.
.
.
.
.
Story of Evil
BoBoiBoy punya Animonsta,Nizam Razak dan yang punya /digilas
Story of Evil punya ... Pokoknya bukan Aika!
Warning:baca chap sebelum nya
Yosha! Kembali ke laptop /plak maksudnya kembali bersama Aika disini~
Uwahhhh senengnya dapet banyak review,apalagi ada yang bilang siders dari fic ini,makin bangga Aika sama fic ini XD /soklu
oiya,di review kan banyak yang nanya "kok Gempa cinta sama Ochobot bukan Fang?" Biar Aika jelaskan ya,
Jadi gini,pas pertama Gempa tau dia mau dijodohin itu dia nurut aja,terus pas dia ketemu sama Fang,dia itu cuman SUKA ingat! Suka bukan cinta.
Terus pas pertama bertemu atau lebih tepatnya menabrak Ochobot,Gempa itu terpesona /apaansih oleh ketampanan Ochobot.
Jadi,walaupun dia udah punya fiance,Gempa masih tetap suka sama Ochobot begitu,walaupun dia tau mereka gak bisa bersama,tapi mereka selalu menyimpan perasaan yang sama,maaf yang gak ngerti ya~
Terus ada yang bilang,gaya bahasa fic ini rada ya,tapi gaya tulis Aika emang kayak gini.
Udah ciri khas jadi susah buat ngubah,dan oh! Ada yang gak sabar regret message? Saya juga XD /plak
Chap ini masih fokus ke Aku no Meshitsukai,jadi kemungkinan besar chap depan baru Regret Message,maaf ya Aika gak bisa balas secara personal,soalnya pertanyaan yang sama yang dikasih jadi Aika bahas nya langsung ,silahkan dinikmati aja dulu chap ini ya~
Story of Evil with BoboiBoy Chara
.
.
.
.
.
Happy Reading minna! ^^
.
.
.
Air mata Ochobot turun dengan deras,"kenapa...kenapa aku tidak bisa berhenti menangis?"
Dia segera menghapus air matanya dan menyenderkan Gempa di pohon dekat sumur menghela nafas,"gomen"gumam nya pelan.
Dia segera beranjak pergi dan meninggalkan mayat gadis itu.
Sementara gadis blonde yang sedang bermain bersama anak laki-laki itu punya firasat buruk,'ya ampun Gempa! Kamu dimana?'batin gadis itu khawatir.
Gadis itu makin khawatir saat tanda-tanda Gempa akan kembali tidak terlihat.
Karna sangat panik,akhirnya gadis itu memutuskan untuk menelpon Fang,fiance Gempa.
Titt...Titt...
"Moshi-moshi?" Suara maskulin dapat terdengar di seberang sana.
"Halo? Ini aku! Ouji-sama,tolong datang kesini! Gempa-hime belum kembali sedari tadi!"seru gadis itu cemas.
Terdengar seruan "Apa?!" Dari seberang sana."yosh,aku akan kesana sekarang".
Gadis itu mengangguk cepat dan segera memutuskan panggilan tersebut.
"Gempa-chan,dimana kau berada sayang?"gumam gadis itu pelan.
Setelah menunggu beberapa menit yang lama,akhirnya Fang datang juga.
"Ouji-sama,siapa yang ada disebelah mu?"tanya gadis blonde itu sambil menunjuk seorang gadis lain bertudung merah jambu."ini Yaya,dia akan membantu kita mencari Gempa"ucap Fang sambil memperkenalkan Yaya.
"Yoroshiku nee"ucap Yaya sambil membungkuk dan kembali menegakkan tubuhnya."aku Furusawa Aika,yoroshiku onegaishimasu"ucap Aika sambil membungkuk sedikit lalu kembali berdiri dan memasang wajah stoic nya.
"Jadi,Aika-san,dimana kau terakhir kali melihat Gempa?"tanya Yaya."disampingku,lalu seorang pemuda blonde datang dan menyuruh nya ketempat itu"balas Aika datar sambil menunjuk sebuah pohon yang didekatnya ada sumur.
"Kalau begitu mari kesana"ucap Yaya.
Saat tiba disana,mereka bertiga disambut oleh seorang gadis bertopi terbalik yang sedang memejamkan matanya sambil menyenderkan diri di pohon.
Jangan lupakan luka tusuk dipinggangnya dan sebuah pisau lipat berlumuran darah disebelah nya.
