AI: cepet amat lu apdet?
Gue: ya dong. gueh gitu looch
ai: terserah lo ajah!
Gue: ya, tapi gpp nih gue pasangin lo ama sasu?
ai: ...
geu: ya udah deh. kita mulai aja ya! ^^
Di sekolah Konoha Gakuen atau lebih dikenal Konoha High School, kembali terjadi gemparan hebat karena berita heboh. Mau tau? Bukan karena ada orang hilang lagi, tapi sebuah foto kiss antar Ai dan Itachi yang dipotret Kakuzu semalam saat pesta. Foto itu dimasukkan ke pesbuk, tuiter, kaskus, de el el. Tak hanya itu, Konan sebagai penyebar koran "Konoha's Daily" saat ini berpindah profesi menjadi penyebar foto "kenangan indah itu". Bahkan guru" pun di perlihatkan. Termasuk si TSUsu Na geDE alias Tsunade yang sudah panas wajahnya. Bukan karena marah atau segala macam, tapi kepengen(dasar guru gak becus!).
Di apartemen dimana Ai berada
Disitu Ai sudah siap segalanya. Hatinya berbunga-bunga sekali karena soal pesta itu. Dengan senang hati, dia pergi ke sekolah tanpa pamit.
"Nona! Mau kemana?!" Onna langsung mencegah.
" Menurutmu kemana?"
" Ke sekolah."
" Terus, kenapa nanya?"
" Aku cuma ingin menjemput nona."
" HAH? Jemb*t?"(maaf disensor)
" Jemput, nona! JEMPUT~! Dasar kuping gak pernah beribadah!"
" Hehe, ya udah. Yuk!"
Sementara Itachi yang sudah berada di kelas XI-2, teparlah sudah. Dia harus menjawab apa yang ditanyakan oleh para murid" tentang kisahnya saat pesta itu. Otoutonya yang juga mendengar kabar itu langsung kaget dan menemui aniki-nya itu ke kelas kakaknya.
" ANIKI!" panggil Sasuke sambil mendobrak pintu kelas XI-2.
" Hm, apa Otouto?" jawab Itachi malas(reinkarnasi Shikamaru, nih. Hehe)
" Benar Aniki pacaran dengan wanita setan itu?"
" Siapa wanita setan?"
" Ukh. Ai Enma, Aniki!"
" Oh, iya. Mang napa? Iri?"
Sasuke kaget atas pengakuan kakaknya itu.
" Huhh. Ya nggaklah. pokoknya, aku gak mau tau ya Aniki! Aniki harus kasih tau gimana ceritanya! Are you understand?"
" Ya, ya, Otouto! tapi tidak sekarang. Nanti saja saat istirahat!"
Sasuke meninggalkan kakaknya yang terpuruk itu.
~Sasuke POV~
Kenapa hatiku berdebar-debar ya. Apa aku menyukai Ai? Ah, bohong. Masa' aku suka dengan si setan itu. Cuih! Mau muntah rasanya!
~Normal POV~
Di depan gerbang, Ai dan Hone Onna berhenti di sana.
" Em, baiklah. Sampai sini. Hati-hati, nona."
" Oke. Terima kasih."
" Em, wanita yang mengantar Ai! Kemari!"
Hone Onna yang baru saja akan kembali ke apartemen,harus berbalik lagi ke gerbang.
" Ada apa?"
Tsunade kini menatap tajam Ai. Ai merinding.
"Kau, Ai Enma! Follow me!"
Ai malah tetap diam dan mengambil handphone smartphone'a(nyolong itu! mentang" dia gadis neraka). Dia mulai mengakses sesuatu dan mengutak atik handphone'a.
" Tidak ada."
" Apanya yang tidak ada, Ai?"
" Tapi di follow kan? gak ada twittermu!"
" Koplok! Maksudku ikuti aku! bukan maen tuiter! Kau, yang berbaju seksi, ikut juga denganku!"
Akihirnya mereka mengikuti Tsunade ke ruang Kepsek.
Di ruang kepsek, Ai dan Hone Onna menunggu apa yang akan dikatakan Tsunade.
" Em, Ai. Apa kau tidak asing dengan benda ini?" tanya Tsunade sambil memegang foto kiss itu.
Glek! Ai menelan ludah.
" Ada berita bagus buat kalian!"
" Apa?"
" Em, siapa namamu wanita seksi?"
" Onna."
" Nah, kau menjadi pengganti Shizune mulai hari ini!"
" Siapa Shizune itu?"
" Dia guru kelas XI-2! Dia sakit. Jadi kau menjadi guru mulai sekarang!"
'Iyes~~!Mulai hari ini, aku akan melindungi nona lebih dekat!' kata inner Onna(gk cuma Sakura ma Ino aja yang punya).
