Wu's Family: Complicated

By: Adella Ryou

.

Disclaimer to all the cast in this fic and their God, but this fic belong to me.

Rate: M

Genre: Hurt/Comfort, Drama

Chapter: Dunno lol

Main cast: Kris, Tao, Sehun, Chanyeol

Pair: KrisTao, HunTao, KrisYeol

Warning: It contains sex. For children under 18, please exit and for you who hate gay, EXIT NOW!

Summary: "Membangun hubungan itu sulit, tapi apa kau tahu yang lebih sulit?" | "Apa itu?" | "Yaitu, mempertahankan hubungan yang telah dibangun" | Ketika keluarga Wu mengalami krisis yang paling besar. Mampukah Kris mempertahankan keluarganya itu? Ataukah dia harus merelakannya?

Don't like, don't read, don't flame, ok? And for you who read it, REVIEW KAY?

Enjoy reading!

.

.

Before you all read it, I want to warn you. In this chap there's sex scene and kinda sadistic. So if you don't like it and still underage, please exit now. DAN YG LAGI PUASA BACANYA PAS UDH BUKA YAA :*

Chapter 3: It's 'cause your fault.

Setelah mengantar Xiumin ke TK, Tao terlihat sibuk merapikan rumah untuk menyambut sang suami yang hari ini akan pulang dari rumah sakit. Manajer Kris memberitahu bahwa betis kanan Kris robek sekitar 5cm karena tertusuk karang, selain itu tidak ada luka serius lain. Manajer Kris jugalah yang memberitahu Tao kalau Kris akan pulang hari ini dan akan mengambil istirahat selama 3 hari dirumah.

Tidak lama, terdengar suara bel rumahnya. Tao pun langsung melesat ke pintu untuk menyambut sang suami. Pintu dibuka dan ternyata bukan Kris yang datang melainkan manajernya.

"Aku kira Kris gege, taunya Siwon hyung yang datang," ucap Tao, raut kecewa tampak jelas diwajahnya.

"Aku memang bersama Kris, tapi dia masih di mobil. Dia akan keluar sebentar lagi," Siwon menunjuk sebuah mobil hitam yang terparkir didepan halaman rumah KrisTao. "Tao-ie, kenapa kau tidak menjenguk Kris selama 2 hari dia dirumah sakit? Chanyeol sudah menghubungimu kan?"

Tao menggigit bibir bawahnya. Padahal dia sudah menjenguk Kris dihari pertama Kris dirumah sakit, namun sialnya Chanyeol tidak memperbolehkannya masuk. "Aku sudah kesana, tapi hanya sebentar. Aku tidak bisa meninggalkan Xiu dirumah sendiri. Lagipula sudah ada Chanyeol yang menjaganya."

"Kalau begitu kenapa tidak ajak Xiu sekalian kesana?"

"Aku tidak mau Xiu khawatir."

Siwon menghela nafas lelah, "Tao, hari kelima saat syuting di Pulau Jeju, mendadak Kris bilang bahwa kau sakit dan ingin segera pulang. Kemudian dia cedera karena gegabah. Setelah sampai dirumah sakit, tiba-tiba Chanyeol meminta nomormu padaku entah karena alasan apa. Lalu aku menghubungimu untuk memberitahu kondisi Kris sehari setelahnya dan sekarang saat aku kesini ternyata kau sehat. Apa yang sebenarnya terjadi? Kris berbohong kalau kau sakit karena dia rindu padamu dan ingin cepat pulang?"

Tao terhenyak mendengar penjelasan detail namja didepannya ini. Masalahnya dirinya juga tidak tahu apa-apa soal Kris karena memang hubungan mereka sedang tidak baik dan Kris sama sekali tidak menghubunginya semenjak kepergiannya. "Hyung, saat gege pergi kami sedang bertengkar dan setelah itu kami tidak saling menghubungi."

