Title : Sunshine

Author : KaRa BngtnGirl

Genre : Straight, Romance, Sad

Rated : K

Cast :

- Yeon Ji Ae (oc)

- Park Jimin (BTS)

- Yeon Eun Soo (oc)

- Yeon Hye Sun (oc)

Disclamer :

FF ini merupakan FF pertama Author. Jika ada kesamaan dengan cerita/FF lain, bukan merupakan suatu kesengajaan. Karena FF ini murni dari hasil pemikiran saya sendiri. NO PLAGIAT ! (hargai karya Author)

Happy Reading Guys ^^

.

Chapter 4

####

^Economic Class...

(AUTHOR POV)

Keesokkan harinya, semua mahasiwa dan mahasisiwi tetap belajar seperti biasa tanpa merasa kehilangan seseorang di kelas. Ne, seseorang itu tidak lain adalah Ji Ae yang tidak masuk sejak ia difitnah.

Dan sampailah saat jam kuliah telah usai. Saat bel pulang telah berbunyi terdapat sebuah keanehan. Bel tersebut berbunyi suara rekaman. Semua mahasiwa dan mahasiswi serta dosen yang belum meninggalkan kelas seketika mendengarkan isi rekaman itu. Terlihat salah satu mahasiswi di dalam kelas menjadi tegang.

Suara di dalam rekaman itu terdengar sangat jelas.

Selesai mendengarkan isi rekaman, dosen lalu berkata dengan cukup keras "nuguya?".

Beberapa murid melihat kearah seseorang yang tempat duduknya tepat berada di tengah.

"Ye In!" kata dosen dengan amarah yang tertahan.

Sedangkan yang menjadi pusat perhatian hanya terdiam dan menunduk dengan matanya yang telah berkaca-kaca.

####

(AUTHOR POV)

Sejak kejadian 2 hari yang lalu, Ji Ae akhirnya dapat turun kuliah lagi seperti biasa, dan masalah telah selesai. Bahkan Ye In yang terancam akan di keluarkan dari kampus dapat diringankan hukumannya dengan hanya mendapat skorsing selama 1 bulan. Itu semua terjadi karena Ji Ae memaafkan dan tanpa diketahui orang lain selain dosen, Ji Ae meminta agar hukuman Ye In diringankan.

Sejak kejadian itu Ji Ae dan Ye In tidak pernah menyapa satu sama lain. Ye In yang tetap pada rasa bersalahnya dan Ji Ae yang tetap pada rasa kecewanya.

^Restaurant...

"Kamu terlalu kejam, bagaimana bisa kamu menganggap aku lemah?" kata Ji Ae sambil memakan es krim coklat dengan senyuman kecil yang melintas di bibirnya.

"arra, aku salah. Tapi walaupun begitu kamu tetap mempunyai utang budi yang harus kamu bayar" kata Jimin sedikit tersenyum kecil karena melihat yaoja chingunya yang dapat kembali tersenyum.

"mwo? Tapi, kalau terlalu sulit aku akan membuatmu menderita" jawab Ji Ae menatap tajam kearah Jimin.

Jimin hanya dapat tersenyum karena melihat ekpresi Ji Ae saat ini, yang menurutnya sangat manis.

####

(AUTHOR POV)

Di sisi lain, sejak pertemuan antara Jimin dengan Eun Soo. Eun Soo dan Jimin sering bertemu bahkan mereka sekarang telah menjadi teman akrab. Seiring berjalannya waktu merekapun semakin dekat dengan anggapan hanya sebatas yeodongshaeng dengan oppa nya. Namun, tidak begitu dengan apa yang dirasakan oleh Eun Soo. Eun Soo menganggap Jimin sebagai seorang namja yang telah berhasil menarik hatinya.

####

(AUTHOR POV)

Eun Soo mempunyai rencana untuk memperkenalkan Jimin kepada eomma dan eonni nya sebagai namja chingu nya. Karena Eun Soo pikir, mungkin Jimin akan menyatakan cinta padanya, jika direstui oleh keluarganya.

"jam berapa?" Tanya Jimin kepada Eun Soo yang menelponnya saat ia sedang sibuk mengurus berkas di atas meja kerja.

