Konoha Heir
Chapter 4
-Kantor Hokage-
Seminggu setelah dirinya kembali ke Konoha, Minato terus disibukkan oleh dokumen-dokumen yang harus dipilahnya antara disetujui atau ditolak. Hingga akhirnya Minato teringat akan pembicaraannya dengan Hiruzen, mengenai kelangsungan klan Uzumaki, Hatake dan keluarga Namikaze. Dan untuk membicarakan hal ini Minato berpikir akan lebih bijaksana jika membuat keputusan setelah mendapat jawaban dari anggota dari klan dan keluarga tersebut, yakni Maikeru, Kushina, dan Kakashi. Sehingga Minato menyuruh ANBU yang sedang bertugas menjaganya untuk memanggil ketiga shinobi tersebut dan memberikan libur kepada semua ANBU yang bertugas hari ini, karna setelah pertemuan Minato ingin menemui keluarganya.
-Disaat yang sama, Monumen Hokage-
Seperti biasanya diatas patung kepala Yondaime Hokage sedang duduk seorang pria yang memiliki wajah yang mirip dengan patung yang didudukinya namun dengan rambut spike panjang berwarna raven dengan pakaian ANBU dan sebuah kusarigama serta tanto dipunggungnya. Jika biasanya sosok ini akan berdiam disana saat matahari akan tenggelam namun saat ini dirinya sedang menunggu seseorang dan melihat-lihat daftar shinobi Konoha dan kemampuan yang mereka miliki, karna ada suatu rencana besar yang sedang dirinya siapkan. Dan saat dirinya sedang serius memilah daftar tersebut, tiba-tiba munculah seseorang yang daritadi dinantinya.
[Maikeru-sama, ada apa tiba-tiba memanggil kami dipagi hari ? Ini sebuah kebetulan]
"Owh, kau sudah datang Zetsu-san. Aku memanggilmu kemari untuk meminta pendapatmu akan orang-orang yang berada dalam daftar ini. Karna kuyakin kau pernah melihat mereka bertarung maupun menjalankan misi," ucap Maikeru sambil menyerahkan lembaran-lembaran kertas yang berisi daftar shinobi.
[Meminta pendapat kami ? Apakah seorang Maikeru-sama sudah kehilangan kemampuan untuk menilai seseorang ? Dan apa yang Maikeru-sama rencanakan ?]
"Terserah apa yang mau kau katakan Zetsu. Aku hanya ingin memastikan kebenaran dari info yang ada dalam daftar tersebut. Setelah kau memberikan informasi yang kubutuhkan, kau akan mengetahui apa rencanaku. Jadi cepatlah!" ucap Maikeru.
[Baiklah, kumulai dengan Gekkō Hayate. Hayate memiliki kenjutsu diatas rata-rata shinobi dan samurai biasa namun dia belum memiliki style kenjutsu yang tepat. Berdasar dari yang kuketahui sesungguhnya Hayate berasal dari klan samurai kuno yang menguasai Shiranui-ryū dan mereka memiliki kekkei genkai yang dapat membuat tubuh mereka menjadi transparan, tapi Hayate belum dapat membangkitkanya. Tapi masih ada satu orang anggota klannya yang hidup, memiliki kekkei genkai itu di Tetsu no Kuni dan mungkin dapat membantunya menguasai apa yang seharusnya dimiliki olehnya]
[Uzuki Yūgao, kunoichi muda ini bertalenta dalam kenjutsu tapi dirinya memilik kelebihan lain karna klan Uzuki memiliki tubuh yang dapat menyimpan racun yang paling berbahaya sehingga kuku, bibir, dan rambutnya pun sangat beracun]
[Shiranui Genma, secara level Genma hanyalah mid-level Jōnin namun jika dirinya bersama dengan Namiashi Raidō dan Tatami Iwashi yang setingkat dengannya, mereka dapat menggunakan hiraishin milik Minato-sama. Mungkin jika mereka bertiga dilatih hingga memiliki chakra, kontrol chakra dan kemampuan fuinjutsu seperti Minato-sama kau akan mendapatkan sebuah tim yang seluruhnya adalah pengguna hiraishin dan ini akan sangat mengerikan dalam peperangan]
[Sarutobi Asuma, sangat kuat dalam ninjutsu elemen angin dan api, kemampuan kenjutsunya cukup spesial dan mampu menggunakan taijutsu yang dimiliki oleh para biksu shinobi dari kuil api tapi ini bukan suatu hal yang spesial bagi penyandang nama klan Sarutobi]
[Tenzo, dengan Mokuton yang berasal dari eksperimen Orochimaru membuatnya menjadi seorang shinobi yang cukup menjanjikan walau tak akan pernah mencapai level Hashirama tapi jika dilatih dengan baik akan sangat berguna]
[Might Guy, salah satu shinobi terkuat dalam taijutsu dan dapat membuka kedelapan gerbang dan sebagai gantinya adalah kematian jika dirinya membuka gerbang kedelapan]
[Hatake Kakashi, Maikeru-sama telah mengetahui hampir seluruh kemampuan Kakashi. Namun, dia masih sangat jauh dari level seorang Sakumo, Kazu, dan Jōun yang merupakan shinobi paling terkenal dan hebat dari klan Hatake yang bahkan sangat ditakuti pada saat klan Senju dan Uchiha belum terbentuk. Jadi, level yang sekarang Kakashi capai masih sangat jauh dari apa yang dapat dilakukan seorang Hatake]
"Ini sangat menarik, mereka sangat berpotensi untuk menyulitkan Akatsuki. Namun, mereka masih sangat jauh untuk sampai level tersebut dan hal ini layak untuk dicoba," pikir Maikeru.
"Ada beberapa hal yang ganjil dalam penjelasanmu itu Zetsu-san. Seperti mengenai Hayate, Satu-satunya samurai pengguna Shiranui-ryū adalah Fumetsu Yotta no Samurai (Immortal Drunken Samurai) atau Kawakami Gensai. Jadi bagaimana mungkin ?" tanya Maikeru yang penasaran dengan asal-usul dari salah satu juniornya.
[Karna berdasarkan data milik Orochimaru mengenai penelitiannya akan DNA setiap shinobi Konoha yang kami curi, Hayate berasal dari klan Kawakami dan kemungkinan besar dirinya adalah korban perang dunia shinobi ketiga yang ditemukan oleh shinobi Konoha]
"Terkadang penelitian ular pedophil itu sangat bermanfaat, jika kau tahu cara menggunakannya. Dan untuk Yūgao, kenapa tak ada satupun shinobi Konoha yang mengetahui itu dan Yugaō tak pernah menggunakannya ?" tanya Maikeru.
[Menurut kami hanya Hashirama, Tobirama, Madara-sama dan Orochimaru tentunya yang mengetahui hal tersebut. Karna klan Uzuki tak pernah lagi menggunakan kemampuan itu sejak mereka bergabung ke Konoha dan keturunan dari klan Uzuki tak pernah dijelaskan akan kemampuan itu]
"Hal yang aneh, padahal kemampuan ini akan sangat bermanfaat dalam bertempur ataupun assassinasi. Tenzo dan Guy sudah seperti yang kubayangkan, ritual Jashin-sama akan sangat membantu Guy dan gulungan kinjutsu milik Hashirama akan sangat membantu perkembangan Yamato. Tapi untuk Kakashi dan Asuma, aku tak paham apa yang kau katakan ?" tanya Maikeru lagi.
[Sepertinya Maikeru-sama harus banyak membaca sejarah tentang dunia dan klan shinobi yang hidup sebelum zaman ini dimulai. Sebelum klan Senju, Uchiha dan klan ninja lain yang sekarang ada elemental nation dikuasai oleh para daimyo yang memiliki pengikut seorang samurai dan ninja atau shinobi pada saat ini. Dan pada saat itu terdapat 4 klan ninja yang sangat kuat dan terkenal, yakni Hattōri, Fūma, Sarutobi, dan Hatake. Ninja dari empat klan ini tidak menggunakan chakra seperti sekarang, namun mereka semua sangatlah menguasai Senjutsu dan silent assassin. Dan, saat Senju serta Uchiha terbentuk dan membentuk sebuah desa shinobi, hanya tersisa satu orang ninja dari tiap-tiap klan tersebut, yaitu Hattōri Hanzō, Fūma Kotaro, Sarutobi Sasuke dan Hatake Kazu. Namun sampai saat ini hanya tersisa dua klan karna Hattōri Hanzō dan Fūma Kotaro bertarung sampai mati Kuil Petapa Gunung untuk menentukan siapa ninja terhebat sedangkan Sarutobi Sasuke dan Hatake Kazu yang merupakan kakek dari Hiruzen dan Sakumo memilih untuk menjadikan klan mereka bagian dari Konoha dan mereka menjadi petapa di gunung lima elemen]
"Wow, cerita sejarah yang sangat keren Zetsu-san. Bagaimana kau dapat mengetahui segala hal itu ?
[Karna kami hidup sejak Rikudō Sennin masih hidup]
"Aku tak peduli yang kau ceritakan benar atau tidak, tapi jika memang Kakashi dan Asuma masih sangat jauh dari batas maksimal yang bisa mereka capai itu akan menjadi sangat bagus untuk menjalankan rencana yang kumiliki," ucap Maikeru.
"Dan ada info lain yang kau dapatkan ?" lanjut Maikeru.
[Ada peristiwa penting yang terjadi di Iwa, Kumo, dan Tetsu]
[Pertama, kami telah mengetahui siapa Lady Snowblood yang menolong Hanzō. Samurai wanita ini bernama Oyuki yang sangat dekat dengan Jiraiya, Tsunade, serta Mifune]
[Kedua, Kumo baru saja menjadikan seorang bayi perempuan yang baru lahir sebagai jinchuriki dari Nibi dan bayi ini langsung diangkat menjadi anak dari Ay]
[Ketiga, Ōnoki baru saja memperoleh cucu perempuan dan Deidara murid terbaiknya menjadi missing-nin setelah mencuri gulungan kinjutsu milik Iwagakure]
"Tiga Kage memiliki keturunan yang lahir dalam waktu berdekatan. Akan sangat menarik jika dunia sampai mempertemukan mereka," ucap Maikeru.
[Kami harus pergi. Sepertinya Madara-sama telah siuman dan sekarang dia memanggil kami]
"Ternyata Jii-san sudah siuman dari efek ritual Jashin-sama. Baiklah, kau boleh pergi dan katakan pada Jii-san efek dari ritual itu hanya bisa bertahan paling lama sepuluh tahun, jadi Jii-san harus menjalankan rencananya sebelum itu," jelas Maikeru-sama.
[Baik, kami akan menyampaikan hal itu] ucap Zetsu yang bersamaan dengan dirinya masuk kedalam tanah. Sedangkan Maikeru memilih untuk langsung menuju Kantor Hokage untuk menjelaskan rencana miliknya.
-Kantor Hokage-
Minato yang masih mengerjakan dokumen-dokumen yang berada dimejanya tiba-tiba dikagetkan oleh kedatangan seorang ANBU dengan topeng Jashin. Minato, agak heran kenapa adiknya bisa cepat sekali datang bahkan belum lima menit Minato menyuruh ANBU pergi untuk memanggil Maikeru dan biasanya Maikeru akan tetap telat walau sudah diberitahu lebih awal.
"Jashin, lepaskan topengmu," perintah Minato dan Maikeru pun melepaskan topengnya.
"Maikeru, tak biasanya kau datang lebih cepat pada saat kupanggil untuk menghadap," sindir Minato.
"Nee ? Demi Jashin-sama, aku tak tahu jika big-bro memanggilku. Aku kesini karna ada hal penting yang harus kubicarakan dan ini berhubungan dengan masa depan Konoha," ucap Maikeru.
"Dan aku memanggilmu karna ada hal penting yang harus kubicarakan denganmu dan ini berhubungan dengan masa depanmu," balas Minato.
"Masa depanku tidak penting big-bro. Karna dengan kekuatan Jashin-sama aku abadi dan aku akan selalu terlihat muda, tapi tidak dengan Konoha," ucap Maikeru.
"Konoha akan tetap kuat dan abadi selama will of fire masih menyala disetiap hati para warganya dan itu akan terus mengalir sampai generasi selanjutnya," balas Minato tak mau kalah.
"Tapi kita tak akan tahu kapan Konoha akan diserang dan hancur karna tidak memiliki shinobi lagi dan will of fire dalam warga sipil akan padam," ucap Maikeru sengit.
"Dan aku juga tak akan tahu kapan Dewamu itu tidak memberikanmu keabadian dan kau mati dalam misi atau perang. Jadi sekarang dengarkan Nii-sanmu ini dan jika ini telah selesai baru kita membahas apa yang ingin kau bicarakan. MENGERTI ?" ucap Minato dengan nada tinggi.
"UH! Yeah, selesaikan itu dengan cepat dan akan kujelaskan rencanaku dengan rinci," balas Maikeru.
"Tapi kita harus menunggu dua orang lagi untuk dapat menyelesaikan hal ini," ucap Minato,
"Dua orang lagi ? Demi Jashin-sama, aku berani bertaruh kedua orang itu Kakashi dan Kushina. Dan aku sudah dapat memperkirakan apa yang akan kita bicarakan. Sebelum itu dimulai aku katakan, DEMI JASHIN-SAMA, AKU MENOLAK SEMUA RENCANA PERNIKAHAN ATAS DIRIKU," teriak Maikeru yang membuat Minato menutup kedua telinganya.
"Terserah apa yang ingin kau ucapkan. Kita tetap harus menunggu mereka," ucap Minato.
