Sexy Bandit

Cast :

Dongho

Daehwi

Boa

Minki

.

.

.

(Part 4)

"siswa yang mengeroyok mu sudah dihukum dan yang menyuruhnya untuk melalukan itu adalah rival mu nantinya di pertandingan tingkat nasional, tapi karena perbuatannya sendiri ia di diskualifikasi. Ini membuktikan kalau kau hebat dan ditakuti oleh rival mu"

Dongho tersenyum bangga sambil menaikan sebelah alisnya

"hahaha ekspresi apa itu ? dan kau sendiri sudah dengar penjelasan dokter kan ? luka mu tidak parah dan tetap bisa ikut pertandingan. Rajin dikompres dan minum vitamin yang diberikan agar tubuh mu semakin pulih"

"ne eomma"

"dan…. Masalah daehwi" boa berkata hati-hati

benar saja, raut wajah dongho berubah menjadi datar

"selama eomma bekerja disana, eomma menyempatkan diri untuk melihat-lihat dokter specialist organ dalam, eomma juga sudah menyisihkan sebagian gaji eomma untuk itu"

"eomma tau kau sangat menyayangi daewhi"

"lalu kenapa eomma membawanya ? kenapa tidak dikorea saja ? kenapa mesti meninggalkan aku sendirian disini ?" dongho terlihat kecewa

"apa mesti aku lagi yang mengalah eomma ?"

"dongho-ya, gaji yang eomma hasilkan disana hanya bisa untuk hidup serba berkecukupan, mungkin jika eomma bawa dolar ke korea akan mengasilkan kurs yang lumayan, tapi jika harus menghidupi kalian disana dengan kondisi daehwi yang harus rawat jalan… maafkan eomma"

"eomma sudah melakukannya semaksimal mungkin, memutar otak agar kehidupan kita bisa berjalan lancar, tapi memang harus ada yang dikorbankan. Daewhi perlu penanganan cepat. Eomma harap kau bisa bersabar dongho"

Dongho hanya terdiam, lalu boa memeluknya dari belakang

"eomma percaya pada mu, kau bisa, kita bisa. Pikirkan lagi, ini untuk kebaikan kita" lalu mengecup pucuk rambut dongho halus

.

.

.

.

Semalaman suntuk dongho hanya memikirkan perkataan boa, dan tidak ada yang salah. Memang benar pasti ada yang harus dikorbankan. Sebagai anak tertua terlebih dia adalah lelaki, ia harus bisa menjadi sosok yang mengayomi, ia tidak boleh egois.

"hyung, gwanchana ?"

Daewhi yang sedari tadi berjalan disampingnya menangkap raut wajah dongho yang seperti banyak fikiran

"gwanchana"

"hyung, kadang aku berfikir tuhan tidak adil karena ia tidak memberikan ku kekuatan seperti kau. Lihatlah badan ku, kurus seperti orang cacingan"

"hahaha kau ini bicara apa"

"serius, aku sempat berfikir seperti itu. Hyung sangat kekar, macho, the real namja !"

Kali ini dongho diam karena mendengarkan celoteh adik kesayangannya

"tapi karena aku lemah, aku bisa merasakan kasih sayang hyung secara penuh. Kekurangan ku malah membawa kebahagiaan hehehe"

"jadilah orang yang semakin hebat hyung, aku dan eomma mengandalkan mu"

Gemas dengan perkataan daehwi, dongho langsung merangkulnya dan mengusap pala daehwi

"kajjaaaa ! nanti kita terlambat"

"aaaah hyuung ! rambutkuuuuuuu !"

.

.

.

.

Hari-hari berjalan normal, tak terasa besok adalah kepindahan daehwi ke amerika mengikuti boa. Semua berkas pemindahan sekolah sudah diurus dengan baik. Daehwi nampak mentraktir teman-temannya untuk pamitan

"you so cool men, remember don't forget me, oke ?"

