LOVE
.
KyuMin Is Real
.
.
Always believe them and stay beside them
.
.
GS
.
Mian for typo
.
.
Chapter 4
.
.
"Oppa... " lirih sungmin. Ia sudah mulai membuka matanya semenit yang lalu. Ia sedikit bingung dengan keadaan disekitarnya. Ia yakin ini bukan i
kamarnya. Tapi kenapa ia merasa tubuhnya sangat lemas. Siwon adalah orang pertama yang selalu dicarinya. Diedarkan matanya perlahan mengelilingi ruangan yang cukup besar itu. Hingga matanya menemukan sosok yang sangat disayanginya sedang tertidur diatas sebuah kursi dengan kepalanya yang tertunduk kebawah.
Sungmin tersenyum geli melihat kakaknya yang tertidur dengan posisi yang lucu menurutnya. Astaga, dasar yeodongsaeng nakal. Ia tidak tahu betapa sang kakak mengkhawatirkannya.
Diusapnya kepala sang kakak lemah. " oppaaaa" lirihnya lagi. Sedetik kemudian, terlihat pergerakan samar dari sang kakak. Dan benar. Siwon mulai mendongakkan wajahnya sambil mengucek matanya.
" oppa?! Akh... " sungmin yang terpekik karena terkejut melihat wajah sang kakak penuh luka lebam. Membuatnya memekik hingga membuat perutnya sedikit kesakitan karena gerakan tiba-tiba yang dilakukannya.
" astaga! Ming? Chagi.. Terima kasih Tuhan. Akhirnya kau sadar " rasa kantuk dan lelah yang dirasakan siwon menghilang seketika. Dikecupnya berkali-kali punggung tangan sungmin.
Siwon segera beranjak dari kursinya dan membelai rambut yang sedikit menutupi dahi sungmin.
" apa yang kau inginkan chagi? Mana yang masih terasa sakit? Oh, apakah kepalamu sakit sayang? Apa kau haus? Apa kau lapar? Apa yang ingin kau makan? Katakan sesuatu padaku chagi. Jangan membuat oppa khawatir " berondong siwon. Dari wajahnya, terlihat siwon sangat mengkhawatirkan adiknya.
Sungmin terkikik geli, "bagaimana bisa aku menjawabnya. Jika oppa terus saja bicara dan tidak membiarkanku menjawab" jawab sungmin lemah. Tanpa sadar ia mempoutkan bibirnya lucu.
" aigoooo neomu kyeopta " gemas siwon.
" oppaaa, aku lapar. Aku ingin makan bulgogi " rengek sungmin.
" siap! Tapi, oppa akan memanggilkan dokter untuk memeriksamu dulu. Tunggu oppa chagi " setelahnya siwon segera beranjak meninggalkan sungmin untuk memanggil dokter yang merawat sungmin.
Tak berselang lama. Dokterpun muncul bersama siwon.
" annyeong sungmin ssi "
" annyeong dokter ssi " jawab sungmin yang sukses membuat dokter maupun siwon tersenyum geli.
" panggil saja dr. Tan "
" apa aku sudah boleh pulang dr. Tan?" tanya sungmin bersemangat walau keadaannya masih sedikit lemah.
" tentu. Jika kau sudah sembuh nona cantik "
Blush
Wajah sungmin seketika memerah mendengarnya. 'Ah dokter tan yang tampan memanggilku cantik?!' pekik sungmin dalam hati hingga sebuah tangan besar melap wajahku gemas.
" berhentilah tersenyum menjijikkan seperti itu " gerutu siwon.
" ish! Oppa mengganggu! Cepatlah pergi dan belilah bulgogi untukku "
" eh! Bulgogi? Untuk anda? Aduh. Maafkan saya. Tapi untuk sementara jangan makan bulgogi dulu. Rumah sakit sudah menyiapkan bubur yang cukup sedap untuk anda makan sungmin ssi "
" apa? Aku tidak boleh makan bulgogi?"
" hanya untuk sampai anda sembuh benar" jelas dr. Tan sabar.
Sungmin hendak menyerukan protes saat sebuah suara mengeinterupsinya.
