Declaimer Always Masashi Kishimoto

But, this story always mine.

WARNING : OOC, AU, Etc.

Rate : M

Pair : SasuSaku

Chasing Perfection

By Selenavella

.

Lembaran Keempat

.

Ia langsung menutup matanya lagi detik pertama ia membuka matanya, kamar ini kelewat silau, dan detik berikutnya ia menyadari bahwa punggungnya terasa sakit. Ia mengerang rendah begitu menyadari bahwa kini ia tengah tertidur di atas futon bukannya ranjang besarnya yang empuk.

Ia bangun dan tangannya secara reflek meraba tubuhnya dan menyadari bahwa pakaiannya sudah berganti. Ia menepuk keningnya dengan kencang, orang yang ia pikir adalah kemungkinan pemilik dari kamar itu berganti karena ingatan samar-samarnya mengenai malam tadi, 'jangan bilang kalau aku sudah tidur dengan Menma.'

Tapi sebuah bingkai figura menyadarkannya bahwa apa yang ia pikirkan itu salah.

'Ini kamar Sasuke?' batinnya.

Sakura menggelengkan kepalanya keras.

Tidak mungkin ia berada di kamar Sasuke, karena ingatan terakhirnya adalah, ia duduk di samping Menma, mengobrol sedikit, dan minum-minum sedikit. Kalaupun ia berakhir di atas ranjang, bukankah seharusnya itu adalah ranjang milik Menma?

Sakura menelan ludahnya dengan susah payah.

Ia kemudian bangun dari Futon dengan kepala berdenyut sakit.

Kakinya melangkah menuju lemari dan menarik pakaiannya yang digantungkan di pegangan pintu lemari. Ia melirik kearah pintu dan menyadari pintu itu tertutup. Dengan cepat ia berganti pakaian dan menanggalkan baju kebesaran yang jelas bukan miliknya.

Seselesainya ia berganti baju, ia melipat rapi pakaiannya dan kemudian membuka pintu lalu melangkah keluar dari kamar Sasuke, kepalanya menjulur berusaha mencari siapapun di rumah ini. Menyadari dia hanya sendirian Sakura menghela nafasnya dan kemudian berjalan kearah meja makan, ada gelas besar disana.

Sakura mengambil gelas tersebut dan meminumnya.

"—aku tidak memiliki uang untuk memanggil taksi, jadi aku membawamu kemari."

Ia tersedak dengan air putih yang ia minum, Sakura terbatuk-batuk mengelap mulutnya dan kemudian memutar tubuhnya mencari asal suara tersebut. Ia kemudian menyadari itu adalah suara Sasuke, pemuda itu kelihatannya baru mandi. Rambut ravennya membasahi lehernya, di lehernya tergantuk handuk berwarna coklat, lelaki itu memakai kaos putih dan celana berwarna hitam. Pria Uchiha itu berdiri sambil bersender di dinding dekat pintu—yang ia duga adalah pintu menuju kamar mandi.

"Ah," Sasuke membuka mulutnya kembali. "Pakaianmu sudah kucucikan, aku terpaksa menggantinya. Kau muntah-muntah kemarin. Merepotkan sekali."

Dan ucapan itu secara resmi membuatnya teringat kembali pertengkarannya dengan pemuda ini malam kemarin. Rasa kesal mulai memenuhi rongga dadanya. Kekanakan, tapi ucapan pemuda itu kelewat tajam baginya.

"Maaf merepotkanmu lagi," ucap Sakura cepat sambil menekankan kata terakhirnya. Dia menaruh gelasnya dengan kasar dan kemudian menatap mata hitam itu secara langsung sebelum kembali menambahkan, "aku janji ini yang terakhir."

"Baguslah," ucap Sasuke dingin. "Jadi kau akan berhenti membuatku susah."

Ia kemudian berjalan kearah pintu keluar rumah Sasuke sebelum akhirnya ia berhenti berjalan. Ingatan malam kemarin muncul kembali di kepalanya begitu saja. Ia terdiam sebentar sebelum akhirnya berputar menghadap Sasuke. Pria itu berjalan memunggunginya. Sakura mengambil sisir yang berada di atas meja di sampingnya dan melemparkannya tepat ke kepala Sasuke.

