"Informasi yang begitu menarik. Kita bisa menggunakannya sebagai alat melawan Uther jika wataknya sesuai."
"Tapi sayangnya dia tak sering terlihat Tuan. Watak dan tingkah lakunya tak bisa di pastikan. Kalaupun mengirim mata-mata, saya rasa tidak mungkin. Ini saja kita harus menggunakan Cursed Arm, saya ragu ada Assassin yang mau melakukan tugas mengawasi dirinya mengingat penjagaan Saitama dan para Anbu itu."
"Benar juga. Sayang sekali jika dia harus mati, apakah Demonic Controller sudah sampai di sana?"
"Saya rasa sudah. Saya juga menyertakan Fubuki dan Mizore untuk melawan Saitama, mereka di pastikan tak bisa bertahan kecuali Minato datang."
"Dia tidak akan datang. Kau tenang saja. Bukan begitu, Irene?"
"Saya sudah mengurusnya, Minato saat ini di pastikan tak datang kesana dan juga saya telah menjodohkan Naruto dengan paksa bersama Tohsaka Rin, ini akan menimbulkan konflik sedikit."
"Bagus, bagus, teruskan kerja hebatmu. Minato tak akan sadar bahwa kau ssebenarnya bukan Kushina. Hahahahahahahahahaha,,,."
Legend of Cultivator
By
Kamikaze Ryuu
Disclaimer
Masashi Kishimoto and other Senpai in Earth.
Summary: Namanya adalah Nero, manusia yang menggeluti jalan bela diri dan di anggap salah satu penguasa puncak di dunia. Tapi pada suatu waktu, Nero terbunuh atas pengkhianatan teman dan adiknya sendiri. Tak cukup di sana, Nero berinkarnasi di dunia lain di bawah naungan keluarga terkenal Namikaze di dunia sihir.
...
Suasana di dalam ruangan terlihat canggung saat Rin memperkenalkan diri sebagai tunangan Naruto. Arthuria yang duduk di samping kiri Naruto terlihat menatap sengit kearah Rin yang mengacuhkannya.
Rin terlihat sibuk menatap Naruto yang diam semenjak mendengar perkenalannya. Bukan terpesona atau apa, tapi mata spesial miliknya dapat melihat energi luar biasa mengalir dari tubuh Naruto. Namun gejolak energi itu terlihat sangat aneh.
Minato yang tak menyangka situasinya menjadi seperti ini berniat mencairkannya dengan sebuah batuk tunggal.
"Ayah."
Tapi sebelum itu terjadi, Naruto memanggilnya dengan nada berat. Atmosfer turun drastis hingga membuat Arthuria, Mordred, dan Rin sesak nafas. Saitama dan Minato terlihat terkejud merasakan niat membunuh intens keluar dari tubuh Naruto.
Naruto terlihat menatap datar kearah ayahnya itu dan mendongakkan kepalanya keatas. Aura membunuhnya semakin intens hingga memaksa Rin dkk tak bisa bernafas. Minato dan Saitama terlihat langsung membawa mereka ke sisi lain ruangan.
"Naruto apa yang kau lakukan, nak?"
Minato menatap khawatir anaknya yang mengeluarkan aura membunuh sehebat ini. Saitama terlihat diam saja dan mengamati Tuan Mudanya menggunakan ekspresi rumit yang kentara.
'Aku tak pernah merasakan kemarahan Tuan Muda sehebat ini kecuali 2 hari yang lalu saat berada dalam pengasingan.'
Naruto menurunkan tatapannya kearah Minato dan menunjukan mata miliknya sudah berubah menjadi warna biru yang bersinar terang.
"Kau masih belum menyadarinya padahal kau orang terdekatnya."
Suara geraman terdengar rendah dari wajah Naruto yang berubah penuh amarah. Naruto mengangkat kedua lengannya dan dengan keras menghantam meja di depannya hingga hancur berkeping – keping.
Makanan di atasnya jatuh berantakan.
"Kau masih mengatakan kau adalah suaminya, tapi kau malah tidak mengetahui siapa sebenarnya dia!"
Naruto berteriak dengan gila dan meledakkan energinya kesegala arah. Jubah bangsawannya berkibar dengan deras akibat energi berkobar liar dari tubuhnya., mengamuk dan membuat setiap pasang mata yang melihatnya terkejut.
