Title : Mysterious House

Author : V.D_CHO

Cast : Kyuhyun, Siwon, Tao, Kris(cast akan bertambah atau berkurang sesuai dengan kebutuhan)

Genre : horror, mystery

Type : Genderswitch for Kyuhyun.

Length : 4 of ?

Warning : Death Chara! DLDR. It's A GS Fanfict. NO PLAGIAT. Appreciate my hardwork. If you want to take it, then take it with full credit. As usual, critics and opinions are accepted here. Feel free to comment.

.

.

.

CHAPTER IV

:::: Mysterious House::::

Ternyata tidak mudah untuk menemukan Huang Zi Tao di daerah Jeju ini. Semuanya sudah di coba oleh Siwon dan Kyuhyun, bahkan mereka sampai menyewa detektif. Tapi nihil, Zi Tao –entah karena hal apa– benar-benar bersembunyi dengan baik. Disisi lain, Kyuhyun mulai takut kalau satu-satunya kunci mereka ternyata sudah tidak berada di Korea lagi. Mereka sudah menghabiskan waktu hampir sebulan lebih, ditemani oleh terror-teror yang semakin parah, bahkan Jiwon juga sempat terkena imbasnya.

Dia ditemukan pingsan di kamar mandi, dan setelah sadar dia mengatakan kalau sebelumnya dia melihat ada sesosok mayat bersimbah darah di dalam bath up dan tangan mayat itu menggenggam tangannya erat secara tiba-tiba. Siwon dan Kyuhyun percaya akan hal itu ditambah lagi, ada bekas jejak tangan seseorang yang di pergelangan tangan kiri Jiwon yang memerah. Sepertinya Jiwon benar-benar di genggam dengan erat.

:::: Mysterious House::::

"kalau kau tidak menemukan dia disana, lebih baik kembali saja." Ujar Kyuhyun pada Siwon melalui ponselnya.

"iya, aku juga sedang dalam perjalanan pulang sekarang. Kau dimana?" tanya Siwon.

"di Dongdaemun. Tadinya aku bersama Jiwon, tapi dia sudah pulang duluan, jadi aku sendiri."

"mau ku jemput? Kebetulan aku juga sedang berada di sekitar Dongdaemun."

"terserahmu. Aku tunggu di halte bis."

"baiklah."

Selagi Siwon mengemudikan mobilnya menuju ke halte bis, Kyuhyun berdiri di seberang jalan menuju ke halte bis. Dia sedang menunggu traffic light untuk penyebrangan menyala. Setelah itu, dia mulai menyebrang. Jalanan Dongdaemun hari ini cukup sepi, hanya ada 3 orang pejalan kaki lainnya yang ikut menyebrang bersama Kyuhyun, itupun Kyuhyun tertinggal di belakang karena dia sedang tidak bisa berkonsentrasi.

Tiba-tiba saja, ada sebuah mobil truk pengangkut barang melaju dengan kecepatan tinggi kearah Kyuhyun. Saat mendengar suara klakson dari truk tersebut dan teriakan dari orang-orang sekitar, Kyuhyun baru menyadari kalau nyawanya sedang terancam. Tapi dia tidak melakukan apa-apa. Tubuhnya terasa di paku ke dalam bumi dan membuatnya tak bisa bergerak se-mili pun.

Kyuhyun memejamkan matanya, bersiap untuk menerima kematianya. Airmatanya menetes saat kedua matanya mulai terpejam. Dia bisa mendengar suara mobil truk yang semakin mendekat kearahnya. Sedetik kemudian, Kyuhyun merasakan tubuhnya ditarik oleh seseorang.

"Cho Kyu-late, kau baik-baik saja? Ada yang terluka?" mendengar suara Siwon, Kyuhyun membuka matanya dan langsung menangis di dalam pelukan Siwon sebagai pelampiasan rasa leganya karena bisa selamat dari maut. Jujur saja, dia sangat takut tadi.

"syukurlah, kau tidak apa-apa. Aku nyaris kehilanganmu tadi…" ujar Siwon.

