MISTAKE

Author: ParkByun92

Cast: Chanyeol, Baekhyun, and OCs.

Disclaimer: All the cast exclued OCs belong it their management, fans, dan families

YAOI!

Enjoy Readers!

Sorry for Typo!

Summary: Ini kesalahanku karena tidak membuatmu lebih mencintaiku, seperti aku mencintaimu. "Mungkin benar kata LuHan Hyung, dia memang tidak mencintaiku"/"Saranghae ..."

Disaat aku mulai lelah dengan perasaan ini…

Kau kembali membuatku yakin akan cinta itu.

.

.

BaekHyun menerawang jauh diluar sana melalui jendela perpustakaan. Sudah 1 jam ia berdiam diri di perpustakaan. Hati nya sedang tidak baik dari 2 hari yang lalu, dimana ia dan ChanYeol kembali melakukan Sex. BaekHyun teringat akan perkataan ChanYeol.

"Byun BaekHyun hanya milik Park ChanYeol."

BaekHyun tersenyum sinis. Memang benar Byun BaekHyun milik Park ChanYeol, tapi apakah Park ChanYeol milik Byun BaekHyun? Tidak, tidak mungkin ChanYeol milik BaekHyun jika ChanYeol masih berhubungan dengan KyungSoo. BaekHyun tidak bisa sepenuhnya menyalahkan KyungSoo, karena yang memulai itu semua adalah Park ChanYeol.

BaekHyun tidak tau harus melakukan apa, jika ia menemui KyungSoo dan berkata jangan mendekati ChanYeol, apa KyungSoo akan menuruti keinginannya? Tapi bagaimana jika nanti KyungSoo malah mengatakannya pada ChanYeol, BaekHyun yakin hanya ada 1 kemungkinan untuknya. ChanYeol akan meninggalkannya.

BaekHyun tidak ingin ChanYeol meninggalkannya, karena BaekHyun bertahan hidup hanya untuk ChanYeol. Mungkin kalian akan menganggap BaekHyun gila, atau apapun itu, tapi BaekHyun punya alasan tersendiri mempertahankan ChanYeol di sisi nya.

BaekHyun pernah mencoba tidak memperdulikan ChanYeol selama beberapa hari, tapi tetap saja rasa rindunya tak terbendung. BaekHyun tetap mencari ChanYeol, sekali ketemu BaekHyun harus menelan pil pahit. ChanYeol kembali berciuman dengan KyungSoo. BaekHyun ingin marah, tapi ia tak bisa. BaekHyun ingin mengatakan pada ChanYeol jika ia memiliki rasa lelah dengan hubungan ini, tapi BaekHyun terlalu takut untuk berbicara pada ChanYeol.

Jadi, yang dilakukan BaekHyun hanya diam dan bersembunyi.

Manusia mempunyai batas kesabaran, dan BaekHyun tahu itu. Tapi entah kenapa kesabaran didalam dirinya belum meledak untuk Park ChanYeol. BaekHyun ingin menyelesaikan ini semuanya tapi selalu saja hati nya tidak rela jika ia berpisah dengan ChanYeol, BaekHyun selalu saja memikirkan Park ChanYeol.

BaekHyun kembali membuang nafasnya lelah, berdiam diri di perpustakaan membuatnya hatinya semakin sesak. Sebenarnya hari ini BaekHyun tidak ada jadwal apapun, tapi BaekHyun begitu bosan hanya berdiam diri di apartment. BaekHyun fikir pergi ke perpustakaan bisa membuat dirinya bersemangat kembali, tapi saat sampai di perpustakaan yang ia lakukan hanya melamun. Sia-sia saja ia pergi ke perpustakaan.

"BaekHyun!."

BaekHyun tersentak saat sebuah suara yang begitu familiar terdengar. BaekHyun mengerjapkan matanya lucu saat mengetahui Kris duduk disampingnya.

"Hey BaekHyun, kau melamun?." Tanya Kris saat BaekHyun hanya diam memandang wajahnya.

BaekHyun tersadar akan keterkejutannya. Namja manis itu menggeleng dengan senyum malu-malu.

"Aku tidak sengaja melihatmu di jendela perpustakaan, kau mau menemaniku minum coffee? Aku bosan berkeliaran sendirian di universitas seluas ini."

