Chapter 4 : Kissing to the MOVE ON
Naruto by Masashi Kishimoto © 1999
NaruSaku (T)
Waring : OOC, typo, Author newbie, Abal, AU, dll.
First Story
Don' Like Don't Read !
Terik matahari tidak menyurutkan semangat sekolompok remaja ini, Naruto, Sakura, dan Ino mereka benar benar senang hari ini kecuali bagi tuan pemalas yang satu ini Ia cuma bergumam pelan tak peduli dengan apa yang dilakukan teman dan kekasihnya itu. Sakura benar benar menikmati saat saat seperti ini, senyumnya tak pernah pudar di wajah cantiknya, tangan kiri menggenggam tangan sahabat pirangnya Ino, Ia memejamkan matanya menikmati angin yang menerpa wajahnya.
Disinilah mereka di atas sebuah kapal pesiar pribadi kepemilikan keluarga Namikaze yang berukuran sedang yang berfasillitas seperti dua kamar , dapur, toilet, serta lainnya meluncur kencang ditengah laut, Sakura dan Ino berada di bagian depan kapal , sementara Shikamaru berada di kabin kapal yang tak begitu luas namun nyaman dengan seuantai kain yang menggantung Ia menciptakan sendiri tempat tidurnya guna menciptakan kenikmatan dalam tidur. Dan pemuda pirang ? Ia sibuk dengan segala alat pancingnya dari mulai stick pancing, rell, senar, umpan serta tetengek bengek lainnya Ia persiapkan dengan antusias berniat mengajak teman temannya memancing. Perlahan kapal yang mereka tumpangi pun meluncur pelan dan akhirnya berhenti.
"Kita sudah sampai Naruto-sama" Ucap seseorang uang memiliki rambut coklat serta tato segitiga di kedua pipinya, Inuzuka Kiba menghampiri Naruto yang masih berjongkok sibuk dengan alat pancingnya.
"Sudah kubilang kiba, kau panggil aku Naruto saja! Kau kan salah satu sahabatku" Naruto berdiri membawa alat pancing keluar dari ruangan kapal itu.
"Bagaimanapun juga kau tetap majikanku! Jadi, aku akan memanggilmu Naruto-sama!" Kiba terkekeh pelan lalu membantu Naruto membawa beberapan alat pancing yang sudah siap pakai.
"Terserah saja kau lah" Naruto menghela nafas pendek berjalan santai ke depan kapal, "Mana Shikamaru ?" Tanya Naruto kemudian.
"Di kabin kapal tidur ! apaladi yang Ia lakukan selain itu ?" Tanya Kiba balik mengangkat kedua bahunya.
"Huh! Dasar anak itu, bukankah mau menemaniku memancing" Naruto sedikit meringis mendengar pekataan pemuda yang mengekor di belakangnya itu,"Memancing sendiriankan kan tidak seru" Gerutunya lagi.
Kiba menyeringai mendengar keluhan majikan sekaligus sahabatnya itu, "Kenapa tidak mengajak kedua gadis yang ada di depan kapal ?" Tanyanya lagi membuat langkah Naruto terhenti.
"Ah benar juga" Mata Naruto berbinar mendengar ucapan Kiba, "Itu .. ide brilliant" teriaknya kemudian langsung melesat ke depan kapal berlari.
Kiba menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Naruto selalu kelewat semangat, Oke memang dulu dia hyperaktif dan ceria. Namun, setelah kejadian dua tahun lalu merubah hidupnya. Ayahnya meninggal karena kanker, sedangkan Ibunya stress dan sering mabuk mabukan semenjak kematian suami dan perusahaan milik keluarganya Inuzuka Corp bangkrut membuatnya kehilangan segalanya. Sejak itu hidup Kiba menjadi hancur, Namun di sinilah keberuntungan masih memihaknya. Naruto sang sahabat yang tak tega melihatnya seperti itu membantunya dengan suka rela, Ia meminta pada Ayahnya untuk memberi pekerjaan pada Kiba yang lebih baik daripada hidup di jalanan. Lalu di sinilah Kiba menjadi sahabat sekaligus asissten pribadi Naruto. Sebenarnya Ia akan bareng menginap di villa Uzumaki itu, hanya saja Ia di diminta Naruto untuk meminta izin secara langsung meminjam kapal pesiar milik Ayah Naruto, lalu membawanya ke konoha dari Suna beserta bebera awak buah kapal.
