Chap 4

Saat ini para panitia sedang mengambil makanan di tempat yang disediakan oleh para sensei. Disaat ini sakura sedang bersusah payah untuk membawa makanan bagi kelompoknya. Makanan yang disediakan untuk tiap kelompok sangat banyak dari makanan, minuman, buah, snack dan peralatan makan untuk setiap kelompok sesuai jumlah anggota.

Pada saat yang sama ternyata gaara sedang berjalan sambil melihal kebelakang, alhasil dia pun menabrak sakura yang sedang sibuk membenarkan bungkusan-bungkusan di tangannya.

BRUK…

Semua bungkusan yang dipegang sakura berjatuhan ke lantai di ikuti oleh dirinya yang jatuh terduduk di depan gaara. Gaara yang menjadi penyebab jatuhnya sakura hanya diam tanpa ada niat untuk meminta maaf atau pun mengulurkan bantuan. Sakura yang saat itu juga menyadari hal itu langsung saja berdiri dan meminguti bungkusan milik kelompoknya dengan kemarahan yang ditahannya. 'dasar laki-laki kurang ajar, sudah dia yang salah tapi tak meminta maaf. Sudahlah lebih baik aku pergi saja'.

Baru saja ingin pergi dan tidak berpikir untuk memperpanjang masalah, tapi gaara berbicara "aku tidak tertarik dengan perempuan yang berpura-pura jatuh di hadapanku agar mendapatkan perhatianku"

Mendengar kalimat itu membuat seketika kemarah yang ditahannya keluar secara meledak-ledak "apa kamu bilang!" kata sakura

"aku tidak tertarik dengan perempuan yang berpura-pura jatuh di hadapanku agar mendapatkan perhatianku. Apa sudah dengar?" katanya sambil melipat tangan di depan dadanya.

"AKU… BERPURA-PURA… JATUH!?" kata sakura penuh penakanan. Tapi gaara hanya diam tak menjawab dan hanya memandang bahwa itu benar.

"aku tak menabrakmu! KAMU. YANG. MENABRAKKU!" kata sakura marah –sangat-sangat marah.

Seakan tak mendengar kalimat sakura yang menyatakan bahwa dialah yang menabrak sakura, dengan langkah santai dia pergi.

"hei!" terdengar suara seseorang yang memanggil tidak jelas.

"hei kau yang berambut merah bertato 'Ai' berhenti!" kata suara itu.

Gaara menoleh dan menatap pria berambut kuning dengan jaket orange yang dikenakannya. Langkah pria berambut kuning itu sangat cepat dan langsung ada dihadapan gaara. Ternyata dari awal naruto sudah berdiri di dekat mereka memperhatikan mereka dari awal kejatuhan sakura sampai gaara yang tidak ingin minta maaf.

"hei kau! Segera minta maaf." Kata pria itu lagi.

"siapa kau?" gaara malah bertanya

"aku UZUMAKI NARUTO dari sekolah Uzumaki High School Konohagakure pecinta keadilan" katanya penuh kehebohan. Namun ekspresi yang ditunjukkan gaara masih sama seperti tadi yang membuat naruto marah. "segera minta maaf kepadanya. Aku melihat semua kejadian tadi dan aku tau kau lah yang menabraknya merah." Kata naruto sinis.

"aku tak mau meminta maaf." Kata gaara santai

"apa kau tidak dengar hah!? Biar kuulangi. Kau pria rambut merah segera MINTA MAAF padanya SEKARANG juga." Penuh penekanan pada kata minta maaf, sekarang.

Tapi gaara sama sekali tak mendengar dan malah menatap naruto tajam. Jelas saja itu membuat naruto semakin marah. Suara naruto yang keras sedari tadi menarik perhatian pada siswa-siswi lain yang berdiri tak jauh dari mereka. Tidak mau masalah semakin besar, sakura pun menarik naruto menjauh dari gaara ke tempat lain. Gaara yang ditinggal hanya melihat mereka yang pergi begitu saja.

"sudahlah hentikanitu." Kata sakura pada naruto.

"eh!? Kenapa?" kata naruto

"Kau tidak lihat… semua orang melihat kearah kalian berdua. Apa kau mau menjadi orang pertama diangkatan kita yang mendapat hukuman karena berkelahi hah!?" kata sakura.

