Disclaimer :: Fanfiction ini terispirasi dari beberapa cerita tentang pelayan iblis. Tapi cerita ini murni milik Ai. Dan Naruto adalah milik Masashi Kishshimoto Sensei dan Naruto FC.
Story begin...
Teng... teng... teng...
Terdengar suara dari salah satu koleksi jam antik di rumah mewah karin yang menemani siang yang terasa sangat lengang. Jarum jam yang berada tepat di angka dua belas romawi. Suara jarum yang berbunyi setiap detiknya mengiringi langkah kaki yang anggun melangkah. Mengabaikan tatapan ketakutan dari orang-orang berpakaian seperti para maid umumnya yang menatap mereka. Suasana di rumah itu terasa sangat berat. Bahkan angin pun enggan untuk masuk dan mencoba menyejukkan udara.
Dua pemuda dengan rambut berbeda bagai siang dan malam melangkah dengan angkuhnya, menuju ruang kerja kepala keluarga di rumah ini. Tak ada bekas bahwa mereka telah menghabisi puluhan pengawal yang tergeletak tak berdaya diluar sana, bahkan anak-anak rambut mereka masih rapi menempel di kepala mereka. Membuat para pelayan itu berpikir, apakah para pengawal itu terlalu lemah? Atau orang yang mereka lawanlah yang terlalu kuat. Entahlah, yang mana pun itu.
Para pelayan itu tak mengerti, dengan apa yang di inginkan oleh dua orang pemuda yang kini terus berjalan tanpa menghiraukan tatapan penuh tanya dan ketakutan dari mereka. Langkah mereka tak pernah goyah, tetap angkuh dan elegan. Seperti seekor raja singa yang tengah mengintai mangsa. Menakutkan dan mempesona di saat bersamaan.
Si pemuda pirang menatap para pelayan tanpa ekspresi. 'Mereka ketakutan' batinnya. Tapi bukan salahnya mereka ketakutan, apa pedulinya? Jika mereka takut, bukankah lebih baik mereka pergi saja? Sebenarnya ini bukanlah idenya untuk menyerang langsung ke bekas rumahnya ini. Rencana awal naruto hanya ingin menemui sang paman, menahklukkannya dan membuatnya menyerah. Namun sasuke berpikir lain. Menurutnya, jauh akan lebih menyenangkan jika naruto merebut langsung istana yang susah payah di dapatkan pamannya, hal itu tentu akan membuatnya kesal, atau bahkan stress memikirkan istana ini tak akan jadi miliknya lagi. Dan lagi sasuke punya satu alasan yang paling logis untuk semuanya.
Alasannya mudah saja karena sasuke ingin naruto membuat sang paman semakin panik dan gila dengan mengambil semua surat-surat palsu yang selama ini digunakan sang paman, membuat pernyataan bahwa naruto telah memberikan dan mempercayakan seluruh kekayaan keluarganya pada sang paman. Dan pamannya pun berhak untuk membuat keputusan apapun mengenai kekayaannya dengan atau tanpa persetujuan naruto dengan mengatasnamakan naruto masih belum mampu membuat keputusan yang tepat lalu menyembunyikan keberadaannya dari orang-orang. Dan tentu saja semua ini dapat terlaksana dengan beberapa uang tips atau mungkin tepatnya uang suap yang di berikan sang paman untuk memudahkan setiap urusannya. Sungguh, dunia ini sudah dipenuhi oleh iblis-iblis berwujud manusia.