Sepuluh menit kemudian datang dua orang yang dinanti oleh Minato dan Maikeru. Dimana Kakashi datang menggunakan pakaian standar Jōnin dan wajah yang mengantuk sedangkan Kushina datang menggunakan seragam ANBU lengkap dan topeng Kitsunenya dan terlihat kelelahan.
"Hokage-sama, anda memanggilku ?" ucap Kushina.
"Yoo, sensei. Ada apa pagi-pagi memanggilku ? Ini jatah hari liburku kan ?" tanya Kakashi yang terlihat sangat malas dan mengantuk.
"Kitsune, lepaskan topengmu. Ini bukan untuk misi. Dan ini memang jatah liburmu, tapi ada hal yang harus kubicarakan denganmu dan dua orang lain yang ada disini," jelas Minato dan Kitsune melepaskan topengnya serta Kakashi memperbaiki sikapnya.
"Jadi, apa yang ingin kau jelaskan big-bro ? Jika ini mengenai pernikahanku, demi Jashin-sama aku tak akan merubah jawabanku," jelas Maikeru.
"Tapi jika wanita yang akan kau nikahi adalah Kushina, kau tetap akan menolak ?" tanya Minato.
"Jika wanita itu adalah Kushina-chan, maka biarkan kebenaran dan takdir yang menunjukkan jalannya," ucap Maikeru.
"Dan kau, Kushina ?" tanya Minato pada Kushina.
"Aku akan menunggu bagaimana dunia ini berjalan untukku, jika memang Maikeru adalah jalan yang ada maka itu yang akan kujalani," jawab Kushina yang air mata mulai menetes membasahi pipinya.
"Hmm, aku paham perasaan kalian berdua. Tapi, aku tak ingin memaksa jika itu keputusan kalian. Dan bagaimana denganmu, Kakashi ?" tanya Minato kepada muridnya.
"Nee ? Aku ? Sensei bercandakah ? Aku masih terlalu muda untuk menikah. Saat Naru-chan sudah menjadi shinobi yang sangat kuat mungkin akan kupikirkan untuk menikah," jawab Kakashi.
"Itu akan menjadi waktu yang cukup lama, Kakashi!" ucap Minato.
"Karna kalian telah memberi keputusan, maka aku putuskan pembahasan ini selesai dan kalian bisa kembali ke kegiatan kalian," ucap Minato.
Maikeru tetap ditempatnya sedangkan Kushina dan Kakashi langsung pergi meninggalkan kantor hokage untuk kembali ke aktivitas mereka.
"Apa yang tadi ingin kau bicarakan, Maikeru ?" tanya Minato.
"Hmm, hanya sebuah rencana kecil big-bro namun sangat bermanfaat," ucap Maikeru.
"Langsung saja ke intinya, karna aku ingin menemui Naru-chan setelah ini," ucap Minato.
"Demi Jashin-sama itu curang big-bro. Tapi baiklah, hal yang ingin kubicarakan padamu adalah menjadikan shinobi-shinobi ini mencapai batas maksimal kemampuan mereka," ucap Maikeru sambil menyerahkan daftar shinobi yang dia maksud dan Minato mulai melihat wajah-wajah dari shinobi yang diberikan oleh Maikeru.
"Kakashi, Asuma, Guy, Tenzo, Hayate, Yūgao, Genma, Raidō, dan Iwashi. Empat ANBU, dua Jōnin, dan tiga Tokubetsu Jōnin yang dilatih olehku untuk menggunakan hiraishin, kenapa kau memilih mereka dan apa rencanamu untuk membuat mereka mencapai batas maksimal yang kau maksud ?" tanya Minato.
"Jashin-sama berkata padaku bahwa mereka semua memiliki kemampuan spesial yang jika dikembangkan akan sangat bermanfaat bagi Konoha. Seperti Kakashi, Jashin-sama berkata saat ini Kakashi belum sampai pada level seorang klan Hatake yang legendaris. Dan aku ingin membuatnya mencapai level tersebut. Lalu Asuma, Jashin-sama yakin Asuma dapat melampaui kemampuan Hiruzen-oji, tapi Jashin-sama tak ingin memberitahu kemampuan yang harus dikembangkan selain elemen angin dan api milik Asuma. Guy, monster hijau ini dapat membuka gerbang kedelapan namun setelah itu dia akan mati dan aku berencana menggunakan ritual Jashin-sama kepadanya dengan apapun caranya. Tenzo, dengan mokuton yang dimilikinya akan sangat berharga jika ia dapat menggunakan itu menyamai level dari Shodaime Hokage walau menurut Jashin-sama itu tak akan mungkin. Hayate, sangat berbakat dalam kenjutsu tapi seperti yang kita tahu dia tak memiliki style yang tepat untuknya, dan Jashin-sama menyuruhku mengirimnya ke Tetsu untuk mempelajari kenjutsu dari seorang samurai yang kukenal. Yūgao, juga berbakat dalam kenjutsu dan Jashin-sama memberitahuku sebuah gulungan yang mangatakan bahwa klan Uzuki mampu menyimpan racun apapun dalam tubuh mereka dan hal ini membuat kuku, bibir bahkan rambut mereka pun beracun. Dan karna hal itu aku akan meminta Tsunade-neechan untuk menginjeksikan racun paling berbahaya yang bisa dia buat kedalam tubuh Yūgao dan Oyuki-sama akan menjadi orang yang tepat untuk melatih Yūgao dalam silent killing dan kenjutsu. Dan terakhir, kenapa aku memasukkan Genma, Raidō, serta Iwashi karna mereka mampu menggunakan hiraishin dan aku akan melatih mereka sampai tahap mereka dapat melakukan hiraishin sendiri dan Jashin-sam yakin ini akan berhasil sehingga ia dapat melihat lebih banyak mayat dan pembantaian yang dilakukan oleh mereka bertiga sehingga membuat Jashin-sama sangat antusias akan hal ini. Rencananya latihan ini akan kulakukan disuatu tempat khusus yang jauh dari Konoha," jelas Maikeru dengan nada serius.
"Rencana yang cukup baik, namun jika kau melakukan hal ini diluar Konoha maka akan sangat mencurigakan dan ditentang oleh dewan karna kau membawa terlalu banyak shinobi terbaik di Konoha. Mungkin, kusarankan kau melakukan ini secara bertahap jika kau tetap memaksa untuk melaksanakannya diluar Konoha," ucap Minato.
"Huh!Oh, Jashin-sama kenapa aku melupakan dewan bodoh bentukan Nidaime itu masih ada dan tak akan pernah menyetujui rencana ini. Untuk Hayate dan Yūgao mereka harus tetap diluar Konoha, karna kedua orang yang akan kuminta untuk melatih mereka tak akan mau tinggal di Konoha terlalu lama. Lalu, Genma, Raidō, dan Iwashi akan memulai latihan ini secepatnya dan menjadikan mereka ANBU sehingga mereka dapat dilatih di dalam Headquarter ANBU. Guy, akan melakukan ritual sesaat setelah aku mengantar Hayate dan Yūgao dan Jashin-sama akan sangat senang memiliki pengikut baru yang berbakat seperti Guy. Untuk Tenzo, aku akan meminta Tsunade-neesan untuk memberikan gulungan mokuton jutsu dari Shodaime kepada Tenzo agar dia dapat mempelajari dan menguasainya. Dan,-," ucapan Maikeru terhenti karna interupsi Minato.
"Untuk Tenzo, biarkan aku yang bicara ke Tsunade. Ini bukan kapasitasmu untuk meminta sebuah gulungan jutsu dari sebuah klan agar dipelajari oleh orang diluar klan tersebut," ucap Minato.
"Demi Jashin-sama, big-bro sangat pengertian. Dan untuk Asuma serta Kakashi, Jashin-sama tak memberiku petunjuk siapa yang harus melatih mereka, karna kemampuan mereka sudah diatas rata-rata shinobi Konoha maupun desa lain. Tapi mereka masih belum mencapai tingkat yang kumaksud," ucap Maikeru.
"Senjutsu, buat mereka berdua menguasai senjutsu. Itu akan sangat membantu mereka mencapai tahap yang kau maksud Maikeru," ucap Jiraiya yang tiba-tiba ada di jendela kantor hokage.
"Maksudmu, Ero-sensei ? Demi Jashin-sama, kenapa aku tak merasakan kehadiranmu ?" tanya Maikeru memastikan.
"Jika kau tak tahu akan mengembangkan mereka ke arah mana, ya kuusulkan untuk membuat mereka menguasai Senjutsu agar mereka dapat mancapai tahap yang sama denganku atau mungkin lebih," ucap Jiraiya.
"Dan siapa yang akan mengajari mereka Senjutsu ? Kau punya saran sensei ?" tanya Minato.
"Untuk Asuma, mungkin sensei dapat meminta Enma untuk melatihnya. Tapi untuk Kakashi ? Akan coba kutanyakan ke tetua katak," ucap Jiraiya.
"Demi Jashin-sama, kau belum menjawab pertanyaanku dari tadi Ero-sensei," ucap Maikeru.
"Aku berada disini sejak saat kau membuat Kushina menangis. Kau memang pria tak berperasaan, bisa-bisanya membuat seorang wanita cantik menangis namun tak ada rasa bersalah sedikit pun diwajahmu," sindir Jiraiya.
"Yang kau lihat hanyalah permukaan dari diriku, Ero-sensei. Jika kau mengetahui betapa sakitnya hati ini saat melihat Kushina-chan menangis, kau pasti akan menarik semua kata-katamu itu. Dan aku berharap big-bro dapat membahagiakan Kushina-chan dan membuatnya kembali tersenyum," batin Maikeru.
"Ohh, Jashin-sama kenapa Ero-sensei bisa sekejam ini kepadaku?" ucap Maikeru tak terima.
"Aku hanya mengatakan sebuah kebenaran, jadi jangan merengek seperti seorang balita," ucap Jiraiya.
" Huh, sudahlah. Demi Jashin-sama, arah pembicaraan ini sudah mulai berubah. Jadi aku memilih untuk pulang dulu. Dan saat semua persiapan selesai, kita akan kembali membahas hal ini," ucap Maikeru yang kemudian pergi dengan Shunshin.
"Yah, bocah itu pergi. Dicintai wanita cantik malah ditolak, padahal dulu kakaknya saja ditolak wanita tersebut. Bocah aneh! Jadi, setelah ini apa yang akan kau lakukan Minato ?" tanya Jiraiya setelah mengungkapkan komentarnya akan Maikeru.
"Mungkin ada hal yang Maikeru rencanakan tapi dia tak ingin melibatkan Kushina terlalu dalam. Dan sepertinya aku akan menemui keluargaku, sedangkan sensei, apa yang mau kau lakukan ?" Minato balas bertanya.
"Aku pergi juga, ada yang ingin kubicarakan dengan sensei. Sampaikan salamku untuk keluargamu Minato!" ucap Jiraiya sambil melompat pergi menuju rumah Hiruzen.
"Ya, akan kusampaikan," ucap Minato dan kemudian dirinya pun ikut menghilang dengan hiraishin.
-Rumah Tsunade-
Hanya dalam beberapa detik Minato telah sampai didepan rumah yang tinggali oleh keluarga kecilnya. Tanpa ingin membuang waktu, Minato mengetuk pintu rumahnya. Sedangkan didalam rumah, Tsunade sedang menyusui Naruto dan Shizune berlatih ilmu medis yang baru saja diajarkan oleh Kaa-sannya. Mendengar pintu rumahnya diketuk Tsunade menyuruh Shizune untuk melihat siapa yang datang. Dan Shizune pun bergegas untuk melihat siapa yang datang. Sesampainya didepan pintu, Shizune melihat orang yang datang melalui sebuah lubang intip yang berada dipintu, dan setelah melihat yang datang Shizune langsung membukakan pintu.
"Tadaima!" ucap Minato.
"Okaeri! Tou-san bukankah baru seminggu yang lalu kau kembali ke Konoha, kenapa sekarang sudah pulang ?," ucap Shizune yang bingung akan kedatangan Tou-sannya.
"Nee ? Kau tidak senang ya, jika Tou-san sering pulang, Shizu-chan ?" balas Minato.
"B-b-buka begitu. Tapiiiii-," Shizune tak mampu menyelesaikan ucapannya.
"Tou-san rindu dengan kalian dan ada yang ingin Tou-san bicarakan dengan Kaa-sanmu. Dia ada di dalam ?" tanya Minato.
"Yaa, Kaa-san sedang menyusui Naru-chan," jawab Shizune.
Setelah mendengar hal tersebut, Minato bergegas untuk bertemu dengan istri dan putranya yang masih bayi. Dan diikuti oleh Shizune yang ingin melanjutkan latihannya.
"Yoo, Tsunade! Bagaimana keadaan Naru-chan ? Dan sepertinya kehadiran Naru-chan berhasil membuang semua rasa sakit, dan kebencianmu," ucap Minato sambil mencium kening putranya.
"Minato ? Cepat sekali kau kembali! Naru-chan sangat sehat, dan kehadiran seorang anak akan selalu dapat menghilangkan rasa sakit dan benci yang dimiliki oleh kedua orang tuanya. Itulah yang sekarang kupahami. Dan mengapa kau berada disini, kau melarikan diri dari tugasmu menyelesaikan dokumen-dokumen itu ?" tanya Tsunade.
"Tidak, semua dokumen itu telah selesai ku tandatangani. Dan aku kesini karna ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu atas apa yang terjadi hari ini," jelas Minato.
"Sangat penting kah ? Jika tidak, kita bicarakan lain kali saja," ucap Tsunade.
"Ini sangat penting. Karena siang ini aku menanyakan hal yang ditanyakan Hiruzen kepadaku," jelas Minato.
"Apakah Maikeru dan Kushina memilih untuk menikah ? Atau malah murid tersayangmu yang ingin menikah lebih dulu ?" tanya Tsunade yang penasaran.
