Title: Its Not Like That, Darling
Pair : Yewook
Author: ChieKyu_SparKyu Follow yah readers..
Genre: Romance
Rate : T menjurus M
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan, orangtua nya dan SMEnt. Fict ini saya adaptasi dari komik milik Nagae Tomomi yang judulnya sama dengan fict ini.
Warning : Genderswitch, Gaje, abal, typho(s)
Summary: Aku bukanlah dirinya. Kumohon lihatlah diriku #Crack summary#
*****Yewook*****
"Selamat siang," sapa Wookie kepada orang yang merawat Kibum di tempat penitipan anak.
Orang tersebut tersenyum ramah. "Siang.. Mau ambil Kibum ya? Anaknya masih main disana tuh." Orang tersebut menunjuk Kibum yang sedang main dengan seorang anak perempuan.
"Dia itu bukan eomma-mu."
"Dia itu eommaku."
"Bukan! Dia itu hanya babysitter."
"Tidak! Dia eommaku."
Wookie langsung menghampiri Kibum sesaat setelah mendengar keributan itu.
"Bummie, ada apa ini?" Wookie mensejajarkan tubuhnya dengan Kibum.
"Dia jahat! Dia bilang kau bukan eommaku."
Wookie bingung harus menjawab apa. "Sudahlah, Kibummie. Mari kita pulang saja."
"Tapi kau memang eommaku kan, eomma?" tanya Kibum dengan mata sedikit berkaca-kaca.
"Hm.. Ah.. Anu.. Lebih baik kita pulang saja, Bummie." Wookie segera menggendong Bummie, beranjak pulang.
"Tapi kau eommaku kan? Yang dikatakan Taemin nggak benar kan, eomma? Jawab aku, eomma" racau Kibum dalam gendongan Wookie.
.
.
Sesampainya di rumah, Kibum langsung meloncat dari gendongan Wookie dan memasuki kamarnya. Dia merasa kesal karena sejak tadi pertanyaannya tak dijawab sama sekali oleh Wookie dan itu membuat Kibum sedikit percaya dengan perkataan temannya.
"Loh.. Bummie, kau kenapa?" tanya Yesung sedikit panik melihat Bummie berlari begitu saja masuk ke kamarnya.
Yesung beralih menatap Wookie. "Ada apa dengannya?"
Wookie menunduk. "I.. Itu semua salahku."
"Ceritakan kepadaku."
Wookie menceritakan apa yang telah terjadi kepada Yesung. Seberkas rasa bersalah menyelimuti hatinya.
"Apa kau tahu? Aku jadi merasa tak enak sendiri.. Soalnya Bummie benar-benar menganggapku sebagai ibunya.." keluh Wookie. Sementara Yesung hanya diam mendengarkan keluh kesah Wookie sembari mencari jalan keluarnya.
"Aku harus bagaimana?"
Yesung menyeringai begitu dia mendapatkan ide yang dirasanya tepat. Digapainya tangan Wookie lalu menggenggamnya. "Kalau begitu, Kenapa nggak kamu jadi eomma yang sebenarnya saja?"
Duakk!
Wookie mendorong Yesung kuat hingga Yesung kehilangan keseimbangan dan berakhir di lantai. "Menjauh dariku!" hardik Wookie.
"Kau masih punya banyak yeoja yang menunggumu, jadi jangan permainkan aku !" amuk Wookie.
"Tapi yang disukai Bummie hanya kamu."
"Jadi ini semua hanya untuk Bummie, hah? Aku nggak mau hidup dengan orang yang tak benar-benar mencintaiku."
Yesung terkekeh pelan. "Saranghae," ucapnya dengan membentuk Love Sign.
"Yaa... Jangan berbohong padaku. Yang kau sukai adalah Eunhyuk yang ada dalam diriku. Iya kan?!" teriak Wookie.
"Iya sih.." lirih Yesung.
"Ah.. Kau hanya mempermainkanku."
"Tapi, tak hanya itu saja sih.." lanjut Yesung.
"Aish.. Diam.. Diam.. Aku tak mau mendengar lagi." Wookie menggelengkan kepalanya sembari menutup kedua telinganya rapat-rapat.
"Walau begitu, kau juga tak membenciku, kan?" selidik Yesung.
"Ahh.. Bisa gila aku disini.." frustasi Wookie kemudian beranjak meninggalkan Yesung.
Langkah Wookie terhenti begitu dirasa tangannya dicekal oleh Yesung. "Ya! Lepaskan aku!" Wookie meronta.
"Eomma.." panggil Kibum lirih.