Bicara soal iblis berwujud manusia, naruto jadi teringat dengan iblis berwujud manusia sesungguhnya yang kini berjalan beriringan dengannya. Tiba-tiba tubuhnya bergidik melihat sang iblis. Entah apa yang di pikirkan iblis itu saat ini. Namun ia rasa tak terlalu jauh-jauh dari hal mesum jika dilihat dari seringainya. Membayangkan hal itu membuat naruto merona merah. Sepertinya sasuke sudah memikirkan hal-hal yang akan ia dapatkan setelah misi hari ini selesai. Wajah naruto semakin merona seperti tomat busuk saat hal yang tidak-tidak menyusup kedalam otak polosnya. Reflek ia pukul kepalanya untuk menghilangkan pikiran-pikiran kotor itu. Sungguh, ini adalah hal konyol yang pernah terjadi pada dirinya, merasa malu saat sesosok iblis berpikir hal yang mesum tentangnya. Terlebih ia dan iblis itu sama-sama laki-laki. Mungkin ia harus mencari alasan untuk berkilah dari iblis mesum ini. Atau mungkin dunia memang sudah gila dan mengizinkan sasuke berbuat semua hal mesum yang dipikirkannya.
Sasuke yang melihat tingkah naruto yang seperti orang bodoh pun hanya bisa menaikkan sebelah alisnya. Tak mengerti tingkah konyol sang master yang terkadang sangat polos dan terkadang malah sangat kejam dan licik. Benar-benar perpaduan yang pas antara iblis dan malaikat. Manusia yang menarik, begitu pikirnya.
Mereka meneruskan langkah mereka dalam diam. Sesekali dengusan kesal keluar dari bibir naruto karena terus berjalan mengitari rumah yang luasnya hampir mengalahkan luasnya sebuah kompek perumahan. Mungkin setelah ini ia akan memugar rumah ini agar lebih kecil atau menyewakan ruangan lainnya yang tidak begitu berguna. Rumah sebesar ini nantinya hanya akan dihuni oleh dia dan sasuke tentu akan sangat mubazir. Mungkin nanti akan ia sumbangkan, namun bukan dalam rangka acara amal. Ia hanya kasihan, hanya itu.
Langkah naruto terhenti saat ia sampai di depan sebuah ruangan dimana ayahnya dulu biasa bekerja. Bagai rol film semua kenangan itu datang menghampirinya dan rasanya sungguh sangat menyesakkan. Siapa yang tidak akan merasakan sakit saat orang yang kau sayangi saat ini hanya tinggal bayangan yang kau sendiri tak dapat merasakannya. Dada naruto terasa sangat berat. Masih terngiang di telinga ucapan ayahnya yang menegurnya untuk tidak mengganggu perkejaan yang sang ayah tekuni karena naruto yang selalu ingin bermain dengan ayahnya. Senyum getir terpampang di wajah naruto mengingat betapa manjanya ia dahulu. Sasuke yang menyadari apa yang tengah di alami oleh masternya mencoba memanggil naruto dan menyadarkannya apa tujuan mereka datang ke tempat ini.
"My master, kuharap kau tak melupakan tujuan kita datang kemari." Dan hal itu memang sukses membangunkan naruto dari nostalgianya dengan rumah ini.
"Ya, aku tak lupa. Terima kasih sudah mengingatkanku." Ucap naruto menatap tajam gagang pintu ruangan itu. Ya setelah ia berhasil menjatuhkan pamannya dengan mengambil semua surat yang telah di palsukan sang paman dan menemukan semua surat-surat asli yang di wariskan ayahnya dan semua beres. Sang paman masuk penjara bersama kaki tangannya dan ia menjadi penguasa tunggal untuk meraih kembali kekayaan ayahnya. Hal ini tentu saja sangat menyenangkan baginya.
"Bukakan pintunya untukku sasuke" perintah naruto pada iblis yang sedari tadi mengekorinya. Sang iblis hanya menghela nafas panjang mengingat naruto sudah mulai keenakan menyuruh-nyuruhnya. Bukannya ia tak mau, tapi rasanya naruto terlalu memanfaatkannya, bahkan untuk hal sepele seperti ini. Ingatkan ia nanti untuk meminta imbalan yang sangat pantas pada naruto nanti. Akan ia pastikan naruto menjerit memohon ampun padanya.
"Mau apa kau, naruto" tanya sebuah suara yang hanya dengan sekali dengar saja naruto sudah tahu siapa itu.
"Huh, akhirnya kau muncul juga." Sinis naruto. Tatapan tajam ia arahkan pada salah satu anggota keluarganya yang tertingal itu.
