.Lee Seokmin x Jeon Wonwoo.

"Cintailah seseorang sewajarnya saja. Aku tidak tahu batasan wajar dan wajar itu seperti apa. Karna yang aku tahu wajarku adalah apapun untuk mu"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 4 : the bigining

['tak mengenal tempat, waktu, dan keadaan. Saat melihat mu ku rasakan debaran itu, tak peduli di manapun itu ku ingin selalu di sisi mu−']

Flash Back

Wonwoo Pov

"bagaimana bisa pemalas seperti mu jadi calon ketua club seni ?!" tanya namja bermata sipit yang duduk di hadapanku –Soonyoung

"itu dinamakan bakat !" jawab ku mantap

"bagiamanapun juga aku harus menjadi ketua club seni" lanjutku

"teruslah berdoa agar dewi fortuna berpihak padamu" ucap soon young sambil menepuk nepuk bahu wonwoo

Seminggu lagi akan di adakan pemilihan ketua club seni dan aku, jeon wonwoo secara ajaib menjadi satu satunya murid kelas 10 yang di calonkan sebagai ketua

Saat aku dan soonyoung asik berbincang, tiba tiba seorang namja masuk ke dalam kelas dengan senyum lebarnya

Kedatanganya di sambut hangat oleh seisi kelas. ya, lee seokmin, namja dengan pesonanya yang unik

Ku lihat ia berjalan ke arah banggkunya yang berada tepat di sebelahku

"pagi !" ucapnya masih dengan senyum lebarnya

Setelah menaruh tas di mejanya ia segera mendudukan diri di meja dan menghadapkan diri ke arah ku

"wajah mu kusut sekali. Aigo~ liat kantung mata itu" ucap namja itu sambil menangkup wajah ku dengan kedua tanganya, dan memiringkan wajah ku ke kanan dan kekiri

"yak !" aku memukul tanganya lumayan keras membuat seokmin tertawa dan menarik tanganya dari wajah ku

"ah iya ku dengar kau terpilih jadi calon ketua club seni, bagaimana bisa mereka memilih orang seperti mu?" ucap seokmin enteng

"YAK ! kenapa aku terus mendapat pertanyaan yang sama !"

"Lee seokmin !" panggil seorang namja dari belakang kelas

"ya ?" jawab seokmin sedikit berteriak

"ada yang mencari mu !" teriak namja itu membuat seisi kelas kompak menatap ke arah pintu belakang kelas

"hoaaaaa, itukan manager club sepak bola" teriak salah satu suara di dalam kelas

"aigo~ sepertinya aku tau apa yang akan terjadi"

"seokmin untuk kali ini jangan membuatnya menangis !"

"sudah seokmin selesaikan saja sekarang, disini ! kkkk"

Seisi kelas menjadi ricuh membuat namja yang ada di depan pintu belakang kelas semakin tertunduk

"sssttt yak! kalian ini benar benar !" seokmin buru buru menghampiri namja mungil yang tak lain adalah manager club sepak bolanya tersebut

"wonwoo ! kita bicara lagi nanti" ucapnya sambil beranjak pergi

Seokmin kemudian menghilang bersama namja mungil tersebut dari balik pintu kelas yang ia tutup

"bahkan dia tidak menyadari kehadiran ku" ucap Soon Young sambil menggelengakan kepala dengan wajahnya yang di buat kesal. Aku hanya tertawa menanggapi ocehanya

Kemudian sebersit fikiran aneh muncul di kepalaku

"kwon soon young"

"hm?" jawab soon young yang sekarang asik dengan smart phoneya

"menurut mu, untuk apa namja mungil itu mencari seokmin?"

