KISS BLOOD

MAIN CAST : Light Y.,BB,

GENRE : Romance, Crime, Drama, semi porn

RATED : M (Mulai dari chapter ini, saya tegaskan untuk Anda yang masih memakai seragam sekolah putih merah, dan putih biru, sangat TIDAK DIANJURKAN UNTUK MEMBACA FANFIC INI… Karena pairnya Straight, NO YAOI… *Reader:Kalopun Yaoi tetep aja gak boleh-_- #Author: Kalo Yaoi, pasti gak bakal nafsuan ama sesama jenis. Karna yang baca kebanyakan Fujoshi… *Reader:AKH! BACOT! GECE KEK! (ngasah golok) #Author:Ampun Bang!)

WARNING : Typo(S),Lemon, Vulgar,OOC, AU. VERY VERY VERY VERY DANGEROUS FOR KIDS! If you still a kids, don't read and don't ask your parents…okay?

SUMMARY : Dalam otak Light, Ia tidak mempunyai cara lain untuk kabur dari Ryuzaki (BB) selain menuruti segala keinginan dan kemauannya seperti boneka. Termasuk, Seks…

Disclaimer : Jalan cerita Death note gak bakal gaje-dramatisir-dan-nafsuan kek gini… Jadi, Author dekralasikan, Death note milik TO kuadrat! #NgetokPalu.

IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIICHAPTER 4 : Satisfaction

LIGHT POV (FLASHBACK)

Dengan sekejap mata, aku mengambil pecahan botol selai dan langsung memotong nadi tanganku. Phsyco itu terbelalak kaget. Aku bisa melihat tatapan matanya yang membulat.

Darah mengucur deras dari pergelangan tanganku.

Perlahan-lahan pandanganku mengabur dan …

Phsyco itu membuka bajunya terburu-buru.

Mungkin untuk menghentikan pendarahan?

Lucu juga kalau aku mati dengan cara rendah seperti ini.

Tapi… kau tahu?

Mati dengan cara seperti ini tidak buruk juga.

Asalkan kepedihan dan penderitaanku pergi musnah.

Selama-selamanya…

LIGHT POV END, THEN AUTHOR POV.

IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII

Light memandangi langit-langit kamar dengan tatapan kosong.

Tidak ada lagi sesuatu yang membuatnya berpikiran positif dan mengeluarkan ide-ide cemerlang untung mengatasi masalah ini semua. Tidak ada lagi…

Perih denyut nadi yang hampir 'diakhirinya' kemarin pun tidak terasa lagi dalam kehampaan dirinya,

Bahkan untuk makan sebagai keperluan tubuhnya pun tak terasa dan menuntut lagi baginya.

Segala daya upayanya selama ini hanya untuk seseorang yang dilindunginya.

Seseorang yang bahkan dapat membuat Light lupa dengan harga dirinya, kehormatannya, bahkan gairah hidupnya.

Ia benar-benar kecewa membiarkan semua ini dapat terjadi.

Membiarkan otak pintarnya pasrah untuk menjalani daripada menghadapi ini semua.

Ia terlalu bodoh untuk dibodohi.

Ia terlalu rapuh untuk disakiti.

Ia terlalu pasrah untuk dipermainkan.

Hingga tiba saatnya Light hanya memikirkan satu-satunya-cara-dibawah-kendali-egoismenya-untuk-melepas-ini-semua.

Entah harus merasa beruntung atau sial, kematian yang diharapkan pun tak kunjung datang.

Seakan-akan semua kehidupannya benar-benar diatur oleh orang lain bagaikan boneka.

"Minumlah."

Seorang lelaki berkulit pucat, beriris merah, dengan rambut hitam 'yang melawan gravitasi' menyodorkan (tidak dengan cara unik) segelas minuman mineral sambil duduk (Baca:Jongkok) ditepi ranjang.

Semenjak peristiwa tersebut, ia memandang Light dengan tatapan dingin.

Seolah-olah ia tidak merasa bersalah atas kehidupan Light.

Bagaimanapun sifat posesif dan kegilaan Phsyconya tidak dapat dipungkirkan kalau dia bisa membuat rencana seperti ini. Ia merasa tidak bersalah. Baginya, ini merupakan langkah awal untuk memiliki Light selama-lamanya. Tapi, Ia tidak tidak tahu perasaan Light tidak akan pernah menghampiri bahkan membalas perasaannya sekalipun.