"Well, well,Begitukah caramu bicara pada orang yang lebih tua darimu? Ah, tapi aku tak heran mengingat minato adikku terlalu lembut dengan istri yang liarnya sangat melampaui batas" sindir tobirama.
"Jangan pernah menghina orang tuaku dengan mulut kotormu itu, karena kenyataannya kau bahkan jauh lebih rendah dari binatang yang merangkak diluar sana." Aura naruto menggelap akibat kata-kata sang paman.
"O Ow, ternyata si domba lemah sekarang sudah berani untuk melawan sekarang. Sungguh aku terkesan, keponakanku yang manis. Sekarang katakan apa mau, mungkin saja pamanmu yang baik hati ini bisa membantu" ujar tobirama dengan sebuah senyum manis di wajahnya. Siapapun tahu itu adalah senyum palsu. Tak akan ada orang tertipu dengan senyum palsu yang memualkan itu.
"Huh, jangan bercanda padaku. Kau sungguh menjijikkan" tawa sarkastik keluar dari sela-sela bibir naruto. Sungguh sangat ironis, saat wajah semanis dan selembut itu harus di hiasi dengan sebuah seringai menyeramkan.
"Sasuke" panggil naruto dengan nada rendah dan sarat akan amarah. Mata sasuke berkilat merah saat merasakan aura benci naruto yang bergitu indah dan memabukkan. "Hancurkan dia"
Sasuke menyeringai tajam. Ya perintah yang kejam itu, perintah yang memilih menghancurkan dari pada membunuh. Sepertinya masternya itu sudah mempertimbangkan, akan lebih memuaskan melihat seseorang yang tersiksa dibandingkan membunuh yang hanya memberikan kepuasan sesaat.
"As your wish, my master" ucap sasuke dengan seringai di wajahnya. Dan dengan sigap sasuke pun menyerang tobirama, gerakan sasuke sangat gesit mengingat ia adalah seorang iblis. Namun bukan berarti tobirama tidak bisa mengelak. Naruto sadar betul siapa pamannya, ayahnya dan pamannya adalah pemegang sabuk hitam ilmu beladiri. Hal itulah yang menyebabkan mereka selalu kemana-mana sendiri tanpa seorang pengawal, mengingat reputasi dan kekayaan mereka yang mengharuskan orang-orang seperti ayah dan pamannya itu memiliki pengawal untuk menjaga mereka. Mungkin karena itulah orang tuanya terbunuh karena tak ada satupun pengawal yang membantu ayahnya saat keadaan terdesak.
Suara dentingan pedang yang beradu dengan lantai menyadarkan naruto dari lamunannya. Terlihat tobirama kini sedang berlari menerjangnya dengan pedang di tangan kanannya. Reflek naruto menghindar dan tepat saat itu tangan sasuke menangkis pedang tobirama. Menyebkan beberapa tetesan darah berwarna gelap mengalir dari sela-sela otot lengannya yang terluka. Pedang itu melayang dan terjatuh bersama tobirama yang terpental.
"Sepertinya kau betah sekali dengan posisi ini, My litle master" ucap sasuke yang menyadarkan naruto bahwa saat ini ia tengah di peluk oleh sasuke dengan gaya seperti orang yang tengah berdansa. Rona merah tak bisa terelakkan dari wajah naruto saat ini.
"Enak saja, kau saja yang tak melepaskan aku" kesal naruto pada sasuke.
"Oh, kau benar" ucap sasuke melepaskan naruto, membuat punggungnya terbentur dengan lantai. Erangan kesakitan pun keluar dari bibir naruto. Dan sasuke tanpa merasa bersalah sedikitpun hanya menjawab "aku hanya menuruti perintahmu loh naruto"
"Sialan kau" balas naruto sambil memijit pinggangnya.
