Disclaimer

-Naruto © Masashi Kisimoto ( Naruto aku pinjam ya)

Judul-BULAN MERAH

Genre-Fantasi, romantis.

Pair-NARUHINA

Perhatian! Jalan cerita sedikit tak beraturan banyak typo bertebaran dimana-mana. Bahasa seadanya. Mohon di maklum masih pemula..

CHAPTER 4

Naruto pov

"Ayah!" Aku memanggil ayahku yang sedang santai,.ia sedang duduk-duduk di bawah pohon sakura. Bukannya bekerja, dia malah malas-malasan di bawah pohon.

"Ada apa naruto? Kau tidak tau ayah sedang santai." Apa apaan jawabanya itu, seakan dia sedang istirahat setelah bekerja keras saja. Ayah yang benar-benar tidak bisa di harapkan. Aku hanya bisa pasrah, sejak dunia ini berubah tempat kerja ayahku jadi hilang. Lalu sampe sekarang dia masih belum menemukan pekerjaan yang cocok.

"Aku baru ingat ayah, saat lagi berkeliling di sekitar kota aku menemukan sebuah lowongan kerja. Sepertinya itu cocok untuk ayah."

"Memang apa?." Karena mendengar aku bilang ada lowongan kerja, ayahku jadi sedikit serius dan mendengarkanku dengan seksama.

"Ahm, ayah bekerja jadi penjaga kasir di sebuah toko peralatan sihir."

"Haa,,,, ayah jadi kasir, itu yang kamu bilang cocok untuk ayah?" Sudah kuduga ayah akan perotes. Tapi menerutku itu lebih baik dari pada nganggur. Sepertinya aku harus mengeluarkan jurus andalan penakluk ayahku. Benar aku harus mengeluarkannya, jurus ini pasti bisa membuat ayah tidak akan mengeluh lagi.

"Ayah!." Aku kembali memanggil ayahku, tapi dengan raut wajah yang sedikit sinis plus senyum mengancam. Setelah itu aku berjalan menuju pohon yang sedang ayahku sandari, tapi tujuanku adalah belakang pohonnya. Setelah sampai aku berdiri sebentar sambil tatap-tatapan dengan wajah ayahku. Dilihat dari raut wajahnya, sepertinya sedang memikirkan sebenarnya apa yang sedangku lakukan. Tapi aku tidak peduli, aku menatap wajah ayahku sekitar 10 detik. Setelah tatap menatap ayahku selesai, aku memalingkan wajah untuk melihat ke arah kebelakang pohon, sebenarnya di belakang pohon itu tidak ada ada apapun, tapi aku berekting seperti menemukan sebuah barang [mirif pantomim]. aku membungkukan badan lalu menjulurkan tanganku kebelakang pohon itu seakan akan mau mengambil sebuah barang, ditambah dengan ekspresi terkaget-kaget. Lalu aku mengangkat tanganku seperti sedang memegang sebuah buku. Sudah pasti itu hanya ekting, karena di tanganku tidak memegang apapun tapi itu adalah bagian dari rencanaku.

"Waw,,, buku apa ini?." Sambil berpura pura sedang mengamati buku kayalanku, ditambah dengan wajah sedikit terkaget kaget. "Ada banyak wanita cantik dan sexy di dalamnya ternyata."

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

Ayahku yang tadinya hanya sedak terduduk manis sambil menatapku dengan wajah herannya, akhirnya mulai berdiri dari duduknya, sepertinya ayah menyadari maksud dari ektingku ini. Setelah berdiri, ayah mulai menghampiriku lalu memegang pundak ku dengan kedu tangannya. Dan berbicara. "Baiklah..." Ayahku sedikit menghela napas, "Kau menang naruto, ayah akan mencoba melamar pekerjaan di sana. Jadi kamu jangan memberitahukan buku sakral milik ayah pada ibumu itu..!"

Aku hanya mengangguk lalu tersenyum tanda setuju. Tapi aneh juga, ayahku menyebut majalah pria dewasa miliknya dengam sebutan buku sakral.