Apa yang terjadi sebenarnya?
...
Genderang kehancuran. Terpicunya amarah Emperor Nero yang Mengerikan!
Namanya adalah Namikaze Naruto. Dia tak pernah merasa semarah ini sebelumnya setelah ada di dunia ini. Kemarahan yang membakar hatinya begitu kuat hingga bisa membumi hanguskan dunia jika kemarahan itu bisa terwujud nyata.
Sumber kemarahannya adalah kenyataan tentang ibunya. Kenyataan yang telah dia peroleh setelah dia berhasil naik ke True Realm. Sebenarnya dia ingin mengubur masalah ini dan melupakannya sampai kekuatannya cukup.
Tapi setelah melihat ekspresi ayahnya dan alasan kedatangan Tohsaka Rin, Naruto tak bisa menahan kesabarannya.
Faktanya, ibunya mengalami sakit misterius pada saat umurnya baru mencapai 6 tahun. Penyakit itu tak bisa di sembuhkan bahkan oleh Healer terbaik sekalipun. Pada saat umur Naruto mencapai 7 tahun, Naruto mengetahui sebuah fakta tersegel.
Pada malam hari yang gelap, hujan petir menggelagar dilangit. Naruto yang saat itu masih belum terbangun datang ke kamar ibunya karena takut petir. Pada saat itu, di pintu yang sedikit terbuka, mata polos melihat sang ibu di bunuh dengan cara di cekik.
Tak hanya 1 orang yang membunuhnya, ada beberapa orang dalam yang juga ada di sana. Naruto yang tidak tahu apa – apa ketahuan dan pada akhirnya di tangkap. Ingatannya di segel menggunakan sihir kuat sampai pada saat Naruto menembus True Realm.
"Aku tak memaksamu untuk percaya ucapanku, Ayah. Tapi,,,,"
Naruto menjentikkan jarinya dan sebuah pedang bercahaya muncul dari cahaya runic di tangannya. Mata Minato melebar melihat wujud pedang cahaya itu. Ini adalah cerita turun-temurun klan Namikaze, Vapor Sword.
Pedang yang di katakan mampu membunuh makhluk kuat Jaberwocky dengan sekali tebas. Ini adalah pedang legenda klan Namikaze, sayangnya tak ada jejak dimana pedang ini tertinggal dan sekarang pedang itu ada di depan Minato!
"Pedang ini aku temukan di bawah tanah, dilindungi oleh prasasti divine tingkat 3. Jika ayah benar-benar percaya padaku, ambil pedang ini dan kita akan membalas semua hutang kita beserta bunga-bunganya."
Minato kembali terdiam, dia membayangkan istrinya di masa lalu. Wajahnya, ekspresinya, rasa cintanya, betapa bodohnya dirinya karena selama ini tidak sadar bahwa dia di tipu! Dia di tipu mentah-mentah tepat di bawah hidungnya!
Minato menggertakan giginya dan meraih pegangan Vapor Sword. Pandangannya yang biasa terlihat hangat dan berwibawa berubah menjadi dingin dan berbisa. Tatapan yang hanya di tunjukkan Minato saat melihat mayat musuhnya.
"Aku percaya padamu."
Naruto tersenyum puas melihat ekspresi Minato dan berniat pergi dari kamar ini untuk memberikan waktu bagi Minato. Tapi sebelum Naruto pergi melewati pintu, Minato menggenggam telapak tangannya.
"Ada apa, Ayah?"
"Ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu. Ini akan sangat membantu kultivasi milikmu."
Minato menarik sebuah garis diudara hingga menyebabkan sebuah distorsi ruang penyimpanan. Naruto menyimpitkan matanya melihat sesuatu di dalam distorsi ruang. Ada beberapa kotak kaca yang salah satunya terdapat sebuah benda yang di kenal oleh Naruto.
"Yan'er!?"
...
Naruto melangkah dalam kesendirian di dalam sebuah lorong menuju bawah tanah, suara langkahnya terdengar menggema di lorong sepi itu. Naruto terlihat tak mengenakan atasan, hanya ada celana hitam polos sebagai bawahan.
"Aku tak menyangka kita akan bertemu kembali, Yan'er."
