Another DxD

Summary : Sudah 3 bulan lebih, sejak 666(Trihexa) dikalahkah oleh tim DxD dengan dibantu oleh sekutu lainnya. Hyoudou Issei, sang Sekiryuutei, sedang merasa kebosanan dan meminta saran kepada Ddraig untuk melakukan apa. Ddraig pun menyarankan untuk berkunjung ke dimensi lain dengan bantuan Great Red. Apakah yang akan terjadi? Saksikan sendiri!

Pairing : Issei x ?

Rating : T

Genre: Action, Adventure, Fantasy, Ecchi, Romance, Humor, Demons, School, Harem

Disclaimer: Highschool DxD bukanlah milik saya, itu milik Ichie Ishibumi

Warning : Godlike!Issei Canon!Issei AU! Gaje! Mainstream!

Issei base power level (Raw Strength Without Boosted Gear) = Sairaorg + Vali

Issei base power level (With Boosted Gear) = Great Red + Ophis + Lilith + Crom Cruach + Azi Dahaka

AN : Overpower? Emang ane buat kayak gitu :P Kan Godlike!Issei :v


Chapter 04 : Dua Sekiryuutei

Ketika masuk kedalam ruang Klub Peneliti Gaib, aku melihatnya… pemandangan yang sudah tak asing lagi bagi mataku ini. Isinya tidak berbeda jauh dari bayanganku. Jika kubilang tidak berbeda jauh, itu artinya ada sedikit perbedaan dan perbedaan itu adalah… Gasper!

Yap. Gasper Vladi, sang vampir hikikomori atau NEET, sekarang menampakkan dirinya disini! Bukankah dia menampakkan dirinya saat akan diadakannya rapat antar pemimpin 3 fraksi? Ah sudahlah. Lagipula ini adalah dimensi yang berbeda, jadi sudah pasti ada perbedaan.

Aku juga melihat laki-laki yang kukenal. Ya, dia adalah Hyoudou Naruto, laki-laki yang diselamatkan oleh Rias dengan dijadikan pelayan iblisnya. Seorang laki-laki yang memiliki warna rambut coklat, mata coklat muda dan dijuluki Hentai Ouji oleh para murid yang ada di SMA Kuoh ini.

"Oh. Ternyata Naruto sudah ada disini ya? Kerja bagus, Yuuto."

"Ya. Terima kasih atas pujiannya, Ketua."

Orang yang mengangguk hormat tadi dan dipuji oleh Rias adalah Yuuto Kiba. Diberi julukan Pangeran Kuoh oleh para murid yang ada di SMA Kuoh ini. Salah satu pelayan iblis Rias yang memiliki bidak Kuda atau Knight. Salah satu korban yang selamat dari Proyek Pedang Suci.

"Akeno, buatkan kami semua teh. Itu termasuk untuk Naruto dan Akairyuu-san."

"Baik, Ketua."

Orang yang disuruh untuk membuatkan teh oleh Rias adalah Himejima Akeno. Diberi julukan Kakak Perempuan Idaman, Rias juga salah satunya. Salah satu pelayan iblis Rias yang memiliki bidak Ratu atau Queen. Anak dari malaikat jatuh Baraqiel dan manusia Himejima Shuri. Singkatnya setengah malaikat jatuh.

"… Akairyuu…"

Orang yang mengatakan nama baruku itu adalah Toujo Koneko. Dijadikan sebagai maskot SMA Kuoh karena keimutannya sebagai loli dan disebelahnya adalah Gasper Vladi, seorang hikikomori atau NEET yang entah kenapa sudah menampakkan dirinya di waktu yang sekarang dan berbeda dari yang ada di dimensiku.

"Baiklah Akairyuu-san, silahkan duduk dimanapun yang kau mau."

"Terima kasih, Gremory-san."

Rias mengangguk mendengar perkataanku, lalu segera duduk di kursi ketuanya. Tak lama setelah itu, Akeno-san tiba dengan membawa nampan yang berisikan teh yang sudah diminta oleh Rias itu.

Dia lalu memberikannya ke Rias, Kiba, Koneko, Gasper, Naruto… yang masih berdiri, lalu terakhir kepadaku serta dirinya sendiri. Aku menerima teh itu dan meniupnya terlebih dahulu sebelum kuminum sambil mendengarkan penjelasan dari Rias kepada Naruto.

"Baiklah Naruto. Kau pasti bingung dengan apa yang terjadi kan?"

"Y-Ya. Padahal teman-temanku mengenal Yuuma-chan karena sudah kukenalkan, tapi pagi ini… mereka bilang kalau mereka tidak mengenalnya. Aku sudah mencoba menghubungi Yuuma-chan, tapi nomornya tidak ada. Bukan cuma nomor, tapi foto-foto yang sudah kusimpan di dalam ponselku menghilang!"

