Title : Mask
Author : Metha Sari
Cast : YunJae, Others, OOC
Genre : Romance, Family, little bit Crime (?)
Rated : T
Disclameir : Cast milik Keluarga, Fans dan Tuhan tapi cerita milik Author
Warning : Yaoi, Typo, Bad Writting, dilarang BASH atau FLAME, ff ini murni hasil pemikiran Metha, jika ejaannya tidak jelas maklumi saja karena Metha masih butuh banyak belajar , Don't Like Don't Read
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
"Mwo? Yunho hyung mendatangi hyung?". Pekik Changmin terkejut mendengar cerita dari Jaejoong.
"Yakkkk pelankan sedikit suaramu dongsaeng kurang ajar". Ujar Jaejoong kesal.
Hari itu setelah Yunho mendatagi Jaejoong, Changmin datang ke apartemen Jaejoong dan Yihan. Jaejoong menceritakan semua yang dia alami hari ini pada Changmin, termasuk tawaran Yunho dan pernyataan cintanya.
"Hehehe mian hyung". Changmin memberi cengiran khasnya.
"Aku bingung Changmin ah, dia menawarkan bantuan untukku dan aku tidak tahu harus menolak atau menerima. Termasuk...". Jaejoong menghentikan ucapannya.
"Termasuk apa hyung?". Tanya Changmin tidak sabaran.
"Termasuk pernyataan cintanya padaku". Jaejoong menjawab dengan pelan tapi cukup untuk didengar oleh Changmin.
"Wah bukankah itu bagus hyung, dengan Yunho hyung yang menyukai hyung berarti hyung akan bertambah kuat melawan mereka."
"Tapi Changmin ah, dia berkata juga menyukaiku".
"Lalu apa salahnya?, kau bisa memanfaatkan itu hyung. Aku yakin kalau Yunho hyung adalah orang yang kuat dan dapat diandalkan untuk menjalankan rencanamu"
"Bagaimana kalau Yihan hyung tahu kalau aku hanya memanfaatkan Yunho?". Tanya Jaejoong ragu.
"Yihan hyung tidak akan tahu, asal hyung bersikap biasa saja dan tidak mencurigakan. Dari awal aku sudah dapat menilai jika Yunho hyung juga bukan orang yang mudah untuk diremehkan". Ucap Changmin.
"Kau benar Changmin ah, aku memang membutuhkan orang yang kuat dalam menjalankan rencanaku. Mungkin Yunho memang orang yang tepat, aku akan menerima tawarannya dan berpura-pura menerima pernyataan cintanya. Aku tidak ingin semua rencana yang sudah aku susun hancur begitu saja, keluarga itu harus hancur seperti mereka menghancurkan keluargaku". Jaejoong mengepalkan tangannya.
"Hyung, aku akan mendukung semua rencanamu". Changmin mengenggam tangan Jaejoong dan memberinya keyakinan.
"Hutang budi dibalas budi, Hutang nyawa dibalas dengan nyawa. Tidak satupun dari mereka akan aku lepaskan, termasuk putri mereka satu-satunya juga harus merasakan apa yang aku rasakan. Akan aku buat dia menyaksikan genangan darah kedua orangtuanya". Ucap Jaejoong dengan kilatan mata penuh ambisi dan seringaian mengerikan.
'Aku harap kau akan menemukan kebahagiaan dan dirimu sendiri hyung, aku berharap Yunho hyung dapat mengubah dirimu yang penuh ambisi dan dendam ini'. Ucap Changmin dalam hati.
Setelah kepulangan Changmin, Jeajoong termenung dikamarnya sembari memikirkan pembicaraannya dengan Changmin tadi. Changmin ada benarnya, jika dia menerima tawaran Yunho maka dia aka mendapat tambahan kekuatan untuk melawan pembunuh orangtuanya itu.
Siapa yang tidak kenal Jung Yunho, dia adalah keponakan dari Jung Jihoon sang ketua Yakuza terkenal di Jepang dan istrinya Jung (Kim) Taehee seorang model yang juga terkenal di Asia beserta sepupunya Jung Yonghwa putra dari Jihoon dan Taehee yang sekarang membantu bisnis orangtuanya baik legal maupun ilegal.
