a/n: Assalamu'alaykum, maaf lama update, vea kembali hadir nih =) btw, kalau dilihat-lihat, endingnya sangat, sangat pendek, hanya 2 lembar Ms. Word! Wuw, bukan apa-apa, vea hanya bingung mau disambungin ke mana lagi #
Oh ya, kalau kalian ingin tahu, ada banyak lho lagu-lagu nasyid tentang ibu yang menyentuh, kalau yang vea suka mah, nasyid yang judulnya Mama, Bunda, Ummi, apapun namanya, liriknya sangat sederhana tapi sangat menyentuh, kalian bisa baca di:
http : / syauqifamily . multiply . com / journal / item / 31 / Mama_Bunda_Ummi_Apapun_Namanya
juga lagu Karena Hanya Bunda di:
http : / / nasyidterpilih . blogspot . com / 2011 / 12 / fachmi-feat-dodi-hidayatullah-karena . html
Eits, jangan lupa untuk hilangkan spasinya ya^^
Special Thanks for Suzuka Kujyou, kira-sama, Angger NaruShizawa, OxxyCrisany Shizawa, Margaret'z Chan dan Tamae
Selamat Hari Ibu
Kamichama Karin ©Koge Donbo.
Selamat Hari Ibu © Invea
.
.
Kazune membuka salah satu matanya. Dipastikan bahwa istri tercintanya itu telah tertidur pulas. Setelah merasa yakin, ia lantas membuka kedua matanya dan mengendap-endap keluar kamar perlahan.
Selepas itu, pria berambut pirang itu bergegas menuju kamar putra semata wayangnya. Dibukanya pintu itu dengan perlahan, khawatir dapat menyebabkan istrinya terbangun. Suzune langsung menyambut papanya itu.
"Papa!" seru Suzune seraya berlari turun dari ranjang menuju tempat ayahnya. Sang ayah hanya menaruh jemari telunjuk kanannya di mulut dan membuat bibirnya bersuara,"Sssttt!"
Suzune mengangguk dan lantas meniru tingkah laku ayahnya membuat sang papa berusaha menahan tawa geli melihat tingkah laku nan lucu dari sang buah hati.
"Pa, bagaimana rencananya? Jadi?" tanya Suzune dengan berbisik. Kazune mengangguk. Ia kemudian mengajak Kazune turun membawa barang belanjaan yang telah Karin beli. Dengan penuh semangat, mereka berdua mengangkutnya ke kamar Kazune dan Karin. Setelah itu, mereka kemudian menutup telinga Karin dengan kapas sehingga gadis itu kurang peka terhadap suara sekitar. Lantas, kehebohan pun mulai terjadi di sana.
.
.
Karin terbangun ketika sebuah sentuhan lembut mengenai tubuhnya. Ia mulai membuka matanya dengan berat. Ada sedikit kekesalan membuncah di dadanya karena merasa terganggu tidur malamnya. Samar-samar matanya menatap dua siluet dari orang yang sudah dikenalnya.
"Kazune? Suzune? Ada apa?" tanya Karin heran.
"Selamat Hari Ibu!" seru mereka berdua serempak seraya memperlihatkan sebuah cake dengan lilin di atasnya. Karin yang terkejut langsung benar-benar tersadarkan dari alam mimpinya.
"He—Hei, ini jam berapa coba?" tanya Karin lagi.
"Tepat jam 23.59 sekarang," jawab Kazune seraya tersenyum lembut. Air mata haru perlahan terkumpul di pelupuk matanya.
"Ya ampun, kapan kalian merencanakan semua ini?"
"Sejak hari minggu, Ma," jawab Suzune dengan riang. Karin menatap sekeliling. Kamarnya kini telah didekorasi dengan begitu indah. Terdapat banyak hiasan pita di sana-sini. Tulisan-tulisan serta puisi tentang ibu dan cinta tertera di sana. Begitu pula dengan foto-foto memori mereka berdua. Karin tertegun memikirkan mereka berdua yang telah berusaha merencanakan semua ini. Dipeluknya kedua pria yang paling ia sayangi itu. Lalu, meledaklah tangisnya pecah.
"Aku benar-benar menyayangi kalian!" seru Karin dengan isakan. Kazune kemudian mengelus-elus pundak istrinya itu.
"Aku juga menyayangimu," gumamnya kemudian. Suzune terlihat membalas pelukan ibunya itu. Dengan penuh rasa sayang, ia lantas berkata,"Mama, maaf ya kalau Suzune tadi sangat menyebalkan. Suzu hanya ingin memberikan kejutan untuk Mama dan semua ini ide Papa,"
Karin kembali tertegun. Ditatapnya mata biru safir suaminya. Kazune hanya berusaha bersikap stay cool.
"Benarkah itu, Kazune?"
"E—Entahlah, yang ada di pikiranku saat itu hanya membayangkan kesenangan bisa membuatmu kesal," jawab Kazune dengan wajah memerah.
"Ugh, kau jahat!" Karin langsung mencubit pipi Kazune dengan gemas. Suzune hanya bisa tertawa. Mereka kemudian menghabiskan semalaman bersama.
Meskipun ada sedikit kekesalan di hati Karin, namun kalian pun bisa menebak sendiri kan bahwa gadis itu sangat mencintai suami dan anaknya?
Bagaimanakah dengan kalian? Apa yang kalian lakukan untuk orang-orang yang kalian sayang?
.
.
OWARI
