Sebelumnya

"Baekhyun, itu namja barunya"

Ucap yeoja itu sambil menunjuk letak namja yang Baekhyun cari saat mereka sampai di kelasnya .

Mata Baekhyun mengikuti arah tangan yeoja itu, dapat Baekhyun lihat sesosok namja yang tengah duduk di bangkunya yang berada di samping jendela kelas, ia sedang membaca buku membuat wajahnya tak terlihat, namun sesekali rambut pirangnya terseok-seok tertiup angin .

"gomawo sudah mengantarku"

Ucap Baekhyun sambil tersenyum .

Perlahan ia mulai melangkahkan kakinya mendekati namja berambut pirang itu, dapat ia rasakan tangannya basah dengan keringat, jantungnya berdebar begitu cepat seperti habis berlari kiloan meter, atau mengelilingi lapangan olahraga puluhan kali atau … ah terserah kalian saja mendepskripikannya . Intinya Baekhyun sangat gugup saat ini .

"Oppa …"

Twins

But

Different

"Oppa …"

Panggil Baekhyun lirih rasanya tenggorokannya tercekat .

Orang dihadapan Baekhyun pun menghentikan kegiatan membacanya menampakan wajah tampannya . Wajah yang sangat ia rindukan setengah mati . Wajah yang tak berubah selama 11 tahun . Ia justru semakin tampan .

"kau jahat padaku"

Sambung Baekhyun kali ini dengan pipi yang basah, entah sejak kapan air matanya mengalir tanpa di intrupsi olehnya .

"Sorry, who are you ?"

Tanya namja itu bingung terlihat dari wajahnya, alisnya menaut menandakan ia sedang bingung .

"namja pabbo, pembohong, jahat . Oppa mana boneka Mickey Mouse miliku"

Ucap Baekhyun sambil terus berderai air matanya, air matanya sulit di bendung lagi, sudah 11 tahun ia menahannya kali ini ia keluar dengan sempurna .

"maaf nona apa yang kau bicarakan ?"

Namja itu pun bangkit, bukannya mendekat pada Baekhyun ia malah melangkahkan kakinya mundur, ia terlihat sedikit … takut .

"Baekhyun !!"

Panggil Chanyeol di depan pintu .

Namja itu pun menghentikan langkahnya saat nama Baekhyun di panggil, tiba-tiba namja itu berlari dan langsung memeluk Baekhyun erat .

"nappeun namja"

Ucap Baekhyun sambil membalas pelukannya .

"Sehun Oppa, jeongmal bogoshiposeo"

sambung Baekhyun yang kini tenggelam dalam pelukan Sehun .

"nado bogoshiposeo chagiya"

Ucap Sehun yang ikut menangis ia terus memeluk Baekhyun erat, Sehun juga sangat merindukan Baekhyun lebih dari yang Baekhyun tau .

Semua orang yang berada disana pun tak dapat membendung kesedihan dan kebahagian sama seperti Sehun dan Baekhyun . Mereka ikut larut dalam drama pertemuan Kakak dan Adik yang sudah hampir 11 tahun tak berjumpa .

Baekhyun dan Sehun kini sudah berada di taman sekolahnya . Menunggu sahabat-sahabat Baekhyun untuk datang . Baekhyun sangat tidak sabar mengenalkan Sehun pada sahabatnya, ia ingin orang-orang yang ia cintai bisa berkumpul dan saling mengenal . Tak lama Chanyeol, Suho dan Kai datang, mereka pun menghampiri Sehun dan Baekhyun yang sudah menunggu kedatangan mereka .

"semuanya perkenalkan ini Oppaku"

Ucap Baekhyun dengan semangat . Ia benar-benar terlihat ceria hari ini .

"annyeonghaseyo, Oh Sehun imnida, bangaptaseumnida"

Ucap Sehun memperkenalkan diri .

