CHAPTER 2
Wristwatch,Romance
Fairy tail © hiromashima
Author:SSaphira
Genre : romance and friendship
*NATSU X LUCY
X
X
X
X
X
X
X
X
" Kau?!"
Aku membulatkan mataku kaget. Tunggu. Dia..dia cowok yang waktu itu. Bahaya..bahaya..ini sangat bahaya… lebih baik sekarang aku pergi. Cabuuttt…aku melangkah cepat meninggalkan cowo itu. Tapi, karena tak sempat melangkah satu langkah lagi. Tak tersadar tangan yang besar menarik tanganku. Aku spontan menoleh, namun, yang kulihat seorang lelaki yang bermata cahaya seperti ibliiss… aduuhh gimana nih..? dia menarikku dengan kuat. Aku tak dapat untuk kembali melangkah.. makaa..
"Tolooooong!" teriakku.
" "
"Mau kemana kamu?" tanyanya
"Tooolooong…"
" Aku Tanya kok kamu teriak teruuss?" ucapnya yang berusaha untuk menyeimbangi telinganya yang hampir gawat. Aku terdiam mendengarnya.
Saat di sana hanya kita berdua saja. Aku agak takut. Apalagi tangannya yang kuat itu susah sekali aku lepaskan. Seperti memakai lem perekat. Amit-amit dah, … Tiba-tiba saja terdengar suara hentakan kaki yang berlari cepat. Menggangu kediaman kita yang begitu hening tadinya.
"Tuan muda!" teriak seseorang yang terdengar jauh.
"Tuann muuda!" kini teriakannya begitu jelas dan keras. Hampir mengarah kesini. Aku berpikir. Ini kesempatan. Kalian pasti tahu,kan? Kesempatan untuk kabur…
"Tooloo~ hmmppptt"
Namun, sayangnya aku tak dapat kembali berteriak seperti itu lagi. Kalian tahu? Tangan kirinya menutup mulutku. Aku tak bisa berbicara satu pun. Satu kata pun. Dan lebih parahnya. Dia membawaku ke gang kecil yang gelap. Payung dan bukuku tertinggal disana. Hanya ada tempat sampah besar di sudut kirinya. Setelah itu tak ada jalan lagi. Pasti tahu,kan? Jalan buntu.
Dia mendekatkan wajahnya di telingaku. Terdengar rendah ucapannya. Juga terdapat hembusan nafasnya yang kurasakan. Ya.. tuhaann .. bantu aku untuk menghadapi cowo rese yang super susah dihadapi ini.
"Sssstt, kau diaaammm" perintahnya yang terdengar menakutkan. Aku hanya merinding saja.
" Tuaann muuuda.."
"Kemana Tuan mudaa?"
"Entahlah… padahal sudah diperingati jangan tanding lagi.."
Aku merasakan tiga pengawalnya itu terdiam.
"Kita berpencar kalian cari di studio basket sekarang…!"
Hentakan kaki itu terdengar jauh dan pergi jauh. Jauh dan jauh.. juga begitu jauh.
Aku mendengarnya sedih… kesempatanku hilang..huhuhu… dasar cowo rese ngapain ni anak bawa-bawa aku di tempat serem serem kaya gini. Mana gelap lagi.
"Yokkata…." Ucapnya yang membuatku tak mengerti.
"Hummmppt" aku berusaha untuk berbicara.
Tangannya terlepas dari mulutku. " Kenapa aku harus memegang mulut kamu sih.."
"Mana kutahu.. dasar bodoh.." ucapku dan kemudian melangkah pergi.
Eeehh~ tahunya .. gagal lagi.
" Heii.. kamu anak yang di Toko itu,kan?"
Deeegh
" Bu..bukan tuh.."
" Kau jangan bohong…."
"Serius.."
" Aku tidak percaya.. yang serius?!"
"Duarius.."
"Eeehh?"
"Skath math.. aku kaburrr.."
"Waiitt!" teriaknya dan lagi-lagi memegang tanganku.
"Apa maumu sih?"
"Kau tahu urusan kita belum selesai.."
"Dasaar bodoh.. untuk apa kau pikirkan sampai sekarang.. kau sendiri saja mengingkari janjimu waktu itu..!"
"Berarti kau benar cewe yang di Toko itu ya?"
Mendengarnya spontan aku menutup mulutku. 'Gawat..ketahuan..dasar lucy kau juga bodoh..'
"Kata siapa aku mengingkarinya.. buktinya aku sudah menggantikan kue itu kealamat rumahmu.. dan juga kesekolahmu.." ucapnya.
Deeeeegh..' Bohong.. masa dia..'
"Sekarang giliran kau menggantikan jamku.."
"Tiiidaaaakkk"
"Apa kau bilang.."
"Ttiidaaak akan.. karena kue itu tak sampai di rumahku.." aku langsung kabur saja dan pergi meninggalkan cowok rese itu. Dan ucapanku tadi membuatnya melepaskan tangannya. Hooorrreeee…
Namun, terlihat disisi lain cowo itu hanya terdiam hening. ' Apa? Bukannya aku udah kasih itu kue ke rumahnya? Atau jangan-jangan dia pindah… benar, dia pindaahh dari rumahnya.. ' gumamnya
END LUCY POV
XXX
NATSU POV
Aku pulang malam. Sialanya aku tidak diperbolehkan tanding basket.. siall..sialll..sialll.. tambah lagi.. aku bertemu. Cewe nyebelin yang keras kepala tidak mau menggantikan jam tanganku. Apa dia tak tahu? Kalau jam itu sebenarnya di berikan oleh Lisana di London sana. Kalian tahu? Kekasihku..
sebenarnya aku dan Lisana bukan kekasih. Tapi aku menganggap dia kekasihku saja. Karena dia sangat baik.. akan tetapi dia menganggapku teman kecilnya . sebagai kakak adik. Aku sedih.
