Disclaimer: Hidekazu Himaruya, dan semua pihak yang terlibat termasuk saya (?)
Warning: abalisme, hetero pair, OOC gak ketulungan, serem, de el el. Perasaan yang suka USAViet di sini dikit ya? Sekarang ada slight IceViet yang rada-rada.
Chapter 3
X"
3
X"
In My PlayList: Backstreet Boys-Unmistakable, Westlife-In This Life x3, Shikamaru Nara-Shooting Star,
Kelas gue seperti biasa, tenang, aman, dan damai kaya gak ada tsunami di luar aja. Erh... Lama-lama bosen juga ya, kalo di kelas terus. Mumpung masih muda... Eh maksudnya masih istirahat, gue jalan-jalan sendiri keliling dunia-maksudnya keliling sekolah. Nggak sengaja, gue baca mading di depan ruang OSIS. Pengumuman UN kapan.. 25 April 2011... dengan nilai 0.4*NS+0.4*UN... Hmm...TO 1.. 22 Februari 2011.. TO 2... Emm.. Hah? Ini kan...
PENGUMUMAN/ANNOUCEMENT/aankondiging/발표/ilmoitus/tilkynning/apa deh
Telah ditemukan jam tangan yang sangat cantik seperti abang Francis yang imutz kiyutz kaya' Gayuz ithuw~ Dengan desain bagus dengan taburan kristal swarovski dan berlian-berlian yang... Ikhz, cuantik dewh~ Lihat fotonya aja, cuakepz kayak abang Francis kaan? Naah, buat para cewek-cewek yang merasa kehilangan, harap ke OSIS kalo nggak bakal diraep abang Francis loh!
Tertanda,
OSIS (Abang Francis yang guantengnya selangit)
Watde? Gue ngeliat poto di bawahnya. Itu jam guee! Gimana ngambilnya? Oh iya, kata Mbah Norge, jam tangan itu gak bisa dipake sama cewek-cewek laen kecuali gue. Hadoh, mau minta ke OSIS, malu banget. Tapi, tiba-tiba sebuah suara yang spooky dan misterius manggil gue.
"Viet!" Suara siapa itu? Kaya' suara Ayumu Asakura-maksud gue... Ah! Itu kan anggota OSIS paling ganteng dan pacarnya author, Ice!
"Ice? Tumben banget elo nyapa gue."
"To the point aja. Apa alibi elo dua hari yang lalu jam 9 malam?"
"Hah?"
"Jawab aja, alibi elo apa! Harus jujur! Barusan Kiku udah minta Doraemon buat bikin Alat Pendeteksi Kebohongan, jadi elo harus jujur!"
"Kalo elo bisa minta Kiku buat minta ke Doraemon bikin Alat Pendeteksi Kebohongan, kenapa nggak kamu request TV waktu sekalian? Waktu itu gue di rumah!" Emang bener sih, soalnya kalo nggak salah jam 9.30 malam si Mbah Norge baru dateng.
"Apa ada yang bisa membuktikan alibimu?"
"Mana gue tau. Kalo mau saksi tanya aja sama love. Kan lagunya Westlife ada yang judulnya 'As Love is My Witness'. Jadi tanyain aja. Kalo gak salah Love itu dewa bulannya si Miharu di manga Dokidoki! Tamatan."
"Sialan elo! Jangan malah ngeles dengan nyambungin lagu orang sama manga karya Koge-D*nbo itu ya! Gue nanyanya serius. Terus, kalo jam 10? Lo ngapain?"
"Errhh..." Gue kehilangan kata-kata. Pengen boong, tapi takutnya alat itu nyaplok gue terus gue disidang karena berbohong menggelapkan uang negara dan dipidana penjara 15 tahun sama denda 300 juta dan gue gak akan naik gaji deh.
"Nah, elo nggak bisa jawab kan? Ngaku aja deh!"
"Ngaku? Maksudnya suruh ngaku kalo gue yang ada di video mesum itu sama Ariel Peterpan? Ogah! Itu bukan gue!"
Ice nggeplak kepalanya, lalu berlanjut ke telinganya, rambutnya, badannya, kakinya... Apa nggak sakit ya? Dengan inisiatif baik dan berharap dapet kenaikan gaji atau suntikan dana, gue sentuh dahinya.
"Elo gak napa-napa kan? Elo gak gila kan?"
"Ya kagak lah! Kakak gue tah yang stress! Udah back to topic-ah darimana tadi ya? Oh iya! Elo ngaku gak, kalo elo Putri Misterius itu? Awalnya gue mau ngasih tau ke OSIS, tapi gue terlanjur ketemu elo duluan."
Gue ngangguk-ngangguk kaya' anak Metal. Kalo geleng-geleng itu Dugem.. Eh, apa kebalik ya? Itu kan lagu lama! Gaung lagu Project Pop yang itu sudah tak terdengar. Sekarang jamannya Miley Montanna atau Hannah Cyrus! *apa sih?*
"Putri Misterius?" Tanya gue heran.
"Ngaku aja deh, elo yang dansa sama Alfred kemaren 'kan? Coba pake jam ini!" Ice memberikan jam tangan (yang sebenernya punya gue) dan langsung gue pake. Ternyata lobangnya pas!
"Nah, bener 'kan?"
"Gak! Kebetulan doang!"
"Tadi Lily nyoba gak pas! Lobangnya cuma satu dan cuma di kamu doang bisanya!"
Gue kehilangan kata-kata.
"Ngaku lo! Tadi gue SMS-an ama Liech, dan katanya gak ada yang pas pake jam itu kecuali ELO! Anak OSIS juga tau!"
"Please... Jangan kasih tau Alfred ato Francis! Gue bisa mati dibunuh!"