"tentu saja untuk menyatakan perasaanya" jawab soon young enteng

"LAGI?!" jawab ku refleks membuat seisi kelas menatap ke arah ku beberapa saat, kemudian kembali sibuk dengan urusnya masing masing

"yak! Jeon wonwoo ! kau ini kenapa?!" cerocos soon young yang sekarang sudah mengantongi smart phonenya

"ani.." wonwoo hanya tersenyum aneh

Wajar saja dengan keramahan dan ketampanan wajahnya seokmin memiliki banyak penggemar. dan jika benar namja mungil tadi bertemu seokmin untuk menyatakan perasaanya maka ini adalah kali kedua dalam seminggu seokmin menghadapi hal semacam ini

Beruntung senin lalu seokmin megatakan 'tidak', sepertinya. Terbukti dari ketidak hadiran yeoja kelas sebelah yang selalu dengan centilnya menarik lengan seokmin menuju kantin untuk makan siang bersama

Dan enatah kenapa aku sangat senang mengetahui fakta bahwa sampai sekarang seokmin belum meng-iyakan peryataan pernyataan cinta tersebut

Entah kali ini akan jadi seperti apa, namja manis itu.. apakah seokmin.. akan menerimanya?.. entahlah. Yang kutau sekarang bukan hak ku mencampuri urusanya toh juga dia hanya 'teman' sekelas

Bel masuk tanda pelajaran akan segera dimulai berdering, membuat para penghuni kelas kembali memenuhi bangkunya masing masing kecuali bangku di sebelahku. Membuat fikiranku kembali melayang entah kemana.

Pelajaran demi pelajaran berlalu hingga bel istirahat berbunyi, tapi namja yang biasa mengisi kursi kosong di sebelah ku itu belum juga kembali

Suara pintu yang di buka mengalihkan lamunan ku dari bangku kosong di sebelah ku itu. Terlihat seokmin masuk dengan senyum lebarnya namun terpancar sedikit kesedihan di matanya

"he-yo" ucapnya ramah sambil mengangkat tanganya mengajak ku ber high-five yang hanya ku balas dengan sebelah alis ku yang kunaikan

"aish kau ini" dengan entengnya telunjuk seokmin mendorong kening ku membuat ku kesal

"yak !"

"rasakan itu, sok jual mahal !" ucapnya sambil mendudukan diri di bangkunya

"apa kau bilang?!" tanya ku sedikit kaget

"iya kau, si sok jual mahal" ucap seokmin sambil memamerkan wajah yang sungguh ingin ku sambut dengan kepalan tangan ku

"aku tau kau menyukai ku diam diam, makanya kau bersikap begini padaku, iyakan?" lanjut seokmin membuat tubuh ku membatu

DEG

Yang ku lakukan hanya diam menatap lurus padanya

"sial !" ucapku dalam hati

Beberapa saat seokmin menatap ku lekat tepat di bagian mata, cukup lama sampai tawanya pecah

"BAHAHAHAHAHAHAHAHAHA APA APAAN EKSPRESI MU ITU" seokmin tertawa terbahak bahak sambil menepuk nepukan kedua tanganya, membuat ku tersadar dengan betapa bodohnya aku semudah itu terjebak dengan leluconya barusan

"ah ! jangan jangan benar kau suka pada ku!" ucapnya lagi sebelum aku sempat berkata kata

"teruslah bermimpi lee seokmin, teruslah ber-mim-pi ."

"wonwoo" seunghoon –salah satu anggota club seni yang merangkap teman sekelas berjalan ke arah ku.

"ne?" jawab ku

"aku diberitahu sekarang semua anggota club seni harus segera berkumpul di ruang musik"

"jinjja? Aigo padahal aku belum sempat ke kantin. Dan semua gara gara kau" sambil bergaya ingin memukul seokmin aku bagun dari duduk ku

"aku tahu ketampanan ku membuat mu terpanah sampai berat rasanya ingin ke kantin, mianhe" ucap seokmin dengan ekspresinya yang sok tampan

"ya lee seokmin terserah sajalah, aku sibuk. Annyeong" jawabku sambil melenggang pergi bersama seunghoon meninggalkan makhluk ajaib bermarga lee tersebut

"cepatlah kembali dan mari memesan ramyeon di kantin !" teriak seokmin

"makan saja sana sendiri" jawab ku sambil menjulurkan sedikit lidah ku kemudian tertawa sambil berjalan keluar kelas

"yak !" dokyeom terlihat kesal namun aku sempat mendengar tawanya sesaat

Author pov

Tampa sadar di sepanjang lorong menuju aula wonwoo terus tersenyum membuat namja yang berjalan beriringan denganya menatapnya lekat

"wonwoo-ya"

"ne ?" jawab wonwoo singkat

"bolehkah aku bertanya"

"silakan saja"

"apakah kau menyukai seokmin ?"

