Obsessed
.
.
Genre: Romance, Hurt
Rate: T
Maincast: Kyuhyun, Sungmin
Disclaimer: Kyumin belong to God, but this story is mine.
Warning: GS, Typo(s), DLDR, No Copast, No plagiat!
.
.
.
enJOY
.
.
Chapter 4
Sinar matahari pagi menyambutnya dan Sungmin disuguhkan dengan aroma lezat telur dadar dari arah dapur. Kepalanya sedikit pening tapi dia yakin bisa menahannya.
Dengan langkah yang sedikit terhuyung, Sungmin berjalan menghampiri Kyuhyun yang terlihat sibuk di dapur dengan apron berwarna biru gelap menggantung di tubuh tingginya. Sungmin memandangnya dari belakang dengan tersipu.
'Aigoo… Kenapa aku malah mengkhayalkan yang bukan-bukan!' Batinnya sambil mengetuk pelan kepalanya. Sebenarnya dia merasa sedikit ragu untuk mendekat tapi dia merasa tidak enak juga kalau namja itu harus repot-repot mengurusnya.
"S-Sunbae…" Sungmin memanggil dengan suara pelan tapi cukup untuk membuat Kyuhyun berbalik dan tersenyum ke arahnya.
"Kau sudah bangun? Tidurmu nyenyak sekali jadi aku tidak membangunkanmu." Sungmin tersenyum malu. Dia sendiri juga heran bagaimana dia bisa tidur sepulas itu di tempat asing sedangkan dia dari dulu paling tidak bisa tidur kalau bukan di kamarnya sendiri.
"A-ada yang bisa kubantu, Sunbae?" Kyuhyun bersandar pada meja keramik di dekat kompor sambil memandang Sungmin dengan pandangan menilai, dia tersenyum sedikit lalu kemudian menggerakkan jari telunjuknya untuk menyuruh Sungmin mendekat.
Dia kembali menghadap kompor lalu meraih sebuah piring kaca di dalam kitchen set di atas kepalanya. Dia kemudian menaruh telur dadarnya di sana. Ketika dia berbalik lagi, dia melihat Sungmin sama sekali belum bergerak hingga akhirnya dia harus memutari pantry, menaruh piring telurnya dan menjemput Sungmin yang masih berdiri di dekat dapur.
"Kemari. Kau bisa membantuku mencicipi makanan ini." Kyuhyun menuntun Sungmin untuk duduk di depan pantry dan menyajikan untuknya sepiring berisi telur dadar dan air mineral dingin dari kulkas yang sudah dituang ke gelas.
"Makanlah…" Katanya lembut. Sungmin seketika meleleh dengan perlakuan hangat Kyuhyun. Ini pertama kalinya dia diperlakukan semanis itu oleh namja dan dia tersipu hanya dengan memikirkannya.
"Oh, ya! Aku akan pergi ke sekolah. Kau ingin ikut atau mau istirahat saja di rumah?" Rumah? Aish! Sungmin merona lagi mendengar kata rumah yang dibicarakan Kyuhyun. Iya, dia memang setuju untuk tinggal dengan pemuda itu, tapi kata rumah sepertinya terlalu ehmm… intim untuk mereka.
"E-eh! A-aku… aku akan libur saja hari ini, sunbae." Sungmin menatap Kyuhyun dan Kyuhyun membalas tatapannya.
"Ya, baiklah. aku akan bersiap-siap dulu. Habiskan sarapannya ya." Sungmin mengangguk patuh. Kyuhyun tersenyum lalu mengusap dengan sayang pucuk kepala Sungmin sebelum kemudian berlalu menuju kamarnya untuk bersiap-siap sekolah.
Sepeninggal Kyuhyun, Sungmin makan dengan lahap. Meski hanya telur dadar, tapi masakan Kyuhyun sangat enak. Dia sampai tidak rela kalau makanan itu habis. Sungmin tersenyum senang, dia tidak lagi memikirkan pekerjaannya yang semalam dia tangisi, lagipula dia pasti sudah dipecat karena semalam tidak datang.
Sehabis makan, Sungmin bergegas mencuci piring dan sisa peralatan masak yang tidak sempat Kyuhyun bersihkan.
