Title : Second Chance
Author : Yukishima
Genre : drama, fluff, angst
Rating : M

Chapter : 4

Fandom : Super Junior, GS
Pairing : Kyumin

Disclaimer : Mereka bukan punya gw, tapi cerita milik gw

Warning : GS, mature content, Naughty Kyu, Tante Jablay Sungmin *plaaak
Note Author : Ini remake dari fic lama gw dengan judul yang sama tapi fandom aja yang diubah dengan beberapa perubahan isi crita untuk menyesuaikan karakter. Berhubung tadinya fic straight jadi gw buat aja GS ^^ Karena banyak yang protes kalo chapternya pendek2, sekarang aku kasih yang panjang. Dozo...^^

=0=

Meaow...

Kucing cantik berbulu putih itu menjilati kaki Sungmin hingga membuatnya terbangun. Sesaat dirinya terkejut ketika mendapati dirinya tertidur di pelukan Kyuhyun. Namun akhirnya ia ingat apa saja yang terjadi semalam. Iapun hanya bisa menghela nafas panjang. Diraihnya kucing betina itu lalu ia memeluknya.

"Tsuki...," gumamnya sambil mencium kucing tersebut.

Perlahan Sungmin beranjak dari ranjang agar Kyuhyun tidak terbangun. Tapi perkiraannya salah. Kyuhyun telah membuka mata dan bangun dari tidurnya.

"Pagi, Bunny Ming noona," Kyuhyun berbisik di telinga Sungmin, membuat jantungnya berdesir.

"A-apa?," Sungmin terkejut dengan panggilan Kyuhyun padanya.

"Bunny Ming. Panggilan itu cocok untukmu noona, karena kau menggemaskan seperti Kelinci," Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin hingga gadis itu dapat merasakan hembusan nafas Kyuhyun.

"K-kau jangan menghinaku. Usiaku sudah 23 tahun. Mana cocok panggilan itu untukku," Sungmin mengerucutkan bibir seksinya membuat Kyuhyun semakin ingin 'memakannya' saat itu juga.

"Benarkah? Tapi noona tidak kelihatan berusia 23 tahun. Kau masih pantas memakai seragam SMA noona," bisik Kyuhyun sedusif di telinga Sungmin membuat gadis itu langsung menjauhkan wajahnya dari Kyuhyun.

"Su-sudah pagi, cepatlah mandi. Aku akan menyiapkan sarapan untukmu," Sungmin berkata dengan gugup tanpa memandang Kyuhyun. Dengan cepat gadis itu berlalu dari kamar Kyuhyun dan menuju dapur tanpa menyadari seringai penuh arti dari bibir tebal milik Kyuhyun.

Sungmin pun segera menyiapkan sarapan dan bekal untuk Kyuhyun. Setelah selesai, ia menuangkan makanan kucing pada sebuah mangkuk kecil dan memberikannya pada Tsuki. Gadis itu membelai lembut kucing kesayangannya yang diberikan oleh Donghae. Tak beberapa lama kemudian Kyuhyun telah rapi dengan seragamnya dan bersiap berangkat ke sekolah.

"Kau mau kemana?," tanya Sungmin ketika melihat Kyuhyun sudah akan pergi.

"Tentu saja ke sekolah. Apa kau tak melihat aku memakai seragam?," jawab Kyuhyun santai.

"Sarapan dulu baru berangkat," perintah Sungmin.

"Tidak perlu. Aku nanti bisa beli di kantin sekolah," tolak Kyuhyun.

"Sudah kubilang selama tinggal disini kau harus patuh padaku!," Sungmin menatap galak Kyuhyun.

Tanpa berkata apa-apa Kyuhyun menuruti perintah Sungmin. Ia duduk di meja makan dan mulai menyantap sarapannya dengan cepat.

"Aku pergi," pamit Kyuhyun sambil menuju ke pintu.

