AKHIRNYA! FINALLY!
HOLIDAY!
dan saya bisa update, ugh.. janji nya ga bisa di tepatin.. maaf banget..
kehidupan saya di sekolah bagaikan pekerja romusha.. Ugh!
Finally...
saya sendiri sampe lupa, chapter berapa ya?
oh ya kali ini mau agak ke.. romance ah dari pada ke humor.. HAHAHAHAHA
Disclaimer : I don't own Bleach.
"Sudah kubilang berkali kali!" Toushiro berteriak dengan kencang, "gue ga mau jadi cewe!"
"Kali ini aja, please banget," pinta Renji sambil bertekuk bagaikan melamar seorang cewe.
"Kenapa harus gue?" Tanya Toushiro kepada mereka, "tuh! Kenapa ga si Ichigo aja? Dia kan udah kaya banci!"
"Eits! Gue ga kaya banci, lu tau kan Justin Bibir? Dia itu kembaran gue," ucap Ichigo dengan bangga sambil menepuk-nepuk dadanya.
"Bieber, bego! Lu kagak punya poni kaya si JB," balas Renji.
"Elah.. Ntar gue pake poni, dan liat aja.. Gue tambah ganteng," ucap Ichigo sambil nyuruh nyuruh author nge highlight tambah gantengnya.
"Lu pikir lu tuh ganteng? Lu liat gue. Lu ama gue tuh bagaikan babu dan majikan!" Ucap Renji dengan sinis.
"Ya elu yang babunya, gue cakep gini kaya pangeran," Ichigo kembali narsis.
"Diem!" Ucap Grimmjow yang menengahi pertengkaran kecil mereka yang udah ke sekian kalinya, semenjak mereka duduk di sofa itu dan berdiskusi siapa yang akan menjadi perempuan di video klip mereka.
"Lagi pula, pelit amat sih si om," Toushiro yang dari tadi di paksa mereka untuk menjadi cewe –atas reviewer juga- tapi dia tetep bersi keras ga mau, "gue bilangin ya! Gue ga mau!"
"Lu mau gaji kita dipotong? LU MAU?" Tanya Ichigo dengan emosi.
"Gue sih ga mau, gue kan harus shopping tiap bulan." Bukannya malah nenangin, Renji malah nyari ribut lagi.
"Sebagus apa pun baju lu, lu ga bakal keliatan kaya orang kaya! Babu ya babu!" Ucap Ichigo dengan tengil.
"Bang-" belum selesai Renji ngebales, Grimmjow yang kesel ngambil piso dapur yang dia letakkan di meja (a/n: soalnya baru abis masak, maklum lah ibu-ibu –digorok Grimmjow-)
"Diem lu berdua!" Ancem Grimmjow sambil mengarahkan piso itu ke arah dua anak stress itu, dan kembali berbicara dengan Toushiro, "gimana, setuju?"
"S.. Se... Setuju." Toushiro ngeri dengan piso yang dipegang Grimmjow, ntah apa yang akan dilakukan Grimmjow jika Toushiro menolaknya.
Lalu Grimmjow mengambil mengambil hp miliknya dan menurunkan pisonya, Toushiro dan yang lain pun menghembuskan nafas lega. Ntah sejak kapan, Grimmjow bagaikan seorang janda sadis beranak tiga yang siap nyubitin anak-anaknya. Dan mereka bertiga? Hanya bisa menuruti kemauan Grimmjow.. ATAU mereka ga dikasih makan seharian.
"Om, Toushiro yang jadi cewenya," lapor Grimmjow kepada Byakuya lewat telepon lalu sesudahnya dia hanya menjawab 'iya' lalu dia menutup teleponnya.
"Besok kita bisa ke kantor, ngerti?" Grimmjow kembali mengacungkan pisonya.
"Ngerti!" Ucap mereka bertiga serempak bagaikan lagi di masa orientasi.
Besoknya,
Hari masih pagi, namun keempat orang itu sudah ada di kantor karena takut telat dan gaji mereka dipotong. Dan ternyata Byakuya adalah morning person, jadi mereka langsung bisa menemui Byakuya. Lalu mereka menuju ruangan Byakuya, dan menemukan Byakuya bersama seorang perempuan.
"Oh ini toh grup band yang kakak buat dan... Kakak menjadi manager mereka? Great!", ucap cewe itu dengan sinis kepada mereka.
