warning : GS, typhosss, gaje, alur terlalu cepat, tidak sesuai EYD, membosankan, dll
saya pinjam nama cast dari Super Junior, Girl Generation, 2PM, Sistar, 2NE1, SM The Ballad, dll
semua cast bukan punya saya, akan tetapi cerita ini punya saya
dilarang copy paste ff ini, dilarang bash cast ff ini
KYUMIN FF
SARANGHAE AGASHI
"Bagaimana pendapat sajangnim, apa ada proses yang harus kami ulang?" tanya sang kepala bidang riset, Kim Jong Hyun kepada Kyu Hyun. Namja tampan berkacamata tebal itu menyiapkan pena dan blocknote mini nya, siap mendengarkan instruksi dari sang pimpinan.
"Pertama, kuminta jangan memanggilku sajangnim, terdengar begitu asing dan tidak akrab. Apalagi aku juga bukan pimpinan sebenarnya di perusahaan ini. Kedua, kinerja bagian riset semakin lama semakin memuaskan. Semoga ke depan akan ada penemuan baru, terutama untuk produk-produk makanan diet yang sedang kita kembangkan." papar Kyuhyun panjang.
"Gomawo sajangnim atas pujiannya kepada tim kami." Jonghyun tersenyum lebar.
"Jonghyun ah, tolong panggil aku hyung, seperti biasanya. Aku benar-benar merasa seperti orang asing saat kau memanggilku sajangnim." protes Kyuhyun lagi saat ternyata Jonghyun tetap memanggilnya penuh hormat.
"Mianhe. Tapi bukankah kami harus sopan terhadap direktur?" tanya Jonghyun tak mengerti.
"Itu berlaku untuk direktur sesungguhnya, bukan direktur sementara seperti diriku. Jadi simpan saja panggilan itu untuk Sungmin agashi, kelak setelah beliau dewasa." jawab Kyuhyun bijak.
"Direktur sementara kita ini benar-benar rendah hati Jonghyun ssi, kita mestinya bersyukur..." sambung Hankyung yang juga berada di ruangan itu sambil memandang Kyuhyun kagum.
"Ne...ne... arraseo Hankyung ssi." Ucap Jonghyun dan diikuti tawa renyah mereka berdua serta wajah tersipu Kyuhyun.
"Oiya hyung, bisakah aku pamit dulu?" tanya Kyuhyun sambil melihat arloji yang melilit pergelangan tangan kirinya?
"Kau sebenarnya masih ada jadwal untuk bertemu dengan brand ambassador kita yang baru." Hankyung nampak membaca kembali jadwal kerja Kyuhyun untuk hari itu.
"Siapa memangnya Hankyung ssi, kukira brand ambassador kita masih tetap Kristal Jung yang cantik dan berbadan bagus itu." celetuk Jonghyun yang sepertinya justru tertarik dengan pembicaraan Kyuhyun dan Hankyung.
"Kontraknya sudah habis Jonghyun ssi, brand ambassador kita yang baru adalah Cho Ji No." sahut Hankyung.
"Mwooo ... penyanyi manis yang baru merilis single debutnya itu, apa kau yakin Hankyung ssi? Memang dia sangat cantik dan anggun, tapi ini kan masih awal karirnya, dia juga sepertinya belum terlalu dikenal?" heran Jonghyun."
"Tapi kenapa kau tahu? Jangan-jangan kau fans nya Cho Ji No ya Jonghyun ssi?" goda Hankyung.
"Ehm...itu... he..he... sepertinya aku memang suka kepadanya."
"Yasudah, nanti Hankyung hyung dan Jonghyun ah saja yang berangkat ke sana, mianhe, aku tadi sudah berjanji menjemput Sungmin agashi, aku takut dia kecewa." ucap Kyuhyun dengan wajah menyesal.
"Oh, begitu... baiklah, kurasa tidak masalah. Hanya masalah penandatanganan kontrak kerja saja. Jonghyun ssi,kau nanti menemaniku ya." Hankyung menepuk bahu Jongyun pelan.
"Tapi Hankyung ssi?" ragu Jonghyun.
"Ini perintah dari direktur Cho." canda Hankyung kemudian kembali kekehan Hankyung dan Jonghyun menggema di ruangan itu.
=JOY=
Kyuhyun memacu mobilnya cukup kencang, karena saat itu arlojinya sudah menunjukkan puku 14.50, padahal ia berjanji untuk menjemput Sungmin tepat jam 15.00.
"Tidak boleh terlambat." gumamnya sambil kembali menambah kecepatan mobilnya, membelah jalanan kota yang mulai sedikit padat.
