Konnichiwa miina-san! *teriak pake toak :O
Gomennasai baru publish *bungkuk 45°
Ah,,, gak nyangka akhirnya publish juga. Gara-gara kuota habis jadi bingung mau buat FF-nya. Habis biasanya buatnya sambil nonton video di youtube. Hehehe :D
Mmmm oke para reader yang setia *hahaha mulai ngaco
Arigatou buat semua yang udah nge-review. Hikkss Hime jadi terharu. Berkat ada yang review Hime jadi semangat buat lanjutin ceritanya.
Oh ya, Hime mau minta maaf sama teman Hime. FF yang Because Of You belum Hime lanjutin karena yang review Cuma sedikit. Mungkin mereka gak suka FF buatan Hime, makanya gak Hime lanjutin. Tapi tenang aja, kalau lagi bersemangat Hime pasti lanjutin FF nya kok.
Maklum habis stress. Biasa patah hati *hikksss T-T
Oke,, daripada banyak ngomong yang gak jelas mendingan kita lihat FF Suki dayo Teme chap 4 ya.
Check It Out...
A NARUTO FanFiction
Sukidayo Teme
By
Natsumi Yoshie
Disclaimer : ©Masashi Kishimoto
Rating : T+ (Masih polos ^^")
Genre : Hurt, romance, school life
Pairing : SasuNaru Slaight SasuSaku, NaruHina, NejiGaa (Other)
WARNING : BL(Yaoi), Typo(s), Bahasa tidak mudah dimengerti, Tidak sesuai EYD, Pasaran, Bikin mual dan muntah, other mistakes
Don't like Don't read, Don't be a silent reader! Don't Flame! Saran sangat dibutuhkan
Dibantu sama Author gaje Hikari Fujoshi aka Aiko Hikari
HAPPY READING MIINA-SAN
.
.
.
.
.
.
.
CHAPTER 4
Sebelumnya...
"Hati-hati dengan semua cairan kimia itu! Jangan sampai terkena kulit." Jelas Kakashi
Para siswa mulai mengerjakan percobaan sesuai dengan petunjuk yang diberikan Kakashi. Tapi, kelas itu sepertinya tidak akan pernah bisa tenang selama Uzumaki Naruto berada disana. Lihat saja, Naruto tampak sedang menjahili bahkan menggoda Hinata yang membuat pipi gadis itu merona. Bahkan Naruto sempat membuat Hinata berteriak yang menyebabkan Kakashi-sensei harus memberikan 'Hadiah' pada Naruto karena kelasnya yang tidak canggung.
Ternyata Hadiah dari Kakashi-sensei (yang merupakan jitakan) ampuh untuk mendiamkan Naruto. Semua siswa tertawa melihat tingkah Naruto dan hukuman yang diberikan Kakashi-sensei. Tapi,,, benarkah semua? O-ow, sepertinya tidak. Terlihat sepasang onyx yang memandang tidak suka kearah Hinata dan Naruto.
#SASUKE POV
Cih, apa-apaan mereka itu. Mengganggu konsentrasi saja. Si Dobe kenapa bertingkah genit begitu dengan si Hyugaa. Dia bukannya pacarku? Katanya dia sangat mencintaiku. Dasar Hyugaa sialan! Apa dia bermaksud mengambil Naruto?
Eh, tunggu dulu. Kenapa aku berpikir begini? Seharusnya bagus jika si Dobe jadian dengan Hyugaa, dengan begitu si Dobe akan memutuskanku dan aku bisa berpacaran dengan Sakura. Apa aku... Ti-tidak mungkin. Kuso!
"Hahaha,,,, Hinata-chan. Pipimu memerah."
"Na-Naruto-kun"
"Hahaha,,, kau terlihat sangat imut Hinata-chan."
A-apa? Apa dia gila?! Kenapa dia sangat suka mengganggu si gagap itu? Kenapa tidak sekalian kau pacarin saja. Arrgghhh,,,, kurasa aku sudah gila. Tenang Sasuke, kau adalah seorang Uchiha. Dan Uchiha harus berfikir tenang.
#END Sasuke POV
#AUTHOR POV
Sementara Sasuke sedang bergelut dengan semua pemikiran gilanya (dan membuat dia terlihat sangat OOC), tiba-tiba seseorang menepuk pundak Sasuke. Tepukan itu mampu membuatnya sadar dari lamunannya yang tidak jelas.
"Hey Sasuke, kenapa kau melamun?" tanya seorang wanita cantik yang bernama Ino
"..."