…
"Hai Lady's ! lagi apa ?" Naruto menyapa kedua gadis yang sedang menatap laut. Seketika membuat kedua kepala menoleh kearahnya.
"Ah, Naruto! Tidak sedang melakukan appun kok " Tukas Ino memiringkan kepalanya melihat alat pancing yang di pegang Naruto "Itu buat apa ?"
"Oh ni, buat stick drum" Ucap Naruto mengangkat joran pancing yang sudah siap pakai membuat kedua gadis di hadapannya mengerutkan dahi, "Tentu saja buat memancing ikan Ino! Memangnya buat apa lagi ?" Naruto sweatdrop.
"Oi oi ! Aku kan Cuma bertanya! " Ino melipatkan kedua tangan di dadanya kesal.
Sakura terkikik geli melihat kelakuan mereka yang menurutnya lucu dan kekanak kanakan.
"Huh? Kenapa kau ikut ikutan Forhead ?" Ino menoleh pada gadis di sampingnya yang sedang menahan tawa.
"Gomen gomen" Ucap Sakura di buat polos.
"Huh! Sudahlah lebih baik aku mencari Shikamaru saja kalau begini" Ino berjalan menghentakan kakinya kesal meninggalkan mereka berdua.
"Dasar Blonde" Gumam Naruto menggelngkan kepalanya tak menyadari rambutnya sendiri juga pirang membuat Sakura sweatdrop, "Sakura-chan mau menemaniku memancing ?" Ajak Naruto menolehkan kepalanya menatap Sakura.
"Tentu saja" Ucap Sakura tersenyum membuat Naruto semangat.
Naruto mengayunkan joran pancingnya melempar umpan buatan yang berbentuk menyerupai udang kelaut sekitar 20 meter dari kapal. Tak lama umpan Naruto pun ada yang menyambar umpannya.
"Whoooaaa Ini pasti besar ttabayo! " Teriak Naruto mengundang perhatian, Ino segera menghampirinya sambil menyeret Shikamaru.
"Ayo tarik Naruto" Sakura terbawa suasana menyemangati Naruto. Dengan semangat Naruto mulai pancingnya dan menggulung rell senarnya secara teratur membuat objek buruannya semakin mendekat ke arahnya.
"Ini sangat berat sudah pasti besar" Teriak Naruto tertahan mengeluarkan seluruh tenaganya membuat objek buruannya tepat berada di dipannya.
"S-sepatu ?" Gumamnya melongo melihat kail umpannya mengait pada sepatu boot tua berwarn hitam.
"Hffftt Bahahahahha" Seketika mereka tertawa minus Naruto yang masih menganga tak percaya. Bahkan Kiba yang baru datng langsung guling guling tak kuasa menahan tawa. Sementara Sakura dan Ino tertawa terbahak bahak memegang perut mereka.
"Wah ikannya besar sekali Naruto" Ino mengusap sudut mata yang mengeluarkan sedikit air matanya serta masih tertawa kecil mengejek Naruto.
"Itu jenis ikan apa Naruto-sama ?" Tanya Kiba polos di buat buat sambil menahan tawanya yang sulit di hentikan. Sementara Sakura menutup mulutnya dengan punggung tangan kanannya untuk meredakan tawanya.
"Bodoh" Gumam Shikamaru menatap Naruto seolah tak peduli.
"DIAM KALIAN" Teriak Naruto kesal kemudian melempar sepatu itu asal, "Kiba katanya disini tempat mincing ikan yang bagus ?" Tanya Naruto menatap Kiba tajam yang berusaha berdiri sambil memegang perutnya.
"Hahaha .. justru itu di sini memang tempat biasa pemancing untuk memancing" Ucap kiba setalah berdiri, "Jadi, mungkin mereka tak sengaja menjatuhkan barang lainnya" Kiba mengusap kedua sudut matanya yang berair.
"Dasar payah !" Ejek Ino kemudian menoleh pada Shikamaru, "Shika tunjukan cara memancing yang benar padanya" Ucapnya menunjuk Naruto.
"Tidak mau" Jawabnya acuh sontak membuat Ino mendeathglarenya, "Baiklah dasar merepotkan" Gumam Shikamaru menghampiri Kiba lalu mengambil satu joran pancing membuat Ino tersenyum lebar.