"Sayangnya, semua tebakanmu salah. Dan semua yang terjadi menjadi sangat menyakitkan bagi Kushina," ucap Minato.
"Aku tak paham apa maksudmu. Sebaiknya kau ceritakan semua yang terjadi hari ini, agar aku bisa paham dan dapat memberi pendapat," pinta Tsunade.
Minato memenuhi permintaan Tsunade untuk menceritakan semua hal yang terjadi siang tadi. Setelah mendengar cerita tersebut, Tsunade dan Shizune memahami kesedihan dan rasa patah hati yang dirasakan Kushina. Hal ini sangat mengganggu pikiran Tsunade, karena saat dirinya mendapatkan kembali kebahagiaan dan semangat hidup dari Minato, tetapi Kushina orang yang sangat disayanginya merasakan patah hati yang disebabkan oleh Maikeru yang merupakan adik dari suaminya. Dan terlintas ide bodoh diotak Tsunade untuk berbagi keluarga yang sekarang dimilikinya.
"Hmmm... Aku tak menyangka Maikeru bisa mengingkari perasaaanya. Dan pasti saat ini Kushina sedang sangat sakit dan membutuhkan teman. Bagaimana jika kau menemaninya ?" tanya Tsunade.
"Huh ? Kenapa aku ? Menurutku biarkan Kushina tenang terlebih dahulu itu lebih baik," ucap Minato.
"Tak akan lebih baik jika sampai dia kehilangan kontrol dan segelnya terlepas," balas Tsunade.
"Ugh.. Aku lupa akan hal itu. Tak bisakah kau memberikan ide lain untuk kebahagian Kushina dan keamanan Konoha ?," balas Minato.
"Ide lain ? Yang terlintas di otakku saat ini, kau menenangkan Kushina. Lalu setelah semua menjadi lebih tenang, mungkin berbagi keluarga dengan Kushina akan membuat segala sesuatu lebih baik," ucap Tsunade.
"Berbagi keluarga ? Maksudmu ?" tanya Minato yang bingung.
"Akan kujelaskan nanti setelah kau dapat menenangkan Kushina. Jadi sebaiknya sekarang kau bergegas untuk kembali ke Konoha untuk menenangkan Kushina sebelum hal yang tidak kita inginkan terjadi," ucap Tsunade.
Memilih untuk mendengarkan saran dari Tsunade, Minato pun berpamitan kepada keluarganya dan memberikan kecupan kasih sayang kepada putra-putrinya. Setelah itu Minato kembali ke Konoha dan langsung menuju Uzumaki Compound tempat Kushina tinggal.
-Timeskip, 4 tahun kemudian-
Saat ini Tsunade sedang duduk terdiam diteras rumahnya sambil memandangi hutan dan padang rumput yang tak jauh dari rumahnya. Namun kali ini Tsunade terlihat bosan karna hanya Shizune yang mengingat hari ulang tahunnya dan memberikannya sebuah buku yang berisi tentang perkembangan ilmu medis terbaru. Walau sangat menyukai pemberian dari anaknya tapi Tsunade tetap berharap ada orang lain yang ingat dengan ulang tahunnya dan memberikan hadiah seperti bunga, coklat, perhiasan, sake, atau hal lain. Saat Tsunade mulai membaca buku yang dibelikan oleh anaknya, dirinya mendengar suara panggilan dari putra bungsunya.
"Kaa-chan! Kaa-chan dimana ?" teriak Naruto yang berada di dalam rumah.
"Kaa-chan disini. Ada apa Naru-chan ?" ucap Tsunade yang kemudian bergegas menghampiri putranya.
"Happy Birthday, Kaa-chan!" teriak Naruto yang kemudian langsung berlari sambil membawa sebuah pot yang berisi bunga krisan berwarna kuning keemasan. Namun karna terlalu bersemangat, Naruto berlari tak hati-hati sehingga kakinya tersandung kaki dari meja yang mengakibatkan dirinya terjatuh dan kepalanya membentur pot bunga yang terbuat dari tanah liat yang dipegangnya.
BRUUUUUGGGHHH...
Tsunade yang kaget akan kata-kata anaknya membuat dirinya telat untuk menyadari bahwa sekarang Naruto telah terjatuh dan kepalanya terluka dan berdarah karna terbentur pot bunga.
"Uhhh... Kaa-chan, maaf! Karna aku tidak hati-hati, hadiah untuk Kaa-chan jadi hancur," ucap Naruto dengan raut wajah sedih.
"Tak apa Naru-chan. Seharusnya Kaa-chan yang minta maaf karna tak bisa menangkapmu saat dirimu akan terjatuh. Apa kau merasa sakit dan coba Kaa-chan lihat lukamu ?" ucap Tsunade sambil melihat luka dikening Naruto yang membuatnya terkejut karna luka tersebut telah menutup dan hanya menyisakan bekas darah yang bercampur tanah.
"Ini tidak sakit sama sekali Kaa-chan dan pasti sekarang lukaku sudah sembuh," ucap Naruto.
"Benar itu tidak sakit ? Dan kenapa Naru-chan bisa tahu kalau lukanya sudah menutup ?" tanya Tsunade yang bingung dengan ucapan putranya.
"Tidak! Setiap kali aku terluka, aku tak merasakan sakit dan luka kecil yang kudapat saat bermain pasti akan sembuh beberapa saat kemudian. Dan beberapa hari yang lalu saat membantu Shizu-neechan memasak, secara tak sengaja jariku teriris pisau tapi tidak lebih dari satu menit luka itu tertutup sehingga Shizu-neechan tidak menyadari jika jariku sempat teriris," jelas Naruto.
"Naru-chan serius ? Jangan membohongi Kaa-chan!" nasihat Tsunade.
"Aku serius, Kaa-chan! Jika Kaa-chan mau bukti, akan aku tunjukkan," ucap Naruto sambil menyayat telapak tangannya dengan pecahan pot yang sangat tajam hingga telapak tangannya berdarah.
"Naru-chan ? Apa yang kau lakukan nak?" teriak Tsunade sambil menarik tangan Naruto untuk memulai menyembuhkan luka yang dibuat putranya.
Namun saat Tsunade melihat tangan Naruto yang didapatinya hanyalah darah namun lukanya sudah tertutup. Dan hal ini membuat perasaan Tsunade menjadi bercampur antara senang, bangga, khawatir, sedih, dan lainnya.
"Oke, sekarang Kaa-chan percaya padamu. Tapi lain kali jangan bertindak bodoh seperti itu. Bagaimana jika luka itu tidak langsung sembuh ?" tanya Tsunade setelah menasehati kebodohan putra bungsunya.
"Jika luka itu tak langsung sembuh, maka Kaa-chan akan menyembuhkannya. Dan aku akan mendapat nasihat yang lebih panjang," ucap Naruto.
"Naru-chan sudah paham itu kan. Kaa-cha mau tanya, siapa yang menmberitahu Naru-chan bahwa hari ini adalah ulang tahun Kaa-chan ? Apakah Shizu ?" tanya Tsunade.
"Ya, yang memberitahuku Tou-chan n Shizu-neechan saat Tou-chan datang minggu lalu. Dan Tou-chan memberikanku ini, agar bisa kuberikan pada Kaa-chan," jelas Naruto yang kemudian memberikan hadiah yang dititipkan oleh Minato.
"Terima kasih, Naru-chan. Dan kenapa Naru-chan membawa pot yang berisi bunga krisan itu ? Apa itu hadiah yang ingin Naru-chan berikan ?" tanya Tsunade.
"Ya, tapi sayang sekarang sudah hancur," ucap Naruto.
"Tidak apa Naru, saat Naru-chan bisa mengingat ulang tahun Kaa-chan saja, Kaa-chan sudah sangat senang. Apalagi Naru sampai ingin memberikan Kaa-chan hadiah. Dan setahu Kaa-chan, bunga krisan itu cukup mahal dan tak mungkin Naru dapat membelinya dengan uang saku yang Naru-chan dimiliki. Apakah Tou-chan yang memberikanmu uang untuk membeli bunga itu ?" tanya Tsunade.
"Tidak! Awalnya memang Tou-chan ingin memberiku uang untuk membelikan hadiah untuk Kaa-chan. Tapi aku menolak, karna aku pikir akan lebih baik jika aku memberikan hadiah yang berasal dari kerja kerasku sendiri. Dan aku menumbuhkan bunga krisan itu dalam waktu satu minggu," jelas Naruto.
"Naru-chan menumbuhkan bunga itu dalam waktu satu minggu ? Bisa jelaskan, karna Kaa-chan tak percaya," ucap Tsunade dengan nada penasaran.
"Ya, sesungguhnya bunga itu baru tumbuh dua hari yang lalu dan setelah itu aku baru merawatnya. Aku berpikir dapat menumbuhkan bunga itu karna Shizu-neechan pernah bercerita bahwa Hashirama-jiji dapat menumbuhkan tanaman hanya dengan menggunakan chakra dan tumbuhan disekitarnya akan mengikuti isi hati dari Jiji. Dan hal itu juga terjadi padaku, karna saat aku membantu Shizu-neechan mencari tanaman obat tumbuhan disekitar hutan menjadi lebih segar karna saat itu aku sangat senang. Dan saat aku sedih karna dimarahi Kaa-chan akibat pulang terlambat, tumbuhan di sekitar tempat aku biasa bersembunyi menjadi layu. Jadi aku pikir aku bisa melakukan apa yang Jiji lakukan, tapi ternyata itu sangat sulit jika hanya menggunakan chakra. Jadi aku membeli benih bunga krisan, yang kemudian kutanam dan setelah beberapa kali mencoba untuk mempercepat menumbuhkannya dengan mengalirkan chakra baru dua hari yang lalu bibit itu dapat tumbuh, dan sekarang bunga itu sudah hancur," jelas Naruto yang mengakhirinya dengan nada kecewa.
"Sebaiknya sekarang Naru kembali melakukan apa yang tadi Naru jelaskan. Agar Kaa-chan mendapatkan lagi hadiah yang ingin Naru berikan," ajak Tsunade yang sebenarnya ingin membuktikan kata-kata putranya.
"Kaa-chan benar! Aku kan bisa membuatnya lagi, dan dapat kuberikan pada Kaa-chan," ucap Naruto yang kembali ceria.
"Sekarang Naru siapkan apa yang dibutuhkan dan Kaa-chan ingin memanggil Shizu untuk ikut melihat," ucap Tsunade yang kemudian menuju kamar Shizune sedangkan Naruto menuju kamarnya untuk mengambil sisa benih krisan yang masih di milikinya.
Setelah itu mereka bertiga berkumpul di halaman belakang rumah untuk melihat proses yang Naruto telah ceritakan. Dan Naruto pun mengulangi proses tersebut sampai tiga kali karna permintaan Tsunade. Dan setelah Naruto mengulanginya selama tiga kali, Tsunade hanya bisa terdiam tak tercaya dan Shizune hampir pingsan karna melihat kemampuan dari adiknya. Setelah beberapa saat terdiam, Tsunade tersadar dan langsung mengajak mereka bertiga kedalam rumah. Didalam rumah Tsunade menjelaskan apa saja yang baru terjadi kepada Shizune dan setelah itu dia meminta Shizune untuk pergi ke Konoha.
"Shizu, bisakah kau pergi ke Konoha dan jelaskan semua ini kepada Tou-sanmu. Setelah itu kau bawa Tou-sanmu kemari karna ada yang hal yang hari kami bicarakan," bisik Tsunade kepada Shizune.
"Dan untuk Naru-chan, setelah ini kau dilarang menunjukkan 'trik' ini kepada orang lain tanpa izin dari Kaa-chan, agar ini menjadi spesial hanya untuk Kaa-chan dan Shizu," pinta Tsunade.
"Baik Kaa-chan. Aku tak akan menunjukkannya kepada orang lain tanpa izin dari Kaa-chan," ucap Naruto.
Dua hari kemudian Minato datang bersama Shizune menggunakan hiraishin. Setelah itu mereka berdua langsung masuk kedalam rumah mencari Tsunade. Setelah bertemu, Minato langsung menanyakan kebenaran dari hal yang dijelaskan oleh Shizune kepadanya Tsunade. Dan Tsunade pun menjelaskan hal yang sama seperti apa yang Shizune jelaskan sebelumnya. Hal ini makin membuat Minato penasaran. Setelah itu Tsunade memanggil Naruto yang berada dikamarnya. Setelah Naruto keluar dari kamarnya dia sangat terkejut dan senang karna kedatangan Tou-sannya.
"Tou-chaaaan! Tou-chan kapan datang ? Bukankah baru minggu lalu Tou-chan datang, biasanya setelah satu atau dua bulan Tou-chan pulang ke rumah," tanya Naruto.
"Tou-chan baru saja datang bersama Nee-chanmu dan kenapa bicara seerti itu ? Apa Naru tidak senang jika Tou-chan datang ?" canda Minato.
"Aku sangat senang, tapi aku hanya bingung karna ini tidak seperti biasa. Jangan-jangan Shizu-neechan pergi dua hari yang lalu untuk menemui Tou-chan dan mengajak pulang ?" tanya Naruto kepada Tou-san dan Nee-sannya.
"Ya, bisa dibilang seperti ada hal penting yang harus Tou-chan tanyakan pada Naru," ucap Minato.
"Tou-chan ingin bertanya apa ?" balas Naruto.
"Apakah benar semua luka yang ada ditubuh Naru bisa langsung sembuh beberapa saat kemudian ? tanya Minato.
"Itu benar. Darimana Tou-chan tahu ?" balas Naruto.
"Dari penjelasan Kaa-chan dan Shizu-chan. Bisa Naru tunjukkan ?" pinta Minato.
