Title : Crash Love

Author : Feodora Lee

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Rating : M

Summary : Aku berada bersama namja di ranjang yang sama. Apa yang terjadi?/Kyumin/GS/RnR please

Disclaimer : Cerita ini adalah semata-mata untuk menghibur dengan ide yang pas-pasan dan cerita yang biasa, dikupas secara tidak rinci tetapi mempunyai kesenangan sendiri baik penulis maupun yang membaca #disclaimer apa ini. Ok Kyuhyun dan Sungmin milik Tuhan YME begitu juga dengan author dan readers.

Warning : ini fanfic GS. Karena untuk kebutuhan alur cerita. Jadi jika kalian yang tidak suka dengan ff GS langsung aja tinggalkan ff ini. Bukan bermaksud untuk mengusir tapi untuk menghindari adanya bash or flame. Romance, angst, typo

Don't like, don't read n don't copas


.

.

"Ciihhhh..". 'Permasalahan kita, yang benar saja' Sungmin sungguh tidak suka dengan tutur kata ini', dalam hati Sungmin

"Sudahlah…. Aku tidak mempermasalahkannya. Kau pergilah". Kemudian Sungmin melangkah menjauh dari namja itu.

"Bagaimana kalau kita menikah"

.

.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

.

.

Pagi yang cerah mengawali hari ini dengan harapan yang baru tapi tidak menurut yeoja yang sedari tadi menggerutu tentang apa yang akan dialaminya nanti. Pagi ini tidak secerah hatinya.

Ingin rasanya tidak pergi kesekolah menggingat kejadian kemarin dan berhadapan lagi dengan namja gila itu setidaknya itu yang Sungmin pikirkan. Dia belum siap lahir batin untuk bertemu dengan orang itu. 'bagaimana bisa dia mengatakan hal itu? Apa dia tidak berpikir panjang? Seenaknya saja dia memutuskan untuk menikah.. emangnya gampang? Dan aku hidup dengannya selamanya? Bagaimana nasipku nanti? Aku sendiri saja tidak bisa membayangkannya.'

"Aaagghhhhhh"

Sungmin berjalan cepat menelusuri gang kecil untuk secepatnya menuju halte bus karena dia hampir terlambat disebabkan bangun kesiangan pagi tadi. Hal ini bukan kesalahannya sepenuhnya semalam penuh dia memikirkan hal yang dikatakan namja yang belum lama dikenalnya dan merusak moodnya untuk melakukan apapun termasuk makan malam. Dia hanya melamun di balkon rumahnya yang menurutnya hanya di situlah tempat ternyaman untuk melakukan yang menurutnya menyenangkan dan dia semalaman penuh berdiam diri menikmati indahnya malam dan memikirkan perkataan namja itu.

.

15 menit Sungmin menunggu, tetapi bus yang akan ditumpanginya belum juga datang.

"Kalau begini terus, aku bisa-bisa terlambat. Bagaimana ini?"

20 menit Sungmin masih menunggu.

"Kog begitu lama sekali?" Sungmin belum menemukan tanda-tanda bus yang datang. Lelah, Dia mulai kesal dan hendak pergi dari halte tersebut. Dia tidak mau lagi ada di tempat itu karena sedari tadi banyak sekali mata-mata yang memerhatikannya, mungkin mereka berpikir kenapa masih ada anak sekolah yang masih berkeliaran di jam segini!.. Sungmin jadi risih karena sedari tadi ada saja orang yang memperhatikannya belum lagi bus tak kunjung tiba.

"Dan sekarang aku benar-benar terlambat"

Sebelum dia benar-benar pergi dari halte tersebut muncullah bus dengan kecepatan tinggi. Sungmin yang tadinya berfikir untuk bolos sekolah karena memang udah terlambat baginya untuk kesekolah, dengan mata-mata tak kunjung berhenti memerhatikannya dan juga factor utama Sungmin memantapkan niatnya adalah tidak ingin bertemu namja yang memambah beban masalah dirinya tapi setelah berpikir lagi Sungmin ingat ada ujian harian bidang studi Kimia hari ini jam pelajaran ke tiga sehingga dia balik dan menaiki bus itu. Di dalam bus telah penuh dan tak ada bangku kosong untuk ditempati akhirnya dengan terpaksa dia berdiri sampai ke halte berikutnya.

