"Lonely Love"
Main cast : Kaisoo / Hunsoo slight Chanbaek
Kim Jongin, Do Kyungsoo (GS)
Support cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun (GS) , Oh Sehun, Luhan, Kim Jongdae, Taemin (GS), Ryeowook (GS) , Lee Kwangsoo, Yesung, others dan akan bertambah sesuai jalannya cerita
Rate : T mungkin akan menuju M (pasti ngarap M yah)
Lenght : Chaptered
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Chap 4 datang guys... biar kalian kagak matiii penasaran sama masalalu Kaisoo, noh aerii kasih plasbak nya, semoga tidak mengecawakan. FYI searah dengan sejalannya cerita (yaeelah bahasa gue) aerii bakal nambahin cast yang OC. Ceritanya ini makin panjang, jadi jangan berhenti buat kasih masukan berupa kritik dan saran yah, kalo Cuma baca doang, aerii bakal ngmbek n gak mau nerusin lagi :O #abaikan !
Baiklah... selamat membacaaa yah buat kesayangan KaiSoo semuuuaaaa...
:::::::::
Kim Jongin milik Do Kyungsoo dan Do Kyungsoo milik Kim Jongin, Kaisoo milik Exo-L namun disini Kaisoo milik author (author egois, silahkan lempar banner Kaisoo hahha) cerita asli milik author, dicetuskan dari pemikiran author sendiri. Cerita sedikit banyak abal-abal. Mungkin isi dan judulnya sangat pasaran tapi author TIDAK menjiplak cerita manapun. Mohon abaikan Typo(s) yang meneror, Warn GS! Silahkan mundur teratur yang tidak menyukai GS :D tidak memaksakan untuk membaca epep ini. Oke langsung saja ... HAPPY READING yeoroboun... :D Don't Be Silent Readers :D
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
::::
::::
::::
::::
~Previous Chapter
Jongin memberanikan diri membelai rambut Kyungsoo yang terurai. "Mianhae membuatmu takut kembali, sini.." Jongin memberanikan diri merengkuh kepala Kyungsoo dan menepuk-nepuk pundak Kyungsoo "Percayalah, untuk kali ini semua akan baik-baik saja. Aku bisa mengendalikan diriku" kata Jongin lagi sambil terus menenangkan Kyungsoo.
Kyungsoo terdiam mendapat perlakuan lembut Jongin. Sensasi baru yang ia rasakan adalah sebuah kenyamanan. Ia nyaman berada di dalam pelukan Jongin. Sangat nyaman, dan Kyungsoo mengakui itu untuk pertama kalinya.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
BRAAAKK...
Luhan terkejut saat pintu ruangan UKS dibuka dengan paksa. Luhan menyipitkan mata rusanya. Ia melihat Sehun yang datang tergopoh dengan tangan kirinya yang terluka penuh darah.
"Sehun-nie, wae geure ?" tanya Luhan lembut. Sehun langsung duduk di kursi yang ada di depan Luhan sambil menunjukkan luka di tangn kanannya.
"Aigoo, apa yang kau lakukan pada tanganmu? Dinding mana lagi yang kau coba robohkan eoh?" Luhan mengambil kotak P3K dan langsung membersihkan tangan Sehun dengan telaten.
Sehun hanya meringis saat tangannya disiram alkohol 70% untuk membersihkan lukanya, Luhan hanya memberikan tiupan kecil pada punggung tangan Sehun yang luka demi meminimalisirkan rasa perih.
"Nunna... apa aku mencintai Kyungsoo nunna?" tanya Sehun pelan.
Luhan yang mendengar pertanyaan Sehun menghentikan aktifitasnya, ia hanya menatap Sehun sekilas lalu kembali melakukan pekerjaannya.
"Kenapa rasanya sesakit ini nunna, ? rasanya sakit sekali saat melihat Kyungsoo nunna pasrah dalam pelukan sajangnim itu"
"Sehunnie" panggilnya lembut, "Kau masih terlalu muda untuk memahami perasaanmu" Luhan memperban tangan Sehun dengan kain kassa.
Sehun mengela nafas panjang-panjang "Aku ingin Kyungsoo nunna menjadi milikku" Sehun menitikkan air matanya.
Luhan yang menyadari tangisan Sehun hanya bisa merasakan iba pada preman sekolah ini. Luhan bangkit dari kursinya, berdiri tepat di depan Sehun. Memeluk hangat Sehun sambil mengelus punggungnya.
Sehun menyandarkan kepalanya pada dada Luhan, kedua tangannya melingkar pada pinggang petugas UKS tersebut. Setidaknya untuk hari ini Sehun memiliki tempat bersandar.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
"Eomma? Kenapa eomma ada di appartemen ku?" tanya Jongin saat melihat eomma tengah duduk di sofa putih.
"Eomma menunggumu, jika eomma menyuruhmu pulang, pasti kau tak akan pulang kan? Susah sekali untuk menemui putra sendiri" jawab sang eomma.
Jongin duduk di samping eommanya "Eomma sudah makan?"
Nyonya Taemin mengangguk "Ada yang ingin eomma bicarakan, Jongin-na" katanya lembut.
"Tentang Kyungsoo?"
Lagi nyonya Taemin mengangguk "Ryeowook imo sudah menceritakan semuanya, Kyungsoo menolak perjodohan ini. Eomma dan imo sudah tak bisa membantumu lagi, nak"
"Kalau begitu aku akan mendapatkan Kyungsoo dengan kemampuan ku sendiri eomma"
"Dengar Jongin, eomma tak ingin kau mengulang kesalahan yang sama di masalalu,"
Jongin tersenyum "Percaya padaku eomma, semuanya akan baik-baik saja"
Nyonya Taemin terdiam. Sebenarnya ia tak menyetujui keinginan putra nya untuk menikahi Kyungsoo, bukan karena ia tak menyukainya. Taemin sangat menyukai gadis mungil itu. Bahkan sejak ia melihat Kyungsoo saat masuk di sekolah dasar, ia sudah jatuh cinta pada anak sahabatnya. Kyungsoo yang manis, supel dan ceria. Senyum manisnya tak pernah hilang dari bibirnya. Hingga suatu kejadian yang membuat si manis Kyungsoo berubah menjadi murung dan ia pun tak tahu apa penyebabnya hingga sekarang. Bukan hanya Taemin yang tidak tahu alasan Kyungsoo berubah, keluarganya dan sahabat Kyungsoo sendiri pun tak tahu apa yang di sembunyikan oleh Kyungsoo.