Tak lama setelah umpan di lemparnya ketengah laut langsung di sambar seekor ikan membuat Shikamaru menyeringai lalu Ia menarik gulungan rell senarnya secara teratur.
"Waah sugoii" Ucap Sakura aka p berbarengan dengan Ino menatap kagum Shikamaru yang berhasil menangkap seekor ikan kakap putih yang berukuran sedang membuat Shikamaru menyeringai puas lalu meletakan ikan itu di debuah wadah yang di siapkan Kiba setelah melepas kail dari mulut ikan itu.
"Cih itu cuma kebetulan" Ucap Naruto panas kemudian menghadap laut, "Aku tidak akan kalah ttabayo" Teriaknya sambil melempar umpannya ketengah laut.
"Teruslah bermimpi" Ino menjulurkan lidahnya pada Naruto membuatnya mendecak kesal.
Kiba Cuma geleng geleng menatap Naruto dan teman temannya, "Aku kebelakang dulu, Semangat Naruto-sama !" Pamit Kiba sambil menyemangati tuannya atau lebih tepatnya mengejek karena nada suaranya merendahkan.
"Ck," Naruto berdecak kesal menatap umpannya yang tak kunjung di sambar ikan serta ejekan teman temannya.
"STRIKE" teriaknya tiba tiba menarik jorannya hingga melengkung. Sentak mengundang perhatian teman temanya terutama Sakura yang berada di siisnya.
"Kuharap itu ikan sungguhan" Ucap Ino mengejek Naruto.
"Lihat saja" Ucap Naruto yakin kali ini yang menyambar umpannya adalah ikan sungguhan. Dengan pertarungan yang cukup I akhirnya Ia berhasil mengangkat ikan kakap merah ke atas kapal.
"Lihat, lebih besar dari yang ditangkap Shikamaru" Pekik Sakura terkagum kagum menatap Naruto yang berhasil menangkap ikan kakap yang beratnya kisaran lima kilo gram itu.
"Hahaha .. lihat ini sangat besar Shika" Seru Naruto melepas kail dari mulut ikannyalalu meletakan di wadah yang sama dengan ikan shikamaru. Sementara orang yang di seru Naruto Cuma bergumam tidak jelasa sambil memutar bola matanya bosan. Naruto menyeringai lalu menoleh pad Ino yang sedang terbengong bengong, "Huh ! kenapa ekspresimu itu Ino ?" Tanya Naruto.
"Tidak! Bukan apa apa, kau hebat Naruto haha …!" Ino menjawab dengan tawa hambar.
Mereka pun memancing ria hingga menjelang sore mendapatkan beberapa ikan kakap. Naruto saedikit bosan karena semakin sore umpan yang dilemparnya jarang di sambar ikan, Ya meski sedikit beruntung Ia masih setia ditemani Sakura yang sesekali mengobrol.
"Sakura-chan tolong pegang pancingnya sebentar !" Ucap Naruto menyerahkan pancingnya pada Sakura yang Nampak kebingungan, "Aku kebelakang dulu mau ngambil air, haus" Sambungnya seraya melesat pergi meninggalkan Sakura tanpa melihat raut wajahnya yang pucat pasi serta membelalakan matanya ketika merasa senar pancingnya tertarik.
"KYAAAAAAA" Teriaknya mengeratkan pegangannya pada joran pancingnya sekuat tenaga, membuat perhatian menuju padanya.
Naruto yang baru meneguk air mineralnya sontak menyemburkannya kemudian melesat kembali ke tempat Ia meninggalkan Sakura.
Sakura yang tampak pasrah, meski Ia menyandang sabuk hitam di cabang karate disekolahnya Ia tetap tidak kuat ketika menghadapi joran pancingnya yang di tarik kekiri dan kekanan. Disaat pegangannya akan lepas mata Sakura membulat sempurna ketika merasa sepasang tangan berwarna kecoklatan menggenggam tangannya erat dari belakang, Sontak membuat wajahnya memanas berbarengan dengan punggungnya yang terasa hangat.
"N-naruto ?" Ucapnya terbata bata dengan nafas yang memburu serta kedua kakinya yang lemas Sakura benar benar menahan dirinya untuk tidak jatuh. Ia bingung pada tubuhnya sendiri yang biasanya akan menghajar refkek siapa saja menyentuhnya seperti ini. Tapi ini Ia bahkan tak sedikitpun berontak atau sekadar memaki orang ini. Sementara Naruto lebih terfokus pada jorannya yang di genggamnya bersama Sakura, Ia melepaskan genggamannya namun dengan cepat Ia memegang Stick pancing di atas gulungan rell senarnya.