"Sudahlah Rukia, kamu juga ada pemotretan kan hari ini? Cepat pergi, nanti terlambat." Cewe itu mendengus kesal, melambaikan tangannya dan menatap Ichigo dkk dengan sinis, lalu keluar dari ruangan itu.
"Maaf atas perlakuan ade saya, hari ini kalian tahu apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Byakuya kepada mereka tapi mereka menggelengkan kepala, dan akhirnya Byakuya yang menjawab, "kalian akan bertemu dengan make up artist kalian."
"Oh! Siapa om?" Dipikiran Ichigo adalah seorang cewe cantik yang jago make up. Lalu pintu ruangan Byakuya diketuk, dan Byakuya mempersilahkan masuk.
"Nah ini dia make up artist kalian."
"Kenalin.. aku.." Ichigo dan kawan kawan kaget liat wujud make up artist itu, "Yumichika!"
"Metroseksual banget tuh cowo," Renji berbisik kepada Ichigo karena melihat rambut Yumichika yang diwarnain pink.. merah? atau ungu? ya pokoknya warna yang ga manly.
"Siapa yang mau jadi cewenya?" Tanya Yumichika yang sudah diberi tahu tugasnya oleh Byakuya.
"Dia!" Tunjuk Ichigo dan Renji serempak bagaikan Upin Ipin, dan Toushiro yang ditunjuk hanya bisa melotot kesal.
"Ih cakep deh," ucap Yumichika seperti bukan pria.
"Makasih," Toushiro tetap merasa senang dibilang cakep walaupun bukan sama cewe. (a/n: walaupun di dunia nyata, ntah udah berapa puluhan ratusan mungkin ribuan cewe yang bilang dia cakep)
"Sayang... Pendek," ucap Ichigo sambil tertawa terbahak-bahak.
"TA*! Gue..." Toushiro mau membalas kata-kata Ichigo, tapi pada kenyataannya dia emang pendek, so? Gimana mungkin dia ngelawan.
"Umur kamu berapa dek?" Tanya Yumichika, yang sepertinya ga tahu kalo Toushiro ini udah lulus kuliah dan ini membuat Ichigo dan Renji semakin kencang ketawanya.
"Gue ini udah lulus kuliah!" Jawab Toushiro dengan kesal.
"Adek ga boleh bohong, gak boleh ngomong gue-lu juga ya," ucap Yumichika sambil mengelus kepala Toushiro, dan Upin-Ipin alias Ichigo-Renji cekikikan.
"Terserah!" Toushiro udah males untuk ngelawan dan akhirnya pasrah.
"Hari ini kalian ngambil session cewenya aja, jadi Toushiro cuma jadi cewe untuk hari ini," jelas Byakuya kepada mereka, dan Ichigo-Renji terlihat kecewa sedangkan Toushiro tersenyum lega.
"Nah, adek mau diapain? Mau pake wig rambut panjang, gelombang atau pendek? Mau pake dress? High heels?" Yumichika betanya tanpa henti.
"Terserah!" Toushiro menjawab dengan emosi.
Lalu Yumichika menarik Toushiro dan mendandaninya, ntah apa yang dilakukan Yumichika sehingga Toushiro berteriak 'Ahn.. Hyaa.. Jangan.. Sakit' dan sungguh suara yang sangat ero. Hingga tidak begitu lama keluar lah Toushiro dengan dress putih, wig rambut panjang bergelombang berwarna coklat, dan mengenakan sendal flat.
"Cantik!" Grimmjow memuji, tapi Toushiro tetap gak seneng.
"Sayang.. Pendek," ledek Ichigo lagi untuk kedua kalinya, haduh.. Sakali pan.
"Kurang ajar!" Bentak Toushiro terus melepaskan sendalnya dan melempar ke arah Ichigo dan sayang meleset.
"Ga kena!" Ucap Ichigo dengan tengil, dan Toushiro siap menghajar Ichigo.
"Cewe.." Goda Renji kepada Toushiro sambil menahan tangan Toushiro yang siap memukul Ichigo.
"Lepasin gue!" Toushiro menarik tangannya dari genggaman Renji, tapi Renji jauh lebih kuat. Lalu Renji mendekatkan wajahnya ke wajah Toushiro, mungkin kalo Toushiro adalah cewe.. Mungkin adegan ini sangat so sweet.
