Title : Super Junior Mansion!

Part : 4

Author : titan18

Cast Pair : REN or Choi Minki & Kim Kibum

Other cast : all member Super Junior oppadeul,Victoria FX, etc

Genre: Romantic, Brothership, Fantasy – Rate : Teen !

All cast belong to them Management ! i just owned the story ^^

WARNING : Cerita ini mengandung fantasy yang tinggi, pada dasarnya mereka semua saling menyayangi selaku saudara. Khusus Ren dan Kibum YAOI.

-Don't Like Don't Read-

Part sebelumnya :

Ngomong-ngomong soal peristiwa dikamar mandi Ren benar-benar malu tadi, terlebih saat melihat Kibum tadi dia jadi kelabakan sedari tadi. Bahkan ingatannya tentang penglihatan saat mereka berdua pernah bersama membuatnya merona.

Lebih daripada itu, ada apa dengan Rambutnya ini. bukan hanya memutih saja, tetapi memanjang. Sesuatu yang tidak masuk akal menurut Ren.

Dimulai saat perasaan tak normal yang dirasakannya kepada Kibum, tattoo di pundaknya, Victoria dan kematian yeoja itu.

Demi dunia yang semakin maju dan modern, masih adakah hal-hal tak sampai di logika seperti ini. Impossible~


..

"Oh C'mon hyung, apa penampilanku aneh? Kenapa kalian memandangku sedari tadi" Ren sedikit kesal dipagi ini. dia merasa hyungdeulnya terus menatapnya sejak mereka sarapan tadi.

kau hanya tak memerhatikan saja Ren kalau para Hyungdeulmu itu hampir tersedak tadinya saat kau tiba di ruang makan, penampilanmu dengan rambut sebahu yang hanya kau jepit poninya justru semakin membuat kesan manis dan cantik semakin mngeuar dari dirimu. terlebih kau malah melabisi seragammu dengan hoddie lucu berwarna merah muda~yang benar saja.

kau seperti seorang yeoja~ kecuali fakta bahwa yang dipakaimu itu celana seragam dan bukan rok girly.

"Kau yakin akan memakai hoodie itu Ren?" Siwon menampakan sepasang dimple manis saat tersenyum

Walau merasa bingung dengan pertanyaan Siwon, toh Ren tetap menganggukan wajahnya imut serta mengerucutkan bibirnya tanpa sadar.

BLUSHH! Kini Siwon lah yang memerah wajahnya diberi tatapan penuh aegyo dari Ren.

"Kau terlihat seperti perempuan jika memakai hoodie terlebih berwarna yeoja itu" lagi-lagi Kyuhyun dan mulut pedasnya. Sepertinya dia memang sudah seperti Heechul kedua didalam Mansion ini.

"Sungminie hyung, kyunie hyung menyebalkan. Bukankah Sungminie hyung juga suka memakai benda berwarna pink eoh"

Oh God, Ren dengan mode ngambek yang justru terlihat semakin imut membuat Kyuhyun pucat diberi glare gratis oleh hyung bunnie sungmin kesayangannya.

"Ayo bergegas, kita berangkat ke Sekolah sekarang." Leeteuk dengan aura malaikat miliknya menyelamatkan maknae evil mereka dari aegyo attack milik Ren dan glare manis milik Sungmin.

..

Kibum memandang datar para saudaranya yang juga sedang menatapnya,

"Kau kenapa tak ingin pergi dengan Kibumie Ren? bukankah minggu kemarin kau bilang ingin menaiki mobil Kibumie ne?"

"Hanya ingin mengganti suasana saja, Kangin Hyung" Balas Ren cuek

"Apa betul kau ingin pergi bersamaku?" tanya Siwon tak yakin, matanya sesekali melirik kearah Kibum yang tampak cuek.

"Waeyo? Apa kau keberatan hyung? Eung baiklah.. jika kau menolak aku menumpang yang lainnya saja"

SKAK MAT lagi.