Padahal keluarga kami setuju sekali dengan kebersamaan kami sebagai kekasih. Tapi Lisana malah mengejar cowo idamannya. Jadi dia pergi ke London hanya untuk mengejar cintanya. Sakit hatiku…
Kalau aku tidak memakai jam itu. Takutnya ia malah berprasangka buruk denganku. Aku takut kehilangannya. Tapi…
Sebenarnya .. jujur saja. Seharusnya aku tak memaksanya untuk mengganti rugi jamku. Lagian bisa aku beli kembali. Tapi, entah mengapa? Aku merasa ingin jahil saja kepadanya… Tingkahnya begitu lucu. Aku jadi ingin tertawa, sifat anehnya itu membuatku tersenyum sebenarnya.
Tiba-tiba….
"TET..NONET..NONETT"
Terdengar suara handphone yang berbunyi. Tergetar disakuku.
"Moshi..moshi?"
"Natsu~"
"Siapa?"
"Aku lisana.."
Deeegh
"Waa.. ogenki ka?"
"Genki da. Kimi wa?"
"Genki.. ada apa nih?"
"Natsu ada kabar baik untukmu.. "
"Apa itu?"
"Aku sekarang resmi menjadi kekasihnya.."
Deeeegh
"Kekasih siapa?"
"Cowo idamanku yang pernah aku ceritakan waktu itu.."
Deeeeeeggh
"Tapi, aku sediih.."
"Kenapa?"
"Keluarga kita yang terlalu erat tidak memperbolehkanku untuk menjadi kekasihnya.. aku ingin menangis , Natsu.."
"Lalu?"
"Aku bisa diizinkan untuk menjadi kekasihnya kalau keluarga kau memperbolehkanku menjadi kekasih orang lain.. bukan kekasih dirimu.. kau tahukan..kita adalah adik kakak.."
"Jadi kau tidak mau menjadi kekasihku?"
"Aku nggak mau.."
Deeeeggh
"Aku nggak mau kita menjadi kekasih.. aku mau kita menjadi kakak adik seperti dulu.."
Deeeegh
" Kenapa?"
" Aku masih menganggapmu sebagai seorang kakak. Bukan sebagai laki-laki.."
Deeegh
Aku segera mematikan handphoneku. Hatiku sakit. Ternyata dia tidak mencintaiku. Dia menginginkanku sebagai kakak. Bukan seorang lelaki.
Aku harus bagaimana? Apa aku harus menyuruh keluargaku untuk membebaskan Lisana saja. Agar ia dapat hidup dengan bahagia?. Hatikku sangat kacau . aku tak bisa mengatasi hidupku. Hidupku yang sekarang kualami. Aku harus bagaimana? Aku tak rela kalau dia diambil dengan orang lain.
Aku tak rela. Tapi, kalau dia bersamaku hanya karena terus-terus sakit hati. Berarti aku menyakiti hatinya. Apa? Aku harus merelakannya? Apa aku harus..
Tetesan air mataku keluar.. dengan cepat aku tak tahu mengapa.. tanpa piker panjang aku segera menuju kekamarku…..
TBC
Sorry lama. Ternyata, jam itu dari lisana. Apa yang akan memperkuat hidupnya nanti? Apa Natsu harus memilih jalan, untuk merelakan Lisana. Adiknya?. Lalu bagaimana dengan nasib Lucy yang menanggung pembayaran jam itu?
Terimakasih untuk yang telah reviews dari chapter satu dan dua juga ketiga..
Nnatsuki : iya.. aku akan berusaha untuk mengganti kata-kata yang salah. Prologue dan chapter satu sudah update . sekarang chapter dua juga udah update.
Yumeka himuri : iya.. terimakasih atas pesannya.. pasti aku akan berhati-hati kembali.. prologue 2 , chapter 1 dan chapter 2 udah update.. semoga senang..
Reka : ini udah lanjut..
Mumut yakoni : iya.. biar beda aja.. prologuenya ada dua.. ini udah update.
Guest : sekarang udah update. Kayanya satu minggu ini aku nggak bisa focus fanfic dulu. Karena ada ulangan di sekolah. Maafnya..
Itu balasan dariku… semoga kalian senang dengan cerita selanjutnya. Dan setelah baca jangan lupa reviews.. kalau ada kekurangan dan kelebihan ngukapin saja. Jadi aku bisa merubah semuanya…
INI CUPLIKAN SELANJUTNYA…
" Apa perjanjianmu itu?" Tanya Lucy
"Aku ingin… aku ingin kita menjadi seorang kekasih.."
"Whaaat?"
"Kenapa?" kaget Natsu.
"Aku tak menyangka ada cara menembak seorang cewe yang seperti ini.."
"Dasaar aku tidak menembakmu.. kita..hanya.."
"Eeeh?"
" Kita hanya pura-pura pacaran.."
Arigatou gonzaimasu!
All thanks for reader