" sungmin sayaaaang. Akhirnya kau bangun sayang " pekik nyonya choi senang. Dengan segera nyonya choi memeluk sungmin erat.
" oemma mohon jangan membuat oemma khawatir lagi sayang " ucap nyonya choi semakin mengeratkan pelukannya.
" ugh.. Ugh. "
" oemma! Jangan memeluknya terlalu erat. Sungmin tidak bisa bernafas " ucap siwon.
" oh astaga. Maafkan oemma sayang. Bagaimana dokter tan? Apa sungmin baik-baik saja. Aku mendengar tentang bulgogi tadi "
" dia susah lebih baik nyonya. Hanya saja ia belum diperbolehkan untuk mengkonsumsi bulgogi "
" ah putri appa yang cantik ingin bulgogi eoh? Jika kau sudah sembuh. appa janji akan mengadakan pesta bulgogi untukmu " ucap tuan choi sambil mencubit pipi gembil sungmin.
" tapi aku inginnya sekarang appa "
" sabar chagi " ucap nyonya choi.
" oppaaaaaa " rengek sungmin. Ia selalu seperti ini. Jika kedua orang tuanya tidak ingin menuruti kemauannya. Maka hanya oppanyalah yang selalu berpihak padanya.
Tapi kali ini siwon hanya memberikan senyum tampannya pada sungmin. " baiklah. saya permisi " ucap dr. Tan sambil pergi meninggalkan keluarga harmonis itu.
.
.
.
Dua hari kemudian.
Tampak siwon menggandeng tangan sungmin erat di koridor sekolah. Yah. Sungmin baru saja sembuh dan memaksa untuk tetap bersekolah.
" istirahat nanti oppa akan kesini. Cha! Belajarlah yang baik chagi " ucap siwon sambil mencium kening sungmin.
" tidak perlu. aku sudah punya teman oppa "
" benarkah? Syukurlah. Sampai jumpa chagi " ucap siwon sambil pergi meninggalkan sungmin.
Sungminpun segera memasuki kelas. Matanya menemukan sosok teman barunya. " oh eunhyukkiie!" sapa sungmin bersemangat. Membuat eunhyuk yang asyik melamun terkejut.
" oh! Kau sudah sembuh sungmin-ah?"
" tentu. Emh.. Bagaimana jika nanti kau kutraktir di kantin"
" wow! Kau tahu jika aku sangat mencintai segala hal yang gratis"
" hahahahahaha"
.
.
.
Sungmin melongokkan kepalanya kekanan dan kekiri. Ia sedang mencari sosok yang dikasihnya. Hingga ia menemukan sosok itu yang sedang tersenyum ke arahnya.
" mencariku dear " sapa kyuhyun lembut.
" ah.. Emh.. Apa aku mengganggumu? ... Aku... Aku merindukanmu " ucap sungmin dengan tersipu.
" hahahaha tentu. Aku juga merindukanmu dear. Bagaimana keadaanmu? Kudengar kau sakit"
" humh.. Kenapa kau tidak menjengukku? Kau tahu. Aku menunggumu " ucap sungmin sambil mempoutkan bibirnya.
Kyuhyun menyeringai sejenak, " kau tahu. Oppamu pasti menghalangiku dear "
" ah iya. Tentu saja. Tidak apa-apa. Aku mengerti "
Disaat mereka sedang asyik mengobrol berdua. Mereka tidak menyadari sepasang mata gelap melihatnya dengan murka.
" apa yang kau lakukan dengannya choi sungmin?!" bentak siwon marah. Yah. Orang itu adalah siwon. Ia yang langsung berlari ke kelas adiknya tapi tak mendapati sosok adiknya dikelas membuatnya kalut hingga dengan tergesa mencari sosok kyuhyun. Tapi alangkah terkejutnya saat yang ia lihat adalah sungmin sedang tertawa bahagia dengan orang yang sudah mencelakainya.
Ditariknya kasar pergelangan sungmin agar menjauh dari kyuhyun. " aku sudah katakan padamu untuk menjauhi sungmin! Dia tidak ada kaitannya dengan dendammu kyuhyun ssi!"