"annyeong Sehun-ah, Aku Kim Joon Myeon, kau bisa memanggil ku Suho saja"

Ucap Suho memperkenalkan diri .

"annyeong Kim Jong In imnida, panggil saja Kai . Aku sahabat Baekhyun yang paling keren dan tampan"

Ucap Kai percaya diri .

"pffttt kau percaya diri sekali"

Cibir Baekhyun mengejek .

Semua orang tertawa mendengar perkataan Kai .

Suho memang terkenal dengan kepekaannya yang tinggi, ia menyadari jika sedari tadi Chanyeol yang biasanya banyak bicara kini hanya terdiam, bukan seperti Chanyeol biasanya . Suho menyenggol bahu Chanyeol dengan bahunya mengisyaratkan agar Chanyeol juga memperkenalkan diri dan jangan hanya terdiam .

"Ouh annyeong, Park Chanyeol imnida"

Ucap Chanyeol pelan .

"jadi kalian semua sahabat Baekhyun-ku ? terimakasih sudah menjaga adik kesayanganku ini dan sudah menggantikanku untuk menjaganya . Gamsahamnida"

Ucap Sehun sambil membungkukan badannya berterimakasih .

"kau tak perlu sungkan"

Jawab Suho sambil tersenyum .

"ya kau tak perlu sungkan seperti itu"

Timpal Kai .

Baekhyun sangat senang karna kakak dan sahabatnya begitu mudah berbaur mereka seperti sudah lama saling mengenal, mungkin karna Baekhyun kembaran Sehun, jadi Sehun merasa tak canggung lagi, entahlah Baekhyun hanya berpikiran asal .

Semua orang asik mengobrol, semua . Kecuali Chanyeol yang hanya terdiam dan kadang sesekali tersenyum saat Kai atau Suho membuat lelucon .

"Chanyeol-ah"

Panggil Baekhyun, ia menyadari jika ada yang salah dengan Chanyeol saat ini .

"waeyo?"

Tanyanya, karna Chanyeol masih saja terdiam .

"Bee, maafkan sikap ku tadi"

Ucap Chanyeol sambil menunduk, sedari tadi ia selalu memikirkan apa yang telah ia lakukan tadi pagi, ia merasa tak enak pada Baekhyun .

"kau masih memikirkan hal itu ?"

Tanya Baekhyun, Chanyeol hanya mengangguk mengiyakan .

"ada apa ini ?"

Tanya Kai ingin tau .

"tadi sikap ku sudah tidak sopan pada Baekhyun, menuduhnya dengan hal yang bukan-bukan . Maafkan aku Bee"

Sesal Chanyeol yang terus saja menundukan kepalanya .

"sudahlah Chanyeol-ah bahkan aku sudah melupakannya, ku pikir itu wajar kau bersikap seperti tadi karna kau mengenalku begitu lama, jadi kau pasti kaget dengan sikap ku tadi"

Ucap Baekhyun sambil menggenggam tangan Chanyeol sambil tersenyum, Chanyeol menatap Baekhyun dan ikut tersenyum .

Sehun yang mendengar langsung merengkuh bahu sempit Baekhyun, ia bangga pada adiknya ternyata ia begitu dewasa .

"selama aku tak ada, apa Baekhyun banyak merepotkan kalian ?"

Tanya Sehun .

"Ya dia memang sangat merepotkan, kau tau dia itu sangat cerewet"

Ucap Suho sambil menjulurkan lidahnya pada Baekhyun dan langsung mendapat pelototan dari mata sipit Baekhyun .

"dia juga keras kepala"

Sambung Kai yang ikut mencibir .

"jangan lupakan sikap manjanya"

Tambah Chanyeol, Baekhyun menganga sempurna tak percaya dengan jawaban teman-temannya .

"kyaaa, apa yang kalian katakan . kalian ingin membuatku buruk di hadapan kakakku eoh"

Teriak Baekhyun kesal khas dengan suaranya yang 10 oktav yang mampu memekakan telinga .