Orangtua Yunho, Jung Siwon seorang pengusaha terkenal dibidang elektronik dan mobil yang diberi nama Hyundai Crop. Sedangkan ibunya Jung (Kim) Kibum seorang designer terkenal Korea. Tidak lupa juga sepupunya yang berada diKorea yaitu Park Yoochun, putra dari Park Kangin seorang pengusaha sukses dibidang tekstil dan Park Joongso (Leeteuk) yang memiliki butik dan bekerja sama dengan Jung Kibum.
Dan Kim Junsu, dia adalah tunangan dari Park Yoochun. Junsu merupakan Putra dari Kim Hangeng dan Kim Heechul, mereka berdua adalah mantan penyanyi dan dancer yang terkenal hingga keluar negeri dan setelah pensiun keduanya membangun perusahaan entertainment yang bernama HK entertainment yang telah banyak melahirkan artis-artis terkenal.
Bukankah itu suatu keuntungan tersendiri untuknya, Yunho dikelilingi dengan orang-orang yang berpengaruh di Korea. Lagipula, Yunho sendiri yang menawarkan bantuan padanya dan itu artinya dia bisa memanfaatkan Yunho untuk rencana balas dendamnya. Keuntungan lainnya adalah tidak akan ada yang berani mengusiknya termasuk hukum sekalipun.
Dia harus berterima kasih kepada Hyungnya Jin Yihan karena bersahabat dengan Jung Yunho bahkan menjalin kerjasama dengannya, dia harus sedikit menurunkan egonya untuk mencapai keinginannya. Jung Yunho harus berada dalam kendalinya dan menuruti keinginannya.
"Akan aku lakukan apapun agar dendamku terbalaskan. Umma, Appa tunggulah sebentar lagi mereka akan merasakan penderitaan yang tak terkira. Akan aku rebut apa yang seharusnya menjadi milik kita, akan aku buat putrinya merasakan sakitnya kehilanga orangtua". Jaejoong meneteskan air matanya saat mengingat kecelakaan tragis orangtuanya.
.
.
.
Saat ini Yunho sedang memainkan pulpennya sembari tersenyum sendiri, hal ini membuat Yoochun dan Junsu merasa heran mendapati atasan mereka seperti orang gila. Tunggu dulu, atasan mereka? Bukankah Yoochun dan Junsu mempunyai orangtua yang mewariskan perusahaan mereka pada keduanya, tapi kenapa mereka malah bekerja pada Yunho?.
Alasan mereka adalah kalau mereka tidak ingin menerima sesuatu secara instan, mereka ingin memulai dari bawah dan memilih bekerja sebagai sekretaris kepercayaan Yunho dan jika sudah waktunya mereka akan berhenti dan meneruskan perusahaan orangtua mereka masing-masing.
"Hyung kau kenapa tersenyum seperti itu?, sangat mengerikan". Ucap Yoochun pada akhirnya.
"Kau benar Chunnie, bahkan lebih baik dia memasang tampang sangarnya daripada tersenyum seperti orang gila seperti itu". Junsu ikut menimpali.
"Yakkk kalian berdua kenapa malah menghina senyumku eoh, tidak tahukah kalian jika aku sedang bersenang hati sekarang". Ujar Yunho tidak terima dikatakan gila.
"Apa yang membuatmu senang seperti ini?". Tanya Yoochun penasaran
"Aku menyatakan perasaanku pada Jaejoong adiknya Yihan, kalian ingat dia?". Tanya Yunho pada Yoochun dan Junsu.
"Ne, dia adiknya Yihan Hyung yang sangat dingin dan mengerikan itu". Junsu bergidik membayangkan pertemuan pertamanya dengan Jaejoong yang kurang menyenangkan.
"Dan kau diterima oleh Jaejoong?". Yoochun balik bertanya.
"Dia belum menjawab apa-apa bahkan aku juga menawarkan bantuan untuk membantunya balas dendam kepada paman dan bibinya". Ujar Yunho sendu.
"Kau harus bersabar hyung, lagipula Jaejoong butuh waktu karena kalian baru kenal dan dia juga harus menyesuaikan diri dengan orang-orang baru seperti kita". Junsu mencoba menghibur.
