"Lomba apa, sunbaenim?" seorang laki-laki yang tidak diketahui namanya karena dia cast ngga penting (author jahat mode on) mengangkat jarinya terlebih dahulu, agar sopan saat ia bertanya. Sunny dan Jungmo hanya cengar-cengir sendiri. Mungkin senyum yang misterius tapi yang jelas murid-murid takut melihat senyum menyebalkan mereka.

"Hehe, rahasia. Oh ya Jungmo, kau lupa sesuatu tentang instagram?" Sunny menyikut Jungmo dengan sikunya. Jungmo yang tahu apa maksud rekannya mengangguk-angguk sehingga para hoobae semakin curiga dengan tingkah laku mereka.

"Sebelum pulang, kalian beritahu dulu pada kami nama akun instagram kalian ya," semua murid hanya mengangguk-angguk dan mulai menulis akun instagram mereka di kertas memo kecil berwarna kuning yang dibagikan oleh Jungmo dan Sunny.

Tapi tunggu dulu, Sungmin merasa agak aneh. Untuk apa Sunbae itu meminta alamat akun instagram mereka? Tapi ya entahlah, Sungmin tak terlalu memusingkan hal itu. Lagipula apa salahnya memberikan alamat akunnya?

Sementara itu Kyuhyun juga berpikir hal yang sama. Dan untungnya otak yang ber-IQ tinggi itu bisa menebak duluan apa yang akan dilakukan sunbae gila mereka. Sebenarnya lebih baik ia berpura-pura tak punya akun instagram, tapi ia tahu Sunbaenya tidak akan mudahpercaya begitu, jadi ia menulisnya saja.

"Untuk apa sih?" sedangkan si pemilik rumah alias Donghae malah menggerutu tak jelas. Pasalnya ia sudah berencana membuat status di akun instagramnya tentang kejelekan sunbae mereka. Tapi sekarang impiannya landas sudah. Pasti kedua sunbae menyebalkan itu akan menemukan statusnya dan menghukum Donghae, hah ia tak mau!

"Jangan-jangan... Sunbae gila itu mau mengadakan lomba ketampanan lewat selca di instagram... Kalau begitu aku pasti menang, aku kan tampan hehehe," Yesung malah bergumam narsis membayangkan kontes ketampanan selca dimenangkan olehnya padahal belum tentu lombanya itu lomba selca.

"Jangan bilang kedua sunbae sok cantik dan sok tampan itu mulai naksir dengan salah satu dari kita," Eunhyuk yang notabenenya memiliki pikiran paling 'romantis' diantara mereka malah membayangkan yang lebih tak masuk akal lagi.

"Instagram? Ah nanti aku minta instagram Sungie ah! Hehe," sekarang Ryeowook malah berblushing-ria, membayangkan dirinya dan Yesung berchatting-ria padahal nanti mereka juga akan satu rumah. Dasar yang baru jatuh cinta.

"Kalian boleh pulang," Sunny dan Jungmo yang barusan kembali mengambil memo kecil yang berisi alamat akun instagram masing-masing menunjuk pintu kelas mereka. Ya, mereka dipersilahkan pulang dan tentu saja mereka cepat-cepat pulang, daripada jadi korban dua sunbae tidak jelas asal-usulnya ini.

"Hei hei mau kemana?!" Donghae mengejar ketiga perempuan yang malah pergi ke jalan yang berbeda arah dengan rumah mereka. Tapi yang ada malah mereka tak mendengarkan.

Eunhyuk membalikkan badannya mendengar teriakan tak jelas dari Donghae. "Tentu saja ke apartemen Wookie untuk mengambil barang-barangnya yang sudah dikemas," Donghae yang baru ingat menepuk dahinya sendiri.

"Kalian yang akan membawa barang-barangnya Wookie kan? Kan?" Sungmin mulai mengeluarkan jurus andalannyaㅡbuing-buingnya.

Eunhyuk yang menerima sinyal dari Sungmin mengerti, ia ikut mengeluarkan puppy eyesnya. Merayu kekasihnya sendiri dengan manja.