)-0-(

"Apa maksudnya ini?." Sudah ku duga hal seperti ini akan terjadi. Aku bara saja mendapatkan pesan untuk menghentikan makhluk mengerikan yang memiliki wujud seperti manusia kadal. Mereka memerintahkan ku dengan alasan tempat ku berada sangat dekat dengan monster itu, kalau dipiki-pikir itu memang benar lokasi monster itu berada sekitar 1 km arah utara dari tempatku berada sekarang. "Arah utara lalu jaraknya sekitar 1km, berarti monster itu berada di sungai." Aku harus cepat, mungkin saja monster itu akan menyerang siapapun yang ada di dekatnya. Sebelum itu agar kecepatan berlariku meningkat, aku harus mempokuskan kekuatanku pada otok paha dan betis dengan begitu aku akan memiliki kecepatan berlari yang tinggi.

Aku mencoba menghirup udara lalu menahannya sebentar di dadaku, saat udara sudah berada di dalam dada aku mencoba mengalirkan sebagian energi ke kaki. karena sudah merasa energi yang ku alirkan sudah cukup. Aku menghembuskannya lalu melesat dengan cepat, mungkin jika di hitung sekitar 50 km/jam. Jika di pikirkan lagi, aku benar benar sangat cepat, dengan kecepatan seperti ini tidak mungkin aku melakukan di duniaku yang dulu atau bumi yang masih normal. Saat ini aku hampir sampai, suara aliran air sudah terdengar. Samar samar aku melihat sosok monster itu sedang berjalan, aku ingin tau dia mau kemana.

"TOOLLOOOOOONG AAKUU!." Baru saja aku mendengar suara perempuan yang minta tolong, tidak salah lagi suara ini berasal dari arah monster itu. sial, sepertinya dia mau menyerangnya. Apa, ternyata moster itu membawa pedang. Sepertinya monster itu akan menebas gadis malang itu.. sedikit lagi aku sampai, dan...

"HIYAAAAAAA... MENYINGKIR KAU MONSTER JELEK DARI GADIS ITU!." Aku berteriak dengan keras agar monster itu berhenti dan melihat kearahku, lalu aku mencoba menendang monster itu dengan kaki kananku. Tapi sayangnya tendanganku tidak mengenai sasaran. Monster itu menghindarinya dengan melompat ke samping kanan sekirar 2m. Memanfaatkan keadan, sekarang monter itu sedikit jauh dari gadis yang ingin dia serang. Aku bergerak mendekati gadis itu untuk melindunginya lalu menatap monster yang sedang berdiri di depanku. Ini pertama kalinya aku melihat moster sungguhan. Ternyata jika di lihat langsung monster ini lebih mengerikan dari pada yang ku lihat di pilm. Rasa takut sedikit muncul di pikiranku. Tapi aku harus mel indungi gadis ini..

"GRRRRAAAAAAA." Mendengar suaranya saja aku merinding. Tapi kenapa monster ini tidak langsung menyerangku, dia hanya melihatku.

"Anu, apa kamu bisa berdiri?" Aku bertanya pada hadis yang sedang terduduk ketakutan di belakangku..

"I-iya,."

"Kalau seperti itu, sebaiknya kamu cepat lari dari sini.!."

Gadis itu melihat ku dengan tatapan yang masih ketakutan, "Baiklah," ucapnya, akhirnya dia berdiri lalu bergegas berlari menyelamatkan diri. Tapi sekarang monster itu seperti akan bergerak, ia menatap gadis yang sedang berlari itu. monster itu ingin mengejar gadis itu, tapi dengan cepat aku menghentikan langkahnya. Tapi kenapa dia sangat tertarik padanya.

"Kkkaau mengganggu saja,"

"Kau bisa bicara ternyata..."

"Tadinya aku ingin memangsanya, taipi kau malah mengganggu ku. Aku akan menghabisimu!"

Normal pov

Monster kadal itu berlari ke arah naruto sambil memposisikan pedangnya untuk menyerang. Naruto terus melangkah mundur untuk menghindari semua serangannya, Naruto masih dalam posisi bertahan, ia sedang mempelajari pergerakan lawannya. Naruto menyadari monster itu menyerang tanpa pola yang beraturan. Monster itu hanya menyerangnya secara membabi buta. Raut kekesalan mulai tampak dari wajah si monster, itu karena semua serangannya sama sekali tidak mengenai lawannya.