Rias menyeduh tehnya sebentar, lalu berhenti dan menjawab pertanyaan dari Naruto itu.

"Amano Yuuma memanglah ada."

"Ap-!"

Dia lalu menyodorkan foto Naruto dan Yuuma yang sedang kencan. Tubuh Naruto bergemetar ketika melihat itu. Gemetar ketakutan, karena mengetahui fakta kalau yang dialaminya kemarin bukanlah mimpi.

"Kau dan dia memang berkencan, dia jugalah yang membunuhmu… di taman itu."

"Ap-! Benarkah itu?! Jika aku memang sudah dibunuh, artinya aku sudah mati dan tidak bisa hidup kembali. Tapi bagaimana… bagaimana aku bisa hidup kembali?!"

"Tenanglah. Kuyakin kau telah menerima sebuah kertas selebaran yang diberikan oleh seseorang."

"Selebaran… ah. Yang waktu itu ya?"

Rias mengangguk mendengar perkataan Naruto itu, lalu menjawabnya.

"Ya. Ketika kau sudah mendapatkan itu, otomatis kau sudah tercatat sebagai pelanggan kami. Saat kau terbunuh dan hampir mati, kau tiba-tiba memanggilku dan aku lalu datang untuk menghidupkanmu… sebagai pelayan iblisku."

"…Iblis…?"

"Ya. Kami semua yang ada disini adalah iblis! Kami menyambutmu disini dengan baik, Hyoudou Naruto."

Mereka semua langsung mengeluarkan sayap iblis mereka, aku juga mengeluarkannya dan Naruto begitu terkejut ketika melihat sayapnya yang tiba-tiba keluar sendiri itu.

Ekspresi terkejut terlihat dari semua orang kecuali Rias dan aku. Mereka terkejut karena melihatku mengeluarkan sayap iblis.

"S-Sayap iblis? Rias, apa maksudnya ini?!"

"Um… dia, Akairyuu Issei-san, adalah seorang Hibrid Iblis-Naga."

"Hibrid Iblis-Naga?!"

Rias mengangguk mendengar respon mereka itu yang terkejut akan sebagian identitasku. Aku hanya diam saja sambil meminum tehku yang hawanya sudah lumayan dingin dan tidak panas lagi.

Sebenarnya aku khawatir akan itu, sampai-sampai aku tidak bisa bereaksi atau pun mengatakan sesuatu. Jadi yang bisa kulakukan sekarang ini adalah meminum teh ini dengan ekspresi diam tak peduli.

[Haah… Dasar payah, dasar lemah.]

Diamlah kau, Ddraig! Bantulah sobatmu ini sedikit dong!

[Berisik. Cobalah sesekali selesaikan masalahmu dengan usahamu sendiri. Katanya kau ingin berubah kan? Tidak ingin seperti dulu lagi?]

Benar juga, baiklah. Terima kasih atas sarannya, Ddraig.

[Ya, sama-sama.]

Setelah menerima saran dari Ddraig itu, aku lalu kembali ke dunia nyata dan ternyata tadi aku melewatkan sesi pengenalan semua hal tentang iblis yang ditujukan pada Naruto.

"Begitulah Naruto. Bagaimana, apa kau sudah mengerti?"

"Y-Ya Rias-senpai, aku sudah mengerti."

"Bagus, tapi jangan panggil aku Rias-senpai mulai sekarang… panggil aku Ketua!"

"Baik, Ketua!"

Tak kusangka, dia bisa mengerti dengan cepat hal-hal yang dikatakan oleh Rias semua hal tentang iblis tadi. Aku saja masih tidak mengerti semua hal tentang itu, tapi agak malu untuk menanyakannya kembali kepada Rias saat itu.

[Kau memang b-]

Jangan mulai lagi, Ddraig! Aku tahu itu, tapi itu membuatku serasa seperti sampah dan orang rendah tahu! Aku juga bisa kehabisan kesabaran tahu! Karena dulunya aku seorang manusia!

[B-Baiklah Partner. Entah kenapa, aku jadi tidak nafsu lagi untuk mengatakan kebenarannya padamu.]

Huuh… Bagus. Lihat, gara-gara kau… aku jadi mau menangis!

[B-]

Draig…! Aku tahu kau mau tertawa kan? Kenapa kau selalu menghinaku, naga?! Kenapa akhir-akhir ini, kau sering sekali menghinaku, hah? Dendam apa kau terhadapku yang sudah sering menderita ini?!

[M-Maaf deh Partner. Sepertinya otakku agak mengalami gangguan gara-gara pindah dimensi dan menyebabkanku menjadi seperti ini]

Memangnya roh punya otak ya?