Sedangkan Ryeowook yang merasa merepotkan mereka hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia cengar-cengir sendiri dan terus bergumam, "Hehehe..."

Donghae terpaksa menuruti ketiga gadis tersebut, sebenarnya tadi ia ingin memakan bibir Eunhyuknya saat itu juga, tetapi ia tahan.

"Kenapa aku sial terus? Kenapa kami malah dimanfaatkan? Kenapa aku selalu takut mencium bibir kekasihku sendiri sih padahal KyuMin saja sudah pernah berciuman! Huaaa author jahat!" Donghae malah meraung-raung tak jelas setengah pasrah setengah tidak. Ini kan nasibmu, Lee Donghae.

.

.

.

Tebak siapa aku? Aku yeoja yang bertubuh paling mungil, dan penghuni baru! Ya, aku Ryeowook.^^ Lomba apa yang ada di chapter ini? Dan kenapa sunbae menyebalkan itu meminta akun instagram kami? Ikuti saja ya!

Close But Far Away

Chapter 3 : Fighting!

.

.

"Tulangku...," Donghae menepuk-nepuk punggungnya sendiri karena tulangnya terasa patah, amat sakit. Barang bawaan Ryeowook tak sedikit dan tak ringan, maka dari itu para laki-laki terpaksa harus berjuang membawa barang Ryeowook selama 15 menit.

"Cepat sekali kau menuanya, Hae," Yesung mengeluarkan wajah menyebalkan yang minta ditamparnya. Langsung saja Donghae yang tak suka mengejarnya untuk menjitaknya, tapi sayang Yesung lari dengan begitu cepat, sehingga dapat dilihat Tom & Jerry secara live.

"Kekanakan," Kyuhyun tampak sedikit terganggu tapi ia tetap acuh. Itu bukan urusannya.

"Wookie! Wookie! Siniii!~" Eunhyuk yang terlalu aktif seenaknya saja menarik-narik tangan Ryeowook sehingga sang empunya hampir terjatuh. Sungmin malah ikut menarik-narik tangan Ryeowook ke arah kamar mereka.

"Ini kamar kita. Kita tidur bertiga bagaimana?" Ryeowook mengangguk senang kepada Eunhyuk dan Sungmin yang memasang tampang memelas dan memohon pada dirinya.

"Horeee kita dapat roomate lagi!~" Eunhyuk dan Sungmin cekikikan khas yeoja bersama dan saling menepukkan telapak tangan mereka, bertos ria.

PLUK.

Wajah Sungmin tertimpa bantal pink nya yang barusan dilempar.

"Ayo kita perang bantal," Ryeowook menunjukkan cengiran tak bersalahnya pada kedua teman sekapigus roomate barunya. Ya, dia yang menjadi pelaku pelemparan bantal pada Sungmin.

"Ya! Kau jahat!" Sungmin malah sibuk mengerucutkan bibirnya berpura-pura kesal padahal sebenarnya agar kedua temannya lengah dan ia bisa melempari mereka bantalnya pada saat itu juga. Tapi keduanya tak peduli dan malah Eunhyuk dan Ryeowook berbisik-bisik, entah mendiskusikan apa.

Sekali lagi, wajah Sungmin terkena bantal dan kali ini pelakunya sang yeoja bergummy smile, Eunhyuk. Eunhyuk dan Ryeowook terkekeh geli dan saling berpandangan jahil.

"Akan kubalas kalian berdua!" Sungmin tersenyum jahat menyamai senyum Sunny, ia melempari bantal ke arah Eunhyuk dan Ryeowook yang memang berdekatan. Tapi sayangnya mereka berdua berhasil menghindar, Eunhyuk yang tubuhnya memang lentur menunduk tepat pada waktunya dan Ryeowook menghindar ke samping.

PLUK

Namun, tunggu dulu! Kenapa ada suara 'pluk' yang kencang barusan?

Ketiga gadis itu terbelalak. Gawat. Mereka semua melotot kaget.