Siwon menatap Tao seakan-akan sudah menduganya, "Tao, setelah Kris siuman, dia jadi … berbeda. Seperti sedang … menahan emosi? Entahlah. Tadinya kupikir kau tahu sesuatu, tapi ternyata tidak. Mungkin Kris masih marah karena pertengkaran kalian?" tebak Siwon, namun masing-masing dari mereka sama-sama tidak yakin kalau itu adalah alasannya. "Memang kalian bertengkar karena apa sih?"

"Gege memergokiku berciuman dengan Sehun—"

"MWO!? Apa kau gila, eoh!?" seru Siwon memotong perkataan Tao. Dirinya terkejut bukan main.

"Hyung aku belum selesai!" gerutu Tao, dia mengerucutkan bibirnya sebal. "Itu hanya kesalahpahaman. Sehun yang tiba-tiba menciumku saat aku sedang mengunjungi gege yang sedang kerja untuk mengantar bekal. Setelah itu dia tidak berbicara padaku dan melarangku untuk menghubunginya selama syuting."

Siwon mengangguk mengerti. Pasangan yang sudah menikah selama 7 tahun ini memang kadang ada saja masalahnya. Karena sifat keduanya yang sama-sama unik, yang satu pervert dan yang satunya polos. "Tao, kalian ini pasangan masih muda, masih sering terbawa emosi. Pertahankan keluargamu. Kau tahu kan bagaimana sifat Kris jika dia cemburu? Cobalah mengerti dia, jangan buat dia kesal."

Siwon sendiri sudah tahu hubungan asli Kris dan Tao yang sudah bersuami-istri karena dia adalah sahabat sekaligus manajer Kris. Siwon juga dapat diandalkan dan sangat mengerti pasangan ini jika sedang dilanda masalah.

"Hyung, terimakasih sudah mengantar," suara Kris membuat masing-masing Tao maupun Siwon melompat kaget. Mereka sama-sama melihat Kris canggung dan berharap Kris tidak mendengar obrolan mereka.

"Ne, jaga dirimu baik-baik, ok? Kakimu belum sembuh benar," setelah Kris mengangguk, Siwon pun berpamitan pada keduanya dan pergi dengan mobilnya.

Tao membiarkan Kris masuk dan menutup pintu. Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu. "Gege, istirahat ne?"

Kris tidak menggubris perkataan Tao, sebaliknya dia menatap Tao tajam. "Selama aku pergi, kemana saja kau?"

Tao yang tidak menyangka Kris akan balik bertanya padanya pun gelagapan. Apa yang harus dia jawab? Apa Tao harus jujur bahwa belakangan ini dia bersama Sehun? Tapi itu bukan jawaban terbaik karena dia tahu Kris pasti masih marah dari ekspresi wajahnya, berbohong juga bukan pilihan yang tepat.

"Kenapa diam? Kau tidak tuli kan?" tanya Kris, volume suaranya meninggi. Tao menunduk, takut untuk melihat mata Kris.

"Aku … pergi bersama Sehun. Tapi aku tidak seling—"

Brak!

Kris memukul meja yang ada didepannya, jantung Tao mencelos seketika. "Kau lupa aku sudah bilang jangan main dibelakangku!?"

"A-aku tidak main dibelakang gege! Kami hanya pergi hang out sebagai teman!"

Kris melempar sebuah majalah keatas meja. Mata Tao membelalak melihat judul majalah tersebut.

Young&Wild.

"B-bagaimana—"

"Bisa kau jelaskan ini, Zitao?"

Tao menelan salivanya, jika Kris sudah seperti ini, dia tak punya pilihan lain. "I-itu … Sehun minta tolong padaku untuk menggantikan partner pemotretannya yang sedang bentrok syuting. Aku tidak tahu bahwa pemotretannya untuk majalah gay dewasa." tanganTao bergetar, takut akan reaksi Kris selanjutnya.