" cih.. Akhir-akhir ini kau terlihat sangat emosional siwon ssi "
Brugh
Secepat kilat siwon melayangkan tinjunya kearah kyuhyun hingga membuat sungmin terpekik kaget.
" oppa! Apa yang kau lakukan?! Kau menyakitinya!" pekik sungmin. Ia segera menghampiri kyuhyun yang jatuh terjerembab di tanah.
" menjauh dari iblis itu sungmin-ah!" ditariknya kasar tangan sungmin agar menjauh dari kyuhyun.
" apa yang oppa lakukan?!"
" seharusnya aku yang harus bertanya! Apa yang baru saja kau lakukan hah?!"
" dia kekasihku oppa!" bentak sungmin tanpa sadar.
Jawaban itu sontak membuat siwon membelalakkan matanya terkejut. Dari bawah terlihat kyuhyun menyeringai sinis.
" apa? ... Kekasihmu?"
" yah! Dia memang kekasihku! Jangan menyakitinya oppa "
" brengsek! " ditariknya kuat tangan sungmin dan menyeretnya pergi meninggalkan kyuhyun yang menyeringai puas.
.
.
.
" oppa! Lepaskan aku! ... Agh.. Lepaskan! Ini menyakitiku oppa!"
Brugh
Siwon menghempaskan tubuh sungmin dibadan mobilnya.
" apa yang kau pikirkan hingga menerimanya menjadi kekasihmu?!"
" aku mencintainya oppa "
" apa yang kau tahu tentang cinta ming?!"
" jangan menganggapku anak kecil!"
" terserah apa katamu. aku malas berdebat denganmu. Kau tahu itu. aku tidak ingin melihatmu bersamanya lagi! Masuk! Kita pulang sekarang!"
" kau tidak bisa memaksaku! Aku tidak ingin pulang bersamamu oppa! " jerit sungmin sambil pergi meninggalkan kakaknya yang berteriak frustasi.
.
.
Sungmin menangis tergugu dipelukan eunhyuk.
" sudah. Aku yakin oppamu pasti sangat menyayangimu sungmin-ah. Dia hanya takut kau tersakiti "
" tapi bukan seperti ini hyukkie"
" sudah. Ayo. Aku antar pulang "
" tidak perlu. Aku ingin berjalan-jalan sebentar sebelum pulang. Aku ingin membuat oppaku khawatir "
" kkkk dasar anak nakal. Baiklah. Aku pulang dulu minnie-ah " pamit eunhyuk sambil melambaikan tangannya sedikit heboh. Membuat sungmin terkikik geli.
Setelah dilihatnya mobil eunhyuk sudah tidak terlihat. Ia mulai melangkahkan kakinya menuju trotoar yang sedikit lenggang. Karena hari sudah siang. Terik matahari yang menyengat membuat banyak orang memilih beraktifitas didalam ruangan. Ia terus melangkahkan kakinya hingga ia berhenti disebuah tikungan penyebrangan. Matanya menatap lampu masih menyala merah untuk pejalan kaki. Membuatnya sedikit menunggu. Tanpa tahu bahaya yang akan segera ia hadapi.
Ting
Warna lampu sudah berwarna hijau. Iapun hendak melangkahkan kakinya hendak menyebrang sebelum seseorang berteriak "AWAS!" dan menarik tubuhnya kebelakang hingga terguling
BRUUUUMM
terlihat sosok kyuhyun yang mengumpat kesal tak jauh dari kejadian itu " brengsek! Lee donghae! Untuk apa ia menyelamatkan sungmin! Argh! Sedikit lagi aku membuatnya celaka! Brengsek!" umpat kyuhyun marah. Setelahnya ia segera menjalankan mobilnya menjauh dari tempat kejadian itu dengan wajah memerah karena menahan amarah. Sepanjang perjalanan ia mengumpat pada sahabatnya sendiri yang tanpa sengaja menghalanginya membuat sungmin celaka.
.
.
" apa kau baik - baik saja ? " tanya donghae.
" ugh.. Iya. Aku baik-baik saja. Hanya sedikit lecet " jawab sungmin setelah memeriksa siku dan lututnya.