[Ya masih punya lah, Partner tapi tidak dalam bentuk fisik melainkan bentuk roh. Fisik dari otakku sudah hancur dan digantikan menjadi roh. Jadi sekarang otakku ini dalam bentuk roh karena aku juga dalam bentuk roh yang tersegel di Sacred Gear ini.]

Begitu ya? Aku mengerti.

"Ehem. Akairyuu-san?"

Saat mendiskusikan hal itu dengan Ddraig, aku mendengar suara orang yang memanggilku dan aku langsung mendongak untuk mencari tahu siapa yang memanggilku tadi.

"Gremory-san. Ada apa?"

Ternyata yang memanggilku tadi adalah Rias. Yap, seorang perempuan cantik berdada besar yang memiliki rambut bersurai crimson dan seorang bangsawan iblis dari klan Gremory. Seorang perempuan yang menjadi kandidat terbesar dalam harem di duniaku dan juga orang yang kucintai di duniaku.

Rias Gremory, dia siswi perempuan tercantik di sekolah ini. Dia ditaruh di peringkat 1 kata Matsuda dan Motohama. Dia juga dijuluki Great Onee-sama. Akeno-san juga sih, tapi kelihatannya dia masih kalah terhadap Rias.

Entah kenapa, aku tidak merasakan perasaan apa-apa terhadap Rias ini. Memang dia cantik dan sangat mirip dengan Rias Gremory yang ada di duniaku, tapi saat ini… aku tidak merasakan perasaan apa pun ketika melihatnya.

Mungkin hanya menganggapnya seperti orang asing atau teman baru. Begitulah yang kurasakan. Perasaan yang aneh. Aku juga biasa saja saat melihat Akeno-san dan Koneko-chan. Tidak ada perasaan menggebuh seperti dulu.

Heh… sepertinya perlahan-lahan aku berubah. Apakah jika aku kembali ke dimensiku, akan tetap seperti ini atau tidak? Itu pertanyaan yang rumit dan bingung untuk mencari jawabannya.

"Ah tidak. Kukira kau tadi tertidur. Soalnya kau tidak bergerak sedikitpun."

"Oh. Tidak kok, aku hanya sedang memikirkan sesuatu."

"Begitukah? Baiklah. Kau sepertinya belum mengeluarkan Sacred Gear-mu Naruto, coba keluarkan Sacred Gear-mu."

Mendengar perintah dari Rias itu, Naruto mengangguk. Lalu dia melakukan suatu gaya, yaitu gaya Son Goku saat mau mengeluarkan Kamehameha. Setelah melakukan pose memalukan tersebut, Sacred Gear lalu keluar dari lengan kirinya.

Itu adalah bentuk pertama atau bentuk awal dari Sacred Gear Boosted Gear, yaitu mirip dengan Twice Critical. Awalnya memang terlihat tidak berguna tapi kalau dilatih, akan semakin berguna dan hebat apalagi kalau pintar untuk bereksperimen atau mengembangkannya.

Naruto terkejut ketika melihat Sacred Gear-nya keluar, sepertinya itu hal yang wajar karena sebelumnya dia seorang manusia dan baru pertama kali melihat sesuatu seperti itu.

Dia benar-benar diriku yang ada di dimensi ini.

"Wow. Ini benar-benar hebat, Ketua!"

"Hm… Sacred Gear-mu mirip seperti Twice Critical. Apakah aku salah lihat ya? Padahal kau setara dengan 8 bidak pion."

Uh-oh, sepertinya Rias mulai meragukan tentang kekuatan dari Sacred Gear Naruto. Sudah jelas kalau Naruto itu Sekiryuutei di dimensi ini dan kenapa kau meragukannya, Rias?!

Ddraig, apakah kau bisa masuk berbicara kepada Ddraig lain di Sacred Gear-nya Naruto itu lewat telepati biar tidak ketahuan?

[Hm… biar kucoba, Partner.]

Bagus, aku mengandalkanmu Ddraig!

Baiklah, sementara Ddraig sedang mencoba untuk berbicara kepada Ddraig yang lain, aku akan mengejutkan mereka dengan memberitahukan apa sebenarnya Sacred Gear milik Naruto itu.

"Um, Gremory-san. Sepertinya aku tahu betul apa Sacred Gear milik Naruto ini."

"Benarkah itu, Akairyuu-san?"

Aku mengangguk mendengar pertanyaan Rias itu, semua orang yang ada di ruangan ini kecuali aku menjadi terkejut. Tapi keterkejutan itu hanya berlangsung sementara, meskipun Koneko-chan masih tetap saja memasang tatapan curiga padaku.