Yesung dan Wookie terkejut akan kehadiran Kibum di depan mereka yang tiba-tiba atau mereka yang terlalu asyik perang mulut hingga tak menyadari kehadiran Kibum. "Ki.. Kibum.."
"Eh.. Bummie.. Itu tadi hanya bercanda kok.." kata Wookie sambil tertawa.
Wookie melirik ke arah Yesung yang berada di belakangnya. "Lepaskan!" desisnya.
"Aku nggak akan melepaskanmu," sahut Yesung cuek.
"Huh.. menyebalkan!" Wookie mempoutkan bibirnya kesal membuat Yesung tak tahan untuk segera 'memakan'nya saat itu juga.
"Wookiehh.." bisik Yesung sedikit mendesah. Wookie bergidik dibuatnya.
"Dia.. Dia pasti berpikir kita bertengkar. Pasti dia ingin kita berbaikan kan?" Yesung perlahan menyusupkan jemari tangannya di belakang tengkuk Wookie dan menariknya perlahan untuk mendekat. "Kalau begitu.. Mari kita tunjukkan sikap saling mencintai, Wookiehh darlinghh.." lanjut Yesung sembari menjilat cuping telinga Wookie.
Wookie merasa debaran jantungnya tak terkontrol lagi. Otaknya seakan berhenti berpikir. Ia tak seharusnya menerima perlakuan Yesung seperti ini, tapi ia juga tak bisa memungkiri kalau dia merasa cukup bahagia hanya karena sentuhan Yesung. Entahlah.. Perasaan itu milik Eunhyuk atau.. miliknya sendiri.
"Yesung oppa.. Lepaskan aku.." Wookie memberontak dalam dekapan Yesung.
"Sudahlah.. Kalau kau banyak bergerak kau bisa terluka," ujar Yesung.
"Nah.. Kau lihat, kita nggak bertengkar kan, Bummie?" Yesung terkekeh pelan dengan Wookie masih dalam kungkungan lengan kokohnya.
"Heum.." Bummie menganggukkan kepalanya sambil tertawa.
"Kalau begitu kita nonton TV saja ya.." ajak Yesung.
"Bummie mau lihat doraemon, appa.." seru Bummie.
"Baiklah. Masukkan kasetnya ke DVD ya.." perintah Yesung yang langsung dituruti Bummie.
'Aku butuh ketenangan. Jantungku serasa mau copot.. Hentikan! Eunhyuk! Kumohon..' rintih Wookie dalam hati.
Yesung membimbing Wookie untuk mengikutinya duduk di sofa. Yesung masih belum melepas pelukannya di pinggang ramping Wookie. Bahkan sekarang namja ini malah menciumi bagian wajah Wookie, tetapi tidak untuk bibirnya.
"Sejak kau disini, rumah ini serasa lebih hidup." Yesung mendaratkan kecupannya di pipi Wookie. "Bukan hanya Kibum saja, Aku juga merasakannya." Yesung menyentuh dagu Wookie sehingga wajah gadis itu sedikit mendongak. "Sejak kau disini, aku merasa hatiku ceria kembali," bisik Yesung lagi sembari menggesekkan hidungnya dengan hidung Wookie.
Wookie hanya bisa diam sementara jantungnya melompat-lompat(?). Ia tak tahu harus berkata apa pada Yesung. Ia tak dapat menangkap jelas apa yang Yesung katakan. Berbagai pertanyaan muncul di benaknya. Apa maksud semua ini? Apa arti dirinya bagi Yesung? Apakah hanya sebagai pengganti Eunhyuk dan pengurus Kibum? Entahlah..
Yesung menatap manik mata Wookie lembut. "Semua ini berkat dirimu. Bagiku.. Kim Ryeowook adalah orang yang berharga." Diciumnya pucuk kepala Wookie dengan lembut.
Wookie menatap Yesung sayu. 'Yesung oppa.. Kumohon jangan berkata seperti itu. Perkataanmu membuatku melambung hingga langit ketujuh lalu kau hempaskan pada kenyataan bahwa kau hanya mencintai diri Eunhyuk yang ada dalam darahku, bukan diriku sendiri,' tangis Wookie dalam hati.
"App.. Huwa... Bummie mau cium juga.." Kibum berlari ke arah Yesung dan Wookie yang masih berpelukan mesra.
Kibum menciumi pipi Wookie dengan semangat hingga membuat Wookie sedikit terkekeh karena geli. 'Satu-satunya alasan aku bertahan disini adalah kau, Bummie,' inner Wookie.
"Ih.. Bummie nggak adil nih.. Appa kan mau cium juga.." rajuk Yesung langsung mendaratkan kecupan bertubi-tubi di wajah Yesung. Ckckck.. Pervert man!