DEG.

Pertanyaan ini sudah beberapa kali ia dapatkan dari teman teman dekatnya yang lain, dan jawaban yang ia berikan selalu sama

"entahlah" jawab wonwoo singkat

"maaf kalau pertanyaan ku lancang" ucap seunghoon merasa pertanyaanya terlalu bersifat pribadi

"anio, gwaenchana. Aku benar benar hanya tidak tahu jawabanya hehe"

Dan kali ini wonwoo kembali membohongi perasaanya sendiri

"eum. Jika kau memang tidak menyukainya baguslah. Dan lebih baik jangan pernah menyukainya" ucap seunghoon to the point

Dan sekarang muncul sebuah pertanyaan di benak wonwoo

'untuk apa seunghoon menanyakan hal semacam ini ?'

"maksud mu?" tanya wonwoo

"dia sudah banyak membuat orang lain menangis, dan aku tidak mau kau menjadi korban yang berikutnya"

"korban katanya?.. dan sekarang seokmin terdengar seperti penjahat. Padahal yang aku tahu orang-orang yang di sebut seunghoon 'menangis' itu bukan sepenuhnya kesalah seokmin" ucap wonwoo dalam hati takut takut salah bicara

"benarkah ?" tanya wonwoo yang berusaha mengorek lebih dalam tentang sudut pandangnya terhadap seokmin

"ya, seperti yang kau tau. Dia itu suka tebar pesona, kemudian membuat orang yang jatuh pada pesonanya menangis dan menolak orang itu mentah mentah. Mempermainkan perasaan orang dengan begitu mudahnya. Bahkan seisi kelas juga tau fakta ini"

DEG

Mendadak wonwoo merasakan sesak di dadanya dan di kepalanya muncul pernyataan 'oh jadi selama ini orang-orang yang selalu tersenyum di hadapan seokmin menganggapnya seperti ini'

Perasaan wonwoo percampur aduk. sungguh seokmin yang ada di kepalnya adalah seokmin yang berusaha memberikan yang terbaik untuk orang orang di sekitarnya, ia selalu memperlakukan orang orang di sekitarnya dengan penuh perhatian

Dan sepertinya dari situlah kata 'tebar pesona' melekat di imagenya yang sekarang

"wonwoo, gwaenchana ?"

"ah-? Ne gwaencahan" lamunan wonwoo buyar oleh suara seunghoon yang memanggilnya

"jadi kuingatkan sekali lagi, berhati hatilah denganya"

"arraseo" jawab wonwoo dengan senyum yang ia buat terlihat sebaik mungkin

"ah itu ruang musik, kajja kita sudah terlambat" ucap wonwoo sambil mempercepat langkah nya menuju ruang musik

Wonwoo dan seunghoon akhirnya masuk kedalam ruang musik yang ternyata sudah di penuhi snggota lainya

"wonwoo ! seunghoon !" wonwoo dan seunghoon yang merasakan namanya di sebut mencari asal sumber suara yang ternyata berasal dari mino sahabat seunghoon dari kelas sebelah

"lama sekali siput siput ini" ucap mino saat wonwoo dan seunghoon baru saja menghampirinya

"yak ! pengumumanya saja yang tiba tiba dan kenapa harus melalui sms bukan pengeras suara sekolah saja" wajah seunghoon terlihat lucu saat marah marah dan jangan lupakan kedua matanya yang sipit mengatkan wonwoo pada soonyoung sahabatnya

"ck kau saja yang kurang informasi, dasar anggota gadungan" cerocos mino membuat wonwoo hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua

Terlihat seorang pria paruh baya yang di kenal baik sebagai guru pembimbing club seni masuk dari pintu ruang seni yang baru saja terbuka

Seluruh anggota pun mendudukan diri bi bangku bangku yang masih kosong, dan sang guru pembimbing pun mulai menjelaskan maksud dan tujuanya mengumpulkan semua anggota club seni saat itu

Skip Time

Penjelasan demi penejelasan di sampaikan, dan tampa terasa 2 jam telah berlalu dan sekarang para murid di perkenankan untuk keluar dari aula karna diskusi tersebut sudah usai

"ughhhhhhh" terlihat wonwoo merenggangkan tubuhnya dengan mengankat kedua tanganya ke udara

"wonwoo kajja kembali ke kelas" teriak seunghoon yang berdiri di depan pintu aula

"kembali lah duluan seunhoon-ah, aku ingin pergi ke kantin dulu" jawab wonwoo

"arraseo, aku duluan ne, sampai ketemu di kelas" setelah melambaikan tangan seunghoon pun meninggalkan wonwoo diikuti mino

"sabar sebentar ne" ucap wonwoo sambil mengelus permukaan perutnya yang mulai terasa lapar

Wonwoo segera bangun dari duduknya dan berjalan kelur dari aula menuju ke kantin sekolahnya

̶Kantin Sekolah̶̶̶

Yang wonwoo lakukan sekarang hanya duduk termangu di salah satu bangku kantin, kebingungan memilih menu apa yang akan ia pesan

Mengingat bel istirahat kedua baru akan berdering 1 jam lagi membuat kantin yang biasanya dipenuhi oleh lautan manusia yang kelaparan terlihat kosong

Baru saja wonwoo ingin bangun dari dudukny untuk memesan makanan ia dikagetkan oleh sesosok namja yang tiba tiba mendudukan diri di hadapanya, bertopang dagu dengan kedua tanganya meniru posisi wonwoo sebelumnya

"yak ! mengagetkan ku saja !" omel wonwoo pada namja di hadapanya itu

Namja itu hanya memamerkan senyum 1000 watt nya membuat jantung wonwoo sedikit berdebar

"mianhe, kau ingin makan apa hm?"

"entah, aku bingung"

"kajja kita lihat dulu menu menunya" ucap namja itu sambil memegang kemudian sedikit menarik tangan wownoo yang ada di atas meja

Beruntunglah wonwoo dapat menyembunyikan rasa terkejutnya akibat gengaman tangan namja yang ada di hadapanya ini

"baiklah, tapi sebelumnya sebaiknya kau singkirkan tangan mu ini atau nanti kita malah terlihat seperti orang yang ingin menyebrang jalan" ucap wonwoo sambil berusaha menarik tanganya dari namja di hadapanya tersebut

"kajja !" ucap namja itu masih setia menggandeng tangn wonwoo tampa cangung

"yak ! lee seokmin kau tuli ya !" omel wonwoo yang malah di tertawakan oleh si empunya nama

"kau ingin pesan apa ?" tanya seokmin sambil menatap deretan menu yang terpanmpang di papan menu di hadapanya

"terserah." Jawab wonwoo singkat

Setelah mendengar jawaban wownoo barusan sekarang seokmin menatap wonwoo intens

"kau marah?" tanya seokmin

"ani." Jawab wonwoo kembali dengan nada dingin

"aigo~ kau bisa merajuk juga?" tanya seokmin yang hanya di balas tatapan sinis oleh wonwoo

Seokmin malah mencubit kedua pipi wonwoo tak menyangka wonwoo yang di benaknya ter cap sebagai 'si sok jual mahal' bisa punya sisi manis juga seperti saat ini

"YAAAAK !" teriak wonwoo spontan

"uhuk. Ehem" terlihat ahjusshi penjaga kantin yang sepertinya mulai gerah melihat adegan adegan picisan di hadapanya ini berdehem, sepertinya mencoba menyadarkan wonwoo dan seokmin yang sibuk dengan dunia mereka