Suara sisir dan kepala Sasuke yang beradu terdengar keras menggema di ruangan sempit ini. Pemuda Uchiha itu berputar cepat dan meraung dengan marah. "APA YANG KAU LAKUKAN!"

"Kau pantas mendapatkannya!"

Sasuke kemudian diam dan menatapnya bingung. "Apa?"

"Kau masih mempedulikanku," ucap Sakura lambat-lambat. Iris hijaunya memandang Sasuke seolah-olah ia baru menyadari apa yang terjadi. "Kau tidak mengijinkanku membantumu, karena kau tahu aku tidak pernah melakukan pekerjaan begitu. Kau begitu peduli akan pandangan orang-orang karena kau takut itu akan mempengaruhi imageku. Kau mengikutiku keklub, dan menolongku dari Menma."

"Kau mengada-ada."

Bibir Sakura naik lebih tinggi dari sebelumnya hingga membentuk seringai, mata hijaunya kini berbinar penuh percaya diri. "Aku terlalu lama tidak bertemu denganmu hingga aku lupa bagaimana kau bersikap. Ah, baka yarou. Kau tetap seorang tsundere bukan."

"Sinting." Lelaki Uchiha itu mendengus sebelum ia berputar membelakangi Sakura. "Tutup pintunya."

Tapi refleksnya kelewat cepat, ia terlebih dahulu berlari dan menarik tangan Sasuke kemudian mendorong tubuh pemuda itu kemudian mengunci tubuhnya dengan meletakan lengan kanannya di leher Sasuke. ia tersenyum menyeringai ke arah Sasuke.

"Uchiha Sasuke, kenapa kau berusaha mendorongku sebegini kuatnya?" ucapnya lambat-lambat. Matanya memandang mata gelap itu. "Ada sesuatu yang kau sembunyikan bukan?"

Sakura mendengar Sasuke tertawa meremehkan sebelum ia terlempar dan posisi mereka kini berbalik. Tangan kanan Sasuke diletakan di samping kepalanya sementara tangan kirinya bisa ia rasakan memegangi pinggangnya.

Pria itu tersenyum mengejeknya. "Kenapa kau begitu percaya diri? Bukankah aku sudah bilang kau memuakan. Merepotkan. Apa kau tidak mengerti bahasa jepang?"

"Kalau kau begitu muak denganku…" Sakura berhenti sebentar, tangannya bergerak memegangi bahu Sasuke. "Kenapa kau tidak meninggalkanku saja di bar dengan Menma? Kenapa mengikutiku ke klub? Akui saja kau khawatir, kau mempedulikanku. Benar bukan?"

Lelaki itu menyeringai mengejek. "Selalu seperti Haruno Sakura yang dulu, berkhayal yang tidak tidak. Mengharapkan hal yang tidak akan pernah mungkin terjadi."

"Kau tidak lupa dengan yang kau katakan dulu bukan Sasuke?" tanya Sakura seraya menatap Sasuke tanpa takut. "Kau menyu—"

"Diam." Sasuke memotong ucapannya dengan kasar. Senyuman mengejek itu mulai luntur, ekspresinya mengeras. Sakura bisa merasakan Sasuke menurunkan tangannya ketika Sasuke mundur. Cowok itu menggelengkan kepalanya sebelum membuang mukanya. Ekspresi dingin itu kembali muncul.

"Pulanglah."

Pria itu berputar dan berjalan menjauhinya.

Blam.

Dan pintu kamar Sasuke tertutup meninggalkan Sakura yang memandanginya, sementara si pemilik kamar merosot duduk di pintu.

.

.

.

"Jadi kau ke klub?"

"Mm."

"Sendiri?"

"Iya Neji."

"Tumben sekali."

"Diam kau baka."

Dan percakapan mereka di tutup. Neji dan Naruto saling berpandangan satu sama lain. Keduanya tahu bahwa Sakura bukan tipe orang yang akan pergi ke klub malam sendirian. Menurut Sakura terlalu merepotkan karena pria-pria disana selalu menatapnya dengan pandangan kelaparan.

