CLASSICAL MUSIC

Author : HanDik

Main Cast : Jung Dae Hyun (BAP), Byun Baek Hyun (EXO)

Support Cast : Park Chan Yeol (EXO), Yoo Young Jae (BAP), Zhang Yi Xing (ExO), Kim Him Chan (BAP)

Inspiration Story: Shigatsu Wa Kimi No Uso

-,

-,

-8888-

-,

BUSAN SENIOR HIGH SCHOOL

Siang hari yang cerah ini, Daehyun dan Baekhyun yang sedang tiduran sambil menikmati cuacanya yang sangat cerah setelah kemarin mereka menampilkan permainan yang memuaskan para pentonton walau akhirnya mereka berdua tidak menang karena berhenti ditengah permainan. Daehyun maupun Baekhyun sedari mereka bertemu diatap sekolah tidak ada yang memulai pembicaraan mereka, karena mereka tengah sibuk dalam pikiran mereka masing-masing.

"Apa yang harus kukatakan ya ?" Batin Baekhyun.

"Huaaaa. Aku benar-benar tidak tahu harus berbicara apa, baru kali ini aku dan Baekhyun tidak berbicara atau berantem satu sama lain" Batin Daehyun.

"Baek / Dae" Panggil mereka berdua berbarengan dan saling tertawa karena tingkah bodoh mereka yang tiba-tiba saling memanggil.

"Cuaca hari ini cerah ya Baek"

"Ne kau benar Dae" Ucap Baekhyun yang akhirnya kembali diam satu sama lain.

"Hmmm.. Dae, apa kau tidak berfikir untuk menjadi piano lagi ?"

"Ke.. kenapa kau berkata seperti itu Baek ?"

"Tidak, aku hanya bertanya saja Dae. Apa tidak boleh ?"

"Hmmm.. Gimana ya Baek. Aku masih takut bila hal itu sampai terjadi lagi. Kemarin saja aku hanya menjadi bebanmu"

"Kau bukan bebanku Dae, buktinya kau dapat mengimbangi permainanku kan"

"Tapi Baek…"

"Tidak ada tapi-tapian Dae. Aku mau lihat kau bermain solo sebagai pianis, kumohon ini permintaanku sekali saja"

"Baek, kenapa permintaanmu seperti permintaan terakhir ?"

"Mungkin saja Dae, aku kan jarang meminta apaun kepadamu selama ini"

"Apa-apaan jarang meminta. Apa kau tidak sadar kalau kau selalu memaksaku untuk ikut dengamu selama ini" Ucap Daehyun yang membalikan tubuhnya untuk menghadap Baekhyun.

"Hahaha.. Kau masih ingat saja Dae"

"Tentu saja aku akan selalu ingat, sejak pertama kali kita bertemu kau selalu memaksaku untuk mengikutimu selama ini"

"Tapi kali ini aku kan tidak memaksa Dae"

"Baiklah kalau begitu tapi aku pikirkan dulu ya Baek" Ucap Daehyun yang kemudian berdiri dan berjalan menuju tembok pembatas dan melihat pemandangan kota Busan sementara Baehyun ikut bangun dan berjalan menghampiri Daehyun.

"Baiklah kalau begitu, kutunggu keputusanmu" Ucap Baekhyun yang kini telah berada di samping Daehyun.

-,

-,

-8888-

-,

KEDIAMAN KELUARGA BYUN "BAEKHYUN"

Baekhyun tengah mengistirahatkan dirinya karena seharian ia membantu kedua orang tuanya melayani pelanggan di toko roti milik keluarganya. Ia sudah biasa membantu kedua orang tuanya yang setiap hari selalu didatangi oleh para pelanggan dan Baekhyun pun telah hafal semua pelanggan yang selalu membeli kue ataupun memesan kue ditoko orang tuanya.

"Hari ini melelahkan sekali. Sudah tiga hari ini, aku tidak menyentuh biolaku karena pengunjung toko sedang ramai-ramainya" Ucap Baekhyun yang memandang biolanya yang terletak tepat disamping meja belajarnya.

"Oh iya, besokkan keputusan Daehyun akan ikut atau tidak dalam kompetisi piano musim panas ini. Semoga saja dia memutuskan untuk ikut. Aku sudah lama tidak mendengar permainannya semenjak ia berhenti bermain piano waktu kecil dulu" Ucap Baekhyun yang mengingat pertama kali dia melihat sosok Daehyun sewaktu ia kecil dalam pentas piano.

