I Like You
| Kim Hanbin || Goo Junhoe |
| School Life, Romance, Comedy |
| Teen for lyfe y | (ps; hanbin lebih muda)
Hanbin tak bisa berhenti menepuki kedua pipinya sendiri.
Aigo aigo
Pipi kamu kenapa sih?
Kenapa memanas? Kamu malu? Tapi malu kenapa?
Karena kak Junhoe? Kenapa dengan kak Junhoe? Terlalu tampan kah?
Tapi temanmu itu menyukainya, Kim!
"Bin...Kau sakit?"
"Eeh?" Hanbin menoleh dan mendapati raut khawatir terpancarkan jelas di wajah temannya tersebut, Kim Donghyuk.
"Pipimu terus memerah dan semakin memerah. Ke UKS saja yuk?"
"Ka-kalau mau bolos sastra Inggris bukan begini juga caranya..."
"Eih," Donghyuk berdecak keras sebelum memukul pelan kepala bagian belakang temannya itu. "Kau juga terdengar gugup dan terbata. Biasanya kalau sakit, kau tidak bisa bersuara tapi tanda-tanda seperti itu juga dimiliki orang lain yang sakit. Hmmmm."
Selagi Donghyuk berpikir, Hanbin kembali asik dengan pikirannya.
Kenapa kau langsung terpikirkan kata 'suka'?
Bisa saja mengagumi wajah tampannya saja kan!
Junhoe sunbae kan memang tampan, huh.
Belum tentu suka, mungkin segan atau menghormati.
Atau malu karena tau Donghyuk, calon orang yang disukainya berteman dengan orang aneh?
Tunggu.
Yang disukainya kan nanti Kim Donghyuk! Bukan aku!
Memangnya aku tak dianggap kasatmata apa di mata Junhoe t.t Mana aku selalu disamping Donghyuk yang selalu bersinar. Semua orang juga hanya melihat Donghyuk bukan aku t.t
Pasti yang diingatnya hanya orang aneh ternyata temannya yang memberi kado agar keduanya jadian.
Tidak cukup buruk agar Junhoe sunbae tidak salah sangka dan justru mengira aku menyukainya.
Ti-tidak!
Apaan sih kau, geer sekali. Pasti dia tidak akan menyukaimu lah! Ini kan cerita pangeran dan putri bukan pangeran dan kaki tangan!
Langsung saja Hanbin mengacak-acak rambutnya.
"Hey hey, kau benar-benar sakit ya?"
"Sakit jiwa sih iya."
Donghyuk melempar tatapan prihatin.
"Akhirnya kau sadar juga kalau kau itu sakit jiwa."
"Pelajaran Sastra Inggris memang membuat otak matang kok."
"I feel you."
"Eh itu lagu Wonder Girls ya."
"Ngomong-ngomong mereka sudah bubar:("
"Padahal kukira kau habis menemui seseorang makanya pipimu memerah begitu."
Eh?
Hanbin menoleh dan tanpa sadar membesarkan kedua bola matanya.
Tetapi Donghyuk tidak melihatnya karena terlihat sedang berpikir keras.
"E-eh tidak, tentu saja tidak. Siapa yang mau ketemu juga sampai membuat aku merona?"
"Aku sendiri juga bingung kenapa bisa seperti ini..."
Ada baiknya jangan bicara tentang Junhoe dulu.
Donghyuk itu Tsundere jadi pasti malah ribut dan memaki-maki kalau tau aku memberikan kado atas namanya.
"Mungkin kau..." Hanbin berusaha meningkatkan kemampuan indra pendengerannya saat Donghyuk mencoba mendekati telinganya.
"...sedang heat?"
"Hah? Haid?"
"Heh! Kau tidak tau? Bahahahah! Makanya jangan baca science novel terus!"
"Kim Donghyuk, Kim Hanbin. Apa pelajaran saya sekarang sudah tidak menarik lagi untuk diperhatikan?"
"Eh anu tidak, bu. Maksud saja-"
"Donghyuk yang daritadi bicara, bu."