"kau lupa membawa bekalmu," Sungmin menyerahkan bekal ke tangan Kyuhyun.

"Terimakasih..," kata Kyuhyun tanpa protes lagi.

"tunggu!"

"apa lagi?," Kyuhyun menoleh kearah Sungmin.

"Dompetmu," Sungmin meminta dompet Kyuhyun.

"Buat apa?"

"Pinjam sebentar."

Kyuhyun pun menyerahkan dompetnya ke tangan Sungmin. Dengan sigap gadis itu membuka dompet Kyuhyun dan mengambil semua kartu kreditnya lalu menyelipkan beberapa lembar uang disana.

"Hei...kenapa mengambil kartu kreditku?,"kyuhyun nampak gusar.

"Kalau membawa kartu kredit, pasti nanti kau bermain-main lagi dan tidak segera pulang. Aku akan mengembalikannya setelah kau pulang ke rumah kakakmu. Sebagai gantinya sudah kuberi uang untuk ongkos transportasimu."

"Heeh..terserah," desah Kyuhyun pelan.

Pemuda itu kemudian melangkahkan kakinya bermaksud pergi. Tetapi ketika baru beberapa langkah ia berhenti dan berbalik lagi menuju Sungmin.

"Ada apa lagi..hemph..."

Perkataan gadis itu terhenti ketika sebuah kecupan dari bibir Kyuhyun mendarat di bibirnya. Karena terlalu terkejut, ia tak bisa berkata apa-apa dan melakukan apapun. Sentuhan itu terasa lembut di bibirnya, membuat jantungnya berdetak dengan kencang.

"Annyeong...," kata Kyuhyun sambil tersenyum puas melihat reaksi Sungmin. Iapun segera melangkah pergi. Senandung lirih keluar dari bibirnya.

=0=

"Kyu, kau mau pergi les lagi?," tanya sahabat Kyuhyun yang bernama Changmin sepulang sekolah sambil berjalan beriringan menuju halaman sekolah.

"Sepertinya tidak. Rasanya malas sekali. Aku ingin mencari hiburan tapi sepertinya tidak bisa," Kyuhyun memasang wajah cemberut.

"Memangnya kenapa? Pakai saja kartu kreditmu itu. Kau bisa maendapatkan hiburan dimana saja yang kau inginkan."

"Tapi semua kartu kreditku disita oleh Sungmin noona, dan aku hanya diberi uang yang pas untuk ongkos transportasi saja," kesal Kyuhyun.

"Hahahahaha...kasihan sekali kau Kyu," Changmin malahan menertawakan penderitaan Kyuhyun yang sukses mendapatkan hadiah jitakan manis dari sahabatnya itu.

"Ish, sakit Kyuhyunnie!," desis Changmin sambil mengusap sayang kepalanya yang terkena jitakan Kyuhyun.

"Salah sendiri kau tertawa diatas penderitaanku."

"Karena itu lucu Kyu. Bagaimana bisa orang seperti dirimu dengan mudahanya tunduk dengan makhluk semanis itu? Ah, bagaimana kalau kau bersenang-senang dengannya saja? Katamu kau telah menemukan mainan baru bukan?," Changmin menggoda sahabatnya itu.

"Belum saatnya Min. Dia itu tipe perempuan kolot. Mana mungkin aku memaksanya dan berakhir dengan tuduhan aku telah memperkosanya. Aku harus membuatnya sukarela menyerahkan dirinya padaku," Kyuhyun menyeringai setan.

"Ck, kau itu benar-benar titisan iblis Kyu!," Changmin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan perilaku sahabatnya bernama Kyuhyun itu. "Ya sudah. Bagaimana kalau kau ikut aku saja," tawar Changmin.

"Kemana?," tanya Kyuhyun.

"Kau ingat Jaejoong noona kakak iparku kan?"

"Oh..istri hyung-mu Yunho yang cantik dan seksi itu?," cetus Kyuhyun dengan sumringah.