"Ntah sihir apa yang kau berikan waktu dulu sehingga aku menyukaimu hingga sekarang. Sungguh aku tidak bisa mempercayai ini bahwa aku bisa satu sekolah denganmu dan saat itu, saat pertama kali kita bertemu di taman dan tidak sengaja moment itu terjadi" Lanjut Baekhyun yang berjalan menuju jendela kamarnya.

"Saat itu pula aku bertekad akan membuatmu bermain piano lagi, melihat kembali kebahagianmu saat bermain piano dan minggu lalu aku bisa melihat kembali kebahagianmu saat kau menjadi pengiringku. Oleh karena itu aku ingin bisa melihatmu bahagia dengan bermain piano bukan ketakutan akan bermain piano yang sering kau tunjukkan itu Dae" Ucap Baekhyun yang terus memandang langit malam yang dihiasi oleh bintang.

/Drrrrt Drrrrt/

"Siapa sih menggangu saja" Ucap Baekhyun yang meraih smartphone yang terletak di meja belajarnya. "Hmm. Baiklah kita akan mulai latihan besok Dae" Ucap Baekhyun sesaat membaca sebuah message yang ternyata dari Daehyun dan kemudian kembali memandangi langit malam dengan senyumnya.

"Sedikit lagi, impianku akan terkabul melihatmu bermain piano lagi. My Pianis" Batin Baekhyun yang sambil meletakan kembali smartphone-nya yang masih membuka pesan dari Daehyun.

From : My Pianis

Malam Baek,

Aku sudah memutuskan akan mengikuti kompetisi yang akan dilangsukan satu bulan lagi dan besok akau akan mendaftarkan diriku melalui pihak sekolah dan mulai besok temani aku latihan. Ok Baek.

-,

-,

-8888-

-,

BUSAN SENIOR HIGH SCHOOL

Hari ini Daehyun tengah memantapkan diri untuk bertemu kepala sekolahnya untuk membicarakan mengenai keikut sertaannya dalam Kompetisi Piano Musim Panas. Dan sekarang ia tengah berdiri didepan ruangan kepala sekolah dengan ditemani oleh Baekhyun, Chanyeol dan Youngjae yang menunggu dibangku tepat disamping ruang kepala sekolah.

/Tok Tok Tok/ /Ceklek/

"Oh kau Daehyun, ingin bertemu kepala sekolah ?"

"Ne Bom songsaenim. Apa Kepala Sekolah Choi ada ?"

"Ada, dia sedang berada diruangan mari ikuti aku" Ucap Bom Songsaenim diikuti oleh Daehyun dibelakangnya.

Bom songsaenim sebenarnya bukan seorang guru dari Busan Senior High School namun ia merupakan Kepala Sekolah dari Busan Junior High School dan merupakan istri dari Kepala Sekolah, Choi Seung Hyun.

"Ah Daehyun silakan duduk. Kalau boleh tahu ada keperluan apa kau ingin bertemu denganku ?"

"Jadi begini Kepala Sekolah Choi, aku ingin meminta izin untuk mengikuti Kompetisi Piano Musim Panas yang akan diadakan satu bulan lagi"

"Jadi kau meminta izin untuk mengikuti kompertisi itu" Ucap Kepala Sekolah Choi yang dijawab anggukan oleh Daehyun.

"Tidak ada alasan aku tidak menyetujuimu. Sejujurnya aku ingin melihatmu kembali bermain piano Daehyun, dan ini merupakan kesempatan untukmu untuk kembali bermain piano" Ucap Kepala Sekolah Choi.

"Jadi Kepala Sekolah mengizinkanku ?"

"Ne, saya mengizinkanmu Dae. Tunjukkan seluruh kemampuanmu dan kau harus lolos hingga final Daehyun"

"Kamsahanida Kepala Sekolah, kalau begitu saya pamit undur diri"

"Daehyun, saya hampir lupa. Satu setengah bulan lagi akan ada Festival sekolah, saya mau kau dan Baekhyun bermain bersama, apa kalian bisa ?" Ucap Kepala Sekolah Choi yang menghentikan langkah Daehyun yang hendak meninggalkan ruangannya.