Donghyuk melotot sementara Hanbin kembali sibuk dengan catatannya.
Shit-honey-innocent-Kim Hanbin back again.
"Y-yha!"
Donghyuk masih terus menatap Hanbin dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kamu...benar-benar baik-baik saja?"
Hanbin tidak terlalu terbuka tentang keluarganya. Harus Donghyuk sendiri yang turun tangan menanyakannya atau langsung datang ke rumahnya, tidak hanya kepada Donghyuk saja tapi Hanbin juga tidak cukup terbuka dengan keluarganya sendiri.
Siapa lagi yang akan mendengarkan Hanbin yang bisa saja ingin bercerita kalau bukan dirinya?
"Orang gila itu tidak pernah mengaku dia gila jadi...kau benar-benar sakit ya?"
Pelajaran sastra Inggris tau-tau sudah memasuki 15 menit terakhir setelah ia menyelesaikan hukuman lari bolak balik tangga saat jam pelajaran kedua dari 4 jam untuk sastra dan Hanbin masih sama seperti saat ia pergi.
Hanbin yang tak merapihkan rambutnya yang nampak seperti ijuk itu dan masih terus memandangi lapangan sekolah yang kosong dari jendela.
Dia juga tak kunjung membalas pertanyaannya.
Padahal Donghyuk benar-benar khawatir sekarang.
Terakhir kali Hanbin sakit itu efeknya sangat fatal. Karena terlalu menganggapnya remeh dan menahannya karena 'nanti saja tunggu hal ini selesai' atau 'sedikit lagi'; saat praktek ujian renang, Hanbin mengambil start duluan karena pingsan dan masuk ke dalam air.
Dokter waktu itu bilang Hanbin sudah demam dari tiga hari yang lalu tapi karena jadwal ujian praktek yang padat, dia jadi tidak mengetahuinya dan tidak sadar, mengira itu hanya pegal-pegal dan kurang istirahat semata.
Lebih mengerikannya lagi, saat perpisahan kelas 9 dulu; semuanya lagi asik-asik bermain panjat tebing, Hanbin yang hampir mencapai puncak justru tertidur akibat tak tidur karena terlalu bersemangat untuk outbound, mengakibatkan tali yang tak siap menahan tubuhnya menurunkanya secara mendadak ke martas di bawah.
Alasan yang sangat remeh dan itu membuat Donghyuk gemas.
"Kim Hanbin."
Hanbin menoleh. "Ya?"
Donghyuk menghela nafas. "Kau tidak mendengarkanku."
Pemuda berpipi apple ini mengerjap pelan.
"Kau...bicara apa tadi? Sejak kapan kembali ya?"
"Sejak 10 menit yang lalu, aku hanya bisa memperhatikanmu saja."
Senyumnya perlahan merekah. Manik matanya juga mulai berbinar. "Ya? Ada apa ya? Kamu bisa kan mengulanginya untukku kalau itu sangat penting? Apa tentang Junh-"
"Tidak . Tidak usah. Tidak penting kok tapi..."
"Tidak ada masalah kan? Di rumah? Di lorong sekolah tadi? Di kelas? Atau-"
KRINGGGGG
Hanbin terkekeh nyaring seperti suara bel yang berdering saat ini.
Waktunya berganti pelajaran.
Olahraga.
"Kau masih memikirkannya juga? Tidak usah repot-repot memikirkanku seperti i-"
"Itu karena kau sahabatku dan selalu ada untukku, hanya ini yang bisa kulakukan untuk membalasmu," potong Donghyuk cepat. Dia masih kekeuh duduk di kursinya sementara Hanbin sudah bergerak ke loker untuk mengambil seragam olahraganya.
"Waktu bagimu itu sangat penting kan? 15 menit bisa kau habiskan untuk membaca 150 halaman daripada mendengar-"
"Karena aku suka mendengarkan dan hanya kamu yang suka menceritakannya...padaku."
Donghyuk tidak tau ekspresi apa yang ditunjukkan oleh Hanbin saat ini.
