Disclaimer : NARUTO & Bleach Bukan Punya Saya

.

.

.

.

.

.

.

Lokasi : Soul Society

Ж

ж

Momo Hinamori beberapa kali melihat laporan yang ada di meja kerjanya. Saat mantan bawahan Aizen Sousuke itu sedang membaca salah satu kertas yang berisi salah satu laporan dari tumpukan kertas yang berisi laporan-laporan yang menjadi tanggung jawab dari Divisi dimana dia berada.

Divisi lima merupakan Divisi dimana dia menjabat sebagai wakil kapten. Divisi yang saat ini masih belum memiliki Kapten pengganti yang mana sebelumnya di bawahi Aizen Sousuke. Sudah hampir mencapai kurang lebih dua bulan lamanya semenjak Aizen menunjukkan penghianatannya terhadap Soul Society, sehingga sampai saat ini juga dia harus mengurusi semua yang juga di urusi oleh seorang Kapten selain mengurusi tugas sebagai wakil kapten di divisi kelima.

Saat ini shinigami wanita itu mencermati sebuah laporan bulan lalu yang masih belum sempat diselesaikan karena pada saat itu masih berada di Rumah Sakit karena Aizen yang nyaris hampir saja membunuhnya.

Dalam laporan itu dijelaskan mengenai turut campurnya seorang mantan shinigami yang bernama Uzumaki Naruto atau yang juga dikenal sebagai wakil Komandan Divisi Keempat. Momo Hinamori sangat mengenali siapa itu Uzumaki Naruto, dia adalah shinigami yang dikaguminya sebelum dia bertemu Aizen.

Namun, yang diketahuinya sebelum dia membaca laporan yang saat ini ada di tangannya itu adalah bahwa Wakil Kapten Divisi Keempat Uzumaki Naruto terbunuh pada saat pertarungan di Hueco Mundo.

Dia mengenal wakil kapten divisi keempat ini semenjak berada di Akademi shinigami. Dimana pada saat itu Uzumaki Naruto berada di tingkat akhir dan dia sendiri berada di tingkat dasar. Baru beberapa bulan dia memasuki Akademi shinigami dan Naruto sudah menyelesaikan pelajarannya di Akademi dan langsung menjabat sebagai Wakil Kapten Divisi Empat karena kemampuan yang dimilikinya dimana ibunya Unohana Taichou menjabat sebagai Kapten.

Banyak yang mengatakan bahwa pemuda itu mendapatkan perlakukan spesial sehingga bayak melewati tahun yang seharusnya dihabisnkan shinigami lainnya dan diluluskan lebih awal karena ibunya yang menjabat sebagai Kapten Divisi Empat. Namun itu tidak benar sama sekali, karena dia sendiri melihat kemampuan yang dimiliki oleh pemuda pirang itu.

Dia memang tidak begitu unggul dalam bidang akademik, tidak bisa memanipulasi hadou namun soal kekuatan di pertarugan nyata dan kemampuan spesial yang dimilikinya membuatnya mendapat pengecualian dari pihak akademi.

Dia beberapa kali sempat bertemu dengan Naruto yang pada saat itu menjabat sebagai wakil kapten Divisi Empat. Dimana Hinamori beberapa kali melakukan 'kunjungan' ke Markas Divisi Empat itu dikarenakan kecelakaan dalam bertugas. Tidak diragukan lagi mengenai soal kemampuan Naruto yang saat itu menunjukkan sedikit kemampuan yang dimiliki pemuda pirang itu pada saat melakukan operasi bedah yang 'tak biasa' dengan bantuan Zanpakutounya.

Saat itulah dia tahu bahwa kekuatan yang dimiliki oleh pemuda pirang itu bukan merupakan kekuatan yang umum dimiliki oleh shinigami. Kekuatan itu unik dan dia pernah mendengar juga bahwa pemuda pirang itu tidak memiliki kekuatan hanya dari Zanpakuto miliknya.

Setelah dikabarkan terbunuh dalam pertarungan, namun setelah sekian lama beredar kabar yang mengatakan bahwa Uzumaki Naruto datang kembali ke Soul Society melakukan penghianatan dengan menyerang SoTaichou dan menyebabkan banyak kerusakan di Seireitei.

'Melawan Sotaichou dan membuat kakek tua itu terluka cukup berat?'

'Itu tidak mungkin!'