Dan ternyata bantal itu mengenai wajah tampan seorang laki-laki yang juga penghuni rumah ini. Bukan kekasihnya Eunhyuk, bukan orang yang disukai Ryeowook juga, jadi sudah jelas bukan? Orang itu... Kyuhyun.

"Lee. Sung. Min," Kyuhyun mendesis tajam. Dan seketika Sungmin langsung merinding, bahkan bulu kuduknya berdiri tegak saat itu juga. Bahaya, ia membuat masalah lagi. Ia bahkan sampai menelan ludahnya sendiri, gugup.

"Memasaklah, lihat mereka," Kyuhyun menggenggam kenop pintu dan menutup pintunya. Disaat itu jugalah Sungmin dapat kembali bernafas dengan lega. Untungnya Kyuhyun tak marah.

"Sepertinya kita memang harus memasak," suara Eunhyuk yang tengah memasang tampang bosan ke arah pintu yang baru dibukanya membuyarkan lamunan Sungmin.

"Lihat saja mereka, memalukan," bagaimana tak memalukan? Yesung dan Donghae sama-sama bergumam 'lapar' sedari tadi. Menyebalkan sekali bagi para gadis. Apa mereka sudah kembali lapar padahal baru saja di sekolah mereka makan?

"Mereka tadi kan hanya makan kue, maklumi saja Hyuk," perkataan Sungmin tak salah. Mereka memang hanya kedapatan bekal berisi makanan ringan saja, pantas mereka lapar lagi. Eunhyuk berjalan keluar, tapi ia kembali lagi karena tangan Ryeowook yang mencekalnya.

"Jangan. Hari ini biar aku saja, ya?" Eunhyuk dan Sungmin saling berpandangan bingung. Ehm, tak ada salahnya. Mereka juga tak takut masakan Ryeowook buruk kok. Masalahnya kan Ryeowook hari ini tamu?

"Tak apa. Aku bercita-cita menjadi chef. Jadi biarkan aku ya?" Ryeowook seolah mengerti apa yang dipikirkan kedua teman barunya. Keduanya mengangguk dan membiarkan Ryeowook berkutat dengan alat dapur.

Tring~

Pada saat itu, ponsel Sungmin berbunyi. Ia merogoh koceknya dan mendapati ada sebuah pemberitahuan yang masih baru.

"Dari instagram," gumam Sungmin sebelum ia membuka notification nya.

"Huwaaaaa!~ Hyukkie! Ini memalukan!" sontak Eunhyuk terkejut mendengar pekikan keras dari Sungmin. Hei, memangnya ada apa? Dia seperti baru melihat hantu saja. Bahkan lebih kencang daripada segerombolan yeoja yang merupakan fans dari Donghae, Kyuhyun dan Yesung.

"Apa sih Minnie?" Eunhyuk menghampiri Sungmin dan dia langsung merebut ponsel Sungmin. Wajahnya berubah shock saat itu juga. Ternyata, Sunny dan Jungmo menggugah foto mereka yang sedang memakai empeng bayi dan menandainya pada akun instagram mereka.

"Jadi ternyata ini tujuan mereka meminta alamat akun instagram kita?!" Sungmin akhirnya baru sadar. Hah, harusnya tadi ia memberikan yang palsu saja.

"Bagaimana ini? Donghae pasti akan menertawakanku," Eunhyuk malah berpikir yang tidak-tidak. Hei, pose mereka imut, bukannya jelek. Dan mana mungkin kekasihnya sendiri menertawakannya? Yah, kalian tahu lah seberapa cintanya Donghae pada Eunhyuk, pasangan paling so sweet.

"Kau masih lebih baik daripada aku. Asal kau tahu appa dan eommaku itu update sekali, dan pasti nanti mereka tertawa melihat fotoku ini. Aku yakin sebentar lagi mereka akan mengomentari yang aneh-aneh tentang foto kita," Sungmin memasang tampang makin malas lagi. Memang appa dan eommanya sangat update.

.

"Dasar nenek sihir and the beast! Kau lihat Sungie, gila! Memalukan!" suara Donghae yang menggema ke seluruh penjuru rumah sebenarnya tak berpengaruh pada Yesung. Yesung sudah melihat foto penuh empeng mereka yang diunggah Sunny dan Jungmo.