"Hei tenang Sakura-chan aku akan membantumu" Naruto mengeratkan pegangannya yang semakin berat serta memeluk Sakura agar tak terbawa jatuh ke laut, "Gulung rellnya cepat".
"Tapi .. " Sakura masih shock dengan apa yang di hadapinya. Naruto mengangkat jorannya hingga melengkung. 'Bagaimana tenang kalau posisinya seperti ini' teriak iner Sakur dengan muka yang merah padam.
"Gulung" Intruksi Naruto setelah menurunkan jorannya kebawah. Tanpa di perintah lagi Sakura mencoba memantapkan hatinya untuk menggulung rell senarnya dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya menggenggam erat pegangan pancing itu. Setelah rellnya keliatan susah di gulung Naruto kembali mengangkat jorannya ke atas.
"Gulung lagi Sakura-chan" teriak Naruto tertahan setelah menurunkan pancingannya.
"Ha'i" Sakura dengan cepat menuruti perintah Naruto, Mereka terus melakukan hal yang sama hingga ikan besar mulai kelihatan di permukaan air laut di kapal tak menyadari tiga pasang mata menatapnya penuh arti.
"Kiba bantu aku mengambil ikannya" Ucap Naruto dengan nafas yang terengah engah masih memeluk Sakura
"Oke" Seru Kiba segera bergegas mengambil tongkat semacam tombak dari piber yang di ujungnya terdapat pengait. Ia langsung mengaitkannya pada ikan itu yang masih tak mau diam kemudian mengangkatnya ke atas kapal.
"Whhooa kau hebat Sakura-chan" Seru Naruto girang menatap seekor ikan tuna berukuran besar itu kemudian memegang pangkal ekornya setelah Kiba melepas kail dan pengait tombaknya. Ia mensejajarkan ikan tangkapannya di sisi tubuhnya yang mencapai sepinggang, "Sakura-chan apa kau tidak apa apa ?" Naruto manatap Sakura yang masih mengatur nafasnya dengan muka yang memerah serta kedua tangannya menekan dada yang terasa berdebar kencang.
"Ha'i" Jawab Sakura pelan padahal dalam hati Ia ingin sekali menjitak kepala kuning itu namun apa daya kedua tangannya terlampau lemas.
"Yakin Sakura-chan ?" Sakura menjawab dengan anggukan kecil, "Kemarilah kita potret bersama ikan ini" Ajak Naruto.
"Ha'i" Lagi Sakura menjwab pelan lalu menghampiri Naruto.
"Kiba cepat potret, lumayan buat kenang kenangan"
"Siap" Ucapnya tegas bak tentara kemudian meletakan tombak tadi dan segera melesat kebelakang kapal guna mencari kamera. Setelah mendapatkannya Kiba segera kembali.
"Hei hei kalin tidak melupakan kami kan ?" Ino yang baru sadar keterkejutannya menyeret Shikamaru menghampiri Naruto dan Sakura.
Dengan posisi Naruto dan Sakura yang berada di sebelah kanan ikan tuna sementara ShikaIno yang berada di sebelah kiri ikan tuna itu mereka siap di foto. Setelah menempatkan kamera di tempat yang pas Kiba kini mengatur timer kemudian Ia segera melesat kebelakang ikan tuna itu dengan senyum lebar. Naruto kini merangkul pundak Sakura denga lima jarinya, semetara yang yang dirangkul sedikit merona dengan seyum manis. Sedangkan tangan Ino memeluk tangan Shikamaru dan tangan kirinya bebrtuk symbol 'peace' di samping pipinya dengan senyum manis.
1
2
3
'Klick'
Terciptalah foto bahagia mereka dengan backround matahari tenggelam menambah suasana hangat mereka.
"KITA PESTA IKAN" Naruto girang setelah meletakan ikan yang sudah agak lemas itu di sebuah wadah yang cukup besar.
"YEAAY" Teriak ketiga lainnya minus Shikamaru yang tersenyum tipis. Sementara empat pasang mata awak kapal yang tengah melihat mereka ikut tersenyum senang.
