Fanfiction HunKai.
Cast : Jongin!Chibi, Sehun!Chibi
Genre : I am not sure..
Summary : Sehun diajak Chanyeol dan Baekhyun berlibur ke Pulau Jeju! Sehun tentu saja mengajak Jongin bersamanya, bagaimana usaha Sehun membuat kekasih manisnya itu terkesan padanya? SeKai/HunKai. Chibi. One Shoot.
"Hyung! Hyung! Ayo bangun! Kita ke pantai!" Ah, sial. Anak ini selalu begini jika sudah bersemangat. Menyesal rasanya mengajak bocah ini berlibur, Chanyeol membatin masih dengan mata terpejam. Lengannya diguncang-guncangkan tangan mungil adiknya.
"Iya..pesawatnya masih beberapa jam lagi. Biarkan Hyung tidur sebentar lagi ya.." Chanyeol berkata dengan suara serak.
"Jangan tidur lagi Hyung! Kita mathih haruth menjemput Jongin dan Baekhyun Hyung!" Anak laki-laki itu masih belum menyerah membangunkak kakak laki-lakinya.
"Baiklah, baiklah. Hyung bangun." Chanyeol menyerah dan mendudukkan dirinya dikasur agar adiknya itu tahu jika ia sudah bangun dan berhenti membuat keributan. "Kau sekarang mandi ya, Hyung akan menelepon Baekhyun." Begitu ia memberi perintah, adiknya langsung berlari keluar kamar. Tidak lama kemudian terdengar pintu yang ditutup dengan kencang, pertanda adiknya sudah masuk kedalam kamar mandi. Chanyeol geleng-geleng kepala, ia jadi bertanya-tanya, jika ia menyuruh adiknya untuk lompat ke dalam jurang kira-kira mau tidak ya?
"Hyung! Hyung! Thehun sudah mandi!" Chanyeol yang baru saja turun dari kasur dan mengambil handuk merasa jantungnya nyaris melompat keluar dari tubuhnya untuk kedua kalinya pagi ini.
"Kenapa cepat sekali? Kau benar-benar mandi tidak?!" Chanyeol mendekatkan hidungnya pada rambut adiknya yang basah. Tidak ada wangi shampoo sedikitpun. "Ayo mandi yang benar bersama Hyung! Jongin tidak akan mau dekat-dekat dengan cowok bau seperti kau!" Chanyeol menggandeng adiknya untuk memasuki kamar mandi lagi. Sehun hanya terus melompat-lompat penuh semangat mengikut langkah kakaknya.
Musim panas sudah tiba di Kota Seoul, pada liburan musim panas kali ini Chanyeol berinisiatif untuk mengajak kekasihnya serta Sehun—dan Sehun ngotot mengajak Jongin meskipun Chanyeol sebenarnya juga sudah menyiapkan biaya liburan untuk Jongin juga—untuk berlibur di Pulau Jeju! Hasil kerjanya selama berbulan-bulan mengajar bermain gitar secara privat tidak sia-sia, Chanyeol bisa berlibur di Pulau Jeju selama empat hari tiga malam.
Chanyeol tidak tega melihat adiknya dan Jongin hanya bermain dirumah saja selama musim panas karena orang tua mereka yang sibuk bekerja, jadilah keempat orang itu kini berada didalam taksi menuju bandara.
"Hyung, apa kauth kaki Mickey Thehun yang kembaran dengan Jongin thudah Hyung bawa?" Sehun bertanya cemas.
"Sudah." Chanyeol menjawab tenang.
"Kalau piyama Thehun yang Mickey?"
"Sudah juga."
"Hmm..kalau—"
"Sudah Hyung bawa semua. Boneka Mickey yang diatas meja belajarmu, celana dalam Mickey-mu empat potong, lalu sikat gigi Mickey juga sudah Hyung bawa semua." Chanyeol tahu jika Sehun akan menanyakan semua barang-barang itu.
"Kalau Jongin thudah bawa celana dalam kembaran kita belum?" Sehun bertanya polos. Pertanyaan singkat namun mampu membuat supir taksi yang membawa mereka ke bandara mengeluarkan bunyi tersedak karena menahan tawa. Chanyeol dan Baekhyun sedikit merasa malu pada pertanyaan yang diajukan Sehun.