Sungmin berlari sekencang-kencangnya untuk secepatnya sampai di sekolah tapi mau bagaimanapun usahanya kenyataannya dia telah terlambat, sangat-sangat terlambat untuk memasuki pelajaran pertama. Pintu gerbang sekolah telah ditutup tapi untuk anak yang terlambat ada saja jalan agar masuk ke dalam sekolah dengan berpikir panjang dengan segala kekuatan yang dimilikinya Sungmin memanjat pintu gerbang yang tidak terlalu tinggi dengan terlebih dahulu melempar tasnya kedalam lingkungan sekolah.

Bruggg

Sungmin melompat dengan baik, kaki yang terlebih dahulu bertumpu pada lantai. Sungmin membereskan seragamnya, mengambil tas yang di lempar itu dan berjalan santai menuju kelasnya. Dia tidak ingin lagi berlari untuk sampai di kelas karena dia sudah sangat lelah menunggu dan berlari untuk berada di sini sekarang. Tetapi tanpa di sadari ada mata yang melihat tingkah lakunya barusan dengan menyunggingkan evilsmirk.

.

"Dari mana saja kamu?"

Sungmin yang tadinya merasa bahwa dia telah berada dengan selamat ke sekolah tanpa ada yang menjaga dan memperhatikan akhirnya berbalik badan dan mencari tahu siapa yang bertanya. Setidaknya jika itu siswa dia akan cuek dan pergi begitu saja tampa berniat menjawab ataupun menyapa tetapi kalau itu guru dia akan memberikan senyum termanisnya dan membuat muka sememelas mungkin dengan tampang sedih dan patut untuk di kasihhani.

"Aanuhhh seonsengnim tt-tadi ada sedikit masalah sedikit" jawab Sungmin ragu-ragu

"Kenapa kamu ada di sini dengan menenteng tas? Apa kamu terlambat? Kelihatannya kamu memang terlambat!"

"Iyaa…. Benar seonsengnim saya terlambat"

"Alasannya?". Seonsengnim melirik Sungmin dan memperhatikan gerak-geriknya dengan seksama dan dengan tampang curiga.

"Eennggg…. Aaannuhh seonsengnim tadi sewaktu saya di jalan menuju sekolah saya mendapat masalah sedikit" Sungmin memutuskan ucapannya dan menundukkan kepala secepatnya mencari akal untuk menyelamatkan diri dari Seonsengnim yang killer menurut Sungmin pastinya.

"Saya tidak menemukan bus sampai 20 menit berikutnya" Sungmin menjawab jujur karena sedari tadi dia tidak menemukan alasan yang tepat saat ini.

"Jadi hanya itu masalahmu? Dan tadi kamu memanjat pagar sekolah?"

Sungmin menunduk lagi dan menganggukkan kepalanya tanda membenarkan perkataan gurunya tersebut.

"Sungguh perilaku yang tidak terpuji. Saya tidak akan mentolelir perbuatanmu siapa saja yang melanggar peraturan akan dikenakan sangsi berupa hukuman. Hal ini dilakukan agar tidak ada satu pun murid yang melakukan perbuatanmu yang memanjat pagar. Bagaimana bisa seorang anak perempuan sepertimu memanjat pagar sekolah yang cukup tinggi?

"Tapi seonsengnim, saya ada ulangan setelah ini", ucap Sungmin dengan tampang memelas dan dikasihani. Dia berharap Guru BK nya ini untuk kali ini memberi keringanan.

"Itu bukan alasan untuk melaksanakan hukumanmu. Kau dihukum mengutip semua sampah yang ada di sekolahan dan setelah itu berdiri di samping pintu kantor bapak sampai jam istirahat berbunyi"

"Tapi seonsengnim, saya ada ujian Kimia pada jam pelajaran ke tiga. Saya mohon seonsengnim untuk meringankan hukuman saya". Kini Sungmin memohon dengan tampang sesedih mungkin

"Tidak bisa" Seonsengnim tetap pada pendiriannya meskipun dia merasa sedikit tergerak untuk mengasihani siswi yang ada di hadapannya sekarang.