Kesempatan bagus. Dengan begitu BaekHyun bisa melupakan kejadian 2 hari yang lalu. BaekHyun tidak berbohong jika berada didekat Kris terasa nyaman, ia merasa ada yang melindungi.

"Baiklah."

"Assa! Kau tenang saja, aku akan membelikanmu coffee dan makan siang yang enak."

Tanpa sadar Kris menggandeng tangan BaekHyun. BaekHyun terkejut, tak pernah sekalipun ia bergandengan tangan dengan seseorang terkecuali LuHan Hyung-nya. Kris orang kedua yang berani menggandeng tangan BaekHyun. Jadi ini rasanya bergandengan dengan Namja yang kau kagumi, rasanya begitu menggembirakan di hati.

"Oh maaf BaekHyun." Ucap Kris saat tersadar akan pegutan kedua tangan itu.

"Tak apa Hyung."

Hyung?

BaekHyun memang memanggil Kris Hyung, karena umur Kris tak beda jauh dari LuHan. Lagipula ini keinginan Kris sejak kemarin malam. Kata Kris, BaekHyun harus memanggilnya Hyung karena Kris sudah menganggap BaekHyun adik nya sendiri.

Kedua nya kembali berjalan menuju mobil Kris. Kali ini Kris ingin mengajak BaekHyun untuk minum coffee. Kris kasihan dengan BaekHyun hanya melamun dengan wajah sendunya, BaekHyun pasti memiliki masalah yang sulit. Kris ingin sekali tau, tapi ia sadar posisinya saat ini, dia baru saja berkenalan dengan BaekHyun. Tidak mungkin bukan jika ia mencampuri masalah orang lain.

Selama perjalanan ke café langganan Kris, BaekHyun hanya melamun menatap luar jendela. Kris heran dengan sikap diam BaekHyun, sikap BaekHyun yang pendiam seperti ini membuatnya tidak nyaman. Kris sekekali melirik BaekHyun melalui ekor matanya. Entah perasaan Kris saja atau memang BaekHyun semakin hari semakin kurus.

"BaekHyun-ah, kajja." Ajak Kris saat mobil yang ia kendarai terparkir apik didepan café. BaekHyun hanya mengangguk dan mengikuti langkah Kris memasuki café.

BaekHyun memandang takjub interior café yang baru saja ia masuki, tak pernah sekalipun BaekHyun membayangkan datang ke café super nyaman ini. Lantai marmer berwarna coklat dengan dinding barbahan kayu. Kris tersenyum kecil melihat wajah takjub BaekHyun, Namja tampan itu mempersilahkan BaekHyun duduk.

"Kau boleh memesan apapun yang kau suka, jangan sungkan."

BaekHyun tersenyum manis.

"Gomawo Hyung."

Kris tersenyum melihat wajah BaekHyun yang kembali berseri, Kris tidak suka dengan wajah sendu BaekHyun. Sangat disayangkan wajah manis BaekHyun tertutupi.

Setelah 15 menit, akhirnya BaekHyun dapat merasakan pasta tuna nya. BaekHyun begitu memikmati pesanannya, demi tuhan BaekHyun belum pernah merasakan pasta seenak ini. BaekHyun harus berterima kasih pada Kris.

"Mmm.. maaf Baek,"

BaekHyun mendongakkan kepalanya, dan betapa terkejutnya Namja mungil itu melihat Kris sedikit mencondongkan tubuhnya dengan tangan yang menjulur ke arah bibirnya. Tubuh BaekHyun membeku seketika saat jarak antara wajahnya dan wajah Kris begitu dekat, BaekHyun dapat merasakan jari Kris mengusap ujung bibirnya, sekarang BaekHyun mengerti apa yang akan dilakukan Kris.

Tapi keterkejutan BaekHyun tidak sampai disitu saja. Setelah noda saos itu hilang, BaekHyun dikagetkan dengan tangan yang mencekal pergelangan tangan Kris. BaekHyun maupun Kris segera menolehkan wajahnya. Yatuhan, malaikat pencabut nyawa sedang ada di didepannya.

"Jadi ini selingkuhanmu Byun BaekHyun."

BaekHyun segera bangkit dari duduknya dan menatap Namja itu cemas. Namja itu akan salah paham akan situasi ini.