Taemin pun ingin menjadikan Kyungsoo sebagai menantunya. Namun harapan itu sirna saat Kyungsoo menolak mentah-mentah perjodohan itu. Taemin sendiri heran , apa yang kurang dari Jongin, dia taman, pintar dan kaya tapi kenapa Kyungsoo menolak pria seperti Jongin. Karena masalalu Jongin? Bukankah hal yang wajar ketika remaja laki-laki nakal di usianya? Namun entah kenakalan apa yang tak bisa Kyungsoo pahami dari Jongin. Hanya Kyungsoo yang tahu dan mungkin Jongin juga.
Flashback on
Kyungsoo tertawa renyah saat mendengar lelucon dari Baekhyun sahabatnya. Setiap jam istirahat mereka memilih untuk menghabiskannya di kantin selain tempatnya yang nyaman, mereka bisa bertukar cerita sambil mengemil. Bahkan sesekali mereka menampakkan wajah yang konyol menurut Jongin, namun Jongin menyukainya. Ia menyukai suara Kyungsoo saat menyanyi, ia menyukai mata Kyungsoo saat menatapnya penuh tanya, ia suka senyum Kyungsoo yang membentuk hati dan menenangkan hati siapapun yang melihatnya. Sifat ramah dan periang Kyungsoo bahkan mampu menghipnotis Jongin untuk terus ingin memiliki gadis mungil berpundak sempit itu. Tutur kata lembut Kyungsoo pun mampu membuat Jongin berhenti bernafas. Jongin bukan hanya jatuh pada pesona Kyungsoo, tapi hasrat ingin memiliki Kyungsoo seutuhnya sudah tumbuh saat mereka memasuki SMP. Sudah menjadi rahasia publik di SM Junior High School bahwa Jongin menggilai Kyungsoo. Semua orang tahu bahwa Jongin menyukai Kyungsoo. Berterima kasihlah pada kekuasan Jongin, sehingga tak ada satu pun pria yang mendekati Kyungsoo. Semua pria itu akan minder saat mengetahui bahwa saingan meraka Jongin, mereka akan mundur secara teratur. Terlebih karena Jongin adalah putra semata wayang sang pemilik yayasan, maka meraka tak ingin membuat masalah dengan sang pangeran. Bagaimana dengan Kyungsoo? Kyungsoo sendiri tahu perasaan aneh Jongin padanya. Bukan, bukan karena Jongin yang mengatakan pada Kyungsoo secara langsung, tapi desas desus di sekolah sudah sampai di telinga Kyungsoo. Kyongsoo risih? Tentu saja, bahkan ia menjadi bulan-bulanan teman sekelasnya karena di gilai oleh sang pangeran SM. Namun bukan Kyungsoo namanya jika ia mengambil pusing tentang Jongin. Kyungsoo bersikap acuh bahkan bersikap seolah tak peduli kepada Jongin, ia hanya menganggap Jongin sebagai teman biasa.
"Jika kau hanya terus menatapnya, kau akan di dahului namja lain, Kai" kata Jongdae sepupu Jongin yang kini duduk di samping Jongin menemaninya menyantap makan siangnya.
Matanya Jongin masih enggan beralih dari objek yang duduknya tak jauh dari nya . Kyungsoo.
"Jongdae benar, Kai! Sebagai namja harusnya kau bisa mendekati Kyungsoo" sambung Chanyeol
"Bukannya begitu hyung, tapi aku masih menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanku pada Kyungsoo" jawab Jongin tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kapan itu? Ku pikir sekarang kau dan Kyungsoo sudah makin dekat" tanya Jongdae lagi.
"Mungkin nanti saat kelulusan sebelum kami masuk SMA" jawab Jongin dengan senyum penuh arti. Jongdae dan Chanyeol yang mengerti dalamnya perasaan Jongin terhadap Kyungsoo hanya tersenyum.
"Ku dengar ada siswa SM high school yang mendekati Kyungsoo"
"Kau tau darimana?" tanya Chanyeol pada Jongdae
"Minseok nunna, katanya Kyungsoo terkenal di sekolahnya banyak yang membicarakannya" jawab Jongdae ringan.
Jongin sebenarnya penasaran pada sosok pria yang mencoba mendekati pujaan hatinya, namun ia urungkan niatnya untuk mengorek lebih dalam.
"Sepertinya sainganmu akan bertambah ,Kai" goda Chanyeol.
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi hyung, tidak peduli itu kakak tingkat, aku harus membereskennya kan?" kata Jongin penuh penekanan. Pandangannya ia alihkan kembali pada sosok Kyungsoo yang masih asik bercanda dengan Baekhyun. Senyum Jongin memudar saat ia melihat sosok pria berwajah tampan sedang mengobrol dengan Kyungsoo. Bahkan pria itu membisikkan sesuatu ke telinga Kyungsoo dan membuat Kyungsoo tertawa.
Jongin meggeram kesal.
"Nah, itu pria yang di maksud Minseok nunna" kata Jongdae sambil menunjuk ke arah Kyungsoo yang sedang bercengkerama dengan pria yang seragamnya berbeda dengan mereka. Sepertinya dia siswa SM senior high school.
"Mungkin mereka pacaran, kau sih terlalu lama Kai" Chanyeol menambahi.
"Itu tidak mungkin" bisik Jongin yang masih bisa di dengar oleh kedua temannya.
Kyungsoo dan pria itu keluar dari kantin dan melewati tempat dimana Jongin duduk. Kyungsoo tak menyadari kilatan amarah Jongin karena ia tengah bercengkerama dengan pria yang menggandengnya mesra.
Jongin mengepalkan tangannya dan beranjak dengan kasar dari duduknya membuat kedua temannya kaget. Tanpa pamit jongin langsung meninggakan Jongdae dan Chanyeol.