"Yang pasti...pertama-tama, aku minta maaf duluan."
"Heh?"
"Untuk apa?"
Hanbin menggeleng pelan lalu menutup lokernya.
"Hanya berjaga-jaga saja, takut lupa."
"Pokoknya aku minta maaf saja, maafkan aku ya?"
"Kau benar-benar sakit ya?"
Hanbin berdecak keras sebelum berbalik dan melempar satu set pakaian olahraga yang berukuran satu nomor di atasnya.
Seperti kebiasaannya. Itu milik Donghyuk yang selalu diambilnya meski si pemilik selalu mengeluh kalau dia bisa melakukan hal remeh seperti itu juga.
"Sudah kubilang tidak astaga! Kau mungkin yang sakit karena terobsesi menanyakannya terus!"
"Aku tidak!"
"Begitu juga denganku!"
"Sudah bilang saja 'kumaafkan'! itu mudah kan? Aku tidak tau itu untuk apa dan kau tidak tau juga, jadi kita sama-sama impas!"
"Yasudah, kau kumaafkan selaku hambaku yang seti-"
"Argh, kau menyebalkan Kim Donghyuk!"
Donghyuk tertawa keras untuk itu.
Dan Hanbin mengulas senyum tipis.
Maafkan aku sudah berbohong padamu.
Aku tidak bilang kalau bertemu dengan Junhoe sunbae; untuk dua alasan dan satunya lagi aku tidak tau itu untuk apa.
Aku juga tidak memotret Junhoe untukmu; kau pasti marah sekali.
Dan juga...
...aku tidak menikungmu kan?
Junhoe's POV
Hari baik. Cuaca baik. Mood baik. Orang baik. Wajah baik. Penampilan baik.
Aku menatap sesuatu yang sedaritadi kugenggam sepanjang perjalanan.
Dan juga hadiah baik.
Sebagai seorang idola, aku harus memperhatikan fansku kan?
Oh tidak, jangan salah sangka. Hampir tiap pertengahan bulan, aku selalu memberikan perhatian pada fansku seperti membalas surat, memberikan semangat di media sosial, selfie, dan beberapa kali mentraktir mereka atau membeberkan fakta tentangku.
Kali ini yang beruntung adalah seorang Kim Hanbin karena dia baru saja memberikanku hadiah –dan hanya dia satu-satunya di pertengahan bulan ini yang gencar menjadi fansku.
Kebaikkan hati seseorang harus kau balas dengan kebaikkan juga kan?
Aku hanya menghargai usahanya menjadi fansku (aku yakin kalau hari ini pasti banyak foto HQku yang tersebar dimana-mana) bukannya mengistimewakannya.
Ya, bukan mengistimewakannya.
Pasti teman-temanku sekarang sudah muntah mendengarnya.
Goo Junhoe? Tau baik dibalas baik?
Suka lucu deh .g
Ah tidak-tidak, aku sedang serius.
Aku memandangi lagi hadiah untuknya ini.
Aku tidak tau kesukaannya.
Pengamatanku selama 3 hari ini tidak terlalu membuahkan hasil kecuali mengetahui nama, eskul dan kelasnya saja.
Dia nampak seperti anak-anak lurus yang tidak mengeluh saat mendapatkan makan siang dalam menu tertentu alias tidak mempunyai yang disuka atau dibenci karena terbiasa diajarkan untuk terima apa adanya bukan adanya apa.
Dasar.
Tipe anak baik sekali huh.
Jadi kalau hanya sebuah Pringles alias snack ringan tidak masalah kan?
Tidak mungkin ada yang alergi Pringles, apalagi anak ini tidak mempunyai hal tertentu yang tidak disukainya.
Terlalu sederhana untuk balas budi ya?
Setidaknya aku sudah berusaha.
Atau aku harus memberikannya surat seperti di hadiahnya itu?
'Terimakasih sunbae karena sudah terlahir di dunia ini. Aku memang terlihat tidak bisa diraih diluar, kaku, galak mungkin tetapi sebenarnya aku sangat menyukai sunbae! Nan namanbarabwa~'
Surat yang polos sekali.