"ChanYeol-ah ini bukan seperti yang-"

"Diam BaekHyun! Ku fikir kau akan mencari selingkuhan yang lebih dariku BaekHyun, tapi lihat? Ck, Namja ini tidak ada apa-apanya."

Ya, itu Park ChanYeol. Jangan tanyakan bagaimana ChanYeol bisa di café itu, jawabannya hanya satu. ChanYeol mengikuti BaekHyun pergi dengan Kris. Bukan berarti ChanYeol cemburu akan keduanya, Namja itu hanya ingin tau kemana Namja asing itu membawa BaekHyun. Ya, hanya itu.

ChanYeol menghempaskan tangan Kris dengan kasar, berani sekali Kris mengambil miliknya. BaekHyun hanya miliknya, semua orang harus tau itu.

Lalu pandangan ChanYeol beralih pada BaekHyun yang menunduk takut, Namja tinggi itu mencengkram lengan BaekHyun hingga Namja itu meringis kesakitan, tapi tetap saja ChanYeol tidak peduli. ChanYeol menarik lengan BaekHyun untuk pergi dari café itu, tapi Kris lebih dulu menggapai pergelangan tangan BaekHyun.

"Sialan! Sebenarnya kau siapa, hah?! Dan hey.. lepaskan cengkraman mu itu, BaekHyun kesakitan!."

ChanYeol tersenyum miring.

"Aku Park ChanYeol, kekasihnya. Kau mau apa?! BaekHyun milikku, jadi aku bisa melakukan apapun padanya!."

Setelah itu ChanYeol benar-benar menarik lengan BaekHyun hingga pegangan tangan Kris di pergelangan tangan BaekHyun terlepas. Kris menatap punggung keduanya dengan wajah bingung. Jadi selama ini BaekHyun memiliki kekasih?

Sedangkan itu, ChanYeol membawa BaekHyun menuju mobilnya dan menghempaskan Namja mungil itu kursi penumpang lalu ChanYeol menyusul menempati kursi sopir. Keduanya hanya diam beberapa saat, hingga akhirnya mobil ChanYeol meninggalkan parkiran café. BaekHyun tidak tau ChanYeol akan membawanya kemana, sedari tadi BaekHyun hanya menunduk tak berani berbicara sepatah katapun.

20 menit kemudian BaekHyun merasakan mobil yang dikendarai ChanYeol berhenti. BaekHyun melirik kearah luar jendela, BaekHyun terkejut bercampur heran saat ChanYeol membawanya pulang. Seorang Park ChanYeol mengantarkan Byun BaekHyun pulang. Luar biasa.

"Turun dan jangan pergi kemanapun." Ucap ChanYeol. BaekHyun menatap wajah ChanYeol yang begitu datar. Dengan gerak pelan BaekHyun keluar dari mobil ChanYeol, setelah ia keluar tanpa mengucapkan apapun lagi, ChanYeol pergi dengan mobilnya. BaekHyun menghembuskan nafas kasar.

BaekHyun bingung akan perasaannya sendiri.

.

.

"Jadi Park ChanYeol adalah kekasih BaekHyun?." Tanya Kris sekali lagi pada LuHan. Setelah kejadian 30 menit yang lalu, Kris menghubungi LuHan untuk ke café tempatnya minum coffee dengan BaekHyun, dengan heran LuHan mengiyakan ajakan Kris.

Dan disinilah dia, duduk berhadapan dengan Kris dan mengatakan jika ChanYeol memang kekasih BaekHyun.

"Ya.. bisa dibilang begitu sih."

Kening Kris berkerut akan perkataan LuHan.

"Maksudmu? Ada apa dengan kata 'bisa dibilang begitu'?."

LuHan menggulirkan kedua matanya malas. Berhubungan dengan Park ChanYeol membuatnya begitu muak. BaekHyun menderita karena Park ChanYeol, membahas ChanYeol sama akan membahas kematian BaekHyun.

"ChanYeol itu brengsek, kau harus tau itu!."

"Lalu?."

LuHan jadi gemas dengan Kris.

"Lalu? Ck, apakah kau tidak tahu perilaku biadab ChanYeol, hah?! Selama ini kau kemana saja Kris!."

"Aku tidak terlalu suka dengan urusan orang lain, jadi ke-brengsekan ChanYeol bagaimana? apakah begitu parah? Dari yang ku lihat ChanYeol begitu cemburu saat melihatku dan BaekHyun minum coffee bersama."