"Kalau kau tidak ingin membunuhku, biarkan aku mati sendiri."Tolak Light tanpa memandanginya sedikitpun.

Tangannya perlahan menurun. Ia mengambil sesuatu disaku jins belelnya.

Dengan mata melebar, Light terbelalak kaget melihat sebuah bamboo menyerupai sedotan yang mendekati mulut kering kerontangnya.

Perlahan tapi pasti, air itu keluar dari hembusan nafas Ryuzaki.

Light tidak habis fikir cara orang Phsyco mencintai seseorang akan begini posesifnya.

Ia tidak tahu harus berlaga seperti korban-penculikan-yang-meminta-ingin-pulang-untuk-bertemu-adik-kecilnya atau sebagai seorang pacar yang marah karena sesuatu yang tidak jelas agar keperhatian dipacar itu meningkat kepadanya.

Light membuka perlahan-lahan bibirnya dan menerima masuk air dari sedotan bamboo itu. Tidak bisa dipungkiri, tubuhnya benar-benar membutuhkan suplai air yang tidak didapatkannya dua hari silam ditambah dengan gerakan tangan yang tidak memadai akibat tindakan bodohnya. Ryuzaki benar-benar perhatian dengan mainan barunya.

Setelah dirasa sudah cukup, Light memalingkan wajahnya lagi. Ia menatap langit-langit kamar untuk kesekian kalinya.

Ryuzaki menaruh sisa air dibankas dekat tempat tidur.

Dengan wajah innocent, ia duduk (baca:Jongkok) dekat Light yang tidak mau menatap wajahnya.

Entah apa yang ia pikirkan sambil mengisap jempol, ia terus menatap Light seperti berusaha membaca pikiran Light. Hingga keheningan melanda diri mereka. Light tidak lagi perduli dengan tatapan dan tindakan-tindakan 'aneh' Ryuzaki, Karna ia benar-benar benci dengan Ryuzaki. Benar-benar benci.

"Apakah kau mau strawberry?"

"Apakah kau bodoh?"

Tanpa Light sadari, ia terpancing dengan tawaran-terbodoh-didunia-jebakan a.k.a Ryuzaki. Ryuzaki menyeringai dengan wajah innocent yang dimiringkannya sedikit sambil mengisap jempolnya, ia terkekeh melihat kelakuan spontan Light.

Light langsung Blushing dan segera memalingkan wajahnya lagi.

"Kau tahu? Kalau kita bertingkah seperti ini rasanya seperti sedang pacaran yang masih memakai seragam sekolah…"

"Aku bukan pacarmu."

"Tapi korbanku. Korban yang paling dilindungi."

"Gombalan memuakanmu itulah yang menjadi salah satu alasan aku membencimu."

"Tapi tidak ada alasan bagaimana aku dapat mencintaimu,"

#Author: Oughh co cweett…

Light terbelalak kaget mendengar intonasi dan penekanan kata-kata Ryuzaki yang seakan-akan itu serius dan bukanlah gombalan-memuakkan yang barusan disebutnya tadi.

Light menatap dalam tatapan Ryuzaki kepadanya #Author: Cie cie tatapan nihh cie cie.

Ia menatap dalam-dalam iris merah yang menyala pada mata Ryuzaki.

Seketika itu rasa canggung dan tidak enak berhasil menjalar tubuh Light.

Ia memalingkan wajah dari Ryuzaki lagi untuk mengatur perpacuan detak jantungnya.

"Tiba-tiba aku lapar setelah melihat mukamu."

Ryuzaki menyeringai kemenangan entah apa ini juga merupakan salah satu rencananya untuk memiliki Light seutuhnya atau berhasil membuat korbannya salting dan melting melihat tingkah laku romantisnya tanpa diduga-duga.

"Kau belum menjawab pertanyaanku sebelumnya, Apa kau mau strawberry?"

"Apa kau mau ludahku tepat kena diwajahmu?"

"Jawab saja."

"Aku tidak suka strawberry atau selainya atau semacamnya. Aku benci makanan manis-manis. Sudah ngerti?"

Ia mengangguk singkat. Entah kenapa posisi boneka dan tuannya seakan bertukar dengan mudahnya. Selintas Light berpikir 'Apakah orang seperti ini akan mencintai seseorang dengan cara seperti ini?'

"Kau tahu? Isi dalam kulkasku hanya terdapat buah strawberry dan beberapa toples selai strawberry."

Light menghela nafas dengan beratnya.