Donghae tersenyum lembut melihatnya. " kau harus berhati-hati kalau menyebrang. Cha! Lebih baik kau ku antar pulang" ajak donghae.
Cukup lama sungmin terdiam. Hingga ia merasakan tubuhnya ditarik agar berdiri dari acara duduknya.
" sudah. Tidak apa-apa. aku jadi khawatir. Melihatmu yang sangat ceroboh" ucap donghae tulus. Hal itu membuat sungmin tersenyum dan mengikuti donghae menuju mobilnya.
.
.
.
.
Dirumah. Suasana sedikit canggung. Apalagi siwon yang ia tahu donghae adalah sahabat kyuhyun terlihat mengantar sungmin pulang.
" ada apa kau mengantar adikku?" sinis siwon.
" oppa! Berhentilah bersikap seperti ini!"
" apa maksudmu seperti ini?! Aku hanya ingin menjagamu dari gerombolan iblis!" ucap siwon keras.
'Eh?! Iblis? Apa yang dimaksud aku?' batin donghae bingung.
" ish! Maafkan oppaku emh... Sunbaenim "
" panggil saja aku donghae oppa "
" ah iya. Terima kasih banyak. Karena donghae oppa datang disaat yang tepat " ucap sungmin sambil membungkukkan tubuhnya. Menghiraukan dengusan kakaknya.
" ah iya. Jaga dirimu. Baiklah aku permisi. Sampai jumpa siwon ssi " pamit donghae sopan. Entah kenapa hatinya merasakan sesuatu saat melihat sungmin. Tapi ia yakin. Itu bukan cinta.
.
Sepeninggal donghae, sungmin segera menuju kamarnya tanpa memperdulikan kakaknya.
" sungmin-ah! Kita harus bicara! Choi sungmin!" panggil siwon. Iapun segera mengikuti langkah sungmin dan ikut memasuki kamar sungmin.
" keluarlah oppa. aku lelah"
" kau berubah" lirih siwon. Hatinya sakit mendapati adik tercintanya yang selalu bermanja-manja padanya bersikap seperti ini.
" oppa. Seharusnya oppa mengerti. Aku juga ingin merasakan cinta"
" yah. Aku tahu. Tapi itu bukan berarti kau harus mencintainya "
" aku tahu. Ada kesalahpahaman di antara kalian berdua. Kyuhyun oppa sudah menjelaskannya. Tapi aku... "
" kesalahpahaman? Astaga sungmin sayang. Ia berbohong. Bahkan hingga sekarang oppa tidak tahu apa yang membuatnya sangat membenci oppa!"
" apa?"
" seharusnya kau mengerti bagaimana perasaanku sekarang. Melihatmu tertidur di ranjang rumah sakit membuatku merasa sesak. Bagaimanapun itu salahku. Aku membiarkanmu pergi. Menemukanmu dengan tubuh pucat dan bibir sedikit membiru. Kau tahu? Rasanya aku ingin bunuh diri jika terjadi sesuatu denganmu. Dan perlu kau tahu. Kyuhyunlah dalang penjebakanmu di toilet! " ucap siwon datar sambil berlalu pergi meninggalkan sungmin yang menutup mulutnya karena terkejut.
Ia tidak pernah melihat sorot mata penuh luka itu dimata sang kakak. Ia merasa bersalah karena sudah bersikap keterlalun. 'Tapi, benarkah? Benarkah kyuhyun dalang dari penjebakan itu?' batin sungmin bingung.
.
.
.
Keesokan harinya. Suasana canggung tercipta dimeja makan. Membuat nyonya choi mengernyit bingung. " ada apa dengan kalian berdua?"
" aku sudah selesai. Appa. Oemma. Aku berangkat dulu " pamit siwon tanpa menjawab pertanyaan sang oemma. Ia segera beranjak dari duduknya dan melenggang pergi. Menghiraukan tatapan terluka sungmin.
" apa kalian bertengkar?" tanya tuan choi setelah melihat putra sulungnya pergi.