…
Air laut yang tenang serta bulan dan bintang yang terang mengiasi langit menambah suasana eksotis malam melewati perdebatan yang cukup alot akirnya mereka memutuskan untuk bermalam kapal maala yang tertidur pulas di tempat tidur buatannya. Sakura dan Ino memasak d dapur kapal di bantu Kiba yangmenyiapkan alat alat masak tampaksibuk memsak ikantangkapan mereka.
Naruto merebahkan dirinya disebuahbanhku tidur, Ia menatap langit yang di hiasi kerlap kerlip bintang serta sinar matahari yang memantul pada bulan menyinari air laut membuahkan kilauan jutaan kecil dipermukaan laut menamba suasanamalyang ten-.
"Narutooo cepat pindahkan kursi dan meja makan ke dek kapal ?" Suara cempreng milik Ino yang menghancurkan suasana tenang .
"Baik" Balas Narut sedkit sweatdrop kemudian menghampiri Shikamaru untuk memaksanya membantu menyiapkan kursi dan meja makan di dek kapal.
Disisi lain Kiba sedang membersihkan ikan dar perutnya serta memotongnya dalam ukuran yang lebih kecil. Ada juga Ino yang sedang menyiapkan bumbu masak untuk tuna. Di sudut lainnya Sakura tanpak serius memasak ikan kakap di buat berkuah, Setelah selelsai Ia kini menuangkan masakannya, pada dua buah piring kemudian segera membawanya ke dek kapal lalu Ia melihat Naruto dan Shikamaru yang baru saja mempersiapkan meja di bantu dua orang anak buah kapal.
"Ah sudah sia Naruto ?" Tanya Sakura yang lebih mirip sebuah pernyataan lalu meletakan bawaannya di atas meja makan.
"Begitulah" Jawab Naruto dengan cengiran khasnya
"Kenapa tidak makan di ruangaan makan saja sih! Itu mereptkan harus memindahkan kursi danmejanya kesini" Gerutu Shikamaru tak senang waktu tidurnya diganggu.
"Kenapa tidak tanyakan saja pada kekasih tercintamu Shika ?" Teriak Naruto yang merasa cape sendiri, "Aku juga sama lelahnya" Naruto mendelik pada sahabat pemalasnya itu.
Sakura terkikik geli melihat kedua pemuda yang dihadapannya tengah cemberut
"Kenapa tertawa ?" Tanya Naruto dan Shikamaru bersamaan menatap Sakura.
"Ah tidak" Sakura menghentikan tawa kecilnya, "Aku ke dapur dulu" Pamitnya kemudian
"Huah merepotkan kenapa tida meyuruh awak buah kapal ?" Gumam Shikamaru lemah kini Ia duduk di kursi yang elah Ia pindahkan dari ruang makan kapal itu di ikuti Naruto yang duduk di hadapannya.
"pacarmu memang kejam ttabayo" Ucap Naruto pelan menyandarkan kepalanya di meja makan.
Kembali ke dapur, setelah itu Sakura mengahampiri Ino dan Kiba yang sedang mengobrol dan juga masak tentunya.
"Ah Sakura bias kau melanjutkan untuk memasak ini ?" Pinta Ino yang menyadari kehadiran Sakura.
"Wah Ikan tuna asam manis" Ucap Sakura terkagum melihat masakan Ino, "Pintar juga kau memilih rese makan pig" Ucapnya lagi menyeringai.
"Ya tentu saja" Ino bangga sementara Sakura memutar bola bosan, "Aku ke kamar dulu mengambil jacket! " Katanya lagi meningglakan Sakura yang memulai melanjutkan masakan Ino sementara Kiba mengelap piring.
Keheningan melenda mereka yang masih sibuk dengan kegiatannya masing masing. Berdehem sejenak Kiba berniat memulai pebicaraan.
"Kelihatannya nona ekat dengan Naruto-sama ?" Tanya Kiba yang berbentuk pernyataan.
"Ya akhir akhir ini aku dekat dengannya, kenapa ?" Jawab Sakura yang masih sibuk memasak.
"Syukulah" Kiba mensyukuri kedekatan Naruto dan Sakura.
"He ? "Sakura menyernyit bingung.
"Semenjak kehilangannya, Dia tak pernah dekat dengan perempuan lagi ! bahkan dia dianggap gay di sekolahnya"
"Benarkah ?" Sakura sedikit terkejut namun kemudian tersenyum, senang Ia dekat dengannya mungkin.