"Ck, sudah ayo cepat kita kerjakan percobaannya." Kesal Ino karena diacuhkan
"Dan jangan melamun lagi" sambungnya
Sasuke melemparkan death glare andalannya pada Ino. Berani sekali gadis sepertinya memerintah seorang Uchiha seperti Sasuke. Ino yang merasakan aura membunuh dari Sasuke hanya dapat bertingkah gugup dan melanjutkan percobaannya.
"Hmm,,,"
Sasuke menghembuskan nafasnya berat. Dia mencoba menenangkan dirinya dan segera mulai untuk melanjutkan percobaan itu. Saat hendak menuangkan sebotol cairan, konsentrasinya pecah karena mendengar suara tawa Naruto dan Hinata. Hal tersebut membuatnya secara tidak sengaja menumpahkan cairan ke tangan Ino. Alhasil, Ino berteriak karena terkejut.
"Kya,,,,,"
Mendengar teriakan Ino, Kakashi-sensei langsung menghampiri Ino.
"Hey,, ada apa ini?" tanya Sensei bermasker itu.
Tidak ada satupun siswa yang menjawab pertanyaan Kakashi karena takut dengan Sasuke. Kakashi yang merasa kesal karena tidak ada satupun yang menjawab pertanyaannya, akhirnya bertanya pada seorang pemuda yang berada tepat disebelah Sasuke.
"Sabaku-san, apa yang terjadi sebenarnya?"
"Uchiha menumpahkan cairan ke tangan Ino" jelas pemuda bertato 'Ai' dikeningnya itu
Kakashi pun memegang tangan Ino dan melihat cairan yang dipegang Sasuke.
"Ini hanya cairan Porteks, jadi tidak terlalu berbahaya. Hanya saja, jika tersentuh kulit, maka akan menyebabkan gatal-gatal. Awalnya, kulitmu akan bewarna merah lalu lama-kelamaan terasa nyeri." Jelas Kakashi
"Yak Sasuke! Kau harus tanggung jawab! Bagaimana jika kulitku tidak sembuh?" kesal Ino sambil menggaruk tangannya yang mulai terasa gatal.
"Tenang saja, jika kau mencuci tanganmu dengan air bersih, maka tidak akan terasa gatal lagi" ucap Kakashi menenangkan.
"Dan kau Uchiha Sasuke, lain kali aku takkan memaafkanmu" lanjut Kakashi dengan nada mengancam
Setelah berkata demikian, Kakashi langsung membawa Ino ke UKS untuk diserahkan kepada Shizune-perawat UKS- untuk diobati.
Keadaan mulai terasa ricuh saat Kakashi mulai meninggalkan kelas. Sedangkan Sasuke masih sedikit terkejut dengan kejadian tadi. Tanpa disadarinya, Naruto melirik Sasuke karena merasa khawatir dengan keadaannya.
#END Author POV
#NARUTO POV
Ada apa dengan si Teme? Tidak biasanya dia seperti itu. Bagaimanapun keadaannya, ataupun berapa banyak masalah yang dimilikinya, dia tidak pernah seperti itu. Tiba-tiba saja tidak konsentrasi dengan pelajaran. Dia bisa saja melukai Ino jika cairan itu adalah cairan berbahaya.
Apa dia ada masalah dengan Sakura? Teme, apa kau benar-benar menyukainya? A-Apakah aku harus menyerah sekarang? Ta-Tapi aku tidak sanggup. A-Aku...
"Na-Naruto"
"E-Eh?! Hi-Hinata-chan! A-Ada apa?" tanyaku terkejut saat Hinata tiba-tiba menepuk pundakku
"Ka-Kau melamun Na-Naruto. A-Ada ma-masalah apa?" tanya Hinata
Bagaimana ini? Tidak mungkin aku mengatakannya pada Hinata
"A-Ano,,, tidak ada apa-apa Hinata-chan" jawabku sambil berusaha tersenyum lima jari
"Hm,,," gadis itu menghembuskan nafasnya
"Ada apa Hinata-chan?" tanyaku bingung
"E-Eh?! Ti-Tidak apa-apa Na-Naruto" gugupnya
"Begitu ya? Hehehe" ucapku sambil menyengir
Cengiran yang selalu dikatakan bodoh oleh Sasuke. Entah kenapa aku tiba-tiba tersenyum. Bukan tersenyum bahagia. Tepatnya tersenyum yang selama ini selalu kutunjukkan di depan Sasuke. Senyum yang menyedihkan. Huh,, aku jadi mengingatnya lagi. Ini terasa sangat menyakitkan.