"Benarkah ? maafkan aku jika adikku sudah menyusahkan kalian"

Ucap Sehun sambil membungkukan badannya, ia sedang menggoda adiknya yang kini terlihat kesal sambil mempoutkan bibir mungilnya .

"iisshhh, Oppa"

Rengek Baekhyun, Sehun tertawa lalu memeluk Baekhyun, mencium kening Baekhyun sayang .

"hahaha, gwaenchana Sehun-ah . Walau pun Baekhyun seperti itu, kami tetap menyayangi Baekhyun seperti adik kami sendiri"

Ucap Suho sambil mencubit pipi Baekhyun .

"ya itu benar kami sangat menyayangi Little Princess kami ini"

Ucap Kai lalu menggacak-acak rambut Baekhyun sayang .

"dia prioritas kami"

Sambung Chanyeol sambil tersenyum .

Pelajaran pun berakhir, setiap murid berhamburan keluar untuk pulang begitu juga Baekhyun ia sangat bersemangat untuk pulang, Sehun sudah menunggunya di luar kelasnya . Menyambut Baekhyun dengan senyuman yang sangat Baekhyun sukai .

"Suho-ah, bisakah aku pinjam sepedamu ?"

Tanya Sehun saat mereka semua berada di parkiran sekolah .

"pakailah"

Sahut Suho .

"terimakasih"

Ucap Baekhyun dan Sehun bersamaan membuat semua orang tertawa . Mereka baru beberapa jam bertemu tapi mereka sudah terlihat kompak . Mungkin inilah yang di namakan naluri anak kembar .

"kau akan pulang bersama Baekhyun ?"

Tanya Chanyeol pada Sehun .

"ne"

Jawab Sehun sambil tersenyum dan membelai rambut Baekhyun .

"ah~ sepertinya aku akan pensiun mengantar Baekhyun pulang . Ah~ bahagianya"

Ucap Chanyeol sambil merentangkan tangannya, ia memang senang menggoda Baekhyun yang saat ini sedang mengumpat dan semua orang kembali tertawa .

Mereka mulai mengayuh sepeda meninggalkan gedung sekolah .

Baekhyun tak pernah menyangka ini semua akan terjadi . Dulu ia pernah bermimpi jika kelak ia pulang sekolah ia akan pulang bersama Sehun dan teman-temannya . Tapi saat ini semua begitu nyata . Mimpinya seolah terwujud . Baekhyun bisa merasakan jika dirinya seolah terbang ke angkasa saking bahagianya .

"Oppa kau harus melanjutkan mengajariku naik sepeda"

Ucap Baekhyun sambil memeluk bahu lebar Sehun .

"kau belum bisa naik sepeda ?"

Tanya Sehun sambil terus mengayuh sepedanya .

"kan ada Appa, Bee"

Lanjut Sehun .

"aku tidak mau . Kau sudah berjanji akan mengajariku, aku tidak mau jika Appa yang mengajariku"

Ucap Baekhyun manja, sikap Baekhyun yang dulu mandiri seolah hilang, biarlah biarkan Baekhyun bermanja saat ini .

"dasar manja"

Ledek Sehun .

"biar saja"

sahut Baekhyun acuh .

"Oppa cepat kayuh sepedanya, lihat kita sudah tertinggal !!"

Teriak Baekhyun saat melihat teman-temannya sudah jauh di depan mereka .

"kau bertambah berat Bee"

Ucap Sehun sambil tertawa .

"Oppa …"

Teriak Baekhyun di iringi tawanya yang terdengar bahagia .

Sore ini adalah sore terindah yang pernah Baekhyun rasakan . Ia berharap ini semua bukanlah mimpi . Jika ini adalah mimpi biarlah Baekhyun tidur selamanya agar terus seperti ini . Ia tidak mau lagi merasakan sakitnya di tinggal Sehun . Jika ini mimpi Baekhyun tidak ingin terjaga .