LuHan yang meminum coffee nya tersedak hebat. Ucapan Kris ini begitu membuatnya kaget, dengan bantuan Kris, LuHan bisa meredakan rasa sakit di tenggorokannya.

"Apa?! Cemburu? Kau bercanda!."

"Apanya yang bercanda LuHan, ChanYeol begitu marah tadi."

LuHan masih menatap Kris tidak percaya. ChanYeol cemburu? LuHan menggelengkan kepalanya. Selama ini dengan siapapun BaekHyun pergi, ChanYeol tidak akan peduli. Bahkan jika BaekHyu sakit hingga masuk rumah sakit, ChanYeol tetap tidak peduli. Tapi apa yang dikatakan Kris baru saja, seorang Park ChanYeol cemburu disaat hubungan BaekHyun dan ChanYeol lewat 1 tahun.

"Ck, terserah kau mengatakan apa. Asal kau tau saja, BaekHyun begitu tersiksa ada didekat ChanYeol. Jadi, Kris…. Bisakah kau menjaga BaekHyun untukku?."

Kris terkejut bukan main. Menjaga BaekHyun? Dirinya? Oh tidak Kris harus memeriksa kepala LuHan agar tidak berfikiran seenaknya.

"Kenapa harus aku?! BaekHyun sudah memiliki kekasih, seharusnya kau mengatakan itu pada Park ChanYeol."

"Hey! Bukankah sudah ku katakan, BaekHyun begitu TERSIKSA berada didekat ChanYeol. Lagipula kalian cocok untuk bersama."

Kris menatap jari-jarinya bimbang. Dia cocok bersama BaekHyun, lalu bagaimana dengan….

"Maaf LuHan aku tidak bisa. Aku ….. "

.

.

Seoul 19.00 PM

BaekHyun berjalan dengan lesu di trotoar. Malam ini ia kembali bekerja di supermarket, meskipun suasana hatinya begitu buruk, ia tidak bisa meninggalkan pekerjaan wajib nya. Jika ia tidak bekerja, maka BaekHyun tidak makan selama 1 bulan.

BaekHyun mengerutkan keningnya aneh. Ia merasa jika ada seseorang yang mengikutinya, dengan gerak cepat BaekHyun membalikkan tubuhnya. Sepi. BaekHyun tidak menemukan siapapun di belakangnya. Tapi disaat ia ingin membalikkan tubuhnya, seseorang menyekap mulut dan hidungnya dengan sapu tangan.

BaekHyun meronta didalam kukungan seseorang itu. Sial! BaekHyun merasakan kepalanya begitu pening, seseorang yang berada dibelakangnya ini memberikan obat bius pada sapu tangan itu.

Disaat kesadaran BaekHyun begitu minim, BaekHyun terkejut dengan seseorang yang tersenyum miring didepannya.

"Hay BaekHyun…"

2 jam kemudian…

BaekHyun terbangun dengan sakit kepala teramat sangat. BaekHyun merasakan kepalanya seperti terhantam benda keras hingga membuatnya meringis kesakitan. Tapi tidak dikepalanya saja, BaekHyun juga merasakan kedua pergelangan tangannya diikat sangat kencang hingga BaekHyun merasakan perih.

BaekHyun merinding saat hawa dingin menyerang tubuhnya. Dengan terkejut BaekHyun membuka matanya dan melihat keadaannya.

Entah apa yang dilakukan penculik itu BaekHyun berakhir dengan terduduk diranjang bersandar di dasbor, kedua tangannya diikat disisi ranjang. Dan membuat BaekHyun ternganga, dirinya tidak mengenakan pakaian apapun terkecuali boxer merah nya. BaekHyun mencoba melepaskan ikatan itu, tapi percuma saja ikatan itu terlalu kuat hingga merobek kulitnya.

"Arrrgghhh! Yatuhan siapa yang melakukan ini?!." Erang BaekHyun ketika ia merasakan pergelangan tangannya semakin menjadi.

BaekHyun memejamkan matanya mengingat siapa yang berani melakukan ini padanya. Seketika BaekHyun ingat jika ada seorang Namja didepannya saat ia hampir tak sadarkan diri. Matanya terbelangak saat mengingat Namja itu. Tidak mungkin! BaekHyun tidak yakin akan ingatannya, tapi BaekHyun melihat dengan jelas jika Namja itu ada didepannya dengan senyum menakutkan.