"Ish, jangan membayangkan kakak iparku dengan pandangan penuh nafsumu itu evil Kyu!," Changmin memelototi Kyuhyun yang tersenyum-senyum mesum.

"Hehehehe..maaf. Habis noona-mu itu memang sangat cantik dan seksi. Hyung-mu beruntung sekali mempunyai istri seperti dia," kyuhyun masih berwajah mesum.

"Hei, aku tidak sedang membahas kecantikan dan keseksian noona-ku itu Kyu...," protes Changmin.

"Lalu apa?," tanya Kyuhyun.

"Haah...dasar makhluk mesum! Kakaku Yunho sedang perjalanan dinas ke Jepang sudah 4 hari ini. Jae noona merasa kesepian. Jadi dia mengajakku karaoke. Jae noona juga mengajak temannya. Karena temannya itu perempuan, tentu saja aku tidak enak sendirian."

"Jadi kau memintaku menemanimu?"

"kau pintar sekali Kyu!," Changmin memeluk haru tubuh kurus Kyuhyun.

"Ish, lepaskan pelukanmu ini. Aku bukan gay Changminnie," Kyuhyun berusaha melepaskan pelukan Changmin yang bagai lilitan gurita itu.

"Kau kira aku juga bernafsu denganmu?," Changmin tak terima setelah melepaskan pelukannya pada kyuhyun.

"Apa temannya itu cantik dan seksi seperti Jae noona?," tanya Kyuhyun dengan antusias.

"Woi..dia itu sudah menikah sama seperti Jae noona Kyu. Jangan berpikiran yang macam-macam deh!," Changmin menjitak kepala Kyuhyun pelan.

"Itu tak masalah buatku selama dia cantik dan seksi hehehe..," Kyuhyun tertawa mesum.

"Hentikan kemesumanmu itu. Ayo cepat ikut aku. Jae noona sudah menunggu," Changmin langsung menyeret Kyuhyun masuk ke mobilnya.

=o=

"Noona, aku mengajak Kyuhyun," kata Changmin setelah memasuki ruang karaoke dimana Jaejoong dan seorang teman perempuannya menunggu.

"Tidak apa-apa Changminnie. Semakin banyak orang semakin menyenangkan. Bukan begitu Bom eonnie?," Jaejoong menoleh kearah perempuan dewasa berwajah cantik bertubuh seksi dengan warna rambut light brown dan sedikit sentuhan highlight warna blonde tergerai sepinggang. Dari pakaiannya terlihat bahwa perempuan itu seorang eksekutif muda dan berkelas.

"Tentu saja Jae," sahut temannya itu dengan senyum anggunnya.

"Changminnie, Kyuhyunnie, kenalkan ini seniorku waktu kuliah dulu. Namanya Park Bom," Jaejoong memperkenalkan temannya pada Changmin dan Kyuhyun.

"Annyeong Park Bom-ssi," sahut Changmin dengan sopan yang disambut senyuman anggun lagi oleh Park Bom.

"Annyeong Bom noona," Kyuhyun tersenyum pada Park Bom. Tidak, lebih tepatnya menyeringai sambil menatap penuh arti pada perempuan yang terlihat jelas sekali bahwa usianya diatas Kyuhyun bahkan lebih dari Jaejoong.

Selama satu jam mereka berempat bersenang-senang disana dan menyanyi bergantian.

"Aku permisi ke toilet sebentar," kata Park Bom pada Jaejoong sambil berdiri dari tempat duduknya.

"Perlu kutemani?," tawar Jaejoong.

"Tidak apa-apa, aku bisa sendiri," tolak Park Bom sambil tersenyum tipis lalu berjalan keluar ruangan itu.

"Aku juga mau ke toilet sebentar," ujar Kyuhyun sambil menepuk bahu Changmin.