Aika membelalakan mata nya sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya,menahan diri untuk tidak berteriak sekuat tenaga.
Sementara Fang diam membeku,dia mendekati mayat gadis tersebut dan membelai kepala nya."dingin"gumamnya pelan.
Fang segera mengangkat mayat itu bridal style dan saat Aika melihatnya,dia langsung kehilangan kesadaran nya.
"Yaya,bisa kau gendong Aika?"tanya Fang sambil menatap mengangguk pelan dan segera menggendong Aika.
Mereka berdua pergi meninggalkan tersebut dengan cepat.
Sementara Halilintar,Api,dan Air,
Mereka bertiga masih melaksanakan tugas yang Ying suruh.
"Baiklah,semua gadis berambut hitam sudah mati,sekarang kita pulang"ucap Halilintar sambil menarik tangan mereka berdua untuk segera pergi dari tempat tersebut.
Diperjalanan pulang,mereka melihat Ochobot yang berjalan dengan kepala tertunduk.
Api yang menyadari nya dengan segera menepuk bahu Ochobot dengan kencang.
"Yo! Kau kenapa?" Ochobot menatapnya datar,lalu...
"WOI! JANGAN MUKUL NAPA! UDAH TAU AKU LAGI BAD MOOD!"teriak Ochobot kesal.
Api mundur daripada harus kena hujan lokal dari Ochobot lagi.
Air dan Halilintar terkekeh pelan,"apa kubilang? Makanya jangan kurang hajar".Api melipat kedua tangan nya didepan dada.
"Terserah"ucap pemuda bertopi jingga tersebut sambil meninggalkan tiga pemuda lain nya.
"Hoi! Memang kau tahu jalan mana yang akan kau tuju untuk kembali ke istana?"sahut Halilintar.
Api segera berhenti berjalan dan cengengesan sambil jawab dengan enteng nya,"enggak"
Air masih terkekeh pelan sementara Ocho memutar bola mata nya."udah beribu kali aku kasih tau,tetep aja lupa"ucap Ochobot malas."dasar otak udang"tambah nya lagi.
Mendengar dirinya diejek,dia segera melempar sebelah sendal yang dia pake ke arah Ochobot dan hasil nya,
PLOK!
"Nice shot"ucap Halilintar sambil disekitar mereka mendadak menjadi panas,"eh? Ada apa ini? Kok panas banget ya?"ucap Api sambil mengibaskan tangannya.
Air dan Halilintar juga melakukan hal yang sama sementara Ochobot,
Dibelakang nya terdapat api-api yang berkobar,matanya menjadi merah terang,kepalanya dipenuhi dengan guratan merah tanda marah yang besar dan tangan nya terkepal erat.
Kayaknya dia benar-benar marah.
Air dan Halilintar Api udah siapin kaki nya buat lari.
Dia harus lari atau-
"APIIIIIIIIII!"
-dia akan gepeng.
"EMAKKKKK! TOLONG API MAK! API TAKUT MAKKK"teriak Api sambil berlari meninggalkan Air dan Halilintar yang sweatdropped.
Si pemuda blonde itu dengan amarah yang mengepul(?) segera mengejar Api dengan kecepatan cahaya(?).
"SINI KAUUUUUU!"
"HUWAAAA,TOLONGIN API MAK!"
Skip time~
Setelah insiden kejar-kejaran yang melelah kan bagi Api,akhirnya dia sampai di istana dengan muka lebam dan sekujur tubuh nya memar.
"Ayoyo~ muka ku bonyok nih! Bagaimana kalau Neka lihat?! Dia pasti-"
PLAK!
"Berisik banget sih"gerutu Ochobot.
"Kau jahat banget sih,udah muka ku bonyok,aku ditampar lagi"ucap Api sambil mengelus pipinya yang bengkak.
Neka,yang kebetulan lagi berkebun gak sengaja ngeliat Api ancur gitu muka nya langsung teriak,
"GYAAAA! ADA SETAN MUKA ANCUR PAKE TOPI JINGGAAAA"teriak Neka sambil berlari.
"Nek,kamu kenapa sih? Berisik-"
"GYAAAA! SETAN NYA BENERAN ADA!"teriak Taufan sambil berlari.
Hanna cemberut,dia baru mau ngomong langsung dipotong teriakan super keras dari Taufan.