"Sungmin, aku pergi dulu!"
Sungmin berbalik dan melihat Kyuhyun sudah siap dengan seragam dan juga tas sekolahnya. Dia terlihat tampan seperti biasa. Sungmin tersenyum.
"Ne, Sunbae."
Kyuhyun berjalan ke arah pintu diikuti Sungmin dari belakang. Pemuda itu memakai sepatunya dan berbalik menghadap Sungmin sekali lagi. Tiba-tiba seperti terpikirkan sesuatu, dia berjalan mendekat ke arah Sungmin yang terdiam, lalu menunduk sedikit dan mendaratkan kecupan di dahinya.
CHU~
"Aku pergi sekarang. Ah, ya! Tidak usah membersihkan rumah, nanti aka nada ahjumma yang datang untuk membersihkannya. Annyeong!"
BLAM!
Deg! Deg! Deg!
Sungmin menyentuh dadanya dengan perlahan. Jantungnya bermasalah karena berdetak dengan sangat kencang, tidak tahu harus berekasi bagaimana dan dia hanya bisa menatap pintu apartmen yang baru saja tertutup dengan pandangan kosong.
.
.
.
Kyuhyun sampai di sekolah tepat waktu. Tadinya dia pikir akan terlambat karena harus menyiapkan sarapan untuk Sungmin dulu. Ahh… mengingat gadis itu membuat mood Kyuhyun menjadi bagus. Dia melangkah di sepanjang koridor dan mengabaikan bisik-bisik heboh dari para penggemarnya. Mereka cantik-cantik, jelas karena tidak ada yang jelek yang diterima di sekolah ini. Tapi sayangnya Kyuhyun sedang tidak berminat main-main. Nanti saja kalau dia sudah bosan, pikirnya.
Ketika hampir mencapai kelas, tiba-tiba ada yang menghadangnya. Kyuhyun menatap orang itu dengan malas. Seohyun. Gadis itu hendak menggamit lengannya tapi dia langsung menghindar.
"Oppa! Kita sudah lama tidak keluar, ayo main denganku…" Kyuhyun menatapnya menilai. Seohyun itu cantik dan juga seksi. Dia bisa melihat dengan jelas apa yang ada di balik seragam super ketatnya itu tanpa perlu membukanya, dia juga sudah pernah mencobanya beberapa kali. Tapi tidak. Dia sedang tidak tertarik.
"Menyingkir." Ujarnya dingin. Seohyun menekuk wajahnya, ingin berkeras hati tapi dia takut kalau Kyuhyun akan marah dan berakhir dengan mempermalukannya di depan banyak orang. Akhirnya dia mengalah dan menyingkir dari jalan Kyuhyun yang sempat dihalanginya.
"Oppa! Hubungi aku kalau kau butuh ya!"
Kyuhyun berdecih. Sekali murahan tetap saja murahan. Dan Kyuhyun memutuskan untuk langsung duduk di tempatnya sampai jam pertama dimulai.
Kelas berlangsung dengan damai, Kyuhyun tidak membolos dan tidak sibuk memainkan ponsel. Dia mendengarkan dengan baik dan duduk dengan tertib. Dia berubah! Mungkin akan seperti itu pendapat para seongsaenim. Tapi mereka tidak tahu kalau pikirannya berkelana kemana mana sejak tadi. Hanya raganya saja yang ada di sana.
Ding Dong! Ding Dong!
Akhirnya yang ditunggu-tunggu berbunyi. Kelas sudah selesai dan semua boleh pulang kecuali yang ekskul atapun anggota organisasi sekolah.
Kyuhyun merapihkan bukunya dari atas meja dan memasukkan ke dalam tas lalu beranjak keluar kelas. Dia berjalan santai menuju parkiran, tapi sebelum dia berhasil membuka pintu mobilnya lagi-lagi seseorang datang dan menganggunya. Kyuhyun menunduk melihat sebuah tangan yang memeluknya dari belakang lalu melepasnya dengan paksa.