'Tapi, dia memang sangat kuat.'

'Dia juga sempat bertarung dengan Aizen-Taichou.'

'Pada akhirnya dua sosok yang ku kagumi menghianati Soul Society.' Momo mengeleng-gelengkan kepalanya untuk menyingkirkan pikiran yang baru saja terlintas.

Shinigami wanita ini masih tidak percaya mengenai apa yang dilihat dan di dengarnya.

Itulah yang ada di pikiran Hinamori pada saat dia membaca beberapa poin lain dari laporan yang saat ini ada di tangannya.

Tapi tetap saja Hinamori masih belum bisa mempercayai laporan yang saat ini ada di tangannya itu. Mengapa Naruto menghianati Soul Society?, dan bagaimana mungkin dia sampai bisa membuat kerusakan yang tidak bisa diremehkan. Karena sepengetahuannya Naruto memanglah kuat, namun untuk melakukan kerusakan seperti yang dilaporkan dan ditambah mampu membuat Sotaicho terdesak? Tampaknya itu masih harus dipertanyakan.

Menurut kabar Naruto mengeluarkan kemampuan anehnya dengan menciptakan bola aneh di lagit yang menyerap reishi di Soul Society dalam jumlah yang tidak bisa dibayangkan.

Tok Tok Tok

"Hinamori-Fukutaichou, anda diminta oleh Hitsugaya Taichou untuk datang ke Markas Divisi Sepuluh." Ucap salah satu pembawa berita yang membuat Hinamori terbuyarkan dari alam pikirannya setlah mengetuk beberapa kali.

"Aku akan segera kesana, setelah satu laporan ini kuselesaikan." Balasnya yang dijawab dengan anggukan oleh bawahan yang segera meninggalkan ruangan tersebut untuk melakukan pekerjaan lain.

"Hah, baiklah … aku akan segera ke tempat Shiro-chan. Lagipula ada beberapa hal juga yang ingin ku tanyakan padanya."

Human World

Urahara Kisuke shinigami yang dikenal bukan saja karena kekuatannya melainkan juga karena kejeniusan dan kecerdikannya bila dibandingkan dengan shinigami yang lainnya di Soul Society.

Saat ini shinigami yang mengenakan topi dan memakai sandal kayu itu berada beberapa ratus meter dari sebuah rumah yang terletak di pinggir Karakura Town. Selama beberapa minggu ini dia sudah di depan laboratorium dan juga pusat penelitian tersembunyi yang ada di bawah tanah rumahnya.

Ruang yang terletak khusus untuk melakukan penelitian itu dilengkapi oleh banyak mesin yang tidak bisa dikatakan biasa.

Dia melakukan penyelidikan untuk menemukan 'jejak' Uzumaki Naruto yang membangun tempat persembunyian di dunia manusia. Hal ini dilakukannya selain karena perintah atau lebih tepatnya atas permintaan dari Soul Society yang menganggap Naruto sebagai ancaman.

Dia bersama Yoroichi, Ishhin, dan dengan bantuan salah seorang Quincy-Ryuuken melakukan penyelidikan itu, sampai akhirnya mereka menemukan titik terang mengenai dimana persembunyian dari manusia yang memiliki kekuatan yang dianggap berbahaya itu.

Dia bersama dengan Yoroichi menggunakan jubah pembungkus reiatsu dan mendekati persembunyian Naruto. Mereka berdua mengetahui bahwa Naruto tidak ada di tempat persembunyiannya saat ini, jadi mereka akan leluasa melakukan penyelidikan.

Mereka saat ini sudah memasuki ruang depan dari rumah yang terbilang kecil itu, namun menemukan adanya ruang masuk bawah tanah yang sudah diduga oleh Urahara sebelumnya.

'Dia memasang tipe sensor seperti ini? Sensor ini tidak akan bisa mendeteksi kami' pikir Urahara setelah melihat peralatan sensor Naruto yang ada di sana.

"Tampaknya, dia sama sepertimu … Kisuke." Ucap Yoroichi setelah melihat adanya ruang bawah tanah yang dimiliki oleh Naruto. "Apa kau menjamin bahwa jubah ini bisa menyembunyikan keberadaan kita?" Lanjutnya.