Itu membuatku takut dan agak risih karena baru pertama kalinya aku merasakan serta mendapatkan tatapan curiga dari temanku yang menganggapku sebagai orang asing.

"Ya, kurasa Sacred Gear milik Naruto adalah… Boosted Gear."

"B-Boosted Gear?"

Aku mengangguk mendengar itu dan lagi-lagi semua orang terkejut kecuali Naruto dan aku. Naruto tidak terkejut karena dia tidak tahu, sedangkan aku… karena aku sudah tahu itu dan juga aku Sekiryuutei.

"Ya, begitulah. Karena aku merasakan adanya aura dan kekuatan naga di dalamnya."

"Benar juga. Akairyuu-san kan Hibrid Iblis-Naga, jadi pasti bisa tahu dengan cepat."

"Tepat sekali, kau memang pintar… Himejima-san."

"Ara-ara. Terima kasih atas pujiannya, Akairyuu-san."

"S-Sama-sama, Himejima-san."

Aku agak merinding ketika mendengar tawa khas itu dari Akeno-san. Tawa dan senyumannya itu lho yang membuatku merinding ketakutan karena Akeno-san itu orangnya agresif serta sadis. Kuharap dia tidak menjadi anggota haremku jika di dimensi ini.

Rias yang mendengar kalau Sacred Gear Naruto adalah Boosted Gear, menjadi senang dan bangga pada pelayan iblisnya itu.

"Kau hebat Naruto, bisa memiliki salah satu Sacred Gear dari ke-13 Longinus dan juga itu adalah Boosted Gear yang didalamnya terdapat jiwa dari naga merah Welsh Dragon, Ddraig!"

"B-Begitukah? Haha, aku hanya beruntung saja Ketua dan terima kasih."

"Maaf mengganggu momen senang kalian, tapi bisakah kalian mempercayakan dia untuk kulatih? Aku sudah berpengalaman dalam bertarung."

"Begitukah?"

Aku mengangguk mendengar kata-kata Rias itu, dia lalu memasang pose berpikir dan sedang memikirkan sesuatu. Setelah selesai berpikir, dia berkata kepadaku.

"Baiklah, Akairyuu-san. Kupercayakan padamu untuk melatih Naruto."

"Owh. Serahkan saja padaku dan Naruto, bersiap-siaplah untuk merasakan… 'NERAKA' sesungguhnya."

"B-Baiklah…"

Naruto menggigil ketakutan ketika mendengar perkataanku yang menekankan pada kata 'NERAKA' itu tadi. Aku hanya tersenyum saja saat melihat reaksinya itu. Akeno-san juga tertawa ala khasnya dan tiba-tiba memasang ekspresi sadisnya.

Rias tersenyum senang, Kiba tersenyum sedikit menyesal, Gasper gugup dan khawatir sedangkan Koneko-chan… masih memasang wajah datarnya. Yap, sepertinya Koneko-chan tidak terkejut sama sekali ketika mendengar itu.

"Baiklah. Mungkin aku akan melatih Naruto setiap hari setelah pulang sekolah. Kau tidak ada kegiatan klub lain selain ini kan, Naruto?"

"T-Tidak, Akairyuu-senpai! Tapi…"

Dia menoleh dan melihat ke Rias dengan tatapan gugup dan khawatir. Rias yang menyadari itu tersenyum dan mengatakan sesuatu kepada Naruto.

"Tidak apa-apa, Naruto. Berlatihlah dengan Akairyuu-san agar menjadi kuat."

"B-Baik Ketua, terima kasih!"

"Ya, sama-sama."

Rias tersenyum sambil mengangguk ketika mengatakan itu kepada Naruto. Naruto hanya bereaksi gugup sambil menggaruk kepalanya saja saat mendengar dan melihat itu tapi sebuah senyuman terukir di wajah Naruto ketika mendengarnya itu.

[Partner. Aku sudah selesai.]

Oh. Begitu ya? Bagus, bagaimana? Apa dia sudah bangun?

[Sudah. Dia sudah kubangunkan. Dia rupanya lebih pemalas dariku. Aku butuh waktu agak lama hanya untuk membangunkannya.]

Haha. Sepertinya Ddraig dimensi ini memang berbeda denganmu ya?

[Begitulah tapi ini lebih seperti kita mempermudahnya ya? Harusnya dia berusaha sendiri sepertimu Partner.]

Biarlah, lagipula dia juga Sekiryuutei. Sesama Sekiryuutei setidaknya harus saling bantu. Ingat juga dengan para senpai yang dulu sudah membantuku untuk mendapatkan Illegal Move Triaina dan juga yang membantuku untuk sadar dari Juggernaut Drive.

[Ya-ya, partner. Aku paham dengan itu.]

