NARUTO Masashi Kishimoto

A GIFT ©GYBLUE12

PAIRING : Uchiha SasukeXHaruno Sakura

RATED : M (For many reason :D)

GENRE : Romance,Hurt/Comfort

WARNING : OC, MATURE, LITTLE BIT OF TYPO(S)

:::::

Click back if you don't wanna read this fic….

HAPPY READING :D

.

.

.

Chapter 4

Uchiha Sasuke. Laki-laki berfisik sempurna dengan kedua bola mata obsidiannya sedang menatap kosong jendela kamarnya. Gadis emeraldnya dan gadis dalam masa lalu nya sukses mengisi penuh memori sang bungsu Uchiha tersebut. Tatapan terluka sang emerald terus bergema dalam dirinya. Sasuke sadar bahwa saat-saat seperti ini akan datang, saat dimana ia akan menyakiti Sakura, namun ia tak menyangka akan datang secepat ini.

Sakura, gadis berambut seindah helaian bunga cherry blossom itu, sungguh Sasuke pun sebenarnya tak ingin menyakitinya. Bagaimanapun juga walaupun ia memiliki ego yang tinggi dan mempunyai sifat keras kepala, Sasuke tak pernah ingin menyakiti hati seorang perempuan, terlebih lagi menyakiti hati seorang gadis sebaik Sakura. Namun ingatannya akan gadis yang dulu pernah menjadi miliknya mengalahkan akal rasionalnya dan memaksanya untuk bertindak di luar kendali, menjadikan Sakura sebagai pelampiasannya akan cinta yang sudah tak ia miliki lagi.

Sasuke tahu ini salah tapi ia tidak mampu mencegahnya. Gadis itu seakan telah terpatri dalam dirinya. Seorang gadis bernama Hasekura Hana. Bunga dalam kehidupan seorang Uchiha Sasuke.

FLASHBACK BEGIN

Pertemuan pertama Sasuke dan Hana di awali ketika Sasuke tak sengaja menabrak Hana yang sedang berjalan di tengah pertokoan Konoha. Gadis dengan helaian rambut cherry blossom itu terjatuh dengan barang-barang yang berserakan mengelilinginya. Karena Sasuke tak mau di anggap sebagai orang yang tak bertanggung jawab, Uchiha bungsu itu pun melepas headphone dari kedua telinganya dan berjongkok, membantu si gadis memunguti barang-barang belanjaan nya yang ternyata sebagian besar adalah bahan-bahan untuk membuat kue dan roti, sambil menggumamkan kata maaf.

Setelah selesai dengan barang belanjaan si gadis pink tersebut, Sasuke menawarkan bantuan kepada Hana walaupun sebenarnya ia malas untuk melakukannya, namun Hana hanya tersenyum dan dengan sopan menolak bantuan pemuda Uchiha tersebut lalu beranjak pergi. Sasuke pun tak memaksa, justru ia senang tidak harus repot-repot mengantar gadis ini. Tetapi keadaan lebih tepatnya takdir berencana lain, sepertinya salah satu kaki Hana terkilir saat jatuh tadi, gadis itu limbung dan hampir saja menjatuhkan barang-barangnya lagi jika Sasuke tidak dengan sigap menangkap tubuh gadis itu. Terpaksa, Sasuke harus turun tangan, ia merangkul Hana dan sebelah tangannya ia gunakan untuk membawa sebagian barang belanjaan Hana. Dan Hana pun terpaksa menerima bantuan dari pemuda yang tak di kenalnya ini, walaupun sebenarnya ia tak enak hati karena sudah merepotkan pemuda tersebut.

Hana dan Sasuke sampai di depan sebuah toko roti yang ternyata tak begitu jauh dari tempat jatuhnya Hana tadi. Ternyata gadis cantik dengan helaian rambut yang senada dengan bunga sakura itu adalah putri dari seorang pemilik toko roti dan kue di Konoha pantas saja semua barang-barang belanjaan Hana berisi bahan-bahan untuk membuat kue dan roti. Sebagai imbalan karena Sasuke telah dengan baik hati bertanggung jawab dan membantu Hana, Hana dan ayahnya memberinya sekotak besar kue dan roti. Sebenarnya Sasuke ingin menolak karena ia memang tidak menyukai tepatnya membenci makanan-makanan manis seperti itu, tetapi Sasuke tak enak hati apabila harus menolak pemberian orang lain. Ya kue-kue ini bisa ia berikan kepada okaa-san atau aniki nya saja di rumah. Setelah berterima kasih kepada Hana dan ayahnya, Sasuke pun pamit pulang dan sekali lagi mengucapkan permintaan maafnya kepada Hana karena sudah menabraknya tadi.

Baru saja Sasuke membuka pintu toko, Hana kembali memanggilnya.

"Ah, maaf.. Jika boleh tahu siapa nama anda?" Tanya gadis pink itu sopan.

"Sasuke, Uchiha Sasuke. Dan kau?"

"Namaku Hasekura Hana."

Di situ lah awal pertemuan Sasuke dan Hana. Mungkin takdir memang merencenakan sesuatu kepada mereka. Setelah kejadian tersebut, waktu sering kali mempertemukan Sasuke dan Hana. Dan tanpa mereka sadari kedekatan mulai merayapi hati mereka masing-masing. Perlahan tapi pasti cinta mulai bergerak ke arah mereka.