"Baiklah, akan Naru tunjukkan jika Tou-chan ingin melihatnya," ucap Naruto yang kemudian berjalan kedapur untuk mengambil pisau. Dan setelah memegang pisau itu Naruto menyayatkan pisau itu ke telapak tangannya, tapi ia tidak menjerit kesakitan dan beberapa detik kemudian luka itu kembali menutup. Minato dan Shizune yang melihat hal tersebut sangat terkejut dan kagum dengan kemampuan Naruto.
"Naru tidak merasakan sakit ?" tanya Minato.
"Tidak, aku tak pernah merasakan sakit kapanpun saat aku terlukan dan setelah beberapa saat luka yang kumiliki pasti sembuh," jawab Naruto.
"Shizu-chan bisa kau pastikan kata-kata Naru-chan ?" pinta Minato pada putrinya yang kemudian Shizune memeriksa tangan Naruto dan hasil yang didapat bahwa semua luka sudah menutup sempurna dan tak ada masalah lain yang akan muncul.
"Semua baik-baik saja Tou-san, tak ada keganjilan." Ucap Shizune.
"Kau hebat Naru. Itu akan sangat bermanfaat bagimu kelak. Dan Tou-chan ingin menanyakan hal lain, boleh ?" pinta Minato.
"Iya," ucap Naruto sambil mengangguk.
"Hmmm... Apa cita-cita dari Naru jika sudah besar ?" tanya Minato pada putranya.
"Hmm, cita-citaku ? Aku tak tahu apa cita-citaku, tapi aku ingin mewujudkan kedamaian seperti yang diinginkan oleh Hashiraama-jiji dan rivalnya Uchiha Madara. Tapi aku tak ingin menempuh jalan yang sama dengan keduanya. Aku ingin menempuh jalan lain yang aku tak tahu apa," jawab Naruto.
"Cita-cita yang sangat mulia Naru. Apakah Naru ingin menjadi Shinobi ?" tanya Minato.
"Jika menjadi shinobi dapat membuat Naru mewujudkan cita-cita itu kenapa tidak ? Tapi Hashirama-jiji dan Uchiha Madara adalah shinobi dan mereka tak dapat mewujudkan perdamaian. Jadi bagaimana aku bisa mewujudkan perdamaian dengan cara yang sama ?" ucap Naruto.
"Memang benar jika Naru menjadi shinobi maka Naru akan menempuh jalan yang sama dengan dua orang itu. Tapi itu hanyalah awal, setelah Naru menjadi shinobi semua hal yang ada dalam hati dan pikiran Naru-lah yang menjadi dasar dari tindakan Naru. Dan jika itu tepat maka kedamaian yang Naru mau dapat terwujud. Jadi, apakah Naru ingin menjadi shinobi dan mewujudkan apa yang dua orang itu tak dapat wujudkan ?" tanya Minato.
"Hmmmm... Ya, aku akan menjadi shinobi yang melampaui Hashirama-jiji dan Uchiha Madara dan mewujudkan perdamaian yang mereka berdua tak dapat wujudkan," ucap Naruto dengan semangat membara.
"Tou-chan bangga dan percaya bahwa Naru dapat mewujudkan hal itu. Dan jika ingin menjadi shinobi yang hebat Naru harus sering berlatih dan belajar banyak hal dari siapapun, walau orang itu terlihat lebih lemah darimu," ucap Minato.
"Ya, aku akan selalu berlatih dan belajar dari siapapun. Tou-chan bisakah kita memulai latihannya sekarang ?" pinta Naruto.
"Tou-chan akan memulai latihan setelah Naru menunjukkan 'trik' yang dilarang oleh Kaa-chan untuk ditunjukkan pada orang lain. Naru mau ? Jika iya setelah itu kita mulai berlatih," tanya Minato.
Naruto melihat sejenak kearah Kaa-channya dan Kaa-channya memberi sinyal setuju dan setelah itu Naruto berjalan menuju halaman belakang yang diikuti oleh ketiga anggota keluarganya yang lain untuk menunjukkan 'trik' yang dimaksud. Setelah itu menunjukkan 'trik' itu, Minato bereaksi sama seperti saat Tsunade melihat hal tersebut. Dan setelah itu mereka semua kembali kedalam rumah.
"Naru, sekarang kau berlatih dengan Shizu-chan dulu karna ada hal yang harus Tou-chan bicarakan dengan Kaa-chan," ucap Minato.
"Baik Tou-chan. Dan Shizu-neechan sekarang kita akan berlatih apa ? Aku sudah latihan kontrol chakra untuk pemula sejak beberapa bulan lalu dan latihan fisikku dengan Kaa-chan baru kemarin," ucap Naruto.
"Karna Kaa-chan hanya membolehkanku mengajarkan tentang ilmu medis maka mulai saat ini Naru akan belajar dasar dari medis. Dan sekarang kita akan belajar anatomi tubuh manusia," ucap Shizune.
"Mempelajari anatomi tubuh manusia ? Itu untuk apa nee-chan ?" tanya Naruto yang bingung dengan hal yang akan dipelajarinya.
"Dengan mempelajari anatomi tubuh manusia kita dapat mengetahui titik-titik terlemah dalam tubuh manusia. Dan saat menjadi shibobi hal itu sangat dibutuhkan, agar-" ucapan Shizune terpotong Naruto.
"Agar kita dapat mengalahkan musuh atau melumpuhkan musuh lebih mudah, karna kita tahu dimana titik lemah mereka," ucap Naruto.
"Ya, itu benar. Tapi masih ada hal lain yakni agar kita mudah menolong teman kita yang terluka karna kita tahu bagian tubuh mana yang terluka dan cara memperlakukannya," ucap Shizune.
"Wow, it's cool nee-chan. Aku tak sabar mempelajarinya," ucap Naruto. Dan setelah itu Naruto dan Shizune menuju perpustakaan yang berisi buku-buku medis milik Tsunade dan memulai untuk mempelajari anatomi tubuh manusia.
Sedangkan dikamar tidur utama, Tsunade sedang berbicara dengan Minato tentang kemampuan dan cara berpikir dari putranya.
"Kau lihat tadi, Minato ? Naru-chan kembali memberikan kejutan kepada kita. Setelah beberapa minggu lalu Naru mengejutkan kita dengan stamina serta chakranya yang besar dan kemampuan kontrol chakra yang sangat hebat untuk anak seusianya. Dan sekarang dia memberi tahu kemampuan akan regenerasi sel yang sangat cepat bahkan melebihi kemampuan dari ilmu medis manapun dan MOKUTON ? Hal yang terakhir itu adalah yang paling tak dapat kumengerti, mokuton bukanlah kekkei genkai klan senju itu hanyalah mutasi dari elemen yang dimiliki kakekku. Tapi sekarang, Naru-chan putraku bisa memilikinya. Bagaimana mungkin ?" tanya Tsunade.
"Aku juga tak paham kenapa Naru-chan bisa memiliki Mokuton. Tapi dari penelitian sensei akan kekkei genkai dari catatan milik Tobirama, kemungkinan besar Mokuton adalah kekkei genkai dari klanmu tapi kekkei genkai ini tidak stabil saat Hashirama dan orang lain yang membangkitkannya sebelum dia. Sehingga Mokuton hanya dimiliki oleh Hashirama dan tidak menurun pada orang lain. Karna hal ini juga terjadi pada Sharingan milik klan Uchiha, dimana saat zaman warring states war tidak semua anggota klan Uchiha memiliki Sharingan walau telah merasakan hal yang dibutuhkan untuk membanngkitkan Sharingan. Namun setelah Madara dan Izuna dapat membangkitkan Sharingan dan membuatnya stabil sehingga sekarang tiap anggota klan Uchiha dapat membangkitkannya setelah hal yang kebencian yang dibutuhkan mencukupi," jelas Minato.
"Jadi maksudmu, jika Mokuton dalam tubuh Naruto dapat stabil maka Mokuton itu juga akan dimiliki oleh keturunan dari Naruto ?" tanya Tsunade.
"Ya, jika teori itu benar maka hal tersebut akan terjadi. Hal ini harus menjadi rahasia keluarga ini. Tidak ada orang lain yang boleh mengetahuinya. Karena jika sampai hal ini bocor Naru-chan akan dalam bahaya yang lebih besar dari sebelumnya. Dan kita harus meningkatkan intensitas latihan dari Naru serta menjadikannya shinobi yang dapat mewujudkan cita-cita mulianya itu. Naru-chan harus menguasai segala hal yang semua orang terdekatnya miliki sebelum ia mulai berlatih dengan Mokuton," ucap Minato.
"Kau benar Minato. Tapi siapa yang akan melatih Naru dalam Mokuton karna tak ada orang lain yang memilikinya ?" tanya Tsunade.
"Tenang saja, ada salah satu ANBU Konoha yang mempunyai Mokuton tapi dia bukanlah anggota dari klan Senju. ANBU ini bernama Tenzo dan dia mendapatkan Mokuton karna hasil percobaan dari Orochimaru. Walau tak sekuat Mokuton asli namun itu cukup untuk membantu Naru-chan berlatih Mokuton suatu saat nanti," jelas Minato.
"Betapa malang dan beruntungnya anak itu. Tapi Orochimaru sudah keterlaluan menjadikan sel anggota klanku untuk eksperimen bodohnya. Saat ku melihatnya akan ku kirim orang itu ke neraka," ucap Tsunade dengan nada geram karna mendengar kegilaan Orochimaru.
"Jika pada saatnya kau akan dapat melakukan itu. Tapi sekarang kita harus fokus dalam melatih Naru-chan dan juga Shizu-chan karna kuyakin Shizu-chan akan mampu menjadi Iryo-nin yang lebih hebat darimu suatu saat nanti," ucap Minato.
"Kenapa kau bisa bicara seperti itu ?" tanya Tsunade karna dirinya senang sekaligus tidak yakin bahwa putrinya dapat lebih hebat dari dirinya.
"Aku bicara seperti itu karna Shizu-chan putriku. Dan putra-putriku akan mampu melampaui kehebatan kedua orang tuanya. Dan kita hanya perlu menunggu saat-saat hal itu terjadi," ucap Minato.
"Huh! Aku tak menyangka kau bisa sesayang itu kepada Shizune. Tapi jika kau seyakin itu, maka aku juga harus yakin bahwa Shizune akan mampu melampauiku. Dan bagaimana keadaan Kushina ? Minggu lalu aku lupa menanyakannya kepadamu," tanya Shizune.
"Saat ini Kushina sedang hamil dua bulan dan aku baru mengetahuinya setelah aku pulang dari sini," ucap Minato.
"Jadi, beberapa bulan lagi kita akan kedatangan anggota keluarga baru. Ini akan sangat menyenangkan. Dan apa rencanamu atas kehamilan Kushina ?" tanya Tsunade.
"Saat kehamilannya mencapai usia lima bulan, aku akan memberikan cuti untuknya dalam bentuk misi yang sangat panjang masa berlakunya dan membawanya kesini agar bisa dalam pengawasanmu dan menjaga agar tidak diketahui oleh orang lain di Konoha," jelas Minato.
"Akan kutunggu saat-saat itu. Dan sebaiknya kau cepat kembali ke Konoha sebelum ada orang yang curiga karna kepergianmu secara tiba-tiba," ucap Tsunade.
"Ya, aku lupa bahwa masih banyak dokumen yang belum kuselesaikan.. Aku kembali ke Konoha dulu, ucapkan salam sayangku pada Naru-chan dan Shizu-chan dan maaf karna tak dapat pamit kepada mereka. Dan setelah ini akan kuserahkan latihan Shizu-chan dan Naru-chan kepadamu. Dan siapapun yang berkunjung dapat ikut melatih mereka jika kau mengizinkan," ucap Minato yang kemudian kembali ke Konoha dengan hiraishin. Sedangkan Tsunade memilih untuk menuju perpustakaan untuk membantu Shizune mengajar Naruto.
-Timeskip, 7 bulan kemudian - -Unknown Cave-
Di tempat yang sama saat Tsunade melahirkan Naruto, saar ini terbaring Kushina yang sedang menjalani proses yang sama. Dan saat ini proses tersebut dijaga lebih ketat dari proses melahirkan Naruto dan juga lebih kompleks karna Kushina adalah Jinchuriki Kyuubi. Selain dibantu oleh Tsunade, Biwako dan Shizune dalam proses melahirkan, Minato juga membantu dalam menstabilkan segel dari Kyuubi. Selain menstabilkan segel, Minato juga menyemangati Kushina dan menggenggam tangan dari Kushina sama seperti saat Tsunade melahirkan Naruto. Proses kelahiran ini dijaga sangat ketat oleh Hiruzen, Jiraiya, Oyuki, dan Kakashi namun ada satu orang yang tidak ada di tempat itu, yaitu Maikeru karna saat ini dia dan satu batalyon ANBU sedang dalam misi di Kirigakure untuk membantu Rebelion Army melawan pasukan dari Yagura Sang Yondaime Mizukage.
Setelah satu jam yang melelahkan dalam proses melahirkan, akhirnya lahirlah seorang bayi perempuan yang sangat cantik seperti sang ibu. Namun karna sangat kelelahan dan kehilangan banyak darah Kushina langsung pingsan dan tak sempat melihat putrinya. Dikarnakan Kushina pingsan, Biwako langsung membawa bayi dari Kushina ke tempat tidurnya agar bayi itu juga beristirahat sedangkan Tsunade serta Shizune merawat Kushina. Namun, saat Biwako ingin membawa bayi itu ke tempat tidurnya tiba-tiba Biwako diserang oleh seseorang yang muncul tiba-tiba tanpa dapat dirasakan oleh siapapun. Orang ini menggunakan jubah berwarna hitam dan topeng spiral berwana orange dengan satu lubang di bagian mata yang memperlihatkan sebuah Sharingan. Setelah menyerang Biwako, orang itu terhisap oleh sebuah matanya dan membawa lari putri dari Kushina. Minato yang menyadari hal tersebut langsung mengejar orang itu dengan hiraishin, sedangkan Jiraiya dan Sarutobi menggantikan tugasnya dalam menstabilkan segel pada tubuh Kushina.