"Ya, ternyata dia memiliki selera yang sama tenang saja, apa kau tidak yakin akan penemuanku? Jubah ini pasti bisa menyembunyikan keberadaan kita." Jawab mantan kapten divisi dua belas Soul Society itu sambil melangkahkan kakinya menuruni tangga yang menuju bawah tanah.

"Lagipula, saat ini dia tidak ada disini, karena dia berada di Hueco Mundo." Tambahnya. "dan sepertinya ini akan semakin menarik."

Hueco Mundo

Sudah dua hari lamanya semenjak mereka berada di Hueco Mundo. Awal mereka sampai di tempat ini adalah di sebuah ruang bawah tanah, dan sesudah melewati beberapa hambatan yang menyusahkan akhirnya mereka bisa keluar.

Dan sesudah itu mereka harus melewati hutan para Hollow dan bertemu dengan seorang shinigami yang ternyata sudah lama berada di sana. Mereka mendapat Informasi dari shinigami itu yang mengatakan bahwa Naruto juga berada di hutan itu beberapa hari yang lalu.

Perjalanan yang jauh dan juga melelahkan yang harus ditempuh, akhirnya terbayar sudah setelah mereka menemukan tempat persembunyian Aizen atas panduan dari makhluk Hueco Mundo yang menyebut diri mereka sebagai 'empat bersaudara' yang bertemu dengan mereka di padang yang dipenuhi pasir itu.

Beberapa jam mengendarai makhluk yang bentuknya seperti cacing sampai mereka mendekati Istana Aizen.

Namun, hal yang berada di luar perkiraan mereka terlihat saat itu juga, yaitu Istana yang sangat luas yang seperti Kristal hijau itu terbelah horizontal seluruhnya dan beberapa reruntuhan dari pecahan batu Istana itu berhamburan dimana-mana. Dan yang paling mencengangkan adalah jejak seperti kaki hewan yang sangat besar di beberapa tempat.

Istana yang dikenal sebagai istana para hollow itu kelihatan kacau.

"Apa tempat ini memang seperti ini?" Tanya Ichigo heran melihat kondisi yang ada di depannya.

"Baka, Itu tidak mungkin." Jawab Renji asal.

"Disini baru saja terjadi pertempuran."

"Tampaknya, Naruto sudah lebih dahulu sampai ke tempat ini." Ucap Arracar bertopeng semut yang memperhatikan reruntuhan di depannya.

Secara fisik, langit-langit istana dan menara-menara yang sangat besar itu terlihat seperti baru saja dipotong dan bagian depan Istana itu mengalami kerusakan yang lebih parah lagi, dimana seperempat bagian timur Istana itu hancur. Istana itu terlihat seperti bangunan tanpa atap karena ujung puncaknya yang kelihatan seperti dibelah oleh pedang.

Ichigo dan teman-temannya juga merasakan adanya beberapa kali ledakan reiatsu di jarak yang cukup jauh dari tempat mereka sehari yang lalu. Dari hal itu mereka mengetahui bahwa sedang terjadi pertarungan.

Benturan reiatsu dan guncangan-guncangan yang disebabkan pertempuran juga sampai terasa walau jarak mereka sangat jauh.

"Yang lebih penting, kita harus segera menyelamatkan Inoue."

Hueco Mundo : Unknown Place

"Te .. terima kasih karena sudah menyelamatkanku." Ucap Orihime ragu-ragu.

Di depannya ada Naruto yang duduk menyandarkan tubuhnya di dinding tempat yang masih belum bisa diketahui Orihime.

Saat ini mereka berada di dalam gua yang cukup besar di Hueco Mundo.

Tampak Kondisi tubuh Naruto yang sudah tidak lagi mengenakan Jubah Hitamnya. Di beberapa sudut pakaiannya terdapat beberapa robekan dan topeng yang dikenakannya sudah benar-benar lepas dari wajahnya.

Tubuhnya juga terlihat peluh yang bercucuran dan Zanpakutou yang biasa bertengger di pundaknya tidak terlihat disana.

"Kau tidak perlu berterima kasih. Aku hanya kebetulan saja sedang berbaik hati." Ucap Naruto datar. "Mungkin saja aku nanti akan memanfaatkanmu untuk tujuan tertentu. Jadi jangan terlalu cepat berterima kasih." Lanjutnya

Naruto melihat wajah Inoue Orihime yang tersenyum tulus padanya. Entah mengapa tiba-tiba pemuda pirang itu merasa kesal, perempatan urat muncul di wajahnya.