Sasuke pun tampaknya mulai menyadari bahwa gadis ini membawa nya hanyut dalam sebuah perasaan aneh yang menyenangkan. Hampir sepanjang waktu gadis itu datang menghampiri pikirannya, bahkan saat ia sedang di bawah alam sadarnya. Helaian rambut merah jambunya, kedua bola mata caramelnya, bibir cherry tipisnya, sikap lembut dan hangatnya, semua terekam jelas dalam memori Sasuke. Ia jadi makin sering melamun ―tetapi tetap dengan wajah stoic andalannya, menikmati saat-saat gadis itu menghampiri pikirannya. Dan yang meyadari bahwa Sasuke telah dihinggapi oleh sebuah perasaan aneh bernama cinta adalah anikinya, Uchiha Itachi. Ia sadar bahwa otouto nya tersebut sedang jatuh cinta kepada seorang gadis dan ia pun tahu siapa gadis itu, seorang gadis di sebuah toko roti. Bagaimana Itachi bisa mengetahuinya? Diam-diam Itachi membuntuti adik kesayangannya itu, Itachi sangat tahu bahwa Sasuke sama sekali tidak menyukai makanan manis, jadi satu-satu nya alasan mengapa Sasuke mau pergi ke toko roti dan kue tersebut adalah gadis itu, karena wajah Sasuke tampak berbeda saat berbicara dengan gadis di toko roti dan kue tersebut. Sesampainya di rumah setelah selesai dengan acara membuntuti diam-diam otouto nya tersebut, Itachi dengan santai nya mengatakan….

"Otouto, jika kau tidak segera menyatakan perasaanmu kepada gadis di toko roti itu, aku akan mengambilnya. Dia cantik."

Setelah mengatakan itu, Itachi dengan wajah tanpa dosa, berjalan santai meninggalkan otoutonya tersebut. Dan Sasuke? Wajahnya memerah perlu diketahui bahwa ini adalah hal yang sangat jarang di tunjukkan oleh pemuda Uchiha bernama Sasuke tersebut, akibat perkataan aniki nya tadi. Ia malu bercampur kesal. Darimana aniki nya tahu tentang gadis itu? Tidak, lebih tepatnya mengetahui perasaan khususnya kepada gadis pink itu? Sial. Sasuke tertangkap basah oleh aniki nya sendiri. Harusnya Sasuke sadar tak ada yang bisa luput dari pandangan aniki nya, bisa di katakan Itachi tahu segala hal, dan untuk yang satu ini hal-hal mengenai percintaan, Sasuke harus mengaku kalah dari anikinya tersebut.

Sasuke bimbang. Haruskah ia sampaikan kepada gadis pink nya bahwa ia telah jatuh cinta kepada nya? Atau haruskah ia simpan saja perasaan nya ini? Di satu sisi hati nya menjerit-jerit memaksanya mengungkapkan semua perasaan nya kepada gadis itu. Tapi di sisi lain ego nya sebagai seorang Uchiha juga berperan kuat. Bagaimana jika gadis bubble gum itu menolak perasaannya? Bagaimana jika gadis itu menertawakan perasaan bodohnya ini? Sasuke tidak suka kekalahan, penolakan, di permalukan, apalagi di tertawakan. Sang ego sempat memenangkan perdebatan dalam diri Uchiha bungsu tersebut, tapi sedetik kemudian ia sadar ia harus membuang jauh-jauh ego dan harga diri yang selalu ia junjung tinggi-tinggi tersebut, cukup untuk kali ini saja. Ya, untuk kali ini saja. Kesempatan tidak datang dua kali bukan?

Dengan tergesa-gesa Sasuke segera melangkahkan kaki nya pergi meninggalkan kediamannya. Tentu saja tujuannya adalah toko roti dan kue si gadis pink. Itachi yang diam-diam memperhatikan otouto nya tersebut hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Berdebar dan tak tenang. Itulah yang sedang di rasakan pemuda berwajah tampan ini. Ia tidak bisa bohong bahwa saat ini ia gugup. Sangat gugup. Sasuke ingin semua ini segera berakhir dan mendapatkan jawaban yang ia inginkan.

Satu tarikan nafas dan ia siap bertemu dengan gadis yang akhir-akhir ini memenuhi ruang pikiran nya itu.

Gadis cantik itu berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada, kedua bola mata caramelnya menatap lurus-lurus pemuda di hadapannya, meminta penjelasan kepada Sasuke karena telah menyita waktu nya yang berharga melayani para pengunjung toko karena saat itu toko sedang ramai-ramai nya. Pemuda Uchiha ini mengatakan bahwa ia ingin menyampaikan sesuatu kepadanya.

"Sasuke-kun, apa yang mau kau bicarakan? Aku tidak tega melihat ayah kerepotan seperti itu melayani para pelanggan."

Satu tarikan nafas lagi dan Sasuke benar-benar siap untuk mengatakannya. Ia hanya perlu mengucapkannya sekali dan dengan tempo yang cepat. Hana pasti mengerti. Dia gadis pintar,eh?

