- From Ohayou to Oyasumi -
By: Tsukiyomi Ayaka
.
.
.
Pairing: RinXLen (not incest)
Rate: T
Genre: Romance, Friendship, a bit Humor, Supernatural, Drama, Family.
.
.
.
Disclaimer
All Character in this fanfiction belongs to Yamaha Corporation, etc
.
.
.
Warning!
Typo berterbangan, cerita gaje, alur kecepetan, bahasa campur aduk, DLL
...
Note:
'Abc' = biasa
'Abc' = istilah asing
'Abc' = flashback
...
"Rin.. Sebenarnya ada siih satu permintaan.." Kata Len
"Terus apa permintaan itu senpai?" Tanya Rin, Len mendekatkan wajahnya ke wajah Rin
"Senpai?" Len tidak menjawabnya ia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Rin, Rin pun mundur sampai ke tembok
"Senpai?" Len meletakan kelima permukaan jari tangan kanannya ke tembok (#eaa), lalu,
DUUGGGG!
"Hen.. Tai.." Kata Miku yang entah datang darimana. Ternyata seperti biasa, Miku mukul Len.
"M.. Miku-Chan!" Kata Rin
"Heh?! Yandere! Sakit tau!" Pekik Len sambil mengelus kepalanya yang sakit
"Aku ga bisa ngebiarin kau melakukan 'itu' pada Rin! Apalagi di koridor sekolah!" Kata Miku
"Itu?" Tanya Rin dengan polos
"Heh?! Siapa yang mau melakukan 'itu'? Aku cuma pengen ngambil benang yang ada di rambut Rin!" Jelas Len sambil mengambil benang yang ada di rambut Rin, lalu menunjukkannya ke Miku
"Sekarang siapa yang hentai?" Tanya Len
"Apa?! Hey!" Bantah Miku
"Hayooo! Siapa? Siapa yang pikirannya macem-macem?!" Sindir Len
"D-Diam kau!" Kata Miku
"A-Aku pulang duluanyah Rin! Bye!" Kata Miku, lalu ia langsung lari entah kemana. Rin pun hanya bisa sweat drop
"Ehh kamu udah nunggu lama ya Rin? Sorry yah.. Aku tadi piket.. Hehehe.." Kata Len terus nyengir kayak mbe alias kambing *digilesRoadRollerLen*
"Gapapa kok senpai..." Kata Rin terus senyum
"Jadi senpai mau apa sebagai perminaan maaf aku?" Tanya Rin
"Aku mau.. Aku mau.. Aku mau.. K-Kamu.. K-Kamu.. K-Kamu... K-Kamu..." Len berhenti sesaat. 'Kalau aku tembak dia sekarang, mainstream banget!' Len bicara dalam hati
"Iya?"
"A-Aku mau nanti sabtu, besok kita jalan-jalan bareng.." Kata Len. 'Aduh! Itu juga mainstream!' Gumam Len dalam hati
"Aku boleh ajak Miku-chan?" Tanya Rin
"T-Tidak! Jangan ajak siapa-siapa!" Kata Len
"Kenapa?" Tanya Rin polos
"Karena.. Kita.. Hmm.. Aku cuman mau berdua aja sama kamu.." Jawab Len. 'Kita kencan Rin!' Kata Len dalam hati
"Baiklah!" Kata Rin
"Yaudah besok kita ketemu di stasiun ya.. Jam 10 pagi.." Kata Len
"Oke senpai!"
"Sekarang ayo pulang!" Ajak Len
"Iya.." Kata Rin, lalu mereka berjalan ke arah tangga.
"Jadi kencan yaaa.. Hmm.. Aku harus ngikutin mereka!" Kata Miku yang ternyata nguping, sambil sembunyi dibelakang locker
"Kalo kamu ikut, aku juga ikut!" Kata Mikuo yang ternyata ada di belakang Miku
"Mikuo?" Tanya Miku
"Jadi.. Miku sama Mikuo mau pergi ngikutin Rin sama Len... Aku harus ikutin mereka!" Kata Dell yang ternyata lagi ngikutin Mikuo, sambil sembunyi di belakang tembok. Oke bact to Rin and Len!
