WUAAAAAAA....... TwT
Akherna apdet.......
Karena banyak ini itu dan itu -halah-
Pokokna baru bisa sekarang apdetnya.....(ngomong aja kelupaan gara-gara liat bleach!)
Maaaaaaaaaaaaaaaaaaaap bagi yang menantikan fict ini... TTwTT
Pokoknya silakan baca, saia ga bakalan banyak basabasibusuk gajelas disini...
Monngo dah! XDD
Habis UN!! UN!! Bebas!!
Warning!: OOC, OC, Abal, Gajhe! Straigh! Crossover!
Disclaimer: FullMetalAlchemist©Hiromu Arakawa; D. Gray-man©Hoshino Katsura, MEETING©Arisu Koromaru
Hajime masoka? *dilempar sendal*
-BLACK OUT 2-
~ARE HELP REALLY COME?~
---xxXXxx---
Kegelapan merajalela dikampung karang asem itu(namanya ngarang sendiri! XP), banyak umpatan gajhe dan teriakan kekecewaan gara-gara ga isa nonton pertandingan bola secara live. Mati lampu tersebut menjadi sebuah malapetaka bagi warga kampung karang asem malam itu.
Tidak bagi Edward, Arisu, dan GREED. Greed berhasil lepas dari jerat maut si bayangan dengan adanya mati lampu. Apesnya Ed malah ga isa ngeliat bahkan ujung jari kakinya yang pendek itu.
'che! Ga kelihatan!!' batin Ed, 'Tapi bayangnya udah ilang amin...'
'Kurang cakeep!! Si bantet itu malah ngelakuin hal ga jelas gini, awas kalo ketemu ntar!! Gua bejeg-bejeg! Gua jadiin keripik lu!!' ancam Arisu dalam hati yang tentu saja ga kedengeran sama Ed.
Greed memanfaatkan kegelapan itu untuk menjauh dari makhluk tadi sebisanya, dasarnya Greed juga ga isa ngeliat pada malam itu.
Mundur selangkah demi selangkah Greed mencoba memberi jarak sejauh mungkin dari bayangan PRIDE, gara-gara jalan ga liat belakang akhirnya tiba saat kepala Greed kebentur pohon asem yang ada di kampung karang asem.
JDUGH!
"Kh..... Kurang asem bener dah!! Bikin kepala gua sial ajah!!" maki Greed pada pohon yang udah dari sononya nongkrong disitu.
Terdengar suara cekikikan gajhe dari balik pohon, dan suara gajhe nan jelek tadi sudah tak asing lagi bagi telinga Greed.
"Ooiii!! Heinkel sama Gorius khan!?" tanya Greed dengan nada mencapai 4 oktaf.
"Darius mas!!" kata Go-... ehem.. Darius marah yang nadanya ga kalah tinggi.
". . . ., kaya anak kecil dah..." selamat untuk Heinkel yang kena lemparan sepatu kulit asli beserta dengan tonjokan dari Dariuspun t5ak dapat dielakkan lagi, kena! tepat di muka Heinkel, "APA-APAAN SEH!?" teriak Heinkel marah sama Darius dan Greed.
"BANYAK BACOT LU!!" kata Greed dan Darius kompakan, "APA!? NGAJAK BERANTEM LU!!" di balas Heinkel dengan tantangan sepertinya dia tidak sadar-eh! Mereka yang tidak sadar akan situasi yang sedang genting ini.
'baka... that creature smell like fuckin' dumb-bass' batin seseorang yang sudah memperhatikan tingkah laku gajhe dari ketiga gerombolan tadi.
----xxxXXXxxx----
Dilain tempat...
"OK! Semua siap!?" tanya Rei dengan semangatnya yang melebihi Bung Tomo saat berpidato di arek-arek Surabaya jaman baehula, suara Rei menggelegar disetiap sudut-sudut ruangan... erh.. pesawat..-??-
GLUP..."Ga apa-apa neh..?" tanya Aki was-was, maklum dia belum pernah naik pesawat yang pilotnya sendiri tak waras -ditendang-
"Ahahaha... tenang aja Aki-chan aku ada disini, takkan ku biarkan makhluk barbar manapun mendekatimu..." ucap Lavi penuh mesra.
"Lavi..." Aki menatap mata Lavi dalam-dalam dengan mata berkaca-kaca. Dan mereka berduapun berpelukan. Serasa dunia milik mereka berdua, yang lainnya ngotrak!
"Mulai deh drama picisannya," sindir Rei agak sebel, walau udah jadi kebiasaan para exorcist sehari-hari melihat drama picisan Lavi dan Aki.