Jongin menundukkan wajahnya dan diam. Chanyeol dan Baekhyun sedikit tenang karena Jongin tingkahnya tidak sebegitu memalukan Sehun. Jongin memang sedikit lebih dewasa dari Sehun dan pembawaannya selalu tenang.
"Jongin cuma bawa dua saja soalnya yang lain masih belum kering. Tapi kemarin mama Jongin membelikan Jongin dan Sehun celana dalam Mickey baru! Jongin bawakan untuk Sehun didalam koper!" Rupanya diamnya Jongin bukan karena malu dengan pertanyaan yang Sehun ajukan, tapi karena merasa bersalah tidak bisa menepati janjinya pada Sehun untuk memakai celana dalam kembar selama di berlibur di Pulau Jeju. Ternyata Jongin sama memalukannya dengan Sehun. Chanyeol menyesal sudah memuji tingkah dewasa Jongin meskipun hanya dalam hati.
Chanyeol bertanya-tanya kapan kedua bocah itu akan bersikap sedikit lebih dewasa dan tidak mengatakan atau melakukan hal memalukan seperti itu didepan umum, Apakah dia dulu juga seperti itu bahkan ketika sudah kelas dua sekolah dasar?
Perjalanan menuju bandara tidak begitu berisik didalam taksi karena dua bocah pembuat onar masih mengantuk dan belum sarapan. Setelah setengah jam perjalanan akhirnya keempat orang itu sampai juga.
"Sehun dan Jongin jangan sampai terpisah ya. Bandara benar-benar sangat ramai libur musim panas seperti ini." Baekhyun menggandeng kedua tangan anak-anak tersebut, sedangkan Chanyeol kerepotan membawa barang-barang milik mereka.
"Hyung bantu thaja Chanyeol Hyung. Thehun dan Jongin tidak akan terpithah kok. Thehun akan menggandeng tangan Jongin teruth, dan tidak akan berlarian." Sehun berkata penuh keyakinan pada Baekhyun. Sehun kasihan melihat Chanyeol kewalahan mendorong dua troli diantara manusia-manusia yang memenuhi bandara.
"Janji pada Hyung kalian tidak akan terpisah dan berbuat nakal ya?" Baekhyun mengulurkan jari kelingkingnya pada Sehun. Setelah Sehun mengikat janji dengan kelingkingnya, giliran Jongin yang disodorkan jari kelingking Baekhyun. Sebagai anak kecil, janji dengan menggunakan kelingking adalah level perjanjian yang paling tinggi. Mengingkari janji kelingking bisa membuat mereka tidak dapat permen cokelat.
Baekhyun membantu Chanyeol mendorong troli dan segera check in untuk penerbangan mereka. Dua anak kecil itu terus mengekor dibelakang Chanyeol dan Baekhyun sambil memperhatikan tempat yang sama sekali baru untuk mereka. Ini adalah pertama kalinya Sehun dan Jongin ke bandara dan akan naik pesawat. Segala hal yang mereka lihat begitu menakjubkan dimata mereka. Mesin pemeriksaan barang bawaan ketika mereka masuk, lalu wrapping plastic untuk koper, dan yang jelas toko-toko yang menjual bermacam permen warna-warni.
"Sehun kita belum sarapan, jadi kita tidak boleh makan permen dulu." Jongin melihat Sehun yang sedari tadi memandangi estalase yang dipenuhi permen berwarna cerah.
"I-iya. Thehun hanya thedikit tergoda kok." Sehun segera mengalihkan pandangannya dari benda warna-warni tersebut dan memandang wajah mengantuk Jongin.
"Jongin mathih mengantuk thekali?"
"Tidak kok. Nanti kalau Jongin sudah minum susu akan langsung bersemangat." Jongin menjawab jujur. Kebiasaannya minum susu setiap pagi memang masih rutin ia jalani, dengan minum susu hangat Jongin seperti langsung mendapat energi. Kebiasaan ini sebenarnya ditularkan oleh Sehun, pacar kecilnya itu sangat suka minum susu sampai-sampai selalu membawa susu kemanapun ia pergi. Jongin selalu Sehun beri susu setiap hari, jadi bertahun-tahun mengenal Sehun, Jongin jadi terbiasa minum susu setiap hari.