Naruto mengeluarkan suara seolah sedang berbicara dengan seseorang. Sesuatu terjadi di dadanya, cahaya biru bersinar dan sebuah pedang biru indah keluar. Pedang itu melayang di sekitar Naruto beberapa saat sebelum kabut biru memudarkan wujudnya dan Naruto.
"Master! Aku sangat senang bertemu denganmu lagi. Tak aku sangka anda berinkarnasi di dunia ini. Aku kira akan sendiri terus."
Kabut putih kebiruan memudar dan memuntahkan sosok cantik layaknya dewi. Wajahnya yang elok mengungkapkan keceriaan saat tangan kanannya menggenggam tangan Naruto yang lebih kecil dari telapak tangannya.
Naruto tersenyum kecut mendengar perkataan sosok di depannya. Jika kalian bingung, dia adalah murid kesayangan Naruto yang wujudnya berubah menjadi senjata akibat terkena kutukan yang entah apa itu.
Namanya adalah Gu Yan dan selama menjadi pedang, Yan'er selalu bersama Naruto. Mereka berpisah karena pertarungan terakhir Naruto melawan adiknya. Yan'er terbuang kedalam lubang hitam dan Naruto tertusuk senjata adiknya.
Tak mereka sangka, keduanya malah berakhir di dunia lain seperti ini. Tapi hal yang paling tak di sangka, mereka bertemu tepat saat konflik dimulai dalam hidup Naruto. Benar – benar sebuah F*cking Awesome.
"Aku lebih tak menyangka kau dapat berubah wujud menjadi manusia kembali."
Naruto menatap Yan'er yang sedang tersenyum seperti anak kecil. Sejenak kemarahan di dalam hatinya dilupakan, Yan'er adalah anak yang dia pungut dari konflik perang, tak di sangka dia sudah sebesar dan secantik ini.
Naruto tersenyum kecil dan menarik tangan Yan'er kebawah, secara reflek Yan'er menunduk agar sejajar dengan tinggi Naruto. Dengan lembut Naruto mencium kening Yan'er dan mengelus kepalanya lembut.
"Tapi aku senang itu terjadi. Aku harus berterimakasih pada Golden Buddha itu jika bisa bertemu."
"Itu tidak perlu. Dia itu orang yang sombong dan mengesalkan, walau baik sih."
Yan'er terlihat bahagia dan memegang kepala yang dielus oleh Naruto.
"Apakah Master ingin mengamuk seperti dulu? Walau kekuatan Master belum pulih, Master bisa meminjam kekuatan milikku."
"Itu masihlah ceroboh, kekuatanku juga perlu di tingkatkan. Apakah kau ingin tubuhku meledak kelebihan energi?"
Naruto menggelengkan kepalanya ketika melihat wajah Yan'er yang terlihat malu. Naruto berhenti melangkah dan Yan'er langsung masuk kembali ke tubuh Naruto. Pintu besi berukiran naga timbul tampak mengerikan di hadapan Naruto.
Naruto dengan ringan melambaikan lengan kanannya yang penuh cahaya runik hingga menyebar kearah pintu raksasa. Pintu itu segera bergetar dan dengan suara keras terbuka, memperlihatkan sebuah altar besar dengan 3 pillar batu mengelilinginya.
Naruto menyeringai melihat altar legendaris di depannya. Bagi seorang kultivator di True Realm, mereka harus menentukan teknik dasar kultivasi mereka yang akan menentukan kekuatan magis mereka kedepannya.
Untuk melakukan hal itu, seorang kultivator haruslah memiliki sebuah gulungan kultivasi dan alter. Biasanya hanya akan ada 1 pillar di altar yang menunjukan bahwa seseorang dapat memiliki 1 dasar kultivasi.
Tapi ada juga altar yang memiliki 2 atau 3 pillar yang legendaris! Ini bisa membuat seorang kultivator memiliki 3 dasar teknik magis terlepas dari sifatnya yang bertentangan. Ini berarti, bahkan jika kau ingin memiliki air dan api, itu dimungkinkan dan tak ada masalah sama sekali!
Naruto berdiri ditengah altar setelah menasukkan 3 buah gulungan pada setiap pillar. Ada gulungan yang memiliki warna emas bercahaya, gulungan usang bersimbol mata dengan cahaya samsara di sekitarnya, dan gulungan epic yang mengeluarkan cahaya biru es.