"Senpai.. Kok bajunya aneh?" Tanya Rin sambil berjalan di koridor menuju tangga
"Ohh ini... Hehehehe..."
.
.
.
"Lalalalalalalalalalalala..." Terdengar suara nyanyian seorang cewe di kediaman keluarga Akane dan itu pasti Rin, kenapa Rin? Karena Lenka jarang pulang, Lenka kerja di satu kedai kopi dan dia dapat shift malem dari jam 12 malem - 4 pagi. Siangnya dia kerja di salah satu cafe di kota seberang dari jam 2 siang - 9 malem, jadi supaya ga bolak-balik dia ga pulang.
...
itsumo machiawase no jikan ni
hayaku tsuki sugite shimau yo
...
Terdengar bunyi suara ringtone hape Rin. Diambilnya hape itu lalu dilihatnya layar hape itu. 'Senpai'
Nit!
"Moshi moshi.. Ada apa Senpai?" Sapa Rin
"Ehh Rin.. Kamu lagi apa?"
"Lagi baca novel.. Senpai lagi apa?"
"Aku lagi nelpon kamu.. Hehehehe.. Udah ngantuk?"
"Ya.. Sedikit ngantuk.."
"Oo.. Yaudah aku cuma mau bilang oyasumi.."
"Oyasumi juga Senpai.."
"Tidur yang nyenyak ya.."
"Iya senpai.."
Nit!
Len memutus teleponnya. Kalau bisa diliat sekarang mungkin Len cengar-cengir sendiri. Ayo kita check di kediaman Kagamine.
.
.
.
"Lalalalalalalala..." Terdengar nyanyian seorang cowo dan itu pasti Len, karena Kiyoteru sibuk sama tugasnya dan ga ada waktu untuk bersenandung seperti Len. *dijewerKiyoteru*
"Besok aku kencan! Lalalalala!" Gumam Len
"Lalalalalalalalalalalalala..." Senandung Len sambil melompat-lompat di atas kasur
"Len!" Teriak Kiyoteru
"Apa?" Kata Len sambil masang tampang orang pinter, maksudnya bukan dukun tapi orang yang pinter. #lupakan
"Ooo.. Aku kira tadi kamu loncat-loncat.. Abis berisik banget.." Kata Kiyoteru
"Heh?! Aku kan cool.. Ngapain loncat-loncat ga jelas.."
"Baiklah.. Aku kerja lagi.." Kata Kiyoteru terus langsung pergi ke lantai bawah. Rumah Len termasuk rumah yang besar. Dirumahnya ada 3 lantai. Lantai satu isinya dapur, ruang makan, ruang tamu, ruang keluarga, ruang kerja, perpustakaan kecil, satu kamar mandi dan 1 kamar tamu. Lantai 2 isinya kamar Len, kamar Kiyoteru, 1 kamar mandi, balkon, gym. Lantai 3 isinya kolam renang. Yah bisa dibilang Len itu orang kaya.
"Aku harus ngapain yah besok? Hmmm.."
"Ke cafe! Biasaaa.. Hmm.. Ke Mall! Tapi boseennn.. Kemana yaa?"
"Haaa! Aku tau!" Len tersenyum licik (evil smirk)
.
.
.
"Huaaaaiiiimmm.. Ohayou!" Kata Rin sambil berusaha membuka matanya
"Hmm.. Ngantuk.. Semalem gabisa tidur.." Gumam Rin
...
itsumo machiawase no jikan ni
hayaku tsuki sugite shimau yo
...
"Hmmm.. Moshi moshi.." Kata Rin
"Ohayou Rin" terdengar suara yang tak asing dari hape itu
"Senpai.. Ohayou!" Kata Rin
"Jangan lupa ya.. Jam 10.."
"Iya senpai.."
"Jangan lupa sarapan yaa.."
"Iya senpai..."
"Yaudah.. Bye.."
"Bye.."
Nit!
"Huaiiiiimmmmm.. Aku harus siap-siap! Tapi kita mau kemana ya?" Gumam Rin, lalu ia langsung pergi menuju kamar mandi
( 30 menit kemudian )
"Lalalalalalala.." Rin bersenandung sambil keluar dari kamar mandi.