Siwon pucat pasi, lagi-lagi Ren melancarkan aegyonya dengan wajah yang terlalu manis jika dibilang. Maka tak ingin membuat Ren merasa bersalah, Siwon malah menarik pergelangan tangan Ren dan membuka pintu penumpang mobilnya mempersilahkan namja manis itu masuk.

"Wonnie hyung selain tampan kau perhatian sekali" kekeh Ren sambil memasuki mobil itu, diikuti Siwon yang semakin pucat saat dirasanya tatapan tajam seseorang padanya.

Leeteuk dan dongsaeng lainnya menatap bingung, tumben sekali Ren semanja itu pada mereka. Apakah karena tak sadarkan diri beberapa hari membuat namja cantik itu berubah kepribadiannya?

Terlebih mereka menatap Kibum yang entah kenapa membuat yang lainnya merinding saat mata mereka tak sengaja menatap wajah dingin yang terasa diliputi hawa tak menyenangkan.

..


..

Tanpa memperdulikan pandangan memuja disekitarnya, Ren berlari menyusuri koridor lantai kelasnya saat melihat sosok yeoja yang dikenalnya.

"Vic" yeoja china itu tersentak saat menatap Ren yang tersenyum lebar dihadapannya.

"Ren? kau... rambutmu?"

"Ah ini? aku hanya ingin merubah styleku saja. Kajja... ayo kita ke kelas" ajak Ren sembari menarik pergelangan tangan yeoja cantik itu.

.

"Aku dengar dari Hangeng gege kau sudah sadar kemarin" Victoria membuka percakapan, keduanya kini berada di kantin sekolah. Dia dan Ren sengaja menempati meja yang berada di paling pojok.

Oke, sejak penampilan Ren dengan rambut barunya membuat namja cantik itu mulai mendapat perhatian sekitarnya. Apalagi statusnya yang menempati SJ Mansion membuat beberapa yeoja secara terang-terangan menetapkan Ren sebagai idola baru sekolah, bahkan beberapa namja masih sering memerah wajahnya saat tak sengaja menatap Ren.

Menurut mereka Ren terlalu cantik untuk ukuran namja.

"Hankyung hyung? Ah ne, seperti itulah" jawab Ren agak segan.

"Ya, maksudku Hankyung oppa" Victoria tersenyum cantik, Hankyung memang sudah menyuruhnya tutup mulut mengenai kekuatan spesial miliknya maupun Hangeng dan penghuni SJ Mansion lainnya.

Walau tak terlalu mengerti, toh dia mengiyakan saja ucapan sepupunya itu.

"Hei Vic, apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

"Tidak mungkin Ren-ah, aku baru pertama kalinya pergi ke Korea Selatan. Kecuali jika kau pernah ke China sebelumnya?"

"Ah ya,, benar juga." Ucap Ren tersenyum singkat.

Kyaa... Kyaa... Kyaa...

Teriakan heboh diseisi kantin saat Leeteuk dan kedua belas namja lainnya memasuki tempat itu dan menduduki meja khusus berwarna biru yang terletak di tengah ruangan kantin.

"Uh... para yeoja itu menakutkan" cibir Ren pelan saat memandang interaksi para Yeoja yang histeris saat melihat Hyungdeulnya itu.

"Hei... Leeteuk oppa menatap kemeja kita" ucap Vic

Keduanya segera membalas senyum hangat milik namja dengan senyum malaikat itu.

"REN, kau mendengarku"

Ren sedikit tersentak, wajahnya bingung saat sebuah suara memasuki indra pendengarannya. Halus tapi Ren cukup yakin itu suara namja. Tak mungkin Victoria yang berbicara,

"Vic, kau mendengar seseorang yang memanggilku?" tanya Ren

"Maksudmu? Tidak ada Ren, ayo cepat habiskan makanan kita dan kembali dikelas saja. Disini ribut sekali" lanjut Victoria sembari menatap makanannya dan tak memperdulikan Ren yang berwajah linglung.

"Kau dengan jelas mendengarku REN"

'Suara siapa ini' batin Ren.