" emh.. Tidak. Hanya... Oppa hanya ada sedikit masalah. Baiklah appa. Aku juga berangkat. Oemma, appa sampai nanti " pamit sungmin cepat. Ia segera berlari mengejar kakaknya yang sudah berangkat mendahuluinya.
" oppaaaa... Tungguuuu... Oppaaaa " jerit sungmin. Kaki mungilnya berlari sekuat yang ia bisa.
" berangkatlah sendiri " jawab siwon sambil memasuki sebuah taksi yang berada didepannya. Ia segera menutup pintu taksi dan memerintah sopir taksi untuk segera melajukan mobilnya tanpa mempedulikan sungmin yang mulai terisak pelan.
.
.
.
.
Disekolah
" haiiiii " pekik donghae ceria menyapa dua sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan zhoumi dan kyuhyun.
" ah aku lapar. Ayo. Temani aku ke kantin " ajak donghae. Sejujurnya ia agak sangsi. Karena ia merasa kyuhyun melihatnya sinis.
" emh.. Baiklah " jawab zhoumi menyanggupi permintaan donghae. Ia segera beranjak dari duduknya dan menghampiri donghae yang sudah berdiri didepan pintu.
" kyu? Cepatlah " rengek donghae.
Kyuhyun menatapnya tajam. Setelah itu ia beranjak dari sofa nyamannya. Berjalan dengan angkuh menghampiri donghae yang terpaku. " aku harap, kau tidak lagi ikut campur dalam permasalahan orang lain " bisik kyuhyun sinis. Setelahnya ia segera meninggalkan zhoumi dan donghae yang mengernyit bingung.
.
.
.
.
Sungmin tertunduk lesu sepanjang pelajaran. Hingga membuat eunhyuk sedikit mengkhawatirkannya.
" ada apa ming? Apa terjadi sesuatu yang buruk?" tanya eunhyuk.
" hemh... Aku bertengkar dengan oppaku "
"Oh ada apa?"
" aku yang salah. Huuuft.. Aku ingin mencari oppaku hyukkie " pamit sungmin.
.
.
Sungmin berjalan lesu sambil menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri untuk mencari sosok sang kakak. Ia hampir putus asa hingga ia mendengar sebuah percakapan,
" apa kau membuat kesalahan hae?"
" seingatku kemarin hubungan kami masih baik-baik saja zhou "
" aku yakin dia tidak sarapan tadi. Aku jadi mengkhawatirkannya "
" huuft entahlah. Kajja kita ke kantin "
Sepeninggal dua orang itu, sungmin segera memutar langkahnya menuju kelasnya untuk mengambil cheese cake yang ia beli tadi pagi sebelum sampai disekolah. Rencananya cheese cake itu ia beli untuk siwon. Tapi ia merasa jika kyuhyun lebih membutuhkan cheese cake itu dibanding kakaknya.
Dilangkahkan kakinya menuju taman itu. Taman yang selalu sepi. Taman yang selalu hanya kyuhyun yang berada disana.
Saat matanya menangkap sosok yang ia cari. Dengan perlahan ia mendekatinya " hai " sapa sungmin sedikit kaku.
Kyuhyun menoleh ke arah sungmin dan tersenyum. Walau hatinya masih terasa panas menahan amarahnya sedari tadi.
Sungmin menduduki tempat tepat disebelah kyuhyun. Awalnya ia sedikit ragu. Tapi ia memberanikan dirinya.
" emh. Aku dengar kau belum sarapan. Tapi kenapa kau ada disini?" tanya sungmin lembut.
Kyuhyun menyunggingkan senyum miringnya tanpa melihat ke arah sungmin. " darimana kau tahu "
" emh... Aku tadi tidak sengaja mendengar donghae oppa dan zhoumi sunbae yang mengkhawatirkanmu "
" lalu?"
" cha! Makanlah " ucap sungmin sambil menyodorkan sepotong cheese cake yang cukup besar ke hadapan kyuhyun.
" hemh... Sayangnya aku sedang tidak lapar " jawab kyuhyun. Sejujurnya saat ini ia hanya memaksa untuk tersenyum didepan sungmin.
Tanpa ia tahu, sungmin membuka bungkus cheese cake dan mencuil sepotong kecil dan menyodorkannya didepan mulut kyuhyun.