Kris membuka halaman majalah tersebut dan diperlihatkannya pada Tao adegan saat Sehun menjilat nipple Tao. "Apa ini namanya bukan main dibelakang?"

Tao tidak langsung menjawab, dirinya terdiam sejenak. Dia tahu dirinya salah karena tidak bertanya lebih jauh pada Sehun soal pemotretan ini, tapi ini juga bisa dibilang bukan sepenuhnya kesalahan Tao karena Tao adalah korban disini. "Aku sudah bilang aku tidak tahu kalau ini adalah pemotretan majalah gay dewasa."

"Lalu kau tidak menolak?" tanya Kris. Entah mengapa Tao merasa bahwa nada suara Kris jadi lebih dingin seperti bukan Kris yang ia kenal.

"S-sudah, tapi …," Tao tidak melanjutkan ucapannya, membuat Kris mecengkeram pergelangan tangannya keras, Tao terlonjak. "G-gege sakiitt."

"Tapi apa?" desak Kris. Percuma Tao meronta-ronta minta dilepaskan karena Kris tidak akan mengabulkan permintaannya.

"M-mereka tidak mengizinkanku karena tidak ada model lain dan waktunya sudah terdesak—"

Kris menarik paksa Tao kekamar, membanting pintu dibelakangnya, dan melempar Tao keatas ranjang. Kris menghimpit Tao yang telentang diatas kasur dengan tubuhnya, "Kau juga tidak mengunjungiku ke rumah sakit. Apa sebegitu pentingnya Oh Sehun dariku?"

"A-ani, aku sudah kesana …. Tapi Park Chanyeol …," Tao bisa merasakan matanya yang mulai basah. "Dia bilang akan menjaga gege. Aku …."

"Lalu kau pergi begitu saja?" Kris mengangkat wajah Tao agar mata mereka saling bertemu.

"Ne," Tao menutup matanya membuat air matanya jatuh.

Kris mendecakan lidahnya kesal, lalu Kris menanggalkan seluruh pakaian Tao dengan paksa. Tao yang tahu Kris sudah sangat marah itu hanya pasrah terhadap perlakuan suaminya. Memangnya dia bisa apa lagi? Melawan Kris untuk membuktikan bahwa dirinya tidak selingkuh dan membuat Kris tambah marah padanya? Tao tidak mau, dia tidak mau bertengkar dengan suaminya lebih lama.

"Disini dia menyentuhmu?" Kris memelintir nipple kanan Tao kasar, membuat Tao mendesah kesakitan. "Aku akan menghilangkan semua sentuhan yang dia berikan padamu."

Kris menggigiti nipple kanan Tao dan memasukan langsung kedua jarinya kedalam hole Tao yang belum dipenetrasi itu, desahan kesakitan Tao tambah menjadi-jadi. Kris memperluas hole Tao itu dengan pola menggunting dan menusuk sweet spot Tao berkali-kali dengan kedua jarinya. Kris memasukan jari ketiganya.

"A-ahh … gege … janganh tambah … lagi jarinya … ungghh," ucap Tao disela-sela desahannya, namun Kris tidak menghiraukan perkataan Tao dan justru malah menambah jari keempatnya. "Ahh … s-sakith … gege … gghh … ahh."

Kris yang sudah selesai menggigiti nipple Tao sampai cukup merah itu kini sibuk mecengkeram penis Tao yang sudah menegang itu dengan keras. Tao mecengkeram kemeja bagian belakang Kris, air matanya mulai mengalir mengocok-ngocok penis Tao sampai Tao klimaks.

Keempat jari Kris yang masih ada di hole Tao dia maju mundurkan. Hole Tao yang semula kering kini sudah basah karena klimaks Tao barusan. Begitu dirasa sudah cukup lebar, Kris mengeluarkan keempat jarinya dan membuka zipper celananya, menampakan penisnya yang lebih besar dari milik Tao.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kris memasukan penisnya ke hole Tao. Tao memejamkan matanya rapat-rapat dan meringis pelan. Meskipun ini bukan kali pertamanya mereka melakukan ini, tapi setiap Kris memasukan penisnya yang besar itu ke holenya, selalu sukses membuatnya kesakitan.