"Ne, kami bersedia. Karena kuyakin Baekhyun pasti akan langsung menyetujuinya" Ucap Daehyun mantap dan Kepala Sekolah Choi membalas dengan senyumnya.

/Ceklek/

"Ah Dae, bagaimana ?" Tanya Baekhyun yang langsung bergegas bertanya kepada Daehyun setelah melihat Daehyun keluar dari ruang Kepala Sekolah.

"Iya Dae bagaimana ? Apa kau mendapatkan izin ?" Tanya Chanyeol kemudian.

"Tentu saja kepala sekolah mengizinkan, dia bilang aku harus bisa lolos masuk final"

"Pasti kau akan bisa masuk final Dae" Ucap Youngjae meyakinkan.

"Bel…"

"Ok sudah dapat izin mari kita latihan Dae sekarang dan Chanyeol, Youngjae kami pamit keruang latihan ya" Ucap Baekhyun yang kemudian langsung menarik Daehyun keruang latihan dan tentunya memotong ucapan Daehyun.

"Mereka berdua itu ada-ada saja" Ucap Chanyeol yang melihat Baekhyun menarik Daehyun dengan paksa.

"Hahaha.. Kau benar Yeol, sudah lama aku tidak lihat Daehyun seperti ini"

"Kau benar, Daehyun akan kembali lagi seperti dulu, aku yakin sekali dan ini semua karena Baekhyun tentunya"

"Kau benar, seandainya Baekhyun tidak pindah kesekolah ini mungkin Daehyun tidak akan kembali seperti dulu"

"Semoga mereka selalu bersama dan Jae.. Kau tahu sesuatu ?"

"Apa Yeol ?"

"Hmmm.. Kapan ya ada orang yang mau menarikku seperti yang dialami oleh Daehyun" Ucap Chanyeol yang menampilkan smirk -nya menyeramkannya.

"Maksudmu apa Yeol ? Kenapa kau tidak minta kepada yeoja atau namja uke yang tergila-gila padamu atau gebetanmu saja" Ucap Youngjae cuek

"Mereka sedang sibuk, buktinya mereka sudah seminggu ini tidak mengejar-ngejarku lagi" Ucap Chanyeol yang tanpa sadar Youngjae sudah membelakanginya.

/Greeep/

"Eh.. Yak YOO YOUNG JAE APA YANG KAU LAKUKAN" Ucap Chanyeol yang meronta-ronta karena kerah jas sekolahnya ditarik oleh Youngjae dari belakang.

"Tadi kau bilang ada ingin ada yang menarikmu sepert Daehyun"

"Yak! Tapi tidak begini juga. Lihat Daehyun ditarik ditangan yang lebih elit dibanding kau menarik kerahku begini, kan kesannya aku jadi kayak sampah"

"Aku tidak bilang kau sampah ya Yeolie"

"Haish! Terserah kau sajalah Jae" Ucap Chanyeol yang pasrah dirinya ditarik oleh Youngjae dari belakang dan menjadi behan tawaan untuk semua siswa-siswi yang melihat kejadian tersebut.

-,

-,

-8888-

-,

KEDIAMAN KELUARGA JUNG "DAEHYUN"

Malam ini Daehyun memutuskan untuk kembali berlatih dengan piano yang sudah lama tidak ia sentuh, sebelum ia memainkan piano miliknya ia membersihkan terlebih dahulu debu-debu yang menempel pada piano kesayangan eomma-nya dulu.

"Eomma untuk kali ini izinkan Daehyun untuk bermain piano lagi. Daehyun tahu, dulu Daehyun salah telah membentak eomma" Ucap Daehyun Lesu.

"Tapi kali ini Daehyun mohon izinkan Daehyun untuk dapat mendengar permainan Daehyun sendiri karena ini semua kehendak eomma yang ingin menjadikan Daehyun seorang pianis" Ucap Daehyun yang kemudian mulai memainkan pianonya.