-Unknown Place-
Setelah beberapa saat akhirnya Minato dapat menemukan penculik itu, di hutan luar Konoha. Dan Minato terlihat sangat marah karna ada orang yang berani menculik anggota keluarganya. Saat melihat orang itu, Minato langsung siaga dan bersiap menyerang.
"Halo, Hokage-sama. Sepertinya kau sangat peduli dengan bayi ini, kutebak bayi ini adalah putrimu dengan Jinchuriki Kyuubi itu. Ini sangat menarik, kau mengikuti jejak dari pendahulumu ya. Tapi sepertinya kau juga harus merasakan kematian yang sama seperti apa yang dia rasakan," ucap si penculik yang kemudian melemparkan bayi yang ada ditangannya secara sembarangan.
Minato bertindak cepat dan shunshin untuk menangkan putrinya. Namun saat menangkap putrinya, dia mendapati bahwa kain yang membungkus putrinya telah penuh kertas peledak yang siap ledak. Disisi lain sang penculik telah siap dengan jutsunya.
"Katon : Gōkakyū no Jutsu,"
Lalu sebuah bola api besar meluncur dari mulut sang penculik kearah Minata yang mengenggam putrinya. Namun tanpa membuang waktu Minato membuang kain yang membungkus putrinya dan berhiraishin ke tempat awan dia berdiri, setelah itu terjadi ledakan besar karna kain penuh kertas peledak itu terkena bola api yang dilancarkan penculik.
"Wow, ternyata ternyata julukan yang kau miliki memang sangat cocok. Tapi, semua ini hanya pengalihan karna akan ada kejutan untukmu dan Konoha," ucap penculik itu sebelum kembali terhisap oleh matanya.
"Sial, orang itu lari lagi. Dan apa yang tadi orang itu maksud ? Kejutan ? Ini pasti akan menjadi hal yang sangat buruk," ucap Minato yang kemudian berhiraishin kembali ke tempat Kushina melahirkan.
-Unknown Cave-
Jiraiya dan Hiruzen yang cukup kelelahan karna menstabilkan segel Kushina memilih untuk beristirahat sejenaj dengan duduk di kursi yang ada di ruangan itu. Sedangkan Tsunade dan Shizune merawat Biwako yang mendapatkan luka tusuk cukup parah. Namun, ketidakwaspadaan mereka harus dibayar mahal karna orang yang sama kembali muncul tepat disamping Kushina beristirahat.
"Halo semua.. Sepertinya kalian tidak juga waspada setelah aku menculik bayi itu. Tapi itu bagus karna setelah ini kalian akan ada harga yang harus kalian bayar karna ketidakwaspadaan itu," ucap si penculik. Dan sesaat setelah si penculik menyelesaikan ucapannya tanpa disadari si penculik Kakashi telah siap menyerangnya.
"Raikiri," ucap Kakashi secara bersamaan dengan tangannya yang terlapisi oleh listrik menghujam ke arah jantung dari penculik. Dan hal yang tidak mereka duga terjadi bahwa raikiri Kakashi hanya menembus tubuh si penculik.
"Hohoho... Sangat mengesankan, ku kira tidak ada yang waspada jika diriku akan kembali. Tapi sayangnya itu tidak cukup," ucap si penculik yang kemudian memegang tangan Kushina dan kembali menghilang terhisap oleh matanya.
"Kemana orang itu ? Dan kemampuan apa itu ? Seranganku hanya menembusnya ?" tanya Kakashi.
"Sial, karna ketidakwaspadaan kita sekarang Kushina diculik. Pasti orang itu ingin melepaskan segel dari Kyuubi," ucap Jiraiya yang geram.
Disaat yang sama saat si penculik membawa Kushina, Minato muncul dengan hiraishinya dan dirinya melihat saat terakhir Kushina akan diculik. Namun, Minato memilih untuk membawa putrinya kepada Tsunade agar dirawat.
"Tsunade, tolong jaga putriku. Aku akan menolong Kushina bersama yang lain," ucap Minato.
"Pastikan orang itu mati ditanganmu. Karna dirinya telah berani menculik putriku dan Kushina," ucap Tsunade yang sangat marah.
Setelah memastikan putrinya aman ditangan Tsunade, Minato langsung menuju ketiga orang pria yang sedang menunggunya. Dan setelah mereka berkumpul, Jiraiya bertanya "Jadi apa yang akan kita lakukan, Minato ?"
"Aku akan mengejarnya menggunakan hiraishin. Namun, jika aku terlambat dan Kyuubi berhasil lepas dari segelnya. Kalian tahu harus melakukan apa. Pastikan semua warga sipil aman dan seluruh shinobi Konoha bersiap akan serangan Kyuubi. Jika penculik itu juga menyerang, maka aku yang akan melawannya dan kalian bertiga bersama dengan shinobi Konoha yang lain tahan Kyuubi sampai aku kembali," teranga Minato dan mereka bertiga mengangguk. Sedangkan Minato mengejar penculik itu, tiga pria yang lain kembali ke Konoha untuk bersiap akan serangan Kyuubi dan dan mengevakuasi warga sipil.
-Unknown Place-
Sementara itu, sang penculik muncul di hutan diluar Konoha namun disaat sang penculik itu muncul didunia nyata disaat yang bersamaan Minato juga muncul dari atas tubuhnya dan bersiap menyerang dengan bola biru ditangannya.
"RASENGAAAN" teriak Minato yang menghujamkan serangannya kearah penculik namun sayangnya si penculik kembali menghilang dan mengakibatkan Rasengan Minato membentur tanah dan membuat sebuah ledakan yang menghasilkan kawah cukup besar. Sedangkan setelah itu sipenculik muncul ditempat yang tak jauh dari tempat awal dia berdiri.
"Wow! Tak kusangka kau dapat menemukanku secepat itu, Hokage-sama! Bagaimana kau bisa tahu aku akan muncul ditempat ini ?" tanya si penculik. Namun Minato hanya diam dan menyiapkan hiraishin kunainya.
"OWWWW, aku ingat. Hiraishinmu menggunakan fuinjutsu, kau dapat langsung menemukanku karna jinchuriki ini memiliki segel hiraishin ditubuhnya, benar begitu Hokage-sama ?" ucap si penculik lagi yang kemudian melempar Kushina sembarangan tapi Minato hanya terdiam.
"Jika seperti itu, ini akan menjadi panjang dan sulit. Tapi, tak masalah karna bagaimanapun Jinchuriki ini akan tetap akan kudapatkan," ucap si penculik yang kemudian melemparkan sebuah rantai yang keluar dari dalam jubah yang digunakannya.
Namun, sayangnya rantai itu dapat ditahan oleh kunai yang dipegang Minato tapi ternyata rantai tersebut melilit kunai Minato dan
"Raiton : Jibashi" teriak sipenculik yang kemudian mengalirkan sengatan listrik yang keluar dari tangannya ke rantai yang melilit kunai Minato.
"Sial," ucap Minato yang kemudian melemparkan kunai yang dipegangnya ketanah dan bergerak ke arah kiri.
"Fūton : Shinkūha" dan udara terkompres yang sangat tajam bagai pedang meluncur kearah sipenculik.
"Katon : Gōryūka no Jutsu" balas si penculik dan keluar sebuah bola api berbertuk kepala naga dari mulutnya yang kemudian terjadi ledakan besar karna bertabrakan dengan jutsu Minato.
Dan setelah itu si penculik langsung terbang menngeluarkan jutsu lain yang mengagetkan Minato.
"Katon : Bakufū Ranbu" dan badai api berbentuk spiral mengejar Minato namun Minato dengan cerdas melemparkan hiraishin kunainya ditengah-tengah badai tersebut dan seperti sebelumnya kunai itu menembus tubuh si penculik, tapi tanpa disadari si penculik kunai itu langsung berganti dengan Minato yang Rasengan telah siap ditangannya.
"RASENGAAAN" teriak Minato lalu serangan itu telak mengenai si penculik dari belakang dan si penculik terbawa rasengan hingga membentur tanah dan meledak yang mengakibatkan tanah disekitarnya hancur serta jubah yang digunakan sipenculik robek di berbagai sisi.
"Ughh, sial. Sakit sekali jutsu itu. Jika ini lebih lama, shinobi Konoha lain akan datang. Terpaksa aku harus menggunakan rencana lain ," pikir si penculik.
Saat Minato akan melakukan 'killing hit' kepada si penculik tiba-tiba si penculik kembali menghilang dan muncul disamping Kushina dan langsung melakukan beberapa handseal. Lalu
"KUCHIYOSE NO JUTSU" teriak si penculik setelah melepas segel ditubuh Kushina dan mensummon Kyuubi yang tersegel.
-Kirigakure-
Sementara itu di Kirigakure, Maikeru sedang membicarakan strategi yang akan digunakan dipertempuran esok bersama pemimpin Rebelion Army di tenda strategi. Dan saat sedang berdebat dengan seorang pemimpin Rebelion Army bernama Ao tentang front mana yang harus diselesaikan lebih dahulu tiba-tiba muncul Zetsu dari dalam tanah yang mengagetkan semua shinobi Kiri yang ada di dalam tenda tersebut dan mereka semua langsung bersiaga. Dan Maikeru bertindak cepat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Semua tenang, makhluk ini bukan musuh. Dia anak buahku," ucap Maikeru menenangkan keadaan, tapi tetap saja semua shinobi yang berada didalam tenda itu bersiaga.
"Ada apa Zetsu-san, Demi Jashin-sama ini bukan waktunya kau datang dan menggangguku. Kau tak lihat kami sedang membuat strategi ?" tanya Maikeru yang tak senang dengan kedatangan Zetsu.
[Maafkan kami Maikeru-sama, tapi ada hal penting yang terjadi di Konoha.]
"Hal penting ? Apa maksudmu, cepat jelaskan karna aku tak punya banyak waktu untuk hal yang tidak mendesak," ucap Maikeru.
[Kyuubi terlepas dari segel Kushina dan sekarang mulai mengamuk]
"Demi Jashin-sama bagaimana mungkin ? Kushina sedang mengerjakan misi diluar desa sejak beberapa bulan yang lalu," ucap Maikeru.
[Kami juga tak tahu, Maikeru-sama. Informasi yang kudapatkan dari klonku yang berada di Konoha seperti itu. Dan saat ini Minato-sama sedang melawannya]
"Ughh, Demi Jashin-sama ini sangat sial. Pasti ada hal yang disembunyikan big-bro dariku. Sejak kapan Kyuubi terlepas ?" tanya Maikeru.
[Baru beberapa menit yang lalu, Maikeru-sama]
"Jadi, apa yang akan kau putuskan Maikeru-san ?" tanya pemimpin dari Rebelion Army yang bernama Terumi Mei.
"Maafkan aku, Mei. Demi Jashin-sama yang sangat mencintai persembahanku dalam perang ini, aku sangat ingin membantu kalian dan menyelesaikan misi ini, tapi keluarga ku dan Konoha lebih penting. Maka aku akan kembali ke Konoha, tapi aku akan meninggalkan batalyon ANBU yang kubawa untuk membantumu. Jika semua masalah ini sudah selesai, aku akan segera kembali," jawab Maikeru.
"Meskipun kau pemuda yang menyebalkan, tapi aku paham maksudmu Maikeru. Kau harus segera kembali ke Konoha, karna itu hal yang terbaik yang harus kau lakukan. Kami sangat menghargai bantuan yang diberikan Konoha dalam perang ini dan kami berharap Konoha dapat menyelesaikan masalah Kyuubi secepatnya tanpa kehilangan banyak shinobinya," ucap Mei.
"Terima kasih, Mei. Dan demi Jashin-sama aku bersumpah akan kembali ke Kiri untuk membantu kalian," ucap Maikeru.
"Ayo Zetsu-san kita harus cepat kembali ke Konoha dan mengurung rubah itu kembali," lanjut Maikeru yang kemudian keluar dari tenda yang diikuti oleh Zetsu.
Setelah cukup jau dari kamp Rebelion Army, Maikeru kembali bertanya kepada Zetsu.
"Zetsu-san, bisa kau jelaskan semua hal yang terjadi. Karna kuyakin hal ini tidak sesimpel apa yang kau jelaskan tadi," tanya Maikeru.
[Sebenarnya hari ini Kushina melahirkan dan proses melahirkannya juga dijaga ketat seperti saat Tsunade melahirkan Naruto-sama.] [Tapi sayangnya Obito datang mengganggu dan menculik bayi dari Kushina, setelah itu Minato-sama mendapatkan kembali bayi tersebut karna itu hanya pengalih bagi Obito][Dan setelah itu Obito kembali ke tempat Kushina berada dan menculiknya lagi, namun karna Kushina memiliki segel hiraishin ditubuhnya, saat Obito keluar dari dimensinya dia langsung diserang oleh Minato-sama][Mereka bertarung beberapa saat tapi Obito bukanlah tandingan Minato-sama dan Obito memutuskan mengganti rencana penculikan Kushina dengan melepas Kyuubi dari segelnya untuk menghancurkan Konoha, berharap jika Minato-sama akan terbunuh dan Jinchuriki Kyuubi selanjutnya lemah atau dapat dimanipulasi seperti Yagura] [Dan sekarang Minato-sama sedang melawan Kyuubi bersama shinobi Konoha yang lain, sedangkan Obito melarikan diri].