"G-gege … ahh … pelan-pelanh … please … ggahh," Tao memohon pada Kris, namun percuma Kris tidak mau mendengarkannya. Sebaliknya Kris malah memasukannya dan mulai memompa Tao dengan kasar. "G-gege … pleasee … ahh … s-sakiitt … ahh … gghhh."

Mulut Kris sekarang sibuk menggigiti nipple kiri Tao keras membuat Tao tambah kesakitan. Tao menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahannya. Percuma saja meminta Kris untuk pelan-pelan dan lebih lembut, dia tidak akan menurutinya. Krisnya benar-benar marah dan Tao tidak bisa menghentikannya. Tao klimaks untuk kedua kalinya, disusul oleh Kris yang mengeluarkan klimaks pertamanya.

Kris terus memfuck Tao. Darah segar mulai mengalir dari bibir bawah Tao yang ia gigiti. Tao tidak peduli dengan rasa sakit pada bibirnya karena holenya lebih sakit dari itu.

"G-gege … aku minta maaf … aku sangat menyesal … ahh!" Tao terkejut saat Kris menguatkan cengkeram pada penisnya, membuat Tao yang semula ingin klimaks jadi tertahan.

Kris mempercepat temponya, amarah benar-benar sudah mengontrol dirinya sepenuhnya.

.

~GalaxyPanda~

.

Tao membuka matanya perlahan. Jam dinding di kamarnya telah menunjukan pukul 8 malam. Hole Tao sangat sakit bukan main, dia yakin sekarang ini pasti holenya sudah lecet dan berdarah. Entah sudah berapa ronde mereka mainkan, Tao tidak tahu. Yang dia tahu dirinya pingsan sebelum Kris menyelesaikan hukumannya karena Tao yang luar biasa kelelahan.

Tao menggerakan tubuhnya dan seketika dia rasakan perih yang teramat sangat di holenya. Perutnya lapar, dia ingin makan, tapi bagaimana caranya dia makan jika dia tidak bisa berjalan keluar? Tao mengacak-acak rambutnya frustasi. Kris tidak ada disampingnya, pasti dia sedang ada diluar kamar. Apa Tao harus meminta Kris agar membawakan makanan untuknya? Tidak, Tao takut Kris masih marah.

Kris memasuki kamar sembari membawa nampan yang berisi makanan. Kris menemukan Tao yang sudah terjaga dan berjalan kerahnya, menyerahkan makanan kepada Tao dan duduk disebelahnya. "Makanlah, kau pasti lapar kan?"

Tao mengangguk. Syukurlah Krisnya sudah tidak marah padanya. Tao memandang Kris dan bertanya hati-hati padanya, "Xiumin sudah kau jemput?"

"Ya, kau tidak perlu khawatir. Dia sudah tertidur juga," jawab Kris, Tao tersenyum kecil. Anak itu pasti senang sekali saat Papanya menjemputnya di TK. "Tadi Xiu menanyakanmu terus karena kau tidak ikut makan malam bersama. Apa masih sakit?"

Tao mengerti apa yang dimaksud Kris, pasti Kris sedang membicarakan holenya. Menurut Tao, tanpa diberitahu pun Kris pasti tahu jawabannya, namun Tao tetap menjawab pertanyaan Kris, "Tidak terlalu," bohongnya karena tidak mau Kris khawatir.

"Mian, aku kasar padamu. Itu benar-benar diluar kontrolku, aku—" Tao menggenggam sebelah tangan Kris membuat pria pirang itu berhenti melanjutkan kalimatnya.