"Ah iya. Thehun juga belum thempat minum thuthu tadi pagi."
"Jongin bawa susu dua kotak kok buat Sehun dan Jongin. Nanti kita minum bersama-sama ya." Jongin sepertinya sudah sangat siap bepergian hari ini.
"Benar? Apa thuthunya ratha cokelat?"
"Iya. Susu kesukaan Sehun." Sehun tersenyum cerah. Jongin benar-benar perhatian padanya, membuat Sehun menggenggam tangan Jongin lebih erat. Sehun senang sekali jika Jongin membawakannya makanan atau memakai barang pemberiannya, atau seperti sekarang ini, wajah malu-malu Jongin ketika ia beri senyuman super tampannya.
"Nah, sudah selesai. Ayo sekarang saatnya minum susu kalian." Chanyeol tiba-tiba mengejutkan Sehun dan Jongin yang sedang saling memandang. Sehun tidak pernah bosan memandangi wajah Jongin yang baginya semakin hari semakin manis, apalagi jika wajah manis itu selalu malu-malu ketika ia terus-terusan menatapnya. Jongin juga tidak pernah jenuh mengamati wajah tampan Sehun, ia yakin jika sudah dewasa nanti Sehun akan jauh lebih tampan dari Chanyeol.
"Kalian kenapa saling menatap seperti itu?" Chanyeol mengernyit heran pada Jongin dan Sehun yang saling melempar senyum malu-malu. Kadang Chanyeol sedikit iri dengan hubungan manis Jongin dan Sehun yang masih polos dan sederhana, mereka jarang sekali bertengkar dan jika pertengkaran itu muncul pemicunya hanyalah masalah sepele yang akan selesai dalam lima belas menit.
"Jangan melihat Jongin theperti itu!" Alis Sehun mengernyit tajam. Sehun menarik Jongin lebih dekat dengan dirinya saat ia mengetahui Chanyeol memandangi Jonginnya. "Ayo Hyung minum thuthu! Jangan melihat Jonginku theperti itu!" Sehun mendorong Chanyeol agar segera berjalan dan membelikan sarapan untuk mereka.
Chanyeol sendiri tidak tahu harus berkata apa melihat Sehun yang begitu protektif pada Jongin. Benar-benar mengingatkan Chanyeol pada dirinya ketika Baekhyun dipandangi oleh cowok-cowok dikampusnya. Chanyeol merasa kemiripannya dengan Sehun terlalu banyak dan itu membuat Chanyeol merasa seram. Melihat Sehun seolah seperti sedang melihat dirinya sendiri.
—
"Sehun! Jongin! Jangan berjalan-jalan tanpa pengawasan Hyung atau Baekhyun Hyung. Jangan mau diajak pergi atau menerima pemberian siapapun." Chanyeol memberikan peringatan-peringatan pada Sehun dan Jongin. "Yang paling penting, kalian pakai ini. Kalau kalian tersesat carilah orang yang memakai seragam hijau dan menunjukkan ini padanya." Chanyeol memberikan sebuah kertas bertuliskan namanya, nomor teleponnya dan juga hotel dimana mereka bermalam.
"Baik Hyung!" Jongin menjawab patuh.
"Baik Hyung!" Sehun membeo kekasihnya.
Liburan musim panas ini sepertinya Pulau Jeju menjadi tujuan utama para wisatawan. Tidak ada tempat wisata yang tidak ramai. Hal ini membuat Chanyeol khawatir jika Sehun dan Jongin akan terpisah darinya. Apalagi sejak minum susu dan sarapan di bandara tadi pagi, kedua bocah itu jadi hiperaktif.
Sehun segera menggandeng tangan Jongin begitu mereka keluar dari hotel. Bukan hanya karena ia suka menggandeng Jongin, tapi ia takut jika dirinya akan terpisah dengan Jongin. Wajah Jongin saja sudah terlihat tegang melihat keramaian di bandara tadi, Sehun bisa merasakan jika Jongin cemas akan terpisah darinya.