'Yan'er, mohon bantuannya.'
'Hai!'
Naruto duduk bersila dan segera mengalirkan energi kealtar. Energi itu bergerak diatas diagram rumit dan menuju langsung pada setiap pillar. Meresap kedalam gulungan dan menarik setiap simbol samsara keluar.
Dalam sekejab, seluruh ruangan di penuhi cahaya dari huruf samsara yang melayang di udara. Naruto membuka matanya dan segera mengambil 10 buah pil yang di berikan oleh ayahnya kepada dirinya.
Glup glup glup
Dengan gila Naruto menyerap semua pil itu dan kembali memejamkan mata. Energi panas yang luar biasa berputar di perutnya seolah ingin menghancurkannya. Naruto dengan cepat menarik semua energi itu dan mengedarkannya.
Melewati jalur Dantian, daging, tulang, pembuluh darah, sampai mengulanginya ribuan kali. Secara perlahan, setiap inci energi dari pill diserap oleh tubuh Naruto, menjadikannya terobosan instan secara continue.
Waktu berjalan cepat, cahaya divine prasasti bersinar di dinding ruanhan dan mengeluarkan getaran spasial. Secara atomatis, samsara diaktifkan dan memisahkan ruangan ini dari dunia luar. Waktu yang di capai juga terpaut jauh.
Hingga pada 83 hari di dalam ruangan. Naruto menerobos hingga Immortal Realm, kekuatan fisiknya meningkat secara gila dan kultivasi teknik dasarnya menyatu dengan sempurna.
Rambutnya sekarang berubah menjadi putih, matanya menjadi emas vertikal, kulitnya menjadi pucat, dan di dahinya sebuah garis vertikal secara samar terlihat.
Naruto membuka matanya dan mengambil 1 benda mirip bijih. Ini sebenarnya adalah buah yang bisa menaikkan level mandat, kekuatan pemahaman dari dasar kultivasi, dalam hal ini adalah Mandat Emas kultivasi [Golden Emperor].
Mari kita tinggalkan Naruto yang sedang berlatih selama 7 jam atau 7 tahun di dalam ruangan khusus ini. Kita akan menyoroti tindak-tanduk para karakter lain setelah kejadian di ruang makan tadi.
...
Tohsaka Rin
Nama lengkapnya adalah Tohsaka Rin, anak dari Tokiomi Tohsaka dan Aoi Tohsaka. Rin sejak lahir memiliki bakat melihat aliran energi di alam sekitar hingga tak ada siapapun yang bisa menyamar sebagai orang biasa di depannya.
Kepribadiannya juga sangat elegant walau di depan orang terdekatnya sifat asli Rin yang ceria sering di perlihatkan. Secara garis besar, Heires klan Tohsaka ini adalah contoh sempurna Tuan Putri dalam novel isekai atau bertema kerajaan.
Tapi saat ini, di dalam kamar yang sangat mewah di kastil tempat tinggal Naruto. Tohsaka terlihat memasang wajah ketakutan yang sangat kentara, tangan kanannya terlihat mencengkram dadanya seolah jantung di dalam tubuhnya sangat sakit.
Peluh menetes dari dahinya dan bahkan gaun indahnya sedikit basah oleh keringat. Kondisi Rin terlihat sangat menyedihkan akibat merasakan niat membunuh gila-gilaan dari Naruto saat berada di ruang makan.
Rin masih terbayang ilusi kematian yang terjadi secara otomatis setelah merasakan intimidasi kuat Naruto. Bukan apa-apa, bagi orang semacam Naruto, niat membunuhnya sangatlah besar hingga bisa membuat seseorang menjadi gila.
Tangan, wajah, dan tubuhnya sudah berlumuran darah musuhnya. Pembantaian, pertempuran, pengkhianatan, dan penghancuran klan atau organisasi musuh membuat niat membunuh Naruto melebihi batas normal.
Adalah sebuah keberuntungan Naruto bisa berhenti sebelum mengeluarkan semua niat membunuhnya. Jiwa di dalam tubuh lemah Naruto memang sangat mengerikan semenjak ingatannya tentang kehidupan sebelumnya terbuka kembali.