"Cho KyuHyun.."

Yeah, wajah Namja itu yang BaekHyun lihat. Otak BaekHyun mencari jawaban kenapa KyuHyun, teman yang bekerja sama dengannya di supermarket itu melakukan ini padanya. BaekHyun tidak pernah bertengkar dengan KyuHyun. Selama ini keduanya baik-baik saja, tapi kenapa KyuHyun melakukan ini padanya.

CEKLEK..

BaekHyun terkesiap saat mendengar suara pintu yang dibuka. Mata sipitnya membulat saat melihat siapa yang datang menemuinya. Tidak salah lagi, Namja itu memang Cho KyuHyun.

"Hay BaekHyun, kau sudah bangun rupanya." Ucap KyuHyun dengan senyum miringnya. BaekHyun menatap KyuHyun marah. Selama ini BaekHyun fikir KyuHyun Namja yang baik, tapi kenyataannya sangat berbanding terbalik. Bahkan KyuHyun dapat melakukan ini padanya.

"Brengsek! Apa yang kau lakukan denganku?!."

"Ck, aku tidak melakukan apapun BaekHyun."

"Apa kau bilang, tidak melakukan apapun?! Lalu siapa yang membawaku kesini dan mengikatku seperti ini!." BaekHyun berteriak marah.

"Itu bukan aku BaekHyun, tapi-"

"Oh, dia sudah bangun?."

BaekHyun mengerutkan keningnya saat seorang Namja masuk kedalam kamar dimana ia disekap. BaekHyun tidak tau siapa Namja itu, dia terlihat asing bagi BaekHyun.

"Kau lihat Namja disampingku ini? Dia yang melakukan ini padamu."

Siapa Namja itu? Kenapa ia tega melakukan ini padanya. Selama ini BaekHyun tidak pernah mencari masalah dengan siapapun dan orang asing ini seenaknya menyekapnya disini, ditempat yang BaekHyun tak tau didaerah mana ini.

"Kau pasti bingung siapa aku ini. Ck, perkenalkan aku Jung DaeHyun."

Jung DaeHyun? Siapa Namja itu?

"Kau kenal Park ChanYeol, BaekHyun?."

Park ChanYeol, mendengar nama itu BaekHyun terkejut bukan main. Apa hubungan Namja ini dengan ChanYeol? Tidak mungkin Namja ini suruhan ChanYeol. ChanYeol tidak pernah menggunakan orang lain untuk menyakitinya.

"Dia kekasihmu, bukan? Ya, dia memang kekasihmu. Dan kau begitu bodoh menjadi kekasihnya."

"Ada hubungan apa kau dengan ChanYeol?!." Teriak BaekHyun dengan tatapan mata tajam.

DaeHyun tertawa kecil lalu berjalan mendekati ranjang. BaekHyun meringkuk mencoba menjauhi Namja asing ini. DaeHyun membelai pipi halus BaekHyun dan mendaratkan ciuman dibibir BaekHyun. BaekHyun mencoba meronta, tapi percuma saja. Dia tak bisa melepaskan diri.

"Okey DaeHyunnie, tugasku sudah selesai. Selamat bersenang-senang dengan kekasih barumu." Ucap KyuHyun lalu berlalu dari kamar itu dan mengunci pintu. BaekHyun terkejut, ia berada disatu ruangan dengan Namja asing yang menyekapnya, BaekHyun ketakutan. Belum lagi ia tidak berpakaian lengkap, ketakutan BaekHyun semakin menjadi.

"Ck, tidak salah aku menyekapmu. Kita lihat apa yang dilakukan kekasihmu ketika melihatmu tersiksa seperti ini."

DaeHyun mengambil kain yang tak jauh dari nakas meja dan memasangkannya dimulut BaekHyun. BaekHyun berteriak histeris tapi suaranya terendam akan kain itu. DaeHyun tersenyum, Namja itu membuka sabuk yang ia pakai dan menatap sabuk itu dengan senyuman liciknya. BaekHyun menggelengkan kepalanya tidak mau, entah apa yang akan dilakukan DaeHyun pada dirinya, BaekHyun tidak akan pernah mau.

PLASH..