Setelah bergelut dengan jalanan, akhirnya Kyuhyun tiba tepat pukul 15.00 di depan pintu gerbang sekolah Sungmin. Saat itu terlihat rombongan besar siswa yang sedang berlomba untuk mencapai pintu gerbang sekolah.
"Untunglah aku tidak terlambat." Kyuhyun tersenyum untuk keberhasilan dirinya sendiri. Sedikit mematut wajah tampannya di kaca. Merapikan rambut brunettenya yang sedikit berantakan, mengecek kemeja warna peach yang membalut tubuh berabs samar miliknya, serta dasi berwarna hitam yang terlihat begitu serasi saat ia kenakan. Sesaat dia menertawakan dirinya sendiri.
'Aku benar-benar seperti abg kasmaran yang mau berkencan.' bathinnya sambil tersenyum menyadari kehebohannya saat akan bertemu dengan sang agashi.
Kyuhyun pun keluar dari mobil. Mengedarkan pandangannya menyusuri wajah-wajah siswa yang ada di sana. Hingga pandangannya terkunci pada wajah cantik seorang yeoja yang sudah sedemikian rupa merampok seluruh perhatiannya. Siapa lagi kalau bukan sang agashi Lee Sung Min. Yeoja yang nampak mulai kembali ceria, berjalan di antara tiga sahabat karibnya, Ryeowook atau yang lebih senang dipanggil dengan Wookie, yeoja manis dan mungil yang sangat senang degan dunia masak memasak. Hyukjae atau lebih terkenal dengan panggilan Eunhyuk atau Hyukkie, yeoja hiperaktif yang gemar mengumbar gummy smile nya. Dan terakhir adalah yeoja pendiam yang senang sekali membaca bernama Kibum, atau lebih sering dipanggil Bummie.
Tapi, hey... mata Kyuhyun memicing saat melihat seorang namja yang seusia dengan mereka bertiga, juga nampak asyik bergabung di sana. Namja bermata sipit dan berwajah lumayan tampan itu terlihat berdiri di antara Sungmin dan Eunhyuk, namun pandangannya nampak terpaku kepada Sungmin, ya, hanya kepada Sungmin. Dan Sungmin, nampaknya ia cukup menikmati momen kebersamaan mereka itu.
Sepercik api cemburu pun mulai menyala di hati Kyuhyun. Tak dapat dipungkiri lagi, hatinya begitu sesak melihat yeoja yang amat sangat dicintainya sepenuh hati tersenyum bahagia bersama namja lain.
'Kau tidak boleh cemburu Cho Kyu Hyun. Ingat komitmenmu tentang cintamu dan tentang Sungmin agashi.' Bisik pikiran rasionalnya. Menyadarkan Kyuhyun dari keegoisan hatinya yang merasa bahwa sang agashi adalah miliknya seorang.
'Seandainya ia memang jatuh cinta kepada namja yang seusia dengannya, harusnya kau turut senang dan mendoakan agar Sungmin agashi mendapatkan kebahagiaan dengan namja itu.' Bisik pikiran rasionalnya kembali.
Hah...
Kyuhyun menghirup napas panjang dan dalam, kemudian menghempaskannya kuat.
"Demi Sungmin agashi." desisnya nyaris tak terdengar. Kini ia sedang sibuk menata suasana hatinya. Bagaimanapun ia ingin terlihat dalam penampilan primanya di depan sang agashi, sesuram apapun suasana hatinya saat ini.
Rombongan kecil Sungmin dan kawan-kawannya kian mendekat. Suara candaan dan obrolan khas remaja merekapun semakin terdengar di telinga Kyuhyun.
"Selama sepuluh hari ini Joongwoon sunbae selalu datang ke kelas kita lho Min. Dia selalu bertanya mengenai keadaanmu, entah kepadaku, Wookie maupun Bummie." oceh yeoja bernama Eunhyuk itu. Terlihat ia yang paling semangat bercerita. Sementara Wookie hanya tersenyum simpul, nampaknya ia menyembunyikan sedikit perasaan kurang suka dengan pembicaraan yang tengah sibuk dibangun oleh Eunhyuk . Dan Bummie hanya memasang wajah datar, tidak terlalu menanggapi pembicaraan sahabatnya itu. Sedangkan Sungmin memandang wajah Joongwoon dengan wajah bersemu merah, nampaknya ia cukup merona mendengar bahwa namja itu begitu memperhatikan dirinya.
"Loh Min, kau tidak dijemput oleh Dasom eonnie?" tanya Wookie saat menyadari bahwa orang yang berdiri di dekat mobil mewah Sungmin bukanlah Dasom, yeoja yang sudah sangat teman-teman Sungmin kenal dengan baik.