"Ku mohon seonsengnim … kalau tidak saya dihukum setelah jam pelajaran ketiga selesai atau setelah pulang sekolah. Saya tidak ingin nilai saya jelek. Ayolahhhh seonsengnim". Kini Sungmin benar-benar memelas dan pasrah jika Seonsengnim tidak juga merubah keputusannya.

"Emmmm baiklah, kau diijinkan untuk masuk mengikuti pelajaran sampai selesai sekolah tapi hukuman lebih berat telah menantimu setelahnya"

"Hukuman yang lebih berat? Tapi seonsengnim?"

"Sekarang atau sepulang sekolah? Kau tahu berapa menit kau terlambat? 39 menit. Dan seharusnya kamu tidak berada di sekolah sekarang ini."

"Ne, saya terima. Sepulang sekolah saya akan menghadap seonsengnim. Tapi apa hukuman saya nanti?

"Nanti akan beritahu. Sekarang masuk ke kelas"

"Ne seonsengnim"

Sungmin menelusuri lorong sekolah dan masuk ke kelasnya guru yang sedang asik mengajar di dalam kelas memberhentikan pengajarannya dan melihat anak didiknya berada di ujung kelas.

"Masuklah.. ibu harap kau telah melapor kepada guru BK"

"Ne seonsengnim, saya tadi telah menghadap guru BK" seletah itu Sungmin menuju bangkunya tanpa melihat seseorang yang ingin sedari tadi melihat pergerakannya.

.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

.

"Ternyata kamu hebat memanjat pagar sekolah yahhh! Wahhh tak disangka"

"Cihhh.. ternyata kamu yahhhh yang mengadukanku kepada seonsengnim. Dasar tukang ngaduh". Sungmin sungguh tak menyangka sekaligus tak suka dengan namja yang ingin di jauhinya itu.

"Heii… jangan menuduhku sembarangan seperti itu. aku tak melakukannya. Mungkin memang takdirmu bertemu seonsengnim galak itu"

Sungmin menatap dingin Kyuhyun dengan pandangan sinis.

"Kenapa kau memandangku seperti itu. Emmmmm… mengenai hal yang kemarin itu aku minta maaf atas perkataanku yang tidak me…", belum sempat Kyuhyun melanjutkan perkataannya Sungmin kembali cuek dan pergi meninggalkannya.

"Ya… Sungmin-ah dengarkan dulu perkataanku. Kau tidak boleh pergi begitu saja". Kyuhyun berteriak dan menyusul Sungmin.

Kyuhyun menarik lengan Sungmin secara kasar dan membalikkan tubuh yeoja itu.

"Kenapa kau bertingkah seperti ini? Bisakah kau sedikit menghargaiku dan kita selesaikan masalah kita?" Kyuhyun menatap Sungmin dengan serius dan tegas. Sungmin yang melihat ekspresi Kyuhyun yang berubah serius membuat dia terkejut dan akhirnya luluh.

"Baiklah. Kita akan membicarakannya dengan serius sepulang sekolah tapi dengan syarat" Sungmin akhirnya melunak dan berbicara dengan lembut.

"Apa syaratnya?"

"Kau bantu aku menyelesaikan hukumanku saat ini"

"Tapi itu hukumanmu. Mana bisa seperti itu?" Kyuhyun keberatan dengan syarat yang diajukan Sungmin.

"Yasudah kalau kamu tidak mau, aku juga tidak akan mau menyelesaikan masalah yang kau anggap penting ini". Sungmin kembali pergi meninggalkan Kyuhyun. Menyadari tindakan Sungmin yang tiba-tiba seperti itu dan sebelum Sungmin berlalu terlalu jauh Kyuhyun akhirnya mengalah.

"Baiklah, aku akan membantumu"

.

.


0o0o0o0o0o0o0o0o0

.

.

Setelah pulang sekolah Sungmin melaksanakan hukumannya yang di bantu oleh Kyuhyun. Kyuhyun terlihat sangatlah lelah dan mengeluarkan banyak keringat, melihat hal itu Sungmin memberikan air minum yang tadi dibelinya di kantin kepada Kyuhyun.