"Kyuhyun-ahhh…" Gila! Kyuhyun menoleh dan menatap perempuan gila yang memanggil namanya dengan sedikit mendesah itu. Kyuhyun ingat, dia Victoria yang beberapa hari yang lalu berciuman dengannya tapi langsung dia buang karena tertarik pada Sungmin.
Mau apa gadis ini datang padanya?
Kyuhyun melihat sekitar dan beberapa orang yang ada di parkiran tampak melihat mereka sekilas. Kyuhyun menahan geramannya.
"Ada apa, Vic?" Kyuhyun memilih untuk bersikap sedikit baik karena dia yang meninggalkan Victoria hari itu. Tapi gadis itu menanggapinya lain dan berpikir kalau Kyuhyun masih mau dengannya. Kyuhyun segera melepas gamitan tangan gadis itu dari lengannya.
"Ahh, waee?"
"Aku sibuk." Kyuhyun melempar tatapan tajam tapi Victoria kembali menggamit lengannya. Kyuhyun mendesah gusar, yang satu ini agak keras kepala membuatnya sedikit banyak menyesal sudah melakukan flirting dengannya waktu itu.
"Aku sibuk, Vic."
"Tapi—
"Aku tidak tertarik, okay?" Kali ini Kyuhyun sedikit menghempaskan tangannya dan segera masuk ke dalam mobil. Tidak peduli dengan tatapan sedih gadis itu atau apapun yang akan dia lakukan.
Kyuhyun baru sadar kalau dia memang benar-benar brengsek. Ini tidak seperti biasanya, dia merasa berbeda beberapa hari belakangan ini dan puncaknya adalah hari ini. dia sudah menolak semua gadis yang datang dengan suka rela padanya, padahal sebelumnya dia akan dengan senang hati membawa mereka lalu menghabiskan waktu bermainnya dengan mereka.
BRUMM!
Kyuhyun membawa mobilnya meninggalkan pelataran parkir dan juga Victoria yang masih saja memandangnya dengan tatapan sedih. Kyuhyun menggeleng dan mengabaikannya.
Kyuhyun mempercepat laju mobilnya agar cepat-cepat sampai di apartment. Sungmin pasti bosan karena hanya sendiri di sana.
CKITTT!
Kyuhyun masuk ke parkiran basement dan menempatkan mobilnya di tempat biasa dia parkir. Kyuhyun membawa serta tasnya dan berjalan menuju lift setelah mengunci mobil. Butuh waktu sekitar 2 menit hingga dia tiba di depan pintu apartmentnya. Menekan-nekan password dan membuka pintu.
Kyuhyun melihat sekeliling untuk mencari Sungmin tapi dia tidak menemukannya. Merasa cemas, Kyuhyun membuka asal sepatunya dan berjalan menuju kamar dengan terburu-buru, takut Sungmin kabur dan pergi dari rumahnya tapi Kyuhyun langsung berhenti di depan televisi ketika dia melihat Sungmin yang sedang tertidur pulas di sofa, tubuhnya yang kecil itu tenggelam di sana, makanya Kyuhyun sama sekali tidak melihat dia tadi.
Tanpa sadar Kyuhyun mendesah lega. Dia mendekat dan tersenyum sambil berjongkok di depan Sungmin. Gadis ini yang membuat kacau dirinya. Padahal dia masih kecil tapi Kyuhyun sudah berani berpikiran gila tentang dia.
"Kau membuatku menolak Seohyun dan Victoria…" Kyuhyun menyentuh pipi Sungmin yang lembut dan menggemaskan. Anak ini masih di bawah umur, apa dia pernah pacaran? Tiba-tiba Kyuhyun menjadi kepikiran. Dia tidak senang kalau seandainya Sungmin sudah pernah pacaran atau mungkin sekarang sedang punya pacar. Keningnya berkerut, tapi kenapa dia mau tinggal di sini kalau dia memang sudah punya pacar?
Ibu jari Kyuhyun bergerak mengusap pipi gembul yang sedikit merona itu. Dia memang cantik, tapi Victoria dan Seohyun juga cantik. Kyuhyun sedang mencari perbedaannya untuk menjawab kenapa dia menjadi sangat aneh belakangan ini. Dan Kyuhyun menemukannya, Sungmin memiliki cantik yang berbeda karena masih polos dan memiliki hati yang cantik juga. Dia terlihat alami apapun ekspresinya, apapun yang sedang dikerjakannya dan apapun yang pikirkannya.