"Apa kau yakin akan membantunya hyung, maksudku bukan seperti dirimu saja yang rela melakukan kejahatan?". Tanya Yoochun sangsi.
"Aku yakin Yoochun ah, apapun akan aku lakukan. Jangankan membantunya untuk balas dendam, bahkan jika dia menyuruhku untuk bunuh diri dihadapannya pun aku rela". Jawab Yunho yakin.
"Bukankah kau bisa mencari namja dan yeoja lain, ayolah kau itu tampan dan keren hyung jadi banyak namja atau yeoja yang mengejar-ngejarmu bahkan hanya untuk tidur denganmu". Junsu menimpali ucapan Yunho yang menurutnya berlebihan.
"Tapi dia berbeda Junsu, dia tidak tertarik padaku karena hartaku bahkan hanya untuk tertarik pada wajahku pun tidak, he is my first love". Yunho tersenyum sembari membayangkan wajah Jaejoong. Sedangkan Yoochun dan Junsu hanya saling pandang dan menggelengkan kepala mereka, menghadapi Yunho yang sedang jatuh cinta lebih mengerika daripada menghadapi Yunho yang sedang murka.
Other Side
Dikediaman Bae terlihat sepasang suami istri itu beserta putri mereka Bae Seulgi sedang berkumpul diruang keluarga.
"Yeobo, entah kenapa aku merasa jika Jaejoong belumlah meninggal dan orang yang aku lihat ditaman itu adalah Jaejoong". Hana mencurahkan ke khawatirannya kepada Donghoon.
"Kau jangan berpikiran seperti itu hana, Jaejoong tidak mungkin selamat ditengah cuaca seperti itu kecuali ada yang berbaik hati menolongnya". Donghoon mencoba menenangkan istrinya.
"Tapi yeobo bagaimana jika dia memang masih hidup dan merebut apa yang telah kita dapatkan dengan susah payah ini".
"Kalaupun dia masih hidup, aku tidak akan pernah membiarkannya merebut apa yang sudah menjadi milik kita hana. Jadi, berpikiranlah yang positif".
Seulgi yang tadi hanya menjadi pendengar merasa penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh orangtuanya.
"Umma, Appa sebenarnya ada apa?". Tanya nya pada orangtuanya.
"Seulgi ah, sebenarnya semua kekayaan dan kejayaan yang kita nikmati saat ini bukanlah murni milik kita". Ujar Donghoo,
"Apa maksud appa?".
"Semua ini adalah milik Joongwoon dan Ryeowook beserta putra mereka Jaejoong, apa merebut semua ini dari mereka".
"Ahjumma dan Ahjussi sudah meninggal, lalu dimana sepupuku Jaejoong saat ini?".
"Dia kami usir saat hari kematian orangtuanya". Jelas Hana
"Tapi kenapa?".
"Karena jika kami membiarkannya maka dia yang akan mengambil alih semua warisan orangtuanya, mungkin sekarang dia sudah mati saat malam pengusiran itu...hahaha". Donghoon tertawa mengingat penderitaan keponakannya itu.
"Dengar Hana, kami melakukan semua ini demi kau agar kau bisa hidup mewah seperti teman-temanmu yang lain. Kau bisa menikmati barang branded dan liburan kemanapun kau mau, mungkin kami terlihat kejam karena merencanakan pembunuhan terhadap Jongwoon dan Ryeowook tapi semua ini demimu". Jelas hana panjang lebar.
"Ne aku mengerti umma, bahkan kalau seandainya Jaejoong masih hidup maka aku tidak akan membiarkannya merebut milik kita ini. Aku akan membuatnya sengsara bahkan jika perlu aku akan membunuhnya". Ucap Seulgi berapi-api.
"Kau memang putri kebanggaan appa Seulgi".Donghoon mengelus rambut Seulgi penuh kasih sayang.
Dalam hatinya sebenarnya dia juga merasakan kekhawatiran istrinya, dia yakin jika Jaejoong masih hidup maka dia pasti akan membalas dendam dan merebut harta kekayaan miliknya. Tidak, semua itu tidak boleh terjadi karena sebelum Jaejoong membunuh mereka maka dia yang aka lebih dahulu menghabisi nyawa Jaejoong.
.