Sehun dan Baekhyun pulang beriringan dengan sahabat-sahabatnya sambil terus tertawa sepanjang perjalanan . Sahabat-sahabatnya seolah ikut larut bahagia bersama dengan perasaan bahagia Baekhyun . Atmosphere kebahagiaan yang Baekhyun ciptakan memancar kesegala arah membuat siapa pun saat ini yang berada di dekatnya ikut bahagia .

Sehun tak langsung mengantar Baekhyun pulang kerumah . Ia mengajak Baekhyun kesebuah taman ilalang yang dulu sering ia datangi sewaktu kecil bersama Baekhyun .

Sehun dan Baekhyun pun duduk di antara ilalang yang tumbuh subur menjulang tinggi sangat indah sore hari berada disini . Tempat ini masih sama seperti dulu .

Mereka mendudukan tubuh mereka saling membelakangi . Baekhyun menyandarkan tubuhnya pada punggung Sehun, punggung yang tetap terasa nyaman saat Baekhyun bersandar di sana .

"Sehun …" "Baekhyun …"

Ucap mereka bersamaan .

"kau dulu saja"

Ucap Sehun namun Baekhyun tak menyahut .

Hening kembali . Mereka larut dalam pikirannya masing-masing .

"Aku takut bercermin"

Ucap Baekhyun dan Sehun bersamaan, mereka saling membalikan tubuh mereka menatap satu sama lain .

Baekhyun sudah tidak mampu membendung air matanya, yang sedari tadi sudah mendesak ingin keluar . Sehun lalu memeluknya . Jadi selama ini apa yang mereka rasakan sama . Meski jarak memisahkan mereka tapi ikatan di antara mereka tidak akan ada yang memisahakan .

"Oppa kau tau betapa takutnya aku saat bercermin ? aku takut melihat diriku sendiri"

Ucap Baekhyun terus memeluk Sehun sambil menangis .

"aku juga Bee, aku takut saat pantulan cermin memperlihatkan wajahku itu akan mengingatkanku padamu, itu membuatku sesak"

Ucap Sehun yang ternyata ikut menangis .

Baekhyun melepaskan pelukannya menatap Sehun . Dulu saat kecil sesakit apapun Sehun, Sehun tak akan menangis bahkan dahi nya terbentur batu saat ia naik sepeda, Sehun sama sekali tak menangis . Hari ini Baekhyun melihat Sehun menangis, ternyata rasanya lebih sakit dari apapun .

Mereka larut dalam kesedihan yang mereka pendam selama bertahun-tahun . Mengeluarkan serta meluapkan segala perasaan yang menyakiti hati mereka . Hari ini mereka ingin mengeluarkannya dan mereka ingin hari ini adalah hari terakhir untuk bersedih karna hari esok mereka harus bahagia dan terus bahagia selamanya .

"Oppa"

Panggil Baekhyun, kepalanya sudah tersandar di bahu tegap Sehun setelah mereka berdua menangis .

"ne"

Sahut Sehun sambil membelai pipi Baekhyun .

"mengapa kau tak pernah kembali ? tidakkah kau tau betapa aku merindukanmu ? setiap hari aku hanya menangis karna merindukanmu"

Baekhyun kembali menangis, mengingat betapa hari-harinya begitu terasa hampa dan menyakitkan tanpa Sehun bersamanya, Sehun menghapus air mata Baekhyun .

"karna mereka mengatakan padaku jika ini keinginanmu . Kau tau aku pun setiap hari hanya menangis karna merindukanmu . Tapi mereka mengatakan jika aku menangis kau akan sedih, itu sebabnya aku tak pernah lagi menangis karna aku tak ingin kau bersedih"

Sehun menahan nafasnya sejenak, memejamkan matanya, sesak kembali mengingat semuanya .