"Tidak, mulai sekarang, aku akan diantar jemput Kyuhyun samchon." ucap Sungmin menjawab pertanyaan Wookie.
"Mwooo... samchon kepala pelayanmu yang tampan itu Min?" sahut Eunhyuk semangat.
"Ne...samchon memang tampan ya?" Kyuhyun tersenyum sambil mendekati rombongan kecil itu.
"Anyeong samchon." keempat teman Sungminpun membungkuk sopan kepada Kyuhyun.
"Anyeong anak-anak. Ehm...mianhe, samchon belum hapal nama kalian, bagaimana kalau kita berkenalan?" tawar Kyuhyun.
"Tentu saja samchon tampan... Lee Hyuk Jae imnida, tapi aku tidak suka kalau dipanggil Hyukjae, jadi panggil aku Eunhyuk atau Hyukkie." ucap Eunhyuk dengan semangat.
"Kau menakutkan Hyukkie ah." Sungmin tersenyum melihat tingkah hiperaktif sahabatnya itu, sementara Eunhyuk merengut.
"Kim Ki Bum imnida, panggil saja Bummie." sahut yeoja manis berwajah datar itu.
"Kim Ryeo Wook imnida, panggil Wookie saja." Kali ini yeoja mungil itu yang memperkenalkan diri.
"Kim Joong Woon imnida." namja muda itupun tak ketinggalan memperkenalkan diri.
'Jadi namanya Kim Joong Woon.' bathin Kyuhyun sedikit menahan kesal.
"Cho Kyu Hyun imnida, panggil saja Kyuhyun samchon atau samchon saja." ucap Kyuhyun memperkenalkan diri.
"Mianhe teman-teman, setelah ini aku ada acara, jadi aku pamit dulu." Sungmin mulai mengambil posisi berdiri di dekat Kyuhyun, membuat hati Kyuhyun menghangat, seperti seorang yang mendapatkan miliknya kembali setelah terpisah begitu lama.
"Mau ke mana Min?" tanya Hyukkie penasaran.
"Ehm, molla, aku juga belum tahu." jawab Sungmin menampakkan wajah berpikir yang begitu imut.
"Ah, Minnie ga asyik, Minnie pelit, ga mau kasih tau kita." gerutu Eunhyuk sambil mempoutkan bibirnya.
"Sudahlah Hyukkie ah, kau ini terlalu ingin tahu." potong Joongwoon.
'Sok pahlawan.' bathin Kyuhyun.
'Aish… lama-lama aku bisa tidak waras. Cho Kyu Hyun cepat kuasai dirimu.' Omel Kyuhyun dalam hati.
"Mianhe anak-anak, kami harus pergi sekarang." ucap Kyuhyun sambil sesaat melihat arlojinya, terlihat seperti mengecek waktu, padahal itu hanya gayanya saja untuk meyakinkan teman-teman Sungmin agar mengira mereka berdua akan menghadiri acara penting dan takut terlambat karenanya. Ah, nampaknya Kyuhyun ingin segera menjauhkan agashinya dari teman namjanya yang menurut Kyuhyun sangat 'berbahaya'.
"Yasudah, samchon dan Minnie segera berangkat saja." seperti mengerti isi pikiran Kyuhyun, yeoja bernama Wookie itu tiba-tiba menyahut. Membuat sebuah smirk tipis tersungging di bibir Kyuhyun.
"Kajja Sungmin agashi, kita berangkat sekarang." ajak Kyuhyun.
"Ne samchon. Teman-teman, kami pamit dulu." Sungmin melambai kepada teman-temannya.
Kyuhyun membukakan pintu mobil untuk Sungmin dan Sungminpun masuk dengan hati-hati. Setelah memastikan Sungmin sudah di dalam, Kyuhyun menutup pintu mobil itu perlahan, kemudian berlari ke sisi yang lain dan duduk di depan kemudi.
"Ah, Min. Kenapa kau selalu melupakan sabuk pengamanmu." ucap Kyuhyun saat melihat sabuk pengaman yang masih belum Sungmin kenakan.
"Aku kan sudah bilang kalau malas mengenakannya." bantah Sungmin mengabaikan ucapan Kyuhyun.
'Tapi itu tidak berlaku kalau kau yang memasangkannya samchon.' bathin Sungmin.
Tanpa aba-aba Kyuhyun kembali memasangkan sabuk pengaman itu. Membuat Sungmin kembali harus bergelut dengan degup jantungnya yang menggila dan rona merah pipinya, begitu juga dengan Kyuhyun yang sudah sibuk menahan degup jantung nya yang kian cepat. Namun mereka berdua terlihat begitu menikmati momen itu. Saling terdiam, namun siapapun yang berada di antara mereka pasti tahu bahwa banyak perasaan yang berkecamuk di hati keduanya.