Daehyun dengan tenang mulai memainkan piano milik keluarganya, walaupun ia selalu sediri dirumah tanpa ada appa-nya yang selalu pulang satu bulan sekali karena harus bekerja diluar kota tidak membuat Daehyun sendiri. Karena Keluarga Park dan Keluarga Yoo selalu memperhatikannya sesuai permintaan Tuan Jung, sementara Nyonya Park dan Nyonya Yoo merupakan sahabat dari eomma Daehyun, Nyonya Jung sedari mereka kuliah di jurusan musik dan tentunya hal ini menurun kepada Daehyun, Youngjae dan Chanyeol yang kini menjadi sahabat sejak kecil.

"Akhirnya aku bisa mendengar kembali permainanmu Dae dan kuharap setiap malam uga seperti ini" Ucap Youngjae yang mendengar permainan Daehyun dari kamarnya.

"Sepertinya anakmu akan kembali bermain piano lagi Jung. Apa kau senang sekarang dia telah kembali ?" Ucap Nyonya Yoo yang mendengarkan permainan Daehyun dari rumahnya.

"Ah sudah lama sekali aku tidak mendengarkan permainan Daehyun dimalam hari, dulu sebelum aku tidur sekalu mendengarkan permainannya dulu" Ucap Chanyeol yang berdiri di balkon kamarnya sambil mendengarkan permainan Daehyun,

"Apa kau melihatnya dari sana Jung ? Anakmu Jung Dae Hyun sepertinya akan kembali menjadi pianis. Dukunglah dia dari sana karena dia pasti menginginkan dukunganmu juga sama seperti dulu kau mendukungnya secara diam-diam" Ucap Nyonya Park di kediamannya

-,

-,

-8888-

-,

BUSAN SENIOR HIGH SCHOOL

Hari ketiga

"YAK! DAEHYUN! KAU INI BISA BERMAIN DENGAN BENAR TIDAK!"

"Aku sudah bermain dengan benar Baek"

"Apanya yang benar ? HAH! Kau tidak sadar apa kalau kau banyak miss-nya begitu ?"

"Apanya yang miss?"

Hari Kesepuluh

/TUK/

"AAAUWWW. Apa-apaan kau Baek ? Kenapa memukulku dengan buku musik setebal itu"

"Kau itu sadar tidak sih kalau setiap part ini selalu saja telat"

"Aku tidak pernah telat seenaknya aja"

"Kalau tidak telat buat apa aku sampai memukulmu dengan buku ini"

Hari Ketujuh belas

"JUNG DAE HYUN! Ini sudah hari keberapa dan kau masih salah juga!"

"HAISH! Sudah kubilang tidak ada yang salah Baek"

"Ya memang tidak ada yang salah tapi kau selalu telat sedikit"

"Haish! Tidak ada yang telat itu udah pas Baek!"

Hari kedua puluh lima

"Sekarang kau ulangi lagi Dae, dan ingat seperti tadi"

"Ne ne"

Daehyun main dengar perlahan dan sekarang jauh lebih tenang setelah dua puluh lima hari dirinya latihan dan mendapat serangan fisik dari Baekhyun. Daehyun merasa dirinya sudah seperti dirinya dimasa lalu selalu mendapat hukuman dari eomma-nya tapi hukuman yang diberikan Baekhyun tidak seperah apa yang dulu ia rasakan.

Baekhyun duduk dengan bersandar pada dinding, dirinya terus memandang kearah punggung Daehyun yang sedang bermain piano. Saat itu, ia dapat melihat punggung Daehyun yang tegap dan melihat sebuah pancaran sinar saat Daehyun bermain piano, sinar yang telah lama ingin Baekhyun lihat kembali setelah sekian lama.

"Akhirnya sebentar lagi cahaya seorang pianis Daehyun akan kembali bersinar" Batin Baekhyun yang terus memperhatikan sosok Daehyun yang sedang bermain piano.

"Nah bagai…. Jiah kenapa dia malah tertidur" Ucap Daehyun yang sesaat setelah permainannya selesai, ia melihat Baekhyun yan tertidur dengan bersandar pada dinding ruangan

"Hmmm. Dia ternyata memang manis kalau sedang tertidur sepert ini, my vionis" Ucap Daehyun yang kemudian memasangkan jas sekolahnya untuk menyelimuti tubuh Baekhyun yang tertidur.

/Cup/

"Beristirahatlah, kau pasti lelah setelah selama ini menemaniku berlatih" Ucap Daehyun setelah mencium singkat kening Baekhyun dan kembali berlatih piano lagi.