Naruto segera melihat sekeliling dan benar saja banyak orang yang melihat mereka dan menjadikan mereka tontonan gratis.

"baiklah. Biarpun aku tidak senang dengan sikapnya yang tidak mau meminta maaf…"

"biarkan saja" kata sakura tersenyum, "kau bilang kau dari mana tadi?" Tanya sakura.

"dari konoha." Katanya singkat sambil melihat dimana gaara berdiri tadi yang ternyata sudah kosong.

"oh. Aku juga dari konoha."

"benarkah?" sakura hanya mengangguk sambil tersenyum untuk menjawab pertanyaan naruto, "siapa namamu dan dari sekolah mana?"

"aku haruno sakura dari Star High School" naruto yang mendengar hanya membentuk mulut huruf O.

Tiba-tiba ada yang memanggil sakura lembut "sa-kura-chan?" kata perempuan yang ternyata hinata. Sakura dan naruto langsung saja melihatnya.

"hinata-chan, kenapa kamu ke sini?" kata sakura.

"kami lama menunggumu dan aku rasa kamu kesulitan membawa semuanya. J-jadi aku memutuskan untuk datang dan membantumu." Kata hinata menerangkan.

"maaf hinata-chan. Aku tadi mendapat sedikit masalah." Kata sakura, mendengar itu rawut wajah hinata langsung khawatir dan terbaca oleh sakura, "aku tidak apa-apa hinata-chan".

Sakura yang sempat melupakan keberadaan naruto kembali mengingatnya. Dan dia menoleh ke naruto dan mendapati anak itu sedang menatap hinata dengan senyum. Karena merasa bahwa tertarik pada naruto segeralah sakura memperkenalkan keduanya.

"hinata-chan perkenalkan ini teman yang membantuku tadi." Katanya sambil menunjuk naruto.

"ahh… s-s-senpai…" hanya itu suara yang keluar dari mulutnya dan langsung menunduk menutupi pipinya yang sedikit memerah dan naruto hanya terus tersenyum sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Lihat saja sekarang, pipinya juga terlihat merah. Melihat tingkah mereka berdua sakura hanya tersenyum penuh makna.

"apa kalian sudah saling mengenal?" kata sakura.

"ti-tidak-tidak" kata naruto gelagapan, "kami hanya pernah bertemu dalam sebuah insiden kecil" senyum tadi sudah berganti menjadi cengiran khas seorang naruto. Namun sakura tau bahwa ada perasaan saling tertarik antara keduanya terlihat dari gerak-gerik keduanya.

"Benarkah hinata?" Tanya sakura menggoda. Entah sejak kapan sifat ino yang satu ini menular kepadanya.

Hinata hanya mengangguk menjawab pertanyaannya.

'hahaha… tampak sekali mereka malu-malu. Aku biarkan saja mereka berduaan' batin sakura.

"oh. Ya sudah, kalau begitu kenalan saja." kata sakura sambil mendorong naruto mendekat kepada hinata dan meninggalkan mereka dan tidak lupa membawa semua bungkusan kelompoknya.

Mereka hanya terdiam dalam pikiran mereka masing-masing 'wah dilihat sedekat ini dia sangat cantik ya?' pikir naruto. 'aku malu sekali berhadapan sedekat ini dengannya' pikir hinata.

"aku uzumaki naruto. Kamu?" hanya pertanyaan basa-basi, naruto kan sudah tau siapa nama hinata.

Sangat gugup, itulah yang dirasakan hinata sampai-sampai dia sulit untuk bernapas "h-hi-n…" kata-katanya terhenti. Ternyata sebelum menyelesaikan perkataannya hinata sudah jatuh pingsan dan segera ditangkap oleh naruto. Naruto yang kaget dengan kejadian itu segera mengangkat hinata, yang segera dibawanya ke UKS setelah menanyakannya pada seorang sensei.

"hinata! Hinata! Kamu tidak apa-apa?" kata naruto saat hinata membuka mata.