" Nah, Onna. Mari kuantar. Ai, kekelas sekarang. Pelajaran sudah mau dimulai."
" Baik!"
Kelas XI-2
Kelas itu ricuh sekali seperti pajak" di seluruh Indonesia(Wow). Tapi berhenti ketika Tsunade memasuki kelas itu bersama Onna yang kini menjadi guru.
" Em, anak" semua."
" Ya, sensei~."
" Ini, kita ada guru baru pengganti Shizune. Namanya Onna."
" Baik, kau mengajar sekarang. Silahkan!"
Tsunade meninggalkan Onna yang senang" entah kenapa. Tapi, ada seseorang yang dikenalnya di kelas itu. Yang duduk di sebelah manusia tumbuhan. Wajah bertindik dan berambut durian si pemuda itu juga kaget.
" a...AAAAAHHH! KAAAUUU!"
Pein spontan berdiri. Honne Onna sudah tidak tahan lagi untuk memarahi ketua genk itu. Beruntung status dia kini menjadi guru. Pein sendiri geregetan.
" A...aa...aaa...kuu..."
" Kau..."
Suasana tegang dan memanas. Hone Onna menatap Pein secara kejam dan parah! Zetsu sendiri juga ketakutan.
" Siapa namamu?" tanya Onna sinis.
" Pe..Pein, sensei..."
Hone Onna mendekatkan wajahnya ke wajah Pein. Konan cemburu!
Suasana semakin memanas. Tegang, penuh misteri, dan penuh kekejaman. Semakin lama Onna menatap, Semakin tegang suasana. Dan akhirnya...
" Kau kumaafkan atas kejadian kemarin! Ini hukumanmu!"
Plak! Cup!(hayo, apa itu?). Suasana jadi ber-ooooowwwhhh-ria. Pein sendiri kaget.
' Kyaaa... cowok bertindik ini manis buangeeedd! Loph U! Loph U!' inner Onna berbicara(seleranya kurang bagus! masa' yang dipilih Pein?)
Rupanya Onna menampar sekaligus mencium pipi kanan Pein. Dasar tante" gak punya selera pilih cowok!
" BRAKK!" suara penggaris milik Zetzu di banting ke meja Itachi yang dibelakang meja Pein. Semua diam dan diam. Kembali belajar...
Di kelas Ai, ada pemindahan tempat duduk. Kurenai uang menentukan.
" Mukuro! Pindah ke tempat Ai! Shino! Ketempat Ai! Ai, pindah ke meja Shino. Kau duduk bersama Sasuke!"
" UAAPAA?!" Teriak Ai dan Sasuke serempak.
" Jangan banyak ompong eh omong! Sekarang Ai, cepat pindah!"
Ai membawa tasnya dan duduk di samping Sasuke.
" Awas! aku mau duduk situ!"
Sasuke menggeser kursinya sehingga jarak mereka jauh-jauhan meski sama meja. Mereka berdua mendengus kesal.
Di tengah pelajaran, Ai lagi-lagi menggeser bangkunya. Sepertinya dia risih kalau duduk di dekat makhluk uchiha tersebut. Dikit-dikit di geser, dikit-dikit di geser. Benar-benar wanita yang benar-benar risih dengan pantat ayam ==".
" IWAK PEYEK! IWAK PEYEK! IWAK PEYEK NASI JAGUNG! SAMPE TUE! SAMPE NENEK! SKOLAH KHS TETAP DISANJUNG!"
Bel baru di sekolah itu berbunyi dengan nyaring. Sang guru sejarah yaitu Reborn(?) membereskan buku-bukunya dan bersapa pada murid"nya.
" Nah, pelajaran sudah selesai. Para murid, silahkan keluar untuk istirahat!"
Guru itu pun keluar, disusul para murid lainnya. Yang tersisa sedang berbincang-bincang dan melakukan hal gaje. Kira-kira seperi ini:
1. Mukuro & Naruto
" Mukuro-chaaaann! Ayo kita main bola!"
" Chan chun chan chun! Lo pikir gue apaan hah? Panggil dengan inisial kun kek! San kek! Jangan Chan! Lo pikir gue anak-anak?!"
Naruto pundung
2. Ino dan Kagamine Rin (singkat)
" Kagamine Rin! Ke kantor guru segera!"
Rin: pergi ke kantor guru.
Ino: nyusul(singkat kan?)
3. Kagamine Len, Neji, & Tenten.
*Dimulai pertama dari Tenten!*
" Len-kuuuunn! Temani aku ke kantin yuuuuukk!"
*Lalu disambung dengan Neji*
" Noooo! Noooo waaaayyyy! Tidaaak, Tenten! Kau itu my LIFE! My SWEETHEART!"