Setelah sampai diluar pintu ruangan karaoke pandangan mata Kyuhyun segera mengejar sosok Park Bom yang berjalan menuju toilet. Setelah sosok perempuan itu menghilang dibalik pintu toilet wanita, Kyuhyun langsung menyusulnya.

"Hei, apa yang kau lakukan? Ini toilet wanita tahu!," Park Bom nampak terkejut ketika tiba-tiba lengannya ditarik seseorang dan ketika menoleh mendapati Kyuhyun disana.

"Ssst..jangan keras-keras noona. Nanti didengar orang," Kyuhyun meletakkan telunjuk kanannya didepan bibir perempuan itu. "Lagipula disini hanya ada kita sekarang." Kyuhyun lalu memerangkap tubuh Park Bom ke pintu.

"Ck, aku tidak suka melakukannya di toilet kotor seperti ini," cegah Park Bom ketika Kyuhyun mendekatkan bibirnya bermaksud mencium perempuan itu.

"Baiklah. Kau mau dimana noona?," tanya Kyuhyun sedusif.

"Sudah tidak sabar eoh? Tentu saja setelah ini selesai," Park Bom menatap wajah Kyuhyun sambil tetap dengan senyum anggunnya khas wanita kalangan atas.

"Hmm..tapi kau harus membayarku mahal Bom noona."

"Berapapun yang kau minta akan kuberi. Sekarang kembalilah kesana lagi karena aku mau ke dalam sana," kata Park Bom sambil menunjuk salah satu pintu kamar mandi.

Kyuhyun hanya mengedikkan bahu lalu keluar dari toilet wanita itu dan kembali ke ruangan tempat dimana Jaejoong dan Changmin berada.

"Cepat sekali Kyu. Bom-ssi saja belum kembali lagi," celetuk Changmin ketika Kyuhyun kemudian duduk disampingnya. Tapi sebelum Kyuhyun menjawab, Park Bom sudah muncul lagi.

"Maaf menunggu lama Jae," sesal Park Bom.

"Tidak apa-apa eonnie. Oiya, barusan suamiku menelefon kalau dia pulang dari Jepang lebih cepat 2 hari. Malam ini dia akan sampai dirumah, jadi aku harus pulang lebih dulu," kata Jaejoong pada seniornya itu.

"Ehm, ya sudah tidak apa-apa. Pulanglah dulu Jae. Jangan biarkan suamimu nanti menunggu. Apalagi sudah beberapa hari kalian tidak bertemu. Dia pasti merindukanmu," gurau Park Bom yang membuat wajah mulus Jaejoong bersemu merah.

"Eonnie..," rajuk Jaejoong malu-malu.

"Hahahaha..kau ini lucu suami sendiri masih malu-malu begitu," Bom tertawa renyah.

"eonnie, maaf aku harus pulang dulu. Lain kali kita bersenang-senang lagi," ujar Jaejoong sambil tersenyum manis.

"Kyu, aku mengantar Jae noona pulang dulu. Kau nanti bagaimana pulangnya?," tanya Changmin.

"Tidak apa-apa Changminnie. Aku naik taksi saja. Kau nanti antar Kyuhyun pulang," kata Jaejoong.

"Tidak Jae noona. Sebaiknya Changmin yang mengantarmu pulang. Nanti aku bisa pulang naik taksi saja," Kyuhyun buru-buru menolak tawaran Jaejoong yang menyuruh Changmin mengantarnya pulang.

"Baiklah kami pulang dulu Bom eonnie, Kyu," pamit Jaejoong yang diikuti oleh Changmin di belakangnya.

Sebelum siluet Jaejoong dan Changmin menghilang dibalik pintu, Park Bom langsung menghamburkan tubuhnya kearah Kyuhyun dan duduk diatas pangkuan pemuda kurus itu. Tanpa permisi perempuan itu menyambar bibir tebal Kyuhyun yang berwarna merah dan memagutnya dengan penuh nafsu.