"sialan, Jangan hanya menghindar kau bocah!. Atau jangan-jangan kau tidak bisa bertarung hah?."

"Baiklah jika kau ingin aku serius, tapi jangan menyesal." Naruto mulai sedikit serius, tangan kanannya terlihat mengeluarkan cahaya yang cukup terang. "Keluarlah Senma!." Cahaya terang tadi mulai menghilang lalu munculah sebuah katana berwarna hitam pekat, Katana atau juga sering di sebut Samurai Sword, pedang ini tajam dan ringan, jadi dalam pemakaian nya bisa dipakai sambil berlari cepat lalu menebas.

. Tampilan katana milik naruto terkesan menyeramkan karena memiliki warna yang melambangkan kegelapan. Si monster yang tadinya berdiri dengan angkuhnya mulai merasakan kekuatan lawannya itu semakin meningkat. Meskipun rasa takut muncul di benak si monster, tapi karena keangkuhan dan harga dirinya yang terlampau tinggi. Monter itu tidak melarikan diri, meskipun kemapuan lawannya itu tidak sebanding dengannya.

"Gghhaaaaaa..." si monster melesat dengan cepat kearah Naruto. Kecepatan sedikit bertambah dari sebelumnya, Naruto sedikit lengah. Ia tidak menyangka kecepatan lawannya itu akan meningkat. Naruto terpental beberapa meter kebelakang karena menerima serangan tak terduga dari monster lawannya itu. Tapi untungnya masih sempat menahan serangan menggunakan pedangnya. Jika tidaktinggi, Naruto pasti akan mendapatkan luka.

'Sial aku lengah, untungnya aku masih sempat menahan dengan katana ku, jika tidak pasti aku akan mendapatkan luka tebasan.' Pikir naruto. Karena tidak mau mengambil resiko lagi, Naruto balas menyerang monster itu. Suara desingan pedang yang saling beradu terdengar bagaikan sebuah instrumen musik kematian. Pertarungan terlihat tidak seimbang, sekarang giliran Naruto Yang menyerang. Monster kadal itu melompat kebelakang untuk menghindari tebasan yang mengarah ke tubuhnya. Naruto berlari kearah kanan mencoba untuk menyerang sekali lagi. Si monster menyadarinya lalu ia menahan serangan itu dengan pedangnya, tapi karena kekuatan naruto yang besar membuat tubuhnya sedikit goyah. Tanpa membuang kesempatan itu, Naruto melakukan tendangan memutar dan tepat mengenai dada si monster hingga membuat tersungkur kebelakang dan menggeram kesakitan. Lagi-lagi naruto lengah, saat akan mengakhiri pertarungan dengan menusuk si monter naruto menerima serangan yang berasal dari ekor monter itu.

Sementara itu di tempat lain yang tak jauh dari tempat pertarungan, terlihat dua orang sedang memperhatikan pertarungan itu dari kejauhan.

"Apa yang kau lihat Neji!?." Tanya seorang pria yang memakai masker hitam yang menutup mulutnya.

"Aku melihat ada seseorang pria yang sedang bertarung dengan monter itu kapten Kakashi." Jawab pria yang bernama Neji itu sambil terus melihat kearah naruto.

"Apa kamu bisa melakukannya dari jarak ini."

"Hm, kapten kakashi jangan meremehkan kemapuanku.." jawab Neji dengan raut wajah sedikit tak terima.

"Ho maaf," Meskipun Kakashi adalah seorang yang di panggil Neji kapten, tapi Kakashi malah meminta maaf sungguh kejadian langka.