"Sial, aku tak menyangka bocah itu akan bergerak secepat ini. Demi Jashin-sama setelah semua ini selesai aku tak akan menggunakan rencana lagi, akan langsung kubunuh bocah itu. Dan menyerahkan cita-cita jii-san pada Naruto," ucap Maikeru.
"Zetsu-san, berapa lama waktu yang dibutuhkan jika kau membawaku kembali ke Konoha dengan kemampuanmu menembus tanah ?" tanya Maikeru.
[Saat matahari terbit kau sudah dapat berada di medan pertempuran]
"Bagus, sekarang cepat kau bawa aku kembali ke Konoha," perintah Maikeru.
[Baik, Maikeru-sama] Dan selanjutnyaa Zetsu 'memakan' tubuh Maikeru agar dapa bersatu dengan tubuhnya dan kembali masuk kedalam tanah untuk menuju Konoha.
Tapi ditengah perjalanan Maikeru tiba-tiba bersuara, "Zetsu-san saat kami sedang sibuk melawan Kyuubi, sebaiknya kau membawa Naruto untuk bertemu Jii-san. Urusan dengan Tsunade-neechan ataupun big-bro biar aku yang menjelaskan. Dan jika Naruto ingin dilatih langsung dengan Jii-san maka biarkan saja sampai saatnya Naruto ingin kembali."
[Itu rencana yang cerdas Maikeru-sama. Tapi akan lebih baik kami membawa Naruto-sama setelah dirinya mengetahui apa yang terjadi]
"Kau benar. Karna itu sebelum kau pergi, bawa Naruto ke sekitar area pertempuran agar Naruto dapat melihat secara jelas apa yang terjadi. Dan kita tak perlu menjelaskan apa yang terjadi saat Naruto kembali dari bertemu Jii-san," ucap Maikeru.
[Kami mengerti]
-Unknown Place-
Dihutan dimana Kyuubi muncul sekarang sudah terdapat Minato yang yang berdiri diatas pucuk dari pohon. Sedangkan tak jauh dari sana terdapat pasukan shinobi Konoha berarmor lengkap yang dipimpin oleh Hiruzen, Jiraiya, dan Kakashi. Setelah terlepas dari segelnya Kyuubi mengamuk dan menghancurkan hutan yang berada disekitarnya. Saat melihat kearah mata Kyuubi, Minato menyadari sesuatu, yakni Kyuubi sedang dikontrol oleh Sharingan milik penculik tadi.
"Ughh, sial ini seperti yang terjadi saat Hashirama melawan Madara. Kyuubi yang di kontrol oleh Sharingan. Dan ini menjadi sangat buruk karna aku tak memiliki Mokuton untuk menahan rubah ini," pikir Minato.
Namun saat melihat Jiraiya datang, Minato mendapatkan sebuah ide yang dapat menahan Kyuubi sebentar saja sehingga ia dapat menyiapkan fuinjutsu untuk menyegel Kyuubi.
"Minato, kau punya rencana untuk melawan bola buu besar ini ?" tanya Jiraiya.
"Aku baru saja mendapatkannya saat ku melihat dirimu sensei," ucap Minato.
"Bukan waktunya bercanda Minato," tegur Hiruzen.
"Hmm, kau benar Hiruzen. Jadi rencananya, kalian berdua dan shinobi Konoha lain alihkan perhatian rubah itu, sedangkan aku akan mencari cara untuk naik keatas kepalanya dan setelah itu aku akan mensummon Gamabunta untuk menahannya. Setelah itu aku akan menggunakan Shiki Fūjin untuk menyegelnya," jelas Minato.
"Apa kau gila ? Jika kau menggunakan itu, kau akan mati. Biarkan aku yang melakukan penyegelan Kyuubi menggunakan Shiki Fūjin," ucap Hiruzen.
"Tidak, Hiruzen. Aku adalah Hokage Konoha saat ini dan aku akan menjadi orang pertama yang melindungi Konoha dari kehancuran," ucap Minato.
"Tapi sensei, kau akan menyegelnya didalam tubuh siapa ? Karna kuyakin tubuh Kushina-neechan tak akan lagi mampu," tanya Kakashi.
"Aku akan menyegelnya di tubuh putriku. Karna aku tak mungkin meminta keluarga lain menjadi jinchuriki jika aku tak bisa melakukannya kepada anakku sendiri. Selain itu karna aku yakin Tsunade, Shizune, Naruto, Kushina dan kalian bertiga dapat memastikan kehidupan putriku tetap bahagia walau sudah menjadi jinchuriki. Maka dari itu, Kakashi kau jelaskan ini kepada Tsunade dan bawa putriku dan Tsunade kemari agar dia dapat menyembuhkan Kushina," perintah Minato kepada muridnya.
"Keputusan gila apa lagi itu, Minato ? Kau mengorbankan dirimu dan putrimu untuk menjaga Konoha ? Aku sangat bangga mejadi senseimu," ucap Jiraiya yang mulai menitikkan air mata.
"Kau Hokage terhebat yang pernah dimiliki Konoha, Minato. Kuyakin Hashirama-sensei dan Tobirama-sensei juga bangga dengan apa yang kau lakukan. Dan akan kupastikan bahwa kehidupan putrimu tetap bahagia," ucap Hiruzen.
"Ya.. Aku juga bangga dan sangat bahagia mempunyai keluarga seperti kalian semua. Dan karna itu sekarang kita keluarkan seluruh kemampuan dan jiwa raga ini untuk mengalahkan rubah jelek itu," teriak Minato yang didengar oleh seluruh shinobi Konoha yang ada dan mereka semua langsung menjadi sangat bersemangat untuk menghadapi Kyuubi.
"Baiklah sensei, jika itu keputusanmu. Aku akan membawa Tsunade-sama dan putrimu kesini.
Namun kesenangan mereka tiba-tiba terganggu karna Kyuubi mulai membuat sebuah bola chakra berwarna hitam sangat besar di mulutnya dan kemudian melepaskannya ke arah Konoha.
"Ugh, sial! Bijuudama kearah Konoha. Kalian semua mulai serang Kyuubi dan bola hitam itu serahkan padaku," ucap Minato yang berhiraishin ke Konoha dan langsung menciptakan kekkai.
"Jikūkan Kekkai" dan terciptalah sebuah kekkai yang menahan bijuudama yang diarahkan ke Konoha itu. Dan setelah itu bijuudama tersebut terhisap dan muncul di atas sebuah gunung yang sangat jauh dari Konoha namun ledakannya tetap dapat terlihat. Setelah menciptakan kekkai itu, Minato yang cukup kelelahan kembali ke medan pertempuran.
Di medan pertempuran terlihat Jiraiya serta Hiruzen mengkomando pernyerangan dan pertahanan dengan sangat baik.
"Batalyon 1 dan 3, air! Komando Jiraiya kepada batalyon yang dipimpinnya.
"Suiton : Suijinheki" teriak seluruh shibobi di batalyon 2 dan tembok air terbentuk untuk menahan serangan semburan api yang dikeluarkan Kyuubi.
"Jiraiya, Minyak! Batalyon 2, api!" Komando Hiruzen bersamaan untuk menyerang Kyuubi dari sisi samping.
"Gamayudan" teriak Jiraiya yang kemudian menyemburkan minyak ketubuh Kyuubi.
"Katon : Gōkakyu no Jutsu"
Lalu serangan bola api besar menyerang dari sisi kanan dan kiri Kyuubi, yang mengakibatkan tubuh Kyuubi terbakar hebat. Namun, sayangnya serangan itu tidak cukup untuk melumpuhkan Kyuubi, setelah cukup lama terbakar seluruh api yang membakar Kyuubi padam karna terhisap kedalam tubuhnya.
Setelah beristirahat sejenak, Minato tidak melewatkan kesempatan yang dia butuhkan untuk menjalankan rencananya. Dan salam sekejap Minato sudah berada diatas kepala Kyuubi.
Kemudian Minato membuat beberapa handseal dan
"Kuchiyose : Yatai Kuzushi no Jutsu"
Gamabunta Sang Boss Katak Gn. Myoboku muncul langsung diatas tubuh Kyuubi, sehingga menindih tubuh Kyuubi.
"Wow, sepertinya kau sedang melawan bola bulu besar Minato," ucap Gamabunta.
"Kau benar, Gamabunta. Tolong tahan sebentar aku ingin mempersiapkan sesuatu untuk menyegelnya.
"Jangan terlalu lama! Aku tetap bukan tandingan bola bulu ini," ucap Gamabunta.
Namun sayangnya Gamabunta tetaplah bukan tandingan dari Kyuubi. Karna setelah Minato turun dari atas kepala Kyuubi, Kyuubi menyerang Gamabunta dengan ekornya yang kemudian mengikat Gamabunta dengan ekor yang lain. Setelah terikat Gamabunta dilempar oleh Kyuubi menggunakan ekornya yang lalu saat Gamabunta masih melayang Kyuubi menyemburkan api kearahnya.
"Oh, sial! Bola bulu itu sangat licik dan pintar," ucap Gamabunta yang melayang dan menyadari dirinya dapat terbakar hidup-hidup.
"Suiton : Teppōdama"
Gamabunta menyemburkan sebuah bola air besar untuk melawan semburan api Kyuubi. Karna tidak jadi terbakar Gamabunta dapat mendarat selamat tak jauh dari tempat Kyuubi.
"Hoi, Minato! Bola bulu ini sangat pintar, kau harus cepat. Jika tidak aku pun bisa mati dalam pertempuran ini," ucap Gamabunta yang menyiapkan katana untuk menyerang Kyuubi.
Pertarungan antara dua makhluk raksasa itu membuat shinobi Konoha dapat beristirahat sejenak dan menolong yang terluka. Namun entah apa yang terjadi, tiba-tiba Kyuubi mengalihkan serangannya kearah Minato yang masih menuliskan formula dari fuinjutsu yang akan digunakannya. Minato yang tidak waspada siap untuk ditusuk oleh kuku dari Kyuubi dari belakang, namun secara tiba-tiba ada sebuah kusarigama besar yang melayang dan membelokkan serangan Kyuubi sehingga Minato selamat untuk sementara. Dan selanjutnya Gamabunta kembali menyerang Kyuubi untuk menjauhkannya dari Minato.
"Yoo, big-bro! Tak kukira kau bisa seceroboh itu. Demi Jashin-sama Jika aku telat sedetik saja kau pasti sudah menjadi takoyaki," ucap Maikeru.
"Maikeru ? Kenapa kau ada disini, bagaimana dengan misimu di Kiri ?" tanya Minato yang kaget akan kedatangan adiknya.
"Kita bicarakan itu setelah membereskan bola bulu ini dan menjadikannya persembahan kepada Jashin-sama. Dan kau harus membayar pertolongan tadi," ejek Maikeru.
"Huh! Tetap saja kau bisa bercanda disaat seperti ini, tapi kedatanganmu akan sangat membantu," ucap Minato.
"Ya, aku akan membantu jika kita memiliki rencana dan cara untuk menyegel bola bulu ini. Karna demi Jashin-sama, bijuu tak dapat dibunuh jika dalam bentuk aslinya. Kau punya rencana big-bro ?" tanya Maikeru.
"Rencanaku adalah menahan Kyuubi beberapa saat sebelum aku menggunakan Shiki Fūjin untuk menyegelnya dalam tubuh putriku. Tapi sampai saat ini, tak sedetikpun kami dapat menahan Kyuubi dan Kakashi atau Tsunade belum juga datang membawa putriku," jelas Minato.
"Ha ? Demi Jashin-sama, sejak kapan kau memiliki putri ? Apakah Nee-chan sudah melahirkan lagi saat aku pergi dalam misi ?" tanya Maikeru.
"Putriku berasal dari Kushina. Penjelasan akan hal itu nanti saja setelah ini selesai, dan jika aku tak selamat kau tanyakan langsung kepada nee-chanmu," ucap Minato.
"Demi Jashin-sama tak akan kubiarkan kau mati agar kau sendiri yang menjelaskannya padaku. Dan untuk menahan bola bulu ini, akan kugunakan Shisekiyōjin," ucap Maikeru.
"Shisekiyōjin ? Itu tak mungkin, kita tak memiliki empat shinobi yang memiliki chakra setingkat Kage," ucap Minato.
"Ya, kalau seperti itu kita tunggu sampai Kakashi atau Nee-chan datang. Setelah mereka datang, kita akan langsung melakukannya. Dan sekarang kau perintahkan seluruh shinobi Konoha untuk mundur dan mengobati yang terluka, biar aku, Ero-sensei, Hiruzen-oji, Gamabunta dan summonku yang menahan bola bulu itu. Sedangkan kau big-bro, pastikan fuinjutsu yang kau maksud siap saat bola bulu itu terkurung dan putrimu datang," pinta Maikeru.
"Kau gila ? Melawan Kyuubi dengan orang sesedikit itu, itu sama saja bunuh diri," ucap Minato.
"Sudahlah big-bro lakukan saja, sebelum lebih banyak korban. Dan aku tak akan mati, Jashin-sama telah memberikan seluruh keabadiannya agar aku bisa bertarung dengan bola bulu itu," ucap Maikeru dengan penuh keyakinan.
"Kau benar, tidak boleh ada korban lagi. Kupercayakan Kyuubi kepada kalian berempat," ucap Minato yang kemudian bangkit dan berteriak "Semua shinobi Konoha terhebat yang berjuang ditempat ini. Bukannya aku tidak menghargai perjuangan kalian sejak tadi, tapi aku tidak ingin ada lebih banya korban lagi. Maka dari itu kuperintahkan kalian semua mundur dan kembali ke Konoha untuk merawat teman-teman kita yang terluka. Ini adalah perintah, dan dilarang membantah," ucap Minato dengan sangat tegas dengan seluruh kharismanya yang membuat seluruh bawahannya mematuhi perintah tersebut dan mundur ke Konoha.