"Duuuhhh.. Pake baju apa ya?" Rin mulai mengutak-atik lemari bajunya
"Ini? Ga... Ini? Ga.." Kata Rin sambil melempar-lempar bajunya
.
.
.
Len melirik jam tangannya, entah sudah keberapa kalinya ia melirik jam tangannya pagi ini. Dan dengan anehnya dia bangun pagi padahal itu adalah hal yang paling dibenci oleh seorang Kagamine Len
"Duuuhhh.. Masih jam 9.45! 15 menit lagi.." Gumam Len, tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang gadis berambut honey blonde yang memakai pita putih besar dikepalanya, ia memakai baju lengan pendek berwarna orange dan rok putih 5 cm diatas lutut yang bermotif jeruk, ia juga memakai sepatu yang senada dengan bajunya sambil membawa sebuah tas selempang putih dengan pita di tengahnya dan sebuah jam berwarna orange. Ya, itu Rin, Akane Rin, cewe yang daritadi ditungguin sama Len (Ayaka: kalo bingung aku ada gambarnya.. Tapi gatau cara ngeliatin gambarnya ke kalian gimana..)
"Senpai.. Aku terlambat?" Tanya Rin
"T-Tidak.. Ng.. Aku datangnya kecepetan.. Malah kamu kecepetan 15 menit.." Kata Len
"Oooo.." Kata Rin sambil menatap cowo berambut honey blonde di ikat ponytail yang memakai celana jeans dan kaos berwarna orange dengan kemeja lengan pendek berwarna putih polos yang kancingnya di buka semua, ia juga menggantungkan sebuah headphone berwarna putih dan orange dilehernya. Siapa lagi kalau bukan Len?
"Kita mau kemana senpai?" Tanya Rin
"Taman bermain... Gimana? Suka kan?" Jawab Len
"Suka banget!" Kata Rin
"Ayo kita pergi!" Kata Len sambil mengenggam tangan Rin dan lari ke kereta. Sedangkan itu,
"Hmmm.. Mereka cocok ya.." Kata seorang cowo berambut teal yang memakai jaket berwarna biru dan celana jeans serta topi berwarna biru.
"Iyaa.. Cocok.." Jawab cewe berambut teal yang memakai tanktop berwarna putih yang dibalut dengan jaket berwarna light blue dan rok jeans selutut, ia juga tidak lupa memakai kacamata hitam dan topi berwarna biru.
"Miku.. Kita cocok ga? Udah biru semua gini? Ke taman bermain lagi.." Tanya cowo itu lagi
"Mikuo... Kita bukan lagi kencan! Kita lagi ngikutin mereka!" Tegur Miku
"Yayayayayaya.." Kata Mikuo
"Mereka masuk! Ayo kita masuk!" Miku tanpa sadar menarik tangan Mikuo, dan tanpa harus dikasih aba-aba sama Ayaka, mukanya udah merah kayak kepiting rebus.
"Miku.. Hmm.. Mereka dimana ya?" Kata Mikuo sambil menundukan kepalanya karena mukanya merah
"Nah! Itu mereka! Kita duduk disini!" Kata Miku lalu ia duduk dan menarik tangan Mikuo sehingga ia duduk di sebelah Miku. Sekarang posisinya, Len dan Rin duduk di sebelah pintu, Miku dan Mikuo berada di sebelah pintu di sisi lain. Yaaa, posisi mereka deket banget. Dan suara Len dan Rin dengan mudah terdengar oleh mereka,
"Rin.. Kamu cantik banget hari ini.." Kata Len, bisa diliat muka Rin merah
"Senpai, juga.. Senpai terlihat lebih cool!" Kata Rin sambil mengacungkan ibu jarinya. Ya sekarang keduanya mukannya sama-sama merah.
"Miku..." Kata Mikuo
"Shut! Aku sedang nguping!" Kata Miku
"Miku.. Tapi.. Tapi.."