Sabuk itu mengenai paha kanan BaekHyun hingga membekas merah dipaha putih BaekHyun. BaekHyun berteriak kesakitan, air matanya berlomba-lomba untuk turun.

PLASH..

PLASH..

"AKHH.. Hiks Hiks.."

2 cambukan kembali dihantamkan pada paha BaekHyun. BaekHyun merasakan perih pada kedua pahanya. Rasanya seperti tersengat listrik berdaya tinggi. Tak sampai disitu saja, DaeHyun tetap mencambuk BaekHyun hingga seluruh tubuh BaekHyun lebam karena terlalu kerasnya cambukan itu.

"Hiks.. Hiks.. Chanmmpp.." BaekHyun mencoba memanggil ChanYeol meskipun BaekHyun tau ChanYeol tidak pernah akan datang.

"Shit! Jangan panggil Namja brengsek itu! Kau tau BaekHyun, ChanYeol yang membunuh adikku! Dia pembunuh BaekHyun! PEMBUNUH!." DaeHyun berteriak marah dan kembali mencambuk BaekHyun.

BaekHyun hanya bisa menangis merasakan tubuhnya remuk.

"Dia, Park ChanYeol telah menghamili adikku lalu meninggalkan adikku. Adikku terluka BaekHyun, dia terluka hingga ia memutuskan untuk bunuh diri! Ini semua karena kekasih brengsekmu itu!."

BaekHyun mendengar semuanya dan betapa sakit hatinya mendengar fakta itu. ChanYeol memang tidak langsung membunuhnya tapi ChanYeol yang menyebabkan bunuh diri itu terjadi.

"Ck, setelah ini aku akan mengirimkan fotomu. Kita lihat, apakah dia masih peduli padamu."

CEKRIK

1 foto telah didapat oleh DaeHyun dan segera ia kirim pada ChanYeol. DaeHyun ingin ChanYeol juga merasakan kehilangan orang yang dicintainya. Dan BaekHyun orang yang dicintai ChanYeol, benarkah?

"Okey, setelah ini kau akan tau bagaimana rasa sakit yang adikku rasakan."

DaeHyun tersenyum licik saat mengambil pisau dapur yang berada di nakas samping tempat tidur. BaekHyun membulatkan matanya saat silau pisau itu mengenai matanya. Apakah DaeHyun akan membunuhnya?

"Bersiaplah BaekHyun." DaeHyun mendekati BaekHyun dengan tawa kerasnya.

.

.

ChanYeol menatap KyungSoo dengan wajah amat datar. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan KyungSoo tiba-tiba saja datang ke apartmentnya.

"Ada apa KyungSoo?."

KyungSoo mengerutkan keningnya. Kenapa ChanYeol menjadi ketus padanya?

"Kau tidak menyuruhku masuk?."

"Aku ingin keluar, kalau kau ada perlu kau bisa mengatakannya di Universitas besok."

ChanYeol keluar menutup pintunya lalu berjalan menjauhi KyungSoo, tapi baru 5 langkah berjalan, KyungSoo memeluk punggung ChanYeol menyuruh Namja itu berhenti. ChanYeol hanya diam, tidak merespon apapun saat KyungSoo terisak dipunggungnya.

"Kenapa kau menjauhiku? Hiks.. hiks.."

ChanYeol menghembuskan nafasnya kasar, dengan sekali hentakan kedua tangan KyungSoo telah terlepas diperut ChanYeol. ChanYeol berbalik menghadap KyungSoo yang menundukkan kepalanya.

"Apa maumu?."

"Aku bertanya kenapa kau 2 minggu ini menjauhiku ChanYeol?!." KyungSoo membentak marah. ChanYeol menatap KyungSoo remeh.

"Aku hanya takut ada seseorang yang salah paham akan hubungan kita."

KyungSoo mendongakkan kepalanya menantang menatap ChanYeol. "Siapa? BaekHyun? Ck, bukankah itu yang kau mau? Atau jangan-jangan kau-"

"Bukan BaekHyun, tapi tunanganmu."

Tubuh KyungSoo membeku seketika. Tunangannya?

"Aku tau semuanya. Kau, Do KyungSoo tunangan dari Kim JongIn. Aku benarkan?."

"ChanYeol…"

"Bilang pada tunanganmu untuk menjauhi BaekHyun, BaekHyun milikku. Dan mulai detik ini, kita hentikan perjanjian itu!."