"Kau tak mengingatku Ren? aku bisa membaca apa yang terlintas di kepalamu bocah"

'Apa maksudnya ini' Ren mengernyit saat lagi-lagi suara itu mulai memasuki pikirannya.

"Kau lihat balkon kantin itu?" tanpa sadar Ren mengangguk.

"Berjalanlah sampai diujung pembatas balkon yang kau lihat itu, bukankah pemandangan sekolahmu terlihat jelas dari lantai 4 ini?" tanpa menyadari apa yang terjadi, secara perlahan Ren berdiri dan membuat Vic menatapnya heran.

"Kau sudah selesai Ren? tak ingin melanjutkan makananmu?" tanya Victoria

"Aku ingin ke sana, bukankah pemandangan sekolah terlihat jelas dari lantai 4 ini?" jawab Ren spontan tanpa menatap Victoria.

Sekedar penjelasan : Gedung Sekolah Ren terdiri dari 5 lantai. Lantai satu merupakan ruang staff sedangkan lantai 2 merupakan kelas tingkat satu, lantai 3 kelas tingkat dua, sedangkan lantai 4 kantin dan ruang musik dan teater, lantai 5 untuk tingkat akhir.

"Apa maksudmu" Victoria berdiri dan meraih tangan Ren yang mulai mendingin.

"Lepaskan tangan yeoja itu, Aku tak suka menunggu. Berjalanlah sampai diujung pembatas balkon yang kau lihat itu, bukankah pemandangan sekolahmu terlihat jelas dari lantai 4 ini?"

"Lepaskan tanganku, aku tak suka menunggu. Aku ingin kesana, bukankah pemandangan sekolah terlihat jelas dari lantai 4 ini?"

Setelah melepas paksa pegangan Victoria ditangannya, Ren berjalan lurus ke arah pintu balkon yang berada didekat jendela utama kantin.

"Ren.. kau masih mendengarku?"

"Maukah kau membuka pintu balkonnya? Udara segar yang masuk lebih terasa sejuk dari pada AC ruangan ini. aku merasa gerah"

KRIETT...

Ren membuka pintu besar yang menyebabkan bunyi deritan yang membuat seluruh pandangan dan keributan seisi kantin menatap kearahnya.

Leeteuk dan saudaranya yang lain menatap heran melihat tingkah Ren yang melangkah keluar,

"Apa yang dilakukannya Teuki?" tanya Heechul heran

Victoria tersadar "REN!" teriakan yeoja itu membuat ke13 namja dan siswa-siswi lainnya menatap bingung Ren yang malah semakin merapat kearah pembatas yang hanya setinggi lutut miliknya

"Sejuknya, aku ingin sekali mencoba melompat dari atas ini. mau membantuku?"

Ren tersenyum dan menggangguk, Victoria membulatkan matanya saat Ren secara perlahan menaiki pagar pendek itu.

"OPPA, tolong Ren" oke sepertinya teriakan lengkingan Victoria cukup menyadarkan para penghuni SJ Mansion bahwa ada yang aneh dengan tingkah namja cantik itu.

"Lompat SEKARANG" mengikuti arahan itu Ren dengan perlahan melompat dari balkon lantai 4 meninggalkan teriakan histeris seluruh siswa yang menyaksikan peristiwa langka didepan mata mereka sendiri.

Semuanya terpaku saat menyadari adegan ekstrim itu, Victoria bahkan terduduk pucat.

Kecuali Kibum— kedua belas namja yang masih kaget dengan kejadian barusan saling berpandangan shock dengan sebentar sebelum kemudian mengikuti langkah Kibum yang lebih dulu berteleportasi. Untungnya Kyuhyun yang melihat Victoria berbaik hati membawa yeoja itu bersamanya sebelum mengikuti langkah hyundeulnya yang lain.


..

Di sebuah kamar mewah, seorang namja manis mengumpat pelan.

"Dammit! Lagi-lagi kau menggagalkan rencanaku Bummie. Hahaha tak akan semudah itu aku membiarkan Ren hidup, aku akan menghantui kalian lagi"

..