"Sekarang siapa yang sudah tidak sudah sabar?," kekeh Kyuhyun setelah Bom melepaskan tautan bibirnya. "Apa kita akan melakukannya disini?," tanya Kyuhyun sambil mengedipkan sebelah mata.

"Hmm..apartemenku tak jauh dari sini," jawab Park Bom sambil meraih tangan Kyuhyun dan mengajaknya keluar.

=o=

Seharian ini Sungmin tak dapat berkonsentrasi bahkan dalam pekerjaan. Ia masih memikirkan apa maksud ciuman Kyuhyun. Dirinya masih bisa memaklumi ketika ciuman yang diberikan Kyuhyun di malam pemuda itu pulang dalam keadaan mabuk. Pasti itu karena Kyuhyun sedang tidak sadar. Tapi pagi ini meskipun semalam Kyuhyun mabuk, tapi kali ini ia sudah tidak dalam pengaruh alkohol lagi. Sungmin mulai merasa khawatir dengan sikap Kyuhyun karena Kyuhyun suka memanipulasi orang lain.

Sepulang kerja, Sungmin mampir dulu ke sebuah mini market untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Setelah itu, ia menuju ke sebuah restoran Eropa yang letaknya tak jauh dari situ karena ada janji bertemu dengan temannya. Sesampainya di dalam, pandangannya mengitari ruangan tersebut lalu menuju ke sudut ruangan ketika menemukan yang dicarinya.

"Bummie, Chullie eonnie...maaf aku terlambat, tadi belanja dulu," kata Sungmin sambil duduk di kursi dekat jendela di samping seorang gadis berwajah kelewat cantik dan bermata bulat.

"Tidak apa-apa, kami juga baru sampai 5 menit yang lalu," ujar gadis yang duduk di depannya bernama Kibum sambil mengulas senyum manisnya.

"Aku tidak bisa lama-lama kali ini," kata Sungmin.

"Kenapa? Suamimu kan tidak disini, jadi kamu bisa santai dong," kata Heechul kepada Sungmin.

"Eonnie, sekarang dirumahku ada adiknya Yesung oppa. Selama Ryeowook dan Yesung oppa pergi ke Eropa untuk berbulan madu, aku yang mengurusnya. Jadi dia sekarang menjadi tanggungjawabku," Sungmin menjelaskan pada Heechul.

"Apa dia masih kecil ?," tanya Kibum lembut.

"Tidak juga. Umurnya 17 tahun, sekarang kelas 3 SMA. Sepulang sekolah biasanya ia mengikuti bimbingan belajar. Aku harus membuatkannya makan malam."

"Oh... ya sudah tidak apa-apa. kami mengerti," Kibum memang selalu pengertian dan bersikap lembut.

"Dia kan sudah besar. Pasti bisa mengurus diri sendiri. Tidak apa-apa bukan kamu sedikit terlambat pulang. Setelah ini kita pergi karaoke yuk! Sudah lama kan kita tidak pergi bersama," Heechul mulai merajuk.

"Heenim eonnie, kita kan bisa pergi lain kali saja," Kibum mengingatkan.

"Tapi kan sekalian kita hari ini bisa bertemu. Besok-besok belum tentu kita ada waktu. Ayolah...kali ini saja kita bersenang-senang...," Heechul memaksa Sungmin.

"Tapi...," Sungmin sedikit berpikir, "Baiklah..,"akhirnya ia mengangguk setuju.

"Terimakasih..," Heechul tersenyum puas sambil memeluk Sungmin.

Mereka pun berbincang-bincang cukup lama sambil memakan hidangan yang telah mereka pesan. Setelah selesai, ketiga gadis itu menuju ke tempat karaoke.

Sungmin merasa cukup terhibur karena sudah lama ia tidak bersenang-senang. Ia merasa kembali ke masa remaja saat bersama kedua sahabatnya itu. Tak dapat dipungkiri bahwa ada rasa kesepian selama Donghae pergi dan selama ini ia mengusir rasa sepi itu dengan bekerja dan bekerja. Hingga larut malam ketiganya berada di tempat hiburan itu.