Jikapun ia pergi ke klub, setidaknya pasti bersama dengan Naruto atau Neji.

"Tapi—"

KRING KRING.

Kening Sakura mengkerut dan menyadari ponselnya berbunyi nyaring. Ia lalu merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya. Matanya membelalak ketika ia melihat siapa nama orang di layar ponselnya.

Sakura menempelkan telunjuknya di bibirnya dan menatap Naruto dan Neji dengan tatapan yang menyuruh keduanya diam. Ia menekan layarnya dan menempelkan ponselnya.

"Moshi-moshi Bibi cantik!"

"Oh, Sakura halo."

"Ada apa Bibi cantik menelefonku?"

Kedua pria di depannya menyimpan rasa penasarannya akan kejadian semalam. Baik Neji maupun Naruto tahu siapa yang tengah di telefon oleh Sakura itu.

"Bibi akan pergi mengunjungimu minggu depan, ada yang akan Bibi bicarakan. Luangkan waktumu ya nanti."

"Ah…ya, aku mengerti," ucapnya riang. "Memang ada apa?"

"Nanti saja ya! kau baik-baik disana?"

"Mm, aku baik-baik saja disini." Ia lalu berdeham pelan. "Bawa oleh-oleh tidak untukku?"

Orang di seberang telefon sana tertawa renyah. "Tentu saja!"

"Waaa! Arigatou ne!"

"Ya ya, kalau begitu sudah dulu ya? Bibi harus bertemu klien lagi."

"Baiklah! Sampai jumpa."

"Ha'i sampai jumpa."

Dan sambungan telefonpun tertutup.

Ketiga orang itu sama-sama tahu siapa yang menelefon Sakura.

Haruno Kurenai, Ibu tiri dari Sakura itu hendak pulang kemari kali ini. Ayah Sakura baru menikah lagi dengan Kurenai, beberapa tahun yang lalu. Jika orang-orang berpikir bahwa Kurenai adalah tipe ibu tiri yang ada di dalam dongeng-dongeng, tapi pada nyatanya toh Kurenai adalah tipe perempuan baik hati dan cantik dan keren baginya.

Bahkan Haruno Sakura yang terkenal garang itupun tidak mampu mengeluhkan Ibu tirinya.

"Tante Kurenai akan kemari?"

"Yap," Haruno Sakura menyender padai kursinya dan kemudian tersenyum lebar kearah keduanya. "Kira-kira dia akan membawakanku apa ya dari Belgia?"

Neji mengangkat bahunya ringan. "Coklat?"

"Mainstream sekali."

Naruto dan Neji tertawa mendengar komentarnya. Sakura mengambil gelasnya yang ada di meja dan meminum isinya. Ia menjauhkan gelasnya dari wajahnya dan kemudian menatap Naruto dan Neji bergantian.

"Oh ya, kalian tahu darimana aku pergi ke Black malam kemarin?"

"Mm," kedua pria dihadapannya saling berpandangan satu sama lain dan kemudian Naruto menyeringai dan menatapnya. "Menma."

"Uzumaki Menma?" ucap Sakura seolah memastikan Menma yang mereka bicarakan sama. Melihat Naruto mengangguk ia mendengus. "Sepupumu yang brengsek itu. Ck, sudah lama dan dia sama sekali tidak pernah berubah."

"Oh dia berubah kau tahu."

"Maksudmu?" Haruno muda itu menaikan kedua alisnya.

Kali ini giliran Nejilah yang menyeringai padanya. "Well, kalau kau belum tahu," pemuda Hyuuga itu menggantungkan kalimatnya. Dia menyender dan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dengan gaya angkuh. "Dia berniat meminta perjodohan denganmu."

.

.

.

Hyuuga Neji berjalan sendirian di koridor Akademi Konoha. Suara pianolah yang membuatnya berhenti berjalan dan mundur tiga langkah. Ia mengintip dari kaca pintu ruangan musik. Dari sana dia bisa melihat bagaimana Sasuke memainkan pianonya dengan apik.