"Idiot, apa yang sebenarnya kau pikirkan. Jika saja aku tak sempat menangkapmu dibawah tadi heh" Kibum emosi, wajahnya terlihat menakutkan. Seluruh tubuh dan ototnya menegang.

"A..ku...Aku..."

"Sudahlah Bummie, kau jangan menyalahkannya" potong Leeteuk

"Demi tuhan Hyung, sedetik saja aku terlambat maka segalanya berakhir" balas Kibum emosi, kedua matanya memerah sempurna menatap Leeteuk menantang.

Hyungdeulnya yang lain termasuk Kyuhyun dan Victoria menatap ngeri hawa mengerikan dari sosok tampan itu.

"Bummie... maafkan aku" dengan takut-takut Ren memeluk Kibum yang berdiri didekatnya, untunglah dia tak menatap kearah mata kibum yang berubah.

Merasa tubuh yang memeluknya terus bergetar takut membuat pandang mata Kibum secara perlahan kembali normal,

"Hiks.. Aku minta maaf bummie" ucap Ren lagi, semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Kibum. Berharap sosok itu luluh dan tak membentaknya lagi.

Mendengar Kibum yang memarahinya seperti tadi membuat hati Ren terasa sangat sakit.

Kibum baru saja akan merespon tindakan Ren sebelum namja itu melepaskan pelukannya secepat mungkin dan berlari memeluk Victoria yang berdiri disebelah Kyuhyun.

"Vic... aku tak tahu apa yang terjadi tadi.. aku ...tak tahu Vic .. aku tak ingat apapun" Ren malah menangis menyembunyikan wajahnya dibahu Victoria sembari tetap memeluk yeoja itu.

Glek~

Victoria tersenyum kecut saat menyadari Kibum menatap tajam kearahnya dan Ren, Hankyung dan lainnya pun hanya menatap khawatir kearahnya dan Ren. mereka sepertinya mengerti bahwa yeoja itu sedang berada di posisi sulit.

Oke listen, Victoria hanya menggagap Ren sebagai sosok lucu yang sudah mulai disayanginya, sayang ingat? Bukan mencintai. Jadi dia mengerti jika Ren bertingkah manja padanya seperti ini, tapi bagaimana mungkin dia tak gugup jika Kibum menatap intens kearahnya dan Ren, wajah yang sudah kembali datar itu lebih menakutkan menurutnya.

"Hankyung hyung, kenapa Kibum oppa menatapku seperti ini?"

"Maklumi saja Vic, lebih baik kau bujuk Ren segera kembali kekamarnya dan tenangkan dia. Setelah itu kembali keruangan ini. kita perlu bicara"

Setelah memutuskan mindgate miliknya, Victoria sembari merangkul Ren beranjak dari ruang utama mansion dan mengantarkan Ren ke kamar namja cantik itu. setelah membujuk Ren untuk tidur,Victoria kembali ke lantai satu bergabung dengan sepupunya dan lainnya.

.

"Berhenti menatap Victoria seperti itu Kibumie" ujar Hankyung sedikit kasihan pada sepupunya yang ketakutan karena sikap Kibum.

Didalam hatinya Victoria bersyukur mempunyai sepupu seperti Hankyung, sedangkan Kibum malah bersikap tidak peduli walau sudah tak lagi menatap kearah satu-satunya yeoja yang berada didekat mereka.

"Kalian dengar sendiri? Ren mengatakan dengan jelas dia tak mengingat apa yang dilakukannya di Kantin tadi" ujar Heechul meringis.

"Tadi saat kami sedang makan, tak lama setelah kalian ke kantin tiba-tiba Ren bertanya padaku tentang suara seseorang"

"Apa maksudmu Vic?" tanya Hankyung

"Ren—dia bertanya padaku 'Vic, kau mendengar suara yang memanggilku?' karena tak terlalu kupikirkan makanya aku hanya berkata tidak saja oppadeul"

"Lalu Ren berdiri dan ingin pergi, aku menatap wajahnya yang terlihat bingung. Dia terus berkata ingin ke balkon dan menatap pemandangan sekolah dari lantai 4 katanya. Saat aku memegang tangannya pun dia menyentakku cukup kuat. Tangannya terasa sangat dingin, dia bahkan tak tersenyum atau menggilku Vic lagi. Lalu dia berjalan pergi, saat menaiki pagar pembatas tadilah aku sadar ada yang salah dengannya oppa" jelas Victoria sebisanya.