"Sudah jam 10 malam. Aku mau pulang dulu," kata Sungmin sambil beranjak dari tempat duduknya.

"Tunggu sebentar. Aku juga memanggil teman yang lain. Tak lama lagi mereka datang," cegah Heechul.

"Maaf, tapi aku harus pulang sekarang. Sampaikan saja salam buat mereka," Sungmin nampak menyesal karena tak bisa mengabulkan keinginan Heechul.

"Biarkan saja dia pulang dulu Heenim eonnie... Aku akan mengantar Minnie eonnie ke depan sebentar," Kibum berusaha membujuk Heechul.

"Hmm..baiklah. Hati-hati di jalan...," kata Heechul saat Sungmin dan Kibum beranjak pergi.

"Kau tidak perlu mengantarku keluar," Sungmin tak ingin merepotkan Kibum.

"tidak apa-apa. Lagipula hanya ke depan saja."

"Hmm..ya sudah," Sungmin tersenyum tipis.

Malam ini benar-benar melelahkan bagi Sungmin. ia berpikir sesampainya di apartemen dirinya harus membuatkan makan malam bagi Kyuhyun. Itu membuatnya semakin berat melangkah. Tetapi karena teringat bahwa Kyuhyun adalah titipan sepupunya, maka mau tidak mau ia harus melakukannya.

Pandangan mata Sungmin tertuju pada ruangan karaoke di hadapannya. Pintu itu sedikit terbuka karena ada 2 orang yang baru saja keluar dari sana. Mata bulatnya melebar ketika melihat pemandangan yang ada dalam ruangan tersebut. Seorang pemuda bersama seorang perempuan yang mungkin usianya diatas Sungmin. Perempuan itu duduk diatas pangkuan pemuda tersebut dan mereka bercumbu dengan panas diatas sofa. Sungmin mengenal pemuda itu. Benar, dia adalah Kyuhyun.

"Minnie eonnie, kenapa berhenti?," tanya Kibum keheranan, namun segera mengerti ketika melihat apa yang diperhatikan temannya. "Ayo kita pergi... Tidak sopan memperhatikan orang lain seperti ini," Kibum setengah menyeret Sungmin menuju keluar.

"Kyuhyun ...apa yang telah kau lakukan?," tanya Sungmin dalam hati. Ia tak percaya dengan yang baru saja dilihatnya.

=0=

Ckreek...

Pintu apartemen Sungmin dibuka dari luar. Kyuhyun melangkah malas ke dalamnya.

"Kenapa baru pulang?," tanya Sungmin ketika melihat Kyuhyun. Gadis itu telah menunggu Kyuhyun untuk menanyakan kejelasannya.

"Tadi kerumah teman mengerjakan tugas kelompok setelah pulang dari bimbingan belajar," jawab Kyuhyun datar sambil meletakkan pantatnya di atas sofa ruang tengah.

"Benarkah? Jangan bohong!," Sungmin berkata dengan gusar. Ia lalu mendekati Kyuhyun, mengamati pakaian yang dikenakannya. "Kenapa ada bau parfum perempuan di seragammu?"

"Ini parfum gadisku," jawab Kyuhyun lagi.

"Gadismu? Sekarang jawab dengan jujur Kyuhyun. Apa yang kau lakukan tadi?," Sungmin mulai tidak sabar.

"Baiklah..aku tadi bersenang-senang dengan kekasihku. Kau puas?," jawab Kyuhyun dengan santai.

"Sepertinya dia bukan kekasihmu, karena dia tidak kelihatan seusia denganmu... ," Sungmin menatap tajam Kyuhyun.

"Hah?," Kyuhyun menatap penuh tanda tanya pada Sungmin.