Bahkan bertahun-tahun tak melihat Uchiha Sasuke bermain piano, efeknya tetap sama seperti dulu.

Laki-laki itu benar-benar masih mampu memukaunya. Uchiha Sasuke diberikan bakat bermain piano dengan luar biasa, heck dia bahkan yakin bahwa Uchiha Sasuke bisa dengan mudahnya menerima beasiswa dari Juliard atau bahkan universitas-universitas di Wina sana jika dia mau.

Suara tuts piano yang ditekan bersamaan membuat Neji merenyit dan memutuskan masuk ke ruangan musik.

"Hai."

Uchiha Sasuke duduk tegak dan kemudian berbalik menatapnya sebelum memutar kepalanya kembali kearah pianonya. Neji tersenyum tipis dan berjalan kearah Sasuke, ia berdiri di ujung piano sambil menyilangkan kedua dadanya.

"Apa kabar? Kupikir kita belum sempat mengobrol banyak bukan?"

"Tidak ada yang kita perlu obrolkan juga bukan?" ucap Sasuke dengan sinis.

"Sebenarnya ada," jawab Neji ringan. Dia tersenyum tipis kearah Sasuke. "Misalnya soal Sakura."

Sasuke menatapnya sengit. "Tidak ada yang perlu dibicarakan soal perempuan manja itu, Neji."

"Tentu ada bodoh."

"Jangan mengataiku bodoh, brengsek."

"Kalau kau bukan bodoh lalu apa? Idiot? Tolol?" ucap Neji dengan nada mengejek. Melihat bagaimana telinga Sasuke memerah membuat perasaan puas membuncah dalam dirinya. Dia tahu bahwa Sasuke yang tenang dihadapannya ini hanyalah sebuah topeng. Toh dari dulupun Uchiha Sasuke paling pandai menyembunyikan emosinya.

Dia memang berencana mengkonfrontasi Sasuke sejak dia melihat tontonan antara Sasuke dan Sakura pertama kali. Dia tahu ada yang salah dengan orang ini. Sedikit banya Hyuuga Neji merasa harus ikut campur juga persoalan dua sahabatnya itu. Dan cara satu-satunya memancing ucapan yang benar-benar jujur dari seorang Uchiha Sasuke adalah dengan membuatnya marah terlebih dahulu.

"Apa maksudmu?" tanya Sasuke masih dengan tenang.

Neji mengangkat bahunya. "Dari dulu kau tahu bagaimana perasaan Sakura, semua orang tahu bagaimana perasaanmu terhadap Sakura, dan harusnya kau juga tahu bagaimana perasaanmu juga bukan?"

"Neji—"

"—Tapi kenapa kau mendorong Sakura menjauh terus Sasuke? Ada sesuatu yang salah denganmu. Dan," mata bulan Neji menyipit memandang Sasuke dengan curiga. "Kau menyembunyikan sesuatu bukan?"

Dia berani bersumpah ada kilatan panik yang ia lihat dari mata hitam Sasuke.

Tapi dalam detik berikutnya mata itu kelihatan kosong kembali.

"Kau didoktrin oleh Sakura," ucap Sasuke pelan. Pria di depannya itu kembali memainkan piano. "Kalian semua tidak bisakah berhenti menggangguku?"

"Ada apa Uchiha Sasuke? Bukankah sejak dulu kau selalu berkata bahwa kau tak akan pernah. Tidak akan pernah menyakiti Haruno Sakura, tapi—apa itu tanda kissmark?"

Sasuke dengan cepat menarik kerah kemeja sekolahnya menutupi bagian dadanya yang terbuka. Mata hitamnya kali ini kentara sekali kelihatan panik. "Bukan."

"Aku ini laki-laki dan aku tahu apa itu," kali ini nada tajam terdengar keluar dari bibir Neji. Perasaan marahnya meluap, ia memikirkan kemungkinan-kemungkinan penyebab Uchiha Sasuke menjadi berbeda begini membuatnya gila. "Uchiha Sasuke jawab aku!"

"Ini tidak seperti yang kau bayangkan brengsek!" teriak Sasuke seraya berdiri membuat kursi piano itu terjatuh. Nafasnya terengah-engah, pemuda Uchiha itu menarik nafas dalam-dalam dan mengusap wajahnya frustasi. "Ini bekas gigitan serangga."