"Oi, oi kenapa kau melihatku dengan pandangan menjengkelkan seperti itu?" Tanyanya kesal.

"Eh, kenapa?" Orihime yang ditanya malah bingung akan pertanyaan pemuda pirang itu karena tidak bisa mengerti apa maksudnya.

"Aku Tanya kenapa kau melihatku dengan pandangan yang mengatakan 'Aku mencintaimu'?" Tanya Naruto kesal.

"Eh ... Apa maksudmu? Ak ... aku tidak ada maksud seperti itu." Jawab Orihime gugup.

"Haa~ sudahlah yang penting kau jangan menunjukkan wajah seperti itu padaku." Ucap Naruto lega setelah melihat wajah Orihime yang tidak memasang wajah menjengkelkannya.

Orihime terkikik geli setelah melihat mimik wajah Naruto yang tiba-tiba berubah menjadi mimik yang apabila dilihat orang lain akan dikatakan 'bodoh'. Tapi menurutnya itu lucu.

"Hei, kenapa kau tertawa?" Jengkel Naruto melihat Orihime cekikikan melihat wajahnya.

"Wajahmu ekspresi wajahmu lucu."

"Oi, kau menghinaku, ya?" Jengkel pemuda pirang itu meningkat karena merasa ditertawakan.

"EH .. Aku tidak bermaksud seperti itu." Jawab Orihime terkejut.

Naruto yang melihat wajah takut sekilas dari Orihime memutuskan tidak meneruskan pertengkaran kecil itu.

Mengambil potongan kain dari bekas jubahnya lalu mengikatkannya pada lengan kiri Orihime.

"Itu untuk mencegah para hollow menemukan energimu." Ucapnya lalu pergi ke pintu gua dimana mereka bersembunyi untuk melihat.

Pria pirang yang ada di depannya itu, jika dilihat dari manapun tidak jauh dari usianya. Hanya saja wajah pemuda itu terlihat lebih dewasa, perawakannya yang tinggi, tapi bisa juga bersikap aneh seperti barusan.

Orihime melihat bagaimana luka-luka pemuda itu tertutup dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.

Luka yang cukup serius yang tadinya diterima dari pertempuran di Istana Aizen. Luka itu melintang di dadanya. Luka itu terlihat cukup serius, namun sekarang sudah hilang tanpa bekas.

Bisa dikatakan luka yang di dapatnya itu hampir memotong tulang di dadanya.

'Dia membunuh dua Espada Aizen dan mantan kapten Soul Society, Tousen.'

"Terima kasih, Uzumaki-kun."

"Oi jangan panggil aku seperti itu. Aku berkali kali lipat lebih tua dari yang kau pikirkan."

Flash Back:

"Rencana Menyusup?"

"Itu hanya untuk pihak yang lebih lemah saja." Entah kepada siapa Naruto mengucapkan kata-kata itu. Saat ini dia berada di depan Istana Aizen, Las Noches.

Naruto beberapa saat, seakan menunggu kehadiran musuh untuk menyambut kunjungannya. Namun tidak ada satupun musuh yang datang menyambutnya. Dia tahu saat ini Aizen dan para Espadanya sudah mengetahui kehadirannya.

Dan pemuda pirang ini juga tahu bahwa saat ini Aizen sedang menatap layar yang menampilkan dirinya di depan Istana itu dengan senyum bodoh sambil duduk di kursi kebesarannya.

"Dia seakan memintaku untuk memasuki Istana bodohnya ini. Kau terlalu meremehkanku Aizen." Gumamnya.

Kuchiyose no Jutsu

Boff Boff Boff

GROOOOOO

Dari balik kepulan asap, muncul seekor anjing raksasa berkepala dua, puluhan kelabang raksasa dan ratusan kelelawar di Las Noches, membuat tempat itu berguncang hebat dan seketika itu juga terlihat menjadi gelap.

Naruto melakukan serangan terbuka!

Serangan yang sangat heboh dan tidak kenal takut. Sesuai dengan orang yang seharusnya memiliki kekuatan lebih besar.

Kalau kau kau memiliki kekuatan yang lebih besar dari musuhmu, maka taktik penyusupan sama sekali tidak dibutuhkan!

