temannya berada.
Setelah Harry menjauh, Fred dan George saling pandang.
"Aku tidak percaya kalau mimpi kita akan menjadi kenyataan Fred." kata George senang bukan main.
"Ya! Mimpi kita akan menjadi kenyataan Georgie." Fred juga senangnya bukan main.
"Dan itu semua berkat HARRY JAMES POTTER!" mereka berdua tertawa senang karena ada yang mau menginvestasikan uangnya untuk mereka berdua membuka Joke Shop.
Seluruh murid melihat Fred dan George memanggil nama Harry Potter dengan begitu keras, Harry sendiri tertawa melihat hal itu. Hermione yang berada di sebelahnya bertanya apa yang terjadi dengan Fred dan George kepada Harry, karena setahu dirinya Harry tadi bersama Twin Weasley. Harry hanya menjawab kalau itu rahasia. TIdak berapa lama Harry serta keempat teman perempuannya menuju kelas Charms yang akan di ajar oleh Professor Flitwick.
Seluruh murid kelas satu sudah berada di kelas Charms, Professor Flitwick mulai menjelaskan dasar-dasar dari Charms, seluruh murid memperhatikan secara seksama. Pelajaran pertama mereka adalah Levitation Charm Spell.
Harry duduk tepat di samping Hermione, ia tidak mau kejadian di dunianya dulu terulang kembali di sini karena Hermione di ejek oleh Ron setelah berhasil menggunakan Levitation Charm Spell.
"Sebagai seorang wizard dan witch, mereka harus mempunyai skill yang bagus, salah satunya adalah skill untuk membuat sesuatu melayang di udara." kata Flitwick, "Dan untuk membuat sesuatu melayang di udara membutuhkan Levitation Charms dengan incarnation Wingardium Leviosa. Caranya adalah seperti ini, dengan mengayunkan dan hentakan tongkat sihir kalian, lalu ucapkan mantranya: Wingardium Leviosa." Flitwick mempraktekannya, beberapa saat kemudian buku yang berada di depannya melayang di udara dan kembali lagi ke meja, "Untuk sementara kalian coba dengan menggunakan bulu angsa terlebih dahulu." katanya kemudian.
Semua murid mengangguk dan langsung mencoba Levitation Charm pada bulu angsa yang berada tepat di atas meja masing-masing murid.
Harry sendiri tanpa menunggu lama langsung mempraktekannya tanpa bersuara, bulu angsa yang berada di depannya melayang begitu saja. Flitwick yang melihatnya sedikit terkejut lalu langsung mendekati Harry dan bertanya, darimana Harry mempelajari Nonverbal Spell. Harry bilang ia belajar di rumah dan memperhatikan ibu dan ayahnya yang sering menggunakan suatu mantra tanpa berbicara. Dan saat mencobanya beberapa kali, ia akhirnya berhasil bisa menggunakan mantra tanpa bersuara, atau lebih di kenal Nonverbal spell.
Atas pengetahuannya mengenai Nonverbal Spell, Flitwick memberikan Harry 25 point untuk Gryffindor dan 20 point lagi untuk orang pertama yang berhasil melakukan Levitation Charm Spell.
Di sisi lain Neville sang The-Boy-Who-Lived merasa kalau ketenarannya telah di ambil oleh Harry. Untuk mendapatkan ketenarannya kembali Neville mencoba melakukan hal yang sama seperti Harry, hanya saja kali ini bulu angsanya tidak terbang melainkan meledak dan hangus terbakar. Semua murid tertawa keras, dan yang tertawa paling keras adalah Draco.
Hermione dan Daphne mendapatkan masing-masing 10 point untuk Gryffindor karena telah berhasil melakukan Levitation Charm dengan baik.
Pelajaran pun berakhir, semua murid keluar dari kelas pelajaran Charms. Harry, Hermione, Daphne, Lavender dan Parvati langsung menuju Common Room untuk mengistirahatkan diri dan berbicang-bincang.
Sementara itu Neville dan ketiga bodyguard-nya melihat Harry dengan pandangan tidak suka, terutama Neville yang merasa Harry telah mengambil ketenarannya di depan para Professor.
Draco yang baru keluar dari kelas menyapa Neville dengan kalimat ejekan, "Butuh bulu angsa Longbottom?" Neville memberikan glare membunuh kepada Draco, "Aku rasa kamu tidak butuh itu, karena kamu pasti akan meledakannya kembali." Draco, Gregory, dan Vincent tertawa dengan lepas lalu meninggalkan Neville yang masing memandangnya dengan glare membunuhnya.
"Tenang saja mate kita pasti bisa membalasnya." kata Ron mencoba menenangkan Neville.
"Tentu saja kita akan membalas mereka Rascal." kata Neville.
"It's Ron!" Ron tidak habis pikir kenapa Neville selalu lupa dengan namanya, "Sebaiknya kita ke Common Room."
Neville dan ketiga bodyguard-nya berjalan menuju Common Room, di dalam pikiran Neville sudah mempersiapkan segala cara untuk membalas Potter yang telah mengambil ketenarannya dan juga Malfoy yang telah mengejeknya.
Di Common Room, Harry mendapatkan surat balasan dari ibunya, dan tidak membutuhkan waktu lama Harry membuka surat tersebut dan membacanya.
Dear Sweetheart
Hallo Sweetheart. Aku sudah membaca surat yang kamu kirim. Mum bangga kalau kamu masuk Gryffindor sama seperti Mum dan Dad. Granmomma tidak marah padamu sweetheart, Granmomma bilang ia bangga padamu, apalagi setelah mendengar kalau kamu memiliki empat karakter House. Granpoppa dan ayahmu sekarang sedang berpesta karena kamu masuk Gryffindor.
Granpoppa juga bilang ia akan mentransfer uang taruhannya kedalam Vault kepunyaanmu. Uncle Sirius dan Uncle Moony juga bangga padamu sweetheart, terlebih Auntie Bella yang sangat bangga padamu. Auntie Bella bilang kamu harus terus menjaga Hermione-mu dengan sangat baik.
Mum sangat merindukanmu sweetheart, Mum tidak sabar untuk melihatmu lagi saat Christmas nanti. Mum harap kamu tidak mendapatkan masalah di Hogwarts. Sampaikan salam Mum pada Professor McGonagall.
Mum, Dad, Granmomma, Granpoppa, Uncle Sirius, Uncle Moony, dan Auntie Bella sangat bangga padamu sweetheart. Dan satu lagi, jangan pedulikan Snape jika ia membuatmu merasa tidak nyaman. Mum dan Dad punya kenangan buruk dengannya.
With Love,
Mummy
Harry menutup suratnya dengan sebuah senyuman, ia bangkit dari kursi dan menuju kamar untuk beristirahat. Ia berharap besok akan jauh lebih baik dari hari ini. Rencana untuk membuat sekutu dengan Twin Weasley nampaknya berhasil, lagi pula Twin Weasley sangat bersahabat dengannya di dunia ini. Tanpa menunggu rekan-rekan satu kamarnya, Harry menutup matanya untuk tidur. Tidak lupa memasang Silencing Charm agar ia tenang dari gangguan keempat rekan satu kamarnya.
TO BE CONTINUED
A/N: Terima kasih atas saran kalian, untuk konflik sendiri nanti akan saya munculkan. Untuk sekarang ini saya akan fokuskan Harry untuk mencari sekutu dan teman yang bisa di percaya. Twin Weasley dan Daphne salah satunya yang akan menjadi sekutu dan teman Harry. Yang sudah Review, Favorite, dan Follow saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih.
Untuk Chapter empat ini semoga kalian senang membacanya.
Thanks for reading!