Sekarang mereka berada di bawah pohon rindang masih di pekarangan sekolah. Para siswa dan guru telah lama pulang menyisahkan Sungmin yang harus menerima hukuman karena keterlambatannya dan Kyuhyun yang berada di samping Sungmin.

Sepuluh menit berlalu setelah Sungmin memberikan minuman kepada Kyuhyun tidak ada percakapan diantara mereka. Tak ada yang berani memulai pembicaraan di antara mereka, jangan di tanya kenapa Sungmin hanya bungkam tak mau berbicara sedikitpun karena Sungmin merasa bahwa dia tidak harus memulai percakapan ini, bukan dia yang menginginkan pembicaraan ini ada tapi orang yang di sampingnyalah yang meninginkan ini harus dibicarakan jadi namja itulah yang harus memulai. Lima menitpun berlalu dengan percuma sampai akhirnya Kyuhyun memecahkan keheningan di antara mereka.

"Sungmin-ah apa sedang kau fikirkan?"

"Tidak ada", jawab Sungmin Singkat masih terus memandang kedepan.

"Apa kau tidak berfikir tentang keadaanmu sekarang karena kamu kan telah aku.. "

"Apa pentingnya aku memikirkan itu? bukannya aku memang sudah ternodai oleh namja yang tidak aku kenal!"

"Maafkan aku"

"Sudah terlalu banyak aku mendengar pernyataan maaf darimu dan itu tidak ada gunanya"

"Aku tahu" Kyuhyun terdiam "Tapi aku peduli padamu. Aku benar-benar dihantui rasa bersalah. Kau tahu, aku akan di cincang eommaku kalau tahu aku telah memperkosa seorang gadis yang aku sendiri tidak mengenalnya dan appaku akan menendangku dari rumah dan lebih parahnya menghapus namaku dari daftar keluarga Cho sehingga aku akhirnya jadi gembel. Cobalah berfikir tentang tawaranku kemarin"

Sungmin diam beberapa saat

"Terus, apa peduliku"

"Ayolah Sungmin-ah. Aku serius. Aku mohon"

"Baiklah. Apa yang harus kita lakukan atau lebih tepatnya kau lakukan", kata Sungmin. Akhirnya Sungmin mau bekerjasama dengan Kyuhyun untuk menyelesaikan masalah mereka.

"Ku tekankan lagi ini tentang kita. Masalahmu nantinya akan menjadi masalahku karena aku yang membuat masalah ini kepadamu. Sebelum ada yang mengetahui hal ini sebaiknya kita selesaikan dengan baik-baik. Coba kamu pikir jika ada orang lain tahu mengenai ini apa anggapan mereka tentang dirimu dan bagaimana kalau nanti kamu hamil? Bagaimana kamu mengatasi hal ini sendirian? bagaimana reaksi orangtuamu?"

"Cukup. Aku mengerti" Sungmin tidak suka orangtuanya disangkutpautkan sehingga dia lebih memilih mengalah dan membiarkan namja yang berada di sampingnya mengutarakan pemikirannya.

"Begini Sungmin-ah, kalaupun kamu tidak mau menikah tidak masalah. Kemarin mungkin aku sendiri tidak dapat berfikir panjang tentang apa yang aku katakan tentang menikah. Aku juga terkejut dengan perkataanku yang keluar begitu saja, aku sendiri juga belum siap untuk menikah karena aku masih duduk di bangku SMA begitu juga denganmu, tapi tidak mungkin kita membiarkan hal ini terus berlangsung. Bagaimanapun aku yang bersalah, aku diajarkan oleh orangtuaku untuk bertanggung jawab atas apa yang ku lakukan baik buruk itu pasti nantinya akan ada pertangung jawaban. Sekarang aku telah berbuat hal buruk yang mejelekkan nama baik keluargaku begitu juga dengan keluargamu. Ak.." Seketika perkataan Kyuhyun terputus karena mendengar ucapan Sungmin yang tiba-tiba diluar dugaannya.

