Haii, author balik lagi nih hehehe :D

Sekedar info, batal lemon di chapter ini, author punya rencana lain hwehehe :D

Yaudah, check it out deh~


Aku sangat suka melihatnya tidur. Memperhatikan dia yang sedang tertidur pulas, melihat wajahnya yang tenang, nafasya pelan dan teratur, detak jantungnya yang berdetak lemah, aku juga merasakan darah yang mengalir di nadinya. Oh sungguh aromanya, seperti surga.

Sering kali ku habiskan waktuku untuk melihatnya tidur, setidaknya sebulan terakhir ini aku selalu bersembunyi di kamarnya, melihat dia yang sedang bermain di mimpi-mimpi indahnya.

Hari ini aku mengikutinya kembali ke rumahnya. Apa dia tidak takut? Mengapa masih berani kembali ke rumah sedangkan dia tahu ada sesuatu yang aneh? Apa kemunculanku di mobilnya hari itu hanya seperti gertakan kecil lalu dia tidak takut lagi setelah itu? Gadis apa sih kau ini? Aku semakin tertarik dengan gadis ini.

Aku melihatnya melenguh, lalu matanya seperti mau terbuka, segera saja aku bersembunyi dibawah tempat tidurnya. Aku mendengar gerakannya diatas tempat tidur, lalu aku melihat langkah kakinya, pintu terbuka, lalu dia keluar dari kamar. Aku tetap bersembunyi.

Sampai kapan aku harus tetap bersembunyi? Kenapa sampai saat ini aku masih belum bisa menyerangnya? Kau tau aku sangat menginginkan darah di dalam tubuhnya. Tapi... entahlah, Ada sesuatu yang membuatku menahan diri, Aku juga tidak tahu itu apa, seperti... tidak ingin melukainya. Apa ini karena dia mengingatkanku kepada kekasihku dulu? Tapi seharusnya aku membencinya, dia telah menghianatiku. Entahlah.

Author's POV

Min Ah terbangun dari tidurnya, lalu mengerjap-ngerjapkan matanya. Eh, aku ketiduran? Pikirnya. Dia duduk sebentar di tempat tidurnya, lalu turun dan keluar kamar untuk mengambil air minum di lemari es.

Sejak tadi, bahkan sejak sebulan lalu, diak tidak sadar jika seseorang selalu ada di dalam kamarnya, memperhatikannya ketika ia tidur.

Min Ah berjalan menuju lemari es di ruang makannya. Tangannya membuka lemari es itu dan meraih satu botol orange juice dingin, lalu mengambil gelas kosong di lemari makannya. Lalu dia berjalan dengan gontai menuju ruang tengah, meletakkan botol jus gan gelasnya di meja, lalu menghempaskan badannya di sofa empuk itu. Tangannya meraih remte televisi lalu memencetnya dan tv itupun menyala. Min ah menuangkan jusnya ke dalam gelas dan meneguknya.

Min Ah's POV

Setelah bangun tidur (ketiduran) dan minum jus, badanku jadi segar kembali. Aku menonton acara televisi. Hmm sepertinya aku jarang menonton televisi. Tugas dan skripsiku selalu membuat aku sibuk. Huh. Jadi hari ini ingin ku puas-puaskan menonton televisi hehehe. Aku mengganti channel-channelnya terus. Kenapa tidak ada acara yang menarik? Ku lirik jam dinding di dinding ruang tengahku, 17:38 aww jadi aku ketiduran jam? Karena tidak ada acara yang menarik, aku mematikan televisi dengan sedikit kecewa, lalu beranjak ke kamar mandi. Aku mandi, membersihkan tubuhku, mencuci rambut, dan juga meluluri tubuhku. Setelah semua yang terjadi, aku merasa membutuhkan relaksasi. Setelah mandi, aku berganti pakaian dengan baju malam. Dress malam pendek warna coklat kesukaanku, lalu mengeringkan rambutku. Setelah itu, aku duduk di sofa yang ada pada balkon apartemenku, mendengarkan musik dari iPod sambil memandangi indah sekali. Musik yang mengalun di telingaku sungguh sangat lembut. Membuatku sangaaat rileks. Aku melepaskan semua bebanku, menyandarkan sepenuhnya berat tubuhku ke sofa, lalu terhanyut dalam alunan musik, aku masuk ke alam bawah sadarku dan kembali tertidur.

Kyuhyun's POV

Aku memperhatikannya tertidur lagi. Tapi kali ini diaa tertidur di sofa, di balkon apartemennya. Angin malam yang berhembus saat itu sunggu dingin. Aku bisa malihatnya mulai kedinginan, badannya sedikit meringkuk. Aku berdiskusi dengan diriku sendiri. Haruskah aku membawanya kedalam? Ya. Apa kau tidak kasihan melihat calon santapanmu kedinginan seperti itu? Kata suara dalam pikiranku, itu aku yang lain. Tapi bagaimana jika ia terbangun lalu menyadari keberadaanku? Apa kau akan terus merahasiakan keberadaanmu? Apa kau mau terus bersembunyi seperti ini? Cih, dasar pengecut! Kau pengecut, Cho Kyu Hyun!

Dengan itu, aku segera memapahnya dengan hati hati, lalu membawanya ke kamarnya. Aku merebahkan gadis itu di tempat tidurnya, lalu menyelimutinya. Sekarang wajahnya tampak nyaman, dan dia tidak kedinginan lagi. Aku memperhatikannya lagi. Lalu aku mendekat dan duduk di pinggir ranjangnya, entah mengapa aku ingin membelai rambut indahnya. Sangat ingin. Aku memberanikan diri untuk menyentuh rambutnya, lalu mengelusnya lembut. Rambutnya sungguh lembut, dan aku sangat menyukainya. Aku juga sangat menyukai aroma rambutnya, apa itu karena shampo yang ia pakai? Lalu tanganku turun ke pipinya, pipinya pucat, tapi hangat. Lalu ke lekukan hidungnya, dan ke alis matanya. Aku sangat menyukai wajah ini, mengingatkanku pada sesorang itu~ Tanpa sadar aku mendekatkan diriku padanya, dan mengecup puncak kepalanya. Lalu dia bergerak. Deg! Dia bangun?

"Ngggh"... Iya, dia terbangun. Haruskah aku bersembunyi? Entahlah. Aku ingin menapakkan diriku dihadapannya. Aku ingin bicara dengannya. Aku ingin gadis ini tidak takut lagi padaku. Aku ingin dia mengenalku.

Lalu aku memandanginya lagi, matanya mengerjap, lalu dia menatapku..

1 detik.

2 detik.

3 detik.

Gadis ini mendelik. "AAAAAAAAAAAAAAAAA" Dia berteriak histeris lalu menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya. Kakinya menendang-nendangi ku, tapi tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.


Wah ketahuan. Gimana nih? Tunggu Chapter selanjutnya yaah~ Loveyou :)