.
.
Yunho berjalan memasuki Ballon cafe, saat akan menuju tempat duduk dia ditabrak oleh seorang yeoja yang terlihat buru-buru.
Brugh
"Ah mian tuan". Ucap yeoja itu.
"Ne tidak apa-apa". Jawab Yunho sopan.
"Aku benar-benar tidak sengaja telah menabrak tuan...". yeoja itu menghentikan ucapannya.
"Yunho, Jung Yunho". Yunho menyebutkan namanya.
"Sekali lagi maafkan aku Yunho shi, aku terlalu buru-buru tadi". Yeoja tadi tetap merasa bersalah.
"Aku tidak apa-apa dan aku memaafkanmu nona". Setelah mengatakan itu, Yunho segera pergi meninggalkan Yeoja yang telah menabraknya tadi.
Sedangkan Yeoja yang tadi menabraknya tadi termenung ditempatnya, dia merasakan debaran di dadanya. Sepertinya dia sedang jatuh cinta kepada Yunho.
'Hmm Jung Yunho, kau terlihat seperti pangeran. Aku harus segera keperusahaan appa dan meminta bantuannya mencari informasi tentang Yunho". Batinnya dalam hati dan kemudian berjalan meninggalkan cafe tersebut.
"Maaf apa aku datang terlambat?". Tanya Yunho pada seorang namja cantik yang tidak lain adalah Jaejoong.
"Tidak, aku juga baru datang sepuluh menit yang lalu. Duduklah tuan Jung". Ucap Jaejoong mempersilahkan Yunho untuk duduk.
"Baiklah, apa ada hal penting yang ingin kau katakan padaku Joongie". Yunho memulai pembicaraan mereka.
"Sebenarnya aku tidak suka kau memanggilku dengan nama Joongie tapi kali ini aku maafkan, apa tawaranmu waktu itu masih berlaku?". Tanya Jaejoong langsung pada intinya.
"Tawaran apa?". Yunho mengeryitkan dahinya.
"Tawaran untuk membantuku membalaskan dendamku". Ucap Jaejoong.
"Tentu, tawaran itu akan tetap berlaku untukmu Joongie. Tapi kau belum menjawab pernyataan cintaku padamu kemarin". Balas Yunho.
"Oh untuk yang satu itu akan aku coba menyesuaikan diri denganmu, kuharap kau mengerti jika aku belum terbiasa dengan orang baru sepertimu". Jelas Jajeoong.
"Baiklah aku mengerti dan aku akan membantumu apa saja untuk mewujudkan keinginanmu, aku bahkan akan membunuh mereka untukmu".
"Untuk saat ini aku tidak akan membunuh mereka tapi aku ingin membuat mereka menderita secara perlahan, sebenarnya aku sangat tidak asabar untuk menguliti mereka hidup-hidup tapi itu akan terlalu cepat dan sangat tidak mengasyikkan". Ujar Jaejoong dengan menggebu-gebu.
"Jadi apa rencanamu sekarang?". Tanya Yunho penasaran.
"Aku ingin membuat mereka tidak tenang, aku ingin melakukan teror yang membuat mereka selalu dihantui rasa takut. Aku ingin menghancurkan mereka lewat putri mereka sendiri". Jaejoong menyeringai dan membuat Yunho menemukan sisi gelap dari diri Jajeoong.
"Baiklah aku akan membantumu Joongie, kapanpun kau membutuhkanku maka datanglah padaku. Tidak akan sulit bagiku membantumu membuat mereka menderita".
"Well, Jung Yunho aku bersedia menjadi kekasihmu asal kau harus selalu ada untukku atau aku akan membunuhmu". Ucap jaejoong angkuh
"Kau terlihat seperti mengancamku tapi tidak masalah untukku Boo, kau perlu waktu untuk mencintaiku seperti aku mencintaimu". Ujar Yunho sembari menggenggam tangan Jaejoong.
Sebenarnya Jaejoong sangat ingin melempar wajah Yunho menggunakan gelas karena panggilan yang diberikan Yunho untuknya terasa menggelikan.