CHU~
Kyuhyun mendaratkan lagi kecupan di pipi bulat itu. Dia tidak tahan sebenarnya hanya dengan mengecup tanpa diketahui yang dikecup. Tapi dia cukup sabar karena itu Sungmin.
"Euunghhh…"
Mendengar Sungmin melenguh seperti akan bangun, Kyuhyun langsung berdiri dan pergi ke kamar untuk ganti baju. Dia akan bersikap seolah dia tidak melakukan apapun sebelumnya. Sebuah seringai bertengger di sana, di sudut bibirnya.
Sungmin terbangun karena merasa ada seseorang di dekatnya. Tapi ketika dia membuka mata dia tidak melihat siapapun di sana. Lalu suara pintu yang terbuka lalu tertutup mengalihkan fokusnya, dia melihat Kyuhyun baru keluar dari kamar dan pemuda itu sudah mengganti pakaiannya dengan baju santai. Sungmin mengucek matanya yang masih buram karena baru bangun.
"Apa tontonannya terlalu membosankan sampai kau tertidur begitu, hm?" Kyuhyun meraih botol mineral dari lemari es lalu membawanya ke depan tv dan duduk dengan santai di sofa tunggal. Dia memandang Sungmin yang juga sedang menatapnya.
"Ada apa?" Tanyanya dan Sungmin buru-buru menggeleng.
"Sunbae baru saja pulang?" Kyuhyun tersenyum lalu mengangguk. Dia meraih remote di atas meja dan mengganti-ganti channel. Sungmin ikut menatap ke arah tv.
"Ah, ya! Apa Sunbae sudah makan? Aku akan memasakkan sesuatu kalau belum." Sungmin berdiri dari sofa dan menunggu jawaban Kyuhyun.
"Aku belum." Pemuda itu menjawabnya, membuat dia dengan segera bergegas ke dapur dan sibuk memasak sesuatu untuk makan siang mereka.
.
.
.
Hari mulai sore ketika Sungmin sibuk mengerjakan tugas sekolahnya di ruang tamu di depan tv yang masih menyala. Kyuhyun baru keluar dari kamar dan langsung duduk di dekat Sungmin untuk memperhatikan gadis itu belajar. Kyuhyun mendesah masam, dia tidak ingat pernah belajar seserius itu ketika masih junior high school, bahkan sekarang saja dia tidak pernah pergi ke kamar khusus hanya untuk belajar.
"Apa tugasmu banyak?" Sungmin menoleh dan melihat Kyuhyun sedang serius memperhatikannya, dia lantas mengangguk.
"Iya, Sunbae. Karena hari ini aku tidak masuk, temanku bilang ada banyak sekali tugas. Jadi aku harus mencicilnya mulai sekarang."
Satu lagi yang harus Kyuhyun catat. Sungmin anak yang rajin dan tekun. Bagus! Sekarang mereka semakin berbeda.
"Mau kubantu?"
"Eh?" Kyuhyun tersenyum. Dia boleh malas belajar tapi otaknya adalah yang terbaik dalam mengingat. Kyuhyun beralih duduk di sebelah Sungmin, memperhatikan buku yang sedang dipelajari gadis itu dan mengangguk paham.
"Kemarikan pensilmu." Sungmin langsung menyerahkan pensilnya ke tangan Kyuhyun, dia diam mengamati bagaimana pemuda yang adalah Sunbaenya dari senior hagih school itu mulai mengerjakan tugas matematikanya dengan sangat cepat. Matanya berbinar, Jae In teman sekelasnya yang paling jago matematikapun katanya menyerah dengan soal itu, tapi Kyuhyun bisa memecahkannya hanya dalam semenit.
"Woahhh!"
Kyuhyun terus melanjutkan hingga ke soal terakhir dan sekarang buku Sungmin yang tadinya bersih menjadi penuh coret-coretan jawaban di sekeliling soalnya. Sungmin bertepuk tangan gembira.