"ya ! seonho, ini masih dikorea, tidak usah sok berbicara pakai bahasa inggris"

"aku hanya latihan siapa tau bisa menyusul daehwi kesana"

"tapi itu akan membutuhkan waktu yang saaaaaaangat lama, percayalah" ucap kenta langsung menyambar kentang goring

"haah, aku tidak tau apa bisa menemukan teman seperti kalian"

"tentu tidak bisa, orang seperti kami sangat jarang" seonho berbicara dengan mulut penuh makanan

"daehwi-ya, jangan lupa untuk video call dengan ku "

"akan ku usahakan jisung hyung, tapi kuotanya akan mahal, mungkin jika aku dpt free wifi saja ya"

"huaaah, kau pendengar setia ku, dua anak ini mana mau mendengarkan cerita ku, apalagi menemani ku melakukan nail art sambil bergosip dan minum segelas jus lemon"

Kenta & Seonho : -_-

Malam harinya di rumah daehwi

Malam ini waktunya untuk packing, sebagian bawaan sudah dikirim melalui jasa pengantar barang, jadi boa dan daewhi tidak terlalu banyak membawa koper. Kali ini Minki juga datang untuk membantu.

"jangan khawatir tante, dongho biar aku saja yang urus" minki tersenyum ramah

"jeongmal gomawoyo minki" boa balas tersenyum, lalu minki ke kamar daehwi

"awas kalau kau sampai membiarkannya menginap disini ! tidak ada orang ! jangan macam2 !" boa memberi intruksi sambil berbisik ke dongho dan yg dikash tau hanya tertawa

.

.

.

.

Esok harinya dibandara, minki ikut mengantar dengan membawa mobil pribadinya tapi tentu saja dongho yang menyetir. Minki memang selalu baik seperti ini

"hati-hati dijalan tante, daehwi. Aku akan sangat merindukan muuu" minki memeluk daehwi erat

"aah nado nonna, tolong jaga hyung ku, beri asupan yang baik untuk pertandingannya besok"

Minki menganggut semangat

"maafkan eomma tidak bisa melihat pertandingan mu, cuti yang diberikan sangat sedikit, tapi aku yakin kau pasti bisa" boa menyemangati

"ne eomma, aku mengerti"

"tapi tolong jangan makan ramyun pada hari kemenangan mu, ini eomma berikan uang untuk mentraktir teman-teman mu, pergilah makan dan bersenang-senanglah"

"eomma…"

"aah sudah, eomma memang sudah menyisihkan beberapa. Eomma dan daehwi pamit ya"

"hyung, mulai hari ini, aku tidak akan menyusahkan mu, aku akan sembuh dan menjaga eomma sebisa ku, aku berjanji" daewhi langsung memeluk dongho sambil meneteskan air mata.

Boa dan daewhi berjalan perlahan sambil sesekali melihat kebelakang lalu melambaikan tangan, mereka menghilang di balik pintu. Tinggal lah dongho dan minki yang merangkul tangan dongho, sebagai pertanda jika ia tidak sendirian.

"jadi… hanya tinggal kita berdua ya" jemari minki mengelus dada bidang dongho

"dongho yaaaaa~" ucap minki manja

"kau urus saja Lee Soo Hyuk mu itu" dongho melepaskan rangkulan minki dan berjalan menuju parkiran

"aaaah dongho, itu semua karena daehwi, donghooooo" minki berlari menyusul

.

.

.

.

Musim dingin di Amerika, tidak terasa sudah hampir 6 bulan daehwi pindah. Rasa rindu masih sering menghampiri, kadang home syndrome membuatnya uring-uringan dan tidak mau keluar kamar, tapi semua itu dilalui dengan bantuan boa.

Pengobatannya juga berjalan dengan lancar dan daehwi sudah mempunyai teman disekolah barunya.

"daehwi, dongho mau berbicara" teriak boa dari ruang tv yang menjadi satu dengan dapur

"hyung ?!" daehwi berteriak dari kamar dan langsung lari menghampiri

"hyuuuung, aaaahh aku merindukan mu hyuuuung" ucap daehwi sambil memeluk laptop

"bagaimana kabar mu ?" Tanya dongho

"baik, semua baik-baik saja, aku juga sudah sedikit terbiasa dengan makanan disini"

"dia hanya memakan ayam goreng, fish n chips dan burger selama sebulan" boa menimpali sambil memasak makan malam

"hhh aku kangen toppoki dan kimchi pinggiran jalan"

Dongho tertawa melihat adiknya cemberut

"oh iya, bagaimana pertandingan mu hyung ? aku menanyakan di chat tapi kau hanya membalasnya dengan stiker, menyebalkan"