"Thehun akan menggandeng Jongin teruth. Jangan khawatir."
"I-iya. Jangan lepaskan tangan Sehun ya. Jongin takut jika nanti tersesat dan tidak bisa pulang." Jongin menggigit bibir bawahnya, cemas.
"Thehun akan mencari Jongin thampai ketemu lalu kita akan pulang berthama ke rumah." Sehun masih menenangkan Jongin yang gugup. "Thekarang Jongin tidak uthah cemath ya."
"Iya." Jongin mengangguk dengan lucu.
Jalanan menuju pantai siang itu lumayan ramai, banyak pasangan-pasangan kekasih, keluarga dan juga kelompok-kelompok anak muda. Chanyeol mengusulkan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum menghabiskan waktu dipantai. Usul Chanyeol langsung disetujui karena tadi pagi mereka tidak makan terlalu banyak dan sudah merasa lapar.
"Hyung apa nanti Thehun boleh beli eth krim?" Sehun menoleh ke belakang sambil terus berjalan.
"Tentu saja boleh." Sehun langsung meloncat-loncat kegirangan.
"Sehun jalan yang benar nanti jatuh." Jongin menarik Sehun agar kembali berjalan tenang disebelahnya.
"Iy—" BRAK! Sehun terjatuh. Kakinya tersandung kakinya sendiri ketika melompat-lompat. Sehun terjatuh mencium jalanan.
"Sehun!" Jongin yang tadi sempat terhuyung karena Sehun terjatuh sambil masih menggenggam tangannya langsung berlutut membantu Sehun untuk bangkit.
"Astaga, kau ini." Chanyeol dan Baekhyun juga ikut mengecek keadaan Sehun. Lutut kanan Sehun sedikit berdarah, juga dahinya. Beberapa bagian tubuhnya sedikit kotor, untung saja tidak ada luka yang serius.
"Hiks. Sehun kesakitan ya?" Mata Jongin berkaca-kaca melihat sedikit darah pada dahi dan lutut Sehun. Sehun, anak laki-laki yang terjatuh itu, sama sekali tidak menangis atau mengaduh. Hanya wajahnya saja yang meringis kesakitan.
Jongin yang sama sekali tidak terluka malah mulai terisak. Jongin ingat bagaimana rasa pedih pada jari tangannya ketika tergores benda tajam, pasti luka di dahi dan lutut Sehun sama pedihnya.
"Tidak kok. Thehun tidak apa-apa." Sehun dengan mudahnya berdiri lagi.
"Tapi..ka-kaki Sehun..hiks.." Jongin kaget melihat Sehun yang berdiri dengan cepat. Chanyeol dan Baekhyun juga heran melihat Sehun yang sama sekali tidak menangis atau merengek ketika jatuh.
"Thehun baik-baik thaja kok Jong. Jangan menangith yaa. Lihat nih Thehun tidak apa-apa." Sehun menggerakkan kakinya yang terluka untuk menunjukkan dirinya baik-baik saja.
"Be-benar?" Jongin mengerjapkan matanya agar air matanya tidak tumpah.
"Benar. Jangan menangith ya, thetelah ini kan kita makan eth krim. Kata mama Thehun tidak boleh menangith kalau mau makan eth krim nanti ethnya cepat meleleh." Jongin cepat-cepat mengelap matanya yang berair. Jongin tidak mau tidak makan es krim jadi ia harus segera berhenti menangis.
"Wah Sehun hebat ya, terjatuh dan tidak menangis." Baekhyun mengusap kepala Sehun.
"Thehun kan thudah mau kelath tiga. Lagi pula nanti Jongin mau kalau punya pacar yang thuka menangith!" Sehun menjawab penuh percaya diri.
"Sehun keren sekali kakinya berdarah tidak menangis. Jongin pasti sudah mengangis kalau berdarah banyak sekali seperti itu." Jongin menatap kekasihnya penuh kekaguman. Air matanya sudah menghilang, digantikan dengan tatapan kagum yang ditujukan pada Sehun.
"Tentu thaja! Thehun adalah cowok kuat dan akan melindungi Jongin dari teman-teman yang nakal!" Sehun langsung menepuk dadanya bangga. Dipuji kekasih sendiri bisa langsung membuat Sehun berbunga-bunga dan berbangga diri.