"Sejak saat itu aku tak pernah menangis lagi, tak pernah merengek untuk bertemu denganmu dan aku … berhenti bercermin agar aku tidak selalu merindukanmu, walau kenyataannya aku selalu merindukanmu"

Sambung Sehun sambil merengkuh tubuh Baekhyun ia dapat merasakan tubuh Baekhyun yang bergetar karna menangis .

"lalu mengapa kau kembali ?"

Tanya Baekhyun dengan air mata yang masih setia membasahi pipinya .

"mereka menceritakan semuanya padaku dan saat itu aku langsung meminta mereka untuk membawaku pulang"

Jelas Sehun .

"Oppa"

Baekhyun mengangkat tubuhnya menatap Sehun .

"ne chagiaya"

sahut Sehun sambil menyeka air mata Baekhyun .

"berjanjilah untuk tetap disini, jangan pernah pergi lagi"

Ucap Baekhyun terisak .

"aku janji"

Ucap Sehun sambil tersenyum lalu memeluk Baekhyun, Baekhyun membalas pelukan Sehun .

Dan sore itu berlangsung dengan dramatis, dengan perasaan yang sulit di jelaskan oleh perasaan mereka masing-masing, namun pada intinya dua anak kembar ini sangat bahagia .

"Oppa jangan takut bercermin lagi"

Ucap Baekhyun sambil tersenyum jahil .

"kau juga"

Mereka pun tertawa riang .

"ayo pulang ini hampir malam"

Ucap Sehun saat menyadari jika matahari mulai kembali pada peristirahatannya .

"kau tak ingin ikut masuk Oppa"

Tanya Baekhyun, saat mereka sampai di depan gerbang rumah . Sehun tersenyum .

"belum saatnya"

Ucap Sehun lalu mengacak rambut Baekhyun pelan .

"kapan kau akan kembali ? kau tau Appa dan Umma juga sangat merindukanmu"

Ucap Baekhyun dan lagi-lagi Sehun hanya tersenyum sebagai jawaban .

"Oppa"

Panggil Baekhyun karna Sehun tak kunjung menjawab pertanyaannya .

"sudah kau masuk sana"

Ucap Sehun sambil mendorong tubuh Baekhyun pelan untuk masuk kedalam gerbang rumah mereka .

"aku pulang dulu ya, kau masuklah"

Ucap Sehun sambil menaiki sepeda milik Suho yang tadi ia pinjam .

"Ya, hati-hati Oppa"

Ucap Baekhyun saat Sehun mulai mengayuh sepeda dan mulai meninggalkan Baekhyun yang masih berdiri disana melihat kepergian Sehun .

Rasanya de javu, kenangan kepergian Sehun dulu seolah kembali berputar, ia tak ingin melihat Sehun pergi, ia tak ingin sama melihat Sehun meninggalkannya seperti dulu, Baekhyun baru saja hendal berlari mengejarnya namun ia urungkan karna ia tau kali ini Sehun akan kembali dan tak akan pergi meninggalkannya lagi . Ia akan tinggal bersama dengannya selamanya .

Baekhyun masuk kedalam rumahnya, dapat ia lihat kedua orangtuanya sedang berkumpul di ruang tamu . Baekhyun langsung menghambur, ikut bergabung bersama mereka mendudukan dirinya di antara Appa dan Ummanya .

"aku sudah bertemu dengannya"

Ucap Baekhyun lalu memeluk Ummanya .

"kapan ia akan kembali ?"

Tanya Baekhyun .

"secepatnya sayang"

Ucap Appanya dan langsung mendapat pelukan dari Baekhyun .

Rasanya Baekhyun sudah tak sabar menantikan kedatangan Sehun kembali kerumahnya . Hal yang paling ia tunggu dan nanti selama ini . Akhirnya sebentar lagi semua itu akan terwujud, Oppanya akan kembali pulang .