Serangan ini dimulai dengan bebrapa bagian hewan panggilan yang Naruto lakukan. Belum lama setelah munculnya Anjing Raksasa berkepala dua, ratusan kelabang raksasa, dan kelelawar di tengah-tengah Las Noches, beberapa Arracar langsung datang menghadapi hewan panggilan pemuda pirang itu.

"Akhirnya keluar juga." Ucapnya mersakan pergerakan energi yang dimiliki para bawahan Aizen.

Pada saat para Arracar menghadapi hewan panggilannya, Naruto sudah masuk ke dalam istana.

Tempat yang luas.

Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, menyusuri tiap lorong yang cukup membingungkan sampai akhirnya dia bertemu dengan dua Espada,

Nnoitra Gilga dan Barragan Luisenbarn.

Di lorong yang tidak luas itu, Naruto tidak ingin menyia-nyiakan waktunya dengan menghadapi dua Espada Aizen. Maka dari itu pemuda pirang itu langsung menjadikan tempat itu menjadi 'Meja Operasi'.

"Aku tidak ada urusan dengan kalian. Kalau tidak ingin mati sebaiknya kalian menyingkir dari jalanku." Ucap Naruto datar memperingatkan kedua Espada.

Kedua Espada itu hanya menyeringai saja menanggapi kata-kata pemuda itu. Beberapa detik kemudian kedua musuh tersebut menghilang dan muncul di depan Naruto.

SLASH.

Naruto sudah tidak ada di tempat dimana dia sebelumnya. Serangan dua Espada itu meleset dan mengenai dinding yang hancur berantakan seketika.

SHAMBLES

Mengayungkan zanpakutounya dengan kekuatan penuh dengan gerakan yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa lalu memindahkan posisi dua Espada yang berada beberapa kaki di depannya dengan batu-batu yang berserakan akibat serangan yang gagal sebelumnya.

Clank clank clank

Slash slash slash

Serangan itu berhasil mengenai dua Espada dengan telak, namun Naruto tidak berhenti di beberapa ayunan saja melainkan terus melakukan serangan. Mantan shinobi itu akhirnya bisa melukai dua Espada Aizen.

"Kalian membuat kesalahan fatal dengan tidak langsung mengeluarkan seluruh kekuatan kalian saat bertarung denganku." Gumam Naruto.

Melihat serangannya itu masih belum bisa menghabisi dua Espada itu. Maka Naruto mengeluarkan Shichiseiken dan Benihisago yang langsung menyegel dua agen Espada itu bernomor dua dan lima tersebut.

"Tampaknya aku hanya bisa menyegel mereka sementara waktu." Gumam Naruto setelah berhasil menyegel kedua Espada itu.

Naruto kembali menyusuri tempat itu dengan cepat sampai dia menemukan celah untuk memasuki ruang terbawah istana itu. Namun hal yang tidak diduganya adalah dia menemui seorang wanita dan yang lebih mengherankannya lagi adalah… itu seorang manusia.

'Apa yang dia lakukannya disini?'

"…"

"…"

Tanpa pikir panjang lagi dan tanpa memperdulikan tatapan bingung wanita yang bernama Orihime itu, Naruto memasuki 'ruang' Orihime, lalu membuat beberapa segal tangan sebelum menghenpaskan tangan sebelah kanannya ke lantai ruangan itu. Beberapa saat kemudian sebuah lorong tampak di lantai. Tanpa pikir panjang Naruto langsung terjun menuju lorong tersebut.

"Hei." Meninggalkan Orihime tana peduli saat ini memanggilnya dan masih belum sadar akan apa yang terjadi.

Di dalam ruang terbawah Las Noches.

Di ruang itu berdiri Aizen dan Gin dengan tiga Espada bawahannya. Tia Harribel, Coyote Stark dan Ulquiorra Cifer.

Naruto segera menyadari bahwa saat ini Aizen dan para bawahannya itu sudah menunggu kedatangannya.

"Wah, wah, wah. Tak ku sangka dia berhasil menghabisi Baraggan dan Nnoitra dalam sekejap saja." Ucap Gin yang dengan nada bermain-main "Benarkan, Aizen Taichou?" lanjut Shinigami berambut perak itu.

"Kau benar Gin." Jawab Aizen yang terlihat terlalu santai.

"Jadi, bisa ku Tanya ada urusan apa kau datang ke Istanaku Naruto Fukutaichou?"

