"Ya kan?"

Jeda sejenak.

"Jeon Jungkook?"

.

.

.

Suasana hening dan mencekam, mengiringi kedua pemuda yang hanya berbatas pintu. Di dalam bilik itu, pemuda manis menegang, menegang jantungnya dan tubuhnya, bukan yang lain.

"Jeon? Kau masih bernapas sayang?" Dan detik itu Si Kim Taehyung tertawa keras.

"Tidak perlu aku berusaha ternyata kau sudah jatuh untukku."

"Aku bicara padamu, Jeon sayang. Jawab aku dengan suaramu yang manis-"

"-Atau kudobrak pintu ini?" Taehyung menyeringai dengan mengetuk pintu itu kecil.

"Jangan, sial!"

"Oke, katakan. Kau menyukaiku? Jadi pacarku?"

"Ti-tidak!"

"Hei- kau sudah tertangkap basah sekali mendesahkan namaku masih mengelak hm?"

"Aku ti-tidak menyukaimu."

"O ya? boleh kukatakan Jeon Jungkook siswa teladan yang biasa bicara sempurna di depan ratusan orang gugup hanya dengan bicara padaku? beruntungnya aku hahaha."

"Aku hanya- hanya kagum padamu."

Kim Taehyung tersenyum tipis, penuh arti.

"Kagum? lalu self service dengan aku objeknya? apa dasar untuk itu swwetheart?"

"Apa kau selalu bersikap manis untuk semua orang, Kim?"

Jeon Jungkook menjawab dingin.

"Huh?" bingung Taehyung.

"Sweetheart? kau selalu mengatakan itu untuk semua orang?"

"Apa ini? kau ingin panggilan manis hanya untukmu, sweetheart?"

"Bukan be-begitu! kau- dasar tukang tebar pesona!"

"Maaf, pesonaku memang memikat, sweetheart?" Taehyung suka sekali menggoda Jungkook.

"Berhenti memanggilku seperti itu!"

"Oke- jadi sekali lagi, jadi pacarku ya? tidak tidak ayo buka pintu ini terlebih dahulu lalu selesaikan-"

"Tidak ada yang perlu diselesaikan Kim, aku minta maaf atas apa yang kau dengar hari ini, itu semua- semua hanya kesalahanku." Di akhir kalimat suara itu melemah, namun jelas di telinga pemuda bersurai merah yang sekarang rahangnya mulai mengeras.

"Apa harga dirimu setinggi itu? apa aku serendah itu? apa aku sebajingan itu huh? kau jelas menjadikanku objek fantasimu sialan!"

"Cukup! aku akan dobrak pintu ini!"

"Tidak tidak Kim dengar, kau- aku kagum padamu- itu sungguh- tapi itu dulu, saat kau belum jadi seperti ini."

Hening, Si Kim seperti menahan emosinya dan membiarkan Jungkook melanjutkan ucapannya.

"Aku tahu semua tentangmu- tentang senyum kotakmu yang secerah matahari 4 tahun lalu, bukan seringaian bajingan dan tampang preman sok kuat yang selalu terpampang di wajah dinginmu yang kadang lebam."

"Aku tahu semua, aku selalu mengagumi dirimu yang dulu, kau pernah menolongku- klise, tapi saat itu aku sungguh jatuh untukmu, untuk Kim Taehyung yang dulu."

"Aku ingin benci kau yang sekarang, ingin berhenti mengikutimu yang kadang ke club malam dan menyewa jalang- aku ingin berhenti Kim- tapi tidak bisa karena aku sudah jatuh."

"Jika kau tahu akun Seagul yang selalu menyukai fotomu, itu aku."

Taehyung masih diam, kadang tersenyum tipis kadang rahangnya mengeras kembali.

"Aku pengagummu, tapi aku tidak menyukai bajingan sialan sepertimu, jadi berjuta kali kau menyatakan perasaanmu, jawabku sama- tidak untuk bajingan sialan."

Suasana yang hening dan agak menegangkan itu masih bertahan.

"Aku akan buka pintu ini dan menganggap semua baik- kejadian ini tidak ada anggap telingamu salah, aku tetap pengagummu."

"Oke." Jawab si Kim cepat.

Kreet- pintu terbuka. Jungkook keluar perlahan, melangkah dengan sedikit ragu. Maka saat mata keduanya bertemu-

Brak.

Jungkook kembali terhimpit ke tembok dengan si Kim Taehyung yang memandang matanya dengan tajam.

"Kau benar sekali, aku bajingan sialan. Dan bajingan sialan tidak akan melepaskan mangsa yang sangat manis-

Kembali meneliti tubuh si pemuda yang tampak takut dalam himpitan.

"-ya kan, sweetheart?"

Maka detik iti Kim Taehyung menabrakan bibirnya tepat di bibir si pemuda manis yang matamya membulat lebar.

TBC AHAHAHA-

YAK TERIMAKASIH, ATAS KERELAANNYA MEMBACA DRAMA RECEHAN GOPEAN:V yaudah ya review ae lah, chap depan ngapain yhaaa?NGAHAHA.