Kyuhyun beruntung, Siwon tiba tepat waktu. Saat dia melihat Kyuhyun dalam bahaya, ia langsung turun dari mobilnya dan berlari kearah Kyuhyun kemudian menariknya ke pinggir jalan. Orang-orang yang berada di sekitar sana juga mendesah lega karena kecelakaan tidak jadi terjadi.

"kita pulang sekarang?"

Kyuhyun hanya mengangguk, "aku merasa kakiku lemas sekali…" gumam Kyuhyun setelahnya. Siwon tersenyum, kemudian dengan mudah dia menggendong Kyuhyun ala bridal dan membawanya ke mobil.

"apa kau terluka?" tanya Siwon setelah mereka di dalam mobil. Kyuhyun menggeleng. "aku hanya syok."

"kenapa bisa kau yang menjadi sasaran berikutnya? Bukannya aku yang masuk keruangan itu setelah Changmin dan Donghae?"

Kyuhyun memijit pelipisnya, kepalanya pusing sekarang. "tidak, Won. Aku yang ketiga. Sebelum dirimu, aku sudah memasuki ruangan itu, meskipun hanya satu langkah." Kata Kyuhyun. Dia juga baru sadar akan hal ini sekarang.

"waktu aku menahanmu itu?"

"iya."

"kalau begitu, teruslah berada didekatku. Aku akan melindungimu."

Kyuhyun tersenyum miris. Siwon masih bisa memikirkan orang lain selain dirinya, padahal dia sendiri juga sedang terancam bahaya.

"kenapa?"

"apanya yang kenapa?" tanya Siwon balik.

"kenapa kau ingin melindungiku?"

Siwon menepikan mobilnya dan menatap Kyuhyun intens.

"jawabannya hanya satu."

"apa itu?"

"karena aku mencintaimu…"

:::: Mysterious House::::

Kyuhyun terdiam cukup lama setelah mendengar pernyataan dari Siwon. Meskipun pada kenyataannya dia menerima Changmin sebagai kekasihnya karena Changmin adalah sahabatnya, tapi tak bisa dipungkiri kalau dia juga sayang pada Changmin. Sayang yang belum sampai ke taraf cinta.

Kalau boleh, Kyuhyun ingin bersama Siwon, karena dia memang mencintai Siwon meskipun terkadang Siwon bersikap menyebalkan. Tapi, Siwon tak pernah menyatakan perasaannya pada Kyuhyun. Kenapa justru disaat seperti ini Siwon baru mengutarakan perasaannya? Semuanya terasa begitu salah dan memusingkan.

"Won, kurasa ini bukan saat yang tepat…" lirih Kyuhyun. "semua yang terjadi malam itu adalah kesalahan. Entahlah… aku merasa bersalah pada Changmin…" lanjutnya. Siwon menggenggam tangan Kyuhyun dengan tangannya yang bebas, tapi Kyuhyun dengan cepat menarik tangannya dari genggaman Siwon.

"aku lelah. Aku ingin tidur sebentar." Ujar Kyuhyun. Siwon mengangguk pelan dan menatap Kyuhyun sendu.

"ya, tidurlah."

Kyuhyun kembali bermimpi dalam tidurnya, bukan mimpi yang sama seperti yang biasa dialaminya. Kali ini berbeda. Dia berada di sebuah tempat serba putih dan Changmin juga berada disana. Kyuhyun rasanya ingin menangis kala melihat Changmin saat ini. Dia sangat merindukan sahabat sekaligus kekasihnya tersebut.

Changmin tersenyum lembut pada Kyuhyun, "kemarilah…"

Kyuhyun berjalan mendekat kearah Changmin. Changmin menggenggam tangan Kyuhyun dan membawa Kyuhyun kesebuah tempat, sebuah hutan yang sangat indah yang Kyuhyun sendiri tak tahu dimana, mungkinkah ini surga?

"apa kabarmu?"

"aku tidak baik. Tidak, setelah kau dan Donghae pergi."

"kau masih memiliki Siwon, Kyu…"

"tapi rasanya berbeda…"

"Kyu, apapun yang terjadi nanti, kau dan Siwon harus berjuang. Mereka mengincar tubuh kalian."