Baguslah kalau sudah paham. Aku melakukannya karena dia harus mendapatkan Rias dan harem lainnya dengan cepat. Apalagi dia juga harus bersiap-siap untuk nanti melawan Riser.

[Hooh… baik juga kau, partner. Apa ada hantu yang merasukimu?]

Hantu gundulmu! Memangnya ada ya, hantu yang mau merasukiku? Ahk-

[Haha, benar! Memangnya ada ya, hantu yang mau merasukimu? Apa untungnya merasukimu, partner?]

Hei, dulu aku pernah dirasuki hantu tahu dan Rias harus menari dengan baju tarian aneh itu.

[Nah, berarti tadi kau juga dirasuki hantu yang bersifat baik. Itulah kenapa kau tiba-tiba menjadi baik seperti itu.]

S-Sialan kau Ddraig! Kau mau merasakan trauma-mu kembali ya?

[H-Hentikan itu, partner! Kumohon dengan sangat, jangan lakukan itu… Issei-sama!]

Dasar, makanya jangan sering menghinaku!

[Ya-ya. Aku mengerti, partner.]

Sudahlah, hentikan ini. Aku sudah muak dan pegal.

[Aku mengerti. Maafkan aku, partner.]

Bagus. Sudahlah, sekarang kita harus fokus ke masalah saat ini.

Aku dan Ddraig menyudahi debat kecil kami itu dan mencoba fokus ke masalah saat ini. Aku lalu mengatakan sesuatu lagi ke Naruto agar dia tahu.

"Oh ya Naruto. Aku tadi sudah bicara kepada naga yang ada di Sacred Gear-mu lewat alam bawah sadar Sacred Gear-mu. Dia sudah kubangunkan, jadi kau sudah bisa mengakses kekuatannya secara langsung."

"O-Oh. Terima kasih, Akairyuu-senpai! Aku merasa tidak enak."

"Ah, tidak apa-apa. Lagipula aku lebih berpengalaman bertarung daripada kalian semua dan mengetahui banyak hal tapi jangan panggil aku Akairyuu, panggil saja aku Issei. Oke?"

"Baik, Issei-senpai!"

Dia memposisikan tangannya sebagai tanda hormat dan mengangguk hormat ketika mengatakan itu. Entah kenapa, agak lucu mendengarnya. Aku memang sering dipanggil senpai oleh Koneko-chan dan Gasper, tapi ini berbeda karena yang melakukan dan mengatakannya adalah diriku di dimensi ini.

Aku sempat tertawa kecil ketika mendengarnya. Kulihat, raut muka kesal terukir di wajah Naruto saat melihatku tertawa. Kelihatannya dia berpikir aku sedang mentertawainya.

"Issei-senpai, kau mentertawaiku ya?"

"Ah. Ti-Tidak kok, aku hanya menemukan fakta menarik."

"Fakta menarik? Apa itu?"

"Rupanya kau itu kakaknya dari Hyoudou Elis ya? Itu yang membuatku tertawa."

"Oh. Ya, aku memang kakaknya Elis. Kok senpai bisa tahu Elis? Apakah senpai pernah bertemu dengannya?"

"Ya. Kalau tidak salah, itu kemarin. Aku mencoba melihat-lihat dulu area sekolah dan aku sampai di kelasnya adikmu. Kami berbincang-bincang sedikit."

"Begitu ya? Tak kusangka senpai akan bertemu dengannya."

"Kalau tidak salah, julukanmu disekolah ini adalah Hentai Ouji ya? Orang mesum tapi tampan seperti pangeran, makanya mereka menjulukimu Hentai Ouji atau Pervert Prince."

Naruto tersenyum kikuk ketika mendengar perkataanku tadi tapi untuk sejenak dia tersenyum senang karena merasa dipuji oleh kata-kataku. Aku sebenarnya agak kesal dan tanpa sadar aku mendekatinya dengan perasaan agak kesal.

"Hm? Ada apa, Issei-sen-"

Pletak!

Aku menjitak kepalanya. Semua orang yang ada disana terkejut dan langsung memasang posisi siaga karena mengira aku akan menyerang mereka. Naruto yang dijitak kepalanya memegangi dan mengusap-usap kepalanya yang kesakitan lalu marah-marah protes padaku.

"Senpai, apa maksudnya itu?! Kenapa aku dijitak?! Apa salahku?!"

"Itu karena kau itu dijuluki Ouji meski kau mesum. Dengan hanya bermodal wajah tampanmu seperti Kiba Yuuto itu, itulah yang membuatku kesal."

"M-Maksudnya… senpai iri begitu padaku? Hahahaha, berarti senpai tidak laku!"