"Kaya drama tahun 80-an..." kata Allen dengan mendesah, al hasil Allen kena jitakan dari Lavi. "Ngomong aje lu ngiri!!" kata Lavi dengan tampang memble.
"Ngiri? Idih... gua mah romantis!" kata Allen sombong, "Kalo pacaran ga perlu dipamer-pamerin setiap hari!"
"Bah! Dikau tahu apa? Cuma anak umur 4 tahun ajah belagu!" hina Lavi dengan sombongnya.
"Ape lu? Belon pernah ngerasain sol sepatu kulit rebus loe?" Allen udah siap-siap ambil sepatunya yang udah 1 minggu belom dicuci itu.
"Ampun, bang!" teriak Lavi sambil lari lebay di pesawat, "Hh... Allen bener-bener ga bisa romantis nih!" kata Lavi lagaknya kaya orang repot.
"Heh! Emang loe sendiri gimana?" tanya Rui penasaran.
"Hum! Gue sih... gue pastinya bakal ngajak Aki-chan dinner dengan candle light, biar romantis gitu.." jelas Lavi dengan logikanya yang gajhe itu.
"Benarkah darling??" tanya Aki dengan wajah merona dan mata berbinar-binar.
"Tentu saja say..." kata Lavi mantab.
"Benarkah... tapi kok rasanya kita ga pernah candle light ya?" tiba-tiba ajah aura gelap muncul di belakang Aki, membuat orang-orang yang ngontrak disitu ketakutan.
"Eh..e...eto.. gara-gara kita dinas terus... um..." Lavi udah kalang kabut bingung nyari alasan yang masuk nalar ke pikiran Aki.
"Lalu..." tersirat di wajah Aki senyuman tipis, "Malam sebelumnya kau ngapain hah~? Oh! Aku tahu, kau lagi nyari kesempatan deketin Leenale khan? Ayo jawab!!" oceh Aki marah-marah, sambil nyubit pipi Lavi samapai melaaaaar...
Semua orang yang ngontrak disitu Cuma bisa senyum kecut sambil melihat adengan 'suami takut istri' live action.
"O em jhi.." Leenale Cuma bisa diem dan geleng-geleng kepala, ga taw entah gimana harus berbuat apa.... tak tahu kemana (haiah)
----xxxXXXxxx----
"Sial...." terdengar kata hujatan dari mulut Ed saat melawan Pride, entah kepada siapa hujatan itu disampaikan, kepada Pride, Greed, Kanda atau malah kepada author yang ngebuat cerita abal dan suka telat apdet ini.
"Jadi ga isa ngeliat apa-apa dah.." desis Ed pada dirinya sendiri, "Tapi untung juga bayangan itu juga ikut lenyap, tapi gue malah ga isa liat apa-apa..." yah inilah bukti bahwa dia bodoh.
Mean a while...
"Jadi gimana?? Dan lagi... rasanya kok dia ga nyerang lagi?" tanya Heinkel dengan smart-nya.
"Mudah ajah.. selama kegelapan ini berlanjut, bayangan itu ga akan muncul lagi. Yah... Cuma selama ga ada sumber cahaya seh..." jelas Greed kepada 2 makhluk yang disebut chimera eng-Kong dan Simba-h. (baca: King kong sama Simba = nama tokoh Singa di Waltz Disney yang samapai sekarang masih di senengin ama author)
"Ooooooo.... gitu yach?" kata Arisu yang tiba-tiba nongol entah dari mana.
"GYA---phupf" akhirnya teriakan kers tadi berhasil dihindari dengan Arisu memasukkan benda terdekatnya ke dalam mulut Darius dan Heinkel. Yaitu, damp cloth* yang udah berbulan-bulan ga dicuci atau bahkan bertahun-tahun(udah hancur kalee kainnya).
"hah! Berisik! Norak..." kata Greed pedas, walo omongannya memang selalu pedas bak sambal cabe rawit.
"Ape lu bilang!?" kata 2 ekor chimera itu serempak kompak, ternyata ini ya perbedaan manusia biasa dan chimera...? (apanya coba?) *ditimpuk sendal*
A few minutes later...
"I have idea.." kata Greed pada 2 makhluk chimera dibelakangnya, dan merekapun ga ngarti bahasa apa yang digunakan Greed.
"Lu ngomong apa seh?" tanya Darius.
"Hn? Ya Bahasa Inggris lah! Ini bahasa Internasional!" kata Greed menerangkan dengan mantap pada 2 chimera itu, Heinkel dan Darius Cuma bisa ber-Oooooh ria dengan muka bodohnya.