"Ya, Ia hanya berbicara berbicara seadanya pada peremuan" Kiba memberi tahu Sakura.
"Syukurlah Ia dekat denganku" Nada bicaranya sedikit senang, "Berarti Ia ehm, normal bukan ?" Sakura tersenyum tipis.
Kiba terkekeh pelan mendengar pertanyaan Sakura, "Tentu saja nona" Jawabnya menyetujui.
"Oh jangan panggil aku nona, Sakura saja cukup Inuzuka-san". Sakura sedikit sangsi di panggil 'nona'.
"Kalau begitu panggil juga aku kiba" Kiba tersenyum.
"Tentu saja .. Kiba" Sakura mematikan kompornya, "Bisa minta tolong menuangkannya pada piring ?" Pinta sakura.
"Ha'i" Kiba pun menuangkannya pada dua piring yang cukup besar menyisakan beberapa untuk Sarapan besok, "Apa kau sudah membaca novel Naruto"
"Dari mana kau tau aku diberi novel olehnya ? Dan kenapa kaumenanyakan hal itu ?" Tanya Sakura mengangkat sebelah alisnya.
"Tentu saja aku tau, aku itu sahabat sekaligus pelayan pribadinya" Kiba terkekeh sementara Sakura semakin bingung, "Tidak apa apa, Hanya saja orang yang di maksud Hinata-sama mungkin .. Sakura-chan" Ucanya samil mengangkat kedua piring yang berisi olahan ikan tuna itu, lalu berjalan meninggalkan Sakura yang mematung serta wajahnya yang merona.
"Mungkin?" Gumam Sakura, 'Mungkin apa ? Jadi kekasih ?' aka Sakura tak karuan Ia menggelengkan kepalanya kuat kuat lalu mengikuti Kiba menuju dek kapal dengan wajah merah padam.
Setibanya disana Naruto menatap kehadiran mereka dengan tatapan yang sulit di artikan, "Sepertinya kalian akrab Kiba ?" Tanya Naruto dengan Nada sedikit tak Suka.
Kiba terkekeh mendengar pertanyaan Naruto, "Kami hanya sedkit ngobrol Naruto-sama, Jadi tak perlu cemburu"Kiba meletakan kedua piring itu di atas meja yang kini dipenuhi piring gelas sendok garfu serta peralatan makan lainnya.
"S-siapa yang cemburu" Gumam Naruto memalingkan wajahnya yang memanas.
Sakura yang mendengar percakapan mereka tersenyum tipis kemudian duduk disamping Naruto. "Aku senang kaucemburu pdaku Naruto-kun" Sakura memutuskanmenggodanya ga menambahkan suffix 'kun', membuat wajah Naruto semakin merona hebat yang untungnya tersamarkan karena malam hari.
"Hei hei kenapa kalian menggoda ku sih ?" Naruto gelagapan, "Ayo makan, nanti keburu dingin" Narut menalihkan pembicaraannya, kontan membuat mereka tertawa melihatnya termasuk Ino yang baru tiba. Mereka pun makan dengan lahap di selingi obrolan ringan termasuk bagaimana Naruto mengenal Sakura lebih dulu yang ternyata Ia melihat saat Sakura kencan dengan mantan pacarnya Sasori beberapa hari kemudian Ia menyatakan rasa sukanya pada Sakura beberapa waktu lalu.
…
Sebotol wine menemani Naruto memandang langit. Sesekali ia tersenyum mengingat beberapa flashback bersama Sakura dari pertama bertemu Sampai makan malam tadi.
"Hei boleh aku duduk di sini "? Sakura menghampiri Naruto yang sedang duduk di kursi tidur yang berada di atap kapal itu.
"Ah Sakura-chan, tentu saja" Naruto menoleh pada Sakura yang segera duduk di kursi kosong di samping kursi yang di duduki Naruto.
Sejenak mereka hening sibuk dengan pikiran mereka masing masing suasana nampak kaku. Naruto menenangkan kegugupannya dengan menuang winya pada segelas kecl kemudia meneguknya.
"Kenapa belum tidur ?" Ucapnya menatap Sakura yang sedang menatap langit.
"Aku belum ngantuk" Ucapnya pelan tanpa mengalihkan pandangannya.
"Oh" Naruto Singkat mengoyangkan botol winenya.
"Aku tidak mengerti kenapa kau mau melihatku kencan dengan Sasori ?" Ucap Sakura lalu menoleh melihat Naruto yang sedang meneguk winenya.