Saat mendengar itu, kedutan kesal perlahan-lahan muncul di kepalaku karena perkataan Naruto ini yang diarahkan untuk mengejek.

Pletak!

"Aw! Kenapa aku dijitak lagi?!"

"Kata-katamu membuatku kesal, tahu. Apakah kau tidak tahu, bagaimana perasaan orang yang wajahnya tidak setampan dirimu, hah? Mereka kesusahan untuk mendapatkan pasangan. Hanya gara-gara wajahmu tampan, kau tidak boleh mengejeknya tahu."

"M-Maafkan aku, Issei-senpai."

"Hmp. Selama kau mengerti sih, aku tidak apa-apa."

Akhirnya aku mengatakannya. Hal yang dari dulu kukatakan kepada seluruh laki-laki tampan yang menyebalkan seperti dirinya ini, akhirnya bisa kukatakan.

"A-Akairyuu-san… kau kenapa tadi?"

Tiba-tiba, Rias menghampiriku dengan gelagat aneh. Yaitu penasaran karena apa yang kulakukan tadi.

"Oh. Itu karena aku kesal dengan orang seperti dia ini. Sombong hanya karena dia tampan."

"T-Tapi tidak begitu juga kan, Akairyuu-san?"

"Hah? Jika dia sudah sombong hanya karena tampan, bagaimana jadinya jika dia menjadi sombong ketika sudah menjadi kuat? Dulu guru dan temanku selalu bilang, jangan menjadi sombong meskipun sudah kuat. Ingat, di atas langit masih ada langit."

"… Begitu ya?"

"Ya, karena itulah… jangan sombong meski sudah bertambah kuat. Masih banyak lawan yang kuat di dunia ini. Dunia ini sangatlah luas. Kita juga tidak tahu, seperti apakah kekuatan musuh atau orang yang akan menyerang kita."

"…."

"Jika aku menyerang kalian, kira-kira apakah kalian punya kesempatan menang terhadapku? Jawabannya tidak. Kekuatan kalian masihlah dibawa rata-rata, apalagi kau Naruto. Sihirmu sangatlah lemah dan kau baru menjadi seorang iblis yang menjadi pemilik Boosted Gear."

"…."

"Aku bisa mengalahkan kalian dengan mudah bila mau. Aku bahkan tidak perlu menggunakan sihir atau semacamnya. Oh ya, apa kau sudah pernah ikut serta dalam Rating Game, Gremory-san?"

"Tidak. Belum sama sekali."

"Dengar itu? Kalian bahkan belum sama sekali ikut serta dalam Rating Game. Kutebak kalian juga pasti belum merasakan yang namanya bertarung mati-matian dan terlibat dalam hal seperti perang."

"…."

Entah apa yang merasukiku, tapi aku terus-terusan mengatakan kata-kata yang seperti mengintimidasi mereka. Sepertinya perlahan-lahan aku mulai berubah. Kuharap kata-kataku ini bisa membuat mereka sadar dan termotivasi.

Kulihat, mereka semua menundukkan kepalanya dengan… perasaan sedih? Gawat, apakah perkataanku berlebihan? Kurasa tidak. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya.

"Apa yang Akairyuu-san katakan benar, teman-teman."

Eh…!

"Kita ini belum cukup kuat dan terbilang lemah. Aku sebagai Raja kalian saja, merasa kalau diriku lemah meskipun mempunyai Power of Destruction."

Wah… sepertinya mulai berefek kata-kataku tadi.

"Maaf Ketua, bila kami lemah dan mungkin akan menyusahkanmu."

"Tidak Akeno, aku juga bersalah karena lemah. Kita harus latihan, benar apa yang dikatakan oleh Akairyuu-san."

Hm… efeknya mulai terasa meski perlahan tapi pasti. Kuharap mereka bisa berubah menjadi lebih kuat.

"Baiklah. Kalau begitu, aku akan melatih kalian semua sampai kalian menemukan pelatih yang cocok untuk kelompok kalian. Bagaimana?"

"B-Benarkah, Issei-senpai?"

"Ya Naruto. Itu benar tapi hanya sampai nanti kalian menemukan pelatih yang cocok."

"Terima kasih, Issei-senpai! Ketua, Issei-senpai mau menjadi pelatih kita!"

"Terima kasih ya, Akairyuu-san. Kami akan berusaha untuk menjadi kuat seperti yang kau katakan."

"Hn."

Aku hanya mengangguk sambil mengatakan kata itu. Dengan begini, kelihatannya mereka akan menjadi kuat dalam waktu yang lebih cepat dari kami dulu. Tapi aku juga harus memikirkan menu latihan yang cocok untuk mereka.

Kelihatannya ini akan menjadi masalah terberat bagiku selain urusan sekolah dan kebutuhan sehari-hari.