Naruto tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Aizen. Dia melihat daerah sekitarnya dan berusaha merasakan keberadaan sesuatu yang sudah beberapa hari dicarinya. Dia tidak terlalu di pusingkan dengan keberadaan Aizen dengan para bawahannya.

Walau Naruto sendiri tahu mungkin dia akan kalah kalau melakukan pertarungan sudah mengeluarkan banyak reiatsu dengan mengeluarkan Benihisago dan Shichiseiken dengan kekuatan penuh pada saat melawan Barragan dan Nnoitra. Tapi, dia tahu benar akan sifat Aizen yang sering meremehkan lawannya. Dan hal itu yang dimanfaatkan oleh Naruto.

"Aizen, aku yakin kau tahu maksud dari kedatanganku ke sini." Jawab Naruto datar.

Selagi Naruto berbicara ketiga Espada yang tadi ada di sebelah Aizen kini bergerak mengelilingi Naruto dari belakang.

"Aku sama sekali tidak mengerti apa maksud dari ucapanmu." Balas Aizen masih dengan posisi duduknya dan tatapan mata yang meremehkan.

"Sebaiknya kau mengembalikan 'kekuatan' yang ku tinggalkan disini." Balas Naruto tidak lagi mau meladeni omong kosong Aizen.

"Kekuatan? Oh, apa maksumu adalah ini?" jawab Aizen menunjuk dengan jarinya ke arah bola seperti Kristal yang berada di tubuh Aizen yang diketahui Naruto sebagai Hougyoku." Hougyoku sangat menyukai kekuatan itu dan sekarang itu sudah menjadi satu denganku."

Seketika ruangan yang sangat luas itu dipenuhi oleh tekanan kekuatan milik Naruto. Sebenarnya sebelum Aizen mengatakan hal itu, Naruto sudah bisa merasakan kekuatannya itu berada atau lebih tepatnya bersatu dengan Hougyoku.

SHAMBLESS

Dengan sekali gerakan yang tidak terlihat ketiga Espada dan juga Gin Ichimaru sudah tidak ada lagi di ruangan itu. Mereka dalam dipindahkan oleh Naruto ke luar Istana yang saat ini di tutupi oleh barier.

Tidak berhenti sampai disana saja, Naruto juga berhasil menarik keluar Hougyoku milik Aizen dari tubuhnya.

"Jadi ini yang banyak dikatakan para shinigami idiot itu, Hougyoku yang merupakan keberadaan kekuatan yang terbesar." Ucap Naruto datar melihat benda berkekuatan besar itu yang saat ini berada di telapak tangannya.

Naruto melempar bola yang memiliki kekuatan besar itu ke udara dan mengayunkan zanpakutonya ke arah Hougyoku yang saat itu melayang.

Aizen melebarkan matanya melihat hal yang akan dilakukan Naruto. Dia tidak menyangka akan semudah ini dipecundangi oleh Naruto. Dia memang tahu Hougyoku tidak akan hancur semudah itu, namun benturan dengan zanpakuto Naruto pasti bisa membuat kerusakan. Dan apabila terjadi kerusakan terhadap Hougyoku, maka itu pasti akan memakan waktu untuk kembali mengembalikan kondisi yang dikatakan Naruto telah memasukkan Hougyoku ke dalam kesempurnaannya.

Namun hal yang ditakutkannya tidak terjadi, zanpakuto Naruto ternyata hanya menembus bola penuh kekuatan itu. Tapi, sesaat Aizen merasakan bahwa segumpalan energy yang Naruto sebutkan sebelumnya tertarik dari dalam Hougyoku ke dalam Zanpakuto pemuda pirang itu.

Energi itu terlihat jelas di matanya sama saat seperti dimana pada hari dia menggunakan Hougyoku untuk menarik kekuatan itu.

"Aku tidak tertarik dengan benda ini." Ucap Naruto melemparkan Hougyoku kembali kepada Aizen.

Aizen terkejut bukan main melihat bagaimana Hougyoku bereaksi terhadap kekuatan Naruto. Bola energy itu seakan ingin kembali kepada pemuda pirang itu.

"Dengan membiarkanmu memiliki benda itu, mungkin kau bisa memberikanku sedikit permainan." Ucap Naruto yang seketika itu juga menghilang dari tempat itu bersama dengan Orihime.

жжж