Pagi ini Baekhyun bangun dengan semangat, ia tak sabar bertemu Sehun di sekolah, karna Sehun belum bisa pulang ke rumah mereka . Baekhyun tidak tau mengapa Sehun tak langsung pulang kerumah tapi Baekhyun menghargai apapun keputusan Sehun .

Baekhyun keluar kamarnya, saat ia melintas kamar Sehun dulu yang tepat berada di samping kamarnya itu, terlihat kamar Sehun sedang dalam pembongkar .

"Appa~ !!"

Teriak Baekhyun manja, ia terlihat bingung mengapa kamar Sehun di bongkar .

Tak lama Appa nya datang, Appa nya tersenyum pasti Baekhyun bingung mengapa kamar Kakak nya sedang mengalami pembongkaran .

"kamar Sehun akan di bongkar, dia sudah besar sekarang, tidak mungkin jika ia masih mengenakan kamar seperti ini"

Jelas Appa Baekhyun seolah tau jika putrinya itu terlihat bingung . Baekhyun akhirnya faham dan menganggukan kepalanya tanda mengerti .

"sudah nanti kau kesiangan, ayo kita sarapan dulu, Umma mu sudah membuatkan sarapan untuk kita"

Ajak Appa Baekhyun sambil menggandeng tangan anak gadisnya itu .

"Yeeeyyy"

Seru Baekhyun girang .

SKIP

"kau tau, ku dengar namja baru yang super tampan itu berpkecan dengan Luhan"

"hah sungguh ? bukankah Luhan kekasih Kris ?"

"bukankah bulan lalu ia berkencan dengan Jackson ?"

"dasar wanita jalang, aku membencinya . Dia memang paling bisa mendekati laki-laki tampan"

"kau benar, rubah itu seolah menjerat semua pria tampan di sekolah ini"

Tak sengaja pendengaran Baekhyun mendengar obrolan yang membuatnya terusik, membuatnya marah seketika . Ia tak akan marah jika saja obrolah segerombol yeoja itu mengenai wanita murahan yang mereka bicarakan tapi yang membuatnya terusik Sehun ikut terlibat disana .

"siapa yang berpacaran dengan Sehun ?!"

Tanya Baekhyun dengan nada marah pada segerombilan yeoja yang sedang membicarakan kakaknya itu . Mereka terlihat ketakutan dengan sikap Baekhyun .

"itu Luhan, Baekhyun-ah"

Jawab salah satu yeoja dengan nada ketakutan .

"dimana kelasnya ?!"

Bentak Baekhyun dia benar-benar marah, hatinya seperti terbakar, segerombolan yeoja itu pun jadi sasaran kemarahan Baekhyun .

"di ujung koridor ini"

Jawabnya lagi dengan nada masih ketakutan .

Dengan langkah cepat dan nafas yang tak beraturan, saat ini perasaannya menggebu-gebu marah . Bagaimana bisa kakaknya mengencani seorang yeoja, bahkan Sehun belum 1 minggu di Korea, apa dia sudah gila .

Baekhyun mendatangi kelas Luhan di ujung koridor seperti yang di beri tahukan yeoja-yeoja tadi .

"siapa yang bernama Luhan ?!"

Bentaknya, saat ini Baekhyun bak seorang gangster yang sedang mencari mangsanya .

"aku, ada apa ?"

Jawab wanita cantik dengan halus, wajahnya mirip jelmaan rusa dengan berperawakan sedang dan kulit putih bak porselen .

Baekhyun langsung menghampirinya, tanpa banyak bicara dan aba-aba …

Plak !

Tamparan keras telah mendarat telak di pipi mulus Luhan . Ia kaget bukan main dengan apa yang di lakukan Baekhyun .

Seingatnya ia tak memiliki masalah dengan Baekhyun, mengenalnya saja tidak, lalu mengapa Baekhyun melakukan hal ini padanya .

"apa yang kau lakukan !!!"