Saat aku memikirkan itu, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Aku menoleh dan Akeno-san berjalan ke arah pintu. Tanpa basa-basi, Akeno-san lalu membuka pintu ruang klub dan menampakkan seorang perempuan cantik berambut coklat dan bermata coklat.

Yap, dia adalah Hyoudou Elis. Untung saja kami tadi sudah menyembunyikan sayap iblis kami dan juga Naruto sudah menghilangkan Sacred Gear-nya.

"Onii-sama!"

"Oh. Elis, ada apa?"

"Uuh… Onii-sama ini. Aku dari tadi mencari-cari Onii-sama tahu."

"Eh, begitu ya? Maaf ya. Kau mau ngapain? Onii-sama masih ada kegiatan klub."

"Elis mau pulang bareng sama Onii-sama."

Naruto yang mendengar itu hanya bisa tertawa kikuk sambil menggaruk bagian belakang kepalanya. Elis lalu melihat sekeliling dan tiba-tiba matanya menangkapku. Ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi senang dan agak gugup.

"A-Akairyuu-senpai? Kenapa senpai bisa ada disini?"

"Oh. Bisa dibilang, aku menjadi anggota dari Klub Peneliti Gaib. Benar kan, Gremory-san?"

"Ya, itu benar. Kau Hyoudou Elis ya? Senang berkenalan denganmu, aku Rias Gremory."

"A-Ah. Salam kenal juga, Gremory-senpai."

Seperti dugaanku. Elis ini sifatnya agak sama dengan Asia, seperti gabungan dariku dan Asia. Seperti versi perempuan dariku tapi dengan tambahan sifat Asia. Dia menjawab perkataan Rias dengan gugup, lalu anggota yang lain pun juga memperkenalkan dirinya.

"Ara-ara, adik kelas yang manis. Aku Himejima Akeno, senang berkenalan denganmu."

"Y-Ya, senpai. Senang berkenalan denganmu!"

"Namaku Kiba Yuuto, salam kenal."

"S-Salam kenal juga, Kiba-san."

"…Tojou Koneko, salam kenal."

"Salam kenal juga, Tojou-san."

"G-Gasper Vladi, senang berkenalan denganmu…."

"Y-Ya. Senang berkenalan denganmu juga, Gasper-san!"

Elis akhirnya sudah berkenalan dengan mereka semua. Dia melakukannya dengan sikap gugupnya dan itu membuatku menjadi tertawa kecil ketika melihatnya.

Elis yang mendengar suara tertawaku menoleh dan wajahnya berubah menjadi cemberut dengan menggembungkan pipinya lalu berkata kepadaku.

"Uuh… Akairyuu-senpai, apakah ada yang lucu?"

"Ah. Tidak, tidak ada kok."

"Uh, senpai bohong."

"Beneran kok. Tidak ada."

Setelah mendengar itu, ekspresinya kembali lagi seperti biasa dan dia tersenyum. Aku menghela nafas lega saat mengetahuinya. Jika tidak, mungkin aku akan ada dalam masalah.

"Baiklah. Kegiatan klub hari ini selesai, besok akan dilanjutkan lagi. Sekarang semuanya boleh pulang."

"Baik, Ketua! Terima kasih atas kerja kerasnya hari ini."

Rias hanya mengangguk mendengar itu, semua anggota pun pamit pulang termasuk aku juga. Elis juga pulang, karena dia bukanlah anggota Klub Peneliti Gaib dan dia juga pulang bersama dengan Naruto.

Aku mengambil tasku lalu aku melihat kalau Elis melambaikan tangan kepadaku disertai senyumannya. Aku membalas lambaikan tangan dan senyumannya itu.

Setelah keluar dari lingkungan sekolah, aku berjalan di gang jalan menuju kosanku. Tapi entah kenapa, aku merasakan aura yang tidak asing lagi bagiku. Itu adalah aura…

"Iblis dan malaikat jatuh…? Dimana?"

Aku lalu mencoba mencari dimana asal aura itu dengan berlari-lari dan mengikuti arah aura itu. Setelah berlari kurang lebih 5 menit, aku akhirnya sampai dan melihat seorang perempuan berambut merah twintail dan berdada besar yang sedang diserang oleh 2 iblis dan 1 malaikat jatuh.

"Hehehe… anak perempuan dari Wilbert, Naruse Mio atau bisa kubilang Mio Bael. Seorang anak perempuan yang memiliki kekuatan dari Wilbert langsung dan juga Absolute Power of Destruction. Aku akan membunuhmu lalu mengekstrak kekuatan Wilbert dan kujadikan milikku."