"Huh... selesai." Kyuhyun menghembuskan napas cepat, seperti kelegaan setelah melakukan tugas yang sangat berat. Buru-buru ia mengenakan sabuk pengaman untuk dirinya sendiri.
"Gomawo sachon. Kajja berangkat. " ucap Sungmin singkat, kemudian mengalihkan pandangannya keluar, apalagi kalau tidak menyembunyikan rona merah pipinya agar tidak terlihat oleh Kyuhyun.
"Kita mau kemana samchon?" tanya Sungmin setelah mobil yang mereka naiki berlalu dari lingkungan sekolah Sungmin.
"Sebuah tempat yang akan membuatmu merasa bersyukur dengan keadaanmu saat ini Min." ucap Kyuhyun sambil tersenyum lembut. Senyum yang bagi Sungmin begitu menenangkan.
"Samchon, katakan saja, jangan membuatku penasaran?" Sungmin pura-pura merajuk, mempoutkan bibir shape M merah menggodanya, membuat naluri Kyuhyun sebagai namja sempat tergoda.
"Sabar Minnie ah, sebentar lagi kita sampai." Kyuhyun kembali memacu mobil itu menyusuri jalanan. Sambil membiasakan agar debar jantungnya bisa sedikit terkendali saat bersama Sungmin, karena nyata-nyata frekuensi kebersamaannya dengan agashinya itu akan semakin sering pada waktu-waktu mendatang.
Sementara Sungmin, dia masih sibuk dengan perasaannya. Mempertanyakan kepada dirinya sendiri, mengapa ia bisa memiliki perasaan yang aneh kepada kepala pelayanannya itu. Berdebar namun sekaligus nyaman saat berada di dekatnya. Padahal jelas-jelas, sejak masuk SMA ia memutuskan untuk menyukai sunbaenya yang bernama Joongwoon itu. Namja yang setahun lebih tua darinya, tampan, cerdas, baik hati dan yang jelas, sepertinya ia mulai mendapat perhatian lebih dari namja itu. Buktinya sunbaenya itu selalu bertanya kepada teman-temannya selama ia tidak berangkat ke sekolah pada massa berkabungnya kemarin.
Hah...
Sungmin menghembuskan napasnya kuat-kuat. Menyadarkannya untuk kembali ke alam nyata.
TBC
Saya sangat berterimakasih untuk readerdeul yang sudah memfollow, memfavoritkan, dan memberi review untuk ff gaje saya ini. Sekali lagi gomawo *bow*
Special thanks untuk semua reviewer :
= TifyTifannyLee = Heldamagnae = NurLarasati13 = bebek (2x) = bunnyblack. FLK. 136 = Ranny =
= parkhyun = dewi. k. tubagus = PaboGirl = cloudswan = nova137 = Adekyumin joyer = sitara 1083 =
Gomawo.
Gomawo juga buat yang sudah ngasih saya semangat ... baik untuk nyelesein pekerjaan saya, maupun buat ngerjain tesis yang entah kapan baru akan bisa saya sentuh T,T ... sekali lagi gomawo chingu ... benar-benar menambah semangat saya ...
Ga tahu kenapa, saya kok rasanya pengen banget update ni ff cepet-cepet... ah mumpung saya lagi dapet mood nya, jadi saya sempet-sempetin nulis, padahal kerjaan masih segunung ... kkkk *saya lagi labil*.
Mungkin efek ngeliat Kyu pake kostum macho, Minppa pake kostum yeoja cantik trus berdiri deketan kayak pasangan appa-eomma gitu ... wkwkwkwk. I don't know ... saya blank liat mereka berdua ... Kya...Kya...
Ah, sekalian pengen ngucapin happy anniversary buat oppa-oppa Super Junior, ga terasa udah delapan tahun...^^
Sukses terus ne ... ^0^
Ngomong-ngomong...chap ini nampaknya sudah agak panjang *pede* . Mianhe, chap kemaren banyak yang kecewa karena kependekan ya ... Trus Kyumin moment nya kurang ne ... mianhe lagi ... soalnya emang belum saatnya Kyumin moment bertebaran di ff ini ... kkkk
Mungkin ni chap alurnya agak kecepetan ya ...ah... sekali lagi mianhe
Pokoknya saya hanya bisa bilang mianhe atas kekurangan2 ff ini *BOW*
Love KYUMIN
Bolehkah saya minta review lagi untuk chap ini?
ThanKYU.