"Tapi.. KAMU NGINJEK KAKI AKU! KERAS BANGET! AAAWWW!" Lanjut Mikuo dengan suara supersonic nya yang bikin penumpang dikereta api itu memegang kuping mereka masing-masing, ya iyalah masing-masing.. Kalo berdua-berdua kasian yang jomblo.. #plakkk
Rin dan Len pun langsung menoleh ke sumber suara, yaitu mulut Mikuo. Rupanya ia masih berteriak kesakitan.
"Mikuo!" Miku menegur Mikuo, tapi tetap saja ia berteriak kesakitan, Miku berusaha membungkam Mikuo dengan tangannya tapi tidak berhasil.
"Mikuo!" Miku sudah kehabisan akal, dan akhirnya
Cup!
"Aaaa.." Teriakan Mikuo berhenti. Miku membungkam Mikuo dengan bibirnya. Ya, ia mencium Mikuo.
"Miku.." Kata Mikuo disela-sela ciumannya. Entah mengapa Miku bukannya melepaskan ciuman itu, dia malah diem.
1
2
3
4
5
"HEEIII! INI TEMPAT UMUM! TIDAK LIHAT APA ADA BANYAK ORANG DISEKITAR KALIAN?!" Tegur seorang cowo yang memakai jaket, kacamata, topi, dan pakaian ala orang yang sedang mengikuti orang. #plakkk
"Hmm?" Kata Mikuo yang bibirnya masih menempel dengan bibir Miku. Bukannya melepaskan ciuman itu, Miku malah memegang tangan Mikuo, lalu memperdalam ciuman mereka.
"DASAR! COWO GA TAU MALU!" Kata cowo aneh itu, lalu ia pergi. Setelah ia pergi Miku pun melepaskan ciuman mereka yang kalau bisa diitung mungkin 30 detik.
"Mikuo.. Maaf.." Kata Miku sambil menundukan wajahnya, malu.
"A-Aku.. I-Itu.. Ng.. A..." Belum selesai Miku ngomong, jari telunjuk Mikuo udah ada di bibir Miku
"Gapapa.. Tadi itu serasa di surga.." Kata Mikuo
"Maaf Mikuo.. Ini semua untuk Dell.. Supaya ia bisa melupakanku.. Maafkan aku.." Bisik Miku
Clek!
"Miku?"
"Hmmm.. Apa?"
"Ada tissue ga?" Tanya Mikuo, Miku pun mengalihkan pandangannya ke Mikuo
"Aku.. Aku nosebleed.." Kata Mikuo sambil senyum dan mengangkat tangannya menunjukan tanda peace, darah ngucur dari hidungnya.
"Tissue! Tissue! Tissue!" Miku panik dan ikutan nosebleed, dan para penumpang kereta pun sweat drop.
'Pasangan yang aneh' pikir orang-orang dikereta itu, tapi tidak untuk cowo yang tadi negur Miku dan Mikuo, dia malah galau-ing to the max di pojok kereta sambil denger lagu JBF sama one-sided love.
"Miku.. Jika aku bisa mengulang waktu, mungkin sekarang kau akan menjadi milikku.. Milikku satu-satunya.. Dan kita pasti udah menikah.." Gumam cowo itu. Ya, cowo itu Dell.
"Maafkan aku Miku.." Gumam laki-laki itu
.
.
.
"Akhirnya nyampe!" Kata Len dengan lega
"Iya! Aku udah ga sabar main disini!" Kata Rin
"Oke ayo beli Tiket dan main!" Kata Len sambil menarik tangan Rin, sedangkan Mikuo dan Miku mengikuti Rin dan Len dari belakang.
"Nah! Pertama mau main apa?" Tanya Len. Rin melihat sebuah komedi putar tapi dalam hati ia berpikir 'mana mungkin senpai mau main itu?'