Sasuke sekali lagi menarik nafasnya. Kali ini lebih panjang.

"Hana, aku menyukaimu, ah tidak, aku mencintaimu. Jadilah kekasihku." Terucap. Tugas Sasuke selesai. Sasuke mengucapkannya dengan baik dan pasti Hana mengerti. Sekarang ia hanya perlu menunggu jawabannya.

Hana hanya diam terpaku, tidak tahu harus berbuat dan mengatakan apa. Ini terlalu mendadak. Apalagi Sasuke mengatakannya dengan sangat cepat. Hana sendiri tak percaya pemuda di hadapannya ini baru saja menyatakan cinta kepadanya.

"Aaah.. Sasuke-kun, apa aku tidak salah dengar?"

"Astaga Hana, Kau jangan menyuruhku untuk mengulang perkataan itu..! Kau tidak lihat aku sudah setengah mati mengucapkannya tadi kepadamu?"

Jelas sekali Sasuke mati-matian menahan malu untuk mengungkapkan semua perasaannya tersebut kepada Hana. Bisa di lihat dari wajahnya yang berubah merah. Hana dengan wajahnya yang juga memerah, tersenyum geli menatap pemuda di hadapannya ini. Ia ingin sedikit menggoda Sasuke.

Hana berjalan menuju rak-rak kue, meninggalkan Sasuke yang saat itu sedang berharap banyak pada gadis itu agar mau menerima nya sebagai kekasih nya. Hana mengambil sepotong kue muffin coklat dengan taburan gula-gula halus dan chocochip di atasnya Hana tahu berul Sasuke tidak menyukai makanan manis karena Sasuke tidak pernah mau memakan kue atau roti yang di berikannya. Lalu ia kembali menghampiri Sasuke pria yang diam-diam ia cintai sejak beberapa waktu belakangan ini.

"Ehm, Sasuke-kun, jika kau memang, ehm, mencintaiku dan ingin aku menjadi, ehm, kekasihmu, kau harus memakan kue muffin ini agar aku percaya kau sungguh-sungguh." Hana susah payah mengucapkannya, entah mengapa ia malu mengucapkan dua kata yang berhubungan erat dengan cinta itu.

Sasuke sangat membenci makanan manis. Ia mengernyit tidak suka pada kue muffin Hana. Demi apapun ia tidak akan pernah mau memakan makanan-makanan manis seperti itu. Tapi sepertinya kali ini ia harus mengalah demi gadisnya ini. Astaga haruskah ia sampai seperti ini hanya untuk mendapatkan hati gadis pink nya itu?

'Hap.. Hap..'

Sasuke segera memakan habis muffin yang di berikan Hana tadi dengan dua gigitan. Wajahnya benar-benar seperti orang yang sangat tersiksa. Bagi nya ini seperti memakan racun. Susah payah Sasuke menelan kue muffin itu. Rasanya ia ingin muntah. Tapi ia harus menahannya, demi gadis di hadapannya yang sedang melihatnya dengan senyuman geli di bibir merah tipisnya itu. Gadis itu benar-benar sedang menggodanya, harga dirinya sebagai seorang Uchiha seakan-akan runtuh di hadapan gadis ini.

"Selesai! Aku sudah memakan habis kue muffinmu itu. Sekarang apa jawabanmu?" Sasuke mengucapkannya dengan susah payah karna menahan mual yang sedang berkecamuk di dalam perutnya itu.

Hana terlihat menimbang-nimbang. Haruskah ia menerima pemuda di hadapannya ini untuk menjadi kekasihnya? Wajah Hana di buat seakan benar-benar bingung, padahal jawaban nya sudah pasti, ia pun sangat mencintai pemuda ini.

"Cepatlah Hana. Kau tidak lihat aku sekarat?" Sasuke tampak frustasi menunggu jawaban Hana.

"Hehehe.. gomen Sasuke-kun. Jawabannya sudah pasti iya kan? Aku juga mencintaimu." Rona merah

Menjalar cepat di kedua pipi Hana.

Aaah rasanya saat itu perasaan Sasuke benar-benar ringan seperti angin. Akhirnya ia bisa mendapatkan gadis pink yang selama ini mengisi ruang kosong di hati nya. Tidak sia-sia tadi ia harus mati-matian memakan kue muffin yang terlihat seperti racun di matanya itu. Dan setelah mendengar jawaban Hana tadi rasa mual di perut Sasuke tiba-tiba hilang entah kemana. Suasana hati nya sedang bagus saat ini. Sasuke dan Hana telah resmi menjadi sepasang kekasih.

Hari-hari mereka setelah menjadi sepasang kekasih berubah menjadi sangat menyenangkan. Mereka benar-benar di penuhi oleh cinta. Tidak di sangka ternyata Sasuke adalah laki-laki yang benar-benar romantis di balik sifat cuek dan irit bicaranya. Ia benar-benar menjaga Hana, tidak pernah terbesit sedikit pun niat untuk menyakiti gadis nya itu. Kelembutan dan kehangatan yang di berikan Hana benar-benar telah membius nya. Demi apapun ia tak akan melepaskan gadis ini seumur hidupnya.