"Mau apa lu!" Bentak Toushiro, karena curiga apa yang bakal dilakukan Renji.
"Kenapa sih, elu harus galak gitu? Lu tuh cantik," goda Renji yang membuat wajah Toushiro memerah. Jelas jelas Renji ingin menjahili Toushiro dengan kata-kata gombalnya.
"Cukup," Ichigo memeluk Toushiro dan melepaskan Toushiro dari Renji, lalu Ia mengikuti permainan Renji, "dia punya gue, jangan sentuh dia sedikit pun. Kalo lu berani nyentuh dia dari ujung rambut sampe ujung kaki.. gue akan.."
Belum selesai Ichigo menyelesaikan dialognya, Grimmjow menghentikan mereka lalu menarik Toushiro ke belakang punggungnya.
"Hentikan, jangan mainin dia!" Grimmjow membentak mereka agar menghentikan permainan mereka, yang malah membuat Grimmjow seperti pangeran yang menolong seorang putri yang sedang diperebutkan.
"WONDERFUL!" Ucap seorang pria botak yang melihat kejadian itu.
"Maaf, anda siapa?" Toushiro bertanya dengan sopan.
"Saya adalah produser video klip kalian, nama saya Ikkaku," jawab Ikkaku dengan bangga, lalu Ia meneruskan kata-katanya, "video klip kalian seperti tadi aja! Ok?"
Toushiro bengong dengan keputusan yang diambil produsernya, sedangkan Ichigo dan Renji malah tertawa kecil. Mau gak mau Toushiro mengangguk, dan shooting video klip mereka pun berjalan seperti kejadian tadi. Dan akhirnya shooting pun selesai, Toushiro segera melepaskan pakaian dan make upnya. Baginya, hari ini adalah hari yang buruk.
"Pokoknya, gue... Ga akan.. Liat video klip itu!" Ucap Toushiro lalu segera meninggalkan kantor, dan Upin-Ipin itu tertawa dengan kencang.
Next Chapter : Live Show!
Bah.. Bahasa fanfic ku jadi kaya cerpen ya?
Normal sih, saya sebulan ini bertarung dengan dunia cerpen.. Ikut 2 lomba cerpen sekaligus membuat hidup saya jungkir balik bertarung dengan grammaticalatau EYD.
Doain menang ya~
Dibawah ini tidaklah penting, untuk flamer yang suka ngritik tentang Author's Note kepanjangan. Saya beri pemberi tahuan sekali lagi. Kalo anda merasa curhat saya di bawah ini sia-sia, langsung aja teken 'Review' dan tidak perlu membacanya. Terima Kasih.
Untuk yang melanjutkan. Demi Tuhan saya tidak menyindir siapa pun, dan bukan berniat untuk menghina. Tapi saya cuma CURHAT. Terima Kasih.
Yang saya sadari pas bikin cerpen, semua yang pelajari di dunia ffn ternyata.. EYD nya.. Invalid..
Well I mean, untuk newbie (Loh? Saya juga senior, tapi saya juga ga becus EYDnya hahahaha).. Kalian, jangan belajar dari senior-senior ya kalo soal EYD. Beli lah buku kalo kalian pengen belajar EYD., atau kalian bisa liat di internet.
Dan.. SAYA? Benci banget sama EYD tanda kutip, ga dibahas dengan jelas banget!
Curhat : Saya belajar EYD dari guru bahasa indo, terus cerpen saya diperiksa sama kohai, my boyfriend –aih so sweet sekali-, teman SEKELAS, dan temen net saya.
And you know what? Pendapat mereka tentang EYD tanda kutip, beda semua..
Tapi tapi.. Last but not least,
saya harap fanfic itu bukan tempat untuk menulis cerita dengan EYD yang 100% perfect. Karena bagi saya, sebuah fanfic itu akan lebih baik jika mudah dibaca.
Kalau pun di fanfic saya EYD nya ga sempurna, atau pun di fanfic orang lain ga sempurna.
Lu kata gue sastrawan?
Lu pikir fanfic itu redaksi?
Tapi tapi kata someone, –aih someone- "lagian kamunya juga mau aja di so tauin sama mereka.."
Ya .. Emang iya sih.. Saya nya juga bego hahaha.
Thanks bagi yang udah baca dan bagi yang kesel baca curhat saya, sabar aja.. Toh anda nambah pahala anda sendiri :D
Lolita6othic