"Hm, memangnya kenapa habisnya waktu itu kau terlihat cantik kala tersenyum" Naruto menuangkan lagi pada gelasnya.
Sakura tersenyum kaku salah tingkah kemudian mengambil botol wine Naruto lalu menuangkannya pada sebuah gelas kecil.
"Apa menurutmu aku adalah gadis musim semi itu ?" Sakura menatap Naruto.
"Mungkin" Jawab Naruto dengan jantungnya yang mulai berdebar kencang.
"Hh ?" Sakura memelingkan wajahnya mengerucutkan bibirnya lalu meneguk air yang berada dalam gelas yang di pegangnya membuat Naruto tersenyum kecil.
"Hei Sakura-chan apa kau kuat akan alkohol ?" Naruto agak cemas
"Aku sudah terbiasa kok" Sakura meletakan botolnya di meja yang berada di sisinya.
"Hm" Naruto membuka jaketnya, lalu memesangkannya pada punggung Sakura.
"Eh apa kau tidak kedinginan" Sakura bingung Naruto memasangkan jaketnya.
"Kau lebuh membutuhkannya" Jawab Naruto lalu mengu winenya hingga tersisa sedikit.
"Arigatou !" Ucap Sakura merona serta detak jantungnya yang mulai menggila.
"Hm" balasnya singkat menghela nafas sejenak Naruto menggenggam tangan kiri Sakura lembut.
"Waktu itu aku pernah mengatakan aku menyukaimu, tapi sekarang sepertinya tidak" Ucap Naruto menatap lekat kedua mata emerlard Sakura.
Sakura yang mendengarkannya membelalakan matanya sedikit kecewa, "Oh" Ucap Sakura pelan".
"Ya sepertinya tidak hanya menyukaimu tapi juga mencintaimu" Ucap sungguh masih menatap Sakura.
Lagi Sakura membalalakan matanya tak percaya dengan mulut yang sedikit terbuka, Ia menatap dalam kedua mata biru Naruto mencari sedikit keraguan namun Sakura tak melihat sedikitpun itu. Sakura menunudukan kepalanya menyembunyikan rona merah di wajahnya.
"Maaf" Ucap Sakura pelan. Yang belum yakin dengan hatinya.
"Aku mengerti" Naruto melepaskan genggamannya juga mengalihkan pandangannya, "Maaf mungkin aku mabuk jadi aneh begini" gumamnya berbohong.
Sakura tersenyum yang tentu menangkap nada kecewa. "Boleh aku pinjam handphonemu ?" Ucapnya.
"Ah tentu saja" Naruto segera merogoh sakunya lalu mengambil Hpnya dan menyerahkannya pada Sakura
"Memang buat apa ?" Tanya Naruto bingung mentap Sakura yang menghiraukannya mulai menakan beberapa nomor lalu mendekatkan handphone itu ketelinganya
"Halo ?" Ucap seseorang dari sebrang telponyang tidak langsung di jawab Sakura, "Siapa ini?" Lanjutnya karena belum dapat respon dari Sakura.
"Hai Sasori-kun! Kau masih ingat aku ?" jawab Sakura setelah beberapa saat.
"Ini siapa ?" Tanya Sasori dengan nada bingung.
"Aku Cuma mau bilang …" jawab Sakura menekankan kata katanya,"KAU BRENGSEK, PECUNDANG PENGHIANAT !" Sakura berteriak hingga nafasnya terengah engah.
"?" Tak ada jawaban dari Sasori.
Disisi lain Naruto melongo mendengar umpatan Sakura, saking kagetnya Ia tak sengaja menyembur minumannya.
"uhuk uhuk .. S-sakura-chan ja-ngan berteriak" Naruto panik takut membuat teman temannya salah paham.
"Kenapa kau menghianati ku ? kau sungguh brengsek !" Sakura menghiraukan ucapan Naruto Ia mengeluarkan unek uneknya dengan penekanan pada setiap kata, lalu memutuskan telponnya dan memberikannya pada Naruto.
Naruto mengambil Handphonenya lalu menyimpannya kembali pada saku celananya. Naruto kemudian mengelus punggung Sakura lembut yang sedang meneguk minumannya.
"Apa kau tidak apa apa ?" Tanya Naruto khawatir.