"Aku sudah lihat, Hae. Ini... Sungguh, aku ingin menyanyikan gloomy sunday di hadapan mereka!" Yesung sepertinya mulai sadis. Tapi, hei, jangan salahkan dia. Memang wajar orang marah seperti itu, kan itu foto yang kelewat memalukan.

"Eh tapi coba kau lihat, Kyuhyun kenapa masih tampak keren ya?" Yesung melihat ponselnya yang menampilkan foto dirinya, Donghae, dan Kyuhyun yang memakai empeng. Benar apa kata Donghae barusan, Kyuhyun tampak keren.

"Kurasa ia tampan, wajahnya masih stay cool," Donghae mengangguk membenarkan perkataan Yesung. Yah, memang wajah Kyuhyun masih kalem, ingat Kyuhyun selalu memasang stoic face, dan tak berlebih-lebihan seperti mereka berdua.

"Pantas fans Kyuhyun paling banyak diantara kita, Sungie," Yesung mengangguk. Memang tadi fans Kyuhyun yang paling berisik diantara fans mereka. Tetapi, hei, tak masalah bagi Yesung. Sudah menjadi murid terkenal yang memiliki banyak fans saja dia bangga.

"Yang penting Wookie menyukaiku. Itu lebih berharga daripada fans yang banyak," batin Yesung romantis.

"Tapi, Hae…," Donghae mengangkat wajahnya dan menatap Yesung dengan raut bingung, seolah menanti perkataan Yesung yang sedikit terjeda. "Faktanya diantara kita bertiga, pasti kau yang paling jelek bukan? Hahahaha."

"YA! Ingin merasakan tinjuku?!"

"Makanannya sudah jadi," seluruh pasang mata menatap Ryeowook kelaparan. Aktifitas mereka langsung terhenti saat itu juga. Hidung mereka dapat mencium aroma yang menggoda perut mereka, harum. Terlebih untuk Yesung dan Donghae yang memang sedari tadi bergumam 'lapar' terus menerus padahal mereka sudah SMA.

"Aromanya saja sudah lezat apalagi masakannya, kau hebat Wookie," Yesung mengedipkan matanya pada Ryeowook. Disambarnya Omuri Rice karya Ryeowook di dapur barusan dan dimakannya lahap setelah sebelumnya ia mengucapkan 'Selamat makan!'

"Cieeee…," Eunhyuk, Sungmin dan Donghae menggoda YeWook yang malu-malu, ah dasar remaja.

"Tunggu! Tadi kita disuruh masuk lagi jam berapa?" sejenak suasana jadi hening karena Sungmin. Benar juga, mereka melupakan hal penting itu! Jika telat bisa-bisa mereka dihabisi Sunny dan Jungmo ditempat. Mereka bahkan bisa merasakan aura seram Sunny dan Jungmo saat ini juga.

"Jam 3, dan sekarang sudah jam 2.30," perkataan cuek Kyuhyun barusan mendapat respon sebaliknya, heboh. Mereka menjadi heboh, perjalanan ke sekolah saja harus berjalan kaki sekitar 10 menit, tapi sekarang mereka malah asik santai begini! Yaampun!

"Dasiku manaaa?!"

"Lihat empengku tidak, Donghae?"

"Aku lupa membuat papan namaku!"

Okay. Masakan Ryeowook langsung terlupakan. Salah sendiri mereka terlalu santai. Apalagi mereka tak ingat waktu. Mungkin mereka malah jadi pikun sebelum waktunya?

.

"Kita hampir sampai! Cepaaaat!" Sungmin menyemangati teman-temannya. Sedikit lagi sudah jam 3, tapi mereka tak mau cari masalah. Mereka semua sudah lengkap, walaupun topi para lelaki sedikit berantakan karena tertiup angin kencang akibat mereka berlari.