"Mari kita menikah". Tiga kata yang membuat Kyuhyun terkejut dan tidak percaya. Sungguh Kyuhyun tidak tahu bagaimana cara berfikir yeoja yang berada di sampingnya. Sifat yeoja tersebut tidak bisa di tebak. Baru kemarin Kyuhyun mengatakan bahwa Kyuhyun mengajak yeoja tersebut menikah dan dengan tegas yeoja yang disampingnya ini menolak sekarang belum selesai Kyuhyun menjelaskan perkataannya yang dengan sangat jelas Kyuhyun juga tidak ingin adanya pernikahan di usianya yang sangat muda karena masih ingin menikmati masa muda yang belum sepantasnya mengurusi rumah tangga keluarga. Kyuhyun sampai mengerutkan kening sebagai reaksi terkejutannya langsung menatap yeoja tersebut tetapi sang yeoja yang ada di sampingnya tetap memandang lurus kedepan tidak mempedulikan reaksi Kyuhyun tersebut. Sunguh aneh memang tapi itulah yang terjadi. Mungkin Kyuhyun harus eksrta sabar untuk menghadapi yeoja yang satu ini. Karena pemikiran sang yeoja yang berubah-ubah. Setelah itu Kyuhyun menarik nafas dalam dan mengeluarkannya mencoba menenangkan diri dan pikiran karena terlalu lama berdiam setelah ucapan yeoja yang bernama Sungmin.

"Bagaimana bisa kau memberi keputusan secepat itu Sungmin?" tanya Kyuhyun

"Kau sendiri yang menginginkan untuk bertanggung jawab. Dari pembicaraanmu itu terlalu panjang dan ribet."

"Sungmin-ah, aku tidak mengatakan begitu. Aku cuma.." lagi lagi perkataan Kyuhyun terpotong

"Kau kira apa aku sudi untuk menikah. Kau tidak tahu bagaimana kehidupanku, kau tidak tahu bagaimana beratnya hidupku sekarang dan kau menambah berat hidupku. Sudah ku katakan kepadamu aku tidak mempedulikannya, aku selalu menghindarimu agar tidak banyak lagi masalah di dalam hidupku, tidakah kau sadari itu? lalu sekarang kau mau bertangung jawab dan aku tidak suka cara bicaramu yang bertele-tele yang memang tidak ada intinya sehingga aku putuskan lebih baik mengikuti ide gilamu kemarin. Kau mau dengan seperti itu kau bertanggung jawabkan? Aku tidak peduli mau dengan siapa aku akan menikah nantinya, karena semuanya tidak merubah hidupku".

Kyuhyun tercengang dengan perkataan Sungmin katakan barusan. Baru kali ini dia mendengar perkataan Sungmin yang panjang penuh dengan penuh emosi.

"Emh… baiklah sebaiknya kita membicarakan ini dengan orangtuaku".

"Terserah"

Kyuhyun sendiri cukup bingung dan sulit untuk menetujui keputusan yang sudah diambil oleh Sungmin, mungkin dengan membicarakan masalah mereka kepada orangtuanya aka nada jalan keluar yang terbaik untuk mereka.

.


0o0o0o0o0o0o0o0o0

.

Tiba saatnya Sungmin datang ke rumah Kyuhyun untuk bertemu orangtuanya Kyuhyun setelah Kyuhyun sendiri yang mengundang Sungmin karena orangtuanya hari ini mempunyai waktu luang dan sekarang bersantai di rumah mewah mereka. Kyuhyun menjemput Sungmin di taman tempat mereka dulu ketemuan untuk pertama kali karena Sungmin tidak ingin Kyuhyun mengetahui rumahnya.

"Ayo Sungmin-ah" Kyuhyun mempersilahkan Sungmin masuk ke rumahnya. Beberapa detik Sungmin terdiam melihat rumah Kyuhyun yang sangat besar. Sungmin dan Kyuhyun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ruang keluarga, ternyata di sana sudah ada orangtua Kyuhyun yang lagi sibuk dengan kegiatan masing-masing. Appa Kyuhyun sibuk dengan i-padnya sedangkan eomma Kyuhyun sedang menonton tv.

"Appa, eomma ini Sungmin"

Langsung saja appa dan eomma Kyuhyun melihat kedatangan mereka dan menghentikan aktifitas mereka.