Tanpa Kyungsoo sadari Jongin membututi Kyungsoo dari belakang. Kyungsoo masuk kedalam ruang yang tak terpakai di sudut gedung sekolahnya bersama pria tinggi tersebut. Jongin hanya mendengarkan tawa renyah dari Kyungsoo dan teman prianya. Entah apa yang mereka lakukan, yang Jongin tahu mereka sedang tertawa terbahak-bahak sambil menonton sesuatu di laptop yang Jongin sendiri entah milik siapa. Jongin mengepalkan tangannya erat saat pria itu mengelus mesra rambut Kyungsoo. Api cemburu membakar tubuh Jongin saat ia melihat dengan mata kepanya sendiri posisi Kyungsoo dan pria itu seolah tengah berciuman.
Jongin sudah tak bisa menahan diri lagi hingga akhirnya ia menerobos masuk ruangan itu dan langsung melepaskan ciuman Kyungsoo dan prianya.
Jongin mendorong pria itu hingga tersungkur, aksinya membuat Kyungsoo terkejut.
"Jongin-na, apa yang kau lakukan?" tanya Kyungsoo heran.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan dengan namja brengsek ini?" bentak Jongin membuat Kyungsoo terperanjat.
"Sepertinya kau salah paham boy" kata pria itu sambil mencoba berdiri.
"Brengseeek kau..."bentak Jongin sambil kembali melayangkan pukulan pada wajah kakak tingkatnya itu. Untuk beberapa saat terjadilah baku hantam di depan mata Kyungsoo.
Kyungsoo yang melihat adegan 'mesra' secara live tersebut berteriak histeris. Berkali-kali ia memanggil nama Jongin dan memintanya untuk menghentikan aksinya namun tak diindahkan oleh Jongin. Jongin masih setia memukuli pria itu. Pria yang di panggil 'oppa' oleh Kyungsoo sudah tak berdaya dengan wajah lebam dan penuh darah.
Melihat tak ada perlawanan dari sang oppa membuat Kyungsoo ngeri "Stop Jongin,,, HENTIKAN !" teriak Kyungsoo berusaha sekeras mungkin.
Jongin berheti memukuli pria itu dan menatap Kyungsoo tajam.
"Ku mohon hentikan!" pintanya lagi sambil menatap sang korban yang tersenyum sedih ke arah Kyungsoo.
Jongin menghampiri Kyungsoo dan menghempaskan tubuh mungil Kyungsoo ke tembok. Jongin mengunci dengan tubuhnya.
"Jongin-na... wa-wae?" tanya Kyungsoo yang heran akan tatapan aneh Jongin.
"Aku akan menghapus bekas bibirnya di bibirmu, Do-yah!"
"Ma-ma-maks..." perkataan Kyungsoo terhenti saat Jongin mencium bibirnya secara kasar. Kyungsoo kaget bukan main. Ini pengalaman pertamanya intim dengan laki-laki lain.
Jongin tak menghentikan aksinya saat Kyungsoo mencoba mendorong badannya dan mencoba melepaskan ciuman kasar Jongin. Jongin makin menggila, bahkan tangannya sudah menjajah tubuh mungil Kyungsoo.
"Ah..." teriak Kyungsoo di tengah ciuaman kasar Jongin saat tangan Jongin meremas kasar payudara Kyungsoo.
Kyungsoo mengeluarkan air matanya. Ia menangis di perlakukan kasar oleh Jongin secara tiba-tiba, terlebih saat Jongin hampir menghabisi nyawa orang.
Penyerangan Jongin terhadap Kyungsoo ditatap pilu oleh pria yang terbaring lemah. Rasaya ia ingin berdiri dan menolong Kyungsoo, namun kondisi badannya tak mengijinkan ia mendekati dan menolong Kyungsoo.
"Mianhae, Kyungsoo-yah" katanya sambil memejamkan matanya.
PLAKKK!
Kyungsoo menampar kasar Jongin saat Jongin mulai menghentikan aksinya dan mundur satu langkah dari Kyungsoo. Seragam Kyungsoo acak-acakkan, bahkan rambut panjang Kyungsoo sudah tak rapi lagi. Air mata itu menghiasi pipi cabi Kyungsoo.
"Ka-kau..." Kyungsoo mencoba bicara di sela-sela isakannya.
Kyungsoo berlari keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Jongin yang masih terpaku dan terkejut dengan tindakan yang baru saja ia lakukan. Pertahanan Jongin runtuh, ia lemas dan jatuh dengan lutut terlebih dahulu menyentuh lantai.
Flashback off
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Glek,,,,Glek,,,Glek... Kyungsoo meminum habis air putih yang baru diambilnya dari nakas dekat ranjangnya. Jam menunjukkan jam satu malam. Kyungsoo menggaruk kepalanya. Ia terbangun dari tidurnya karena mimpi buruknya. "Ish...jinjja... kenapa aku memimpikan kejadian 7 tahun yang lalu?" omelnya sambil meletakkan gelas bening ke atas nakas kembali.
Kyungsoo meraih ponselnya dan mendial nomer luar negri.
"Good afternoon, honey" balas di seberang.
"Disini masih tengah malam, oppa" Kyungsoo mengerucutkan bibirnya,
"Oh sorry, I've lunch now... everything is okay?"
"I think so, but..." Kyungsoo menggantungkan kalimatnya.
"But...?" si namja seolah menuntut kalimat selanjutnya.
Kyungsoo menggeleng "Yeach, everything is okay, I just miss you oppa"
"Should do I, kau mimpi buruk lagi?" tanyanya penuh khawatir.
"Mungkin karena aku bertemu dengannya" balas Kyungsoo
"Haruskah aku menjemputmu?"
"Annio oppa, aku hanya ingin dengar suaramu, hari ini kau pasti sibuk, selamat bekerja oppa, hwaitting"
"Baiklah, lanjutkan tidurmu, aku tak ingin kau sakit, jaljayo nae sarang, saranghae"
"Nado"
Pip. Telpon terputus, dan Kyungsoo kembali meneruskan kegiatan tidurnya.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Sehun yang biasanya bersikap manis pada Kyungsoo kini berubah menjadi dingin. Kyungsoo tak pernah berharap perasaan Sehun padanya. Ia hanya berharap perasaan Sehun hanya perasaan kagum. Namun ternyata ia salah, Sehun benar-benar menyukainya. Kyungsoo menjadi frustasi sendiri di hadapkan oleh dua pria tampan yang menyukainya. Kim Jongin dan Oh Sehun. Jika Kyungsoo perhatikan, sikap mereka berdua tak jauh berbeda. Egois, dan bertingkah semena-mena. Bedanya Jongin yang sebenarnya semua orang tahu menyukai Kyungsoo, tapi Jongin bersikap seolah ia tak memiliki perasaan pada Kyungsoo. Sedangkan Sehun, sangat transparan dan blak-blakan mengenai perasaanya pada Kyungsoo. Jika Jongin semakin gencar mendekati Kyungsoo karena di tolak oleh Kyungsoo berbeda dengan Sehun yang malah memusuhi Kyungsoo saat Kyungsoo lebih memilih Jongin saat kejadian di atap tempo hari.