#END Naruto POV
#AUTHOR POV ; #Skip Time
Selesai pelajaran, Sasuke langsung melangkahkan kakinya menuju taman sekolah. Sudah 5 menit dia menunggu Naruto. Sebelumnya, dia sudah mengirimkan pesan pada Naruto untuk segera datang ke taman karena ada urusan penting. Urat-urat kekesalan mulai muncul di dahi pria keturunan Uchiha itu.
Tak berapa lama kemudian, terlihat seorang pemuda yang sedang berlari ke arah Sasuke. Rambut yang bewarna pirang menyolok itu, membuat Sasuke sudah tahu siapa pemuda itu. Napas pemuda itu terengah-engah, mungkin dia berlari kesini secepat yang ia bisa.
"Hosh,,, Hosh,,, Go-Gomen. A-Aku telat. Hah,,," ucap pemuda yang ternyata adalah Naruto sambil berusaha mengambil nafas
"Hn" jawab Sasuke datar
"A-Ada apa kau memanggilku Sasuke?" tanya Naruto keheranan
Dia tentu saja heran. Biasanya Sasuke tidak pernah mengajaknya ketemuan semenjak mereka mulai berpacaran. Naruto berharap urusan yang dikatakan Sasuke benar-benar penting. Tentu saja harus, dia sudah capek berlari daritadi agar tidak terlambat. Salah Sasuke sendiri yang mendadak mengajaknya bertemuan.
"Apa yang kau lakukan tadi?" tanya Sasuke dingin
"Ha? Maksudnya apa Teme?"
"Kau menyukai Hyugaa?" tanya pemuda berambut raven itu lagi
"Eh?!"
Naruto masih meloading ucapan Sasuke
10 ...
20 ...
35 ...
50 ...
65 ...
80 ...
90 ...
100 ... loading succesed
"Nani?! Kau cemburu Teme?" tanya Naruto terkejut setelah mengerti maksud Sasuke
"Dasar Dobe! Tidak mungkin aku cemburu!" jawab Sasuke dengan dingin
"Gelar Usuratonkachi memang cocok untukmu" lanjutnya
'Deg' Naruto serasa mati rasa mendengar ucapan Sasuke.
"Jika kau menyukai Hyugaa itu bagus. Dengan begitu kita bisa putus" ucap Sasuke dingin
Setelah mengatakan hal tersebut, Sasuke segera meninggalkan Naruto yang sedang berusaha menahan tangisnya. Tak berapa lama Naruto menghembuskan nafasnya berat dan mulai ikut melangkahkan kakinya.
#END Author POV
I'll stop loving you
When diamond never sparkle and flowers cease to grow
When thender never and rivers don't flow
When hearts no longer wonder and hands are never held
When smiles are only memories and hope s never felt
When trees no longer blossom and stars refuse to shine
When God alone command me
Then, I'll stop loving you
#NARUTO POV
Kakiku melangkah ke ruangan kelasku yang masih sepi. Sepertinya siswa yang lain sedang menghabiskan waktu di kantin sedangkan aku merenung dan menyendiri di kelas sendirian. Yah,, kupikir Sasuke akan membicarakan sesuatu yang penting denganku. Seperti hubungan kami yang sekarang ini, hubungan yang masih tidak jelas. Aku memang memiliki status sebagai kekasih Sasuke, tapi hanya statusnya bukan hati dan raganya.
Saat mendengar omongannya tadi, kupikir dia cemburu pada Hinata. Aku sudah merasa sangat senang saat itu. Aku berfikir jika tadinya Sasuke cemburu, berarti dia menyukaiku. Tapi mendengarnya yang mengatakan lebih baik jika aku jadian dengan Hinata, membuatku merasa sakit. Apa kau memang tidak pernah mencintaiku Sasuke? Tapi, kenapa kau tidak menolak pernyataan cintaku saja? Malah kau menerimanya.
Apa aku harus menyerah sekarang? Haruskah Teme? Aku sudah menyukaimu bahkan mencintaimu sejak kita masih kanak-kanak. Tepatnya saat kita masih berumur 5 tahun, dan sekarang kita sudah 16 tahun. Menyukai seseorang selama 11 tahun tidak mudah Teme. You're my first love, bagaimana aku bisa berhenti mencintaimu?
Aku pernah dengar jika cinta pertama itu akan menyakitkan. Tapi aku tidak menyangka akan sesakit ini. Teme, doushite? Cobalah untuk mencintaiku. Kumohon,,, meskipun hanya sedetik.
"Na-Naruto"
#END Naruto POV
.
.
.
.
.
.
.
TBC,,,,,,,