Dan pemuda Uchiha itu mengambil tasnya, membenarkan letak kursi, dan kemudian melangkah menjauhinya. Sebelum Sasuke bisa menjauh darinya, Neji menarik bahu Sasuke dan membuat pria itu memutar kearahnya.

Mata pucat Neji terlihat marah, dia membiarkan emosinya terlihat dengan jelas.

"Aku tidak peduli alasanmu, karena kita berdua sama-sama tahu kau berbohong," ucap Neji tajam. Melihat Sasuke hendak membuka mulutnya kembali, Neji terlebih duluberbicara. "Tapi, kalau kau memang memiliki kekasih. Bicaralah pada Sakura, setidaknya buat dia mengerti."

Dan Hyuuga Nejipun berjalan melewati Sasuke yang terdiam.

Langkahnya terhenti, dia enggan berbalik menatap Sasuke dan ia menghela nafasnya dalam-dalam. "Walaupun itu akan menyakiti Sakura, tapi lama-lama dia akan mengerti."

Tentu Sakura akan marah.

Perempuan temperamental itu kemungkinan besar akan mendapatkan perasaannya hancur lebur. Hell, Haruno Sakura begitu mencintai Sasuke, apalagi yang akan terjadi memangnya ketika orang yang kau cintai mengatakan bahwa ia memiliki perempuan lain?

"Walaupun dia kejam, dia tidak akan menyakiti orang yang dicintai olehmu Sasuke."

Neji mengelengkan kepalanya dan akhirnya berjalan keluar dari ruang musik tanpa menyadari bahwa ekspresi Uchiha Sasuke berubah. Mata onyxnya memandang dinding ruangan itu dengan nanar, sebelum akhirnya kakinya menolak menopang tubuhnya dan membiarkan pemiliknya duduk berjongkok dan menenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya.

Raungan marah keluar dari bibir Sasuke.

"Brengsek! Brengsek! Brengsek!"

.

.

.

Bersambung.

.

.

.

Author note's:

Halow, lumayanlah ya updatenya kencengkan walaupun pendek wkwkwk. Betewe saya lagi sebel sama ayam kita ini, kenapa sih harussssssssss jahat bangettt sama Sakura! walaupun well, mungkin dia gak mau Sakura ngeliat dia dan Naruto berantem takutnya nanti malah Sakura yang luka kena jurus mereka #apasih. Eh iya, kan Gaara bikin cameo tuh beberapa chapter kemaren. Munculin ayang Gaara gak yaa~

Oh ya disini Sasuke bakalan kesiksa banget. Jadi jangan nanya kapan Sasuke gakan kesiksa, jawabannya nanti epilog. Karena dia bakalan kesiksa mulu! Yang gak kuat maaffff yak!

Betewe yang masih nanya-nanya Sakura gadis apa kagak, disini disebut gadis karena refer ke umurnya Sakura yang masih belasan, bukan karena sakura masih gadis. Karena…psst Sakura engga kok :p

.

.