"Hm, gue ngerti. Lo takut dimarahin 'kan? Udah tenang, gue cuma mau buktiin analisis gue dengan bantuan mbah Norge."
"Lu kenal Mbah Norge?"
"Itu kakak gue, rada malu-maluin sih."
Gue shock. Kakak dari Iceland yang sebenernya adalah pacar author itu adalah-hmm-jeng3x-heng-GAYUS? Langsung aja gue kabur dari ruang OSIS dengan membawa jam tangan itu, sambil ngakak guling-gulingan di belakang sekolah yang gak banyak orang yang tau.
"Viet?" Tanya seseorang di belakang gue tiba-tiba. Apa-apaan sih, orang seenaknya manggil-manggil gue! Gue terken-Alfred?
"Kok bi-bisa di sini..." Kata gue. Hadoh, ekspresi konyol gue waktu ngakak guling-guling keliatan gak ya?
"Ya udah pasti dong, soalnya pembela kebenaran selalu ada dimanapun orang yang kesusahan berada. Ayo cerita, Viet. Tadi kulihat kau lagi kesal 'kan, sampai nangis gegulingan di rumput segala."
Jah? Itu karena ngakak, mas!
"A-Anu..."
"Udah, gak perlu malu. Gue tau, elo suka sama gue 'kan?"
Gue kebingungan. Apa maksudnya makhluk ini ngomong gitu tiba-tiba? "Enak aja! Enak banget elo nyolot langsung gitu!"
"Soalnya gue tau..." Kata Alfred suaranya merendah, bikin gue deg-degan. Lah? Kok gue deg-degan? Terus yang kemarin juga... Artinya gue suka sama cowok gaje ini? Beneran? Kok dia duluan yang tau lebih cepet dari gue ya?
"Tau apaan?"
"Hero pasti disukai banyak orang! Aduh, Viet... Elo serumah sama gue elo gak pernah gue kasih tanda tangan! Padahal muka elo mupeng banget tanda tangan dari idola sekolah bin hero kaya' gue 'kan?"
Hah?
"Udah nih, gak usah malu-malu! Bagi-bagi ke temen-temen kelas Asia elo juga! Goodbye!" Alfred nyelonong tanpa dijemput begitu selesai ngasih tanda tangan.
Apa-apaan sih? Tiba-tiba nyelonong dateng, nyelonong pergi. Apa mau nampang doang ya, menang-mentang di atas bagian Ice lebih banyak padahal pairing yang jelas-jelas ditulis di title itu gue sama Alfred? Oh iya! Jam tangan ini... Gawat! Gue nggak mau dicap Cinderella-atau maling lebih tepatnya. Harus gue balikin~! Gue nggak mau jadi pusat perhatian!
"Udah masuk, Vietnam-chan, pak Nusantara sedang berkoar-koar tentang Singosari. Cepet masuk kalo gak mau dapet hukuman kayak tadi." Kiku SMS gue. Gimana ini! Ya, dalam hidup ada beberapa pilihan, contohnya:
1.) Masuk ke kelas dan biarin temen-temen nganggep gue maling dan anak-anak OSIS kelas gue langsung tau.
2.) Ke Kelas Eropa, balikin jam ini ke Ice
3.) Pilih Pak Beye di Pemilu 2012, dan semua rakyat naik haji sedangkan Pak Beye-nya naik gaji
4.) Pilih Gayus buat Mas Universe versi penjara sedunia
5.) Kenalan sama Ariel Peterpan dan nggantiin hukumannya
Nah, yang mana yang harus gue pilih? Yang kelima jelas gue coret. Jadi gue ke pilihan ke empat. Pilihan macam apa tuh? Pilihan ke tiga... Emangnya gue Nesia? Pilihan ke dua aja deh! Gue langsung sprint ke kelas Eropa. Untung gak ada guru, jadi rusuh deh, biasa, soalnya ada Mathias sama Gilbert.
"Permios..." Gue ngetuk pintu. Semuanya pause seketika. "Ada Ice?"
"Ice ada di ruang OSIS..." Kata Tino. "Dia lagi debat sama ketua dan wakil OSIS tentang Cinderella atau apa gitu naman-loh? Vietnam dari kelas Asia, kau pakai jam tangan...
"Maka itu! Gue mau balikin jam tangan yang katanya terkutuk ini!"
"Terkutuk?" Tanya Mathias tertarik.
"Gitu deh, kalo gitu gue ke ruang OSIS aja."
"Ya udah, bye Viet-chan!"
"Bye!"
Gue kabur dari kelas yang ribut itu, dan segera ke ruang OSIS. Jangan sampe Ice ngasih tauu! Suara-suara terdengar di ruang OSIS. Gue segera nguping dengan semangat 45 ingin tau. Itu Francis, Arthur, Alfred, sama Ice?
"Gue yakin, pasti dia!"
"Menurut gue sih, bukan si Elizaveta..."
"Jadi?"
Tunggu. Mereka rapat apaan sih?
"Gue sih tau siapa dia." Kata Ice. jangan kasih tau pleasee! "Tapi gue gak akan ngasih tau karena gue udah janji. Jamnya ada di dia sekarang."
"KASIH TAUU!"
Jangan sampe mereka tau kalo gue lagi pake dong, Ice! Tapi... Lagi enak-enakan nguping, buah mangga yang ada di atas gue berjatuhan, jadi mereka noleh dan...
"Viet?" Tanya Francis. "Kamu ngapain?"
"Tunggu, kamu pake jam itu?" Tanya Arthur.
TBC
A/N:Dua chapter ini (3 dan 4) saya buat dengan penuh perjuangan, darah, dan airmata untuk melawan penjajah (hah?). Tepatnya sih sedang gak enak badan dan flu yang agak berat, dan SUARA EMAS SAYA HILAAANG!
:'(
RnR?