" makanlah. Akan aku suapi. Kau tahu. Kau harus sarapan. Karena kau membutuhkan banyak energi untuk beraktifitas. " ucap sungmin lembut. Pandangan matanya yang entah kenapa menembus ke dalam mata kelam kyuhyun. Yang selama ini selalu tertutupi dengan kegelapan dan dendam. Dan tanpa sadar, kyuhyun membuka mulutnya dan menerima suapan lembut dari sungmin.
Cheese cake. Membuat kyuhyun sedikit memutar memorinya kebelakang.
Flashback
"Waah apa ini oemma, noona?"
" ini namanya cheese cake sayang " jawab nyonya cho.
" " bukankah kyunnie suka keju. Kue ini khusus noona dan oemma buat untuk kyunnie " ucap sang noona sambil memotong kuenya menjadi lebih kecil. " cha, buka mulutmu " pinta sang noona sambil menyodorkan sepotong kecil cheese cake didepan mulut kyuhyun. Tentu saja hal itu membuat kyuhyun membuka mulutnya dan melahap potongan kue itu.
" aigooo. Makannya pelan-pelan saja sayang.. " ucap sang noona sambil membersihkan sisa-sisa kue yang menempel pada sisi mulut kyuhyun.
" hehehehe noona yang terbaik " ucap kyuhyun senang.
" ish.. Kenapa hanya noona. Bagaimana dengan oemma?" rajuk nyonya cho.
Dengan senyum semakin lebar kyuhyun turun dari kursinya dan memeluk tubuh sang oemma. " tentu saja. Oemmaku juga yang terbaik " jawab kyuhyun riang..
" ehem. Jadi hanya oemma dan noona saja?" tanya seseorang dengan suara bass yang terdengar penuh wibawa. Membuat tiga orang itu menolehkan wajahnya kearah pintu masuk dimana suara itu berasal.
" appa?! " dengan bahagia kyuhyun melepas pelukannya dan berlari menuju sang appa. Dengan cekatan, tuan cho menganggat tubuh kyuhyun dan menggendongnya.
" ogh? Jagoan appa sudah sangat besar dan berat "
" hahahahahahahaha "
Flashback end
.
" oppa, kau baik-baik saja?" tanya sungmin ragu. Ia melihat sekilas mata kekasihnya yang biasanya terlihat tegas dan kuat, berkaca-kaca. Menunjukkan sebuah kerapuhan didalamnya.
" ehm.. Aku baik-baik saja " jawab kyuhyun. Sebisa mungkin ia menyembunyikan perasaan sedihnya dihadapan sungmin.
Tak lama kemudian terdengar bel sekolah tanda dimulainya pelajaran berbunyi.
" bel sudah berbunyi. Apa kau tidak ingin masuk kelas?" tanya kyuhyun.
" dan meninggalkanmu kelaparan? ... Tidak "
" hahahahahaha apa yang ada dipikiranmu? Mana mungkin seorang cho kyuhyun kelaparan " tawa kyuhyun lepas. Seandainya ia sadar. Jika ini adalah pertama kalinya seorang cho kyuhyun tertawa lepas. Yah... Tertawa. Walau tawa itu tak berlangsung lama.
" aku tahu. Seorang cho kyuhyun tidak akan kelaparan. Tapi aku yakin oppa tidak akan makan jika aku pergi. Cha! Buka lagi mulutmu oppa " pinta sungmin lagi.
Kyuhyun tersenyum mendengarnya. Iapun menurut dan menerima suapan sungmin.
" Mulai besok aku akan membawakan bekal untukmu oppa. Apa ada yang ingin oppa inginkan besok?" tanya sungmin tanpa menghentikan aktifitasnya menyuapi kyuhyun.
Kyuhyun sekali lagi menampilkan senyum miringnya. " hemh... Aku ingin bibimbap tanpa sayur. Aku membencinya" jawab kyuhyun.
" baiklah. Aku akan membawakannya besok "
" ... Apa kau akan memasakkannya untukku?"