"Hiks..." Sebuah isakan lolos dari bibir Wookie. Yesung dan Kibum terkejut dan segera menjauhkan wajah mereka dari Wookie.
"Eomma.."
"Wookie.."
'Jantungku berdebar saat dekat dengan Yesung oppa dan menurutku Kibummie juga sangat lucu, aku menyayanginya. Tapi sampai kini aku tak tahu, ini perasaanku atau perasaan Eunhyuk. Aku memang payah..' lirih Wookie dalam hati.
Wookie menghela napasnya perlahan. "Tenanglah.. Aku baik-baik saja. Maaf ya sudah membuatmu melihatku menangis," ujar Wookie.
"Aku mau cuci muka dulu." Wookie beranjak menuju toilet.
"Huwaa... Eomma..." Wookie menghentikan langkahnya begitu mendengar Bummie menangis dan mengejarnya.
"Ada apa, Bummie?" tanyanya lembut.
"Huwaa.. Hiks.."
Wookie mendudukkan dirinya di lantai lalu memangku Bummie di pahanya. "Hm.. Kau pikir aku mau pergi ya?"
Yesung turut duduk di lantai. "Mungkin.. Selama ini, dia selalu takut kalau kau meninggalkannya. Dia tahu kalau kau bukan ibu kandungnya, mungkin dia jadi berpikir kalau kau akan meninggalkannya.." tutur Yesung.
Wookie merasa bersalah pada Kibum. "Maafkan aku, Bummie. Tenang ya, aku tak akan pergi kemana-mana."
Yesung merasa terharu. Didekatkan tubuhnya untuk sekedar memeluk Wookie dari samping. "Kau benar-benar orang yang baik, Wookie," puji Yesung seraya mencium pucuk kepala Wookie.
Wookie mendengus sebal. "Huh.. Aku kan nggak bilang kalau aku akan tinggal disini selamanya."
Yesung menatap Wookie lembut. "Tenang saja. Aku akan menunggu sampai kau merasa siap." Digiringnya kepala Wookie agar bersandar di bahunya.
'Hanya untuk sekali ini saja, aku tak peduli.. Perasaan ini milikku atau Eunhyuk.'
OoOoOoOoOoOo
"Dia sudah tidur, Wookie?" tanya Yesung.
"Humm.. Dia kelelahan menangis mungkin."
"Mungkin. Tapi Bummie benar-benar jauh lebih hidup. Baru kali ini aku melihat aku menangis sekeras itu." Yesung memeluk Wookie dari belakang. "Terima kasih buat semuanya ya," lanjutnya.
BUGHH..
Wookie meninju perut Yesung tiba-tiba. "Hey.. Kau boleh menyentuh hanya tadi saja tau!"
'Huh.. Dia langsung berubah lagi,' dengus Yesung dalam hati.
"Aawww! Kalau kita seperti ini terus, berarti nggak ada kesempatan untuk tidur bersama dong malam ini." Yesung mengerling genit.
"Itu lebih bagus," jawab Wookie cuek.
"Hm.. Wookie.. Kau bilang nggak tahu perasaan itu milikmu atau milik Eunhyuk. Bagaimana kalau itu adalah perasaan kalian berdua?" Yesung menatap lembut ke arah Wookie.
"Mwo?"
"Hm.. Misalnya cinta?"
Wookie menggeleng. "Mana mungkin seperti itu."
Yesung menghela napas. "Kalau memang itu cinta, aku akan meyakinkanmu kalau itu memang perasaanmu."
"Maksudnya?" tanya Wookie tak mengerti.
"Maksudku, seandainya itu terjadi pasti akan menyenangkan." Yesung terkekeh pelan.
"Benarkah begitu?"
"Sudahlah.. Sebaiknya kita tidur. Sudah larut malam," ujar Yesung lalu bergegas memasuki kamarnya.
OoOoOoOoOoOo
"Bummie, mulai hari ini kau panggil dia Wookie noona, ne?" kata Yesung dengan menunjuk ke arah Wookie yang berdiri disampingnya.
"Woo..kie.. noona.." Bummie mencoba melafalkan panggilan yang diperintahkan Yesung.
"Ne.. Bagus.." Yesung mengacak lembut rambut hitam Kibum.
"Bagaimana? Kau merasa senang?" tanya Yesung kepada Wookie.
"Yup.. Gomawoyo.." Wookie tersenyum manis.
"Baiklah. Mari kita berangkat ke penitipan anak.." seru Yesung.
"Ne.."
TBC
Gimana tambah gaje kan? Mianhae..
Gomawo buat yang udah review di part kemarin.. Mianhae di part ini aku nggak bisa bales review kalian..
At Least.. Review again ne?