"Daebakk! Sunbae, sangat pintar!" Kyuhyun hanya menanggapinya dengan senyuman. Setidaknya dia sudah berhasil membuat Sungmin terpukau dengan satu lagi keahliannya.
"Ya. Sudah selesai kan? Sekarang pergilah mandi, ini sudah hampir malam" Katanya sambil mengelus rambut Sungmin. Gadis itu menoleh padanya dan tersenyum ceria.
"Ne!"
Sungmin segera membereskan buku-buknya dan membawa semua pergi ke kamar Kyuhyun. Dia meletakkan tasnya di sana dan kamar mandinya juga ada di sana.
Sepeninggal Sungmin, Kyuhyun kembali duduk di atas sofa dan serius menonton tv. Sesekali dia berpaling melihat ponselnya yang bergetar.
"Sunbae! Sunbae, mau makan malam sekarang?" Mendengar suara Sungmin, fokus Kyuhyun langsung teralihkan. Ternyata gadis itu sudah selesai mandi dan berganti pakaian dengan sweater lain yang sudah dia siapkan sebelumnya di atas tempat tidur. Kyuhyun melihat jam dan mengangguk setuju.
"Ya, kita makan nasi goreng saja." Sungmin terlihat berpikir lalu mengangguk patuh. Kyuhyun sengaja memilih nasi goreng agar Sungmin tidak terlalu repot saat memasaknya. Kyuhyun masih memperhatikannya dari belakang bagimana gadis itu dengan sangat serius menyiapkan bahan-bahannya.
Kyuhyun berpaling ke tv tapi tidak lama karena dia tidak tahan untuk tidak melirik pinggang kecil gadis lugu itu. Sweater yang dikenakan Sungmin itu adalah salah satu sweater paling kecil yang Kyuhyun punya, tapi tetap saja kebesaran hingga menutupi setengah pahanya. Pandangan Kyuhyun turun kebawah dan jatuh pada betis Sungmin yang putih yang ramping ketika dia berjalan menuju lemari es. Dewa neraka dalam diri Kyuhyun mengobarkan apinya.
"Ehm!" Kyuhyun berdehem serak dan berusaha untuk kembali fokus melihat tv. Dia berusaha semaksimal mungkin menjauhkan pandangan buruknya dari Sungmin tapi dia gagal dan sekarang dia sudah terlanjur berdiri tepat di belakang gadis itu entah bagaimana ceritanya dan memeluknya dari belakang.
"E-eh! S-sunbae?"
Kyuhyun tidak mendengar dan semakin erat memeluk Sungmin, tidak peduli gadis itu memberontak untuk menyingkirkan tangannya. Kepala Kyuhyun menyusup di antara perpotongan leher Sungmin, mencium aroma sabun yang sama dengannya dan menikmati bernafas di sana, membuat gadis itu merasa geli dan merinding sekaligus.
"S-sunbae!"
"Ehm…"
"SUNBAE!"
DEG!
Kyuhyun diam. Mengangkat kepalanya dari leher Sungmin dan menatap sekeliling dengan bingung. Apa… apa yang sudah dia lakukan? Kyuhyun menarik pelan tangannya dari sekeliling pinggang Sungmin. Dia menjauh dan menolak untuk menatap Sungmin yang memandangnya tidak percaya dengan mata berkaca-kaca.
"Maaf, maafkan aku…"
"Ssu—
Sungmin ingin memanggil Kyuhyun tapi pemuda itu buru-buru pergi ke kamar dan mengunci pintunya. Sungmin tiba-tiba merasa sedih, dia kecewa dengan perlakuan pemuda itu tapi dia juga bisa melihat kalau Kyuhyun menyesal.
"Apa yang harus kulakukan sekarang?"
.
.
.
TBC
.
.
.
Chapter 4 is up! Ada yang masih nunggu? Hehehe... nggk ya? Chap ini memang seharusnya di post pas Kyuhyun ulang tahun tapi lupa hehe...
Kalau ada yang masih ingat... Gomawooo
Review juseyoooo!
Review yang panjang-panjang berisi kritik dan saran juga boleh loh.
ps: Jangan terlalu berharap ini naik rate dengan cepat hahahaha
SarangKYU~