"Senang rasanya melihat wajahmu yang merah muda itu. Bisa memperlihatkanya sekali lagi?" tanya sasuke menggoda naruto yang semakin kesal pada iblisnya itu. Dan tobirama yang merasa naruto dan sasuke yang sedang lengah langsung menyerang mereka dengan pedangnya sudah ia ambil lagi. Saat ia akan mengarahkannya pada sasuke, tiba-tiba pria itu menghilang dan sudah ada di belakangnya dan mengarahkan pedang itu pada leher tobirama.
"Huh, kau tidak sabaran sekali tuan. Tak bisakah kau membiarkan aku menggoda masterku dulu sebelum melayanimu" ucap sasuke sambil memijat keningnya, berpura-pura sedih. Sementara tobirama hanya dapat meneguk ludahnya berat. Lehernya dapat merasakan seperti apa dinginnya pedang yang sudah menggores kulit terluarnya dan darah yang hangat mengalir melewati lehernya menuju dada. Perlahan dengan seringai yang menakutkan sasuke menjilat darahnya. Tubuhnya pucat pasi merasakan lidah sasuke di lehernya.
"Hm, darahmu tidak buruk juga" komentarnya. Dan masih dengan seringai iblis di wajahnya ia melakukan hal yang hampir sama terhadap apa yang telah dilakukannya terhadap karin. Pekikkan pilu dari tobirama menjadi instrumen yang memilukan.
"A ampuni aku" ucapnya dengan terbata-bata. Namun sasuke hanya menyeringai dan naruto hanya menatapnya datar.
"A Akan kuberikan apapun maumu tapi jangan bunuh aku. Akan ku beritahu kau rahasia, siapa yang membunuh keluargamu" ucap tobirama lagi saat tangan sasuke hendak
"Katakan"ucap naruto mengancam dan meraih baju yang di pakai tobirama dengan matanya yang menatapnya tajam.
"Mereka adalah sekelompok organisasi yang dulu akan di laporkan oleh ayahmu telah melakukan perdagangan illegal. Aku tak begitu tahu siapa mereka, karena dokumen yang memuat tindak tanduk mereka sudah mereka bakar habis tanpa sisa dimalam itu. Dan mereka bebas karena semua bukti yang lenyap dan meninggalnya saksi penting yaitu ayahmu" ucap tobirama dengan suara ketakutan.
"Kumohon, lepaskan aku" Rintihnya. Wajahnya sangat mengenaskan, kehilangan keangkuhan yang tadi sempat di tunjukkannya pada kedua pemuda yang kini menatapnya angkuh.
"Huh, kau menjijikkan" dengus naruto dan berlalu meninggalkan sasuke dan tobirama menuju ruang kerja yang menyimpan semua dokumen penting yang di butuhkannya. Langkahnya terhenti sesaat sebelum ia berucap "Sasuke, buang dia"
Dan tanpa basa basi sasuke menghilang bersama tobirama. Naruto pun mencari dokumen palsu itu tanpa kesulitan yang berarti. Dan dengan senyuman manis di bibirnya ia membakar semua tumpukan kertas-kertas itu. Dengan ini ia bisa memiliki semuanya kembali, dan dengan menggunakan reputasi mendiang ayahnya ia bisa memburu kelompok orang yang telah membunuh keluarganya, dan memastikan mereka akan masuk ke neraka terdalam dan tak akan keluar selamanya. Membayangkan hal ini membuat ia tersenyum, senyuman iblis yang mempesona.
Sasuke yang baru saja kembali, tersenyum misterius melihat sang master yang kini semakin penuh aura kegelapan. Indah dan mempersona, kejam dan manis.
"Sepertinya kau bahagia sekali ya, kuharap kau tak lupa denganku" ucap sasuke lengkap dengam sebuah seringai yang tampak sangat menakutkan dimata Naruto. tiba-tiba bulu kuduknya berdiri saat Sasuke memeluknya dari belakang dan menghirup aroma lehernya.
"Apa yang kau lakukan" bentak naruto dan melepaskan pelukan sasuke yang memang tidak terlalu erat itu.
"Aku hanya minta bayaranku, My my, jangan bilang kau lupa atau menghidar?" selidik sasuke.