"Gimana kalau kita maen itu?" Tanya Len sambil menunjuk rumah hantu
"Baiklah.." Kata Rin, padahal sebenarnya Rin sangat takut. Mereka pun masuk ke rumah hantu, Miku dan Mikuo serta kedua pengikut mereka berada tepat dibelakang mereka. Dua? Bukannya hanya Dell? Ehh ternyata ada orang misterius yang mengikuti mereka juga. Siapa dia? Ayaka juga belum tau. #plakkk
"Okaa-san.. Okaa-san.." Gumam Rin
"Rin? Kamu kenapa? Takut?" Tanya Len
"S.. Sebenarnya aku takut.." Kata Rin
"Kenapa ga bilang daritadi.." Kata Len
"Ayo turun!" Kata Len, tapi ternyata kereta yang mengangkut mereka mengarungi rumah hantu itu sudah bergerak
"Heh! Berhenti!" Teriak Len
"Okaa-san... Okaa-san.." Gumam Rin
"Rin?" Bisa dilihat Rin meneteskan airmata dari kedua matanya, memang belom ada hantunya tapi Rin sudah ketakutan.
"Rin.. Peluk aku kalau takut.." Kata Len
"Tidak apa senpai.." Kata Rin
BWAhAHAHAHA! Tawa hantu-hantuan yang tiba-tiba muncul disebelah Rin
"AKHHH!" Teriak Rin lalu dengan refleks ia memeluk tangan Len, Len pun memeluk Rin.
"Tutup matamu.." Perintah Len, Rin pun menutup matanya. Len mengambil headphone yang ada di lehernya, lalu memakaikannya di telinga Rin, lalu ia menyetel lagu butterfly on you right shoulder dengan volume max. Lalu Len kembali memeluk Rin.
...
migikata ni murasaki chou cho
kisu wo shita kono heya no sumi de
setsunai to iu kanjou wo shiru
hibiku piano
...
Len melepaskan headphone nya dari telinga Rin.
"Senpai.."
"Jangan nangis Rin.." Kata Len sambil mengelus kepala Rin
"Ingat selama hidupku, aku akan selalu melindungimu.. From Ohayou to Oyasumi.. Karena kalau malem aku tidur.. Hehehe.." Kata Len
"Senpai.." Kata Rin sambil memeluk Len dan tersenyum.
"Ayo turun.." Mereka pun turun dari permainan itu, lalu berjalan keluar
"Jadi sekarang kita mau main apa?" Tanya Len. Rin kembali melihat komedi putar itu. Tapi lagi-lagi dia berpikir 'Senpai pasti tidak suka..'
"Kita makan aja ya?" Kata Len
"Iya.." Jawab Rin, lalu mereka pergi ke cafe yang ada di taman itu. Orang-orang yang sedang mengikuti mereka pun ikut ke cafe,
"Miku! Cepat larinya! Kita ketinggalan mereka!" Kata Mikuo sambil berlari ke arah cafe
"Ihh! Aku cape.." Keluh Miku
"Nanti kita ketinggalan!" Kata Mikuo
"Yayaya!" Kata Miku, ia pun mempercepat larinya. Oke balik Ke Rin sama Len
"Hmm.. Rin mau apa?" Tanya Len
"Aku mau... Hmm... Aku mau sandwich.." Rin berpikir sejenak
"Aku burger.. Minumnya banana milkshake.. Sama orange juice 1"
"Lho! Senpai tau?" Kata Rin
"Kan aku bisa baca pikiran Rin.." Kata Len
"Nah! Sekarang coba tebak apa yang lagi aku pikirin!" Kata Rin
"Pasti aku!" Kata Len dengan GR ( ge er ). Rin pun sweat drop
"Ini silahkan makanannya..." Kata seorang pelayan
"Cepet banget ya?" Tanya Len
"Kami bekerja dengan kekuatan supermegaultra cepat! Rasa makanan di sini pun enak karena memakai kekuatan 10 tangan! HAHAHAHA!" Kata pelayan itu dengan Gaje, Rin dan Len pun hanya bisa sweat drop
.
.
.
"Sekarang mau maen apa?" Tanya Len sambil berjalan keluar dari cafe
Rin kembali menengok ke arah komedi putar, tapi lagi-lagi ia berpikir 'senpai pasti ga suka..'