Hana benar-benar utuh menjadi milik Sasuke di malam saat Sasuke mengenalkannya kepada keluarga besar Uchiha. Hana di terima dengan sangat baik di keluarga itu, terutama oleh ibu dan aniki kekasihnya tersebut. Mereka benar-benar menyukai Hana, ibu dan aniki Sasuke terus memuji kelezatan kue dan roti Hana yang sering mereka dapatkan dari Sasuke. Hana pun berjanji akan mengajak ibu dan aniki Sasuke untuk berkunjung ke toko roti nya dan mengenalkannya kepada ayahnya.

Malam itu Sasuke dan Hana tengah berada di beranda kamar Sasuke. Hana benar-benar terpesona oleh pemandangan malam yang ia lihat dari atas balkon kamar kekasihnya itu. Pemandangan kota di tengah malam terlihat sangat jelas dan indah dengan lampu-lampu yang menerangi nya, terlihat sangat cantik seperti kunang-kunang.

"Aku baru sadar kalau bintang-bintang terlihat sangat indah seperti ini, Sasuke-kun." Hana mendongakkan kepalanya ke atas melihat betapa indahnya bintang-bintang yang bertaburan kala itu. Pemuda yang sedang mendekap tubuhnya itu ikut mendongakkan kepalanya.

"Memang indah, hime. Tapi tidak seindah kau." Sasuke menyusupkan kepala nya ke pertemuan leher jenjang Hana lalu makin mengeratkan pelukannya di pinggang gadisnya. Hana benar-benar tersipu. Sasuke selalu berhasil membuat rona merah hinggap di kedua pipinya.

"Sasuke-kun, aku senang sekali keluargamu bisa menerimaku dengan baik disini. Terlebih okaa-sama dan Itachi-san yang terus menerus memuji kue dan roti ayahku. Aku benar-benar senang hari ini." Senyuman terukir manis di bibir cherry Hana.

Sasuke tak tahan untuk tidak mengecup bibir merah gadisnya itu. Satu ciuman lembut ia berikan untuk gadis yang paling ia cintai di dunia ini.

"Mereka akan lebih senang lagi jika kau sudah benar-benar menjadi seorang Uchiha, Hime. Aku sudah tidak sabar ingin melihat Uchiha-uchiha kecilku. Tapi aku harus bersabar beberapa tahun lagi, ku harap kau mau menungguku, Hime." Sasuke kembali mencium lembut bibir Hana. Hana tak sempat menjawab karena Sasuke yakin akan jawaban apa yang akan di ucapkan Hana. Hana benar-benar tersipu dan malu. Kekasihnya ini secara tidak langsung menginginkan cepat-cepat hidup dalam satu atap dengannya. Tapi Hana tidak mampu berkata-kata karena Sasuke terus menciumi nya.

Ciuman-ciuman itu pun berubah menjadi ciuman yang penuh gairah. Sasuke sudah tidak bisa menunggu lagi. Ia benar-benar menginginkan Hana utuh menjadi miliknya dan sepertinya niat nya itu di sambut baik oleh Hana. Tidak ada penolakan dari gadisnya itu.

Semua nya mengalir begitu saja. Ciuman-ciuman yang berubah menjadi kecupan, desahan-desahan tertahan dari kedua bibir Hana, dan tindakan-tindakan Sasuke yang makin berani mengeksplorasi Hana. Hana tahu saat ini akan tiba, saat dimana ia harus menyerahkan jiwa dan juga raga nya kepada satu-satunya kekasih yang sangat ia cintai, dan Hana telah siap akan hal ini, sudah sejak lama ia mempersiapkan dirinya.

Entah Hana yang tidak sadar atau ia yang terlalu menikmati permainan Sasuke saat kekasihnya itu sudah berada di atas tubuhnya. Hana tak perduli, dia juga menginginkan apa yang di inginkan Sasuke saat ini.

"Hana-hime, kau tahu apa yang akan aku lakukan sekarang dan aku cukup yakin bahwa kau juga menginginkannya, tapi aku tetap meminta persetujuanmu. Aku ingin memilikimu malam ini. Bolehkah, Hime?" Obsidian Sasuke menatap lekat-lekat caramel yang berada di bawahnya, meminta persetujuan.

Hana mengangguk dan tersenyum manis.

"Aku tahu, Sasuke-kun. Aku tidak keberatan sama sekali. Aku milikmu malam ini."

Setelah mendengar persetujuan dari gadis pink-nya ini, Sasuke segera melanjutkan kegiatan nya yang sempat tertunda tadi. Ia benar-benar akan menjadikan Hana utuh menjadi miliknya malam ini.

Kecupan, ciuman, dan desahan menguasai malam itu. Hana dan Sasuke sudah benar-benar tidak peduli dengan hal lain selain saling memiliki dan merasakan sang kekasih. Malam itu berubah menjadi malam yang panas bagi mereka. Sasuke memperlakukan Hana dengan lembut namun agresif di waktu yang bersamaan. Hana hanyut dalam buaian kekasihnya itu. Ia hanya sanggup mengeluarkan desahan-desahan yang semakin membuat Sasuke tak bisa mengendalikan dirinya.