"Aku tidak lupa bodoh, tapi kau harus menyelesaikan kekacauan ini. dan beri tahu seluruh pelayan bahwa mereka memiliki tuan yang baru, siapa yang tak suka bebas untuk berhenti dan keluar. Sebelum semua selesai jangan menggangguku dulu" perintah Naruto. Sejujurnya ia memang menghindari hal ini. Ia belum siap untuk bayaran yang di minta sasuke. Dan sasuke tentu saja kesal karena kesenangannya akan tertunda.
"Oh, my little brother…"desahnya membuat naruto merona merah mendengarnya. Dan sasuke pun berlalu meninggalkan naruto, menyelesaikan tugas dengan bersemangat.
Oh Damn it. Apa yang harus aku lakukan setelah ini? Bagaimana untuk menghindari sasuke? Ayolah ia masih normal dan ia masih menyukai payudara yang menggantung di tubuh wanita. Dan lagi ia lebih suka untuk menggagahi, dan melihat ke-superior-an sasuke ia yakin iblis itu tak akan mau menjadi yang di bawah. Hei itu juga bukan berarti ia juga mau menggagahi sasuke.
Lama berfikir dengan wajah semerah tomat Naruto tak tahu bahwa sasuke sudah berdiri di depan pintu. Menatapnya dengan pandangan lapar yang terlihat sangat menyeramkan dimata naruto. Susah payah ia meneguk ludahnya, mengingat bahwa ia tak akan selamat setelah ini.
Sasuke berjalan dengan langkah perlahan kearahnya seakan sengaja mengulur waktu dan menikmati tatapan ketakutan yang di pancarkan naruto. Saat ia berdiri tepat di hadapan naruto ia menghilang, dan tiba-tiba saja mendekap naruto dari belakang. Mengendus lehernya dan menikmati aroma yang terpancar dari sana.
"Ma mau apa ka-u" cicit naruto, saat lidah sasuke menggelitik telinga naruto. Dan suara aneh sukses keluar dari bibirnya, dan sasuke menggeram.
"Oh, kau sensitive juga naruto" desahnya dengan suara berat, sengaja memancing libido naruto. Tangan dinginnya bergerak meraba pusar naruto, dan membuat si pirang merasakan sensasi aneh menggelitik perutnya.
"Fuck you. Hentikan Sasuke. Kau pasti bercanda bukan." Maki naruto mencoba menghentikan aksi sasuke namun nihil, sasuke hanya tersenyum geli menanggapinya.
"Aku tak bercanda naruto, aku hanya meminta bayaranku jadi nikmati saja, suka atau tidak suka" ujar sasuke dan membalik tubuh naruto. Menciumnya dengan sangat lembut dan seduktif. Naruto yang kaget dengan sesuatu yang menempel di bibirnya melotot. Menatap horror pada sasuke yang saat ini menciumnya. Awalnya hanya ciuman yang lembut dan mesra yang diberikan oleh sasuke. Tapi lama kelamaan ciuman mereka berubah menjadi panas dan liar. Bahkan naruto sudah bias membalasnya. Lidah mereka saling beradu dan berperang, menyapu permukaan bibir lawannya dengan begitu lihai. Dan sesekali lenguhan penuh nafsu mereka menggema di ruangan itu.
Entah bagaimana caranya kini mereka sudah duduk di kursi kerja yang ada di ruangan itu dengan posisi Naruto yang duduk di pangkuan Sasuke. Mereka masih berperang dengan panas. Perlahan tangan Sasuke mulai berani masuk ke balik baju Naruto dan menekan sesuatu yang menojol di balik pakaiannya. Naruto yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Sasuke langsung mendesah desah karena nikmat.
Kini Sasuke menatap Naruto seduktif, seakan tahu apa yang di maksud oleh Sasuke Naruto mengangguk, sungguh ia tak mampu menolak sensasinya saat ini. Sasuke yang mendapat izin dari Naruto lansung melepaskan pakaian Naruto, dan terlihatlah dua niple kemerahan milik Naruto di wajah Sasuke. Sasuke yang melihat pemandangan indah itu lansung menggelitik dada Naruto dengan lidahnya, membuat Naruto semakin mendesah-desah kesenangan.