'Kalau bukan karena rencanaku maka aku tidak akan pernah mau menerimanya menjadi kekasihku, dan apa itu Boo. Apa tidak ada panggilan lain selain itu, baiklah Bae Donghoon, Kim Hana, Bae Seulgi tunggulah saat-saat kehancuran kalian. Aku Kim Jaejoong putra Kim Joongwoon dan Kim Ryeowook akan membawa penderitaan dan kehancuran untuk kalian'. Batin Jaejoong dengan mata berkilat tajam penuh ambisi dan seringaiannya.
.
.
.
Seulgi memasuki perusahaan ayahnya dengan wajah berbinar senang, dia sudah tidak sabar lagi bertemu ayahnya dan meminta bantuannya.
Brakkk
"Appa". Panggilnya saat berada dalam ruang kerja ayahnya.
"Wae chagie, kau terlihat begitu bersemangat?". Tanya Donghoon pada puterinya.
"Appa tadi aku bertemu dengan seorang namja tampan". Ucap Seulgi.
"Benarkah? Nuguya?". Tanya Donghoon.
"Namanya adalah Yunho appa, dia sangat tampan dan seperti pangeran".
"Maaksudmu Jung Yunho putera dari Jung Siwon?".
"Mungkin, apa appa mengenalnya?".
"Tentu saja chagie, dia adalah salah satu penanam saham terbesar diperusahaan kita". Jelas Donghoon.
"Wah itu berarti dia sangat kaya dan sukses, appa aku ingin kau membantuku mendapatkan Jung Yunho. Dengan begitu perusahaan kita akan semakin sukses dan kita bertambah kaya". Ucap Seulgi.
"Hahaha baiklah Seulgi akan appa usahakan kau mendapatkan seorang Jung Yunho, karena appa juga ingin menambahharta kekayaan kita".
"Gomawo appa, kau yang terbaik". Seulgi memeluk Donghoon dengan erat.
Other Side
"Aish kenapa juga umma harus menyuruhku berbelanja ke supermarket, bagaimana kalau anaknya yang keren dan tampan ini diculik". Gerutu seorang namja dengan tinggi kelebihan kalsium itu.
Dia melihat daftar belanjaan yang diberikan oleh ibunya itu, lain kali dia akan memeras ibunya dengan selusin makanan.
"Dasar Shim Eunhyuk ibu terkejam didunia, bagaimana seorang Shim Donghae bisa jatuh cinta dan menikahi orang seperti dia. Oh aku seperti anak durhaka saja...hahaha". Tawanya heboh.
"Heh kau, apa kau sudah gila?". Suara seseorang menghentikan tawa Changmin.
"Yakkk siapa kau? Berani sekali mengatakan aku gila hah". Marahnya pada orang itu.
"Aku Jung Kyuhyun, lalu kenapa kalau aku mengataimu. Kau memang terlihat seperti orang gila setelah menggerutu kemudian tertawa sendiri. Kau mengerikan".
"Hei aku Shim Changmin, namja tampan dan keren. Mana mungkin aku gila dan mengerikan, dasar kau namja aneh". Balas Changmin sengit.
"Aku bukan namja aneh dasar namja gila kelebihan tinggi badan". Ucap namja bernama Kyuhyun itu pada Changmin.
"Kau itu namja vampire yang tiba-tiba datang entah dari planet mana".
"Kau sangat menyebalkan, awas saja jika bertemu sekali lagi maka aku tidak akan melepaskanmu". Kemudian Kyuhyun pergi meninggalkan Changmin yang sedang melongo.
"Seperti ada yang aneh, tadi dia bilang kalau namanya adalah Jung Kyuhyun dan kalau Jung itu berarti dia adalah adik dari Jung Yunho". Changmin terdiam beberapa detik hingga "MWOOO". Lengkingnya membuat orang yang ada di Supermarket itu berhasrat ingin membunuhnya saat itu juga.
TBC or END
Mian telat updatenya
Hanya ini yang dapat saya berikan pada kalian, saya sadar chap ini mengecewakan.
Gomawo untuk readers yang menyempatkan waktunya untuk membaca da memberi reviewnya, dukungan kalian sangat berharga
Dan untuk SiDers gomawo juga atas partisipasinya dalam membaca karya saya ini.
Tanpa kalian, saya bukanlah apa-apa
Sekali lagi Gomawo ne #boww