" hehehehehe apa oppa ingin aku yang memasaknya?" tanya sungmin ragu dan tanpa sadar memasang wajah polosnya didepan kyuhyun.
" hahahahaha bukankah kau yang menawariku tadi " sekali lagi tawa kyuhyun meledak.
" emh... Begini... Aku... Emh.. Sebenarnya aku belum pernah memasak oppa " cicit sungmin sambil menundukkan kepalanya. Ia merutuki kebodohannya untuk menawari kyuhyun bekal. Astaga?! Kenapa ia bisa lupa jika ia tidak bisa memasak. Batin sungmin kesal.
" hahahahaha kau berhasil mengembalikan moodku. Hemh.. Tentu saja. Aku ingin kau yang memasaknya. Nah. Sekarang kembalilah kekelasmu. Dan cake ini.. Hup " dengan cepat kyuhyun meraih cheese cake yang masih tersisa sedikit dan melahapnya dalam sekali suap. Tanpa sadar ia tersenyum lembut yang berasal dari hatinya pada sungmin.
.
.
.
Tebece
Hahhahaha bagaimana? Dapet feelnya gak untuk chap kali ini. Ada yang tanya masih kurang kyumin momentnya.. Maaaf ya... Kan masih ehem. Dendam gt. Jd y kyumin momen masih sedikit. Aduuuuh senengnya. Ff kali ini yg review tambah banyak. Ini masih chap 3 tp review da lbh dari the true love. Makasih bgt ya.
.
Balasan review :
.
Cho MeiHwa ho'oh. Bener yg jm blg. Cm d chap ini mank blm q tunjukin dendam yg seperti apa. Liat alurnya aja ya. Yar dpt feelnya. Aaah makasih ya da review.
dewi. iya.. Gpp. Sesempetnya aja. Emh... Iyaps... Nti tnggu aja crita flashbacknya. Hahaaha daddy pzt jth cnt dunk ntinya.. Kn kyumin is real. Mo d dunia nyata mo d ff y pzt bersama. Amien.
Ini lanjut. Moga masih greget ya ^^.
1Heldamagnae ho oh. Kenapa ribet ya urusannya. *mikir
PaboGirl untuk chap ini mzh blm kejawab. Cz alurnya lum smp situ. Maaf ya :'-( takutnya klo d paksa flashback skrg tu kesannya alurnya kecepetan. Mianhae
5HeeKyuMin91 hemmh.. Sapa ya ? (Sok rahasia nih ceritanya). Iya.. Namanya juga setan. Pzt bnyk masalah. *digeplak. Iya kah? Haaahaha disini maksudku ming g prnh pcrn. Sllu berkutat ma oppanya. Makanya lgsg mau aja. Oh ya.. Maaf ya krg pnjg kyumin momentnya. Cz kyu kn lum cnt ma ming. Eh, makasih ya review lgsg tiga. ^^
Choi Ryeo Hyun iyaaaa ^^. Kelamaan gaj updatenya?
Guest horeeee. Mkzh y da d blg seru. Iyapz.. Kyu mzh nakal d chap ini. Cz mzh dendam ma siwon.
abilhikmah pzt nyesel daddy.
nanayukeroo kesel? Tabokin deh sono.
orange girls huaaaaaaa prok. prok. prok. prok.. Daebak. Krg lbh se hmpr sma. Wlw g sma bgt. Cz smp skrg q kn lum mnculin noonanya kyu. Iya. Biar nti daddy nyesel.
Alfiani Vinc iya kejem. Iya pasti. Dy kn kakak yg baik.
RinatyaJoYunjae Shipper disini gpp kok. Mo ngmng apa aja gpp. Free.. Bebas.. Gratis. Nah kn. Krg apa cb. Aseeek... Kata-katamu. Ksmpurnaan hny mlk Tuhan. Saya terhuraaaa. Pzt ada flashbacknya. Tp g skrg. Sabar ya cntik.
PumpkinEvil137 q pkir2. Km dangduters ya. Komen kbnykn pake lagu dangdut. Bhuahahahaha
.
.
Ok. Sekali lagi makasiiiiih. Ini da q baca ulang. Moga da g ada typo lagi ya. Saranghae
*bow