SPECIAL THANKS

mysaki jangaaan nangis dums! Emang sengaja dibikin yang jauh dari image biasanya wkwkwk. Mungkin nanti…..entah kapan. ; mantika mochi mungkin chapternya pendek hehehe makasih pujiannya! Sudah lanjut yak! ; Kumada Chiyu mungkin sabar….atau mungkin engga. Wkwkwkwk aku sih gak apa-apa kali ya? abisnya kan bukan maunya dia hehehe ; Kazama Sakura buat chapter sekarang malah mungkin pembalasannya :p bukan gadis kok, gadis itu refer ke umurnya sakura aja hehehe. Okay nanti kuganti hehehe. Sudah lanjut yak! ; ReginaIsMe16 gak apaapa kok! Iya huhuhu abis dia jahat bangets di komik wkwkwk emang hidupnya menderita abies disini akakakak lanjuted yak! ; Aeni whoaaah sampe nangis? Kok bisa? Semoga engga benci ya hehehe. Makasiiiiih pujiannya&makasih udah suka! Sudah di update! Salam kenal jg! ; Febri Feven sudah lanjut! ; tataruka yang penting updatenya cepet wkwkwk temenan kok, kan bnyk banget temenan tapi…ehem gitu deh wkwkwk. ; white's aiiih makasih pujiannya ya! udah kok, kalau engga mana mungkin dia peduli banget gini! Sudah diupdate yak, makasih sudah mau nunggu! ; zuka semua orang bilang bikin nyesek ya cerita aku :'') kasian kok aku juga hehehe. Ini udah update kilat ya hohoho ; obin iyak! Nyesek abiess! Jangan nangis dums! Updated yak! ; ALEXA gak apa-apa kok, umur aku 19 tahun ehehe, iya abisnyakan aku lagi pengen nyoba yang temanya berat-berat gimana hehehe. Di dunia nyata mungkin gak fair, tapi ada kok yang gitu. Jangan judge juga karena udah tidur sama ratusan cewek dan dia jadi buruk. Ada kalanya kalau udah kayak gitu justru dia ngerti cewek banget dan malah ngehargain cewek lebih dari cowok yang gak punya pengalaman. Dan betewe, kata siapa Sakura itu gadis dalam artian beneran gadis? :p ; Cherry Philein aiiih makasih pujiannya. Karena sakura manis hanya depan sasukeee~ wkwkwk. Sudah lanjut yak ; yollapebriana gakan discon kok, abisnya emang niatan fokuskan disini huehehe. ; Jun30 emang kasiaan tapi perjalanan merana Sasuke masih lama :-/ maafkan. ; Lhylia Kiryu aih makasihhh, iyaaa aku suka lupa yang gitu sih masih belajar abisnya hehehe. Updated yak. ; iya baka-san pasti dilanjut ampe tamat kok tenang wkwkwk. Mm, emang aku lagi pengen nyoba yang aneh alurnya….makannya ini cerita percobaan wkwkwk ; Cherryl masih teruuuuuus Saske merananya maafkaaan :(( ; harakim98 makasih pujiannya! Sudah dilanjut hoho ; fariskaaulia77 emaaang kasihaaan sekali disini wkwkwk. Sudah dilanjut! ; kazuran sudah lanjut yak ;Guest emang bikin jadi angst ini lama-lama hiks. Makasih pujiannya! Sudah update yak hehehe ; richan sudah anon! ; kirara kita doakansemoga cepat berhenti saja ya. amin ; Adila makasih sudah suka chara Saskey bikinanku hehehe. Updated yak! Jangan penasaran lagi kay ; motoharunana makasih pujiannya! Gak nyinggung kok hehe. Dan iya nih, lagi ngembangin feel juga hehe doakan berhasil. Makasih udah review! ; ikalutfhi97 udah next nih, jangan penasaran lagi yak ; L sudaaaah halilintar malah! ; keira yamapi sudahlah…; Dhita82 mmmmmmm kasih enggaaaaaaaa yaaa~ ; hsakiii whoaaaah reviewnya panjang banget! Tapi sukaa deh hehe. Mm, makasih yaah udah dukung aku, kebanyakan juga sekarang berkurang kok negative komennya hehe. Makasih udah suka aku juga, seneng sih ada reader yang masih suka sama fanfic aku padahal apa atuh fanfic aku mah wkwkwk. Dan buat author berbakat kayaknya berlebihan deh hehehe masih banyak yang lebih bagus kok! Betewe bikin account dong! Jadi kalau kamu mau ngobrol apa gimanakan gampang hehehe ; mimigo sakurazuka sudah kilat kok, updated ; Tsurugi De Lelouch namanya juga dunia ini kayak roda yang berputar ada yang diatas ada yang dibawah. Semoga gak berubah ya, amin ; Guest sudaaaah ; Sabaku no Gaa-chan hiks memang akupuuuun kasihaan tapi gimana dong :'') ayam kita selalu sabar kok.

.

Ini bales review sehalaman loh gak bohong wkwkwk. Udah ya, author cape hehehe. Bye! See ya next chapter!.

.

.

Love

.

.

Selena.