Mereka semua sekarang saling pandang, dihati ketiga belas namja itu khawatir. Siapapun itu dan apa yang terjadi sekarang, sangat jelas mereka ingin mencelakakan Ren.

Dan langkah melompat dari lantai empat bukanlah sesuatu yang bisa dikatakan tak berbahaya. Mereka ingin membunuh Ren? siapa sebenarnya Ren? dan kenapa mereka ingin membunuh namja yang melebihi kecantikan yeoja itu?

Leeteuk tahu kecemasan para dongsaengnya yang lain,

"Vic, bolehkah oppa memohon sesuatu padamu?"

"Tentu saja oppa"

"Mulai sekarang, jika disekolah kau adalah satu-satunya yang bersahabat dekat dengannya. Tolong jaga dia, perhatikan seluruh tingkah laku Ren. jika ada yang mencurigakan segera hubungi salahh satu dari kami menggunakan mindgate milikmu.

"Ne, arraseo oppa"

"Kembalilah bersama Victoria ke sekolah Kyu, kembalikan waktu yang sempat kau hentikan tadi. Hae aku butuh kau untuk menghapus memori siswa dikantin mengenai peristiwa Ren sebelumnya. Dan Hyukkie kau bertugas memberi ilusi baru untuk mereka" Perintah Leeteuk.


.

"Ren, kau dengar aku?"

'Siapa kau? Apa yang kau lakukan dengan tubuhku tadi' batin Ren menjawab saat suara yang sempat didengarnya tadi di sekolah.

Matanya menatap jam dinding di kamarnya, sudah jam 1 malam.

"Aku berada di luar mansion milikmu. Ingin bertemu denganku? Aku merindukanmu Ren"

'Tidak, kau tak akan bisa mengontrol pikiranku lagi.'

"Benarkah? baiklah aku akan pergi."

"REN, apa kau tau dimana letak sebuah pisau?"

Ren beranjak dari ranjang besar miliknya, dengan perlahan membuka pintu kamarnya dan berjalan pelan tanpa membuat keributan. Satu persatu langkah kakinya menuruni tangga menuju lantai satu, berjalan kesebuah pintu besar di mana ruang makan berada.

"Ambil pisau itu Ren. bukankah itu terlihat sangat tajam"

Ren melangkah mendekati deretan alat dapur dan mengambil sebilah pisau sedang yang terlihat sangat tajam, matanya menatap tak konsen kearah penjuru ruangan.

"Apa yang kulakukan disini? Kenapa aku memegang pisau ini?" Ren berkata bingung.

"Kau tersadar? Wah luar biasa sekali"

"Apa maksudmu? Kenapa kau terus mengendalikan pikiranku. Apa yang kau inginkan dariku?" Ren berkata ditengah kegugupannya.

Badannya mulai bergetar ketakutan, dia sudah mencoba melepas pisau ditangannya tapi tak bisa. Tubuhnya bertindak lain dari apa yang diinginkannya.

"Tusuk dirimu Ren, bukankah darah yang mengalir itu indah?"

Ren mengayunkan tangan kirinya yang memegang pisau, dengan sekuat tenaga pisau tadi menancap sempurna diperut namja cantik itu.

"Good boy! Selamat menikmati kesakitanmu Ren~ Aku pergi"

Dengan tersadar Ren menatap pucat kearah piama yang mulai berwarna merah.

Perutnya terasa sakit, darah terus mengalir dan merembes dari sela pisau.

"Hikss.. sakit appa ...eomma... " liquid bening mulai mengalir dari kelopak mata Ren, dengan sekuat tenaga dan menahan sakit Ren berjalan terhuyung-huyung ke ruang tengah mansion.

.