Kayaknya dia harus ke dokter THT nanti.
Api yang dikatain 'Setan-muka-ancur-pake-topi-jingga' cuma bisa pundung sambil ngorek tanah."kami-sama,kenapa aku harus sial begini?!"seru nya frustasi-
PLOK!
-dan langsung dibalas lemparan high heels 5 cm di muka nya yang udah ancur.
"Bagaimana misi kalian?"tanya Ying sambil mengambil kipas yang biasa dia pakai.
"Berjalan dengan baik yang mulia"jawab mereka.
Api berdiri dan melempar balik high heels tersebut kearah Air.
BLETAK!
Tapi sayang nya,high heels tersebut malah mengenai kepala Ying dengan elegan nya sampai Ying terjatuh dengan keras.
BRUK!
Api langsung menutup mulutnya dengan tangan nya."oops"gumamnya pelan.
Ochobot segera menoleh kearah nya dengan pelan.
"Api~"panggil Ochobot dengan senyuman menyeramkan.
Saat dia menoleh ke arah Ochobot,dia langsung melihat Ochobot yang sedang mengasah katana dengan senyum menyeramkan tadi.
"Oh tuhan..."gumam Api segera menyiapkan ancang-ancang untuk berlari dan segera berteriak selagi ia berlari.
"EMAKKKK TOLONGIN API MAKKKKK"teriaknya sambil berlari.
Ochobot mengejarnya dengan tangan menggenggam katana.
"SINI KAU SIALAN!"teriak Ochobot sambil mengejar dan Halilintar yang melihatnya hanya bisa berdoa,semoga saja Api baik-baik saja.
Skip time~
Setelah Ying bangun dari tidur siang (re:pingsan) nya,ia dapat melihat dengan sedikit blur.
Yang pertama Ying lihat adalah,seorang pemuda bersurai pirang bersama seorang maid yang terlihat khawatir.
"A-Apa yang terjadi?"tanya Ying bingung."tadi anda pingsan yang mulia"ucap seorang pemuda bertopi merah-hitam.
"Dimana...dimana Api dan Air?"tanya Ying pelan."disini"balas suara nge-bass dibelakang Ochobot.
Terlihat seorang pemuda bertopi biru muda yang sedang memapah seorang pemuda bertopi jingga.
Keadaan pemuda bertopi jingga itu mengenaskan sekali.
Kaus dan celana nya robek,bibirnya berdarah,pipinya bengkak,tangan nya dipenuhi luka baretan,lehernya terdapat luka gigitan.
Tapi topi jingga nya masih bagus tanpa sedikitpun noda ataupun baretan kecil.
"Apa...apa yang terjadi pada nya?"tanya Ying heran dan kaget.
Halilintar hendak membuka mulutnya saat-
"Dia tadi habis membunuh seorang pejabat"
-Ochobot memotong nya dengan cepat.
"Kukira ada apa"ucap Ying sambil tersenyum lebar."tapi rasanya kepalaku masih sakit sekali"ucap Ying sambil mengelus sebelah kanan kepala nya.
Ochobot tersenyum keji,yang membuat semua orang disana (kecuali Api dan Ochobot) merinding seketika.
"Ochobot? Kenapa kau tersenyum menyeramkan seperti itu?"tanya Ying heran,sedikit merinding melihat senyuman Ochobot.
Ochobot menggeleng pelan dan mengulas senyum manis yang malah terlihat seperti senyum seorang psikopat."tidak apa-apa putri,aku hanya senang Api dapat membunuh pejabat sialan itu"ucap Ochobot sambil menekan kata 'membunuh'.
Ying makin merinding mendengarnya,apa yang terjadi dengan butler nya ini?
.
.
.
.
Tsudzuku~
Aika's bacot side:
Kayaknya chap ini isinya malah Humor semua deh /garukgarukpala
Aku bohong banget di pembukaan ya? Maaf ya
Salahkan otak dan tangan ku yang malah ngetik ginian
Haduhh,yaudah chap depan bakal fokus ke akhir cerita lagu Aku no Meshitsukai
Dan maaf ya,aku setiap ngetik chap itu sering ada yang kehapus kata nya
Tolong dimengerti soalnya Aiko-nii juga marah-marah gegara ada yang bilang gaya ngetik ku aneh gitu
Review Please~
Sincerely,Furusawa Aika~