"Aku tadi pergi ke tempat karaoke dengan teman-temanku dan melihatmu melakukan perbuatan tidak senonoh dengan perempuan yang usianya jauh diatasmu. Kau bisa menjelaskannya padaku?"

Kyuhyun terdiam beberapa saat.

"Dia klienku," jawab Kyuhyun singkat.

"Klien?," Sungmin mencoba mencari jawaban lebih jelas dengan menatap intens wajah Kyuhyun.

"Dia membayarku dan aku memberinya kepuasan."

"Kau...menjual diri?," Mata bulat Sungmin melebar dan tubuhnya bergetar dengan hebat mendengar pengakuan Kyuhyun.

"Terserah kau mau menyebutnya apa. Kau telah menyita kartu kreditku, sedangkan aku butuh uang untuk bersenang-senang. Apa salahnya jika kugunakan kelebihanku untuk mendapatkan uang. Yang penting kami sama-sama mendapatkan keuntungan. Kalau mau kau juga bisa menggunakanku," Kyuhyun menyeringai dan berbisik di telinga Sungmin. Ia telah memerangkap tubuh sintal Sungmin dibawahnya.

"Le-lepaskan aku," Sungmin berusaha mendorong tubuh Kyuhyun dari atas tubuhnya namun sepertinya gagal karena tenaga Kyuhyun lebih besar darinya. Alarm tanda bahaya mulai terdengar di otak Sungmin apalagi ketika Kyuhyun tak menghiraukan rontaannya bahkan semakin mengeratkan tubuh mereka.

"Kalau kau mau. Kau juga bisa memakaiku noona. Aku bisa lebih memuaskanmu daripada suamimu," Kyuhyun lalu mengecup daun telinganya, kemudian menyapunya dengan menggunakan lidah, meninggalkan jejak-jejak saliva disana. Perlahan turun ke leher dan memberikan sentuhan-sentuhan disertai gigitan lembut.

"Hmmph...," Sungmin hanya menggigit bibir bawahnya menahan agar tak mengeluarkan desahan karena sentuhan tersebut. Ia telah pasrah karena sekuat apapun memberontak ttap saja tak bisa melepaskan diri dari kungkungan Kyuhyun. Gadis manis itu hanya bisa mengutuk dalam hati setiap kali sentuhan Kyuhyun mengenai kulit mulusnya.

Sementara itu tangan Kyuhyun memulai merayapi pinggang rampingnya, perlahan turun kebawah lagi. Menyentuh dan meremas kedua bulatan padat berisi yang masih tertutupi celana piyama tidur itu. Detik berikutnya tangan kanan Kyuhyun berpindah tempat dan telah melepas semua kancing bagian atas piyama tidur Sungmin. Matanya berbinar melihat pemandangan indah dihadapannya yang selama ini hanya dinikmati Donghae seorang. Kulit seputih susu nan mulus Sungmin kini dapat dilihatnya.

"Sudah kuduga sebelumnya. Tubuhmu sangat indah noona. Suamimu sangat beruntung," nafas Kyuhyun makin memburu. Ia langsung menaikkan penutup dada Sungmin yang berwarna merah marun itu tanpa melepaskan pengaitnya.

"Ja-jangan Kyu..," Sungmin memohon dengan memelas sambil berusaha menutupi dadanya yang telah terekspos.

"Kau akan menyukainya noona," kata Kyuhyun sambil melepaskan tangan Sungmin yang menutupi dadanya dan meletakkannya keatas. Setelah itu,diremasnya dengan gemas dua bulatan payudara Sungmin. Milik Sungmin tidak terlalu besar sekali tapi juga tak bisa dikatakan kecil. Ukurannya sangat pas, masih terlihat padat dan kencang, apalagi dengan dua tonjolan kecil yang berwarna merah muda semakin membuatnya terlihat indah. "Oh, aku belum pernah menyentuh yang seperti milikmu noona," gumam Kyuhyun dengan sedusif disertai desahan. Semula ia hanya mengusap-usap dua tonjolan mungil berwarna pink itu dengan ibu jarinya, tapi karena merasa gemas, Kyuhyun mulai mencubiti dan sesekali memilin-milinnya membuat Sungmin terbuai oleh sentuhannya dan tubuhnya mulai lemas. Gadis itu masih saja menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah. Ia tak mau mengalah dari Kyuhyun yang telah melecehkannya. Hal itu disadari Kyuhyun. Ia segera meraup belahan bibir plum Sungmin, melumatnya dengan kasar sehingga mau tak mau akhirnya Sungmin membuka bibirnya.

