pairing : Sasuhina

warning : AU, OOC, typo, curse,dll.

Disclaimer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Rated M buat mature

Don't like don't read

Roman Picisan 4

" 2x +2y=..."

" Hinata- hime, untuk apa ini ?"

" Gak usah banyak tanya deh, tulis aja. 5x -5y=..."

Sasuke hanya mengedikkan bahunya dan terus melanjutkan tulisan dari Hinata.

" Oke, selesai, sini kertasnya" ujar Hinata sambil merampas kertas berisi rumus dan perhitungan matematika. Namun Sasuke menahan kertas itu.

" Nona, saya gak akan nyerahin kertas ini sebelum nona bilang untuk apa"

Sasuke menatap Hinata tajam. Hinata hanya mendengus keras.

" Hari ini aku ada ujian tau, nah ini buat contekan nanti " ujar Hinata merasa bangga.

Sasuke langsung menarik kertas tersebut dengan kasar dan mengoyaknya.

" Heh, apa-apaan sih kamu ? " Hinata menatap mata Sasuke dengan tajam.

" Kapan kamu mau pintar kalau kamu gak pernah belajar cuma mengandalkan contekan begini ? " jawab Sasuke tak kalah tajamnya.

Hinata kembali mendengus keras, berbalik dan meninggalkan Sasuke sendirian di ujung koridor sekolah. Sasuke kembali terduduk, meremas rambutnya.

' Kenapa kamu gak ngerti sih Hinata ?' ujar Sasuke dalam hatinya sambil menundu lebih dalam lagi.

Di lain tempat Hinata berjalan cepat sambil memasang wajah kesal nan bengis yang sanggup membuat para pemujanya ketakutan karna tak biasanya raut imutnya terlihat seperti malaikat yang berubah menjadi devil.

' Dia pikir siapa dia ? Cuma supir sialan yang sok ngatur hidupku '

Another place and another time

Lelaki muda itu semakin kelihatan frustasi di dalam ruangan kantornya yang megah itu. Dijambaknya rambutnya keras-keras.

Tok...Tok

Suara ketukan pintu mengakhiri perbuatan Brutal bos muda itu terhadap rambutnya.

" Masuk"

Sekretaris cantik nan jelita itu masuk dengan takut-takut sambil membawa beberapa dokumen. Sebenarnya dia tak ingin mengganggu bos muda dan tampannya yang sedang frustasi karna sesuatu yang tak diketahuinya. Dari sejak masuk tadi dilihatnya wajah bosnya yang biasanya cool mirip kulkas itu kusut. Sepertinya si bos muda ini sedang banyak pikiran. Tapi dia harus menyerahkan dokumen-dokumen penting ini untuk ditandatangani oleh si bos.

" Pak, saya mau menyerahkan beberapa dokumen penting yang harus segera bapak tandatangani"

"Letakkan sajalah di situ"

Si sekertaris itu langsung berjalan ke arah meja bos, lalu meletakkan benda tersebut diatas meja, kemudian langsung keluar.

" Permisi, pak"

Setelah sang sekertaris keluar, ia langsung duduk di kursi bosnya, kembali menjambak rambut raven nya kuat-kuat.

" Kenapa kamu gak ngerti juga sih ? Aku udah muak begini terus, sayang. Udah tiga bulan dan kamu belum juga berubah. Sekarang kamu malah makin benci samaku, apa maumu ?"

Uchiha Sasuke, presdir perusahaan Uchiha corp. dibidang otomotif, merasa frustasi sang calon istri belum juga berubah sikapnya yang cetus, cuek bebek, manja, dan lain sebagainya.

" Aku cinta sama kamu. Tapi kenapa kamu malah gak bisa di buat ngerti hime ?"

Talking to the moon

Try to get to you

In hopes you're on the other side

Lagu Bruno Mars mengalun indah di Iphone Sasuke yang tergeletak pasrah diatas meja disamping Macbook-nya.

" Moshi-moshi, Hinata-hime"

"MANA KAMU ? INI UDAH JAM PULANG SEKOLAH, TAPI KAMU MASIH BELUM ADA ? " diseberang sana suara Hinata berteriak lantang hingga membuat Sasuke terpaksa menjauhkan telinganya dari Iphone nya.

" Niat kerja gak sih ? Atau aku bakal telepon papa buat MECAT KAMU, got it ?"

Sasuke hanya menghela napas nya. Dia merasa heran kenapa calon kekasih plus calon istrinya ini hobi teriak-teriak seriosa seperti itu.