"Kalau thudah bethar nanti Thehun akan tetap melindungi Jongin, kalau Jongin thakit Thehun akan tetap membawakan Jongin boneka Mickey dan memeluk Jongin themalaman. Lalu kalau Jongin jatuh Thehun akan membelikan perban bergambar Mickey juga.." Sehun masih mengoceh penuh semangat. Sepertinya Sehun yakin sekali jika ia akan menghabiskan waktu selama-lamanya bersama kekasihnya, Jongin.
"Jongin juga mau melindungi Sehun.." Jongin merengut. Kenapa hanya Sehun yang melindunginya? Jongin kan juga mau melakukan sesuatu untuk kekasihnya?
"Uhm, Jongin bitha melindungi Thehun dengan…dengan…uhm…"
"Jongin tidak bisa melakukan apa-apa ya buat Sehun.." Jongin tambah merengut.
"Tidak kok! Jongin kan thelalu membuat Thehun thenang, Jongin thelalu menemani Thehun thetiap thaat. Jongin juga thering membuatkan thuthu untuk Thehun." Jongin memang sudah bisa membuat susu sendiri, dan Jongin sering membuatkan susu juga untuk Sehun setiap pagi. Sehun bahkan sudah tidak mau meminum susu buatan ibunya atau Chanyeol, yang Sehun mau minum cuma susu buatan Jongin.
"Begitu ya? Kalau begitu Jongin akan belajar membuat susu yang enak untuk Sehun! Nanti Jongin juga akan belajar memasak biar Jongin seperti Baekhyun Hyung, Jongin akan membuatkan Sehun kue cokelat setiap hari!" Jongin tahu betul kesukaan Sehun. Sepulang dari Pulau Jeju ia akan meminta ibunya atau Baekhyun mengajarinya membuat kue cokelat.
"Wah! Thungguh? Nanti Thehun akan habithkan kue buatan Jongin. Tidak boleh ada yang minta kue Jongin untuk Thehun!"
Chanyeol dan Baekhyun hanya mendengarkan pembicaraan dua bocah didepan mereka. Chanyeol meringis mendengar kalimat-kalimat Sehun yang menggelikan, untung saja Sehun itu adiknya jika tidak pasti Chanyeol sudah meninggalkan Sehun sendirian ditengah-tengah laut. Apa kau tidak tahu jika kau sama menggelikannya saat merayu Baekhyun, Chan?
Kafe pilihan mereka untuk makan siang sangat bagus. Mereka bisa memandang pantai dari meja mereka. Jenis makanannya pun bermacam-macam, mulai dari makanan Korea hingga Eropa. Sehun dan Jongin tidak peduli dengan apa yang Chanyeol pilihkan untuk mereka, keduanya hanya peduli dengan rasa es krim apa yang tersedia di kafe tersebut.
"Jongin mau rasa vanila. Tapi..sepertinya strawberry juga enak." Jongin mengamati gambar es krim yang ada di buku menu. Sehun tidak perlu melihat buku menu karena ia pasti akan memesan es krim rasa cokelat.
"Jongin bingung…" Jongin mengerutkan keningnya. Menimbang-nimbang es krim rasa apa yang harus ia pesan.
"Uh, bagaimana jika Thehun ratha vanila dan Jongin ratha thrawberry?"
"Sehun tidak pesan rasa cokelat?" Jongin menatap Sehun terkejut.
"Tidak uthah deh, Thehun ingin makan vanila berthama Jongin thaja." Jongin melihat Sehun heran, kenapa Sehun tidak mau makan es krim cokelat seperti biasanya? "Thehun mau ratha vanila thupaya Jongin bitha makan eth krim vanila dan thrawberry." Sehun menjelaskan begitu melihat wajah keheranan Jongin.
"Tidak apa-apa Sehun tidak makan rasa cokelat?"
"Tentu thaja tidak apa-apa." Senyum lebar Jongin langsung merekah, Sehun memang kekasih paling baik sedunia!
"Hyung, Thehun mau lihat ikan disitu ya!" Mata Sehun menemukan sebuah kotak transparan yang berisikan ikan warna-warni.