Kyuhyun telah menghentikan ciumannya. Ia lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Sungmin. "Mendesahlah Ming. Aku ingin mendengar suara indahmu," bujuk Kyuhyun sambil tetap menyentuh Sungmin. Sungguh kali ini Sungmin ingin menampar mulut tak sopan Kyuhyun yang seenaknya menyebut namanya tanpa embel-embel noona. Tapi tentu saja itu tak bisa dilakukannya saat ini.

Berikutnya sentuhan tangan Kyuhyun tergantikan oleh mulutnya. Bibir tebal Kyuhyun mengecupi dua tonjolan merah muda milik Sungmin secara bergantian. "Rasanya pasti sangat manis seperti dirimu," Kyuhyun mulai menjulurkan lidahnya, bermain-main dan memutari sepasang areola pink yang mulai menegang itu membuatnya semakin terlihat menantang untuk disentuh lagi. Dengan rakus bagaikan bayi yang menyusu pada ibunya, Kyuhyun kemudian meraup dan melumatnya kasar dan kadang menghisapnya disertai gigitan-gigitan kecil yang membuat Sungmin merasakan geli sekaligus nikmat.

"K-Kyu...ah..," sungguh kali ini Kyuhyun berhasil membuat Sungmin mengeluarkan desahan dan tanpa sadar menjambak rambut Kyuhyun lalu menekan kepalanya agar mencumbu lebih dalam lagi. Bibir plumnya sedikit terbuka dan butiran keringat mulai membasahi pelipisnya karena Kyuhyun telah berbuat nakal dengan menggesek-gesekkan bagian pribadinya yang masih tertutupi celana dengan bagian pribadi milik Sungmin.

Sungmin merasakan sensasi membangkitkan gairahnya yang sudah lama tak dirasakannya. Kyuhyun mampu membuatnya terbuai dengan sentuhannya. Bahkan ia merasa kini bagian pribadinya mulai basah. Tangan kanan Kyuhyun yang menganggur pun mulai menggerayangi perut datar Sungmin, sementara yang sebelahnya lagi dengan terampil meyusup kebalik celana piyama yang dikenakan gadis manis itu, mencari-cari sesuatu yang tertutupi celana dalamnya. Disaat Kyuhyun mencumbunya, tiba-tiba bayangan wajah Donghae yang terlintas menyadarkannya. Sungmin segera melepaskan sentuhan Kyuhyun pada tubuhnya dengan mendorongnya. Kali ini berhasil karena disaat mencumbunya, Kyuhyun sedikit mengendurkan pegangannya pada tubuh Sungmin.

"Kenapa? Bukankah kau tadi menikmatinya? Bahkan yang dibawah sana sudah basah," Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin yang memerah sambil menunjuk bagian bawah tubuh Sungmin.

Sungmin merasa marah karena Kyuhyun berusaha memanfaatkan kelemahannya. Gadis itu bermaksud menampar Kyuhyun, namun dengan sigap Kyuhyun menahan tangannya.

"Aku tidak suka tamparanmu. Kalau kau belum siap, aku akan menunggumu," Kyuhyun mengecup pipi gadis itu lalu berlalu menuju kamarnya. Meninggalkan Sungmin yang masih mematung di tempatnya dan suasana hati yang tidak menentu.

TBC

Gomawo yang udah pada baca & review ^^