Sehun memang tak menghindari Kyungsoo tapi sikapnya sangat dingin pada Kyungsoo. Kyungsoo ingin rasanya berontak pada Tuhan, ia bertanya mengenai dosanya di masalalu sehingga sekarang ia di hadapkan oleh dua pria yang sifatnya sama.
"Sehun-nah, kenapa dengan tanganmu?" tanya Kyungsoo penuh perhatian saat mereka tak sengaja bertemu di koridor.
Sehun hanya menatap dingin Kyungsoo "Apa peduli nunna?"
"Kau ini muridku Sehun-nah"
"Apa aku harus menjadi direktur dulu agar nunna memilihku? Atau karena aku pelajar sehingga nunna tidak memilihku?" Sehun mencecar Kyungsoo dengan pertanyaan yang membuat Kyungsoo terpojok.
Kyungsoo memegang lengan Sehun "Kau salah paham Sehun-nah, bukan seperti itu maksudku?"
Sehun melepaskan tangan Kyungsoo secara kasar "Berhenti bersikap seolah kau peduli padaku nunna, Aku membencimu!" balas Sehun sambil berlalu meninggalkan Kyungsoo yang entah apa yang ada di pikiran Kyungsoo. Ia sedikit merasa bersalah pada muridnya itu.
Kyungsoo diam mematung, harusnya ia tak menerima pekerjaan ini. Menjadi guru yang di cintai muridnya menjadi beban tersendiri bagi Kyungsoo, ditambah mata elang Jongin yang seolah mengintimidasinya. Kyungsoo benar-benar merasa di neraka. Ia mnyesal menolak pekerjaan menjadi guru saat di Kanada.
Luhan yang secara tak sengaja menyaksikan drama HunSoo langsung mendekati Kyungsoo saat Sehunmenghilang dari pandangannya.
"Kyungiie, kau masih kuat?" tanyanya sambil merangkul pundak sahabatnya itu.
"Eonnie, apa kau punya obat sakit kepala? Rasanya kepala ku ingin pecah"
"Ikutlah denganku" Luhan menarik tangan Kyungsoo dan membawanya ke ruang UKS.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
"Hyung, aku rasa Sehun menjadi ancaman terbesarku?" kata Jongin pada seseorang yang di telponnya.
"Dia hanya seorang pelajar, Kai ! aku yakin Kyungsoo tak memiliki perasaan apapun pada muridnya itu. Kita kan tahu Kyungsoo bukan tipe wanita yang mudah terpesona pada tampang doang" balas seseorang di seberang.
"Sepertinya kau lebih mengenalnya, hyung?"
"Apa kau cemburu pada hyungmu,? Tentu saja aku mengenalnya, sejak kau pergi ke Amerika untuk melanjutkan sekolahmu, aku dan Chanyeol lah yang menjadi sahabat Kyungsoo. Aku mengenal dekat pribadinya, dia benar-benar wanita yang menyukai pria pekerja keras bukan hanya tampang dan kekuasaan doang" goda sang hyung.
"Tapi dia memberikan banyak perhatian pada wajah pucat itu?"
"Neon pabbo-yah?! Bukankah itu tugas guru untuk memperhatikan muridnya?"
"Arraseo, kapan kau kembali dari Jepang?"
"Setelah Minseok nunna melahirkan, secepatnya aku akan kembali"
"Cepatlah aku merindukanmu, Jongdae hyung! Dan bilang pada Minseok nunna suruh dia cepat keluarkan bayi mu itu. Apa kau tak kasihan pada tubuhnya yang kecil tapi harus membawa beban berat karena perbuatan mesummu"
"Yak! Dia istriku, wajar saja jika aku me-mesumi-nya ! baiklah, aku tutup dulu, Minseok nunna harus banyak istirahat dan aku harus menemani nunnamu itu"
Pip. Telpon terputus.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
"Kyungsoo-yah..." panggil seseorang.
Kyungsoo yang tengah bejalan di koridor menoleh ke arah sumber suara dan ia melihat wanita paruh baya dengan gaya sosialitanya. Masih seperti yang dulu.
Wanita itu tersenyum saat menghampiri Kyungsoo dan memeluknya, seolah ada kerinduan yang mendalam pada gadis mungil di depannya.
"Aku sangat merindukkanmu, Kyungsoo-yah" katanya dalam pelukan Kyungsoo.
"Ne,,, Taemin saem"
Wanita itu mendecih "Ck.. aku sudah pensiun menjadi guru, Kyungsoo. Panggil aku eomma, ne,,?" pintanya.
"Tap..tapi.."
"Bukan karena Jongin anakku, meskipun kau tidak berjodoh dengan Jongin, kau tetap akan menjadi anak perempuanku. Kau tau kan jika aku tidak memiliki anak perempuan" katanya lagi tanpa melepaskan pegangan kedua tangannya di pundak Kyungsoo.
Kyungsoo mengangguk pada wanita sahabat eommanya tersebut, "Ne.. apa eomma akan menemui sajangnim?" tanyanya.
Taemin menggeleng "Awalnya iyah, tapi saat aku bertemu denganmu, aku malah ingin bernostalgia dengan mu, sebaiknya kita mengobrol dimana?" tanyanya lagi.
Kyungsoo tersenyum, "Ke ruang musik sepertinya kosong, eomma" balas Kyungsoo yang di respon anggukan oleh Taemin.
Sekarang mereka sedang di ruang musik.
"Kau masih suka bernyanyi, Kyungsoo?"
Kyungsoo menggeleng, ruang musik ini tak pernah berubah. "Sejak di Kanada, aku hanya fokus pada pada kuliah, eomma."