"Jongin juga mau!" Jongin ikut bersemangat.
"Baiklah, jangan mengganggu pengunjung yang lain ya." Chanyeol memberikan ijinnya. Sehun dan Jongin berlari kegirangan, padahal baru saja Chanyeol memperingatkan mereka agar tidak mengganggu pengunjung lain.
"Sehun! Nemo-nya banyak sekali!" Jongin menempelkan wajahnya pada kaca bening tersebut, ia mencoba menghitung jenis ikan-ikan yang ia panggil Nemo.
"Wah iya. Nemo-nya ada yang bethar dan yang kecil. Pasti mereka kakak adik theperti Thehun dan Chanyeol Hyung." Sehun berdiri disebelah Jongin dan mengikuti gerakan kekasihnya menempelkan wajahnya pada akuarium.
"Kalau Jongin yang mana?"
"Kalau Jongin itu yang itu!" Sehun menunjuk ikan cantik berwarna merah muda yang berenang dipojok akuarium.
"Kenapa Jongin yang itu?"
"Karena Jongin cantik theperti ikan itu."
"Jongin kan laki-laki.."
"Tapi Jongin cantik, Thehun thuka thekali melihat wajah Jongin." Sehun menjawab jujur. Bagi Sehun wajah manis dan cantik Jongin memang paling sempurna. Sehun teringat bagaimana ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Jongin ketika ia pertama kali bertemu dengan Jongin di tempat penitipan anak.
"Kalau Sehun suka melihat yang cantik, Jongin akan menjadi laki-laki paling cantik untuk Sehun." Jongin merasa wajahnya panas karena dipanggil cantik oleh Sehun. Tidak masalah sepertinya bagi Jongin untuk tidak menjati tampan seperti ayahnya asalkan Sehun menyukainya.
"Memangnya Jongin bitha jadi lebih cantik? Jongin kan thudah thangat cantik."
"Tentu saja bisa! Suatu saat nanti Jongin akan jadi lebih cantik dari Baekhyun Hyung!" Jongin menjawab yakin. "Lalu nanti Sehun akan jadi tampan seperti Chanyeol Hyung kalau sudah besar."
"Thehun lebih tampan kok dari Chanyeol Hyung." Sehun cemberut karena Jongin menyebut kakaknya tampan.
"Iya sih, Sehun memang lebih tampan dari Chanyeol Hyung. Pasti Sehun akan lebih tampan lagi nanti." Jongin membayangkan bagaimana wajah Sehun di masa mendatang. Sehun yang berumur sembilan tahun saja sudah setampan ini, bagaimana jika sudah dewasa nanti?
"Jongin, menurutmu apa ikan cantik itu mau ikut pulang berthama kita?" Sehun bertanya tiba-tiba, matanya sedari tadi tidak lepas dari ikan yang sebut mirip dengan Jongin.
"Entahlah, tapi kalau dia ikut pulang bersama kita, dia akan kesepian."
"Kita ajak Nemo juga thupaya dia tidak kethepian."
"Nemo yang mana?"
"Nemo yang mirip Thehun."
"Hm, kalau ada temannya mungkin dia mau pulang bersama kita." Sehun dan Jongin terus mengamati dua ikan yang ingin mereka ajak pulang ke Seoul. Sepertinya berteman dengan ikan menyenangkan, bisa terus-terusan melihat gerakan gemulai mereka didalam air.
"Sehun, Jongin. Ayo makan dulu." Baekhyun menyentuh lembut pundak Sehun dan Jongin.
"Iya Hyung." Keduanya mengangguk patuh.
Selama acara makan siang, Sehun terus memperhatikan sikap Chanyeol. Sehun mengamati bagaimana Chanyeol selalu tersenyum manis pada Baekhyun dan juga meletakkan berbagai macam makanan ke atas piring Baekhyun.
"Ini untuk Jongin." Sehun mengambil sepotong acar dan meletakkannya diatas mangkuk nasi Jongin.
"Terima kasih Sehun." Jongin mengucapkan terima kasih dengan sopan seperti yang diajarkan ibunya. Sehun tersenyum puas sebelum kembali mengamati Chanyeol lagi. Kakaknya itu membantu mengelap bibir Baekhyun yang terkena saus.