"e-em.. kami pesan 2 porsi ramyeon dan yang satu tolong di beri ekstra rumput laut" wonwoo yang merasa tak enak segera menetukan pesanan tampa persetujuan seokmin

"dan satu jus strawberry kemudian.. aku pesan ocha hangat saja, tolong ne ahjusshi" sambung seokmin yang paham betul akan minuman favorit wonwoo, jus strawberry

Saat wonwoo menarik tangan sekmin untuk mengajaknya buru buru kembali ke meja kantin seokmin menghentikan langkahnya sesaat dan berkata

"oh iya ahjussi ! merusak kebahagiaan orang yang sedang jatuh cinta itu tidak baik loh" sukseslah kedua alis sang ahjusshi berkumis tebal itu tertekuk, mendengar kata kata seokmin

Wonwoo refleks membungkam mulut seokmin dengan tangan nya kemudian sedikit berbungkuk ke arah ahjusshi berkumis tebal

"mianhe ahjusshi, dia agak gila jadi tolong di maklumi" wonwoo segera menarik tangan seokmin yang kini malah melambai lambaikan tanganya ke arah si ahjusshi berkumis tebal dengan senyum lebarnya

"kau ini gila ya" tanya wonwoo sambil menatap seokmin setelah berhasil menyeretnya kembali ke bangku kantin

"ya, aku tergila gila pada mu jeon wonwoo" ucap seokmin dengan sok gagah yang malah membuta wajah bodohnya semakin bodoh

"ingin sekali rasanya kepala mu ku jadikan gantukan kunci" jawab wonwoo emosi

"dan tau darimana kau aku ada di sini? Dasar penguntit" tambah wonwoo mengingat kemunculan seokmin yang tiba tiba

"dari seunghoon, dan lihat sepertinya kau hydrosepalus, atau apa bahasa lainya? Besar kepala?" dengan wajah yang dibuat bingung seokmin sukses menyindir wonwoo

"yak ! siapa yang besar kepala" bentak wonwoo

"kau, si sok jual mahal yang besar kepala"

"aish jinjj-"

"pesanan datang~" terlihat ahjumma penjaga kantin membawa dua mangkuk ramyeon beserta jus strawberry dan segelas ocha ke hadapan wonwoo dan seokmin membuat wonwoo mengurungkan niatnya berkelahi dengan namja di hadapanya itu

"khamsahamnida" ucap seokmin

Untunglah kantin sepi membuat pengelola kantin memberi hak kusus seperti makanan yang di antar kemeja seperti ini, dan jangan harap pelayanan seperti ini akan di dapatkan pada jam istirahat

"oh iya seokmin" wonwoo menghentikan makanya sejenak

"um?" jawab seokmin yang sedang menyesap ramen kedalam mulutnya

"sebaiknya kau berhati hati saat bicara dengan seunghoon.. ah ani, berhati hatilah saat berbicara pada orang lain" ucapan seunhoon di lorong sekolah terngiang kembali di kepala wonwoo

"wae?" tanya seokmin sedikt bingung

"anio, bukanya jika kau salah bicara itu akan berdampak buruk. Bisa saja orang lain tersinggung dengan ucapan mu" tutur wonwoo agak kebingunggan harus menyampaikan maksud ucapanya dengan cara seperti apa

"arraseo, akan ku ingat ucapan mu itu" setelah tersenyum dan mengacak rambut wonwoo seokmin kembali sibuk dengan ramyeonya

Meniggalkan wonwoo yang tertunduk menyembunyikan degup jantungnya yang tak karuan.

.

.

.

TBC

Halo ! maaf banget ya baru bisa post sekarang TT ^ TT ini cerita mungkin akan semakin gaje jadi mohon di maklumi ya hehe. Seperti biasa aku minta komen komen membangunya ya teman teman pembaca ~ boleh riques riques juga kok/? Kkkkk. Dan next aku akan abdet kilat jadi di tunggu responya. Makasih ~

THANKS TO :

Iceu Doger | iryanisolecha | Kim991 | Evie17gyu | shinhy |seokwoo9697