"Tapi aku merindukan suara mu, mau berduet denganku?"
Kyungsoo menggeleng, "Aku bahkan sudah lupa caranya menyanyi eomma"
"Eomma akan membantumu, dengarkan ini" katanya sambil duduk di depan piano. Jemari lentik eomma Jongin mulai menekan tuts piano. Sentuhan itu menciptakan alunan nan merdu yang membuat Kyungsoo memejamkan matanya, lembut. Di tambah dengan suara merdu eomma Taemin yang melantukan lagu ballad. Kyungsoo merasa sejuk mendengarnya.
"Ijen guttega anirago hedo animyon nal kamahge ijossodo non danji nege jinan saramirad tonight is just one nightnorul ilhgi jonchorom" Taemin melantukan lagu Missing You-nya Fly to the Sky.
Kyungsoo membuka matanya saat Taemin menyanyikan lagu itu. Itu lagu favorit eomma nya dan Kyungsoo sering menyanyikannya bersama sang eomma.
"Kyungsoo-yah! Kau masih ingat lirik selanjutnya?" tanya Taemin tanpa menghentikan jemari lentiknya di piano tersebut.
Kyungsoo mengagguk lalu meneruskan lirik lagu tersebut. "Nal dashi gadgo shiphun ne maumunwe gurohge miryonsuroun gonji niga obnun nal injonghal suga obnun tonight is just one night norul ilhgi jonchorom"
Kedua wanita itu akhirnya larut dalam alunan musik tersebut.
Hanbonman ne mamul durojwo
every day every night I am missing you
ne gyothe obsodo ijen bol su obsodo
onjena ne mamen togathun noingol
Nal dashi gadgo shiphun ne maumun
we gurohge miryonsuroun gonji
niga obnun nal shilgam hal suga obnun
tonight is just one night
norul ilhgi jonchorom
Taemin tersenyum saat Kyungsoo mulai menikmati lagu tersebut. Mendengar suara merdu Kyungsoo membuat hatinya tenang. Mereka duet.
Hanbonman ne mamul durojwo
every day every night I am missing you
ne gyothe obsodo ijen bol su obsodo
onjena ne mamen togathun noingol
Nol gidehajanha dashi nege ondago
onjena ne mamun ni ane gadhingol
Hanbonman ne mamul durojwo (nol bolsu obnun nan)
every day every night I am missing you
ne gyothe obsodo dashin bol su obsodo
onjena ne mamun because
I'm loving you and missing you
Keduanya saling melempar senyum di tengah-tengah duet mereka. Kyungsoo yang berdiri di samping piano memandang lembut wanita yang pernah menjadi guru musiknya saat dia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Keduanya seperti anak dan eomma, oh bahkan jika ada staff sekolah yang melihat drama musikal dadakan itu akan menyangka mereka adalah mertua dan menantu yang serasi.
Hanbonman ne mamul durojwo
every day every night I am missing you
ne gyothe obsodo ijen bol su obsodo
onjena ne mamen togathun noingol
Negen nomanun tokathun noingol
Kyungsoo menarik nafasnya dalam-dalam saat ia berhenti menyanyi di part akhir. Taemin pun mengehntikan permainan jemari lentiknya.
"Kau masih belum berubah Kyungsoo-yah! Suara dan kemampuanmu bahkan tak berubah meski kau sudah tak menyanyi lagi" puji sang eomma.
"Terimakasih eomma" balas Kyungsoo. Entah kenapa ia harus berterima kasih pada sang eomma karena setelah ia menyanyi, hatinya menjadi tenang. Ia melupakan masalahnya dnegan Sehun dan Jongin. Juga melupakan pekerjaannya yang menumpuk.
Taemin mengusap rambut Kyungsoo yang hitam kelam "Kyungsoo-yah! Eomma tak memaksakan perasaanmu terhadap Jongin. Eomma mengerti jika kau memang tak mencintainya, tapi apa eomma boleh tahu alasannya kenapa kau menolak perjodohan ini, di luar perasaanmu yang tidak mencintai Jongin?" tanya sang eomma lembut.
Pertanyaan itu yang tak pernah Kyungsoo harapkan keluar dari mulut siapa pun. Alasan Kyungsoo menolaknya memang karena Kyungsoo tak mencintainya.
"Apa karena masa lalu Jongin? Bukankah semua orang memiliki masalalu, kenakalan Jongin yang mana yang tak bisa kau mengerti Kyungsoo-yah?" tanyanya masih dengan nada lembut.
Kyungsoo menggigit bibirnya "Josonghamida, eomma" katanya pelan.
Taemin mengehela nafasnya. Kyungsoo masih bungkam. Masih ingin menutup rapat-rapat masa lalu nya. "Apa ini ada hubungannya dengan Hye Rin ?"
Hye Rin. Kyungsoo hampir saja melupakan nama gadis itu. Gadis yang disinyalir memiliki hubungan dengan Jongin saat sekolah dulu. Gadis yang selalu mengikuti Jongin kemanapun Jongin pergi. Gadis yang menghilang sejak kejadian itu.
Flashback on
Kyungsoo memijat kepalanya berkali-kali saat pelajaran matematika tengah berlangsung. Baekhyun yang melihat wajah pucat Kyungsoo sedikit panik. Pasalnya Kyungsoo baru masuk sekolah kembali sejak 4 hari yang lalu ia absen karena sakit. Bohong tentu saja, Kyungsoo tidak sakit. Ia hanya ingin menenangkan pikirannya setelah kejadian beberapa hari yang lalu di ruang kosong bersama Jongin dan kakak tingkatnya itu.
Kyungsoo mengalami shock yang sangat berat atas perlakuan Jongin yang hampir memperkosanya di depan kakak tingkatnya itu. Kyungsoo memang tak menceritakan kejadian memalukan itu kepada siapapun. Biarlah kejadian itu menjadi rahasianya atara dia, Jongin dan kakak tingkatnya. Termasuk Tuhan.
"Kyungsoo-yah, wajahmu pucat, jika masih sakit harusnya kau tak masuk sekolah dulu, istirahat saja" bisik Baekhyun sambil memegang pundak Kyungsoo.