"Jongin?"
"Ya? Ada ap—" Tangan Sehun tiba-tiba mengelap bibir penuh Jongin dengan serbetnya meskipun tidak ada kotoran atau noda pada bibirnya. Jongin memerah mendapat perlakuan seperti itu dari Sehun.
"Te-terima kasih Sehun." Jongin menyentuh bibirnya. Masih malu bibirnya baru saja dibersihkan oleh Sehun. Sehun hanya mengangguk sambil lalu, matanya sudah terpaku lagi pada Chanyeol.
"Sehun, apa makanannya tidak enak?" Baekhyun bertanya pada Sehun yang nyaris belum menyentuh makan siangnya.
"Enak kok Hyung. Thehun thuka." Sehun langsung mengambil sendoknya dan menyuapkan nasi kedalam mulutnya meskipun matanya tetap terpaku pada Chanyeol.
Sehun melihat Chanyeol membantu Baekhyun yang kesulitan mengambil daging kepiting dari cangkangnya. Dengan cekatan Sehun mengambil salah satu bagian kepiting diatas meja dan berusaha membuka cangkang keras tersebut.
"Sini biar Hyung bantu." Chanyeol berusaha mengambil kepiting yang berada dalam genggaman tangan kecil Sehun.
"Biar Thehun thaja." Sehun langsung menolak.
"Itu susah sekali lho, sini biar Hyung bantu."
"Tidak mau. Hyung thaja bitha. Thehun pathti bitha." Sehun mengerutkan keningnya dalam-dalam karena ia tidak kunjung bisa mengambil daging kepiting tersebut.
"Tuh kan Thehun bitha!" Setelah beberapa menit Sehun berhasil mengambil secuil kecil daging kepiting. Daging itu langsung Sehun letakkan diatas piring Jongin. "Ini untuk Jongin." Sehun berbangga diri karena bisa memberi Jongin daging kepiting setelah bersusah payah.
"Sehun hebat sekali!" Jongin bertepuk tangan memuji kehebatan kekasihnya. Ekspresi Sehun langsung puas mendengar hal tersebut. Chanyeol menyipitkan matanya melihat adiknya. Apa dari tadi Sehun….mengikuti gerak-geriknya?
"Baek, kau mau daging ini?" Chanyeol mencoba membuktikan dugaannya dengan melakukan sesuatu untuk Baekhyun. Pacarnya itu hanya mengangguk sambil terus makan. Chanyeol menunggu bagaimana reaksi Sehun selanjutnya.
"Ini untuk Jongin. Jongin mau kan?" Dugaan Chanyeol akurat sekali. Sehun memang mengikuti gerak-geriknya sedari tadi. Chanyeol menggigit bibirnya menahan tawa. Baekhyun yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya bingung.
"Sehun mengikuti aku terus dari tadi." Chanyeol berbisik pelan.
"Baek, rambutmu lembut sekali hari ini." Chanyeol berusaha menunjukkan hasil pengamatannya pada Baekhyun dengan mempraktekan teorinya sekali lagi.
"Jongin rambutnya baguth deh!" Sehun segera membeo kakaknya. Baekhyun nyaris tersedak makanan yang sedang ia kunyah. Baekhyun ikut menahan tawa bersama Chanyeol, betapa menggemaskan adik kekasihnya ini.
"Rambut Sehun juga bagus. Jongin suka wangi rambut Sehun." Jongin ikut memuji rambut hitam lebat milik Sehun. Sedangkan Chanyeol dan Baekhyun berusaha menahan tawa mereka melihat tingkah Sehun sepanjang sisa makan siang.
"Jangan tertawa terus. Kau harus tahu kalau sikap Sehun itu mirip sekali seperti dirimu. Jadi kalau dia bertingkah norak pasti itu karena contoh darimu." Baekhyun harus mencubit lengan Chanyeol agar berhenti menertawakan Sehun.
"Aku tidak norak tahu." Chanyeol membela diri dan masih berusaha menahan tawanya. Kedua anak laki-laki itu hanya melihat orang dewasa didepan mereka dengan tatapan bingung.