*Len bicara*
" Ya, Tenten. Neji bilang padaku kau itu sweetheartnya Neji. ^^"
*Tenten sadar dan memeluk Neji dengan erat*
" Maafkan aku, honey. Aku janji tidak akan begitu lagi!"
*Dan kisah Romeo & Juliet berakhir XD*
4. Sakura dan Hatsune Miku
" Miku, coba kau nyanyikan ini!" Sakura berkata sambil memberikan kertas berisi sebuah lirik lagu.
Miku: Membaca lirik lagu, dan teriak.
" HUAAAA! LAGU BATAK?! MANA BISA GUE NYANYIINNYA!"
Sakura: pundung.
Ya begitulah. Kita mulai POV karakter kita. Dimulai dari sekarang~!
~Sasuke POV~
Aku pergi ke kelas aniki tercintaku. Tapi bisa dibilang tidak karena dia telah memacari orang yang kubenci. Loh? Tunggu! Kenapa aku gak suka kalau aniki pacaran dengan hantu tersebut? Apalagi hatiku sakit sekali begitu mendengar Itachi berhubungan dengan Ai. Dan.. saat Ai duduk di sampingku saja... hatiku merasa menjadi hangat. Tentram. Meski wajahku menunjukkan rasa tidak suka. Ya, sungguh. Aku tidak bohong. Tapi, sebenarnya apa mau hatiku ini? Cih merepotkan.
Saat aku sampai di depan kelas, aku melihat hal yang tidak asing bagiku. Ya. Itu! Ai dan Itachi. Mereka sedang berduaan. Hatiku jadi berdebar tak karuan. Kenapa? Apa yang kurasakan ini? Hatiku sakit. Sakit seperti ditusuk oleh sebuah pisau yang tajam nan menyakitkan. Dan juga...aku...
Ah, mereka datang ke arahku. Apa yang harus kulakukan? Sembunyi? Tidak! Kakiku tak bisa bergerak! Oh tidak. Kalau mereka tau kalau aku disini, akan hancur reputasiku. Kenapa? Nanti dikira aku menyukai Ai! Wops! Tinggal sedikit lagi mereka mendekatiku dan...
AH! Mereka hanya lewat. Tidak memperdulikanku. Fiuh, syukurlah. Tunggu! Kenapa tiba-tiba hatiku menjadi semakin sakit? Ai tidak menyapa. Tidak menyapaku. Dia hanya berfokus pada Itachi. Lewat seperti angin berlalu. Mungkinkah... aku...
~Ai Enma POV~
Aku lihat tadi ada Sasuke di hadapanku dan Itachi. Tapi aku biarkan saja. Anehnya, hatiku menjadi sedih. Dia tak menyapa. Ya, dia tak menyapa. Hatiku sangat pedih. Tapi, bukannya aku senang? Aku berada di samping Itachi? Tidak. Tidak ada rasa cinta pun padanya. Memang, saat pertama aku berpacaran dengan Itachi, masih ada rasa cinta yang mengembang. Tapi lama-lama hilang. Dan saat aku duduk di samping Sasuke, hatiku tentram. Tapi kenapa inginnnya geser bangku melulu ya? Abaikan! Aku sangat ingin menjauhi Sasuke. Tapi tidak bisa. Ah, mungkinkah...
~Normal POV~
Di kantor guru, Onna lagi senyum-senyum sendiri sambil menyentuh bibirnya. Dah tau kan maksudnya? Ya, bangga sekali dia baru nyium anak berpierching itu. Wajahnya yang sedikit memerah sangaaat mempesona untuk kalangan tante-tante berwajah muda. Apalagi sekarang Kakashi cuma kesengsem ma Onna.
" Em, Onna. Kau tidak apa-apa?"
Onna tersentak kaget.
" Ah, Kakashi-san. Ada apa?"
" Tidak ada. Miskol doang."
" Kalo miskol jangan sama saya. Sama Anko sono!"
" Ribet tau. Auh ah."
" Ya udah. Jangan manggil gue dong. COTT!"
" Ya."
Saat itu, Kakashi mulai pergi. Tetapi terdengar isak tangis dari Anko. Kakashi pun melerainya.
" Anko, kenapa kamu menangis?"
" Heh! Muka mesum! Siapa yang lagi nangis! Ini gue lagi pipis lewat mata! COTT!"
Kakashi heran. Emang bisa kayak gituan? Lihat wajah Kakashi yang keheranan, Anko berkata.
" Ya iyalah gue nangis. Gimana seh?"
Ooooh. Begitu. Kakashi mengangguk-angguk. Ya iya. Kalau emang beneran pipis lewat mata, berarti nangisnya lewat *piiiip*(disensor). =="
Pulang sekolahnya, Ai jalan sendiri. Dia tak ingin bersama siapapun. Aneh. Padahal dia pacarnya Itachi, kan? Memang, Itachi itu pacarnya Ai sekarang. Padahal baru aja pacaran. Hal yang aneh.