"Jam 8 malam ini dan kamu wajib datang" jawab Eun Soo sembari berjalan pulang melewati lorong kampus.

" nde, tapi tidak janji" jawab Jimin sembari terus mengurus berkas di atas meja kerjanya dan saat itu juga mereka saling mengakhiri pembicaraan.

####

^Restaurant...

(AUTHOR POV)

Sang mentari menghilangakan cahayanya yang digantikan dengan rembulan bersama bintang yang tersenyum cerah.

"anyeong hasimnika" kata Jimin yang saat itu memakai pakaian rapi, kepada Eun Soo serta eommanya.

Pada saat itu Eun Soo terlihat cantik dengan dress berwarna putih yang terlihat sangat cocok pada tubuhnya.

Ji Ae melirik kearah namja yang katanya kekasih Eun Soo. Masih dengan posisi yang sama, seakan tak percaya Ji Ae menatap Jimin dengan tatapan yang sulit diartikan disertai rasa kecewa yang timbul dalam hatinya namun ia menutupi semua perasaan itu dengan berusaha tenang dan bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa.

Jimin yang melihat Ji Ae lalu berkata dengan sedikit heran "Ji Ae".

Hye Sun dan Eun Soo pun spontan melihat kearah Ji Ae.

"kamu mengenal eonni?" tanya Eun Soo.

"eonni?" kata Jimin dengan suara yang pelan.

Melihat suasana menjadi sedikit canggung, Eun Soo lalu mempersilahkan Jimin untuk duduk. Sedangkan Jimin terus memandang Ji Ae dan tersenyum kecil.

"Kalau aku boleh tau kalian mempunyai hubungan apa?" tanya Eun Soo sedikit curiga dan cemburu karena melihat cara pandang Jimin terhadap Ji Ae yang sedikit berbeda.

"nde? Oh ne... Ji Ae..." belum selesai Jimin berkata, langsung di sanggah oleh Ji Ae.

"kita hanya teman" kata Ji Ae dengan ekspresi dan suara yang terkesan datar.

Jimin yang mendengar itu langsung terdiam, karena ia tidak tau apa yang telah terjadi dengan Ji Ae hingga mengatakan kalau mereka berdua hanya sebatas teman.

"Oo…ya sudah ayo kita makan" kata Hye Sun yang saat itu juga langsung memesan makanan.

####

^Park Campus...

Ji Ae berjalan menuju mobilnya berniat mau pulang, namun saat ia ingin membuka pintu mobil, terdengar langkah kaki yang secara perlahan menghampirinya dari belakang.

"apa terjadi sesuatu?" tanya seseorang tepat dibelakang Ji Ae.

Tanpa membalikkan badan karena telah tau siapa yang berada di belakangnya Ji Ae lalu berkata dengan tenang dan dengan pandangan yang terkesan kosong "pentingkah pertanyaan itu?".

"aku siap kapan pun kamu mau menceritakannya" kata Jimin dengan ekspresi wajahnya yang tenang.

Kata-kata itu telah berhasil membuat sepasang mata Ji Ae memanas. Walaupun tidak terlalu jelas namun krystal-krystal bening telah cukup memenuhi mata indahnya. Tanpa berkata lagi ataupun menoleh kebelakang Ji Ae langsung masuk ke dalam mobil dengan perasaan kecewa yang ia pendam, lalu mengemudikannya dengan kecepatan tinggi.

"Jimin, ada apa?" tanya seseorang yang tengah menghampiri Jimin.

"hanya urusan pribadi?" jawab Jimin dengan ekspresi yang datar kepada seseorang yang ternyata adalah Eun Soo.

"mianhae, aku harus pergi" kata Jimin melangkah menuju mobilnya dan meninggalkan Eun Soo sendirian.

Sedangkan, Eun Soo hanya dapat terdiam dengan pertanyaan yang ada dalam pikirannya "apa kalian yakin hanya sebatas teman?".