"Tidak apa-apa, gege. Aku juga salah." Tao mulai memakan makanan yang Kris bawakan, sedangkan Kris hanya melihat istrinya itu. Dia tahu Tao bohong kalau holenya sudah tidak sakit karena tadi dia benar-benar melakukannya dengan membabi buta, tidak mungkin hanya selang beberapa jam holenya sudah baikan.

.

~GalaxyPanda~

.

Hari ini Xiumin diantar oleh Siwon karena kaki Kris yang masih belum sembuh benar, sedangkan kondisi Tao juga tidak memungkinkan untuk mengantar Xiumin, ingat kejadian semalam? Tao melihat Kris yang sedang bergelayut manja dipangkuannya. Inilah yang selalu dilakukan Kris biasanya jika dia sedang libur kerja. Kemudian bel rumah mereka berbunyi.

Kris mendengus kesal karena acara mesra-mesraan mereka jadi terganggu, "Sudah biarkan saja, tidak usah dibuka."

Tao memutar bola matanya, melihat tingkah kelabakan suaminya, "Bagaimana kalau tamu penting?" Tao pun bangkit dan berjalan kearah pintu dengan langkah yang sedikit terseok-seok. Dibukanya pintu rumahnya dan saat itu juga dia menyesal tidak menuruti perintah suaminya tadi.

"Krisnya ada?" tanya pria tinggi didepan Tao—Chanyeol. Tao membuka pintunya lebih lebar agar Chanyeol bisa masuk. Chanyeol pun berhambur kedalam, "Kriss, bagaimana keadaanmu?" dia duduk disebelah Kris. Kris tentu saja kaget bukan main saat tahu siapa tamu yang tadi datang.

"Chanyeol? Kenapa kau kesini?" tanya Kris seraya mengambil jarak menjauh begitu Chanyeol sudah duduk disebelahnya, namun sialnya Chanyeol malah menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Kris lagi.

"Tentu saja aku khawatir, apa lagi?" jawab Chanyeol sembari memeluk sebelah tangan Kris, sedangkan Tao hanya melihat mereka dengan tatapan gerah.

"Gege, aku mau keluar sebentar," suara Tao membuat dua namja lain yang berada diruangan itu menatap padanya. Kris mengerutkan dahinya karena tidak ingin berduaan dengan Chanyeol, Chanyeol hanya senyam-senyum senang. Tao tidak menunggu jawaban Kris dan langsung berjalan keluar, diikuti suara bantingan pintu yang cukup keras. Kris menghela nafas.

.

~GalaxyPanda~

.

Sehun memerhatikan Tao yang terus-terusan menyesap choco lattenya dengan wajah masam. Setengah jam yang lalu, Tao menelponnya dan memintanya untuk menemaninya ke café. Sehun tentu saja senang dan langsung menyetujui permintaan Tao, tapi jika Tao terus-terusan berwajah masam begini, mana bisa dia senang?

"Hey, sebenarnya ada apa? Wajahmu menyebalkan tahu," Sehun membuka topik pembicaraan. Tao hanya menatap Sehun dengan wajahnya yang masih masam tanpa berniat menjawab pertanyaan namja didepannya. Sehun yang tahu Tao tidak akan menjawab pun kembali membuka suara, "Kalau kau tidak menjawab, aku akan pulang," Sehun bangkit berdiri, namun tangannya ditahan Tao.

"Park Chanyeol datang kerumah," Tao akhirnya berbicara setelah sekian lama membisu, Sehun kembali duduk ditempatnya.

"Lalu apa masalahmu?" tanya Sehun yang belum mengerti arah pembicaraan ini.

"Park Chanyeol itu suka dengan gegeku!" ujar Tao setengah berseru karena gemas melihat Sehun yang belum menangkap arah pembicaraan. Raut wajah Sehun berubah antusias.

"Atas dasar apa kau bilang begitu? Bisa saja mereka hanya sahabat dan Chanyeol itu ingin berkunjung kerumahmu."