"Naen gwenchannha Baekki," bohong lagi. Memang sebelum berangkat ke sekolah Kyungsoo merasa baik-baik saja, tapi setelah melihat Jongin ia merasa semuanya tidak baik-baik saja. Bagi Kyungsoo, Jongin benar-benar monster. Pagi tadi Jongin menemuinya, ia tersenyum ke arah Kyungsoo dan ingin meminta maaf pada Kyungsoo. Namun Kyungsoo sendiri yang menghindari Jongin. Saat jam pertama berlangsung pun, Kyungsoo tak fokus karena Jongin menatapnya dengan intens. Biasanya juga seperti itu, namun kali ini berbeda, tatapan Jongin kali ini membuatnya takut, sejak kejadian tempo hari yang membuatnya kaku saat melihat dengan mata kepala sendiri Jongin memukul temannya hingga tak berdaya. Dan juga tentang Jongin yang... sudahlah lupakan.
Bersyukurlah karena jam matematika Jongin tak ada di kelasnya. "Saem...?" panggil Kyungsoo sambil mengangkat tangannya.
"Ada apa Kyungsoo-yah, ?" tanya pria berkacamata itu.
"Aku merasa tak enak badan, aku boleh beristirahat sebentar di UKS?" tanya Kyungsoo.
Saem mengangguk, "istirahatlah, wajahmu terlihat pucat, apa kau ingin Baekhyun menemanimu?" tawar saem yang baik hati itu.
Kyungsoo menggeleng "tidak saem, akan menjadi hadiah tersendiri bagi Baekhyun jika melewatkan jam pelajaranmu"
Semua siswa terkikik, namun Baekhyun terlihat kesal.
"Kau benar tak apa?" tanya Baekhun meyakinkan.
Kyungsoo mengangguk lalu pamit secara formal untuk keluar dari kelasnya. Kyungsoo berjalan pelan menyusuri koridor sekolah. Suasana sangat sepi. Karena memang kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung. Pusing di kepala Kyungsoo pun sedikit menghilang.
Karena ruang UKS ada di lantai dua dan kelas Kyungsoo di lantai tiga, maka Kyungsoo harus menuruni tangga untuk menuju ruang UKS.
BRUUUKKK..!
Kyungsoo terkejut saat mendengar suara seperti benda jatuh. Kyungsoo sedikit berlari ke arah sumber suara yang ternyata berasal dari tangga. Mata Kyungsoo terbelalak saat melihat Hye Rin terbujur kaku dengan darah yang mengalir di kepalanya. Kyungsoo terdiam. Kakinya seakan berakar di lantai tersebut. Mata Kyungsoo masih fokus pada sosok Hye Rin yang matanya tertutup. Tanpa Kyungsoo sadari ada sosok yang sebenarnya tengah membelakangi Kyungsoo tengah menatap sedih Hye Rin.
Mata Kyungsoo beralih pada sosok Jongin yang berdiri di tengah anak tangga. Jongin berdiri kaku dan membalas tatapan Kyungsoo yang penuh tanya.
"Do-yah..." panggilnya pelan.
Kyungsoo yang belum sadar dari keterkejutnya hanya diam. Hanya ada Kyungsoo dan Jongin, dan juga Hye Rin yang entah masih bernyawa atau tidak. Hingga akhirnya...
"Arrrrrrggggghhhhhhh,..." Kyungsoo berteriak sekeras-kerasnya saat menyadari dia yang pertama kali menemukan keadaan Hye Rin terbujur kaku setelah Jongin.
Masih segar diingatan Kyungsoo kejadian beberapa jam yang lalu antara Jongin dan Hye Rin. Bahkan pusingnya pun belum hilang, saat ini ia berada di ruang BK bersama Jongin, guru BK dan wali kelas Kyungsoo dan Jongin.
"Kim Jongin, aku bertanya sekali lagi apa benar kau yang mendorong Hye Rin hingga jatuh dari tangga?" tanya guru BK yang entah sudah berapa kali namun tak ada jawaban dari Jongin.
Kyungsoo yang duduk di samping Jongin hanya meremas jemarinya dan menggigit bibirnya berkali-kali.
"Jongin JAWAB AKU" bentak guru BK akhirnya karena jengah kepada Jongin yang masih diam.
"Kyungsoo kenapa kau diam saja? Bantu kami menemukan jawabannya?" pinta sang wali kelas.
Kyungsoo menggeleng "Aku...aku..."
"Aku tidak mendorong Hye Rin, saem..." Jongin akhirnya bersuara.
"Lalu?"
"BOHONG saem... aku melihatnya sendiri dia bertengkar dengan Hye Rin lalu mendorongnya, aku saksinya saem..." kata Kyungsoo akhirnya.
Jongin terkejut dan melmpar pandangan benci ke arah Kyungsoo.
"Aku saksinya saem, dia yang mendorong Hye Rin" Kyungsoo mengulangi kata-katany.
"Do-yah... kau..." Jongin masih tak percaya dengan apa yang Kyungsoo katakan.
"Maaf saem, aku masih pusing dan aku ingin beristirahat" Kyungsoo pamit dan bergegas meninggalkan ruangan BK tersebut.
Kyungsoo berlari ke arah UKS. Ia merebahkan badanya di ranjang UKS. Sedikit melupakan kejadian beberapa jam yang lalu. Kyungsoo masih 14 tahun dan dia harus mengalami hal seperti ini. Hidup ini berat. Pikir Kyungsoo sambil terus memijit kepalanya yang terasa pusing. Kyungsoo baru saja memejamkan matanya, namun ia harus membuka matanya karena pintu terbuka secara paksa.
"Jongin-nah..." kata Kyungsoo sambil mencoba berdiri. Ia terkejut karena Jongin menghampirinya.
"Wae Do-yah, wae..?" tanya Jongin sambil mencengkeram pundak Kyungsoo.
"Apa maksudmu?"
"Kenapa kau mengatakan jika aku yang mendorong Hye Rin?"
"Bukankah itu kenyataannya?" Kyungsoo bertanya balik.
Jongin tak bergeming dan melepaskan cengkeramannya, "Bahkan kau tak melihat pertengkeranku dengan Hye Rin , kau berbohong Do-yah" katanya pelan.
"Aku mengatakan apa yang aku lihat Jongin, dan sebaiknya kau jujur atas perbuatanmu" Kyungsoo sendiri tak yakin dengan ucapannya.
"Kau kejam Do-yah..."