Desahan-desahan tertahan Hana berubah menjadi sebuah teriakan kesakitan saat Sasuke mulai menyatukan tubuhnya dengan tubuh gadis cherry nya tersebut. Sasuke tak ingin memaksa jika ini memang terasa sangat menyakitkan bagi Hana. Namun dengan tegas Hana meyakinkan Sasuke kalau ini tidak akan sesakit seperti yang terlihat dan terdengar oleh Sasuke. Hana sudah benar-benar siap dan Sasuke sudah tak bisa mundur lagi.

Sasuke kembali menyatukan tubuhnya dengan tubuh gadis di bawahnya. Erangan kesakitan Hana masih setia terdengar menggema di kamarnya. Tapi Sasuke sudah tidak bisa berhenti lagi, ia terus menyatukan tubuhnya dengan Hana. Erangan kesakitan Hana berubah menjadi sebuah lenguhan merdu tepat saat akhirnya Sasuke berhasil menyatukan tubuh mereka.

Kini, erangan kesakitan Hana sudah tidak terdengar lagi, tergantikan oleh desahan-desahan nikmat yang terucap dari bibir merah kekasih Uchiha Sasuke tersebut. Sasuke benar-benar merasakan nikmat yang teramat sangat malam ini. Sudah lama ia menantikan saat ini, dan malam ini ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Begitu juga dengan kekasihnya.

Keduanya terus bergumul, menyatukan tubuh mereka dengan gerakan-gerakan konstan yang di lakukan Sasuke. Keduanya terus seperti itu sampai Hana mencapai puncaknya dan tak lama Sasuke menyusulnya menggapai puncak tersebut, ambruk di atas tubuh Hana. Kedua nya lelah, seluruh badan mereka terasa kebas. Tetapi kelegaan juga meliputi keduanya. Malam ini tak akan pernah bisa di lupakan oleh Sasuke dan Hana, malam dimana mereka benar-benar saling memiliki seutuhnya.

Hari-hari pun berlalu. Sasuke dan Hana masih tetap sama, di liputi oleh perasaan bernama cinta yang seakan-akan tak kunjung habis. Tetapi tak selamanya kebahagiaan akan selalu bersanding sejajar setia menemani mereka. Masalah mulai mendekat menghampiri mereka tanpa mereka tahu.

Dan masalah itu benar-benar datang saat seorang pemuda bernama Sabaku no Gaara mulai masuk kedalam kehidupan Hana. Sepertinya pemuda ini langsung tertarik pada kekasih Uchiha Sasuke tersebut saat ia tengah membeli roti untuk bekal perjalannannya nanti mengelilingi Konoha, karena ternyata ini memang kunjungan pertamanya di kota besar Konoha setelah sebelumnya ia tinggal di Sunagakure dan ikut pindah ke Konoha karna ayahnya di tugaskan disana.

Sejak saat itu Gaara sering mendatangi toko kue dan roti tersebut, mencari-cari alasan untuk bisa bertemu dengan Hana. Hana memang perempuan yang ramah dan sangat menyenangkan, jadi tak aneh jika Gaara dan Hana bisa akrab dalam waktu yang terbilang singkat. Pemuda ini jelas-jelas mempunyai perasaan khusus terhadap Hana. Gaara terpesona oleh sikap ramah dan tatapan lembut Hana. Namun sayangnya Hana tidak menyadari hal itu dan tidak memperdulikannya sama sekali. Baginya Gaara adalah teman yang baik.

Hana mungkin bisa tidak menyadari perasaan khusus pemuda bertato 'Ai' di dahi tersebut. Berbeda dengan Sasuke, ia sangat yakin bahwa pemuda ini mencoba mendekati gadis nya. Bisa di lihat dari sikap dan tatapannya kepada Hana. Gaara pun tahu bahwa gadis ini sudah di miliki oleh laki-laki lain. Tapi ia tak ambil pusing, saat ini ia memang tak berniat sama sekali untuk menjadikan Hana sebaga kekasihnya. Baginya berada di dekat Hana dan bisa terus bercengkrama dengan gadis beriris caramel tersebut sudah lebih dari cukup bagi nya. Ia tak ingin merusak kebahagiaan siapapun disini. Dan ia lebih memilih mengalah dan menyimpan rapat-rapat perasaannya terhadap Hana. Tetapi Sasuke tidak tahu akan hal itu, yang ia tahu Gaara mencoba melanggar batas teritorinya. Hana miliknya dan ia tak akan membiarkan siapapun mengambil gadisnya itu.