Tao mendengus mendengar jawaban Sehun, "Tadi Park itu seenaknya memeluk lengan gegeku! Lalu kemarin saat aku mengunjungi gege dirumah sakit, dia menatapku rendah dan menyuruhku pulang karena dia yang akan menjaga gege dirumah sakit! Kau tahu tatapannya sinis sekali jika melihatku!"

Sehun terperangah mendengar penjelasan detail pemuda didepannya. "Hn," guman Sehun pelan. Dirinya memang baru mengetahui berita ini. Karena sejak makan bersama mereka, Tao tiba-tiba pergi mengatakan dia ada urusan, entah urusan apa Sehun tidak bertanya karena kondisi Tao yang saat itu tidak memungkinkan. Lalu tadi Tao baru menghubunginya lagi meminta Sehun untuk menemaninya dan memberikan gosip baru padanya. "Kris masuk rumah sakit? Dia sakit apa?"

Tao menatap Sehun sebal, padahal saat ini topik mereka adalah Chanyeol yang menyukainya Kris, tapi Sehun malah membahas yang lain. "Sehun-ah, kita sedang membicarakan pemuda Park itu, kenapa kau malah bertanya soal gege?"

"Hey Zi, terakhir kita bertemu kau meninggalkanku tanpa penjelasan dan sekarang saat kita bertemu lagi kau tiba-tiba memberikan berita soal suamimu yang disukai Chanyeol itu, bagaimana aku tidak kaget?"

Memang benar perkataan Sehun, salahnya tidak menghubungi Sehun setelah makan bersama dan menjelaskan situasinya. "Gege masuk kerumah sakit karena kecelakaan saat syuting, betis kanannya robek. Sekarang dia sudah keluar rumah sakit dan sedang istirahat selama 3 hari dirumah agar lukanya tidak terbuka—lebih tepatnya sedang bermesraan bersama Park dirumahku!"

Sehun mengangguk paham, "Yasudah kalau memang dia menyukai suamimu."

"SEHUUNN!" teriakan keras Tao membuat seluruh penghuni café menatap tajam kearah Tao, termasuk para pegawai café yang sedang bekerja dan Sehun yang duduk didepannya, tapi Tao tidak memedulikannya."Aku sedang serius, Oh Sehun! Bagaimana kalau gege suka dengan Park itu dan menggugat cerai denganku karena ingin menikahinya? Aku akan jadi duda beranak satu, Sehun! Eh, duda atau janda ya? Aku kan yang melahirkan Xiu, meskipun kelaminku tetap pria."

Sehun terkekeh kecil melihat ekspresi panik Tao, lalu dia mengusap pipi namja panda itu lembut. "Aku tidak masalah dengan janda—err duda beranak satu." Sehun tersenyum, Tao yang dielus hanya bisa terdiam sampai dia merasakan mual diperutnya.

"Ungh," rintih Tao seraya membekap mulutnya dengan sebelah tangannya, satu tangannya lagi memegangi perutnya. Sehun yang melihat pemandangan itu pun sontak khawatir dan bangkit berdiri untuk memijat pelan tengkuk Tao.

"Zi, are you okay?" tanya Sehun yang dijawab gelengan dari Tao. "Mau kuantar kerumah sakit?" sebelum sempat menjawab pertanyaan Sehun, Tao langsung berlari ke toilet karena merasa mualnya bertambah.

.

~GalaxyPanda~

.

"Chanyeol, pulanglah kau akan membuat istiku salah paham," ucap Kris agak risih dengan Chanyeol yang masih betah memeluk lengan Kris manja.

"Istri? Aku tidak melihat siapapun daritadi disini kecuali kau dan namja bermata panda yang barusan keluar rumah," Chanyeol mengeratkan pelukannya ditangan Kris. Chanyeol memang tahu Kris sudah menikah, tapi dia tidak tahu siapa istri Kris.

Kris menghela nafas, "Namja bermata panda yang kau maksud tadi adalah istriku, Yeol."