Kemudian jilatan-jilatan Sasuke mulai berubah menjadi kecupan dan hisapan, meninggalkan beberapa jejak kemerahan di kulit putih Naruto, dan ia itu seolah sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan Sasuke.
Kini perhatian Sasuke tertarik pada bagian bawah tubuh Naruto, dengan segera ia melepas celana yang mengganggu itu. Sambil terus mengecup bibir NarutoSasuke mulai menggelitik selangkangan Naruto dengan sentuhannya yang lembut dan ringan, memijit sesuatu yang mengeras di balik bokser orangenya membuat naruto merasakan sensasi yang begitu membuatnya melayang. Tak tahan akan perlakuan Sasuke membuatnya mendesah "Eahhh…" dan tubuhnya mengelenjang karena rasa yang baru pertama kali ini di rasakannya.
Bibir Sasuke sibuk bergerilya di bibir Naruto, sementara tangan kanannya menekan dadanya dan tangan kirinnya ia gunakan untuk memijat adik Naruto. Tiga kenikmatan sekaligus didapatkan oleh Naruto, Iblis ini benar-benar pandai meransang dan memanfaatkan tubuhku (?) bathin Naruto.
Sasuke melepas bokser naruto dan melemparnya. Memijit dan memainkan Twins Ball naruto. Nikmat dan aneh, piker si pirang. Lalu Naruto merasakan sesuatu seakan keluar dari penisnya, membuatnya semakin tegang dan mengelinjang, Sasuke yang mengetahui itu hanya tersenyum.
"Ahhhh…." Desah Naruto panjang, saat cairan hangat keluar dari penisnya, terasa menyenangkan, basah, dan lengket di jari-jari sasuke. Desah nafas Naruto semakin terdengar, napasnya pendek-pendek dan cepat, membuat dadanya naik-turun dengan tempo yang menggoda Sasuke.
Sasuke kembali mengecup Naruto dengan lembut kemudian melepaskan celananya, membuatnya sama nakednya dengan Naruto, terlihat senjatanya sudah berdiri.
"Puaskan aku" ucapnya dan Naruto mengangguk. Perlahan diraihnya sang junior, dipijitnya dengan pelan lalu menggelitiknya dengan lidahnya. Sasuke dibuatnya melayang dengan service dari Naruto.
"Owhhh" desahnya dengan menggigit bibir bawahnya. Naruto terus melumatnya seolah itu adalah lollipop yang enak. Sasuke membantu Naruto menyodokkan pusakanya itu dalam mulut Naruto, sesekali Naruto memainkan bola-bola kembar milik Sasuke untuk menambah ransangannya pada lelaki itu, Sasuke semakin mempercepat tempo permainannya, di rasakannya miliknya berkedut seolah ingin mengeluar cairan yang ada dalam miliknya. Sasuke segera mengeluarkan miliknya dari mulut Naruto dan langsung menembakkan cairannya di tangan dan dada Naruto.
"Ahhh…" ia mendesah. Dan Naruto menjilat penuh nafsu cairan yang menempel di tangan dan dadanya, melihat lidah Naruto yang menjilat seperti itu membuat Sasuke bernafsu menciumnya. disambarnya bibir Naruto dan menciumnya dengan ganas, membuat nafas mereka semakin sesak.
Selanjutnya ia memasukkan jarinya ke hole naruto. Sempit sekali. Naruto memekik sakit namun Sasuke hanya diam saja dan terus menambah jarinya disana, dan menyodok rectum ketat itu. Setelah dirasa cukupSasuke mengurut-urut miliknya hingga kembali berdiri. Kemudian ia menggesekkan miliknya ke hole Naruto, membuat Naruto menggelinjang dan menatap horror penis panjang dan gemuk itu. Apakah muat? Pikirnya takut.
"Hei, tak bisakah kau kecilkan ukurannya?" Pekik naruto saat sasuke akan memasukinya.