Jiwa itu sudah seperti setan yang datang dari dasar neraka dengan kemampuan membunuh siapapun hanya dengan tatapannya. Ini adalah wujud kemarahan dari Emperor Nero yang terus menebar Terror pada dunianya dulu.
"Ught, aku minta maaf oke? Tak aku sangka kau akan menjadi seperti ini."
Rin secara reflek menoleh kearah samping dan wajahnya berubah menjadi ketakutan kentara. Alasannya adalah sosok Naruto yang sedang bersandar di sampingnya dengan membawa piring berisi makanan aneh dan sebuah sendok kecil.
"Ka-kau! Siapa kau sebenar-hup!"
"Makanlah dulu agar kau tenang."
Naruto dengan santai memasukkan 1 sendok makanan kedalam mulut Rin. Rin terlihat terkejut merasakan rasa manis di mulutnya, rasa tenang sedikit mengeruhkan ketakutan di hatinnya.
"Jika kau bertanya seperti itu, aku hanya bisa menjawab. Aku adalah Namikaze Naruto, anak paling beruntung di dunia karena menjadi satu-satunya orang yang bisa mendapat warisan klan Namikaze sepenuhnya."
Naruto ikut menyendok makanan dan memasukkannya kedalam mulut, sontak itu membuat Rin terkejud. Jelas itu sendok yang sama dengan yang di gunakan untuknya, ini seperti sebuah ciuman tidak langsung!
Rasa takut di hatinya di gantikan perasaan lain yang lebih rumit.
"Di sayangi tetua klan yang selalu mengirim hadiah assassin yang hangat. Para tua bangka itu selalu memikirkanku hingga terus mengirim hadiah anti-mainstream. Dan kalau kau bertanya soal niat membunuhku, aku rasa membunuh para Assassin adalah jawaban yang tepat bukan? Beberapa hari yang lalu saja aku baru menyiksa 10 Assassin agar mendapat informasi dari mereka."
Rin terdiam mendengarnya, entah apa yang dia pikirkan dan kemudian Rin menatap kedepan dengan pandangan kosong. Naruto melirik Rin yang memiliki gejolak emosi di dalam hatinya setelah mendengar perkataannya.
Takut? Kasihan? Iba? Terkejut? Heran kenapa tanpa mana sekuat ini? Ini adalah tebakan Naruto untuk menggambarkan perasaan Rin.
"Aku tahu kau mungkin merasa bingung dan heran. Tapi jangan khawatir, soal pertunangan aku akan membatalkannya. Orang tuamu pasti marah karena perjodohan paksa ibuku tersayang kan?
"Tidak!"
"huh?"
Naruto menoleh kearah Rin dengan bingung, sendok terlihat masih ada di mulut Naruto. Rin membalas tatapan Naruto dengan mata merah miliknya yang bersinar terang, oke ini membuat Naruto takut. Apakah Rin bisa mengeluarkan Leser Beam dari matanya?
"Aku telah mendapatkanmu, jadi pertunangan akan tetap terjadi! Ayah dan Ibu pasti akan sennang jika tahu bahwa kau sekuat ini."
"heeeeee!"
Bagaimana mungkin Rin melepaskan kesempatan ini? Dia telah beruntung mendapatkan pertunangan dengan Naruto yang ternyata memiliki warisan klan Namikaze. Tentu warisan itu bukan sesuatu yang lemah bukan? Apalagi itu berasal dari klan raksasa seperti Namikaze.
...
Arthuria and Mordred
"Apakah kalian masih terkejud? Maafkan aku jika membuat kalian ketakutan."
"Na-naruto! Apa yang terjadi denganmu?"
Naruto hanya tersenyum menanggapi pertanyaan terkejut dari Arthuria. Melihat ekspresi mereka berdua, terlihat jelas mereka tidak merasakan apapun dari kejadian tadi, ini menunjulkan bahwa mereka pernah merasakan hal yang sama atau bahkan lebih buruk dari yang tadi.
"Ini Cuma perubahan-umm tidak! Bisa di bilang ini adalah penampilan asliku. Apakah kalian suka?"
Naruto saat ini menganakan jubah putih berkerah/Haori lengan pendek dengan simbol samsara luar biasa bercahaya redup beberapa kali. Sebagai dalamannya, Naruto memakai kaos hitam polos lengan panjang.