"apa maksudmu, Min? siapa?"

"aku tidak boleh memberitahukannya padamu."

"apa? Kenapa?"

"karena kau masih hidup. Itu melawan hukum alam. Orang hidup tak seharusnya mengetahui hal-hal yang diketahui orang-orang yang sudah mati, Kyu."

"lalu, dimana ini?"

"kita berada di Sisi Lain. Begitulah orang-orang menyebutnya. Waktuku tak banyak, Kyu. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Dengarkan baik-baik."

Kyuhyun mengangguk.

"kau harus tetap hidup dengan baik walaupun aku tak ada lagi bersamamu. Tapi, percayalah, aku selalu mengawasimu dan memperhatikanmu. Dan, Kyu…"

Changmin tersenyum sembari menghapus air mata Kyuhyun yang telah membasahi wajahnya, "jangan menangis lagi, berbahagialah. Aku senang ada Siwon yang menggantikan posisiku. Aku tahu kalau sejak dulu kalian berdua sudah saling mencintai. Aku hanya mengisi tempat Siwon sementara, dan sekarang sudah saatnya dia mengisi tempatnya itu. Aku merestui kalian. Jangan merasa bersalah lagi, selamat tinggal, Kyu…"

Dengan itu, sosok Changmin perlahan menghilang, digantikan dengan wajah Siwon yang terlihat panik saat Kyuhyun terbangun dari tidurnya.

Siwon terkejut saat mendengarkan isakkan dari Kyuhyun yang tengah tertidur. Dia segera menepikan mobilnya dan membangunkan Kyuhyun. "Cho Kyu, kau baik-baik saja? Kenapa menangis? Kau sakit?" tanya Siwon.

Selagi Siwon menghapus airmatanya, Kyuhyun tersenyum tipis, melihat Siwon yang panik saat ini, Kyuhyun tahu, bahwa Siwon sangat mengkhawatirkannya, "aku bertemu Changmin di dalam mimpiku."

"benarkah?"

"ya."

"apa yang dia katakan?"

"kita harus bertahan."

"kita pasti akan bertahan."

"Changmin juga merestui kita…"

Siwon menautkan alisnya, "maksudmu?"

"aku juga mencintaimu, Choi Siwon…" ujar Kyuhyun to the point. Siwon yang awalnya terkejut, kini tersenyum lembut, "akhirnya kau menyebutkan namaku dengan urutan yang benar."

"ya, akhirnya…"

"berbahagialah, Kyu, Siwon. Maaf kami tidak bisa membantu kalian…" ucap Donghae, yang tengah berada di Sisi Lain bersama Changmin. Mereka berdua tersenyum senang melihat Siwon dan Kyuhyun yang akhirnya bersatu tersebut.

:::: Mysterious House::::

Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya dengan Siwon saat mendengar ponselnya berdering.

"ck! Mengganggu saja…." Gerutu Siwon. Kyuhyun hanya tertawa renyah sebelum akhirnya menjawab pangilan dari sebuah nomor tak dikenal.

"yeoboseyo?"

"…"

"benarkah?"

"…"

"baiklah, tunggu kami. Kami akan segera kesana."

Kyuhyun segera menyimpan kembali ponselnya kedalam tasnya.

"dari siapa Cho Kyu?"

"nanti ku beritahu. Sekarang, putar balik, kita harus ke Jeju secepatnya!" ujar Kyuhyun bersemangat.

:::: Mysterious House::::

Kyuhyun dan Siwon memilih untuk menggunakan pesawat sebagai transportasi mereka karena pesawat adalah yang tercepat. Tepat saat Siwon dan Kyuhyun tiba di Jeju, sebuah pesan singkat berisikan sebuah alamat masuk ke ponsel Kyuhyun. Siwon langsung menyetop taksi dan mereka meluncur menuju ke alamat tersebut.

Selang 10 menit, mereka tiba didepan sebuah rumah bernuansa hijau. Di gerbang, mereka telah di tunggu oleh seorang gadis bermata bak panda yang tersenyum manis pada mereka.