"Silahkan duduk Sungmin-si", ucap appa Kyuhyun

"Ne"

"Omo, kau yeojachingu Kyuhyun? Manis sekali", ucap eomma Kyuhyun antusias.

Sungmin hanya senyum canggung tidak tahu harus bersikap apa. Kyuhyun pun jadi salah tingkah ketika sang eomma yang tiba-tiba mengatakan hal yang aneh menurut Kyuhyun.

"Eomma Sungmin teman sekolahku"

"Kyuhyun baru pertama sekali membawa seorang yeoja ke rumah, pasti kamu orang yang istimewa", ucap appa Kyuhyun

"Sudah berapa lama kalian berhubungan? Kyu kenapa tidak memberitahu eomma kau mempunyai yeojachingu yang sangat manis. Pintarnya anak eomma baru juga pindah sekolah sudah mempunyai yeojachingu secepat ini. Kyuhyun memang daebak". Perkataan oemma Kyuhyun yang membuat Kyuhyun salah tingkah dan memandang Sungmin penuh cemas. Bagaimana tidak sang eomma terus membuat perkataan yang aneh yang membuat Kyuhyun maupun Sungmin salah tingkah, bukannya Kyuhyun mengajak Sungmin bertemu dengan orangtuanya ingin menyelesaikan masalah mereka bukan seperti ini. Baiklah ini salah Kyuhyun yang mengatakan kepada orsngtuanya temannya akan datang kerumahnya tapi dia sendiri tidak mengatakan alasan yang sebenarnya kedatangan teman Kyuhyun dan Kyuhyun sendiripun tidak memberitahu dengan jelas bahwa yang datang ternyata seorang yeoja hal ini membuat kedua orangtua Kyuhyun kaget dan tak menyangka anak mereka sudah mempunyai yeojachingu.

"Bukan begitu eomma appa Sungmin hanya teman satu sekolahku", ucap Kyuhyun sambil melirik Sungmin dan Sungmin sendiri hanya diam.

"Lantas untuk apa kau membawa Sungmin?", tanya sang appa kembali.

Kyuhyun memandang Sungmin sebentar mungkin saja Sungmin bersedia menjelaskan kepada orangtuanya tapi sedari tadi Kyuhyun memandang Sungmin hanya diam dan tak melihat tatapan Kyuhyun terhadapnya sehingga dengan berat hati dan sebagai pria yang bertanggung jawab Kyuhyun yang menjelaskan kepada orangtuanya.

"Ada yang ingin dibicarakan appa eomma. Ini mengenai aku dan Sungmin". Kyuhyun memulai pembicaran intinya memandang orangtuanya bergantian.

"Begini ceritanya, dua minggu yang lalu aku pergi ke bar Aku ingin dianggap layaknya seperti orang dewasa pada umumnya. Jadi aku mencoba mengunjungi bar tersebut untuk menghilangkan stress ketika lagi asik minum ada seorang yeoja yang merayuku dan tanpa ku ketahui yeoja itu memberikan serbuk di minumanku dia yang mencoba menggodaku langsung ku tinggalkan karena aku tidak suka dia mengusikku trus aku tidak sengaja menabrak seseorang dan itu adalah Sungmin sebelumnya aku tidak kenal dengannya, aku kenal Sungmin saat tahu aku satu kelas dengannya dan waktu itu Sungmin yang lagi…"belum selesai Kyuhyun menyelesaikan penjelasannya tiba-tiba perkataannya terpotong.

"Kyuhyun memperkosaku". Singkat, padat dan tepat Sungmin mengatakannya dengan intonasi yang datar dan tatapan yang dingin.

Seketika orangtua Kyuhyun dan Kyuhyun sendiripun terkejut dengan perkataan yeoja tersebut.

"Apa?", kata appa Kyuhyun tak percaya

"Benarkah?", kata eomma Kyuhyun menambahi.

Sungmin tidak menjawab karena orang tua Kyuhyun melihat Sungmin sedari tadi hanya diam maka tatapan beralih kepada Kyuhyun untuk meminta kepastian yang sebenarnya.

"Begini appa eomma?. Kyuhyun mencoba menjelaskan dan berharap orangtuanya mau memahami.