"Hana, dul, set, Fightiiiing!" Ryeowook ikut menyemangati dirinya dan teman-temannya yang sedang berlari mengejar waktu. Dikepalkan tinjunya dan diangkatnya tinggi-tinggi keudara bebas. Menambah karakteristik ceria gadis berambut sebahu ini.

"Demi Mariah Carey yang punya suara sebagus dewi musik!" bingung? Saya juga bingung. Apa hubungannya musik dengan lari? Isi otak Yesung memang tak bisa diterka.

"Eomma, mereka itu sedang apa?" seorang bocah laki-laki kecil menunjuk-nunjuk Sungmin dan kawan-kawannya dengan jari mungilnya. Sedangkan sebelah tangannya yang lain terus menggenggam lollipop yang ia emut di mulutnya.

"Jangan dilihat, chagi! Mereka itu orang aneh!" ibu bocah itu langsung menutup mata sang bocah dan membawanya pergi menjauh dari Donghae cs yang ia katakan 'orang aneh' itu. Nah loh, dibilang orang aneh.

Kembali ke Sungmin cs, mereka terus berlari dengan kencang, tinggal satu meter lagi! Dan… Mereka berhasil melewatinya!

"Bagus! Tepat jam 3!" Sungmin meraih botol airnya dan terus meneguknya dengan cepat, ia memang kelelahan sama seperti teman-temannya, jadi ia membutuhkan pasokan mineral yang lebih untuk mengganti ion tubuhnya.

"Kalian terlambat! Squat jump sebanyak 50 kali!" Sunny dan Jungmo muncul mendadak. Mereka menampilkan senyum tak bersalah sekaligus senyum jahatnya pada seluruh penghuni rumah Donghae. Oh, apa lagi ini?!

"Tunggu dulu! Apa-apaan ini? Sekarang tepat jam 3 sore, tak ada alasan bagi kalian untuk menghukum kami!" sungut Kyuhyun cekatan. Ia memang selalu menjadi andalan para penghuni rumah Donghae. Jenius, jadi sempurna untuk dijadikan 'andalan'.

"Oh ya? Kalian terlambat selama 0,8 detik! Benar kan Jungmo?" Jungmo mengangguk. Tangannya ia lipat dan menatap tajam mereka berenam. Begitupun dengan Sunny. Mereka tersenyum jahat lagi dan mengambil ikat pinggang.

"Cepat jalankan atau kucambuk dengan ikat pinggang ini, hohoho," mereka berenam langsung menjalankan perintahnya karena takut. Tentu saja takut, sekarang Sunny si nenek sihir lah yang memegang kendali, lebih jahat daripada nenek sihir malah.

"Satu! Dua! Tiga! Empat!" dan beginilah nasib mereka. Terpaksa squat jump hanya karena terlambat selama 0,8 detik. Sunny dan Jungmo memang benar-benar lebih jahat daripada apapun.

.

"Pinggangku rasanya… Patah," seperti déjà vu, bukankah tadi yang berkata demikian adalah Donghae? Nah sekarang yang berkata begini adalah Yesung.

"Cepat sekali kau menuanya, kakek Yesung. Hahahaha," sekarang Yesung merasa seperti orang bodoh. Habisnya, tadi ia yang mengejek Donghae seperti itu, tapi sekarang malah Donghae yang mengejeknya. Benar-benar senjata makan tuan.

"Akan ada lomba estafet dan lomba yel-yel per kelas! Jadi, silahkan maju 6 orang yang akan ikut bermain estafet! Sedangkan lomba yel-yel, seluruh anggota kelas harus ikut bermain! Mengerti?" penjelasan Sunny dan Jungmo terhenti sampai situ.

"Ya!" jawab seluruh anggota kelas 1-A serempak.

"6 orang? Bagaimana jika kita ikut saja? Pas sekali, ada aku dan Donghae, Yesung dan Ryeowook, serta kau dan Kyuhyun!" Eunhyuk mulai merayu Sungmin. Mengajak temannya yang ini untuk bermain estafet bersama-sama, apalagi mereka sudah akrab jadi mereka bisa lebih kompak.