"Yoo, Demi Jashin-sama kau Katak yang sangat besar. Kau dapat melawan bola bulu itu berapa lama lagi ?" tanya Maikeru yang sekarang sudah berada diatas kepala Gamabunta.
"Hei, sejak kapan kau berada diatas kepalaku bocah. Dan siapa dirimu ? Kau terlihat sedikit familiar," Gamabunta balik bertanya.
"Huh, ditanya malah balik bertanya. Demi Jashin-sama itu tidak sopan. Aku adik dari orang yang mensummonmu ke tempat ini, dan karna itu aku terlihat familiar. Lalu aku ada diatas kepalamu sejak saat kubertanya padamu. Jadi, sekarang kau jawab pertanyaanku," pinta Maikeru.
"Ternyata kau adik dari Minato tapi kelakuanmu sangat berbeda darinya. Paling lama aku bisa melawan bola bulu ini sekitar 1 jam. Ada yang bisa kau bantu, bocah ?" tanya Gamabunta.
"Huh, demi jashin-sama aku bukan bocah. Jika aku mengeluarkan summon lain yang sebesar dirimu apakah cukup membantu ?" tanya Maikeru.
"Akan membantu jika hewan yang kau summon cukup pintar dan kuat," jawab Gamabunta.
"Tenang, kau tak akan kecewa," ucap Maikeru dan melompat sambil membuat handseal diudara.
"Kuchiyose no Jutsu" teriak Maikeru dan dirinya langsung berada diatas hewan berbentuk Mammoth yang ukurannya hampir dua kali dari besar tubuh Gamabunta.
"Yoo, Zō-san maaf tiba-tiba memanggilmu. Tapi aku butuh bantuanmu," ucap Maikeru.
"Bantuan ? Tak biasanya kau membutuhkan bantuan, apa yang sedang kau lawan Maikeru ?" tanya Mammoth yang bernama Zō itu.
"Lihat saja apa yang ada didepan dan sekitarmu !" jawab Maikeru. Dan setelah Zō melihat sekitarnya dia mendapati Kyuubi dan Gamabunta serta tiga orang shinobi lain.
"Oww... Seekor bijuu sedang mengamuk dan seorang Gamabunta Boss dari summon Katak. Kutebak kau memintaku membantu Gamabunta untuk melawan Kyuubi, benar begitu ?" tanya Zō.
"Ya, tepat sekali. Demi Jashin-sama kau hewan summoning yang sangat cerdas. Bisa kau lakukan itu ? Hanya sebentar saja sampai big-bro ku selesai mempersiapkan segala sesuatu untuk menyegel bola bulu itu," ucap Maikeru.
"Hanya sebentar ? Cukup lama pun tak apa, sudah lama aku tak bertarung dengan bijuu," ucap Zō.
"Jangan terlalu percaya diri, Zō. Yang kita lawan ini bijuu terkuat bodoh. Walau kau salah satu dari tiga hewan summoning terkuat yang pernah ada, tapi tetap saja jika bukan tetua dari summonmu, Kyuubi tak mungkin dapat dikalahkan," ucap Gamabunta untuk mengingatkan Zō yang sepertinya cukup dikenal Gamabunta.
"Hei, Bunta. Lama tak bertemu, ku hargai nasehatmu. Tapi jika kita berdua melawannya mungkin esok hari kita baru akan kalah," ucap Zō.
"Itu akan terjadi jika kita muncul bersama, bodoh. Aku sudah bertarung dengannya sejak 3 jam yang lalu dan saat ini chakraku menipis. Jadi jika aku harus pulang lebih dulu, sisanya kuserahkan padamu Zō," ucap Gamabunta yang kemudian memulai serangan bersama Zō.
"Hyōton : Hyōrō no Jutsu"
dan kemudian salah satu kaki dari Kyuubi berhenti bergerak karna dibekukan oleh jutsu es yang di gunakan Zō. Dan selanjutnya Gamabunta memotong kaki tersebut dengan katananya. Sehingga Kyuubi terjatuh karena kehilangan salah satu kakinya. Dan Zō kembali mengeluarkan jurusnya,
"Hyōton : Hissatsu Hyōsō" yang kemudian muncul tombak-tombak es dari bawah tubuh Kyuubi dan menusuk Kyubi dan menahannya untuk bergerak.
"Suiton : Teppōdama" Gamabunta menembakan bola air yang kemudian membasahi seluruh tubuh Kyuubi, selanjutnya Zō kembali bersiap dengan jutsunya.
"Hyōton : Kokuryū Bōfūsetsu" Zō menembakan sebuah tornado es yang berbentuk naga hitam yang kemudian membekukan Kyuubi karna tubuhnya sudah basah karna tembakan air Gamabunta.
"Kau lihat Bunta. Bola bulu itu tidak cukup pintar untuk melawan kita, dan sekarang dia menjadi hasil karya kehebatan kita berdua," ucap Zō dengan nada bangga.
"Jangan terlalu senang Zō. Bola bulu ini belum kita kalahkan dan jika tidak cepat disegel dia akan kembali dan mengamuk lebih parah dari sebelumnya. Jika itu terjadi kita akan tamat," ucap Gamabunta untuk mengingatkan Zō.
"Ughh! Daridulu kau tak berubah Bunta, terlalu serius," ucap Zō.
"Hei, apakah hanya aku yang baru tahu jika kalian berdua itu partner yang hebat ?" tanya Maikeru pada tiga manusia lain yang ada ditempat itu.
"Tidak! Kami bahkan baru mengetahui ada hewan summoning berbentuk Mammoth dan yang lebih mengejutkan mereka dapat bekerja sama sangat baik dengan para Katak," ucap Jiraiya yang dibalas anggukan dari Minato dan Hiruzen.
"Hahaha, jelas kalian tak mengetahuinya. Karna hanya dua manusia yang pernah menandatangani kontrak dengan kami para Mammoth. Orang kedua itu Maikeru dan orang yang pertama aku lupa siapa namanya karna saat itu aku masih sangat kecil dan itu sekitar 10 abad yang lalu," ucap Zō.
"Sepuluh abad ? Maksudmu pada zaman Rikudō Sennin masih hidup ?" tanya Hiruzen.
"Huh ? Rikudō Sennin ? Siapa dia ? Aku tak pernah mendengar nama itu," ucap Zō. Dan orang lain yang ada disitu sweatdrop akan perkataan Zō.
"Hal itu tidak penting sekarang. Minato apakah semua sudah siap ?" tanya Gamabunta.
"Sudah. Hanya tinggal menunggu kedatangan putriku," ucap Minato.
Dan beberapa saat kemudian Kakashi datang bersama Tsunade yang membawa putrinya.
"Kenapa kalian lama sekali ?" tanya Minato. Yang langsung mendapatkan pukulan dari Tsunade.
"Dasar orang tua bodoh. Ibu mana yang akan membiarkan putrinya menjadi jinchuriki ? Dan yang menjadikan putrinya jinchuriki adalah ayah kandungnya sendiri ? Walau aku bukan ibu kandungnya tapi kuyakin Kushina juga tak akan mudah untuk merelakan putrinya untuk menjadi jinchuriki," ucap Tsunade.
"Taaapii—" ucapan Minato terputus.
"Tak perlu ada yang perlu dijelaskan lagi, Kakashi sudah menjelaskan semua, sekarang cepat segel rubah sialan itu dan aku akan merawat Kushina," ucap Tsunade sambil menyerahkan bayi yang ada dipelukannya kepada Minato dan selanjutnya Tsunade pergi kearah Kushina yang masih pingsan.
Setelah itu Minato memulai ritual fuinjutsunya.
"Fuinjutsu : Shiki Fūjin" dan munculah sosok astral dewa kematian dibelakang tubuh Minato yang kemudian sosok tersebut memanjangkan tangannya untuk menarik Yin chakra dari Kyuubi namun sayangnya sebelum proses penyegelan selesai Kyuubi dapat kembali dari keadaan bekunya dan langsung menyiapkan bijuudama yang diarahkan kepada Minato dan putrinya. Ditempat Kushina, Tsunade dapat menyembuhkan Kushina dan mengembalikan kesadarannya. Saat Kushina sadar dirinya melihat Kyuubi telah siap untuk melepaskan bijuudama kearah Minato dan putrinya, karena tak ingin melihat orang yang dicintai mati Kushina langsung mengeluarkan rantai chakra dari punggungnya yang mengikat kepala dan mulut dari kyuubi agar berhenti membuat bijuudama. Melihat rantai chakra yang tiba-tiba mengikat Kyuubi, Maikeru langsung teringat akan rencananya. Kemudian dia melemparkan tiga buah chakra rod kepada Hiruzen, Jiraiya, dan Kakashi.
"Untuk apa ini ?" tanya Jiraiya.
"Kita akan menggunakan Shisekiyōjin sebelum bijuudama itu meledak, jadi sekarang kalian berpencar ke 4 arah," pinta Maikeru.
"Tapi aku tak dapat melakukannya," ucap Kakashi.
"Cukup alirkan chakramu kepada tongkat itu setelah kau tancapkan ketanah dan tahan sampai Bijuudama itu selesai meledak, dan aku yang akan melakukan sisanya," ucap Maikeru.
Kemudian, keempat orang tersebut menyebar keempat arah yang mengelilingi Kyuubi. Dan
"Shisekiyōjin" teriak Maikeru. Yang kemudian muncul sebuah kekkai berbentuk segiempat berwarna merah yang mengelilingi Kyuubi dan secara bersamaan memutus rantai chakra dari Kushina sehingga bijuudama yang disiapkan Kyuubi langsung terlepas namun terbakar oleh kekkai itu saat menyentuhnya. Setelah bijuudama itu habis terbakar, kekkai tersebut juga lenyap karna Kakashi sudah kehabisan chakra dan pingsan. Dan setelah itu rantai chakra milik Kushina kembali mengikat Kyuubi.
"Hakke no Fūin Shiki" ucap Minato dan kemudian chakra yang Kyuubi yang masih tersisa mulai terhisap masuk kedalam tubuh putri dari Minato dan Kushina.
Merasakan kekkai yang memenjarakannya lenyap dengan susah payah Kyuubi langsung menggunakan kuku besarnya untuk menyerang bayi yang mulai menyerap chakra Yang miliknya. Minato yang masih menjalani proses penyegelan chakra Yin Kyuubi tak dapat bergerak untuk menolong putrinya namun beruntung Maikeru datang tepat waktu dan kuku itu menusuk tubuh dari Maikeru. Dan semua orang yang berada disitu sangat kaget atas apa yang dilakukan Maikeru.
"Apa yang kau lakukan Maikeru ?" tanya Minato.
"Hei, demin Jashin-sama tak perlu khawatir big-bro. Aku ini abadi, tusukan ini tak akan membunuhku. Paling hanya akan membuatku tak sadarkan diri beberapa hari," ucap Maikeru.
"Tapi, tak perlu sampai seperti itu ?" ucap Minato.
"Jika tidak seperti ini, maka putrimu akan mati atau orang lain yang akan mati untuk menolongya. Jika aku ? Jashin-sama tak akan membiarkanku mati, jadi tenang saja. Selain itu, bayi ini adalah putri dari Kushina dan kau tahu ? Aku sangat mencintai Kushina. Aku juga senang jika ternyata yang dipilih Kushina adalah big-broku sendiri bukan orang lain. Dan aku tak akan membiarkan keluargaku mati didepan mataku. Jadi sekarang big-bro selesaikan semua penyegelan ini agar semua ini cepat berakhir," ucap Maikeru.
Dan seperti yang diharapkan Maikeru beberapa menit kemudian, seluruh penyegelan berakhir. Dimana chakra Yin Kyuubi tersegel bersama roh Minato didalam perut dewa kematian sedangkan chakra Yang Kyuubi tersegel dalam tubuh putri dari Minato dan Kushina. Hal yang sangat tidak disangka oleh Maikeru adalah akhir dari segel tersebut mengakibatkan big-bronya wafat dan rohnya tersegel dari perut dewa kematian.
"Hei, big-bro ? Kenapa kau ikut pergi ? Hei, demi Jashin-sama, masih banyak hal yang harus kau jelaskan dan ajarkan padaku," tangis Maikeru sambil memeluk tubuh big-bronya yang sudah tak bernyawa. Sedangkan, setelah Kyuubi dapat tersegel Kushina kembali pingsang karna kehabisan chakra dan Tsunade membawanya untuk menemui yang lain.
Melihat sebuah peristiwa yang sangat menyentuh hati antara dua orang kakak adik itu membuat semua orang yang ada disitu mulai meneteskan air mata bahkan dua bos hewan summon pun menangis. Dan bumi pun hujan sangat deras yang menunjukan bahwa bumi juga sedih akan kejadian ini.
"Kau memiliki seorang summoner yang hebat, Bunta bahkan bumi pun menangisi kepergiannya," ucap Zō.
"Maikeru juga sangat hebat, Zō. Kau lihat betapa sayangnya dirinya kepada nii-sannya dan saat dia menolong putri dari Minato ? Hanya sedikit manusia yang dapat melakukan hal tersebut setelah mengetahui segala kebenaran yang terjadi," ucap Gamabunta.
"Kuyakin setelah ini Maikeru akan menjadi orang yang membawa kedamaian seperti Nii-sannya. Dan aku akan sangat senang jika dapat membantunya dan bertarung bersamamu lagi, Zō," lanjut Gamabunta.