"Inikan negara besar masa ga isa Bahasa Inggris? Lagi pula kalian lulusan militerkan? Hah.. baka..." ejek Greed kepada 2 mantan pasukan militer itu yang udah menaruh dendam kesumat sama Greed, "Udah lah... mari kita balik ke pokok pembicaraan, begini rencananya...."
SIIING...
KRIIIK KRIIK...
"ngeeeh...?? maaf kuping guwa rada budeg dah hari ini...." kata Heinkel ngeles mendengar ide cerita....ehem ide bertarung-nya Greed.
"Ngeles aje lu kerjanya! Ntar ga gue gaji tau rasa lu!" hina Greed ke Heinkel.
"emang lu selama ini nge-gaji gua??" tanya Heinkel sambil mengerutkan dahinya.
"Pokoknya... aku benar-benar berharap sama kalian... OK?" lanjut Greed menjelaskan."Ok, khan??" tanya Greed yang tujuan awalnya ditunjukkan ke Arisu.
"ZZzzzz...... hngah? Hah? Eh! Sory sory..." sepertinya karena penjelasan Greed lama Arisu jadi ketiduran, maklum lagi pula ini sudah jam tidur bagi anak-anak(bah).
"suka-suka lu dah!" kata Greed nyesel tanya sama Arisu.
----xxxXXXxxx----
"Gimana neh...? ga keliatan, kalo gi.... UPH!!" tangan besar muncul dari semak-semak dan membungkam mulut Ed, sentak Ed kaget dikira ada setan dari mana muncul malam-malam buat nangkep bocah. Kaya cerita jaman dulu dah...
"Hoi bocah! Ini gue," kata Darius nongol, "Trus gimana dengan zirah itu?"
"Entah... sepertinya dia ga bergerak," tatap Ed dan Darius dari tempat semula, "Ga kedengeran suara 'GZANK KLONTANG GROMBYANG DLL' jadi kemungkinan itu ga gerak..." terlihat jelas dari raut wajah Ed mengkhawatirkan adiknya. Padahal jelas di mata Darius itu adalah sebuah zirah. *ditampol Ed*
"Udah! Kita tinggal dulu dia..." kata Darius seraya mengajak Ed.
"AP!? Meninggalkan Al? Sendirian gitu?" Ed mulai panik-mode-on.
"kita tinggal dia dulu bentar! Kalo itu jebakan lain gimana? Udah cepet sini gua tinggal lo!" lagi timpal Darius udah nyelonong pergi.
"Damn!" Ed Cuma bisa mengumpat, kecewa pada dirinya yang ga bisa melindungi adik kesayangannya, "Eh! Eh! Makhluk 'Pride' itu gimana?" sadar Ed dari cengokannya.
"Tenang ajah... noh! Heinkel udah pasang kuda-kuda buat nyerang makhluk itu," sambil menunjuk-walau ga keliatan karna gelap-tempat suara berisik seperti suara efek di Final Fantasy atau Devil May Cry(promosi).
--
-
--
DUAK!
SRAK!
BUGH!
DUAK!
CHRAK! ZZRAAK!!
(maaf kesalahan bukan pada tv atau komputer anda melainkan karena adanya efek suara dari pertempuran abal diatas mengganggu tetangga anda yang sedang sakit *PLAK* -reader: ga penting!! Banyak bacot lu!-)
Kira-kita begitulah.... Heinkel menyerang makhluk Pride secara membabi buta ditengah kegelapan, karena adalah Lion King-ehem! Chimera singa, dia jauh lebih unggul dari lawannya dan kawannya yang lain dengan pengelihatannya yang bagus di kegelapan.
SHRAAK!
"Lambat!" kata Heinkel sambil mengayun-ayunkan cakarnya yang tajam pada makhluk empunya bayangan tadi.
"hebat... kau tahu lawanmu adalah anak kecil tapi sama sekali tidak ada keraguan dalam seranganmu." Begitu kata anak kecil-APA!? Makhluk berbahaya tadi terenyata bocah!? *diinjek*-yang diserang Heinkel, tapi walau begitu diwajahnya tidak nampak sedikitpun rasa kaget maupun takut.
"Memang benar! Hanya seorang pengecut yang berani menyerang anak kecil... tapi!! Isting liar hewanku mejerit keras, bahwa makhluk yang ada dihadapanku ini harus dikalahkan!!" teriak Heinkel kenceng walau ga mungkin ada yang peduliin dia kecuali..... ya, bocah kecil yang ada tepat didepan hidungnya.
---xxXXxx---
Di lain tempat..... tepatnya diangkasa.....