"ChanYeol…"

Drttt… Drrrtt…

ChanYeol merasakan ponselnya bergetar ada 1 pesan masuk. Kalau biasanya ia menghiraukan pesan itu tapi entah kenapa ia sangat ingin tau pesan dari siapa itu. Kening ChanYeol berkerut saat menemukan pesan dari nomor yang tak dikenal. Dengan segera ia membuka pesan itu. Dan ChanYeol terkejut bukan main. BaekHyun-nya…

Dengan langkah terburu-buru ChanYeol meninggalkan KyungSoo yang menangis tersedu. Tak peduli dengan KyungSoo, BaekHyun-nya harus selamat.

From: XXXXXXXXXXX

*Photo*

Kau lihat siapa itu ChanYeol? Ck, bagaimana? Apa aku keterlaluan pada kekasihmu? Tidak bukan? Aku hanya memberi gambaran akan sakit hati adikku. Tenang saja, besok kau akan bertemu dengannya. Disaat kekasihmu MATI!

.

.

ChanYeol menatap GPS pada mobilnya dengan tajam. Sebentar lagi ia akan sampai di tempat pengirim itu tinggal. ChanYeol tidak susah mencari tau siapa dia, karena Namja itu berkali-kali mencoba membunuhnya. Namja gila yang tak terima adiknya mati. ChanYeol rasa ia tak salah apapun, Yeoja itu saja yang terlalu cinta padanya dan mau memberikan apapun padanya. Jadi, siapa yang bodoh disini?

ChanYeol menatap rumah itu dengan tangan mengepal. Ia harus menyelamatkan BaekHyun, tapi sial! Ada 10 penjaga yang menghalangi jalannya. ChanYeol harus cepat melawan 10 penjaga itu jika ingin BaekHyun tetap hidup. Dengan bersenjata pistol, ChanYeol keluar dari mobilnya.

Baru saja ia turun, ke-10 penjaga itu menyerangnya dengan berbagai serangan. Ada yang hampir menusuknya dan ada juga yang menembaknya, tapi dengan cepat ChanYeol menghindar.

SLASH..

"ARGHH.." ChanYeol mengerang kesakitan saat sala satu penjaga itu menggores pisaunya di lengan kiri ChanYeol.

DOR!

10 penjaga itu terkapar tak berdaya di aspal. ChanYeol berhasil melawannya meskipun ia mendapatkan luka sobek di lengan kirinya. ChanYeol berlari mencari BaekHyun dengan menahan rasa perih dilengannya, sedari tadi ChanYeol mencengkram lengannya untuk memberhentikan darah yang tak ada habisnya menetes.

ChanYeol mendengar jeritan seseorang dilantai atas, tanpa menunggu lagi ChanYeol berlari dan mendobrak satu persatu kamar di lantai atas.

BRAK!

ChanYeol menggertakkan giginya saat melihat pemandangan didepannya. ChanYeol tak habis pikir dengan Jung DaeHyun. Diranjang itu DaeHyun menggores lengan BaekHyun hingga BaekHyun berteriak kesakitan. Belum lagi sekujur tubuh BaekHyun lebam entah karena apa.

BUGH!

"Sialan kau Jung DaeHyun!."

ChanYeol memukul DaeHyun seperti orang kesetanan. ChanYeol tidak peduli dengan lukanya, Namja itu tetap memukuli DaeHyun hingga Namja arogan itu terkapar tak berdaya. ChanYeol yakin DaeHyun belum mati, itu berarti DaeHyun akan terus membalas dendam padanya, maka cara satu-satunya adalah membuat DaeHyun mati.

DOR!

ChanYeol menembak DaeHyun tepat di jantungnya. Beberapa detik kemudian DaeHyun terkapar tak berdaya.

ChanYeol mendongakkan kepalanya dan melihat BaekHyun menangis menatapnya dengan wajah pucat. BaekHyun pasti kehabisan darah. Ada 3 sayatan dilengan kanannya. ChanYeol mendekati BaekHyun dan melepaskan ikatan dimulut BaekHyun dan kedua pergelangan tangan BaekHyun. ChanYeol memakai penutup mulut itu untuk mengikat lengan BaekHyun, dengan begitu darah BaekHyun tidak terlalu banyak keluar.