"Tidak! Tubuhku saja rasanya mau patah," keluh Sungmin. Bisa dilihat, keringatnya mengalir deras di pelipis perempuan manis itu.

"Ayolah Minnie, ya?"

"Tidak," Sungmin tetap pada pendiriannya. No no no! Sungmin capek.

"Bagaimana jika yang estafet adalah 6 orang yang terlambat tadi? Bukankah akan semakin seru menyiksa mereka, Sunny?" Sunny tersenyum jahat kembali. Kesempatan untuk menyiksa adik kelas tak akan datang dua kali! Jadi mana boleh disia-siakan?

"Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Lee Hyuk Jae, Lee Donghae, Kim Jong Woon, Kim Ryeowook, kalianlah yang akan bertanding di dalam lomba estafet nantinya!" Sunny dan Jungmo tertawa puas. Sedangkan yang disebut? Mereka berlima –kecuali Eunhyuk– frustasi.

"Ya ampun!" erang seluruh penghuni rumah Donghae (kecuali Eunhyuk). Mereka sudah lelah. Tapi yang ada malah mereka disiksa terus-terusan oleh Sunny dan Jungmo.

"Hore!" dan disaat yang bersamaan, Eunhyuk memekik senang karena ia akan mengikuti lomba estafet. Dia kan memiliki tubuh yang lentur, jadi dia menyukai hal yang seperti ini. Dan ialah satu-satunya kawanan Donghae yang senang akan pertandingan ini.

"Kau tak kenal lelah sama sekali ya, Hyuk?" tanya Sungmin penasaran. Ia masih ngos-ngosan akibat hukuman squat jump yang menjengkelkan.

"Aku kan menyukai ini, nanti aku bisa sekalian memamerkan keahlian dance ku, hehehe," Sungmin tak habis pikir. Ia ternyata begitu fanatik dengan dance? Huh.

"Kita diberi waktu sekitar 20 menit untuk berdiskusi tentang yel-yel kita! Ada yang punya usul?" hening. Seluruh kelas hening, tak ada yang mengangkat tangan sama sekali.

"Ayolah, ini tentang nyanyian kelas kita."

"Nyanyian? Aku ada usul!" Yesung mengangkat tangannya dan maju ke depan setelah dipersilahkan Sunny dan Jungmo. Ia yang malu terang-terangan mengungkapkan usulnya memilih untuk berbisik di telinga kedua sunbaenya saja.

"Bagus juga idemu itu! Hahahaha...," tunggu, tawa Sunny dan Jungmo agak tak wajar. Hei, sebenarnya apa yel-yel yang diusulkan oleh Yesung?

.

"Lomba estafet dimulai 5 menit lagi, diharapkan murid yang mengikutinya segera berkumpul di lapangan. Diulangi sekali lagi, lomba estafet akan dimulai 5 menit lagi, diharapkan murid yang mengikuti segera berkumpul di lapangan," suara dari mic yang dipegang oleh ketua OSIS itu menggema ke seluruh penjuru sekolah, termasuk di kelas 1-A.

"Kalian berenam, cepatlah berkumpul di sana!" mereka berenam mengiyakan perintah Jungmo setelah dirasa pemanasan mereka sudah cukup.

"Donghae-ssi, kupijat ya?" Sunny memijat pelan dan lembut pundak Donghae, menjadikan Donghae sedikit nyaman dan mulai betah dipijati. Apalagi senyum Sunny tadi tak mencurigakan, jadi ia iyakan saja. Dan ternyata pijatan pelan itu mulai berubah, dari yang pelan menjadi sangat kencang.

"AW! SAKIT! SAKIT!" Donghae langsung terjungkang kebelakang, menepuk-nepuk pundaknya sendiri yang barusan dipijat Sunny dengan begitu kencang sehingga membuat pegalnya semakin bertambah. Sunny sendiri terkikik melihat penderitaan hoobaenya. Sedangkan Sungmin menatap horror Sunny dan Jungmo.