Hinata yang mengetahui naruto sangat dekat dengannya hanya menahan napas. Wajah hinata yang semakin memerah membuat naruto memegang keningnya "apa kau sedang sakit?" tanyanya dan menjauhkan posisinya dari hinata setelah mendapat gelengan dari hinata. Naruto hanya menghembungkan nafas lega setelah mengetahui itu.

"n-na-ruto-senpai tau dari mana namaku?" tanyanya dengan tetap berbaring.

"ahh… aku sebenarnya sudah tau saat pertama kali kita bertemu. Saat seorang laki-laki memanggilmu saat itu."

"ah." Kemudian hinata duduk dan mencoba turun dari tempat tidur.

"kamu sudah tidak apa-apa?"

"hmm. T-Terima kasih naruto-senpai." Katanya sambil membungkuk Sembilan puluh derajat.

Namun naruto tak menjawab ucapannya dan membuatnya heran, "a-ada apa naruto-senpai?"

"bisakah tidak memanggilku senpai?" kata naruto.

"eh?"

"kita kan seangkatan, jadi bisa kah hinata-chan tidak memanggilku dengan senpai? Lebih baik naruto-kun saja." kata naruto sambil tersenyum gelagapan.

"b-baiklah na-naruto-k-kun…" katanya sambil merona.

"baiklah kalau begitu ayo kita kembali ke kelompok." Katanya bersemangat sambil berjalan.

Saat sudah kembali ke aula, naruto melihat sebagian anak sedang makan. Dan dia melupakan tugasnya sebagai ketua yaitu mengambil makanan untuk kelompoknya. Seketika bulu kuduknya merinding merasakan amarah anggota kelompoknya yang akan marah.

"hinata-chan sepertinya aku melupakan tugasku. Jadi kita berpisah disini saja dan sampai ketemu lagi ya…" kata naruto sambil berlari secepat kilat menuju sensei yang membagi makanan.

Saat tiba ditempat itu sensei itu menyatakan tidak ada makanan lagi dan makanan yang dipesan sesuai jumlahnya. Naruto pun kembali menuju kelompoknya yng ternyata sudah makan dengan santai. Dia pun melangkah dengan cangguh dengan cengiran menghiasi wajahnya dan tangannya menggaruk kepala, "hahaha… ternyata kalian sudah mengambilnya ya?" katanya naruto.

PLTAAKKK…

Terdengar suara kepala yang dipukul keras, naruto langsung saja menggeram marah pada orang tersebut yang ternyata kiba, "dari mana saja kau? Bukannya kau ketua, kenapa jadi aku yang mengambil ini semua hah!?"

"aku tadi ke toilet, perutku sakit." Bohongnya..

'kalau aku katakan aku bersama perempuan –hinata- dan akhirnya melupakan tugasku. Bisa-bisa kepalaku penuh benjolan akibat anak yang satu ini. Dan mungkin teman-teman yang lain juga akan menyumbangkan benjolan juga' batin naruto ketakutan.

"dasar bohong" suara itu ternyata dari sasuke dan ditatap sinis oleh naruto.

"aku tidak bohong" kata naruto sedikit meninggikan suaranya agar terdengar meyakinkan.

"hah… terserahlah" kata sasuke.

"menyusahkan. Sudahlah lebih baik kau makan sekarang karena yang lainnya sudah hampir selesai" kata shikamaru sambil melempar bungkusan makanan pada naruto dan ditangkap dengan gesit oleh naruto.

Orang-orang itu pun kembali melanjutkan makan dengan hidmat dan tenang. Naruto selalu sibuk selama dua hari ini sampai kamar asrama mereka dibagikan. Hingga dia tidak pernah lagi melihat hinata lagi setelah kejadian itu. Dan naruto harus bersabar menghadapi ini semua. Padahal dirinya sangat ingin melihat hinata.

TO BE CONTINUED

.

.

Author's Note :

hello... semuanya, aku balik lagi nih. aku langsung upload dua chapter sekaligus,.

maaf ya kalau OOC dan ceritanya tidak sesuai dengan harapan para pembaca sekalian. Aku akan berusaaha membuat yang lebih menarik lagi.

Ini mungkin karna kali pertama aku buat ff naruto, jadi mohon pengertiannya.

Review kalian adalah semangatku :')

Mind to Review?

.

.

THANKYOU