Dongho tertawa

"changkaman" dongho seperti mengambil benda berat disampingnya, dan…

"ini hasil pertandingan ku" dongho memperlihatkan piala 3 tingkat yang besar dengan tulisan first winner

"woaaah ! eomma, hyung memenangkan juara nasional, daebak !" daewhi berteriak dan mengangkat tangannya, bersorai seperti orang yang sedang melihat pertandingan secara langsung

Boa yang sudah mengetahui hal itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala

"dan aku masih punya kejutan untuk mu"

"apaaaa ? apa hyung cepaaaat" ucap daehwi tidak sabar

"aku akan melakukan pertandingan internasional di amerika, jangan teriak dulu ! masih ada lagi.."

Daehwi menutup mulutnya menahan suara, semoga kejutan kali ini tidak membuat jantungnya copot

"setelah aku melakukan pertandingan, aku akan berkuliah di amerika"

"NO WAY ! OH MY GOD ! SERIOUSLY ! OH MY GOOOOD, EOMMAAAA !" daewhi berlari kearah boa dan memeluknya sambil melompat-lompat

"hei, hyung mu masih online, kembali sanah" intrupsi boa

"hyung, aah jinjja, bagaimana bisa ?" daehwi masih mengatur nafasnya

"aku daftar melalui jalur prestasi dan diterima, kau tau kan hyung mu ini, aku bisa melakukan apapun"

"hyuung, aku tidak sabar, kita bisa berbagi kamar"

"tidak usah, kuliah ku ada asramanya, jadi aku akan tinggal disana, tapi kita bisa bertemu setelah aku pulang kuliah, oke ?"

Daehwi menganggut senang sambil terus tersenyum

"oh iya, mungkin bulan ini bulan keberuntungan mu, saat pertandingan tinju nanti, minki akan ikut serta"

"MWOO ? minki nonna jadi petinju juga ?"

"aniyaa ! minki menjadi perwakilan cosplayers dari korea untuk festival cosplay internasional di Canada, jadi dia akan berkunjung untuk beberapa hari"

"aku merindukannyaaa ! aku akan membawa dia wisata kuliner, aku akan mengajak dia jalan2 bersepeda, ini akan menyenangkan, aku tidak sabaaaar !"

"tunggu lah, ini akan terasa cepat. Aku mau istirahat, kau bantu eomma masak sanah, sampaikan salam ku untuknya, daaaaah~"

Daehwi melambaikan tangan ke arah laptop yang sudah diputus sambungannya dengan dongho dan menghampiri boa dibelakangnya

"eomma.. eomma sudah tau itu ?"

"iya, dongho melarang memberitaukannya pada mu, dia ingin memberikan surprise dan ternyata berhasil"

"hyung, nomu nomu the real sexy bandit. Ia sedikit bicara dan banyak bertindak, itu membuatnya keren. Aku bangga mempunya hyung sepertinya"

"dan eomma akan lebih bangga jika anak sulung eomma bisa membantu menyiapkan makan malam, kajja"

"SIR YES SIR !" jawab daehwi

FIN

P.S : ini FF ketiga ku untuk trainee Produce 101 season 2, 2 FF terdahulu (Am I wrong & Selfish) memang terinspirasi dari scene yang ditampilakan pada saat P101 berlangsung, tujuannya agar nampak nyata dan kalian bisa memvisualkannya dengan mudah. Namun kali ini, sungguh diluar dugaan ku.

Setelah mengetik keterangan Ayah dongho & daehwi sudah almarhum (sudah meninggal) selang beberapa jam aku dikejutkan dengan kabar Ayah dari Kang Dong Ho meninggal dunia karena kecelakaan mobil di jeju. Berita itu tersebar dimana-mana. Aku terkejut. Ini hanya kebetulan kan, tapi mood ku langsung tidak enak hati untuk melajutkan cerita maka dari itu penyelesaian FF ini agak mundur dari perkiraan ku.

Memang dikehidupan nyata ayah Daehwi sudah meninggal dunia. Dan sekarang ayah Dong Ho juga sudah menghadap yang maha kuasa.

Maaafkan aku, kali ini cerita tidak aku niatkan agar kalian dapat memvisualkan dengan baik, sungguh

Untuk Kang Dong Ho, semoga diberikan ketegaran dan bisa melindungi keluarga dengan baik, aamiin

-Unicorn28