"Tenang BaekHyun, kita akan keluar dari sini." Gumam ChanYeol lalu menggendong BaekHyun. ChanYeol harus membawa BaekHyun ke apartment BaekHyun.

Sesampainya di mobil, ChanYeol melepaskan pakaiannya atasnya dan memakaikannya pada BaekHyun. Selama perjalanan ke apartment BaekHyun, ChanYeol menghubungi dokter pribadinya. BaekHyun harus ditolong secepatnya.

"Kau harus bertahan BaekHyun!."

20 menit kemudian, tanpa membuang waktu lagi ChanYeol menggendong BaekHyun membawanya ke apartment Namja mungil itu. Didalam apartment, dokter pribadi ChanYeol telah datang dengan orang kepercayaan ChanYeol.

"Kau harus menolongnya, dia kehabisan darah!."

Dokter itu mengangguk lalu mulai mengobati BaekHyun, ChanYeol hanya melihat dari ambang pintu. Jujur saja, ia tidak tega dengan penyembuhan itu. BaekHyun terlihat pucat dengan nafas memburu, beberapa kali juga BaekHyun mengerang kesakitan. ChanYeol tidak bisa melihatnnya.

"Mmm.. permisi Tuan, tapi Tuan ChanYeol juga terluka. Apa tidak sebaiknya Tuan ChanYeol juga mengobati luka sayatan itu? Takutnya terinfeksi."

ChanYeol menatap lukanya dan BaekHyun bergantian. Ya, dia juga harus mengobati lukanya. "Baiklah." Pengawal itu membantu ChanYeol untuk mengobati luka ChanYeol.

1 jam kemudian, ChanYeol masuk kedalam kamar BaekHyun dengan wajah super datar. BaekHyun sudah tenang dalam tidurnya setelah dokter menjahit lengannya. ChanYeol meringis dalam hati saat sang dokter bilang jahitan di lengan BaekHyun begitu banyak. Memang sialan si brengsek Jung DaeHyun.

ChanYeol mengedarkan pandangannya pada kamar BaekHyun, Namja itu berkeliling melihat apa saja yang BaekHyun simpan. ChanYeol tersenyum miring melihat foto kecil BaekHyun di meja belajarnya. ChanYeol menyelusuri setiap foto di meja belajar BaekHyun, hingga ada 1 foto yang membuatnya terkejut bukan main.

Foto keluarga Byun.

.

.

Keesokan harinya BaekHyun terbangun karena merasa lengan kanannya terasa sakit. Kemarin malam yang ia ingat adalah seorang dokter mengobati lukanya dan setelah itu ia tidak sadarkan diri. BaekHyun mengerjapkan matanya, ia ingin tau dimana ia tinggal kali ini.

BaekHyun mencoba duduk di ranjang, meskipun ia merasakan sakit yang teramat sangat ia juga harus tau dimana ia sekarang. BaekHyun bernafas lega saat mengetahui ia kembali ke apartmentnya. Setelahnya BaekHyun mengedarkan pandangannya dan matanya terpaku pada seorang Namja yang tidur di sofa dengan lengan kiri dibalut perban sama seperti dirinya.

Disana, BaekHyun dapat melihat ChanYeol tidur dengan tidak nyaman. BaekHyun menatapnya begitu sendu.

ChanYeol menyelamatkan hidupnya. ChanYeol bersikap peduli padanya. BaekHyun marah, marah karena ChanYeol peduli padanya disaat hati BaekHyun mulai lelah dengan semuanya. BaekHyun ingin menyerah, tapi sikap ChanYeol yang seperti ini membuatnya kembali ragu. Apakah ia harus berpisah pada ChanYeol?

"ChanYeol-ah, kau membuatku kembali yakin akan cinta ini."

TBC

Huhuhu telat update lagi… maafkan aku readers. Author sibuk banget hari-hari ini, jadinya gak bisa update cepet. Maaf. Maaf. Maaf banget! Maka dari itu sebagai permintaan maaf, Chapter 4 lumayan panjang.. hehehe maaf juga kalau ceritanya semakin lama semakin aneh, semakin gak menarik, tapi tetep ini pemikiran sendiri.

Chapter depan kayaknya sih udah END, ehhh? END atau TBC ya hehehe

So, jangan lupa REVIEW lagi.. :p