"Munculah panah suci Nakume," Sebuah panah muncul di depan Neji ia langsung mengambilnya dengan dangan kanannya. Saat panah sudah ada di gengamannya sebuah anak panah muncul di tangan kiri Neji. Dengan cepat Neji langsung membidik ke arah tempat Naruto yang sedang bertarung dengan monster kadal. Lebih tepatnya neji hanya mengincar monster kadalnya. Jarak dari tempat Neji berada sekitar 2km. Dari jaraknya saja itu sangat tidak mungkin untuk menembakan sebuah anak panah dari jarak sejauh itu. Tapi karena panah yang Neji gunakanan bukan panah biasa yang ada di dunianya dulu, melainkan panah yang memiliki kemampuan sihir. Jadi jarak sejauh apapun akan bisa di bidik dengan tepat.

Neji mulai mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya, membuat detak jantungnya berdetak sangat pelan itu semua bertujuan agar Neji bisa pokus dalam membidik sasaran. Neji masih mengumpulkan konsentrasi untuk membidik sasarannya.

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

Dan "Kena kau. Teknik panah no, sensho sang panah angin tembuslah mangsamu." Wuuusssssshhhhhhh panah Neji melesat dengan kecepatan tinggi mengarah tempat ke arah si monster.

Kembali ketempat naruto yang sedang bertarung dengan monster. Naruto sangat terkejut sebuah anak tiba-tiba melesat dan menembus kepala si monter. Al hasil si monter tumbang dan mati di tempat.

"Dari mana anak ini di tembakan?."

Kembali ketempat Kakashi dan Neji.

"Liat'kan kapten."

"Iya iya, tidak salah memang Gai merekrutmu." Jawab Kakashi.

"Kita akan mengambil tubuh si monster bukan?." Tanya Neji

"Itu sudah jelas. Kita akan kesana menggunakan sihir teleportasi miliku." Kakashi memejamkam matanya sebentar lalu dengan kecepatan tinggi menulis rapalan sihirnya di udara. Kecepatan menulis mantaranya dalam waktu 3 detik, kecepatan yang hanya bisa di lakukan oleh penyihir atau Exvert tingkat tinggi. Setelah selesai menulis mantra sebuah lingkaran sihir muncul di depan Kakashi dan Neji.

"Kita pergi Neji!."

"Baik kapten." Kakshi berjalan masuk kedalam lingkaran sihir di ikuti Neji di belakangnya. Kedua lelaki itu masuk dan menghilang.

Sementara itu Naruto masih diam di tempat sambil berpikir siapa yang telah menembakan panah itu. Naruto berpikir pasti yang menembakan panah ini akan muncul. Oleh karena itu Naruto memutuskan untuk menunggu sebentar.

Beberapa saat kemudian, sebuah lingkaran sihir muncul tepat di samping mayat monster kadal itu. Karena takut yang muncul salah satu anggota Akatsuki, Naruto memegang katananya dalam mode menyerang. Bagian tubuh yang pertama muncul adalah kaki. Naruto semakin berhati hati. Akhirnya yang pertama keluar adalah Kakashi di susul Neji. Naruto dan Kakashi saling menatap, Naruto menatap dengan penuh kewaspadaan sementara Kakashi menapat dengan tenang.

"Kami bukan musuh, tenanglah." Ucap Kakashi

"Benarkah itu, apa buktinya.!" Naruto tidak akan langsung percaya sebelum di buktikan.

"Bukti ya?." Kakashi memegang kepalanya seakan sedang berpikir. "Kau lihat logo ini, ini adalah tanda bahwa kami adalah perajurit Jepang. Kau pasti tau logo ini'kan?." Sambung Kakashi sambil menunjukan logo pelanet bumi yang memiliki sayap.

"Ho, ya aku tau, sekarang aku bisa percaya." Jawab Naruto sambil ngangguk-ngangguk. "Jadi kalian ya yang sudah menembakan anah panah itu.?" Tanya naruto.

"Itu kami, lebih tepatnya pria di samping ku ini yang menembakannya." Kakashi menunjuk Neji yang sedang berdiri tepat di samping nya. Naruto baru menyadari ternyata ada orang lain di sampingnnya. Naruto pun melihat pria yang di tunjuk itu, Tiba tiba raut wajah Naruto sangat terkejut. Setelah melihat wajah orang itu..

"Ka ka kau itu."

Bersambung...