Saat itu Ai berjalan pulang ke apartemen. Tiba-tiba ada yang menyentuh bahunya. Spontan Ai kaget dan latah ==".
" Eh, cicakjatuhgakbilangbilang!"
Ai segera melihat ke belakang. Rupanya Onna yang menepuk bahunya itu.
" Oh, kamu. Bagaimana pekerjaanmu itu?" tanya Ai.
" Bisa dibilang mengesankan."
" Oh.."
Ai hanya berkata singkat. Dia kehabisan kata-kata untuk berbicara.
Di mansion Uchiha
Sasuke mengetuk kamar anikinya yang warna pintunya hitam bercorak putih merah. Dia membuka pintunya dan malah terdengar teriakan.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
" WWWAAAAAAAAA!"
BLAM!
Pintu kembali ditutup Sasuke. Dia tidak tau. Bahwa Itachi sedang ganti baju. Setelah beberapa lama, Itachi membuka pintu kamarnya.
" Aduh, Otoutu! Kalo mau masuk ketuk dulu kek! Langsung masuk aja."
" Maaf! Aku kan gak tau. Lagipula, aku tadi dah ngetok pintu kok!"
" Oh, ya udah. Masuk!"
" Thanks."
" Emang kamu mau apa, Otouto?"
" Tolong beritahu aku. Bagaimana cara kau bisa suka pada Ai. Seperti yang kutanya saat disekolah itu!"
Itachi diam. Dia baru ingat. Kalau adiknya berktanya seperti itu saat di sekolah.
" Baiklah. Akan kuceritakan secara ringkas."
~Itachi POV/Saat kedatangan Ai~
Ada berita asing bagiku. Murid baru. Cewek. Apa hubungannya? Entahlah. Tapi saat itu, Dei dan Konan menceritakan hal itu saat dikelas.
" Dei-chan, murid barunya datang hari ini loh."
" Benarkah? Wah, di kelas mana un?"
" Ya, di kelas X-1. Sayang ya. Gak di kelas kita."
" Tapi aneh, un. Masa' ada murid baru setelah hilangnya Suigetsu?"
" Benar, Dei. Aneh. Tapi gpp lah. Ya kan?"
" Ya."
Itulah yang kudengar. Hadeh, bikin merepotkan saja. Cerita beralur saat aku dan anggota akatsuki pada mendekati Ai. Saat aku melihatnya, hatiku berdebar. Wajah Ai cantik sekali. Aku ingin sekali memacari gadis ini. Tapi, Ai sangat ketakutan. Apa cara kami mendekatinya terlalu menyeramkan? Aku mau berbicara dengan Ai, taunya sudah dibawa kabur oleh Sakura Haruno.
Cerita beralur lagi saat aku berada di markas genk Akatsuki. Aku disuruh Konan membakar semua majalah mesum milik Pain. Aku membakarnya. Tapi begitu Pain tau, dia malah menyalahkanku. Cuih! Saat itu pun Pain mengancam aku tidak akan di beri jatah uang sebesar 50.000.
" Kau tidak akan dapat uang jatah, Itachi!"
" Ampun deh, Pain. Kasih 1 kesempatan lagi dong. Atau kasih tuntutan kek!"
Pain berpikir sejenak. Wajahnya sudah menunjukkan hal yang tidak-tidak.
" Baik. Itachi, kau dapat tuntutan! Yaitu, kalau kau tidak menyatakan perasaanmu pada orang yang kau sukai maka kau tak diberi uang jatah dan hal kau bermain mata dengan Sasuke!"
Aku shock. Siapa orang yang kusukai? Heh? Siapa? Aku bingung. Akhirnya aku memperdalam lagi pikiranku. Setelah beberapa lam, aku tau. Aku menyukai Ai Enma. Ya, aku menyukainya. Baru sadar aku. Ya sudah. Aku mengakui. Saat pesta itu, aku menyatakan perasaanku pada Ai. Ai tampak biasa" aja. Tapi aku yakin. Dia pasti terkejut.
Saat itulah aku resmi pacaran dengan Ai. Aku harap aku bisa selalu dekat dengan Ai saja. Hanya itu keinginanku.
~ITACHI POV END, NORMAL POV ON~
Sasuke mendengar cerita Itachi. Sasuke pergi meninggalkan Itachi. Dia pergi meninggalkan rumahnya. Saat keluar, dia menemui Ai. Orang yang dia benci selama ini.
" Ai!"
Ai menoleh. Sasuke memeluknya tiba".
" If I'm Love You, Ai. What should you do?(Jika aku mencintaimu, Ai. Apa yang kau lakukan?)"
Ai kaget. Dia tau artinya. Sebenarnya apa yang terjadi?/
TBC...