NGUUOOOOOOOOOOOOONG
"YA--!" teriak kegirangan bocah berambut hitam panjang yang sedang mengemudikan pesawat pribadinya-dapet dari mana toh!?-
"WKAKAKAKAKA!!" yang satunya malah ketawa cekikikan ga karuan.
Pesawat itu melesat cepat bak jet membelah langit malam dengan dikemudikan bocah-bocah ga waras bernama Reiya dan Rui.
"Gue masih waras kok!! Mu-mung..kin..." protes yang empunya nama.
Allen dan Ai hanya bisa pasrah berdoa samabil teriak-teriak kalau ada tikungan tajam, kecelakaan, tabrakan beruntun –sebenernya ini dimana seh?- dan sebagainya.
"KYAAAAAA!!! Aku takut Lavi!" teriak Akira sambil menutup telinganya dan meringkuk ketakutan, lalu sebuah tangan merangkulnya, "Tenang saja Aki-chan! Kau pasti aman bersamaku disini... bila sewaktu pesawat bodoh ini jatuh kita pasti akan selamat!" kata Lavi kekasihnya yang tersenyum lebar.
"heh? Kok bisa?" tanya Akira yang 'ngeh' dengan pernyataan Lavi tadi, walau sudah agak menenangkan dirinya tadi.
"Tentu saja! Kan ada Tessei!" jadi semisal pesawat gajhe ini ada kecelakaan sehingga memungkinkan untuk jatuh.... aku pasti akan menangkapmu Aki-chan," tatap Lavi penuh mesra.
"La..Lavi..." balas Aki dengan wajah blushing blushing gajhe, "Lalu bagaimana yang lain nanti?" tanya Aki, "Ah, biarin ajah toh nyawa mereka ada 9 kan?" refleks Lavi kena tendang dan injak pasangan AA alias Allen-Ai, "Sialan lu, Lav!! Ga setia kawin-eh! Kewan-eh! Kawan!!!!" teriak Allen membahana membuat para burung yang numpang nangkring gratis di sayap pesawat kena serangan jantung dan mungkin terjangkit tuli permanen lantas demi kebaikan dan kesehatan telinga si burung mereka pergi sambil menyumpah serapahi pesawat yang ditumpangi tadi, tak lupa meninggalkan bekas yang mendalam*kau tahu masud saia* kalau Reiya sampai tahu entah bagaimana nasib si burung itu entah dimasak, di goreng, do rebus, dibakar atau di tumis semua bisa pakai Royco! *PLAK*
--
-
--
"kita ada pada ketinggian 2000 m, target sudah hampir dekat, ketingian stabil!" kata Rui memberikan informasi pada teman atau sekarang patnernya Reiya, "Bagus! Pokoknya tetap pertahankan, lalu.... beritahu penumpang untuk bersiap-siap memakai sabuk pengaman, aku harap mereka juga sudah tahu cara memakai pelampung dan kantong oksigen..." kata Reiya yang entah mengapa bagian akhir kalimatnya ada yang menyangkut masalah kantong oksigen dan pelampung.
"hah? Buat apa itu semua? Apa perlu aku ber-toa toa untuk memberitahu mereka?" tanya Rui nyerocos.
"umh... sepertinya perlu" jawab Reiya masih sibuk mengutak-atik sesuatu, "Hei.. hei~ Rei kamu ngapain? Trus kamu masih belum jawab pertanyaanku tadi," kata Rui ngerecokin.
"um... pokoknya beritahu mereka dulu pake toa toa sana!" perintah Reiya, "Emang suruh ngapa?" tanya Rui telmi, "Lagipula buat apa itu semua?"
"Rui... maaf ya?" kata Rei, "buat apa? Aku ga papa kok di rusuh-eh! Di suruh-suruh kaya tadi, toh itu buta kebaikan juga~ ngomong-ngomong itu tadi untuk apa?" tanya Rui masih penasaran.
"Re-remnya blong..." kata Reiya pucat, "Walau sudah sebulan ada dibegkel pesawat papi tapi sepertinya belum selesai dites dan aku juga belom mengechek mesinnya setelah aku ambil paksa dari bengkel papi," jelas Reiya yang mengaku kalo dia mendapat pesawat itu dari hasil nyolong*digethok pake Queen Blade*
"... jadi kita bakal jatuh?" tanya Rui telmi lagi, "Yup" jawab Rei singkat dan tegas.
"WOT!?"
--
-
--
ZZTT
ZZZTT..
TING TONG
PERHATIAN PARA PENUMPANG..
"Apanya yang para penumpang toh kita Cuma berlima plus 2 bocah gendeng ga waras yang lagi nyupir didepan kan?" komentar Allen manyun.