"Baik nona, tunggu sepuluh menit saya akan langsung tiba di sana" langsung dimatikannya Iphone nya dan bergegas berganti baju dan langsung menuju parkiran mengambil mobil , kemudian mengebut seperti dikejar setan untuk menjemput Hinata.

Di lain tempat...

Tuttt...tuttt...tuttt...

Hinata melongo memandang ponselnya, takjub. Berani sekali supir sialan itu mematikan ponselnya menjawab seluruh teriakannya dengan beberapa patah kata.

"Grrrrr... SUPIR SIALAN !"

Blackberry keluaran terbaru milik Hinata itu sukses mendarat di atas lapangan basket dan tercecer isinya akibat lemparan kuat sang pemilik.

Beginilah hobi baru Hinata. Teriak-teriak, semenjak adanya supir baru itu di rumahnya.

"Sayang, kenapa kamu ? " seseorang merengkuh bahu Hinata tiba-tiba.

Hinata langsung menepis angan pemuda itu.

" Heh, Sasori, gak usah sok dekat deh samaku, menjijikkan tau"

"Loh kamu kan emang calon pacarku, gak masalah kan ?"

"Apa ? Mimpi kamu, dengar ya, aku gak mungkin bakalan jadi pacar kamu apalagi calon istri, nista tau"

Teeenn... Teeennn...

Suara klakson mobil berbunyi, mereka berdua menoleh. Begitu tau mobilnya sudah datang, Hinata langsung berlari masuk ke dalam mobil dan duduk dibagian depan. Dilain pihak Sasori hanya bisa mengepalkan kedua tangannya di masing-masing sisi tubuhnya. Ia merasa kesal mendapat perlakuan seperti itu.

'Liat Hinata, kamu bakalan masuk dalam perangkapku, liat aja'

Di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan penuh itu duduk seorang wanita yang memancarkan aura dingin penuh kegelapan. Tak biasanya dia duduk disamping sang supir seperti ini.

" Kenapa kamu lama jemput aku ?" ujar Hinata dingin.

"Aku lupa waktu, maafkan aku" Sasuke menjawab tak kalah dinginnya.

"JADI KAMU KIRA AKU GAK CAPEK NUNGGU ?"

Secara tiba -tiba Sasuke membanting setir kepinggiran jalan yang sedikit langgeng itu lalu meremnya secara mendadak membuat kendaraan lain dibelakangnya sukses mengeluarkan bunyi klakson cempreng mereka.

Sasuke menatap Hinata tajam membuat nyali Hinata sedikit ciut.

"Aku juga manusia, kamu kira aku gak bisa lupa, hn ?"

" Kamu digaji bukan untuk ngelupain tugas kamu sebagai supir ku"

Sasuke terdiam sambil terus menatap Hinata.

"Baik, aku muak dengan semua ini, kamu gak pernah bisa dibilangin secara baik-baik"

Dicengkramnya pergelangan tangan Hinata. Hinata berontak.

"Mau apa kamu ? Lepas, sakit tau"

Tanpa sadar Sasuke mendekatkan wajahnya ke Hinata. Hinata memalingkan wajahnya.

"Tsk"

Dengan sebelah tangannya dicengkramnya wajah Hinata agar berbalik padanya, langsung dilumatnya bibir ranum itu. Kemudian dijambaknya rambut Hinata agar wajahnya mendongak, dan mulutnya terbuka, mempermudah akses Sasuke menjelajahi rongga mulut Hinata. Hinata meronta mencoba melepaskan diri namun karna tempat sempit dan ruang gerak yang terbatas membuat nya susah bergerak.

"Eeengghh, lephumpff"

Sasuke kembali melanjutkan ciuman panas yang sempat terputus tadi akibat kehabisan oksigen. Tangannya mulai menjalar ke bagian dada proporsional Hinata, meremasnya.

"Enggghh, janghmpff"

Hinata mulai ketakutan melihat Sasuke yang semakin liar menggerayangi hampir seluruh tubuhnya. Kaca mobil yang sengaja dibuat gelap todak menguntungkan posisi Hinata, karna tak ada seorang pun yang bisa melihat dari luar, langit pun hampir menuju kegelapan. Sudut matanya mulai mengeluarkan air mata.

'Tolong, seseorang tolong aku'

TBC

Wah mulai kebukak ini siapa sebenarnya sang supir tampan

Ha ? Calon istri ? Penasaran kan ?

Oke chap depan bakal di usut siapa sih sebenernya Sasuke itu

Jaa~