"silahkan, ikut denganku." Kata gadis itu.

"ayo masuk, silahkan duduk dulu. Aku akan membuatkan minuman untuk kalian. Teh? Orange juice? Kopi?"

"terserah anda saja. Terimakasih." Jawab Kyuhyun. Gadis itu tersenyum dan mengangguk.

Tak lama kemudian, gadis itu kembali dengan sebuah nampan berisikan 3 gelas orange juice.

"apa kalian kesulitan untuk menemuiku?" tanya gadis itu.

"kau Huang Zitao?"

"iya. Panggil saja aku Tao, eonni, oppa. Kalau boleh tahu, nama kalian siapa?"

"namaku Siwon, dan ini Kyuhyun."

"jadi, ada masalah apa? Sepertinya kalian sangat membutuhkan bantuanku."

"ini…"

Kyuhyun menyodorkan buku tua yang di temukannya di ruang bawah tanah kepada Tao. Tao terdiam cukup lama, kemudian kembali memasang wajah ramahnya.

"sepertinya kalian sudah mengalami hal yang buruk ya? Aku tahu itu. Aku sudah menyembunyikan diriku cukup lama, dan berusaha untuk tidak mengingat-ingat kejadian itu lagi. Tapi, aku juga tidak mungkin membiarkan ada korban lagi, bukan?"

"apa maksudmu?"

"aku juga pernah mengalami hal yang kalian alami sekarang. Kedua orang tuaku, gege-ku dan jiejie-ku tewas di rumah itu seminggu setelah kami pindah, karena mereka. Aku adalah satu-satunya orang yang selamat dan pembantaian oleh sesuatu yang tak terlihat itu."

"bagaimana caranya kau bisa lolos?"

"aku sendiri tidak tahu, eonni. Setahun kemudian, aku kembali kesana bersama tunanganku, Kris. Dan kami mencoba untuk membongkar misteri di rumah itu, tapi mereka terlalu kuat, jurnalku tak sengaja tertinggal disana saat kami meninggalkan rumah itu."

"kapan terakhir kali kau mengunjungi rumah itu?" tanya Kyuhyun.

"tiga tahun yang lalu. Kris terluka parah disana."

"apa dia selamat?"

"untungnya iya. Sekarang dia sedang bekerja di rumah sakit dan sebentar lagi akan pulang. Kalau aku boleh tahu, kalian sudah kehilangan berapa orang?"

"dua."

"siapa yang berikutnya?"

"aku." Jawab Kyuhyun.

"apa kalian sudah membaca isi jurnalku?"

"ya. Semuanya tentang keluarga Sherman. Siapa mereka?" tanya Siwon.

"mereka adalah keluarga yang pertama kali menempati rumah itu. Mereka berasal dari Amerika. Keluarga yang sangat tertutup dan misterius, menurut beberapa orang yang dulu pernah menjadi tetangga mereka. Keluarga itu terdiri dari tiga orang, Peter Sherman, Anny Sherman, dan putri mereka, Mia Sherman." Jelas Tao.

"kami –aku dan Kris– mencurigai keluarga Sherman sebagai awal mula teror ini terjadi. Kenapa? Karena kami tidak menemukan ada keanehan atau kejanggalan pada keluarga lainnya yang sempat tinggal disana sebelumnya. Dan setelah kami mencari tahu lebih jelas, kami menemukan fakta, bahwa keluarga tersebut merupakan penganut ajaran sesat. Mereka penganut iblis!" lanjut Tao.

"boleh aku tanya sesuatu padamu? Sebenarnya apa pekerjaanmu?" tanya Kyuhyun. Tao tertawa renyah.

"apa aku dan Kris terdengar seperti pasangan detektif? Sayangnya, kami bukan detektif. Kami memang sengaja mencari dan mengumpulkan semua itu untuk menambah informasi tentang rumah itu."

"oh ya, kalian sudah membaca guntingan artikel tentang tewasnya seluruh keluarga Sherman?" tanya Tao kemudian. Kyuhyun dan Siwon mengangguk.