"Ada apa, Sungmin-ssi? Apa kau ingin dipijat juga?" Sungmin spontan langsung menggeleng cepat mendengar pertanyaan menyeramkan Jungmo. Hei, ia masih sangat menyayangi nyawanya! Ia tak mau berakhir dengan kepegalan yang terlalu menyakitkan seperti Donghae.

"Baiklah, begini tata urutannya. Kyuhyun menempati posisi pertama, Ryeowook kedua, Yesung ketiga, Eunhyuk keempat, Donghae kelima, dan Sungmin keenam. Mengerti? Sekarang cepat ambil posisi masing-masing!" seluruhnya langsung berlari ke tempat mereka masing-masing. Dengan cepat dan cekatan.

"Bersedia?" Kyuhyun langsung mengambil posisi 'bersedia'. Ia tahu ia harus cepat.

"Siap?" Kyuhyun semakin menundukkan start jongkoknya. Tatapan matanya semakin tajam, ia harus lari secepat elang!

"Mulai!" dan di saat itu jugalah, lelaki tampan bermarga Cho melesat dengan cepat. Ia melewati peserta lain dengan mudah, dan ia langsung memberikan estafetnya pada Ryeowook.

"Aku harus cepat!" Ryeowook mempercepat langkahnya. Ia harus bisa bekerja sama dengan baik! Ia tahu kelas bergantung pada mereka berenam, jadi ia harus mengantarkannya dengan baik pada Yesung. Lagipula, yang menerimanya kan Yesung, jadi ia harus cepat agar bisa secepatnya berpegangan tangan dengan Yesung, kan ada kesempatan tuh, hehehe. Tapi sayang karena lamunannya ia malah tertinggal dengan dua orang siswa yang melesat di depannya meski tak jauh.

"Yesungie!" tap. Bukannya Ryeowook yang duluan memegang tangan Yesung, malah Yesung yang memegang tangan gadis mungil tersebut, dan keduanya sama-sama merona, ya ampun jika saling suka kenapa tidak pacaran saja?! Malah harus mengambil kesempatan dalam kesempitan!

"Aku tak boleh terlihat jelek di depan Ryeowook! Aku harus berhasil mengejar mereka!" dan ternyata b ukannya berhasil mengejar, Yesung malah terkejar satu orang siswa lagi, ahh, pertanda jelek!

"Hyukkie!" hup. Akhirnya estafet di pegang oleh Eunhyuk, si juara badan lentur dan lari cepat. Ia benar-benar tak salah akan kemampuan dance dan kelenturan tubuhnya. Lihat saja, ketiga murid yang ada di depannya langsung tertinggal jauh karena ia berhasil mendahului mereka! Yaampun, ia lebih cepat daripada seekor kelinci!

"Hae!" peluang menang 1-A sangatlah besar, lawan tertinggal begitu jauh di belakang mereka dan mereka akhirnya bisa langsung mendapat piala itu. Tetapi sepertinya dewi fortuna berkata lain, Donghae malah berlari dengan begitu… Pelan.

"Sakit! Aish… Pundakku sakit!" saking pelannya, Donghae malah terkejar seorang siswi. Ah, ini sebenarnya karena kesakitan yang tadi di dapatkannya karena Sunny. Jika ia kalah salahkan saja Sunny!

"Akhirnya selesai juga, Lee Donghae…," Sungmin meraih tongkat estafetnya. Gawat, gadis perempuan di belakangnya hampir mengejar langkahnya. Tidak boleh, tidak boleh! Tapi tenaganya tak besar, ia takut ia akan kalah. Jangan bilang ia memang akan kalah.

"Lari adalah hidupku!" entah mengapa perkataan Eunhyuk terngiang di benaknya.

"Aku harus mengejar mereka! Harus!" dan sekarang perkataan Yesung yang mengelilingi pikirannya.

"Kau adalah harapan terakhir, Sungmin-ssi," terakhir, perkataan Kyuhyun. Eh? Kyuhyun? Ya, tadi Kyuhyun sempat berbisik begitu dengannya.