"Apakah seumur hidupmu tidak memiliki roti atau nasi semacamnya?"

Ia menggeleng yakin.

"Kau benar-benar orang aneh yang bisa hidup dengan cara seperti ini."

"Bagaimana kalau daging?"

Pikiran negatif dan kengerian menancap dibenak Light dengan mata terbelalak kaget.

"Ka…ka…kau…kau…Kanibal? Itu bukan pertanyaan yang penting! Kau ingin aku menjadi kanibal juga? Lebih baik aku menahan lapar!"

"Dengar dulu. Tidak ada yang menjadikanmu kanibal. Maksudku daging cincang yang dijual disupermarket seberang dekat sini."

Light langsung berpikir, 'Supermarket seberang? Berarti kemungkinan aku untuk kabur dan meminta pertolongan orang dekat sini bakal terwujud?'

Ryuzaki beranjak dari kasur dengan tangan yang dimasukkan dalam saku jins belelnya.

"Jangan pernah berharap untuk kabur atau meminta pertolongan orang lain, Light-chan… karena ruangan ini kedap suara jadi tidak akan aneh kalau orang diluar sana tidak mendengarmu yang berteriak meminta tolong."Jelas Ryuzaki dengan seringaian yang membuat Light kesal dan naik pitam. Bagaimana bisa semua tindakan bahkan pikiran yang terlintas diotak Light bisa ditepis dengan mudah oleh Ryuzaki. Light semakin membenci dirinya yang semakin bodoh dan membenci Ryuzaki yang semakin pintar mengelabui dirinya.

"Yah, aku pergi dulu, jaga rumah ya, Light-chan bonekaku tersayang. Ikimasu!"

Lambai Ryuzaki dengan wajah innocentnya dan pergi meninggalkan Light yang sedang memancarkan death-glare kepada Ryuzaki.

"You're the real fucking asshole!"

IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII

Suara detak jarum jam memenuhi ruangan yang sedang dilanda kesibukan sendiri-sendiri oleh kedua makhluk didalamnya.

Seorang pemuda dengan mata onyx kelam,rambut hitam kelam melawan gravitasi, kantung mata hitam yang tebal, dan kudapan-kudapan manis yang selalu disampingnya menjadi ciri eksentrik yang membuat orang awam tidak akan pernah percaya bahwa orang dengan segala keanehan yang ada pada dirinya memiliki peranan penting dalam kasus-kasus kriminal dunia.

Ia sudah mendapatkan pengakuan khusus dari berbagai belahan dunia dengan julukan 'The Greatest Detective in the world'.

Tapi titel dan kepopularitasnya itulah yang membuat dia menjauh dari interaksi sosial. Yang menyangkal keberadaan dirinya sebagai makhluk sosial juga.

"L." Panggil seorang lelaki tua yang menjadi asisten pribadi sekaligus figur ayah baginya.

"Ada apa, Wammy?"Tanya suara baritone yang namanya dipanggil barusan sambil mencerna biskuit coklat yang penuh dalam mulutnya.

"Ada telepon pribadi dari Jepang tepatnya di Kantou."

"Dari siapa?"

"Misora Naomi."

L terbelalak kaget. Ia berusaha menelan semua kunyahannya tadi, dan menengadah atau meminta telepon tersebut menghampirinya. Wammy yang sudah terbiasa dengan kelakuan anehnya datang membawa telepon dan menaruhnya disofa dekat L duduk (Baca:Jongkok).

L mengangkat telepon tersebut dengan cara uniknya.

"Moshi-moshi."

"Moshi-moshi, Ryuzaki…"

"Ada perlu apa Misora-san menelepon saya?"

"Ano… ini…"

Terdiam sementara.

"Ini berkaitan dengan kasus Los Angeles."

"Aku sudah menduganya. Apakah orang itu sedang berada di Kantou?"

"Menurutku begitu. Setelah melihat penyelidikan yang tidak sengaja dilakukan oleh temanku, aku menemukan beberapa keganjilan disana."

"Keganjilan apa?" Seringaian tersirat diwajah L, ketertarikan mulai melanda isi otak jeniusnya.

"Aku menemukan keganjilan dengan topik 'pembunuhan di rumah kosong' untuk Koran pagi ini. Bisa kau buktikan untuk percaya kepada dugaanku."

"Aku akan memeriksanya nanti. Lalu?"