"mayat Peter Sherman di temukan di ruang bawah tanah dengan luka tusuk di jantungnya, begitupun putri mereka, Mia, ia di temukan tewas dengan luka lebar di leher akibat sayatan benda tajam. Sedangkan Anny, jasadnya tidak di temukan dimanapun, namun karena tidak pernah terdengar kabar tentangnya, maka di indikasikan kalau Anny juga telah meninggal dunia. Dan menurut beberapa cerita penduduk sekitar, katanya mereka bertiga menghantui rumah tersebut. Apa kalian pernah melihat penampakan mereka?"

"pernah." Jawab Siwon.

"sering." Timpal Kyuhyun.

"ada satu lagi yang menarik disini. Katanya, jasad Mia menghilang dari rumah sakit sehari setelah kejadian, dan sampai sekarang tidak ada yang tahu keberadaan jasadnya tersebut."

"astaga, ini mengerikan…"

"aku pulang~" terdengar suara bass seseorang dari arah pintu masuk.

"kemarilah, ge…" Tao menyuruh Kris untuk duduk di sampingnya.

"perkenalkan, ini Kyuhyun eonni dan ini Siwon oppa."

"salam kenal, aku Kris."

"senang berkenalan denganmu, Kris."

"ada apa kalian kemari?"

"kami kemari untuk meminta bantuan."

"bantuan tentang ap-" perkataan Kris terhenti saat melihat buku jurnal Tao yang sudah lama menghilang ada dihadapannya.

"maafkan aku, tapi kalau kalian datang kemari untuk meminta bantuan yang bersangkutan dengan rumah itu, aku tidak bisa. Dan aku juga tidak akan mengizinkan Tao untuk ikut bersama kalian dalam masalah ini."

:::: Mysterious House::::

Tepat pukul 8 malam, Siwon dan Kyuhyun memasuki kamar hotel mereka masing-masing, yang kebetulan bersebelahan dan memiliki pintu penghubung antara kamar Siwon dan Kyuhyun di dalamnya. Mereka terlalu lelah untuk kembali ke Seoul malam ini.

Mereka akui Kris sangat keras kepala dan berdebat dengan Kris sangatlah menguras tenaga, tapi mereka juga tidak bisa memaksa. Setidaknya mereka sudah mendapatkan beberapa penjelasan dari Tao.

Kyuhyun mengganti pakaiannya dengan baju yang baru saja mereka beli tadi, sebelum mereka ke hotel. Setelahnya, dia membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Perlahan dia mulai memejamkan matanya. Tapi suara gaduh dari kamar di atasnya membuatnya kembali terjaga. Ayolah, Kyuhyun hanya ingin beristirahat tanpa ada gangguan apapun sekarang.

Kyuhyun menelepon bagian pelayanan pengunjung hotel lewat telepon yang di sediakan dikamar tersebut.

"ada yang bisa saya bantu?"

"ya. Penyewa kamar dilantai 8 berisik sekali, bisa tolong diurus?"

"nomor berapa kamarnya, nona?"

"dia tepat berada diatas kamarku. Bagaimana bisa seseorang membuat kebisingan dan terdengar hingga kamar lain? Hotel ini kamarnya kedap suara, bukan?"

"kami mohon maaf atas ketidak nyamanan anda, nona. Kamar yang anda maksud adalah kamar nomor 1025. Tapi, anda yakin suara tersebut berasal dari sana?"

"ya. Memangnya ada apa?"

"kamar dengan nomor 1025 saat ini tidak ada yang menempati, nona."

"a-apa?" Kyuhyun terperangah.

'oh tidak, jangan lagi…' batin Kyuhyun.

"tapi kami akan tetap memeriksa keadaan disana. Sekali lagi kami minta maaf atas ketidak nyamanan anda, nona. Selamat malam."

Kyuhyun menjatuhkan gagang telepon yang dia pegang dan langsung menggedor pintu penghubung antara kamarnya dengan kamar Siwon. Tapi tak ada jawaban. Kyuhyun mencoba membuka pintu tersebut, dan ternyata pintunya tidak di kunci.