Bagaimana dengan isi surat seperti 'cokelatnya enak. Hersery Kisses seperti kode saja haha~ sticky notenya boleh juga, akan kugunakan untuk mengingatkanku tentang fans-fansku. Ah topi, aku jarang menggunakannya tapi lumayan. Hardcover notebook juga terlihat keren, merangkai surat untuk kalian rasanya akan bagus disana. Terimakasih untuk selama ini dan semuanya. Saranghaeyo' ?
Pasti teman-temanku sekarang sudah muntah mendengarnya pt. 2
Aku menggelengkan sedikit kepalaku sebelum mengulas senyum geli yang berhasil membuat separuh manusia di sekitarku ini menahan napas.
Aku saja selaku Goo Junhoe yang akan melakukannya merinding sendiri membayangkan diriku yang tak tau tata bahasa baik dan benar ini menulis surat.
Jadi begini saja sudah cukup. Tidak ada surat, bungkusan kado cantik. Hanya pringles dan pita dari kado fans yang lain beberapa puluh menit lalu –sayang sekali, coba dia lebih cepat mungkin aku akan membiarkan mereka berbagi pringles.
Pasti dia sudah senang sekali –mau suka atau tidak pada hadiahku. Siapa yang menyangka akan diberi hadiah balik coba?
Sekarang aku tinggal menemukannya; antara di kelas, kantin, atau-
–di lahan parkir sekolah seperti ini.
Aku menarik bibir sedikit lebih lebar sebelum melambaikan tangan.
Ah seharusnya tidak perlu, pasti dia tau akan akan kesini dan mengikutinya.
Karena dimana ada aku, disana ada dia. Selalu seperti itu.
Aku harus tau kebiasaannya juga kalau begitu caranya.
Hanbin terlihat bergeming di tempatnya, membuatku agak terkunci juga melihat sepasang manik mata itu.
...Terlalu jernih juga ya. Kelewat jernih.
Oh astaga, Goo Junhoe. Orang bermata jernih itu masih banyak jadi tidak mengherankan, ckck.
Aku hendak berlari mendekatinya saat Hanbin lebih cepat dalam mengambil langkah.
...Untuk menjauhiku?
"Hey!"
Lahan parkir sudah tidak terlalu ramai karena banyak yang sudah pulang tapi Hanbin tampak berpura-pura tak mendengar dengan terus berlari sampai keluar gerbang.
Untuk apa dia berlari kalau tidak mendengar teriakkan bassku huh? Tidak bisa berpura-pura sekali.
"Hey! Tunggu!"
Yugyeom muncul di ujung lorong yang lain sembari melambaikan tangan tetapi aku terlalu sibuk untuk melompat ke atas motor dan menyalakannya.
Kalau tidak cepat, aku akan kehilangannya dan Yugyeom akan minta diantar pulang lagi.
Aku kan sudah susah payah mencari pringles ini di lingkungan sekolah, setidaknya dia harus menghargai balik usahaku.
BREEEMMM!
"OI! PENDEK! MAU KEMANA KAU?"
"Ada urusan, berisik!"
Aku memutar gas lebih dalam yang membuat laju motorku bertambah.
Hey.
Aku sudah berusaha bersikap baik juga meski hanya dimulai dari fans.
Seharusnya dia berterimakasih kuladenin.
Dan tidak mungkin seorang fans kabur dari idolanya kan.? Dimana-mana mengejar, mengikuti, minta foto, dan lainnya.
Apalagi pergi dengan wajah memera-
Oh astaga.
Jangan bilang bahwa Hanbin itu segelintir fansku yang...
...menyukaiku sebagai laki-laki bukannya idol?
...tbcccc
Kok banyak? Iya hehe.
Aku mau hiatus:")
Musim ujian dan ujan
Gadeng, lagi dimintain lpj;;;;; hayo jangan lupa belajar!
Myan chingurdeul.
Dan sarangburung! - jung