####

(AUTHOR POV)

Tiga minggu telah berlalu, selama tiga minggu itu Ji Ae selalu diam dan bersikap dingin kepada Jimin, tanpa Jimin tau permasalahannya. Sedangkan disisi lain Eun Soo selalu berusaha mendekati Jimin dengan semua perhatian yang ia berikan.

Sampailah dimana Jimin tidak dapat menunggu lagi, ia berniat akan mengajak Ji Ae bertemu di tempat kenangan mereka.

grsstt…grsstt… handphone Ji Ae bergetar cukup keras namun Ji Ae mematikannya. Tidak lama kemudian Ji Ae mendapatkan pesan masuk "bisakah kita bertemu saat ini? Di tempat biasa, Dan aku berharap dapat mendengar sebuah penjelasan" isi pesan.

Sempat terdiam sejenak, Ji Ae yang menerima pesan itu lalu dengan cepat mengambil tas kecilnya dan melangkah pergi untuk menemui Jimin, karena ia harus memberi keputusan tentang hubungan mereka.

^Garden (Memory Place)...

Ji Ae datang perlahan dengan perasaan bimbang dihatinya menuju tempat yang sudah di tentukan. Setelah sampai, ia melihat Jimin telah berada ditempat itu dengan memandang pemandangan dihadapannya. Ji Ae berhenti tepat di belakang Jimin, dengan jarak yang sedikit jauh dari tempat Jimin berdiri saat ini.

Mendengar suara langkah seseorang yang masuk ke dalam indra pendengarannya, Jimin lalu membalikkan badan kearah orang itu yang ternyata adalah Ji Ae.

"kita akhiri saja" kata Ji Ae menatap kearah Jimin.

Jimin yang mendengar itu langsung mendekati Ji Ae dan berkata "wae? Apa aku ada salah?".

"pengkhianat, itu adalah kesalahan" kata Ji Ae dengan pandangan yang terkesan kosong walaupun ia saat ini sedang menatap kearah Jimin.

Jimin hanya dapat terdiam yang menandakan ia tidak tau apa yang dimaksud Ji Ae dengan kata pengkhianat.

"kamu mendekati yeoja lain bahkan berpacaran dengannya" kata Ji Ae dengan cukup keras.

(JI AE POV)

Aku melihat kesedihan itu, kesedihan karena ketidak bersalahan. Mianhae Jimin oppa, aku tau kamu tidak bersalah. Maafkan aku yang terlalu egois, karena hanya memikirkan aku pada posisi seorang eonni.

"mwo? Aku tidak dapat berpikir kenapa kamu berkata seperti itu" katanya kepadaku dengan kesedihan yang dapat kulihat pada kedua matanya saat ini.

"aku tidak menyangka selain pengkhianat kamu juga seorang aktor yang hebat" kataku kepadanya dengan tatapan yang tajam.

Sepasang mataku terasa mulai memanas lagi untuk yang kesekian kalinya, aku bahkan tidak terlalu jelas melihat namja yang sedang berdiri dihadapanku sekarang.

Menyadari hal itu, spontan aku membalikkan badanku dari hadapannya berniat pergi. namun sepasang tangan dengan cepat menarikku dan otomatis membalikkan badanku, membuat aku terjatuh ke dalam pelukannya. Sekarang dapat kurasakan kehangatan tubuhnya yang membuatku nyaman dalam pelukan ini dan tanpa sadar krystal-krystal bening yang sedari tadi telah memenuhi mataku yang menyiksa perasaanku akhirnya mulai keluar dengan bebas membasahi wajahku dan bahu namja yang sangat aku cintai.

(AUTHOR POV)

"kamu harus percaya, aku tidak akan pernah mengkhianatimu. Apakah pernah selama ini aku berbohong?" kata Jimin saat memeluk Ji Ae, dengan terus berusaha menenangkan Ji Ae yang telah terbawa emosi dalam pelukannya.

Setelah beberapa saat Ji Ae pun melepaskan pelukan itu dan berkata "entahlah, sekarang aku bahkan tidak dapat melihat siapa pun".

Sedikit terhenti perkataannya untuk berpikir lalu melanjutkan perkataannya kembali, "Berikan aku waktu, jika aku besok kembali kesini maka kita akan tetap bersama,Tapi jika malam menjelang aku tidak…".