"Akan kunantikan saat-saat itu, Bunta. Dan sepertinya kita harus pergi, biarkan mereka menyelesaikan sisanya," ucapa Zō yang kemudian menghilang.
"Ya, kau benar Zō. Aku juga sangat lelah," dan Gamabunta pun ikut menghilang kembali ke Gn. Myoboku.
Setelah itu, Maikeru membawa mayat dari Minato untuk kembali ke Konoha agar dapat dimakamkan dan seluruh warga Konoha dapat memberikan penghormatan terakhir. Sedangkan Tsunade menggendong Kushina, untuk segera dirawat di rumah sakit dan putri dari Minato digendong Jiraiya. Disisi lain pertempuran, terlihat seorang anak berusia lima tahun yang sedang menangis karna melihat kejadian tersebut. Dan matanya yang biasanya berwarna sapphire indah kini berganti dengan warna merah dengan dua buah tomoe pada tiap bola matanya. Sedangkan dibelakangnya adalah seorang makhluk aneh bernama Zetsu.
"Zetsu-san apakah Jii-san sangat kuat ? Dan dapat melatihku menjadi ninja yang hebat agar aku bisa melindungi orang-orang yang kusayang seperti Tou-chan dan Maikeru-oji ?" tanya Naruto.
[Kedua Jii-san mu adalah shinobi terkuat yang pernah ada. Dan kupastikan, Naruto-sama akan menjadi shinobi yang sangat kuat dan mampu melindungi orang-orang yang Naruto-sama sayangi saat Naruto-sama selesai berlatih dengannya]
"Jika memang begitu, aku akan berlatih dengan Jii-san sampai aku bisa mencapai tahap dari apa yang Jii-san miliki," ucap Naruto.
Dan Naruto pun 'dimakan' oleh Zetsu yang kemudian Zetsu masuk kedalam tanah untuk menuju markas dari Madara.
-Konoha-
Sesaat setelah kembalinya semua orang terakhir yang melawan Kyuubi, suasana Konoha langsung berubah menjadi lautan kesedihan. Karna hokage yang sangat mereka sayangi gugur dalam pertempuran tersebut. Sesampainya di Konoha, Tsunade langsung membawa Kushina ke rumah sakit yang disana terdapat banyak shinobi yang terluka karna pertempuran tadi sehingga seluruh medis disana sangat kerepotan, tapi beruntung Shizune putrinya dapat dengan baik mengatur keadaan rumah sakit itu agar kembali bekerja dengan baik. Dirumah sakit, Tsunade merawat Kushina dalam sebuah ruangan khusus yang sangat rahasia dan hanya dibantu oleh putrinya.
"Kaa-chaan! Apa yang terjadi dengan Kushina-Kaa-san tadi, hingga chakra habis dan aliran chakranya rusak ?" tanya Shizune kepada Kaa-sannya.
"Kyuubi terlepas dari segelnya secara paksa dan Kushina menggunakan rantai chakranya untuk membantu Tou-sanmu dan Maikeru dalam menyegel Kyuubi dalam tubuh adik perempuanmu," jelas Tsunade.
"Ugh! Pantas saja," ucap Shizune terakhir kali sebelum melanjutkan proses penyembuhan Kushina bersama Kaa-channya.
Esok hari, Kushina telah bangun dari pingsannya tapi sayang seluruh tubuhnya lumpuh karena kerusakan aliran chakra yang dialaminya terlalu parah. Setelah itu, Tsunade dan Shizune yang tidur didekatnya karna kelelahan terbangun. Dan Tsunade menanyakan keadaan Kushina.
"Kau sudah bangun Kushina ? Apa yang saat ini kau rasakan ?" tanya Tsunade.
"Entahlah! Aku tak merasakan apapun, dan seluruh tubuhku kecuali kepala tak dapat digerakan," ucap Kushina.
"Huh, seperti yang kuduga. Kerusakan aliran chakramu sangat parah dan tidak mungkin disembuhkan dalam satu malam," ucap Tsunade.
"Memangnya seberapa parah kerusakan aliran chakraku ? Dan kapan aku dapat kembali bergerak lagi ?" tanya Kushina.
" Jika kau bilang hanya bagian kepalamu saja yang masih dapat bergerak, maka kerusakan aliran chakramu sudah mencapai 90-95% tapi aku tak dapat memastikanya jika tak menggunakan alat. Dan berapa lama lagi kau akan bergerak ? Itu semua tergantung dari semangat hidupmu dan kemampuan tubuhmu dalam menyembuhkan diri," ucap Tsunade.
"Berarti sampai aku dapat bergerak aku tak dapat mengurus bayiku ? Dan sekarang dimana bayiku, aku belum memberikan Nama kepadanya," ucap Kushina.
"Bisa diasumsikan seperti itu. Tapi tenang saja, aku dan Shizu akan merawatnya sampai kau bisa bergerak," ucap Tsunade.
"Dan Shizune, tolong bawa adikmu kesini untuk bertemu dengan ibunya pertama kali," pinta Tsunade pade putri tertuanya.
"Terima Kasih, Tsunade. Aku kembali merepotkanmu," ucap Kushina.
"Tenang saja, bagaimana pun putrimu berasal dari Minato. Dan walau aku tak mencintainya tapi dia tetap suamiku. Jadi putrimu juga merupakan putriku," ucap Tsunade.
Setelah menunggu beberapa menit, Shizune kembali keruangan tersebut sambil menggendong adiknya.
"Kushina-Kaa-san, kuperlihatkan adikku yang sangat cantik ini kepadamu," ucap Shizune yang kemudian meletakkan bayi itu di samping tubuh Kushina.
"Jadi, apa nama yang telah kau pilih, Kushina ?" tanya Tsunade.
"Aku akan menamainya Uzumaki Mito, sama seperti nama Mito-baasan. Agar suatu saat nanti anakku dapat menjadi seorang wanita yang sehebat Mito-baasan. Bagaimana menurutmu ?" tanya Kushina.
"Aku setuju. Itu namanya yang cocok untuknya dan kuyakin Mito-baasan akan sangat senang jika mengetahuinya," ucap Tsunade.
Dan tiba-tiba Mito menangis, dan Tsunade yang melihat hal tersebut langsung meletakkan Mito diatas tubuh Kushina setelah diam beberapa saat Mito kembali menangis dan insting seorang ibu milik Tsunade bekerja sehingga dengan tanggap ia meyusui Mito. Kushina yang melihat hal tersebut merasa iri, karna seharusnya Mito mendapatkan ASI dari dirinya bukan Tsunade. Tsunade yang memahami apa yang dirasakan Kushina pun berbicara, "Aku paham akan apa yang kau rasakan, kau pasti ingin menyusui Mito kan ? Tapi maaf, aku tak ingin mengambil peranmu sebagai ibu kandung Mito. Tapi aku juga tak dapat membiarkan Mito terus menangis apalagi sampai dia tumbuh tanpa merasakan ASI. Maka jika kau ingin cepat merawat Mito sendiri, kau harus cepat sembuh. Dan aku serta Shizune akan dengan sepenuh hati membantumu," ucap Tsunade. Setelah itu Kushina pun kembali tersenyum.
Siang harinya Tsunade sudah bersiap untuk mengikuti upacara pemakaman Minato, tapi sebelum berangkat Tsunade pulang ke Senju Compound untuk melihat Naruto yang selama hampir dua hari tak dilihatnya. Namun, naas bagi Tsunade saat dirinya sampai dirumah dia mendapati Naruto tak berada dimanapun. Hal ini sangat memukul hati Tsunade karna dalam dua hari dia kembali kehilangan orang-orang yang disayanginya.
"SIAPA YANG BERANI MUNCULIK NARU-CHAN ? AKAN KUCABUT NYAWA SEKARANG JUGA," teriak Tsunade yang mulai hilang kendali dan bersiap membunuh siapapun yang menghalanginya.
Shizune yang masih berada dirumah sakit, tiba-tiba merasakan hal yang tidak enak terjadi kepada Kaa-channya sehingga ia memutuskan untuk menuju Senju Compound untuk mengetahui keadaan. Sesampainya di Senju Compound, Shizune langsung merasakan sebuah KI yang sangat kuat dari rumah yang ditinggali olehnya dankeluarganya. Setelah memasukki rumah tersebut, Shizune mendapati Kaa-channya sedang mengamuk dan menghancurkan tembok yang berada didalam rumah itu. Dan saat Tsunade ingi keluar, Shizune hanya terdiam di depan pintu untuk menahan kepergian Tsunade.
"Apa yang kau lakukan Shizu ? Kau ingin menghalangiku mencari orang yang menculik Naru-chan ?" tanya tiba-tiba
"PLAAAAK" terdengar suara tamparan yang sangat keras.
"Shizune, apa yang kau lakukan ?" tanya Tsunade yang semakin marah. Tapi dia tak menyangka karna selanjutnya Shizune memeluknya dan mulai berucap dalam tangisnya.
"M-m-maafkan aku Kaa-chan. Sesungguhnya aku tak ingin melakukannya, tapi tak ada cara lain. Tak bisa kah Kaa-chan tenang, dan berpikir dengan kepala dingin sebentar saja ? Kuyakin tak ada yang menculik Naruto, dan jika Kaa-chan tenang, kita bisa menemukan sesuatu yang menjadi petunjuk kepergian Naruto. Karena jika kubiarkan lebih lama lagi, maka Kaa-chan akan kembali jatuh dalam lubang yang sama. Tak ingatkah Kaa-chan bahwa yang merasakan sakit ini bukan hanya Kaa-chan ? Tapi aku juga merasakannya. Dan bagaimana perasaan Kushina-kaa-san jika mengetahuinya ? Dia juga pasti akan merasakan sakit tersebut, dan yang paling merasakan imbas dari hal ini adalah Mito ? Bagaimana kehidupan Mito, jika ibu kandungnya dalam keadaan lumpuh fisik dan ibunya yang lain jatuh dalam sakit hati yang sama ? Mito akan tumbuh menjadi anak perempuan yang yatim piatu dan akan lebih parah jika warga Konoha yang tak mengetahui apa itu jinchuriki menganggapnya sebagai keturunan iblis. Apa ini yang Kaa-chan mau ? Rasa sakit yang Kaa-chan rasakan berakibat buruk bagi yang lain, utamanya seorang bayi yang sebelumnya Kaa-chan katakan sendiri akan merawatnya seperti anak sendiri ? Karena jika itu yang Kaa-chan inginkan, Kaa-chan bebas pergi. Tapi aku akan tetap berada di Konoha untuk merawat Mito dan Kushina-kaa-san."
Kata-kata dari Shizune bagaikan petir yang menyembar tepat dikepala Tsunade, karena hilangnya Naruto dirinya sampai kehilangan kendali dan melupakan segalanya. Setelah beberapa saat terdiam, Tsunade kembali tenang.
"Shizu-chan, terima kasih telah menyadarkan Kaa-chan. Kaa-chan hampir saja melupakan semuanya dan menghancurkan hidup orang lain. Maaf!" ucap Tsunade.
"Tak apa Kaa-chan, sudah menjadi tugasku sebagai putri tertua keluarga ini, untuk mengingatkan orang tuanya untuk kembali ke jalannya," ucap Shizune.
"Kau tahu, sekarang Kaa-chan sangat yakin dengan kata-kata Tou-sanmu bahwa kau dapat melampaui Kaa-chan dan membawa perubahan bagi dunia ini," ucapa Tsunade.
"Huh, Minato kenapa kau bisa menyadari hal itu dengan sangat mudah ? Aku yang sudah bertahun-tahun bersama Shizune, kenapa baru bisa menyadarinya sekarang ?" pikir Tsunade.
"Itu tak penting Kaa-chan, sekarang sebaiknya kita mencari petunjuk akan kepergian Naruto, dengan hati-hati dan kemudian kita ke upacara pemakaman Tou-san," ucap Shizune.
Yang selanjutnya, Tsunade dan Shizune menemukan sebuah surat yang ditulis oleh Naruto yang mengatakan bahwa Naruto akan pergi untuk menemui Jii-san dan berlatih dalam bimbingannyanya. Dan juga surat ini mengatakan untuk menanyakan hal detil lainnya kepada Maikeru. Setelah membaca surat tersebut, Tsunade merasa sedikit tenang dan juga penasaran dengan Jii-san yang dimaksud oleh Naruto. Tapi itu harus disimpan dahulu sampai saat dirinya dapat berbicara dengan Maikeru.
Setelah menemukan surat itu, Tsunade menyimpannya dan kembali ke rumah sakit untukmenjemput Kushina dan Mito untuk diajak mengikuti upacara pemakaman suami dan Tou-san mereka. Dan upacara pemakaman Minato, diiringi oleh tangisan warga Konoha dan juga bumi.
-TBC-
Character Stats
Nama : Namikaze Maikeru
Umur : 30
Affiliasi : Jashin Sect/Konohagakure
Penampilan : Wajah tampan seperti Minato, rambut spike panjang berwarna raven, pakaian ANBU Konoha kecuali disaat tertentu.
Taijutsu/Bukijutsu : S
Ninjutsu : S
Genjutsu : B
Intelligence : S
Strength & Stamina : S
Speed : B
Weapon/Tools : Kusarigama, Tanto, Retractable Spear
Nature Type : Fūton, Katon.
Kinjutsu :
1. Jujutsu : Shiji Hyōketsu
2. Hachimon
Classification : S-rank
Unique Traits : Immortal
Terima kasih untuk para pembaca dan yang mereview... Hehehehehe... Sangat membantu sekali. Kali ini urang gabungin dua chapter, karna klo dipecah bakal terasa gantung... hahahahahahahaha *padahal karna ga punya waktu upload
Dan sekali lagi selamat membaca dan mohon reviewnya lagi!