Dia melihat Siwon sedang tertidur dengan posisi telungkup di ranjang dan topless. Kyuhyun sudah biasa melihat pemandangan ini. Kyuhyun sudah mengenal Siwon selama hampir seumur hidupnya. Dan melihat Siwon tidur dalam keadaan topless sudah jutaan kali dilakukannya.

Kyuhyun berjalan mendekati Siwon dan berusaha untuk membangunkan Siwon.

"Won… bangun…" ujar Kyuhyun sambil mengguncang pelan tubuh Siwon.

"Siwonnie, bangun!"

"hmmm? Ada apa, sayang?" sahut Siwon tanpa mengubah posisinya apalagi membuka matanya.

"dia disini…"

"dia siapa?"

"mereka..."

"kau hanya kelelahan, Cho Kyu. Seharusnya kita tidak memesan kamar terpisah. Kau disini saja, tidur denganku." Siwon menggeser tubuhnya untuk memberikan ruang pada Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafasnya pasrah. Dia memilih untuk tidur bersama Siwon. Tapi, baru saja dia ingin berbaring, dia melihat ada sesosok wanita berpakaian serba hitam berdiri di pintu penghubung kamar dengan seringaian mengerikan di wajahnya. Kyuhyun tidak mengenalinya, yang jelas, dia bukanlah gadis di dalam lukisan yang biasa dilihatnya.

Kyuhyun mengguncang tubuh Siwon dengan kuat saat wanita itu berjalan mendekat.

"Siwon, bangun! Cepat!"

"kenapa lagi sih, Cho Kyu?" tanya Siwon sambil merubah posisinya menjadi duduk menghadap Kyuhyun. Kyuhyun menunjuk kearah belakangnya dan Siwon menoleh mengikuti arah yang ditunjukkan Kyuhyun. Matanya membulat terkejut saat melihat wanita berpakaian hitam tersebut.

Wanita itu mengarahkan tangan kanannya ke Kyuhyun, kemudian dalam sekejap tubuh Kyuhyun terbanting ke dinding dengan kuat, darah tampak mengalir membasahi wajah Kyuhyun.

"CHO KYUHYUN!" pekik Siwon terkejut dan dengan cepat menghampiri Kyuhyun yang tak sadarkan diri. Dia kemudian mencari keberadaan wanita tadi, namun, wanita tersebut sudah lebih dulu menghilang dari sana.

Siwon mengangkat tubuh Kyuhyun dan membaringkannya di ranjang, memakai kemejanya, kemudian kembali menggendong Kyuhyun ke lantai satu dan langsung membawa Kyuhyun menuju kerumah sakit terdekat menggunakan taksi.

"kumohon, bertahanlah Cho Kyu…." Gumam Siwon berkali-kali selama perjalanan menuju ke rumah sakit.

Suhu di dalam taksi tiba-tiba turun drastis, Siwon bisa merasakan ada hawa dingin tak mengenakkan dari arah belakangnya. Saat itulah Siwon mendengar ada seseorang yang berbisik padanya.

"terlambat, dia mati…"

:::: Mysterious House::::

.

.

.

To Be Continued…

Author's Note : eotte? Ini Chapter 4-nya. Chapter 5 akan segera menyusul. Disini agak kurang ya horornya? Emang sih, aku juga ngerasa gitu. Tapi tenang, di chapter depan, bakalan aku tambahin lagi efek horornya. As usual, Kripik dan sarap-nya siap diterima dengan senang hati. See you at next chap, guys ^^

P.S : buat GUEST *yang ngasih saran ttg Kyuhyun* (yang pake nama Guest ada 2, jadi aku rada bingung), aku sebelumnya gak kepikiran kayak gitu. Mungkin karena aku terpaku sama jalan ceritanya jadi aku gak mikirin hal yang kamu bilang. Dan karena ini FF udah selesai sampai akhir, aku gak ngedit lagi jalan ceritanya, tapi sedikit aku tambahin aja. Maaf kalau mengecewakan. Dan, thanks banget sarannya, lain kali bakalan aku perhatiin lagi ^^

Review = Good = update cepat

Review = Bad = update lamaaaa…. Hahahaha XD