"Benar… Aku adalah harapan terakhir mereka! Teman-temanku mengharapkanku! Aku tak ma mengecewakan mereka, orang yang kusayangi. Eunhyuk, Ryeowook, Yesung, Donghae, Kyuhyun…," Sungmin memejamkan matanya sejenak dan menarik nafasnya dalam-dalam. Ia tahu, perannya sangat dibutuhkan! Ia akan menjadi Shining Starnya mereka. Dan ia tak mau mengecewakan teman-temannya begitu saja.

Ia harus berjuang, pantang menyerah, tak pernah peduli perkataan orang lain yang tak mengharapkannya menang. Yang penting adalah perkataan teman-temannya. Ya, karena dia adalah Lee Sungmin!

Perjuangan yang didasarkan oleh persahabatan tulus seperti mereka akan menghasilkan buahnya. Tenang saja, keajaiban akan datang kepadamu, yang setia kawan seperti dirinya, Lee Sungmin.

"Dan pemenangnya adalah… Kelas 1-A!"

"Minnie, kita menang!" Eunhyuk langsung menerjang tubuh Sungmin dan memeluknya erat. Ryeowook pun tak segan-segan ikut memeluk Sungmin saking bangganya mereka.

"Aku… Menang?" Sungmin masih tak percaya. Hah? Ia tadi hampir saja tertinggal oleh seorang lagi, tapi ternyata ia menang?

"Iya, kau menang, kita menang, itu karena persahabatan kita," Eunhyuk yang masih memeluk Sungmin tersenyum, begitu pula dengan kedua sahabat manisnya, Sungmin dan Ryeowook. Ah~ Jika dilihat-lihat mereka mirip sahabat yang sudah berteman selama bertahun-tahun bukan? Tapi faktanya mereka baru berteman tak lama, belum seminggu.

"Aku juga menyayangi kalian, sangat," gumam Ryeowook namun masih dapat didengar Eunhyuk dan Sungmin.

Baiklah, kita biarkan mereka saling berbagi kasih sayang antar sahabat dulu, ya?

.

"Dikelas 1-A, oh indahnya… Di kelas 1-A buat ku melayang…," sekarang sedang diadakan lomba yel-yel, seluruh kelas 1-A lah yang sekarang harus tampil. Dan kalian tahu sebenarnya yel-yel mereka merupakan hasil aransemen dari lagu apa? Dari lagu "Cinta Satu Malam" -_- Jadi ternyata ini lagu yang di usulkan oleh Yesung? Apalagi mereka harus sekalian menggoyangkan tubuh mereka mengiuti irama yel-yel.

"G doubl B, good job~ Good job~ Good job~ Good job~," dan sekarang mereka semua mengacungkan kedua jempol mereka dan menggerakkannya ke kanan dan ke kiri. Mungkin konyol, namun ini benar-benar asik bagi mereka!

"Berapa penilaian untuk kelas 1-A?" deg. Seluruh isi kelas 1-A berdebar-debar.

"7! Wah mereka menempati posisi tertinggi untuk hari ini. Baiklah, kita lanjutkan lomba ini besok! Silahkan kalian pulang!" Kelas 1-A bersorak senang. Ternyata yel-yel mereka yang malah membuat mereka terkesan lucu dapat membawa kemenangan untuk yang kedua kalinya.

"Kalian berenam, jangan pulang dulu. Ini hadiahnya untuk kalian, akan dilaksanakan besok siang, oke?" Sunny dan Jungmo saling berpandangan jahil. Mereka menyerahkan sebuah kertas kepada Sungmin yang mewakili mereka berenam. Sungmin membukanya, diikuti kelima teman-teman lainnya yang melihat kertas itu dari belakang. Dan apa hadiah mereka?

"Ini sih bukan hadiah… Tapi SIKSAAN!"

To Be Contineud...


Hai hai hai! Ada yang kangen FF ini? :D

Wah, makasih dukungan kalian buat UAS saya.

Dan saya usahain update cepet

Maaf mungkin chapter depan agak lama publishnya? Soalnya pas libur nanti saya ada di rumah nenek saya, sedangkan disana nggak ada komputer, sinyal, dan wi-fi -_-

So, wanna gimme some review? ^^