"Kau yang kejam, ! kau memukuli temanku, kau hampir memperkosaku dan kau melakukan percobaan pembunuhan pada Hye Rin, apa kau masih manusia" Kyungsoo sedikit berteriak.
"Ini semua demi kau, DO KYUNGSOO" balas Jongin
Kyungsoo mencibir, "Persetan dengan omong kosongmu Jongin," Kyungsoo berlalu dari Jongin, ketika di depan pintu ia hendak keluar , ia berhenti sejenak karena...
"Baiklah, jika ini hukaman dari mu. Aku akan mengakui apa yang kau laporkan. Tapi ingat, beberapa tahun ke depan aku akan memintamu membayar semua perbuatanmu" Jongin mengancam.
Kyungsoo tak peduli pada ancaman Jongin hingga akhirnya ia berlalu meninggalkan Jongin.
Flashback off.
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
"Aku pulang..." kata Kyungsoo sambil masuk ke dalam rumahnya.
"Ah kau pulang, selamat datang adik ipar" sapa seorang gadis yang mungilnya hampir sama dengan Kyungsoo dengan senyum yang mampu meluluhkan hati pria.
Kyungsoo membalas senyum gadis yang memakai apron yang mrip dengan milik sag eomma "Annyeonghaseeo, Bo Young eonni, long time no see yah?" kata Kyungsoo pada kekasih oppanya tersebut.
"Ah mian Kyungie, aku baru menemuimu dan tak ikut menyambut kepulanganmu dari Kanada,"
"Tak apa eonnie, apa kau tak sibuk jam segini ada di rumah?" tanya Kyungsoo sambil mengambil air minum dingin di kulkas.
Bo Young menggeleng, "Aku merindukan eomma mu"
"Eomma atau Kwangsoo oppa?" goda Kyungsoo pada calon kakak iparnya itu.
Bo Young terlihat tersipu dengan wajahnya yang memerah.
"Lihat, wajahmu saja memerah begitu. Sebegitu rindunya kah kau pada si jerapah tua itu?" goda Kyungsoo lagi.
"Wajah ku memerah karena suhu dapur yang panas Kyungie."
"Kau mengelak lagi eonni, baiklah teruskan acara masakmu. Aku lelah dan ingin istirahat" kata Kyungsoo sambil menuju kamarnya.
Bo Young hanya menatap punggung calon adik iparnya itu.
"Kyungsoo-yah, makan malam telah siap" teriak Bo Young di depan kamar Kyungsoo pada malam itu.
Kyungsoo melenguh "Ne, eonnie... sebentar lagi aku turun" balas Kyungsoo.
Tak ada balasan. Kyungsoo turun dari ranjangnya, sepulang dari sekolah tadi Kyungsoo tertidur. Ternyata dia tertidur cukup lama ternyata. Kyungsoo berjalan ke arah lemari lalu mengganti pakaiannya dengan kaos polos berbahan katun dengan ukuran XXL, dan memakai hot pants yang tertutup oleh kaos kebesarannya itu. Kyungsoo merapikan sedikit rambutnya yang agak berantakan.
"Neo? Kenapa kau disini? Tanya Kyungsoo kaget saat ia berada di ruang makan dan melihat Jongin tengah duduk di ruang makan bersama kwangsoo, Bo Yong dan kedua orang tuanya.
"Aiigooo, uri gongju, kau belum mandi ternyata" tegur sang eomma.
"Mian eomma, tadi aku ketiduran, dan kenapa ada manusia hitam disini?" Kyungsoo mengulang lagi pertanyaannya sambil menuntut perjawaban.
"Aku yang mengundangnya, gongju-nim! Dia ini sahabatku" jawab Kwangsoo
Kyungsoo duduk di samping Jongin bukan karena keinginannya, tapi karena hanya kursi itu yang kosong. "Bersahabat? Sejak kapan?"
"Sejak kau merantau ke Kanada, Soo-yah" jawab sang appa.
"Dan kau, berhenti mengatainya hitam Kyungie, bagaimanapun dia ini atasanmu" kata Kwangsoo lagi.
"Kenapa kau marah, toh kkamjong tidak marah, iyah kan Jongin?" kata Kyungsoo sedikit kesal sambil melirik Jongin yang duduk di sampingnya.
Jongin membalas tatapan Kyungsoo sambil memamerkan senyumnya
"Cha.. baiklah mari kita makan, kasihan Bo Yong yang sudah masak semuanya" kata sang eomma.
Jongin melirik Kyungsoo sekilas. Dengan dandanan apa adanya membuat Jongin menuguk salivanya kasar. Gadis ini benar-benar cantik apa adanya.
Mereka menyantap makanannya dengan saling bertukar cerita. Hanya Kyungsoo yang sedikit kesal entah mengapa berada di dekat Jongin selalu membuatnya kesal.
"Eomma, appa... sebenarnya ada yang ingin kami umumkan kepada kalian semua" kata Kwangsoo saat acara makan malam selesai.
Kwangsoo memegang erat tangan Bo Young.
"Katakanklah, apa yang ingin kau katakan nak.." kata sang eomma lembut.
"Sebenarnya,, kami..." Bo Young menggantung kalimatnya membuat Kyungsoo dan Jongin serta appa heran.
"Biarkan aku saja yang menyampaikan" potong Kwangsoo "Sebenarnya kami ingin menikah secepatnya, kalau bisa bulan depan, aku ingin eomma dan appa melamarkan Bo Young untukku" kata Kwangsoo dengan cepat.
Kyungsoo yang tengah minum langsung tersedak mendengar perkataan Kwangsoo.
"Uhuk,,uhuk..." Jongin reflect mengelus punggung Kyungsoo berharap agar batuk Kyungsoo berhenti. Kyungsoo tak menyadari elusan tangan Jongin. Matanya melotot ke arah oppanya yang duduk di depannya. "Wae oppa... ini terkesan buru-buru sekali, bahkan kalian belum ada setahun pacaran?"
"Kyungsoo benar, sebenarnya apa alasannya kau ingin cepat-cepat menikahi Bo Young?" tanya sang appa.
Kwangsoo semakin erat menggenggam tangan Bo Young.
"Mianhae abonim, ommonim" kata Bo Young pelan.
Kwangsoo menarik nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya "Karena aku tak ingin anakku lahir tanpa ayah"
DEG.