TOLONG BERSIAP-SIAP...EH! SIAPA YANG GENDENG GA WARAS!? YA SUDAH, KALIAN HARUS SIAP-SIAP MEMAKAI PALAMPUNG KALAU ADA DAN KANNTUNG OKSIGEN YANG SUDAH DISIAPKAN.
THANK YOU FOR ATTENTION
TING TONG
ZZZTT
Para penumpang-yang masih melek- pada cengo mendengar pengumuman tadi.
"perasaanku ga enak neh..." kata Ai keringetan sambil menarik lengan baju Allen mencari tempat untuk mencurahkan ketakutannya. Kalau ada apa-apa kan tinggal cari orang atau benda yang bisa dipeluk sampai remuk sambil teriak keras-keras.
"he-eh... kita ga perlu sekawatir itu kan? Toh pasti Rei yang jago mekanik bisa mengurus semuanya," hibur Allen jaga-jaga keselamatan sebelum jatuh sudah dapat dipastikan dia mati kehabisan nafas duluan kalau Ai sudah mulai bertingkah begini.
"La..Lavi..sepertinya yang kau katakan itu benar deh..." Aki juga sudah adu tarik-tarik bajunya Lavi-lama-lama bisa jadi ajang adu tarik baju kekasih nih!*JDAK*-
"Hng... iya iya... Aki-chan cantik kok!" kata Lavi masih merem, BUAGH , mantab pukulan Aki menyadarkan Lavi dari igauannya.
"bukan itu sayang!" kata Aki agak marah, "pesawat ini sepertinya akan jatuh.."
"WOT!?" teriak Lavi tak percaya, "kok bisa? Bukannya pesawat ini buatan perusahaan Sumeragi yang terkenal itu khan?" tanya Lavi tak percaya.
"mana ku tahu?" kata Aki membela diri.
"sudah.. sudah... sepertinya kita perlu bersiap-siap, kalau-kalau ada sesuatu.." ingat Ai, Allen, Lavi dan Akira Cuma manggut-manggut menuruti kata mama//stip// Ai.
"Eh! Mana Lenalee?" tanya Allen yang berakhir kena jitak Ai, "woi.. woi.. aku Cuma khawatir kalau kalau Lena ga sempat menyelamatkan diri," sebenarnya wajah Ai sudah merengut marah dengan death glare horor tapi setelah celingukan kesana kemari Ai baru nyadar, "Lho? Lenalle kemana?" tanya Ai
"bukannya tadi dia ada di belakang?" kata Akira, setelah nengok ke temapt seharusnya ada yang menduduki... KOSONG!!
PIIIP
PIIIP
PIIIIP...
PIIIIP PIIIP
Teriak alarm emergency sambil menyalakan lampu merahnya yang khas itu.
EMERGENCY!!
PLANE WILL CRUSH LANDING
PREPARE YOUR SELF, USE THE SAFE BELT AND DON'T FORGET THE OXIGEN SACK
THANK YOU
TING TONG
Teriak alarm-lagi-canggih buatan Sumeragi, inc. (promosi)
"gimana neh?" tanya Ai panik mode on, yang sudah menarik baju Allen.
"pokoknya..." sebelum sempat Allen mengakhiri kalimatnya...
HYUUUUUUNG
BWUUUUUUUUUUUUUNG
"!!" terdengar yaring suara dari langit malam penuh bintang
*_TSUDUKU_*
WKWKWKWKWKWKW..
Akherna apdet!! Xp
Maap lama banget yaaaah??? Soalnya selama UN saia ga boleh rape rape komputer seh... TT^TT *dilempari kaleng*
Pokoknya apdet! Apdet!! XDD
Udah saia ga bakalan banyak bacot! REVIEW NEE?
SPECIAL THANX!!
Reiya Sumeragi: wokokokokoko~ sangkyu mas!*plak*, keren? lha itu imaje yang saia dapet kok! 8D, maw saia peluk?*shot die*, thanx sarannya~ coba diliat lagi udah rapi belon~
Ai Ryoudou: mbak aya~ udah apdet neh!! XDD, kenapa dikau pergi?? TTwTT, Xue ya? udah saia kasih bocorannya khan?? fufufufufu,,
Ruicchi Arisawa: emang sumbang kok!! ="=*dicakar*, wakakaak sangkyu! sana dibakar!! kalo udah mateng dikirim ke saia ya? XD, Rea ogah tuh!! X3
Anon =P: wakakakaka, ga kok ga~ emang saia tledor! XD *DUAK*, suka? hore!! XDD ayo makan2-ngelirik dompet dan kantong-ng.... ga jadi deh,,(lha!)
AND YOU!!!!