"Kamu hanya menjawab benar atau tidak", kata eomma Kyuhyun yang tidak sabaran

"Emmm…." Kyuhyun gugup untuk menjawabnya

"Jawab Cho Kyuhyun" tegas sang appa

"Ne" Akhirnya keluar apa yang ingin di dengar oleh orangtuanya. Kyuhyun takut dan semakin takut bagaimanapun juga dia sudah berbuat salah. Dia takut melihat reaksi kedua orangtuanya nanti. Apa yang dilakukan orangtuanya setelah tahu bahwa dia berbuat kesalahan. Sangkin takutnya Kyuhyun hanya bisa menunduk dan memejamkan matanya.

"Omo, anakku sudah melakukan kesalahan yang sangat besar. Kenapa bisa seperti itu" sang eomma terkejut tak menyangka jawaban yang keluar dari sang anak.

Appa Kyuhyun diam lalu melihat kearah Sungmin yang sedari tadi hanya diam kemudian memandang Kyuhyun yang menunduk.

"Lalu apa yang kalian lakukan?", tanya appa Kyuhyun.

Kyuhyun masih saja menunduk tidak berkata apapun. Sehingga tatapan appa Kyuhyun beralih ke Sungmin. Melihat sikap Sungmin yang datar dan hanya Sungminlah yang tenang saat ini kemungkinan dapat menjawab dengan baik. Sungmin yang tahu appa Kyuhyun memandang dirinya sedang meminta jawaban akhirnya membalas tatapan appa Kyuhyun dan menjawabnya.

"Kami memutuskan menikah"

"APA?". Kembali eomma Kyuhyun terkejut dengan perkataan Sungmin. Sulit untuk dipercaya.

Berbeda dengan appa Kyuhyun yang diam mencerna perkataan Sungmin sekarang, berfikir dan bersikap tenang untuk masalah ini, dia harus berfikir panjang atas akibat dan tindakan apa yang harus dijalani untuk kebaikan bersama. Beda dengan Kyuhyun yang semakin menunduk tak tahu mau bersikap apa.

"Apakah itu satu-satunya jalan?", kembali appa Kyuhyun bertanya tidak dengan Kyuhyun karena appa Kyuhyun tahu bahwa anaknya tidak akan menjawab melainkan tertuju langsung dengan Sungmin karena appa Kyuhyun langsung mengarahkan tatapannya kembali kearah Sungmin.

"Itu keputusan dari Kyuhyun dan aku menutujuinya". Lagi hanya sedikit jawaban yang diberi oleh Sungmin. Mungkin memang Sungmin tipe yeoja yang tidak banyak bicara. Hanya bicara seperlunya saja. Hal inilah yang membuat Kyuhyun heran dan tidak mengerti akan Sungmin.

Kembali sang appa menatap Kyuhyun dengan tatapan tajam dan itu berlangsung lama. Appanya tidak habis pikir oleh pemikiran anaknya sendiri sehingga sang appa mulai mencemaskan kejeniusan Kyuhyun. Kyuhyun yang sedari tadi ditatap dengan tajam hanya kembali menunduk. Dia harus menanggung resiko atas semua perbuatannya.

"Kyunie chagi, apa benar yang dikatakan oleh Sungmin? Kalian tidak becandakan? Sebuah pernikahan itu tidak gampang apalagi kalian masih SMA sangat sulit untuk kalian nantinya mengurus rumah tangga. Apa kamu bisa bertanggung jawab atas Sungmin?" Sang eomma mencemaskan anak mereka yang mengambil tindakan dengan gegabah sehingga membuat kepalanya pusing. Sang ibu hanya bisa memegang kepalanya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Yang dikatakan eommamu benar Kyu. Jangan mengambil keputusan tanpa berfikir panjang". Appa Kyuhyun menambahi perkataan eommanya. Hanya sang appa yang dapat bersikap tenang.

"Sungmin apa kamu hamil?" tanya eomma Kyuhyun memastikan kondisi Sungmin. Tiba-tiba pemikiran sang eomma lari kesana. Takut hal yang menakutkan terjadi.