Sebagai bawahan, Naruto mengenakan celana ala Jounin di anime aslinya beserta perban melilit paha kanan. Telapak tangannya di tutupi oleh sarung tangan tanpa jari dengan sebuah plat logam bertulis samsara dab sebagai alas kaki, Naruto memakai sandal ninja.
Tapi bukan ini yang diperhatikan oleh Arthuria dan Mordred!
"Bukan itu!"
Mordred dengan pandangan heran sekaligus terkejud menunjuk kearah wajah Naruto, tempat di mana perubahan terbesar bisa dilihat. Jika bukan karena suara Naruto yang sudah Arthuria kenali, mereka akan menolak mentah-mentah bahwa itu adalah Naruto!
"Memangnya kenapa dengan wajahku? Dengan rambut putih dan mata emas ini, aku terlihat sangat keren bukan? Aku seperti ini juga akibat dari mendapatkan warisan klan tadi."
Naruto tersenyum dan kemudian berbalik meninggalkan Arthuria dan Mordred yang melongo. Wajar saja, kulit dan rambut Naruto berubah menjadi putih pucat akibat kultivasi [Ice Hell Monarch]. Teknik kultivasi tipe es yang dulunya dimiliki oleh Yan'er.
Sedangkan matanya menjadi emas akibat kultivasi [Gold Emperror]. Perubahannya tidak signifikan jika dilihat dari luar, tapi sekarang tulang, darah, dan organ Naruto sudah berubah menjadi emas! Benar – benar sesuai namanya [Golden Emperor].
Dan jika kau lebih teliti, kau dapat melihat cahaya redup yang membentuk gambar mata di dahi Naruto. Ini adalah kultivasi yang menurut Naruto paling mengerikan akibat kondisi Naruto sangat mendukungnya!
Kultivasi [God Eye].
Namanya terlihat sangat keren bukan? Tapi kekuatannya tidaklah semenakjubkan itu. Kultivasi ini hanya memperkuat serangan yang di keluarkan dan juga menembus batasan aturan penguasaan Prasasti Divine.
Biasanya, seseorang hanya dapat menulis atau menpelajari prasasti divine tingkat 10 saat kultivasi level Immortal Impyrian, tapi menggunakan ini, seseorang dapat membuat atau mempelajari prasasti divine terlepas pada batasan level!
Dikehidupan sebelumnya, Naruto telah menguasai prasasti Divine sampai level 9! Jika kau bertanya seberapa mengerikannya itu, aku akan beritahu. Bahkan kau bisa membunuh Immortal Emperor dengan teknik serangan prasasti divine level 9!
Tapi kelemahannya tetap ada, Naruto masih harus membuat terlebih dahulu dan itu tidaklah sebentar. Paling cepat, Naruto bisa membuat dalam waktu 2 jam, itupun prasasti level 9 tingkat terendah. Jika tingkat tertinggi butuh 1 sampai 2 minggu.
...
"Pak tua Saitama, apakah Ayah sudah pulang?"
Naruto berdiri diatas benteng yang menghadap langsung pada [Mountain Beast] bersama dengan Saitama. Matahari mulai naik dari ufuk timur dan menyinari langsung bagian depan benteng, menunjukan 345 Knight klan Namikaze membentuk formasi.
"Setelah saya menyampaikan rencana Tuan Muda, Minato-sama terlihat langsung pergi dan membawa semua buku [War Formation] yang Tuan Muda berikan."
"Bagus, bagus, itu akan sangat meningkatkan kekuatan pasukan klan. Aku tak menyangka formasi juga bisa digunakan oleh para Knight."
Gumam Naruto lirih dengan potongan kalimat terakhir. Naruto telah membuka semua ruangan yang berisi warisan dan isinya adalah buku tua tentang formasi dan juga Prasasti Divine. Penemuan mengejudkan adalah formasi di dalam buku bisa di gunakan para Knight maupun Mage.
"Saya terkejud bahwa ada teknik kuat semacam ini. Warisan klan Namikaze memang tidak biasa, jika bukan karena anda klan Namikaze tak akan mendapatkan buku formasi perang."