"Hyungdeul ... Hikss Bummie... ini sakit" sumpah demi apapun, Ren tak mampu menjabarkan bagaimana sakitnya lagi. Kepalanya semakin terasa sakit.

.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, Ren menopangkan dirinya di ujung tangga sembari mencoba menarik pisau yang masih menancap di bagian kiri perutnya.

JLEBB!

"ARGHHHH... BUMMIE ... Hikssss..." teriakan kesakitan milik Ren terdengar diseluruh penjuru Mansion yang sunyi senyap.

Sebelum Ren terjatuh akibat tak kuasa menahan sakit lagi, sosok Kibum sudah duluan menopang tubuhnya.

Mata Kibum berwarna merah darah saat melihat kondisi miris namja cantik yang terbaring lemah dipangkuannya,

"Bummie.. Hiks.. appo ..." Ren menatap lemah wajah Kibum, airmata terus mengalir.

Satu persatu Hyungdeul yang baru tiba sontak membulatkan wajah mereka menatap sosok cantik yang penuh dengan darah.

"SUNGMIN HYUNG, LAKUKAN SESUATU PADA REN. DARAHNYA TAK BISA BERHENTI" teriak Kibum keras.

"astaga apa yang sebenarnya terjadi?" kata Leeteuk kalap.

Sosok Ren benar-benar menyedihkan, Sungmin sudah berada dalam posisi duduk didekat Ren. dari telapak tangannya mengalir uap hangat yang bagi Ren terasa sangat menyakitkan.

"Hiks... Appo hyung..." Sungmin terus mengalirkan energi tubuhnya pada Ren, berharap luka yang memang cukup dalam itu cepat mengering.

Keringat mulai terlihat disekujur wajah bunnie Sungmin,

"Celaka, dia sudah kehilangan banyak darah Hyung" ucapan Sungmin membuat Ryewook menangis dan menyembunyikan dirinya ke pelukan Yesung.

Heechul bahkan sudah berkaca-kaca pandangan wajahnya saat menatap kondisi Ren, Kibum terus mendekap sosok rapuh itu hingga baju yang digunakan Kibum ikut terkena airan darah Ren.

"Kibum, buat dia tetap sadar" ucap Sungmin saat dirasakannya bahwa kondisi Ren semakin lemah. Degup jantungnya mulai terdengar pelan.

Tubuh Kibum tersentak,

"Ren.. kau dengar aku? Kumohon tetap jaga kesadaranmu" ucap Kibum dengan suara bergetar

"Ap..po..Bummie.." jawab Ren nyaris tak terdengar.

Leeteuk dan lainnya mengelilingi sambil terus menatap cemas.

"Dia.. hyung... ingin.. bertemu...denganku... dia di luar mansion... tapii.. diaa..pergi..." ucap Ren tersendat.

Kibum menahan amarahnya sekuat tenaga, dia tak ingin sosok yang dipeluknya merasa sakit. Matanya saling memandang dengan saudara-saudaranya yang lain.

Tanpa mengucapkan apapun, Siwon – Kangin – Hankyung dan Heechul perlahan menghilang.

"Kita pindah ke ruang kesehatan Hyung, aku perlu menjahit lukanya" ucapan Sungmin diangguki mereka yang tersisa.


- TBC -

Yuhu... cukup panjangkah chap kali ini?

seles ujian tadi aku langsung buru-buru pulang buat lanjutin ngetiknya loh, mumpung ide masih segar. kkkekekeke

gomawo chingu yang masih setia membaca SJ Mansion...

chap ini aku masukin seorang guest cast misterius yang masih belum diketahui identitasnya #smirkevilKyu

untuk sementara buat yang pengen tahu masa lalu Ren-Bummie tunggu chap-chap selnjutnya ne ^^

semuanya akan terjawab pada akhirnya.

masih berniat review? kisah penghuni SJ Mansion akan semakin bertambah seru setelah ini!

buat yang masih menunggu Ren is Mine! akan aku usahakan update next chapnya scepat mungkin juga hehehe xD

keep eye yowww :*