"Tidak" jawab Sungmin tegas

"Berapa lama kejadiannya? Kapan terakhir kali kamu haid? Apa yang kamu rasakan saat ini?" pertanyaan yang banyak itu dilayangkan ke Sungmin oleh eommanya Kyuhyun. Semua mata kini tertuju kepada Sungmin. Penasaran dan kecemasan di rasakan oleh kedua orangtua dan Kyuhyun tentunya.

Sungmin yang di tanya jadi bingung tidak tahu mau bicara apa. Masih berfikir tentang kondisi dirinya dan akhirnya Sungmin memastikan akan keadaan dirinya kepada satu keluarga yang menatapnya kini.

"Kejadiannya dua minggu yang lalu, terakhir haid awal bulan dan diriku baik-baik saja". ucapnya dengan yakin. Aktu di tanya kapan terakhir haid Sungmin bingung juga karena dia lupa tanggal berapa kepastiannya di berhenti yang di ingatnya dia haid awal bulan dan tentang keadaannya Sungmin sulit untuk tidur dan sering begadang sehingga kadang di sekolah bawaannya lemas dan sering gantuk di kelas.

"Kita harus memeriksamu ke dokter Sungmin-ah"

.

.

.

.

Tebecee

.


.

Akhirnya selesai chapter ini. Saat ini lagi tidak punya kegiatan makanya memutuskan untuk buka laptop begitu ingat ada utang sama readers#hehehehe jadi lanjutin fic ini. Maksa banget yahhh authornya? Tapi begitulah untuk membuat chapter ini juga beberapa hari dikarenakan feel yang belum dapet. Mungkin dari semua ff author di fic ini sungmin lebih dingin dan terlalu cuek. Tidak tahu juga kenapa bisa begitu, awalnya mau buat Sungmin yang baik hati, ramah tamah, sopan santun dan cerdas, tapi dia tidak lemah ketika berhadapan dengan Kyu. Bosan aja karakter Sungmin yang lemah dan selalu di tindas sama Kyu, sehingga jadi deh kayak gini karakter Sungmin yang lebih pendiam dan Kyu yang lebih ke labil.

Semoga chap depan lebih baik lagi.

Males untuk mengedit ulang. Harap maklum aja yah readers.

Ada yang tanya author anak SMA yah? Hahahhaha author udah tua neh. Udah kuliah sem akhir lagi, tapi pada dasarnya authornya kayak anak-anak, pola pikir, tingkah laku sama badan juga. Sedih kalo orang tanya 'kelas berapa dek?' Belum tahu aja dia yang di depannya neh kakak-kakak manis. Tante juga gitu. "anak-anak ngak usah sok tau" atau "anak-anak ngak boleh ikut campur. Ini urusan orang dewasa". Kurang dewasa apa coba umur udah kepala dua. Pokoknya author kesal kalau digituin, tapi senang juga di bilang imut ngak setua adik stambuk di kampus. Ada yang sama nasipnya kayak author?

Terima kasih sudah berminat baca fic ini dan sudah menunggu-nunggu terlalu lama untuk chapter ini sampai beberapa kali me-ripiu, jeongmal mianhae. Authornya terlalu lama hiatus. Tidak bermaksud melupakan tapi memang tidak memungkinkan untuk melanjutkan. Authornya jagan dimarahi yahhh…

Rencana mau posting fic ini di hari ultahnya author tapi ngak jadi, mau posting di hari natal juga ngak jadi sampai taon barupun ngak jadi padahal libur. Jadi deh hari ini di posting.

Author punya fic baru lagi ne, memang sudah lama tapi belum pernah di posting, Cuma di save di laptop doang. Karena judulnya belum tahu makanya gk di posting sampai sekarang.

Sedih T_T, ff Kyumin makin sedikit. Mungkin pengunjung di ffn berkurang, ngak tahu juga sih.. tapi perasaan gitu. Apa kebanyakan sibuk kayak author yahh?#sok sibuk!

Ok deh, capek cuap-cuapnya. Selamat menikmati ch ini, kalo ch kali ini biasa aja atau datar-datar aja maklumin yah diusahakan ch depan lebih baik.

Big thanks for review *#peluk readers rame-rame, kuat-kuat sampe abis

Sampai jumpa chapter depan emmmacchhh… author sayang readers terutama yang ripiu.