Sikap Sasuke mulai berubah. Ia jadi jauh lebih protektif terhadap Hana. Kemanapun Hana pergi sebisa mungkin Sasuke harus menemani. Ia juga jadi lebih sering menemani Hana di toko dan menunggu sampai toko tutup. Awalnya Hana senang-senang saja mendapati perlakuan kekasihnya tersebut yang begitu menjaga dan mengkhawatirkannya lebih dari sebelumnya. Namun sikap protektif Sasuke semakin menjadi-jadi dan membuat Hana bingung. Dan Gaara menyadari itu, ia yang telah menyebabkan Sasuke seperti itu. Namun Gaara memang tak bisa jauh dari gadis cherry blossom tersebut, ia pernah mencoba menjauh saat Sasuke menegaskan kembali padanya bahwa Hana adalah miliknya, dan Gaara pun menjauhi Hana, tapi itu tidak bertahan lama, karena harus Gaara akui Hana memang teman yang menyenangkan baginya. Hana yang sempat bingung karena Gaara tidak pernah berkunjung lagi ke toko pun bertanya kepada Sasuke, barangkali kekasihnya itu tahu karena Gaara bersekolah di sekolah yang sama dengan Sasuke. Namun jawaban yang di dapatkan Hana hanya sikap acuh Sasuke. Sasuke tak suka Hana menyebut-nyebut nama Gaara di depannya. Selama ini ia sudah cukup bersabar melihat kekasihnya itu berbicara akrab dengan pemuda berambut merah tersebut, menertawakan sesuatu yang Sasuke tak tahu, membicarakan sesuatu yang tidak penting, dan lain sebagainya. Sasuke pernah mengatakan kalau ia cemburu, tepatnya sangat cemburu jika Hana terus berdekatan dengan Gaara. Hana hanya tertawa menanggapi itu dan mengatakan bahwa ia dan Gaara hanya teman, Gaara adalah teman yang baik dengan pribadinya yang menyenangkan. Ia meyakinkan Sasuke bahwa hanyalah Sasuke satu-satu nya laki-laki yang ia cintai. Sasuke tahu gadisnya itu tak pernah berbohong dan ia percaya.

Namun beberapa bulan setelah menghilangnya Gaara, pemuda itu tiba-tiba muncul kembali. Hana pun menyambut baik Gaara. Mereka kembali akrab seperti sebelumnya dan itu membuat Sasuke marah. Kesabarannya benar-benar di uji. Ia marah kepada pemuda 'Ai' tersebut dan ia juga marah kepada gadisnya karena sudah berulang kali ia katakan bahwa ia tidak suka Hana berdekatan dengan Gaara. Walaupun Hana dan Gaara sudah menjelaskan berulang-ulang kali kepada Sasuke bahwa mereka hanya teman, Sasuke tetap tak mau mendengar. Kecemburuan sudah menguasai hatinya. Dan untuk pertama kalinya Sasuke membentak dan berbicara kasar kepada Hana. Hana benar-benar kaget akan perubahan sikap Sasuke tersebut dan akhirnya ia memutuskan untuk membiarkan Sasuke sendiri dahulu sampai ia bisa berfikir jernih.

Hana benar-benar tak menemui Sasuke saat itu begitu juga bagaimanapun juga Sasuke merasa sangat bersalah karena sudah membentak dan berbicara kasar kepada gadis yang sangat ia cintai itu. Sasuke pun pergi ke toko roti Hana untuk meminta maaf dengan membawa satu buket bunga mawar merah kesukaan Hana. Tetapi sesampainya disana yang dilihat Sasuke adalah Hana yang sedang membelakanginya tengah di peluk oleh laki-laki lain berambut merah bata. Seketika itu kemarahan pun menguasai Sasuke. Ia segera menghampiri Gaara dan memukul nya sampai Gaara jatuh menabrak meja dan kursi-kursi di toko. Lalu dengan kasar ia menarik Hana menjauh dari Gaara. Sasuke bisa melihat bahwa gadis ini tengah menangis. Ia berfikir bahwa gadis ini tengah menangisi Gaara bukan dirinya.

Sasuke pun menarik paksa Hana keluar dari toko dan menyuruhyan untuk naik ke atas motor balapnya. Hana masih saja menangis dan terdiam kaku sampai Sasuke membentaknya untuk cepat naik ke atas motor. Hana dengan terpaksa mengikuti kemauan kekasihnya tersebut. Sasuke tak membuang-buang waktu. Ia segera melesatkan motor nya pergi meninggalkan toko dengan kecepatan tinggi. Hana sangat takut, ia hanya dapat memeluk Sasuke dengan kencang dan menangis di punggung laki-laki yang sangat ia cintai itu. Sasuke tahu Hana sedang takut saat itu, tangannya yang gemetar memeluk erat pinggangnya. Sesungguhnya ia tak ingin melihat Hana seperti ini tapi sekali lagi, kecemburuan yang di rasakannya mematikan seluruh perasaannya.

Dengan kecepatan tinggi Sasuke membelah jalanan kota Konoha malam itu. Ia pun sebenarnya tak tahu kemana mereka akan pergi, tapi ia tak perduli, yang Sasuke inginkan saat ini adalah membawa Hana pergi jauh dari Gaara.

Sayangnya mereka tidak tahu takdir apa yang tengah menanti mereka. Andai saja Sasuke tahu, ia tidak akan memaksa Hana untuk ikut dengannya sekarang, namun semua itu sudah terlambat. Sasuke yang pikirannya saat itu tengah di sibukkan oleh berbagai macam hal tentang dirinya dan Hana tidak menyadari bahwa ada truk besar yang melintas di depan mereka. Sasuke yang kaget dan tidak mempunyai persiapan apapun saat itu terpaksa membelokkan motornya. Namun karena sedang dalam kecepatan tinggi motor tersebut tergelincir dan jatuh masuk kedalam lorong truk tersebut. Saat itu semuanya terasa gelap. Sasuke dan Hana tidak sadarkan diri.