Bentak Luhan sambil memegang pipi putihnya yang kini berubah merah dengan taplak tangan Baekhyun yang membekas .

"dasar kau wanita jalang, murahan, tidak tau malu !!"

Cercah Bekhyun dengan umpatan yang tak pantas .

"apa maksudmu hah !!"

Luhan masih tak mengerti dengan apa yang Baekhyun katakan, ia benar-benar bingung juga marah .

"kau memang wanita murahan, minggu lalu kau masih berkencan dengan Kris juga Jackson dan saat ini kau berkencan dengan Sehun . Dasar wanita murahan !!!"

Seloroh Baekhyun ia benar-benar berada di puncak kemarahannya . Wajahnya merah padam kelewat marah .

"apa urusanmu !!! memang kau siapa Sehun hah !! kau kekasihnya ?! kau mencintainya hah !! Kau di tolak dengannya !!"

Luhan mulai mengerti arah pembicaraan Baekhyun, apa yang membuatnya tiba-tiba melakukan hal ini padanya, ia pun ikut tersulut emosi .

Tak banyak bicara Baekhyun kembali menyerang Luhan, menampar dan menjambak rambut Luhan dan Luhan pun membalasnya. Baekhyun benar-benar marah saat ini . Perkelahian 2 wanita cantik ini pun tak terelakan . Tak ada yang mampu memisahkan mereka . Akhirnya salah satu dari mereka pun melaporkannya pada Sehun .

"Baekhyun-ah !!"

Panggil seseorang membuat perkelahian kedua yeoja ini terhenti .

"Oppa"

Panggil Baekhyun lalu melepaskan jambakan tangannya pada rambut Luhan .

"apa yang kau lakukan pada kekasihku hah ?!"

Bentak Sehun lalu menghampiri mereka berdua, membuat Baekhyun mencelos .

"dia telah melakukan hal bodoh Oppa"

Bela Baekhyun dengan suara bergetar .

"dia yang mulai, Chagiaya . Kau bisa tanyakan saksi disini, dia menyerangku duluan, aku tak tau salahku apa"

Ucap Luhan tiba-tiba menangis, Baekhyun benar-benar muak, Luhan benar-benar pandai berakting .

"kau keterlaluan Baekhyun-ah !!"

Sehun lalu memeluk Luhan di hadapan Baekhyun, membuat hati Baekhyun seperti di remas sekuat-kuatnya, seolah sembilu telah tertancap disana, sakit sekali .

Air mata Baekhyun tak dapat di bendung lagi, rasanya bak di hujam belati saat ini perasaannya . Baekhyun berlari mendapati pemadangan yang sangat menyakitkan untuknya . Meninggalkan mereka sambil menangus .

Baekhyun mengira Sehun akan membelanya seperti pikirannya tapi nyatanya Sehun malah membela wanita murahan itu . Dan mempermalukannya di depan umum .

"Bee"

Panggil Suho saat mendapati Baekhyun sedang menangis sambil berlari melintasinya .

"Suho-ya"

Ucap Baekhyun langsung meleluk Suho sambil menangis tersedu-sedu .

TBC

A/N :

Utuk~ utuk~ utuk~ tian beut sih mamih kuh Baek, Kok aa thehun jaat ama dedeq baekkie T.T kkkk~

Haloha~ Twins but different dateng lagi dengan cerita yang semakin absurd dan makin gaje wkwkwkwk T.T

Sumpah aku ga nyangka ada yang mau baca, yawloh T.T

Apalah aku yang cuma author abal bin absurd T.T

Makasih buat temen-temen yang mau luangin waktu buat baca, apa lagi mau ngeluangin waktu sedikit buat review sumpah terharu TT.TT *nangis bombay :'v

Thx for review gays, see ya~ next chap and don't forget to visit my bio, maybe you interest to read my other story wkwkwkwkkw .

See ya~

xoxo, pyong~ :D

@utu614