"Didalam penyelidikan, aku menemukan surat kecil yang terdapat dalam jaket kuning milik pelaku."

"Surat kecil? Tentang apa?"

"Entah kau percaya atau tidak, surat kecil ini berisi tentang kata-kata cinta yang berkaitan dengan strawberry."

L menyelipkan jempol pada bibirnya pengganti kudapan.

"Apakah dia menulisnya dengan tangan?"

"Tidak. Ia mengetiknya dengan tulisan merah. Bukannya Romantis, malahan terlihat seperti surat ancaman. Polisi tidak menghiraukan bukti kecil ini, malahan mereka menuduh gadis muda bernama Light yang membunuh teman ayahnya bernama Higuchi."

"Baiklah, aku mengerti. Apakah ada bukti kecil lain yang terlewatkan?"

"Kurasa surat kecil itu akan menjadi petunjuk kuncinya, Ryuzaki."

"Kalau begitu bisa Misora-san kirimkan gambar surat kecil tersebut?"

"Ya akan kulakukan sekarang."

"Terima kasih atas informasinya, Misora-san"

Tuut tuut tuut tuut

L menutup telepon dan kembali dengan 'renungan'nya.

'Pembunuhan di rumah kosong, Jaket kuning milik pelaku, surat kecil yang diketik dengan tulisan merah yang berkaitan dengan strawberry, tuduhan sementara…"

"Ryuzaki, ada kiriman gambar dari agen FBI Misora Naomi."

"Perlihatkan gambar itu di layar LED, Wammy."

"Baik."

Sedetik kemudian, mucul gambar yang tertera di layar LED.

L menatap gambar itu dengan mata membesar, dengan cepat ia mengambil remote dan memperbesar tulisan dalam gambar itu.

"Tsuki Yagami…? Bagaikan Strawberry?"

Seringaian terpampang diwajah L. Ia telah menemukan petunjuk yang akan membawanya untuk meraih kemenangan menggiring 'The Greatest of Criminal in the world' ke tiang gantungan.

"Wammy."

"Ada apa, L?"

"Siapkan pesawat menuju ke Jepang akh,tidak ke Kantou. Malam ini juga."

"Baik."

IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII

Hehehhehehehehehhehe…

Karena liburan, Author gak terasa udah nyelesaiin ni fic ampe 4 chapter!

*Reader: Baru 4 chap aja songongnya selangit-_-

#Author: Bukannya songong, tapi author tuh kalo bikin cerita tipe-tipenya childish gitu, belum kelar udah run duluan, mudah-mudahan kalo nulis fic beda lagi ceritanya, Amiiinn(:

Dan untuk Reader yang mungkin masih bingung kenapa L tidak berada di Jepang atau Kantou, dikarenakan L sedang berada di Wammy House untuk melupakan kejenuhannya sejenak akibat kasus Los Angeles yang belum dipecahkannya. Gak tahu kenapa yang namanya rejeki gak kemana, (*Gak elit banget penuturan bahasanya) Misora Naomi mendapatkan keganjilan pada kasus pembunuhan di rumah kosong yang tidak sengaja menarik perhatian Misora Naomi dan L (ini juga karena dikasih tahu Misora).

Mungkinkah BB yang sedang berada di Kantou dengan bonekanya akan tertangkap oleh ketajaman intuisi oleh L dan Misora Naomi?

Saksikan kisahnya di chap selajutnya!

CHAPTER 5: Satisfaction.

Dan untuk yang berniat review, silakan review… #SeikhlasnyaSajalah

Untuk yang berniat Ngeflame, silakan Ngeflame… #TapiNgeflameYangPositifYaahhh(:

Untuk yang masih betah menjadi silent reader, itu terserah Anda… #SemuaPilihanAdaDitanganAnda

Saya BetrayaLove memohon undur diri dari hadapan Anda…

Selamat pagi,siang,sore,dan malam untuk semuanya *StressNiOlang-_-

Salam olahraga. #EEEehh..

.

.

.

.

.

.

.

Oh iya! Kelupaan! Untuk soundtrack, Author memilih lagu Within Tempation-The Howling (Lagi suka ama lagu Metal neehh:p).

Dan satu lagi! Untuk Chap selanjutnya, bakal ada kemunculan Wammy boys.

Hayoo tebak siapaa?

Kalo penasaran, silahkan Review agar fic ini dilanjutkan *AgakMaksaNiOlang-_- #BiarinWeee:p

.

ARIGATOU GOZAIMASU