"Maa itu bukan apa-apa. Jika kita ingin berurusan dengan Morgan Pendragon, kita harus lebih kuat dari pada sekarang."
Saitama mengangguk setuju, apa yang di katakan Naruto benar. Sudah seberapa kuatkah Namikaze hingga berani menantang Morgan? Walau Pendragon terpecah menjadi 2 kubu, kubu Morgan menjadi yang terkuat karena memiliki Altria sebagai bonekanya.
Belum lagi, mereka tidak tahu apa kartu as musuh. Melawan Morgan hanya dengan kekuatan sekarang tidaklah cukup! Apalagi Naruto saat ini. Dia sudah memasuki Immortal Realm Level 2 setelah 7 jam/7 tahun di dalam ruang khusus, tapi itu masih belum cukup!
Sayangnya untuk sekarang Naruto tak bisa kultivasi lebih jauh. Dia harus menunggu umurnya mencapai angka 16 sebelum bisa menaikan level kultivasi lebih jauh lagi.
"Bagaimana informasi yang di dapat para Anbu?"
"Mereka mengatakan serangan dilakukan oleh 3 orang. Ada kriminal Fubuki dan Mizore, mereka adalah pengguna sihir es dan Knight handal, saya akan kesulitan menghadapi mereka."
Saitama memasang wajah tenang walau mengatakan kesulitan. Naruto menarik nafasnya panjang dan mengangkat tangan kananya kedepan, jarinya membentuk pistol dan dalam sekejap huruf samsara berputar menbentuk meriam kecil di depan jarinya.
"Yang satunya?"
"Satunya tak di ketahui, tapi dia dijuluki Demonic Controller karena bisa mengendalikkan Demonic Beast. Kekuatan para Demonic Beast hanya Rank D sampai C+ paling kuat, pasukan kita bisa menghadapinya jika jumlah seimbang."
"Tembus!"
Naruto bergumam lirih setelah mendengar perkataan Saitama. Cahaya Qi terkonsentrasi melesat dari jari Naruto dan dengan telak menembus pepohonan yang rimbun di [Mountain Beast]. Kemudian suara raungan terdengar.
"Siapkan formasi! Tunjukan latihan 5 jam kalian padaku. Jika ada kesalahan sedikit saja, akan aku bekukan kepala kalian semua!"
Naruto berteriak dengan keras keudara, bersamaan dengan itu, suara raungan hewan raksasa terdengar disertai tumbukan senjata. Formasi telah di aktifkan, para monster energi padat berbentuk burung Vermillion serta Demonic Beast Centaur muncul secara megah.
Di balik pepohonan raksasa, makhluk buas bergerak dengan luar biasa. Binatang iblis berbentuk Chimera berlari dalam jumlah ratusan dan meraung dalam kegilaan. Di belakangnya, para Treant setinggi 16 meter berjalan hingga membuat gempa ringan.
Tak cukup sampai di sana, langit di isi oleh burung iblis berbentuk Merpati berbulu hitam bermata merah menyala. Sayap mereka mengkilap dengan cahaya tajam menunjukan superioritasnya dalam mengendalikan langit.
Saitama memasang wajah dingin dan segera merentangkan kedua lengannya. Beberapa bagian armor emas terbang dari belakang dan membungkus tubuh Saitama dengan sempurna. Ini adalah Prasasti Divine level 5 berbentuk boneka.
"Kalian makhluk-makhluk bebal! Kami adalah Namikaze, kami tak akan kalah dari kalian semua. Graaahhhhh!"
Naruto berteriak dengab keras dan dijawab dengan raungan hewan formasi bersama para Knight. Saitama terlihat terjun kebawah bersiap menghadapi perang yang akan dimulai. Perang ini hanya lah awal dari pertempuran berdarah di masa depan.
Great war will begin now!
TBC
Saya gak mau banyak ketik, lagi ikut keliling soalnya. Jadi saya hanya mau mengucapkan selamat idul fitri mohon maaf lahir dan batin!
Jika ada salah kata atau ketikan saya yang tidak mwngenakan bagi kaalian mohon di maafkan. Semoga amal dan ibadah kita bertambah setelah berakhirnya bulan penuh rahmat ini.
Soal Review saya akan balas chapter depan.
Akhir kata.
Minal aizin walfaizin mohon maaf lahir dan batin