"Aku baik baik saja" Ucap sakura pelan menunudukan wajahnya sedikit sesenggukan, "Dengan begini aku tak punya beban lagi, maaf merepotkan".
"aku pa apa" Ucap Naruto lembut.
"Terima kasih" Sakura yang masih menunduk.
"Syukurlah" Naruto tersenyum lembut memegang dagu Sakura agar dapat menatap wajahnya kemudian menghapus air mata Sakura."Kau masih cantik meski lagi nangis tapi alangkah baiknnya kalau kau tersenyum Sakura-chan, saat itulah aku dapat melupakan masa laluku dan mencintaimu dengan sepenuh hatiku" Tutur Naruto lembut menatap wajah Sakura.
"Apa kau yakin ingin jadi kekasihku .. maksudku aku belum yakin dengan perasaanku" Sakura menatap kedua mata biru Naruto.
"Tentu saja aku yakin" Jawabnya Naruto Sungguh.
Secara tak sadar Sakura mendekatkan wajahnya cepat pada wajah Naruto lalu melumat pelan bibir Naruto.
Naruto membalalakan matanya terkejut atas tindakan gadis di hadapannya, Sakura yang merasa Naruto tak membalas ciumannya Ia segera melepaskan ciumannya.
"Maaf aku mabuk" Bohong Sakura merutuki dirinya atas kelakuannya, Ia salah tingkah dengan wajah yang merah padam serta jantungnya yang berdebar keras.
"Apa masih ragu dengan perasaanmu ?" Tanya Naruto menyeringai setelah meghilangkan keterkjutannya dengan senyum senang kemudian kemudian memegang lagi dagu Sakura guna mengangkat wajah Sakura yang menunduk menyembunyikan rona merahnya, "Apa artinya itu ?" Tanya Naruto mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura.
Sakura segera menutup matanya ketika bibir tipisnya beradu dengan bibir Naruto. Ia membalas kecupan Naruto lalu membuka mulutnya memberikan akses masuk lebih untuk Naruto yang tak di sia siakannya Naruto memasukan lidahnya beradu dengan lidah Sakura serta mengabsen setiap gigi putih Sakura. Bibir mereka terus bertautan hingga beberapa menit kemudian mereke melepaskan ciumannya karena pasokan oksigennya habis, sedikit menjauhkan wajah mereka yang saling tatap dengan wajah yang merona serta nafas yang memburu.
Sakura menghirup udara terengah engah serta matanya sayu, "Aku lega setelah mengatakan semua unek unekku pada Sasori" Ucapnya menatap Naruto, "Aku sadar kau telah menempati posisi terdalam hatiku" Naruto kembali mengecup bibir Sakura singkat.
"Arigatou" Naruto tersenyum senang lalu memeluk Sakura yang langsung di balasnya.
"Tidak aku lah yang harusnya berterima kasih, Arigatou! " Balas Sakura memeluknya membenamkan wajahnya di dada bidang Naruto.
"Hm, jadi ita sepasang kekasih ?" Tanya Naruto yang mengeratkan pelukannya.
"Menurutmu ?" Jawab Sakura menitikan air mata bahagia.
"Waahhh Romantisnyaaa" Pekik Ino di belakang mereka menatap keduanya yang segera melepaskan pelukannya lalu berdiri.
"A-apa y-ang kau lakukan di sini pig ?" Tanya Sakura tergagap melihat Shikamaru, Ino, Kiba, serta beberapa awak buah kapal menatap Naruto dan Sakura tersenyum dari berbagai tempat.
"Tentu saja menonton drama romantis" Seru Kiba menatap mereka menyeringai.
'Memalukan' Pekik Naruto dan Sakura dengan wajah yang merah padam
'Dari pada itu kita memang harus terus melangkah maju bukan ? Dari pada kau selalu berharap Ia kembali padamu dibanding memilih cinta baru yang ada di sisi mu.
~END~
Dan ini dia chapter terakhir dari fic ini, maaf kalau jelek mohon maklum ini cerita pertama saya. Terima kasih bagi semua reader yang membaca fic abal ini. Mohon kasih sarannya agar cerita saya selanjutnya lebih baik. Sekali lagi Arigatou.
Karena banyak yang salah ketikan maka saya rapihin deh hehe.. jadi, mohon maklum kalo masih ada yang salah ketik di chapter sebelumnya maupun chapter ini.
R
E
V
I
E
W
S