-,

-,

-8888-

-,

KEDIAMAN KELUARGA ZHANG "Lay"

Sosok namja keturunan China tengah berlatih dengan serius dengan piano miliknya dan tentunya ditemani oleh guru piano pribadinya.

"Kau bermain dengan sangat baik Lay. Tidak kusangka kau akan mengikuti kompetisi cetek seperi ini hanya untuk melawannya"

"Aku hanya ingin menunjukkan hasil berlatihku selama ini, dulu aku selalu berada diperingkat kedua dan kali ini akan kubuktikan aku akan menjadi pemenangnya"

"Akan kutunjukkan hasil berlatihku kepada sosok pianis yang kukagumi saat aku kecil dulu. Dan itu kau Jung Dae Hyun"

-,

-,

-8888-

-,

KEDIAMAN KELUARGA KIM "HIMCHAN "

"Aku masih tidak percaya kau menggagalkan pertunjukkanmu di Paris hanya untuk seorang Jung Dae Hyun"

"Cih! Sudah kubilangkan, kalau aku ingin melawannya dan mununjukkan hasil latihanku selama ini"

"Kau kan bisa menunjukkan dengan piagam yang telah kau dapatkan selama ini Himchan"

"Aku tidak akan puas hanya dengan itu, aku ingin dia mendengar permainanku ini sehingga ia tidak bisa berkata apapun setelah mendengar permainanku"

"Dan membuat dia melihatku sekali saja, karena dulu dia belum pernah melihat permainanku. Akan kubuat kau melihat ku Pahlawan Pianisku. Jung Dae Hyun"

-,

-,

-8888-

-,

PANTAI BUSAN

Siang ini, Baekhyun dengan tiba-tiba datang kerumah Daehyun dan langsung menarik Daehyun untuk ikut bersamanya, dan tentu saja Daehyun hanya bisa pasrah karena bila ia menolak maka Baekhyun pasti akan langsung memaksanya. Sebenarnya ia ingin beristirahat untuk kompetisi akan berlangsung besok tapi acara istirahatnya diganggu oleh Baekhyun.

"Baek, kau kan tahu besok komptisi dan aku harus istirahat"

"Ya aku tahu itu Dae"

"Terus kalau kau tahu kenapa kau membawaku kepantai ?"

"Karena aku ingin jalan-jalan dan mengajakmu untuk refreshing sebelum kompetisi besok"

Daehyun dan Baekhyun sedari tadi hanya berjalan mengitari pantai yang sudah mulai sepi karena hari semakin sore. Mereka berdua memutuskan untuk duduk dipinggir pantai sambil memandang sunset. Antara Daehyun maupun Baekhyun semenjak duduk tidak ada yang memulai pembicaraan mereka karena sekarang bagi mereka suasana menjadi sangat romantis dengan matahari yang tenggelam sebagai background mereka.

"Apa yang harus kukatakan ?" Batin Baekhyun

"Kenapa situasinya jadi romantis begini" Batin Daehyun.

"Baek / Dae" Ucap mereka berdua berbarengan dan saling memandang satu sama lain.

/Deg/

"Kenapa dia begitu manis dengan cahaya matahari terbenam yang menyinari wajahnya" Batin Daehyun

"Astaga Daehyun terlihat tampan dalam situasi seperti ini" Batin Baekhyun.

Baik Daehyun ataupun Baekhyun, mereka berdua saling pandang-memandang tanpa ada yang mulai pembicaraan satu sama lain ataupun saling memalingkan wajah. Tanpa ada bisikan ataupun apa dan ntah siapa yang memulai kini wajah mereka semakin dekat dan bibir tipis milih Baekhyun dan bibir tebal milik Daehyun saling bersentuhan dan kedua tangan yang saling bertautan satu sama lain serta cahaya dari matahari yang tenggelam menjadi background yang menemani moment mereka itu.

-,

Bersambung…

Maaf sebelumnya saya telah berjanji kalau akan post Classical Music sebelum saya vakum namun ternyata waktunya tidak cukup,

jadi saya memutuskan untuk post lanjutannya dengan chapter iv ini sebagai penanda saya akan kembali dengan lanjutan semua cerita saya dalam waktu dekat.

sekian dari saya :)

selamat membaca chapter ini :)

mohon untuk review-nya :)