Hal pertama yang di lihat Sasuke adalah langit-langit kamar bercat putih. Ia yakin ini bukan kamarnya. Seluruh badannya terasa sangat sakit saat ia mencoba untuk bangkit. Mikoto yang saat itu tengah berjaga langsung menghampiri anaknya tersebut dan menyuruh Sasuke untuk berbaring kembali. Lalu ia segera memanggil dokter dan Itachi untuk menemani adiknya tersebut.

Ternyata Sasuke baru sadar setelah beberapa minggu tak sadarkan diri. Seluruh keluarga nya tampak sangat khawatir. Terlebih ibunya. Setelah kecelakaan itu Sasuke memang tak sadarkan diri dan tak tahu apa-apa. Dan hal yang pertama kali ia cari adalah Hana. Ia berulang kali menanyakan keberadaan Hana kepada ibu, aniki, dan keluarganya. Tetapi semua nya menjawab bahwa Hana tidak disini, mereka pun tidak tahu sekarang Hana berada dimana. Saat kecelakaan itu Hana memang di bawa ke rumah sakit yang sama dengan Sasuke, namun keesokan harinya Hana sudah di pindahkan ke rumah sakit lain dan pihak rumah sakit tidak memberitahu kemana Hana di pindahkan.

Sasuke benar-benar merasa hancur saat itu. Ia tidak tahu apakah Hana masih hidup atau tidak, yang jelas semua ini adalah kesalahannya. Ia terus merutuki dirinya sendiri. Ia lah penyebab menghilangnya Hana. Ini semua karena kesalahannya. Keluarganya yang tak tega melihat Sasuke hancur seperti itu pun tidak tahu harus berbuat apa karena memang mereka benar-benar tidak mengetahui keberadaan Hana. Aniki nya berulang kali mengatakan bahwa ini semua bukan kesalahan Sasuke, tapi sesering apapun Itachi mengatakan bahwa itu bukan kesalahan Sasuke, Sasuke tetap tak bisa menerima dan tetap menyalahkan dirinya.

Sasuke masih di liputi kesedihan yang mendalam saat seorang pemuda bermata jade, Gaara, datang menjenguknya. Awalnya Sasuke tak mau bertemu dengannya tetapi Gaara tetap memaksa karena ada suatu hal yang ingin ia katakan. Gaara mengatakan bahwa ia ingin meluruskan kesalahpahaman antara dirinya dengan Sasuke. Ia juga mengakui bahwa ia sempat mempunyai perasaan khusus kepada Hana, namun itu semua sudah tak ada lagi, Gaara hanya menganggap Hana sebagai teman baiknya. Dan hal-hal yang sering ia bicarakan dengan Hana hal-hal yang tidak di ketahui oleh Sasuke, adalah tentang Sasuke. Hana selalu menceritakan segala hal tentang Sasuke kepadanya. Dan Gaara benar-benar mengerti bahwa Hana sangat mencintai Sasuke. Dan satu hal yang paling penting adalah kesalah pahaman Sasuke saat melihatnya memeluk Hana. Itu ia lakukan untuk menenangkan Hana. Gadis itu tengah menangis karena saai itu kekasihnya sama sekali tak mau menemuinya. Gadis itu takut kalau kekasihnya tersebut membencinya. Saat tangisan gadis itu makin pecah, dengan sangat terpaksa Gaara memberanikan diri untuk memeluknya, mencoba menenangkan gadis tersebut. Jadi air mata yang di lihat Sasuke saat itu adalah air mata untuknya bukan untuk Gaara.

Setelah mendengar semua penjelasan Gaara, Sasuke hanya mampu menundukkan kepalanya. Ia menangis. Sasuke baru menyadari bahwa kecemburuannya lah yang mengakibatkan gadis nya pergi. Ia yang salah tak bisa menjaga gadisnya dengan baik. Sasuke semakin tak bisa memaafkan dirinya sendiri.

Hari dan tahun pun berlalu. Dua tahun sudah Sasuke mencari keberadaan Hana tetapi hasilnya nihil. Ia tidak menemukan Hana dimanapun. Rasa penyesalan dan bersalah pun masih tetap setia menemaninya. Ia tak sanggup kehilangan gadis itu. Sampai pada saat ia bertemu dengan gadis bermata emerald dengan helaian rambut berwarna cherry blossom persis seperti milik kekasihnya, Hana. Dan gadis itu bernama Haruno Sakura.

END OF FLASHBACK

Tok.. Tok.. Tok..

Ketukan halus di pintu kamar Sasuke menyadarkannya dari lamunan panjangnya tentang masa lalu. Anikinya meminta izin untuk masuk ke dalam kamarnya.

"Masuk saja, Aniki." Sasuke mengucapkannya dengan suara yang parau.

Itachi masuk dan berdiri di hadapan Sasuke, di seberang meja, sambil membawa sebuah kantung kertas. Lalu mengambil sebuah kartu, semacam kartu ucapan dari dalam kantung tersebut.

"Sebaiknya kau baca ini, Sasuke," Itachi menyerahkan kartu itu kepada Sasuke lalu meletakkan kantung kertas yang ia bawa di atas meja.