"aku yakin kamu pasti datang" kata Jimin tersenyum tipis, Jimin terlihat yakin dengan sebuah harapan besar dalam matanya.

Ji Ae yang mendengar itu seketika berjalan pergi meninggalkan Jimin, langkahnya sempat terhenti dengan matanya yang masih berkaca-kaca namun ia berusaha tegar seperti tidak terjadi apa pun dengan menarik air matanya agar tidak keluar yang kedua kalinya.

####

(AUTHOR POV)

Awan yang sudah mulai gelap dengan udara yang sangat dingin menandakan jika matahari telah berganti dengan sang malam. Disisi lain terlihat Ji Ae yang sedang berjalan kerumahnya dengan tatapan kosong dan tentunya dengan perasaan yang masih bimbang.

Setelah sampai di ruang tamu, eoommanya Ji Ae terlihat sedang berjalan menuju ketempat Ji Ae sekarang berdiri dan dengan cepat menampar wajah Ji Ae dengan sangat keras. Ji Ae hanya dapat terdiam karena telah terbiasa atas tamparan itu.

"kamu sudah benar-benar keterlaluan, tidak cukup atas semua kelakuan berandal yang kamu lakukan dan kamu juga belum puas dengan semua harta ini, eoh?" kata eommanya Ji Ae dengan perasaan amarahnya. Ji Ae hanya dapat terdiam, tatapannya lah yang mengisyaratkan kalau ia tidak tau apa permasalahannya.

"sudah berapa lama kamu mengkhianati adik kamu sendiri" lanjut eommanya itu.

"kemarin Eun Soo tidak sengaja melihat kamu berpelukkan mesra dengan Jimin, apa belum cukup aku merawat kamu selama ini. Sampai-sampai kamu merebut pacar yeodongshaeng kamu? dan menghancurkan hatinya" lanjut eommanya Ji Ae dengan tatapan tajam.

Sepasang mata Ji Ae yang seakan mengerti perasaannya yang terasa sakit saat ini, mulai berkaca-kaca dengan air mata yang tertahan. Ji Ae yang tidak tahan lagi dengan semua perlakuan eommanya terhadapnya, spontan berkata dengan suara yang keras.

"nde cukup, cukup untuk semua harta yang eomma berikan. Tapi pernahkah eomma berpikir aku juga butuh kasih sayang, selama bertahun-tahun aku menderita dengan perlakuan tidak adil eomma antara aku dengan Eun Soo. Semuanya harus aku yang mengalah. Semuanya, bahkan kasih sayang pun aku harus mengalah. Sejak kecil eomma tidak pernah memperhatikan aku, bahkan saat aku peringkat pertama di kelas eomma tidak pernah melihat nilai-nilai yang aku raih. Apakah pernah eomma memuji atas prestasiku? ani, eomma hanya dapat melihat semua kekuranganku. Nde, semua kekuranganku. Eomma tidak pernah memberikan beberapa menit saja untuk aku dapat bercerita hari-hari yang aku lewati. Dan pernahkah eomma berpikir untuk menghibur aku disaat sedih? mungkin itu pun tidak ada dalam pikiran eomma. Jadi kenapa aku harus mengalah lagi kali ini? kalau saat ini juga aku dapat mengambil orang yang Eun Soo cintai, seperti Eun Soo yang telah mengambil semua kasih sayang eomma" Ji Ae berkata dengan cukup cepat, mengeluarkan semua perasaan yang tertahan selama bertahun-tahun.

Sesaat ketika Ji Ae berhenti bicara Hye Sun langsung menampar wajah Ji Ae yang kedua kalinya.

"kamu sama seperti eomma kamu" kata eommanya Ji Ae dengan sangat marah. Ji Ae yang tadi sedikit menoleh kesamping akibat tamparan keras dari eommanya itu langsung menatap dengan tajam kearah eommanya, seakan tidak percaya apa yang baru saja ia dengar.

Dunia Terlihat Indah Saat Kau Tersenyum Akan Hidup Yang Kamu Jalani~

To Be Continue...