Suasana hening seketika.
Jongin dan Kyungsoo pun terkejut, bahkan mata Kyungsoo melebar sempurna "Mworagu? Maksudmu kau..?" Kyungsoo sedikit berteriak pada Kwangsoo.
"Benar, Bo Young tengah hamil 2 bulan"
"Apa?" appa dan eomma berteriak bersamaan.
Entah sejak kapan Kyungsoo sudah berdiri di samping Kwangsoo dan menghujani beberapa pukulan di lengan oppanya. "Yaaak! Kau brengseek...! bagaimana bisa kau menghamili pacarmu eoh? Dasar namja yadong! Kau ini punya adik perempuan, bagaimana jika aku dihamili oleh pacarku eoh?! Kau benar-benar..." Teriak Kyungsoo di tengah-tengah pukulannya.
"Yak.. hentikan gongju! Ini sakit!" kata Kwangsoo yang mencoba melindungi dirinya dari pukulan sang adik.
"Aku tak peduli,, dasar kau namja gila... tak bermoral.. aku benci punya oppa sepertimu!" Kyungsoo terus memukul oppanya.
"Yak! Yang ku hamili adalah kekasihku, kenapa kau marah eoh? Aku tak menghamilimu kan?"
"Nappeun namja"
"Kyungsoo , sudah hentikan..." pinta sang appa.
"Tidak appa, namja brengsek ini harus di beri pelajaran..."
"Kita bisa membicarakannya baik-baik, gongju-nim"
Kyungsoo masih tak menghentikan aksi 'mari memukul Kwangso' . Aksi Kyungsoo seperti sang ibu yang tengah mengamuk pada anaknya. Jongin tak bisa membayangkan nasib anak Kyungsoo jika melakukan kesalahan seperti ini. Mungkin sudah di cincang.
"Jongin-na, bisa tolong samchon untuk membawa keluar Kyungsoo sebentar, biarkan kami membicarakan masalah ini tanpa Kyungsoo" pinta Yesung pada Jongin yang terdiam menonton pertunjukan amukan Kyungsoo.
Jongin mengangguk lalu berdiri dari kursinya dan mendekati Kyungsoo "Do-yah, biarakan orang dewasa menyelesaikan masalah ini" kata Jongin sambil memegang tangan Kyungsoo yang akan memukul Kwangsoo.
Kyungsoo mendelik "Kau orang luar, sebaiknya jangan ikut campur!" kata Kyungsoo tegas pada Jongin.
Jongin menghela nafasnya panjang hingga akhirnya ia mengangkat Kyungsoo seperti karung beras.
"Yak! KKAMJONG! Apa yang kau lakukan, turunkan aku sekarang" teriak Kyungsoo sambil memukul pungung Jongin berkali-kali.
"Saya akan mengurus Kyungsoo, imo, samchon," Jongin pamit saat menerima anggukan dari Yesung dan istri. Mungkin ini yang terbaik, membiarkan Kyungsoo tidak ikut dalam pembicaraan mereka, Kyungsoo harus mengontrol emosi nya.
Jongin membawa Kyungsoo ke luar rumah keluarga Do tersebut. Jongin menurunkan Kyungsoo tepat di samping mobil sport Jongin yang terpakir tak jauh dari rumah calon tunangannya itu.
"Kau gila... apa yang kau lakukan padaku, eoh?" kata Kyungsoo sambil membenarkan rambutnya yang acak-acakan.
"Mereka hanya ingin kau mengontrol emosimu Do-yah" kata Jongin.
"Kau manusia hitam yang terlalu banyak ikut campur urusan keluarga orang.."
"Mereka keluargaku, karena kau calon tunanganku!"
"Please wake up Jongin, kau sudah terlalu lama tertidur" balas Kyungsoo meremehkan
Jongin hanya memandang Kyungsoo dengan santai.
"Sudah sana pulang! Aku mau masuk kedalam" usir kyungsoo sambil membalikan badanya.
Belum sempat Kyungsoo melangkah, Jongin sudah menarik Kyungsoo ke dalam pelukannya.
DEG!
Kyungsoo terkejut, ia terdiam di dalam pelukan Jongin. Wajahnya ia tenggelamkan pada dada bidang Jongin. Telinganya mendengarkan irama detak jantuk Jongin yang mulai Kyungsoo sukai.
"Sudah! Diam disini, biarakan orang dewasa mengurus semuanya. Aku tak mau kau lelah karena membuang emosimu secara percuma" kata Jongin lembut sambil mengelus rambut Kyungsoo.
Kyungsoo terdiam. Dalam pelukan Jongin ia mengangguk. Kyungsoo menggigit kuku di jari tengahnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Tanpa Kyungsoo sadari Jongin tengah tersenyum penuh kemenangan, jika pelukan ini mampu membuatnya tenang, harusnya ia memeluknya saat di dalam tadi.
END
Or
TBC
?
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Yaaah... author balik lagiiii dengan cepat hahaha, ternyata hari author kagak jadi sibuk ! ;D
Gimana flasbacknya? Sudah hilang kan penasaranya? Atau masih penasaran lagi? Atau jangan-jangan kalian tidak puas dengan flashbacknya? Yah sudahlah kalau kalian kecewa, kita hentikan sampai disini saja yah ?
Disini author mau couple-in Lee Kwang Soo sama Park Bo Young, karena author pernah lihat ig nya Kwangsoo oppa lagi mamerin foto Park Bo Young di hp nya? Bener kan yah ?
Hayoo,,, kalian pasti penasaran kan sama sosok pria yang di telpon gongju-nim malam-malam? Sama author juga penasaran nih...
Kritik dan sarannya di tunggu yeth..! biar author semangat nulis buat ngelarin nih epep.. author gregetan pengen nge-END-kan ini epep ...
Baiklah, itu saja cuap-cuap dari aerii hari ini... tunggu saja kelanjutannya yah, doakan saja semoga ntar malam dapat hidayah buat ngelanjutin ini epep, biar bisa di posting hari berikutnya...
Gomawo yang udah mau baca... Gomawo yang udah ngikutin petualang Kaisoo bersama aerii :D
Repiiuuuwwwww Juseeeeeyooo, yeorobuuuuuun... :* :* :*
XOXO
From aerii