Wilbert? Mio Bael? Absolute Power of Destruction? Siapa dia? Seingatku, aku tidak pernah mengenalnya. Apakah karena ini adalah dimensi yang berbeda dari duniaku, makanya aku tidak pernah melihatnya?

"Kenapa… apa salahku? Kenapa kau menginginkanku? Yang kuinginkan hanyalah hidup dengan damai, hidup dengan keluargaku. Tapi mereka dibunuh, orang tua angkatku dan bahkan orang tua kandungku…."

Wah, perempuan itu mulai menangis! Sial, para iblis dan malaikat jatuh itu mencoba menyerangnya dengan memanfaatkan situasi ini! Aku harus menyelamatkannya!

Aku lalu berlari dengan cepat ke tempatnya dan memukul perut serta kepala mereka dengan tinjuku. Memang tidak terasa sakit, tapi kurasa cukup untuk membuat mereka lengah sedikit.

"Hei, kau tidak apa-apa?"

Dia lalu membuka matanya dan mulai melihatku.

"S-Siapa kau…?"

"Aku Akairyuu Issei. Bersembunyilah di tempat yang aman, aku yang akan mengurus para brengsek ini."

"Heh. T-Tapi…"

"Pergi saja! Cepat, kau tidak akan mampu melawan mereka!"

"Hii… B-Baiklah."

Setelah itu, dia bersembunyi di balik pohon dan menjauh dariku. Aku lalu menatap mereka dan mereka menatapku dengan tatapan marah serta kesal.

"Hei bocah, berani-beraninya kau melakukan itu!"

"Ya, dasar bocah lemah. Mau sok menjadi pahlawan ya?"

"Ayo kita habisi saja dia!"

Mereka lalu menyerangku. Dua orang iblis menyerangku dengan tombak iblis mereka serta sihir mereka dan malaikat jatuh itu menyerangku dengan tombak cahayanya.

Mereka melemparkan tombak mereka kearahku, aku lalu mencoba menghindarinya. Aku mengeluarkan sayap iblisku agar bisa terbang juga dan menghajar mereka di udara.

Lemparan tombak mereka meleset dan untung saja tidak terkena ke perempuan itu, hanya menancap di depan pohon tempat perempuan itu bersembunyi dan berlindung.

Ddraig, keluarkan Ascalon dan akan kubuat sebagai pedang biasa.

[Baiklah, partner!]

"Ascalon!"

[BLADE, TAKE OFF!]

Aku mengeluarkan Ascalon dari lengan kiriku yang untuk sesaat menjadi Boosted Gear lalu aku menghilangkannya lagi dengan cepat agar tidak ketahuan oleh mereka.

"Kemarilah kalian, dasar kunyuk."

"Apa kau bilang?! Teman-teman, serang dia tanpa ampun!"

Lagi-lagi, mereka menyerangku dengan tombak mereka. Aku kali ini tidak menghindarinya tapi menepis lemparan tombak mereka dengan Ascalon.

Tang-Tang-Tang

Aku menepis itu sambil mendekat dan mereka ketakutan ketika aku berhasil mendekat. Aku lalu menebas mereka tanpa ampun hingga tidak tersisa sedikitpun dari mereka.

Mereka lalu menghilang tanpa jejak dan bekas.

Aku lalu turun kebawah dan menghilangkan sayap iblisku lalu berjalan mendekati perempuan itu.

"Apa kau tidak apa-apa?"

"I-Iya, terima kasih atas bantuannya, Akairyuu-san."

"Sama-sama. Anu, namamu siapa ya?"

"Oh. Namaku Naruse Mio, senang berkenalan denganmu, Akairyuu-san."

"Ya, sama-sama Naruse-san."

Kami pun saling menjabat tangan dan ini menjadi awal pertemuan kami. Apakah aku disini juga akan membangun harem? Aku juga tidak tahu. Kuharap tidak, karena aku tidak mau membuat si Naruto tidak mendapatkan Haremnya di dimensi ini.


Pojok SBS

Shinn Kazumiya : Silahkan di cek sendiri, grandfather :v

iibjunior : What, NTR dong? Haha, mungkin iya atau mungkin tidak :v

Vanargandr : Um... kalau untuk peerage Rias yang diubah, entahlah. Lihat saja sendiri :3 dan untuk base kekuatan Issei. Ada di atas.

Chichiryuutei : Haha, Naruto tetep Sekiryuutei kok. Issei kayak bergerak di balik bayang-bayang :3

AoiKishi : Nyahahaha~ Emang ane kejam :v #plak Naruto tetap Boosted Gear kok :3

Untuk yang review lanjut doang, makasih tapi masa cuman review lanjut doang? :v Kasih dong review yang bagus kek :v

To be continued... To the next chapter.