"Besar itu lebih nikmat tahu?" ketus Sasuke kemudian memasukkan penisnya dengan sekali sentak dalam milik Naruto, membuat Naruto memekik karena sakit yang di rasakannya.
"AAAAAHHHHKKKKKKK" teriaknya.
"Pelan-pelan bodohh" maki Naruto dan merasakan sesuatu yang robek di bawah sana darah mengalir dari holenya. Kini Sasuke hanya membiarkan miliknya berdiam diri dalam milik Naruto. Sampai Naruto terbiasa dengan adanya sesuatu di tubuhnya.
"Lakukanlah" pinta Naruto mengejutkan sasuke. Tadi dia menolak sekarang malah meminta, dasar. Dan Sasuke mulai menggerakkan pinggulnya, membuat miliknya di tubuh Naruto maju mundur, Sasuke juga memainkan niple Naruto dan mengecup bibirnya sekaligus, sementara tangannya satu lagi ia gunakan untuk menahan tubuhnya agar bisa menggoyang Naruto.
Rasa sakit Naruto telah hilang berganti nikmat, kenikmatan yang tak akan bisa kau dapatkan jika tak ada lelaki di dunia ini, kenikmatan yang pantas saja di sebut surga dunia.
"euhhhh… " desah Naruto di sela aktifitas mereka, kini ciuman Sasuke beralih ke dadanya, dan tangan Naruto menjambak rambut Sasuke agar menciumnya lebih dalam lagi.
"Kau hangat Naruto" desah Sasuke
"Sasukehh a..aku…" desah Naruto dan sperma keluar lagi dari penisnya, menembak dada sasuke yang ada di atasnya.
"Kau cepat sekali, aku masih belum" ucap Sasuke dan terus menggenjot pusakannya.
Dan Sasuke semakin mempercepat tempo permainannya, hingga di rasakannya miliknya berkedut kedut begitu juga dengan Naruto, ia merasa seakan ingin mengeluarkan sesuatu seperti tadi… kecepatan goyang pinggul Sasuke semakin menggila, membuat bunyi yang di timbulkannya semakin keras…
"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh" desah mereka berdua di saat yang bersamaan. Sasuke yang kelelahan langsung jatuh di pelukan Naruto, membiarkan miliknya tetap berada dalam milik Naruto, membiarkannya merasakan kehangatan cairan miliknya dan milik Naruto yang telah bercampur.
"Kau gila" maki naruto mengingat tempo sasuke saat akan klimaks yang benar benar gila.
"Tapi kau menyukainyakan?" seringai sasuke dan naruto memalingkan wajahnya.
"Ronde dua ya?" bujuknya dengan seringai setan
"Tidaakkk" teriak naruto yang dapat di dengar semua orang.
TBC
Huft, akhirnya chapther 4 selesai juga. Gimana lemonnya kurang? Atau gimana? Semoga nggak membosankan. Hehe, maafkan saya. Trus adegan actionnya juga saya kurang bisa bikinnya. juga lemonnya kalau kurang asem maafkan saya..
lalu ini balasan reviewnya::
Aisawa
iya ini lemonnya
Ryuusuke583
angresinya siang, dan selesai menjelang sore... yah settimgnya pas matahari mau tenggelam. semoga ini hard lemon ya?
yukiko senju
hm, apa ini sudah panjang? ini lemonnya
aikhazuna117
ini udah
zukie1157
ok deh
Uzumaki Prince Dobe-Nii
Belum tahu juga bisa jadi ya bisa nggak..
zukie1157
trims, ini udah lanjut
kuchiharu
ok
himekaruLI
semoga ini udah panjang dan moment sasunarunya udah banyak
RisaSano
hehe, memang ada inspirasi dari kuroshitsuji, jadi begitulah.. soal perebutan atau season duanya belum tahu entah ada atau tidak
zadita uchiha
hehe, semoga ini udah ya..
julihrc
Si teme memang selalu keren dimana pun..
hanazawa ka
iya ini lemonya, semoga suka
sekian balasan reviewnya tetap menikmati FF Ai ya..
Swink ;)