—
Sehun berlari dari rumah Jongin menuju rumahnya. Anak laki-laki itu masih memakai seragam sekolahnya dengan tas besar dipunggung. Kakinya berusaha berlari secepat yang ia bisa.
BRAK!
Pintu rumahnya ia buka kasar. Nyonya Oh yang berada didapur hanya menoleh untuk melihat siapa yang datang meskipun ia sudah tahu jika putra bungsunyalah yang baru saja memasuki rumah. Nyonya Oh hapal betul bagaimana suara langkah kaki mungil Sehun.
"HUWAAAAA! JONGIN MENINGGAL!" Nyonya Oh mendengar teriakan dari ruang tengah rumahnya. Suara tangisan Sehun memecahkan keheningan yang sedari tadi hening, hanya saja Nyonya Oh tidak mengerti dengan arti teriakan Sehun barusan. Jongin meninggal?
Jantung Nyonya Oh langsung berdebar sangat cepat. Jongin? Jongin meninggal? Anak tetangganya yang sudah ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri? Anak laki-laki yang selama ini membuat Sehun jadi anak super periang? Nyonya Oh tergopoh-gopoh meninggalkan dapur dan mendatangi Sehun. Tidak bisa ia bayangkan bagaimana perasaan Sehun jika Jongin meninggalkan anaknya itu selamanya.
"MAMA! JONGIN MENINGGAL! HUWAAAAAA!" Sehun duduk diruang tengah dengan wajah memerah dan dipenuhi air mata.
"Shhh..shhh…Jangan menangis. Bukankah Sehun baru saja dari rumah Jongin? Memangnya Jongin tadi kenapa?" Nyonya Oh semakin panik melihat tangis anaknya yang tambah keras.
"Jongin—hiks—meninggal Ma. Thehun lupa tidak—hiks—memberi Jongin makan tadi pagi—hiks.." Sehun menjelaskan sambil terisak.
Tunggu sebentar. Nyonya Oh merasa ada yang ganjil. Sehun lupa memberi makan Jongin tadi pagi? Sepertinya Jongin tidak akan mati jika hanya sekali tidak sarapan. Lagi pula untuk apa Sehun memberi Jongin makan? Biasanya malah Jongin yang sering membawakan Sehun bekal.
"Ma, nanti Chanyeol Hyung pathti memarahi Thehun hiks. Teruth nanti Nemo akan kethepian tidak ada Jongin hiks.." Nyonya Oh mengehela nafasnya lega. Ternyata bukan Kim Jongin yang meinggal, tapi ikan cantik dari Pulau Jeju yang meninggal.
"Nanti biar mama bilang pada Chanyeol Hyung supaya Sehun tidak dimarahi ya. Jangan menangis lagi sayang.." Nyonya Oh mengelap air mata Sehun. Chanyeol memang sempat menolak keinginan Sehun untuk membawa pulang ikan dari Pulau Jeju, namun Baekhyun berusaha merayu kekasihnya agar mengabulkan keinginan Sehun. Pada akhirnya Chanyeol membelikan dua ikan lucu tersebut untuk Sehun meskipun sambil mengomel.
"La-lalu Nemo bagaimana?"
"Nanti kita cari teman baru untuk Nemo!"
"Baiklah. Bethok ya Ma! Kathihan Nemo nanti kalau kethepian terlalu lama."
"Iya. Besok pulang sekolah kita pergi mencari teman baru untuk Nemo bersama Jongin juga ya." Nyonya Oh lega anaknya sudah tidak menangis histeris lagi.
"Oh iya Jongin! Thehun pathti kena omel karena lupa memberi makan Jongin sampai Jongin meninggal!" Mata Sehun terbelalak. Wajah Sehun langsung cemas. Otaknya berpikir keras bagaimana untuk memberi tahu kekasihnya bahwa ikan kesayangan mereka meninggal karena kesalahannya. Kira-kira Sehun diomeli tidak ya oleh Jongin?
The End.
Huehehe.
Baru punya inspirasi buat seri yang ini.
Semoga banyak yang suka ya^^
Jangan lupa kritik, saran dan review ya!
Gomawo^^