"Terserah senpai.." Jawab Rin
"Oke! Kincir ria!" Kata Len, lalu ia menarik tangan Rin dan berlari ke arah kincir Ria, sedangkan para pengikut mereka yah pasti ngikutin mereka. #plakkk
Setelah sampai di kincir ria, mereka langsung masuk, lalu duduk. (#Yaiyalah)
Kincir ria pun mulai berputar, Rin dan Len pun hanya melihat-lihat kebawah dengan wajah merah. 'Berdua? Dengan Rin? Kapan lagi aku bisa kayak gini?' Pikir Len. 'Senpai ganteng banget ya! Kok mukanya merah? Apa dia juga suka sama aku?' Tanya Rin dalam Hati
Drrrrttt!
Kinci Ria itu berbunyi lalu tiba-tiba berhenti.
"Udah nyampe bawah yah Rin?"
'Ohh Kami-Sama! Apakah waktuku untuk berduaan sama Rin cuman sebentar gitu!' Kata Len dalam hati. Len berdiri lalu menuju pintu dan membukanya,
"Waaaaaaaa!" Teriaknya, ia buru-buru membanting pintu dan memeluk Rin
"Kenapa?! Ada apa?! Mengapa bumi tertukar dengan langit?!" Kata Len
"Ngg.. Senpai.." Kata Rin
...
"Para pengunjung yang sedan bermain di arena bermain kincir ria, kami ucapkan selamat kepada para cowo yang modus, dan mohon maaf pada cewe yang dimodusin dan para jomblo ngenes yang naek sama boneka. terjadi kerusakan mesin. Diduga mesin menderita penyakit akut. Batuk-batuk tak henti dan pusing 7 keliling. Atas perhatian anda saya ucapkan Terimakasih. Dan saya ucapkan untuk para pasangan... Selamat bersenang-senang! hahahaha!"
...
"Terimakasih Kami-Sama!" Teriak Len
"Ngg.. Senpai.."
"Ya?"
"Aku sesak nafas nih.." Kata Rin
"Ohh iya.. Hehehe..." Len pun melepaskan pelukannya, dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Senpai.."
"Ya?"
"Aku mau nanya.."
"Iya sok aja tanya.. Apapun aku jawab.."
"Apa hubungan senpai dengan Miku-chan? Apa senpai suka sama Miku-chan?" Tanya Rin
"Ohh.. Itu.. Ng.. Ga.."
"Bisa aku liat kalau Miku-chan itu suka sama senpai.. Apa senpai juga suka sama dia?"
"Ngga.." Jawab Len singkat
"Tapi.. Tapi.. Kenapa senpai ga suka sama Miku?"
"Karena aku punya seseorang yang aku suka.." Jawab Len
"Orang itu baik, polos, lucu.. Aku suka banget sama orang itu" lanjut Len
"Siapa?"
"suatu saat kamu pasti tau.."
T.B.C
Ayaka: sorry! Saya sibuk! Banyak ulangan! Whaaaa! Stress!
Kay: siapa yang peduli
Ayaka: diem!
Rin: oy! Bales review!
Ayaka: oke
akanemori= iya tetep rinxlen.. Kalau tidak jadi yaoi nanti! XD
Lacie Helra-Chan= Len nya malah minta Rin pergi ke taman bermain sama dia.. XD
neko-neko kawaii= Len nya belom siap! XD
Miiyuki Kyoko= hahaha.. Iya banyak typo.. Sedih.. Ga di check dlu siih.. Buru-buru updatenya.. Alurnya masih express ya? Oke aku perlambat. Iya masih rinxlen, belom lenxmikuo kok! Tenang aja! XD *dihajarLen*
Mitoshi Koro= Dell, Se-Es cintaku padanya! XD Len kawaii XD Miku pake kekuatan apa ya? Aku juga bingung.. #plakkk XD
Ayaka: okei thanks buat review nya! Dan thanks bagi yang udah baca! Chapter-chapter depan bakal banyak romancenya XD! Dan tenang aja.. Rate nya tetep T kok.. Ga akan pernah berubah karena author sendiri masih dibawah umur! XD ohh ya aku ganti summary yaaaa.. Abis kata temenku summary nya kurang menarik
Zero: siapa nanya?
Ayaka: abaikan saja para OC! Sekalilagi makasih udah baca! Ohh ya, soal pairing, walaupun slight nya banyak tapi tetep aja rinxlen! Oke?! Oke sekali lagi makasih! Dan paipai!