Seketika itu juga, Chanyeol melepas pelukan tangannya. Matanya melotot pada Kris. "Kau gay, Kris?" Pantas saja sewaktu syuting Kris bertanya judul majalah gay yang akan ia bintangi, taunya seniornya ini juga sama sepertinya.

"Bukankah kau juga, Yeol?"

Chanyeol senang jika Kris juga penyuka sesama jenis sepertinya, tapi kenapa harus menikahi Tao? Chanyeol merasa dirinya lebih bagus dari Tao. "Apa yang menarik dari namja panda itu? Kalau tidak salah namanya … Tao kan?" Chanyeol mengingat-ingat pertemuan pertamanya dengan Tao dirumah sakit.

"Dia adalah … seluruh hidupku. Susah untuk dijabarkan," saat ini pikiran Kris dipenuhi oleh Tao. Sudah pasti ketika pulang nanti, istrinya akan marah padanya dan menuduhnya yang tidak tidak seperti selingkuh. Kris tidak memerhatikan raut wajah Chanyeol yang berubah menatapnya tidak suka.

"Tapi aku lebih bagus dari dia—"

"Jika kau sudah mencintai seseorang … kau tidak peduli bagus atau jeleknya orang itu. Aku sudah terhipnotis olehnya." Kris memotong perkataan Chanyeol. "Dia sudah seperti candu bagiku."

Chanyeol terhenyak. Tao benar-benar beruntung bisa disukai oleh pria setampan Kris dengan sebegitu tulusnya. Apa masih tidak ada kesempatan dihati Kris untuknya? Tanpa pikir panjang, Chanyeol membabat bibir Kris.

Sialnya …

Saat itu baru saja Tao pulang sehabis diantar oleh Sehun dan menyaksikan kejadian itu. Matanya melotot tak percaya. Padahal sehabis pulang dari rumah sakit tadi, Sehun sempat menghiburnya, tapi melihat pemandangan didepannya membuatnya sakit lagi dan langsung pergi berlari keluar rumah. Kris yang menyadari Tao sempat melihat insiden itu pun mendorong Chanyeol sehingga ciuman mereka terlepas dan mengejar Tao. Sedangkan Chanyeol hanya tersenyum getir melihat Kris yang pergi mengejar istrinya.

"TAOO!" Kris berteriak memanggil namja yang paling ia cintai itu, namun Tao terus berlari menjauhinya meskipun dia mendengar Kris yang meneriakan namanya.

Pikiran Tao benar-benar kalang kabut, suaminya itu berciuman tepat didepannya. Apalagi jika itu bukan selingkuh namanya? Tao yang sedang dilanda kecemburuan itu tidak melihat jalanan disekelilingnya sampai sebuah mobil yang melaju cukup kencang menabraknya.

.

TBC

.

Aduh sumpah ini drama banget Ya Tuhan. Gw mau nyelipin humor tapi bingung karna idup gw lagi penuh drama jdi gaada inspirasi *halah* Tenang, Tao ga mati kok gara2 ketabrak :")

Di chap ini Kris nya agak sadis, tpi kan udh gw warning diatas kalo chap ini ada adegan sadis dan buat yg tidak tahan bisa close atau skip adegannya. Gw penganut hardcore, bdsm, dan sm garis keras jadi kalo nulis adegan anuanu ga jauh2 dari yang sadis *nistahnya gw* Tapi kadang suka ga tega nulis yg sadis karna mikirin readers yg gakuat bacanya *kedip2 ganjen* Janji deh di chap besok2 Krisnya so sweet.

Special thanks to:

Ammi Gummy, Ajib4ff, Aiko Vallery, Yonsy Fajar S, Skylar Otsu, Zitaofans

Maaf belum bisa balas review karena tangan gw sudah pegal utk ngetik:") Gw ciumin aja deh satu2nya *digeplak* Ditunggu review readers selanjutnya di chap ini.

See ya,

Adella Ryou