"Itu terjatuh di depan kamarmu. Ku rasa dari Sakura. Sebaiknya kau baca dan kau lihat apa isinya." Itachi berjalan keluar dari kamar Sasuke lalu menutup pintunya pelan.

Sasuke membuka kartu ucapan dari kekasihnya tersebut.

Dear, Sasuke-kun

Tanjoubi Omedettou

Selamat ulang tahun ke-21 Sasuke-kun….

Semoga Kami-sama selalu melindungimu dan menjagamu..

Aku juga berharap semoga kita tetap menjadi pasangan kekasih sampai kapanpun

Aku juga sangat berharap agar hubungan kita mengalami kemajuan, maka dari itu maaf kalau hadiah dari ku membuatmu kaget. Sebenarnya ini ide dari Ino-Pig. Aku malu sekali memberimu kado seperti ini. Tapi kata Ino kado ini bisa memajukan hubungan kita. Yah, maaf, tapi aku terkadang ragu dengan perasaanmu kepadaku, terkadang aku iri melihat Ino dan Hinata. Jadi Ino mengusulkan untuk memberi kado ini. Oya ini alasan kenapa aku tidak pulang bersamamu waktu itu. Hehe..

Ku harapa kau menyukai hadiahnya dan tidak menganggapku perempuan yang aneh

Aku mencintaimu :*

Love Love

Haruno Sakura

Sasuke tanpa sadar terdiam setelah membaca isi dari kartu ucapan yang di berikan Sakura. Gadis itu ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya yang bahkan Sasuke sendiri lupa. Gadis itu benar-benar memperhatikannya. Rasa bersalah kembali hinggap di dalam hati Sasuke. Ia meletakkan kartu ucapan tersebut di atas meja dan mengambil kantung kertas dari atas meja. Lalu membuka kado yang ada di dalamnya.

Sasuke terkejut saat mengetahui kado apa yang telah di berikan gadisnya itu. Sasuke benar-benar tak menyangka gadis itu akan memberinya hadiah seperti itu. Sasuke baru sadar, tepatnya baru benar-benar sadar bahwa Sakura sangat mencintai nya. Ia sampai memberinya hadiah seperti itu agar hubungan mereka mengalami kemajuan. Sasuke tidak sadar sudah berapa lama gadis itu memendam perasaan sedihnya? Ia tahu gadis emeraldnya kesepian, tapi Sasuke tak pernah benar-benar memperdulikannya, karena baginya Sakura hanyalah pengganti Hana. Hanya bayang-bayang Hana. Tetapi sekarang Sasuke sadar ia sudah benar-benar membuat kesalahan dan lagi-lagi ia menyakiti hati seorang perempuan. Tak seharusnya ia melibatkan Sakura dalam kehidupannya. Dan tak seharusnya ia menyakiti Sakura sampai sejauh ini. Rasa bersalah, penyesalan, dan kesedihan semakin menghinggapi pemuda ini. Ia benar-benar bingung. Bagaimana semua bisa jadi serumit ini? Terjebak dalam sebuah keadaan dengan cinta yang berperan di atas itu semua.

T.B.C

Huwaaaaaaa akhirnya selesai juga chapter 4 ini -,-"

Bikin fanfic ini dari malem sampe jam 2 pagi! Oh My God mata panda menantiiiii T,T

Yasutralah yang penting chapter ini selesai hehe

Maaf banget kalo lime nya aneh dan gaje.. huhu :'(

Maaf juga kalo ceritanya makin ga jelas dan aneh dan jelek dan apalah pokonya maaf kalau ancur :'(

Bales review dulu aaaah~

noonaSyea : ya TBC dong ah, masa mau the end di chapter yg kemarin. Hehe.. Sudah di lanjutkan nih, selamat membaca

Kazuki Namikaze : Wahaha emang Sasuke jahat, tapi jangan di bunuh, nanti cowok ganteng di fandom ini berkurang. Hehehe Sudah di update, selamat membaca

FelsonSpitfire : Okay tenang2 nanti si rambut merah atau rambut coklat atau rambut2 yg lain akan muncul disini #loh? *plakk udah di update, selamat membaca

Rizuka Hanayuuki : Yah si Sasuke emang gitu suka jahat sama cewek2. Saya juga kasian liat Sakura :'( hehe ini update nya udah cepet koook, selamat membaca ya

Yenny Uchiha : Oke terimakasih, selamat membaca

Bakung Hijau : Oke, selamat membaca

d3rin : wohoho tentu nanti saya siksa balik si Sasuke itu. Udah update, selamat membaca

Areena Granger : ah masa sih bikin penasaran? Hehe udah update, selamat membaca

Tabita Pinkybunny : Wokay tunggu saja pembalasan Sakuraa. Selamat membaca

4ntk4-ch4n : iya tuh ga jadi di pake deh hadiahnya. Haha udah upadate, selamat membaca

Muakasih banyak buat para readers semuaaaa…. Makasih bgt juga buat yang udah me-review dan juga buat para silent reader

Semoga fic ini ga nyampah, saya minta kritik dan sarannya yaaaaa….

Arigato Gozaimasuuuuu….